GM | Personal Semakin Banyak Kita Belajar

Semakin Banyak Pula Yang Tidak Kita Ketahui!

Merasa ada yang perlu DIOBROLIN dengan Gus Mendem & Kawan Kawan?
Sampaikanlah pendapat anda untuk kita bahas bersama

DI FORUM INI

PORTOFOLIO


Konten Blog Ini


Posting Paling Anyar

Friday, April 20, 2018

Daftar Arsip Fakultas Mendemologi

Thursday, February 8, 2018

Ajaran Yesus Yang Hilang



Friday, January 12, 2018

Trinitas, Sebuah Misteri Yang Mengada-ada!


Seingat saya, rasanya belum pernah kita temui ada pengikut Paulus yang mampu dengan tegas, lugas, dan tuntas menjelaskan apa dan bagaimananya Tuhan Trinitas mereka tanpa menggunakan analogi. 

Tentu saja ini terasa ganjil, karena bagaimana mungkin ada sekumpulan orang mengaku mengimani doktrin Trinitas tapi tidak ada satupun dari mereka yang mampu menjelaskan apa yang diimani sendiri itu dengan baik? 

Apa yang salah?
Doktrin trinitasnyakah, atau otak para pengikutnya?

Dari sekian banyak analogi yang ujungnya dipastikan akan jeblog alias nyungsep, maka ini adalah yang paling populer mereka usung:

Menurut kebanyakan mereka, analogi tentang TRINITAS itu begini:

Manusia disebut sebagai MANUSIA karena adanyanya 3 unsur ini: 
(1) tubuh, 
(2) roh, dan 
(3) jiwa. 

Artinya, agar bisa disebut sebagai manusia, maka ketiga unsur itu HARUS MENJADI SATU SEUTUHNYA.

Demikian juga dengan Tuhan menurut kristen. Tuhan disebut sebagai TUHAN karena adanya 3 unsur ini: 
(1) Bapa, 
(2) Roh Kudus, dan 
(3) Yesus.

Artinya, agar bisa disebut sebagai TUHAN, maka ketiga unsur itu HARUS MENJADI SATU SEUTUHNYA. 

Sekarang, mari kita perhatikan baik-baik apa jadinya jika masing-masing dari tiga unsur manusia di atas kita pisahkan.

● Tubuh manusia tanpa roh dan jiwa jelas disebut MAYAT, alias BUKAN MANUSIA,
● Roh manusia tanpa tubuh dan jiwa jelas disebut ROH, alias BUKAN MANUSIA, 
● Jiwa manusia tanpa tubuh dan roh jelas disebut JIWA, alias BUKAN MANUSIA.

Ini sangat jelas mengindikasikan bahwa jika berdiri sendiri-sendiri, tidak ada satupun dari ketiga unsur manusia tadi yang boleh disebut sebagai manusia!

Lalu, bagaima pula jadinya jika ketiga unsur tuhan trinitas juga kita pisahkan?

● Bapa tanpa Roh Kudus dan Yesus seharusnya disebut Bapa saja, sebab dia BUKAN TUHAN
● Roh Kudus tanpa Bapa dan Yesus seharusnya disebut Roh Kudus saja sebab dia BUKAN TUHAN 
● Yesus tanpa Bapa dan Roh Kudus seharusnya disebut Yesus saja sebab dia BUKAN TUHAN.

Sama dengan "pemisahan" unsur manusia di atas, maka pemisahan unsur tuhan trinitas juga praktis mengindikasikan dengan sangat jelas bahwa jika berdiri sendiri-sendiri, tidak ada satupun yang boleh dianggap sebagai tuhan!

Jelas bukan?

Jadi, buat apa repot dengan segala macem teori muluk-muluk tentang trinitas, atau tuhan tritunggal ini, jika pada ujungnya tokh logika juga yang akan menentukan; doktrin trinitas itu masuk akal atau tidak?

Dan sayangnya, lebih banyak manusia di muka bumi ini yang menganggapnya TIDAK MASUK AKAL dibanding yang mengimaninya secara buta cuma karena iming-iming jika mati nanti bakal langsung masuk sorga!

Mereka yang tidak percaya itu antara lain punya pemikiran logis kurang lebih begini:

Berdasarkan teori berbasis analogi di atas tadi, Yesus di bumi yang setiap hari, pagi, siang, sore, dan malam berdoa kepada Bapa di sorga jelas bukan Tuhan karena tidak bersatu dengan Bapa di sorga dan dengan Roh Kudus yang entah berada di mana.

Roh Kudus yang dipercaya suka keluyuran sendirian ke sana ke mari sambil tebar informasi tentang Tuhan nyatanya tidak bersama Yesus dan tidak pula bersama Bapa, dan celakanya lagi, terbukti sering sekali memberikan informasi ngaco alias tidak benar menyangkut eksistensi dan kekuasaan Tuhan. Ini juga jadi alasan kenapa Roh kudus itu tidak bisa dipercaya sebagai unsur Tuhan, apalagi sebagai tuhan itu sendiri! 

Masa sih tuhan bisa salah memberi informasi tentang segala sesuatu yang menjadi ciptaan-Nya sendiri? Yang bener sajalah!

Sedangkan Bapa di Sorga, konon katanya adalah entitas yang menciptakan alam raya ini berikut seluruh isinya. 

Nah, dengan kapabilitas sedahsyat itu, tentu cuma Bapalah satu-satunya yang pantas disebut sebagai Tuhan! 

Artinya, dua unsur trinitas berinisial Roh Kudus dan Yesus Kristus tadi jelas bukan tuhan karena tidak pernah terbukti mampu berperan sebagai tuhan seperti Bapa yang sekalipun sendiri, tapi diyakini oleh pengikut Paulus sebagai satu-satunya entitas yang mampu menciptakan jagad raya beserta seluruh isinya ini! Jelas ini adalah kekuasaan yang tidak mungkin ada pada siapapun kecuali pada Tuhan semesta alam!

Tegasnya, jika sendiri saja Bapa mampu melakukan hal-hal yang tidak mungkin dapat dilakukan oleh makhluk manapun juga, tentu DIA tidak membutuhkan siapapun sebagai "tuhan lain" yang harus disejajarkan dengan diri-Nya cuma sekedar untuk bantu-bantu doang! 

Ini penghinaan secara terang-terangan kepada kemahakuasaan Bapa namanya! 

Padahal ribuan tahun sebelum gagasan tentang trinitas ini dicetuskan oleh Quintus Septimius Florens Tertullianus -- atau lebih dikenal sebagai Tertullian saja -- sekitar tahun 200 M, Bapa yang cuma sendiri saja itu sudah dengan sangat tegas menginformasikan kepada umat manusia melalui utusan-utusan-Nya, yaitu para nabi terdahulu, bahwa TIDAK ADA SATUPUN YANG SERUPA DENGAN DIA, dan TIDAK ADA SATUPUN YANG BOLEH DISEJAJARKAN DENGAN DIA! 

Dalam bundel buku-buku tebal bernama alkitab milik umat Paulus penegasan itu tercatat cukup jelas dalam Kitab Ulangan 4:35; 4:39; 5:7; 6:4; 33:26 ● 2Samuel 7:22 ● Keluaran 9:14; 20:5 ● Yesaya 43:11-13; 46:9; 48: 12; 54:5; 63:8-9 ● dan Hosea 13:4.

Adapun Tertullian sebagai pencetus gagasan Trinitas sama sekali tidak mampu menjelaskan lebih jauh lagi tentang teorinya itu kecuali sebatas definisi bahwa Trinitas adalah "una substantia trepersonae" (satu substansi dalam tiga pribadi) dengan sedikit tambahan begini: 

"Let us preserve the mystery of the divine economy which dispose the unity into trinity, the Father, the Son, and the Holy Spirit, three not in essence but in grade, not in substance but in form". 

Artinya:

"Marilah kita melestarikan misteri ikatan keilahian yang menjelaskan kesatuan dari yang tiga, Bapa, Anak dan Roh Kudus, tiga bukan dalam esensi, tetapi dalam tingkatan, bukan dalam substansi tetapi dalam bentuk."

Jadi, Tertullian menganjurkan pengikut Paulus agar "melestarikan misteri" trinitas, bukan karena hubungan antara ketiga unsur trinitas itu bersifat misterius, tapi lebih kepada ketidakmampuannya sendiri untuk menjelaskan trinitas secara tegas, lugas, dan tuntas!

Ini bertentangan dengan kehendak Tuhan yang tidak suka misteri, sebab jangankan bermisteri, sedangkan sudah sangat jelas diperkenalkan-Nya melalui para nabi yang menjadi utusan-Nya, termasuk melalui Yesus sekalipun, nyatanya kebanyakan manusia masih mengalami kesulitan untuk mengenali Tuhan sejati. 

Konon pula bila Tuhan "bermain-main" dengan misteri?

Urusan dengan Tuhan tidak bisa dan tidak pernah boleh dianggap sebagai main-main bung!

Perhatikanlah bagaimana jujurnya “mbahnya Romo” Trinitas, Athanasius, bercerita dalam buku The Decline and Fall of the Roman Empire yang ditulis oleh Edward Gibbon ini:

“Teolog besar Kristen Athanasius sendiri secara terbuka mengakui bahwa semakin dia memaksakan pengertiannya untuk menjelaskan ketuhanan Logos (Firman), segala daya dan upaya yang diusahakannya kandas dengan sendirinya; bahwa semakin dia berfikir, semakin dia kurang memahami; semakin banyak penulis, semakin kurang kemampuan menjelaskan jalan pikirannya”.

Baru mencoba memformulasikan hubungan Yesus sebagai Logos (Firman) dengan Tuhan Allah saja, dia sudah pusing. Belum lagi di tambah dengan “Tuhan” Roh Kudus!

Monsignor Eugene Clark mengakui konsep Trinitas sulit dimengerti. Untuk itu, menurut dia sebaiknya konsep Trinitas diterima saja walaupun tidak dimengerti.

“Tuhan itu satu, Tuhan itu tiga. Karena tidak ada yang seperti ini di alam ini, sehingga kita terima saja walaupun kita tidak mengerti”

Hubungan ketiga oknum dalam Trinitas dengan susah payah diciptakan oleh Gereja di tengah-tengah pertentangan, kontroversi dan malah pertumpahan darah. Akhirnya Pemimpin Gereja terpaksa harus mengeluarkan pernyataan untuk menerima ajaran Kristen tanpa harus menyelidikinya. 

Uskup Agung Anslem, pemimpin Gereja di Canterbury (1093-1109) dalam bukunya Prosologian I, menulis:

“Saya tidak perlu mengerti untuk percaya, tetapi saya percaya agar saya mengerti.”

Selanjutnya dalam bukunya Cur Deus Homo dia menjelaskan urut-urutan menerima "ajaran yang misterius" dalam Kristen:

“Urutan yang tepat adalah meyakini keimanan Kristen secara mendalam lebih dahulu, baru kemudian mendiskusikannya berdasarkan akal sehat. Dengan demikian, walaupun saya tidak mengerti sama sekali, tidak ada yang akan dapat mengguncang keteguhan iman saya”

Nah, jika para dedengkot kristen saja kebingungan bagaimana menjelaskan trinitas, bagaimana pula para pengekornya yang cuma sekelas odong-odong di grup ini bisa lebih baik lagi menjelaskannya?

Jadi, dengan kata lain konsep tuhan tritunggal itu pada hakekatnya cuma HOAX!

Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk.



[Juma'at, 12 januari 2018]


Wednesday, November 29, 2017

Sekali lagi, Nasehat Untuk Dik Theos An-Naar

Dik Teyos An-Naar,
Karena nampaknya kau masih belum sadar juga bahwa segala upayamu selama ini yang sibuk mengutak-atik terjemah Al-Quran sebetulnya cuma pekerjaan yang sia-sia, maka demi ilmu,  ada baiknya kubocorkan sedikit rahasia padamu.

Ketahuilah,  bahwa setidaknya ada 20 s.d 30 cabang ilmu yang harus dikuasai oleh seseorang bila ia sungguh-sunguh ingin  memahami Al-Quran dan berniat pula untuk menyampaikannya kepada orang lain secara baik dan benar. 


Catat yang ini dulu: SECARA BAIK DAN BENAR!
BUKAN secara AMBURADUL DAN SUDAH PASTI SALAH!

Nah, cabang-cabang ilmu itu antara lain adalah:

1. Mawathin Al-Nuzul,
2. Tawarikh Al-Nuzul,
3. Asbab Al-Nuzul,
4. Lughat,
5. Nahwu,
6. Shorof
7. Ishtiqaq,
8. Ma'ani,
9. Bayaan,
10. Badi' Balaghah, 
11. Qira'at & Tajwid
12. Aqa'id,
13. Ushul Fiqh,
14. Fiqh,
15. Gharib Al-Quran,
16. I'rabil Qur'an,
17. Wujuh wa Al-Nazhair,
18. Ma'rifat Al-Muhkam wa Al-Mutasyabih,
19. Al-Nasikh wa Al-Mansukh,
20. Bada'i Al-Quran,
21. I'daza Al-Quran,
22. Tanasub Al-Quran,
23. Aqsam Al-Quran,
24. Amtsal Al-Quran,
25. Jidal Al-Quran,
26. Adab Al-Tilawah Al-Quran.

Tanpa pemahaman yang cukup tentang cabang-cabang ilmu di atas, maka menjadi mustahil bagi siapapun untuk bicara, apalagi sampai seenak jidat sendiri mengartikan ayat-ayat suci Al-Quran dan menyampaikannya kepada orang lain sambil mengira bahwa semua ocehannya itu benar!

Artinya, jangan pernah berharap orang lain, khususnya muslim yang faham Adab Al-Tilawah Al-Quran, akan menerima,  mengamini, apalagi sampai mengimani segala interpretasi ngawurmu tentang ayat-ayat suci Al-Quran yang kau pikir sudah kau mengerti, sementara bisa dipastikan bahwa sesungguhnya kau sama sekali tidk tau apapun tentang ilmu-ilmu di atas! 

Mau bukti?
Cuma sebagai indikator saja, coba kau jawab untuk dirimu sendirilah dulu; 
cabang ilmu mana dari yang 26 itu yang kau pikir sudah kau fahami? 
Tak satupun, bukan?  

Nah, itulah alasan teratas, selain tentunya masih ada sederet alasan lain yang menjadi sebab kenapa semua copasan terjemah hasil comot sana comot sinimu yang kau pikir "powerful" untuk bicara lantang tentang ayat-ayat Al-Quran itu langsung kena stempel ANALISIS TELEK! 

Kenapa?
Karena "KOSONG" dik!
Segala kicauanmu yang kau pikir benar itu, seluruh kebenarannya  cuma ada dalam angan-anganmu sendiri saja, sedangkan kebenarannya yang hakiki hanya bisa sama-sama kita buktikan  bila berpijak pada platform yang haq -- yaitu ilmu -- bukan yang bathil,  seperti nafsu masturbasi rohanimu yang terus berkobar sejak bertahun-tahun dulu hingga hari ini!

Kau tau kenapa nama-nama cabang ilmu itu dilafadzkan dalam bahasa Arab dan apa arti masing-masing sebutanya? 

Tidak juga, bukan?

Nah, bertanyalah pada guru atau ustadz yang lebih paham akan ilmu-ilmu tsb!

Walau sambil lalu, sebenarnya diam-diam aku juga memperhatikan bagaimana sibuknya kau meributkan soal "tafsir", 'asbabun nuzul", bahkan secara sembrono berani "menjual" nama-nama muffasir kondang yang kau kutip terjemah tulisannya seolah-olah cuma kau satu-satunya manusia  di dunia ini yang faham betul apa yang mereka tulis.

Dengan itu pula tiap kali ANALISIS TELEKMU ditertawai, maka kau nekad menuding muslim manapun yang mentertawaimu sama artinya dengan mentertawai para muffasir yang dimuliakan oleh umumnya umat Islam itu.

Ketahuilah dik, semua muslim yang ikut baca bisa langsung tau bahwa justru dengan begitu  sebetulnya semakin memperlihatkan bukti bahwa kau sama sekali tidak tau apa-apa tentang tafsir, apalagi asbabun nuzul, termasuk tentu saja siapa, bagaimana latar belakang, dan bagaimana pula metode tafsir  masing-masing muffasir yang meriwayatkan berbagai tafsir Al-Quran yang kau sebut-sebut namanya itu, selain FAKTA! Bahwa gaya sotoymu itu sama persis dengan anjing yang lehernya terikat tapi ribut menggonggong setiap orang yang lalu lalang di depan rumah majikannya!

Berapa kali sudah kau diberitahu, bahwa tidak ada yang salah dengan tafsir mereka, tapi interpretasi sintingmu yang coba mempelesetkan tafsir-tafsir mereka sesuai selera doktrin bodoh kristenlah yang salah?! 

Tahukah kau apa sebetulnya arti "tafsir" yang kulihat sering ditanyakan oleh para cantrik asuhan poro pinisepuh gmdkk  tapi tak pernah kau jawab? 

Atau pernahkah kau berfikir kira-kira serumit apa sebenarnya "ilmu tafsir" yang pada waktu-waktu tertentu biasanya dipelajari dan dikaji secara amat serius di lingkungan terbatas, semisal oleh para santri dan ustadz mereka dengan kiyai sepuh di pondok-pondok pesantren? 

Tidak juga, bukan?

Jadi, ketika kau pikir kau sedang lebay bicara tentang terjemah ayat-ayat Al-Quran kepada umat islam, maka hal pertama yang harus kau sadari sepenuhnya adalah bahwa terjemah Al-Quran BUKAN Al-Quran, dik!

Artinya, jika kau pikir kau sedang berbicara tentang Al-Quran apalagi secara maknawi, maka yang sebetulnya terjadi adalah kau sedang mengigau!

Terjemah Al-Quran, atau disebut juga Ta'wil, tidak memerlukan ilmu dik!

Digital robotic modules bernama "google translate" pun mampu melakukannya.  Apalagi kafir harbi dengan nafsu masturbasi rohani berkobar-kobar seperti dirimu?

Tapi pernahkah terpikir olehmu bahwa jangankan menafsirkan Al-Quran, membaca tafsir Al-Quran pun memerlukan ilmu. Sedangkan ilmu tafsir Al-Quran bukan hal sederhana yang dapat dikuasai oleh siapa saja cukup dengan copas sana copas sini, terutama olehmu yang sejak dulu aku sudah tau adalah pengidap syndroma hambatan kognitif yang sangat menyedihkan. 

Kita sama-sama tau bahwa dalam Kristen tidak ada yang namanya "ilmu tafsir" kecuali suka-suka saja mengartikan setiap ayat bibel sesuai selera sendiri. Sebut saja misalnya situs rujukan utama kalian;  "SARAPAN PAGI ROTI JELAI BUNDAR".  

Walau para admins atau pengasuhnya berlindung di balik istilah keren semisal eksegesse atau hermeneutika,  atau entah istilah keren apa lagi yang mereka gadang-gadang, tetap saja tulisan mereka cuma berbasis pada interpretasi individual, bahkan cenderung  ngarang bebas demi pembenaran untuk banyak hal yang tidak benar dalam doktrin kristen! 

Tidak sedikit tulisan mereka yang bersifat un-universal sehingga tidak selalu "gathuk" dengan pemahaman individu-individu lain, bahkan di lingkungan kristen sendiri, terutama dengan interpretasi mereka yang berposisi sebagai petinggi gereja dari setidaknya 300 denominasi kristen yang tersebar di seluruh Indonesia, apalagi jika disodorkan pada petinggi gereja lebih dari 34.000 denominasi kristen yang tersebar di seluruh dunia!

Makanya perdebatan tentang teologi kristen akan terus berulang seperti KASET RUSAK dengan topik CENDOL BASI yang itu ke itu juga -- dan tidak pernah ada habisnya --  karena untuk SATU PERTANYAAN tentang iman kristen saja misalnya, akan dijawab dengan 10 atau 20 jawaban berbeda dari 10 atau 20 jemaat kristen dari denominasi yang berbeda!

Tidak demikian halnya dengan 10 atau 20 pertanyaan tentang iman Islam. Mau berapa banyakpun yang menjawab, pada prinsipnya mereka akan memberikan SATU jawaban yang SAMA untuk setiap pertanyaan!

Nah, kau lihat sendiri bukan, betapa jauh bedanya doktrin kristen yang semrawut dan melawan akal dengan ajaran Islam yang logis dan sangat masuk akal sehingga kami selalu punya jawaban yang stereotype untuk semua upaya plesetan kalian terhadap berbagai isu terkait ajaran Islam? 

Jadi, coba saja kau pikirkan sendiri baik-baik deh, bagaimana mungkin ajaran Tauhid yang sejatinya berasal dari SATU orang guru bernama Yesus Kristus -- tapi setelah diobok-obok oleh manusia yang tidak jelas asal-usulnya tapi kemudian mengaku-ngaku sebagai "rasul" bernama Paulus -- di kemudian hari bisa diinterpretasikan secara suka-suka oleh pengikutnya sampai mencapai RIBUAN cara, bahkan sampai melahirkan RIBUAN sekte yang berbeda-beda dan saling membidatkan pula? 

Memangnya ada berapa ribu cara bertuhan sih yang diajarkan oleh Yesus? 

Kitabmu sendiri menjelaskan cuma SATU cara, dik!

SEMBAHLAH TUHAN ALLAH SAJA. TIDAK ADA TUHAN YANG LAIN KECUALI ALLAH!

Jadi, analogi sederhananya begini:
Jika seorang guru, kuulangi; SEORANG GURU, menjadi wali kelas dari 50 orang murid, lalu ketika tiba saatnya ujian akhir ternyata tak seorang muridpun yang menjawab soalan dari sang guru sesuai dengan apa yang diajarkannya, maka kau pikir apa yang akan terjadi pada ke-50 murid itu?  SUDAH PASTI SEMUANYA TIDAK LULUS! 

Nah, begitulah kalian!
Sadar atau tidak, sebetulnya kalian mengimani dan mempraktekkan ajaran yang menyimpang jauh dari ajaran asli Yesus akibat bercampurnya ilmu yang haq dengan yang bathil gara-gara ulah Paulus!

Cilakanya, rata-rata kalian lebih mengimani segala yang diajarkan oleh Paulus  dan semua  kroninya ketimbang ilmu yang berasal dari langit seperti yang diajarkan oleh Yesus Kristus sendiri! 

Akibatnya, tidak akan jauh berbeda dengan nasib ke-50 murid pak guru tadi; kelak saat  mati, maka tidak satupun dari kalian yang akan diluluskan oleh Yesus untuk memasuki kerajaan langit! Percayalah!

Tentang ini dalam kitabmu sendiri sudah sangat jelas ditegaskan oleh Tuhannya Yesus sejak jaman purbakala dulu!

Lihat lagi [Ulangan 4:35 | 4:39 | 5:7 | 6:4 | 33:26] [2Samuel 7:22] [Keluaran 9:14 | 20:5]   [Yesaya 43:11-13 | 46:9 |  48: 12 |  54:5 | 63:8-9] [Hosea 13:4]. 

Lalu berbekal amburadulnya konsep,  atau ilmu memahami ayat-ayat Tuhan dalam bibel yang sudah diobok-obok seperti gambaran di atas, maka dengan cara mengemis, comot  sana sini beberapa terjemah tafsir Al-Quran dari para muffasir kondang, kemudian seenak jidat pula mengartikan ayat-ayat tsb sesuai selera kristenmu, kau coba menjustifikasi iman ngawurmu pada umat Islam -- termasuk kepada abangmu Gus Mendem  yang WOW keren ini -- bahwa tafsir-tafsir Al-Quran tsb mebenarkan semua doktrin pokok kristen? 

Duh! Kalau kata cantrik gmdkk sih; mimpimu terlalu tinggi, dik! 

Ajaran Islam tidak demikian dik Teyos An-Naar!
Islam adalah ajaran dari langit tentang KETERATURAN. Karenanya jangan heran jika segala sesuatu dalam  Islam ada aturannya. Sebut saja misalnya hal yang tidak pernah kalian mengerti; kenapa sampai-sampai untuk pipispun ada aturannya?!

Apalagi untuk bicara lantang tentang kandungan kitab suci Islam yang menjadi induk dari seluruh peraturan dan hukum-hukum positif yang berlaku dalam peradaban manusia, khususnya  islam, sejak jaman Nabi Muhammad saw sampai kiamat nanti?

Kau pernah dengar kata "tafsir bil ma’tsur" dan hukum-hukumnya? 
Atau "tafsir bir Ro’yi" berikut hukum-hukumnya?

Tidak, bukan?

Kau mengerti kenapa ada banyak metode tafsir Al-Quran yang wajib dipelajari oleh para sarjana Al-Quran di lembaga-lembaga Pendidikan Tinggi lslam jaman modern ini sebelum mereka dinyatakan lulus uji, agar selanjutnya tidak diragukan lagi oleh para mentornya untuk bicara tentang hakikat maknawi ayat-ayat Al-Quran kepada orang lain secara baik dan benar? Sebut saja sebagai indikator misalnya  metode Tahlili, Ijmali, Muqarran, atau Maudhui.

Tidak mengerti juga, kan?

Dengan demikian, maka ini menjadi sangat penting bagimu dik!
Taukah kau metode mana dari semua metode tafsir Al-Quran yang menurut para muffasir itu sendiri dianggap paling baik dan tinggi derajatnya dibandingkan dengan metode-metode lainnya! 

Tidak tau juga, bukan?

Jadi, belajarlah lagi pada siapapun yang selama ini kau anggap sebagai gurumu tentang Islam. Tanyakan padanya; kenapa Al-Quran disebut sebagai hudan-linnas dan hudan-lilmuttaqin?

Sayangnya, kau memilih menjadi kafir harbi, sehingga dengan sendirinya tidak termasuk dalam kelompok manusia seperti yang dimaksud oleh kalimat "hudan-linnas dan hudan-lilmuttaqin."

Karena itu aku hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat betapa sibuknya kau woro-woro ke sana kemari mengabarkan berita bahwa abangmu yang WOW Keren ini  ringan-ringan saja menanggapi segala celotehanmu yang berbasis terjemah Al-Quran  tanpa perlu mengikutkan tafsir dari siapapun juga. Apalagi dalam banyak note yang sudah jelas-jelas kuberi judul;  AL-QURAN MENJAWAB! 

Kenapa?
Catat juga yang satu ini ya?
Karena kau TERLALU BODOH mengira bahwa setiap penjelasan tentang Al-Quran dari seorang muslim yang seumur hidupnya wajib mempelajari Al-Quran harus berdasarkan tafsir Jalalain, atau Al-Maududi, atau Ibn kathir, atau Katadah, atau Ath-Tabhari atau nama-nama muffasir besar lainnya!

Jika Allah sudah jelas-jelas befirman dalam Al-Quran bahwa siapapun yang mengatakan, apalagi sampai meyakini -- dan celakanya, menyembah pula -- Nabi Isa Ibn Maryam sebagai Allah adalah KAFIR,  maka aku tidak perlu tafsir dari siapapun untuk menyatakan tanpa  keraguan sedikitpun bahwa kau, yang mati-matian cari pembenaran dari literatur Islam bahwa Yesus yang kau sembah itu adalah Allah, jelas adalah KAFIR! (lihat QS. 5:72) 

Jika Allah sudah berfirman dalam Al-Quran bahwa kitab-kitab terdahulu terlanjur dikotori oleh tangan-tangan jahil MANUSIA CELAKA dengan cara menuliskan ayat-ayat palsu yang mereka jadikan seolah-olah adalah firman Allah, maka aku tdak perlu tafsir dari siapapun untuk mengerti bahwa bundel buku tebal yang kalian klaim sebagai kitab-kitab terdahulu, kemudian kalian beri nama "Alkitab" itu sudah tidak asli lagi, dan para pemalsu ayat-ayat Allah di dalamnya adalah MANUSIA-MANUSIA CELAKA!  (lihat QS. 2: 75 | QS. 2: 79 | QS. 5: 41) 

Jika Allah sudah berfirman dalam Al-Quran bahwa Al-Quran -- disebut juga Al-Furqan -- diturunkan-NYA antara lain untuk mebenarkan kitab-kitab terdahulu, maka aku tidak perlu tafsir dari siapapun untuk mengerti bahwa kitab-kitab terdahulu memang pernah diturunkan oleh Allah, dan Al-Quran adalah kitab yang datang kemudian untuk mengoreksi, membenarkan -- yang artinya membuat jadi benar -- segala kesalahan, kepalsuan dan berbagai penyelewengan lain yang dilakukan oleh manusia-manusia celaka tadi terhadap ayat-ayat kitab terdahulu. (lihat lagi  QS. 2: 75   QS. 2: 79 QS. 5: 41| DAN  QS 2: 41 QS. 89, 97, 101 QS. 3: 3, 80 QS  4: 47 QS. 5: 48 QS. 10: 37 QS. 12: 111)

Kenapa aku tidak memerlukan tafsir dari nama-nama muffasir kondang yang selama ini kau jadikan "tumbal" untuk membenarkan plesetanmu terhadap ayat-ayat Al-Quran guna membenarkan kesalahan iman kristen menurut Al-Quran?

Karena Allah sendiri sudah menjelaskannya dengan terang benderang dalam ayat-ayat firman-Nya terkait iman kristenmu di dalam Al-Quran, dik! 

Masih ingat ayat favoritku sejak dulu, bukan? 
Silahkan lihat lagi QS. 10:100

Allah pasti akan melemparku ke neraka jika aku tidak menggunakan seluruh kemampuan akalku secara paripurna untuk belajar dari seluruh tanda-tanda kebesaran-NYA yang ada disekelilingku, termasuk tentu saja dari ayat-ayat suci Al-Quran dan hadits-hadits penutup para Nabi dan Rasul-NYA!

Eloknya, Allah tidak cuma mengancam siapapun yang tidak mau menggunakan akalnya dengan baik, tapi sekaligus memberi manusia "tools" untuk mencerdaskan akalnya guna memahami kebenaran segala firman-NYA  -- terutama untuk mereka yang bukan muffasir -- yaitu konsep BERPIKIR yang berpijak pada dalil Naqli dan Aqli.

Inipun, aku yakin kau tidak tau apa-apa tantangnya!

Nah, bagaimana mungkin kau bisa demikian sinting menghayal sampai setinggi langit mengira pembaca ANALISIS TELEKMU akan percaya bahwa kau lebih mengerti Al-Quran dan berbagai terjemah tafsirnya ketimbang umat Islam sendiri, termasuk di antaranya abangmu yang WOW Keren ini?

Makanya sudah lumayan lama kuberitahu bahwa sekalipun sudah bertahun-tahun ini kau mengira dirimu adalah seorang debater -- dan buatku tidak penting-penting amat sebesar apapun nafsu masturbasi rohanimu untuk diakui sebagai debater -- sebetulnya kelasmu cuma sebatas level anak-anak asuh poro pinisepuh gmdkk yang baru belajar teotolologi kristen dik!

Dan pada kenyataannya, terlepas apapun dalihmu, jangankan dengan menggunakan Al-Quran, dengan menggunakan bibel pun  TERBUKTI para cantrik ini sangat mampu untuk tiap hari nabokin jidatmu, bukan?

Lalu apa yang bisa kau lakukan?
Tidak banyak kecuali blokir, lalu  report akun mereka dengan macem-macem tuduhan  ke fesbuk, dan ketika laporanmu ternyata tidak digubris oleh fesbuk, maka "excuse" terakhirmu adalah sesumbar; "tidak melayani anak kecil debat!"

KUNO dik. 
BASI BANGET!

Dan yang menyedihkan adalah, demi menutup rasa malu yang sangat menyakitkan karena tiap kali bertemu anak-anak asuh gmdkk yang relatif masih belajar debat itu, pasti jidamu langsung kena hajar sampai babak belur,  maka kau pun banting stir mati-matian menebar cerita MODUS supaya orang lain percaya bahwa yang tiap kali membuatmu jungkir balik itu adalah salahsatu guru mereka yang WOW Keren ini!

Supaya apa dik?
Supaya tidak terlalu malu kalau orang banyak tau bahwa yang mampu nabokin jidatmu itu adalah abangmu ini?

Salah dik!
Yang jelas sangat mampu berbuat itu bukan cuma abangmu ini, tapi siapa saja, termasuk tentunya para pemula yang masih belajar teotolologi kristen seperti  anak-anak asuh gmdkk! 

Nah, sampai di sini,  karena sudah kusampaikan apa yang harus kau ketahui supaya lain kali kau bisa tampil sedikit lebih cerdas, maka nasehatku untukmu adalah, BELAJARLAH YANG BETUL, dik Teyos An-Naar!

BELAJARLAH seperti layaknya manusia yang punya akal dan pikiran sehat!

Tinggalkan segala kebodohan yang cuma pantas dimiliki oleh domba betulan yang tidak akan pernah mampu berpikir seperti manusia!

Okeh?

Kalau nanti kau sudah cukup belajar -- dan merasa masih punya rasa malu -- maka seharusnya kau malu, paling tidak pada dirimu sendiri jika sampai hari inipun ternyata masih belum punya cukup integritas untuk secara terhormat mengaku bodoh di hadapan abangmu yang WOW Keren ini!

Tapi kalau kau masih bingung juga kenapa secara jujur -- jadi bukan karena benci -- aku menyebutmu BODOH, maka saranku yang pertama adalah, baca lagi tulisan ini berulang-ulang sampai kau mengerti betul apa yang menjadi pesan utamanya. 

Sedangkan saranku yang kedua adalah, cobalah mampir dan perhatikan baik-baik apa saja yang ada di sini, supaya kau tau bahwa tidak seperti yang kau pikir, sebenarnya aku punya lebih dari cukup referensi tentang tafsir dan segala cabang ilmu yang diperlukan untuk urusan itu. 


Jadi, jika masih tersisa bagian-bagian dari otakmu yang bisa kau gunakan untuk berfikir tidak seperti berfikirnya domba betulan, maka kau akan mengerti kenapa aku menganjurkan cantrik-cantrik gmdkk agar tidak usah repot-repot menggunakan referensi tsb untuk menganggapi segala ANALISIS TELEKMU.

Kenapa?
Sebab itu sama saja artinya seperti membuang mutiara ke tumpukan kotoran ternak bernama babi dik!

So, SELAMAT BELAJAR LAGI, dik Teyos An-Naar!
Semoga cepat pintar!


Monday, November 27, 2017

Ajaran Terkutuk!


"Tanya, Gus! Kenapa ajaran kasih kristen kok sampeyan sebut sebagai ajaran terkutuk?"

Saya jawab, "karena ajaran itu diciptakan oleh manusia yang suka mengutuk, didukung pula oleh kroni-kroninya yang suka menjadi manusia terkutuk!"

Yang bertanya heran, "Lho, kok bisa gitu?"

Saya lanjutkan, "Ini cuma sedikit contoh saja ya?"

Begini:

Tidak ada satu katapun dalam Mazmur, Taurat, atau injil yang menyebutkan bahwa Taurat adalah sebuah kutukan. Tapi di antara surat-suratnya ke jemaat di Galatia, Paulus menegaskan bahwa Hukum Taurat, dalam kitab yang dihimpun oleh Musa berdasarkan firman Tuhan, dipastikannya sebagai kutukan Tuhan kepada umat manusia!

Dia mendefinisikan kutuk yang tidak pernah ada itu begini: 

"Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat." (Galatia 3:10)

Bermodalkan sebaris kalimat itu pula kemudian secara cerdik ia menggunakan nama Abraham untuk menghasut semua pengikutnya agar tidak perlu lagi mematuhi segala perintah dan larangan Tuhan yang tertulis dalam kitab Taurat. Kecuali, perhatikan ini! Kecuali perintah wajib kepada jemaat gereja untuk setiap bulan setor 10% dari penghasilan mereka ke gereja masing-masing guna menjamin kocek para petinggi gerejanya menggelembung sepanjang waktu. 

Kewajiban yang di 'extend' dari kitab Taurat ini, jika tidak dituruti, sangat boleh jadi akan melahirkan kutukan-kutukan lain kepada jemaat yang tidak mematuhi doktrin ini. 

Aneh, bukan? Perintah dan larangan Tuhan yang mereka anggap memberatkan dicampakkan begitu saja ke tong sampah, sementara yang menguntungkan, mati-matian mereka pertahankan!

Untuk melegalkan inilah kemudian para pembangkang ini merekayasa sebuah perjanjian antara Tuhan dengan manusia -- yang tidak pernah ada -- sebagai apa yang mereka sebut Perjanjian Baru, sekaligus menjadikan Perjanjian fiktif ini sebagai justifikasi untuk membatalkan semua perjanjian Tuhan dengan umat manusia melalui nabi-nabi terdahulu, yang kemudian mereka sebut sebagai Peranjian Lama alias perjanjian kedaluwarsa!

Ini jelas salah, dan patut disebut sebagai perbuatan terkutuk, sebab Yohanes dalam injil yang dikanonisasi oleh gerombolan ini untuk melicinkan dogma ketuhanan Yesus justru dengan tegas menulis begini: 

"Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!" (Yohanes 7:49) 

Kutukan Yohanes ini nampaknya sesuai dengan pernyataan Yesus yang dicatat oleh pengarang injil lainnya, yakni Matius, begini:

"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi." (Matius 5:17-18). 

Yesus menyatakan dengan lugas bahwa dia datang sama sekali bukan untuk merobah, apalagi meniadakan kandungan dan hakekat hukum Taurat walau hanya satu titik sekalipun. Bahkan selama hidupnya ia berusaha sekuat tenaga mengajarkan agar bani israel selamanya berpegang teguh pada hukum Taurat hingga datangnya hari kiamat nanti!

Tapi lihatlah, orang-orang terkutuk ini malah memplesetkan arti "menggenapi" yang ditegaskan oleh Yesus sebagai ajaran yang harus dipelihara kelangsungannya itu justru menjadi "menyudahi" hukum Taurat!

Dengan demikian, umat yang kemudian mengaku kitab Taurat merupakan bagian dari kitab suci mereka ini sama sekali sudah tidak lagi mejalankan ritual ibadah kepada Tuhannya Yesus sesuai tuntunan Yesus berdasarkan Taurat Musa dan Injil Yesus, melainkan hanya menggunakan kitab tsb sebagai pembenar untuk melakukan banyak pembangkangan dan rekayasa terhadap larangan Tuhan! 

Terkutuk lainnya adalah, Paulus memaksakan doktrin bahwa Yesus adalah anak tunggal Tuhan, sehingga di kemudian hari kroninya nekad sampai kebablasan menuhankan Yesus! 

Dengan melawan semua ajaran Yesus, mereka melakukan konspirasi dengan kaisar Konstantinus, sang penguasa Romawi pada era kegemilangan tipu daya manusia-manusia terkutuk ini, untuk melantik Yesus menjadi Tuhan! 

Ya! Utusan Tuhan ini mereka lantik menjadi Tuhan agar bisa dijadikan alasan untuk memaksakan doktrin baru bahwa sang utusan sudah menggantikan kedudukan Tuhan yang mengutusnya! 

Padahal jauh sebelum itu, Paulus sendiri sudah mengatakan bahwa "anak Tuhan ciptaannya" ini adalah manusia terkutuk. 

Benar! Yesus adalah manusia terkutuk karena pernah tergantung di kayu salib! 

Bukan hanya itu, Yesus juga divonisnya sebagai manusia paling terkutuk yang pernah ada karena telah menjadi tumbal untuk menanggung kutuk Taurat terhadap seluruh umat manusia keturunan Adam! 

Begini dia menjelaskannya: 

"Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" (Galatia 3:13). 

Bayangkan, seorang anak yatim yang demikian lemah sehingga mudah saja dipaku oleh serdadu Romawi di atas tiang salib hingga mati, dipaksakan supaya kita percayai telah dengan sukarela memilih mati secara terkutuk guna menanggung dosa kutukan atas bermilyar-milyar umat manusia? 

Anak manusia ini dijadikan satu-satunya andalan untuk menanggung dosa milyaran manusia? 

Ini jelas adalah perbuatan yang dikutuk oleh Tuhannya semua nabi-nabi terdahulu, termasuk tentu saja oleh Tuhannya Yesus, seperti tertulis dalam kitab mereka: 

"Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!" (Yeremia 17:5)

Terkutuk berikutnya adalah ini. 

Entah bagaimana ceritanya, tapi Paulus dan kroninya berhasil meyakinkan pengikut mereka bahwa dalam mewartakan "Injil", Yesus dipercaya tidak pernah menerima wahyu atau firman Tuhan melalui Malaikat seperti umumnya para nabi-nabi terdahulu dan nabi sesudahnya, apalagi sampai membawa-bawa kitab bernama injil. Padahal dalam kitab-kitab Perjanjian Baru yang mereka himpun sendiri ada tertulis begini: 

"Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum," (Wahyu 14:6). 

Ayat ini mudah kita fahami sebagai berita bahwa Tuhan mengirimkan firman-Nya melalui malaikat untuk disampaikan kepada bani Israel (terdiri atas 12 suku bangsa), termasuk kepada, dan tentu saja, melalui Yesus! 

Artinya, karena Yesus adalah anak manusia seperti yang seringkali ditegaskannya sendiri, maka ia juga menerima wahyu dan firman Tuhan melalui malaikat. Dan karena disebutkan pula bahwa malaikat Tuhan tsb membawa injil, maka tentu saja ini berarti bahwa jauh sebelum ke-4 injil pilihan kroni Paulus dikanonisasi, sebenarnya sudah ada injil yang asli, yaitu Injil yang dikabarkan oleh Yesus! 

Tapi tahukah anda apa kata Paulus tentang fakta ini? 

Dia menulis begini: 
"Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia!" (Galatia 1:8)

Artinya, sekalipun ada injil yang berasal dari Tuhan sendiri dan dibawa turun ke bumi oleh malakat, Paulus tetap tidak mau tau dan menganggap injil yang dikabarkannyalah yang benar, sedangkan injil dari Tuhan adalah injil terkutuk! 

Nah, baru sampai di sini saja rasanya kita sudah mendapati demikian banyak "kutukan" yang melekat pada prinsip-prinsip utama "ajaran kasih" ini, bukan?

Atau jika kita buatkan ringkasannya, maka "sisi lain" dari ajaran Paulus yang nampaknya luput dari perhatian pengikutnya adalah sbb:

  1. Seluruh firman Tuhan dalam kitab Taurat adalah KUTUK!
  2. Kitab Taurat adalah kitab suci TERKUTUK!
  3. Musa, nabi yang menghimpun firman Tuhan ke dalam kitab Taurat adalah manusia TERKUTUK!
  4. Umat Paulus yang mempercayai Taurat sebagai Kutuk adalah manusia-manusia TERKUTUK!
  5. Dana perpuluhan dari jemaat yang dinikmati oleh para rohaniawan gereja adalah dana TERKUTUK!
  6. Yesus yang di belakang hari ternyata "dituhankan" oleh umat Paulus adalah manusia TERKUTUK!
  7. Mengandalkan Yesus yang manusia sebagai penebus dosa seluruh umat manusia adalah perbuatan TEKUTUK!
  8. Injil asli yang diantarkan oleh malaikat Tuhan kepada bangsa-bangsa Israel melalui Yesus adalah injil TERKUTUK!
  9. Malaikat yang menghantar dan mengajarkan injil kepada Yesus adalah malaikat TERKUTUK!
  10. Tuhan yang disembah oleh Yesus adalah Tuhan TERKUTUK!
  11. Yesus yang dipaksa menggantikan posisi Tuhan yang disembahnya adalah Tuhan TERKUTUK!
  12. Jika baru sebentar saja sudah demikian banyak KUTUKAN dalam ajaran kristen, lantas untuk mengisi urutan No. [12] ini, "ajaran kasih" Paulus pantasnya diberi nama sebagai "ajaran" apa dong? 

Apapun jawaban anda, hendaklah segenap bangsa menjawab serta berkata: AMEN!

Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!
Semoga Tuhannya Yesus memberkati.


[Sumber: Catatan Lama GM]


Sunday, November 19, 2017

GM | Menjawab Kristen




Sunday, October 1, 2017

FP | Gus Mendem The Author

Gus Mendem The Author,
Funpage ini hanya sekedar melengkapi keberadaan beberapa fanpage berinisial Gus Mendem lainnya, di mana catatan-catatan terkait funpage lainnya tsb disimpan untuk diketahui juga oleh para sahabat.

Dalam perjalanannya bersama waktu, funpage ini insha Allah nantinya akan lebih banyak merujuk catatan-catatan yang ada di blog personal GM ini.

Untuk sementara, belum banyak yang dapat ditampilkan di sini.

[Baca selengkapnya]      


FP | Gus Mendem & Kawan Kawan

Fun page ini sedianya dibuat khusus untuk menyimpan (back-up) arsip topik-topik pilihan hasil rekaman dialog dan atau debat lintas iman antara netter Kristen dan netter Islam pilihan GUS MENDEM & KAWAN KAWAN.

Tujuannya agar dapat dijadikan referensi, sekaligus jawaban baku untuk topik-topik cendol basi yang kerap diulang-ulang layaknya kaset rusak oleh para laskar kristus odong-odong di berbagai grup debat lintas iman.


Masih belum sepenuhnya terwujud, namun perlahan-lahan Insaha Allah, akan coba disempurnakan sesuai dengan nawaitunya.

[Baca selengkapnya]


FP | Gus Mendem & Madrasah Kita

Ini hanya sebuah madrasah kecil, Madrasah Kita, berisi kumpulan arsip dari beberapa blog syiar Islam keluarga yang kami tautkan ke sini melalui fasilitas "networked blog" yang disediakan oleh fesbuk, terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar bersama, syukur jika berkenan pula berbagi ilmu dengan seluruh pembaca tentang Islam menurut ajaran Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW.

Karenanya, kami mohon maaf yang sebesarnya bahwa semua bentuk tulisan, foto, video, links, dlsb. dari pembaca yang menurut hemat kami bertentangan dengan tujuan di atas - khususnya yang mengajak pembaca untuk memperdebatkan masalah-masalah LINTAS AGAMA - dengan sendirinya tidak akan kami tanggapi. 

Kendati demikian, jika memang hal-hal yang ingin diperdebatkan itu relefans, kami tidak menutup diri untuk menaggapinya dengan segala kerendahan hati. Ajaklah kami ke forum-forum yang memang tersedia untuk itu di ranah facebook ini. Insya Allah, kami akan menemui anda di sana. 

Semoga dapat dimaklumi. 
Terima kasih. 




FP | Gus Mendem & Pustaka E-Book Islami

AHLAN WA SAHLAN!

Funpage ini adalah bagian dari blog GM | Pustaka E-Book Islami yang menghimpun koleksi e-book Islami pilihan GM dari berbagai sumber untuk kepentingan "sinau islam", khususnya bagi GM sendiri. 

Kendati demikian, sejalan dengan "nawaitu" para narasumbernya yang ikhlas membagikan koleksi e-booknya kepada siapa saja yang berminat, maka dengan sendirinya siapapun boleh ikut mengunduhnya melalui situs ini secara cuma-cuma pula!

SEMOGA BERMANFAAT!



FP | Gus Mendem Answering Christianity

Gus Mendem Answering Christianity,
I am not an enemy of any Christians or any other believers. I just called to convey the truth of my belief in order to fight all kinds of publications by (some) Christians - or (some) other individuals - that considered containing slander, lies, and siltation over Muslim aqeedah and beliefs in any way it may be interpreted.

That is all. Nothing more, nothing less.

PS: This page contains a compilation of answers to allegations and slanders against Islamic teachings and symbols collected from various sources.





FP | Gus Mendem Menjawab Kristen

Saya bukan musuh umat Kristen atau umat lainnya. Saya cuma terpanggil untuk menyampaikan kebenaran yang saya yakini untuk melawan segala bentuk publikasi oleh (sebagian) umat Kristen - atau (sebagian) umat lainnya - yang patut diduga mengandung fitnah, kebohongan, dan pendangkalan aqidah terhadap keyakinan umat Muslim pada umumnya.

Hanya sebatas itu. Tidak lebih, tidak kurang.

NB: Halaman ini berisi kompilasi jawaban atas tuduhan dan fitnah terhadap ajaran serta simbol-simbol Islam yang dikumpulkan dari berbagai sumber.







DIALOG


KOLEKSI ARSIP


Mendemologi
Institut Theologika Kontemporer Kristen

Berisi arsip yang paling sering dipersoalkan oleh netter kristen dan Muslim sejak dulu hingga kini.

Mulai dari sini
LIHAT ARSIP
Kristologi
Dari beberapa fun pages Gus Mendem

Berisi arsip yang sebagian besar isinya sama dengan arsip mendemologi tapi tersebar di beberapa fan pages.

Telusuri dari sini LIHAT ARSIP
Islamologi
Pengetahuan dasar tentang ajaran Islam

Idem dito! Berisi arsip yang sebagian besar isinya sama dengan arsip mendemologi tapi tersebar di beberapa fan pages

Telusuri dari sini LIHAT ARSIP
Koplakologi
Yang lucu & koplak dari netter Kristen

Berisi kumpulan arsip dari interaksi dengan neter kristen yang gigih mencari kesalahan ajaran islam namun berakhir jeblog!

Senyum dimulai dari sini LIHAT ARSIP

KONTAK


AL-FALAH MOSCHEE
Indonesisches Weisheits & Kulturzentrum,
Feldzeugmeister #1
10557 Berlin - Bundesrepublik Deutschland
+49 30 6792 7147
Indonesia Islamic Center - Berlin

Ingin mendengar kabar terbaru dari blog ini?
Dapatkan kiriman UPDATE lewat email