Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label 101 Bukti. Show all posts
Showing posts with label 101 Bukti. Show all posts

Monday, July 11, 2011

Ketuhanan Yesus Menurut Injil dan Al-Quran - 1 Monday, July 11, 2011


1. SILSILAH KELUARGA YESUS

"Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanak Ishak, Ishak memperanak Yakub, Yakub memperanak Yehuda dan saudara-saudaranya ... Yakub memperanak Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kritus ... (Matius 1:1 …… dst).

Sebenarnya silsilah Yesus (Nabi Isa as) hanya bisa dinisbatkan kepada ibunya Maryam karena kelahiran beliau tidak melalui hubungan biologis. Yesus (Nabi Isa) lahir dari kalamullah (ucapan Allah) maka lebih pantas disebut Yesus (Isa) bin Maryam, bukannya Isa (Yesus) bin Yusuf.

Yang namanya Tuhan (Allah), mustahil bersilsilah, sebab Dia tidak berawal dan tidak berakhir. Maka kesimpulannya adalah sebagai berikut:
  • Setiap yang bersilsilah pasti dia bukan Tuhan. Dan Yesus memiliki silsilah keluarga.
Dalam Al-Qur'an dijelaskan sebagai berikut :

“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. 57 Al Hadiid[57]: 3)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa hanya Allah saja yang tidak berawal dan tidak berakhir, sementara Yesus, atau Nabi Isa alaihissalam berawal dan berakhir. Berawal dari kelahirannya dan berakhir dengan kematiannya.

2. KELAHIRAN YESUS KRISTUS

“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Matius 1:21).

Ayat tersebut merupakan nubuat Allah buat Maryam bahwa ia akan melahirkan anak laki-laki yang bernama Yesus, sebagai penyelamat Umat yaitu Bani Israel.
  • Setiap yang dilahirkan pasti bukan Tuhan. Dan Yesus dilahirkan.
  • Yesus menjadi penyelamat bagi umatnya (Bani Israel) berarti Yesus hanya seorang utusan Tuhan.
Al Qur’an juga menjelaskan tentang kelahiran Yesus sebagai berikut:

“(Jibril) berkata, “Aku hanyalah utusan Tuhan-mu untuk memberikan kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.” (Qs Maryam[19]: 19).

3. YESUS PEMIMPIN UMAT ISRAEL

“Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-ali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena daripadamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel.” (Matius 2:6).

Yesus dinubuatkan Tuhan untuk menjadi seorang pemimpin yang akan menggembalakan umatnya Israel.
  • Setiap yang dinubuatkan Tuhan pasti bukan Tuhan. Dan Yesus dinubuatkan Tuhan.
  • Setiap yang dijadikan penggembala bagi umat Israel pasti bukan Tuhan. Dan Tuhan menjadikan Yesus sebagai penggembala bagi Israel.

4. YESUS DIPAPTIS OLEH YOHANES


“Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibabtis olehnya.” (Matius 3:13).

Jika Yesus Tuhan, mestinya Yesuslah yang membaptis Yohanes, bukan sebaliknya. Setiap orang yang baru memasuki wilayah suatu agama, pintu pertama yang harus ia lewati adalah “pembabtisan”, yang di dalam Islam disebut “Bersyahadat”. Jika Yesus Tuhan tentu ia tidak perlu dibabtis.
  • Setiap yang dibabtis pasti bukan Tuhan. Dan Yesus dibabtis.

5. YESUS DIKASIHI OLEH TUHAN


“Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah AKu berkenan.” (Matius 3:17).

Suara yang terdengar dari langit itu adalah suara Tuhan yang mengasihi dan berkenan terhadap anak-Nya yaitu Yesus. Jika Yesus itu Tuhan, suara Tuhan yang mana lagi yang ia dengar?
  • Setiap yang mendengar suara Tuhan pasti bukan Tuhan. Dan menurut ayat di atas, Yesus mendengar suara Tuhan.
  • Setiap yang dikasihi oleh Tuhan pasti bukan Tuhan. Dan Yesus dikasihi oleh Tuhan.

6. YESUS DIBAWA OLEH ROH KUDUS DAN DICOBAI OLEH IBLIS


“Maka Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun untuk dicobai Iblis.” (Matius 4:1).

Jika Yesus Tuhan, mestinya Tuhanlah yang mencobai Iblis, bukan sebaliknya. Tidak dapat diterima logika jika Tuhan harus dicobai oleh Iblis. Namun bagi seorang Nabi atau Rasul adalah wajar mendapat cobaan dari Iblis untuk membuktikan kadar kerasulannya.
  • Setiap yang di coba oleh iblis pasti bukan Tuhan. Dan Yesus dibawa oleh Roh Kudus untuk dicobai Iblis.

7. YESUS BERPUASA DAN MERASA LAPAR


“Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.” (Matius 4:2).

Jika Yesus Tuhan tentu tidak perlu harus berpuasa dan merasa lapar. Berpuasa dan merasa lapar adalah kodrat manusia.
  • Setiap yang berpuasa dan merasakan lapar pasti bukan Tuhan. Dan Yesus merasa lapar ketika berpuasa.

8. IBLIS MEMBAWA YESUS


“Kemudian Iblis membawa-Nya ke kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah.” (Matius 4:5)

Jika Yesus Tuhan, tidak mungkin Tuhan bisa dibawa-bawa oleh Iblis, apalagi ditempatkan oleh iblis di atas bubungan Bait Allah. Jika ia Tuhan, mana kekuasaannya sampai ia bisa dibawa ke sana ke mari oleh iblis? Kejadian ini terkesan seperti main-main saja, apalagi iblis memerintahkan agar Yesus meloncat dari bubungan Bait Allah.
  • Setiap yang dapat ditempatkan iblis di atas bubungan Bait Allah pasti dia bukan Tuhan.

9. KEPADA YESUS DIPERLIHATKAN KEMEGAHAN KERAJAAN DUNIA


“Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya.” (Matius 4:8).

Seandainya Yesus itu Tuhan, tidak mungkin dia bisa dibawa-bawa oleh iblis, apalagi sampai ke puncak gunung yang sangat tinggi hanya sekedar untuk melihat semua kemegahan kerajaan dunia. Memangnya yang menciptakan dunia siapa? Yang memungkinkan kerajaan-kerajaan di dunia itu nampak megah siapa? Bukannya Yesus sendiri?

10. YESUS MEMERINTAH IBLIS UNTUK MENYEMBAH HANYA ALLAH

“Maka berkatalah Yesus kepadanya: ”Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya Dia sajalah engkau berbakti!”. (Matius 4:10).

Yesus menghardik dan menyuruh Iblis untuk menyembah hanya kepada Allah saja. Ini berarti iblispun tahu bahwa Yesus mengajarkan tauhid dan ia bukan Tuhan atau Allah yang harus disembah. Jika Yesus Tuhan, tentu kata-katanya kepada Iblis menjadi demikian: “Enyahlah Iblis! Engkau harus menyembah Aku, dan hanya kepadaKu sajalah engkau berbakti!”

Tapi menurut ayat di atas, tidak demikian yang terjadi. Perintah Yesus kepada Iblis tersebut sesuai dengan apa yang diceritakan Allah kepada umat manusia dalam Al-Quran:

Dan ketika Isa datang membawa keterangan-keterangan, dia berkata, “Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan hikmah dan supaya aku terangkan kepada kamu sebagian daripada yang kamu perselisihkan padanya. Maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah dia. Inilah jalan yang lurus.” (QS: Az Zuhruf[43]:63-64)

Bukan saja kepada manusia, sampai kepada Iblispun Yesus menyeru untuk menyembah kepada Tuhan yang ia sembah, yaitu Allah Yang Esa. (Bersambung)



Anda sedang membaca serial Ketuhanan Yesus Menurut Injil dan Al-Quran Bagian 1
Simak juga Bagian:

1    2    3    4    5    6    7    8    9    10 



Sunday, June 5, 2011

Ketuhanan Yesus Menurut Injil dan Al-Quran - 2 Sunday, June 5, 2011


11. YESUS MENYERU AGAR MANUSIA MENURUTI KEHENDAK TUHAN

“Bukan setiap orang yang berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Sorga.” (Matius 7:21).

Yesus menegaskan bahwa mereka yang akan masuk kerajaan surga adalah orang-orang yang melakukan kehendak Allah. Bukan yang berseru menyebut dirinya: "Tuhan, Tuhan!"

Jika diperhatikan baik-baik, ayat ini jelas menunjukkan bahwa Yesus sendiri 'menolak' panggilan atau sebutan 'Tuhan' atas dirinya. Bahkan dalam ayat tersebut tersirat ancaman bahwa sekalipun orang-orang meninggikan derajat Yesus sedemikian rupa hingga menyebut dirinya Tuhan, namun sesungguhnya itu sama sekali tidak berguna. Mereka yang tidak menuruti kehendak Allah sebagaimana yang justru diajarkan oleh Yesus sendiri, niscaya tidak akan masuk surga!

Lalu, apakah kehendak Allah mengutus Yesus ke tengah-tengah bani Israel? Dari Yesus sendiri kita belajar bahwa sebagai seorang Nabi, ia diutus oleh Tuhan semata-mata untuk mengembalikan "anak-anak domba yang tersesat" agar kembali ke ajaran Taurat Nabi Musa, yakni agama Tauhid yang utamanya mengajarkan manusia untuk menyembah Allah Yang Esa.

Jika Yesus Tuhan, tentu saja ia lebih suka mengatakan bahwa “Yang akan masuk kerajaan Sorga adalah mereka yang melakukan semua kehendakku.”

12. YESUS MENGAKU SEBAGAI UTUSAN TUHAN

“Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut aku, ia menyambut Dia yang mengutus aku.” (Matius 10:40)

Ayat ini bermakna bahwa barangsiapa menghormati Yesus, sama artinya dengan menghormati Tuhan yang mengutusnya. Atau barangsiapa yang mengikuti ajaran Yesus, sama artinya dengan mengikuti ajaran Tuhan yang mengutusnya, atau barangsiapa yang memuliakan Yesus, berarti memuliakan Tuhan yang mengutusnya. Ini menunjukkan bahwa Yesus sendiri bukan Tuhan, akan tetapi seorang utusan-Nya.

13. YESUS MENGAKU SEBAGAI SEORANG NABI

“Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang yang benar, ia akan menerima upah orang benar.” (Matius 10:41).

Ayat di atas bermakna; barangsiapa yang menganggap Yesus sebagai Nabi, dia akan menerima upah Nabi. Barangsiapa yang menerima Yesus sebagai orang benar (berkata dan berlaku benar), maka dia akan menerima upah orang-orang yang berkata dan berlaku benar. Di dalam empat Injil, masing-masing Matius 13:57, Markus 6:4, Lukas 13:33, dan Yohanes 4:44, semuanya mencatat pengakuan Yesus bahwa dia adalah seorang nabi.

Al Qur’an juga menjelaskan bahwa Isa alaihissalam, atau Yesus, adalah seorang nabi.

“ Berkata Isa: “Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Allah memberiku Alkitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.” (QS. Maryam[19]:30)

Catatan:
Sama halnya dengan umat Muslim, mereka juga menyambut Nabi Muhammad salallahu alaihi wassalam sebagai seorang Nabi dan seorang yang berkata dan berlaku benar. Umat Muslim bershalawat kepada Nabi Muhammad, bukan untuk mendoakan agar beliau selamat di akhirat, tapi justru yang bershalawat itulah yang akan menerima pahala dari Allah dan kelak akan mendapatkan syafaat (pertolongan) Nabi Muhammad di akhirat. Adapun perintah untuk bershalawat kepada Nabi datangnya dari Allah, bukan dari Nabi Muhammad salallahu alaihi wassalam sebagaimana firman-Nya:

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat atas Nabi. Hai orang-orang yang beriman bersalawatlah kepadanya, dan berilah salam dengan sungguh-sungguh.” (QS. Al Ahzaab[33]: 56).

Shalawat Allah kepada Nabi berarti curahan rahmat-Nya. Sedangkan shalawat malaikat kepada Nabi berarti permohonan rahmat Allah baginya. Allah memerintahkan umat Muslim untuk bershalawat kepada Nabi sebagai perwujudan rasa cinta dan hormat kepada Nabi, sekaligus sebagai cara yang paling baik untuk memelihara hubungannya dengan Nabi. Sedangkan untuk memelihara hubungan antar sesama muslim dilakukan dengan saling mengucapkan salam.

14. YESUS BERSYUKUR KEPADA TUHAN

“Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” (Matius 11:25).

Yesus menunjukkan kepada umat manusia bahwa ia juga berterima kasih dan mengucap syukur kepada Allah, yaitu Tuhan langit dan Bumi, untuk setiap hal (baik atau buruk) yang diberikan Allah kepada manusia.

Ayat ini merupakan salahsatu kesaksian Yesus bahwa Allah - yang senantiasa disebutnya 'Bapa' - adalah Tuhan Langit dan Tuhan Bumi, atau Tuhan Semesta Alam. Ini sekaligus juga dapat diartikan sebagai pengakuan Yesus bahwa dirinya juga termasuk manusia yang senantiasa bersyukur kepada Allah. Bukan Allah pencipta dan penguasa langit dan bumi itu sendiri.

Di dalam Al Qur’an Allah juga menjelaskan perkara ini agar diketahui dan difahami oleh seluruh umat manusia.

“Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, kemudian orang-orang kafir [1] menyamakan sesuatu dengan Tuhan mereka.” (QS. Al-An’aam[6]:1).

15. YESUS MENGUSIR SETAN DENGAN KUASA ROH KUDUS

“Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” (Matius 12:28)

Yesus mengaku bilamana ia mengusir setan, itu dilakukan dengan pertolongan kuasa Roh Allah, bukan dengan kuasanya sendiri. Pengakuan Yesus tersebut memberikan arti bahwa apa yang ia lakukan itu semua atas kuasa Roh Allah, bukan atas kuasanya sendiri. Sebab ia bukan Tuhan Yang Maha Kuasa. Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa:
  • Setiap yang mengusir setan atas bantuan Roh Allah pasti bukan Allah. Dan Yesus mengaku mengusir setan atas pertolongan Roh Allah.
  • Setiap yang tidak kuasa mengusir setan pasti bukan Tuhan. Dan menurut ayat di atas, Yesus tidak mempunyai kuasa untuk mengusir setan.

16. YESUS MEMBERIKAN TANDA YANG TIDAK AKURAT


“Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” (Matius 12:40).

Ketika itu beberapa orang Ahli Taurat dan orang-orang Farisi meminta suatu tanda dari Yesus, dan kepada mereka Yesus memberikan suatu tanda dengan mengambil contoh Nabi Yunus tinggal dalam perut ikan selama 3 hari 3 malam. Tapi tanda-tanda yang diberikan Yesus tersebut sebenarnya tidak akurat.  Alasannya adalah:

  1. Nabi Yunus berada di dalam perut ikan selama 3 hari 3 malam, sementara Yesus berada dalam perut bumi hanya 1 malam 3 hari.
  2. Nabi Yunus selama dalam perut ikan tetap dalam keadaan hidup, sementara Yesus dalam perut bumi dalam keadaan mati.

Jika Yesus benar-benar Tuhan, tentu ramalannya tepat dan tidak mungkin salah. Tapi ternyata ramalan atau tanda-tanda yang diberikan Yesus kepada Ahli Taurat dan orang Farisi itu tidak sepenuhnya benar. Tentu saja ini cukup memberikan suatu bukti bahwa dia bukan Tuhan.
  • Setiap yang memberikan ramalan tidak tepat pasti bukan Tuhan. Dan ramalan atau tanda yang diberikan oleh Yesus seperti tersebut di atas tidak akurat.
  • Setiap yang mati dan tinggal di dalam rahim bumi (dikuburkan) pasti bukan Tuhan. Dan kita semua tahu bahwa Yesus pernah mengalami hal itu.

17. YESUS BERDOA DI ATAS BUKIT


“Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian disitu.” (Matius 14:23).

Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Jika Yesus Tuhan, tentu ia tidak perlu lagi berdoa. Berdoa kepada siapa? Jika masih ada Tuhan lain yang ia sembah, berarti Tuhan itu lebih dari satu. Bukankah berkali-kali ia sendiri berseru kepada semua pengikutnya bahwa Tuhan itu adalah Allah Yang Esa?
  • Setiap yang berdoa kepada Tuhan pasti bukan Tuhan. Dan Yesus kerap kali berdoa kepada Tuhan.

18. YESUS DIUTUS ALLAH HANYA UNTUK BANI ISRAEL
SAJA

“Jawab Yesus: ”Aku diustus hanya kepada domba-domba yang hilang dari Umat Israel.” (Matius 15:24)

Pengakuan Yesus tersebut menekankan bahwa pertama: ia diutus oleh Tuhan. Kedua: ia diutus oleh Tuhan hanya untuk bangsa Israel saja. Ayat ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa ia diutus oleh Tuhan untuk seluruh umat manusia. Sementara itu, jika Yesus adalah Tuhan, tentu ajarannya bersifat universal, mencakup seluruh ilmu pengetahuan tidak saja tentang manusia, akan tetapi termasuk juga tentang rahasia alam semesta.

Allah juga menjelaskan bahwa Yesus adalah utusan-Nya bagi Bani Israel saja, sebagaimana diceritakan dalam Al-Qur'an berikut ini:

“Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia. Dan Allah akan mengajarkan kepadanya AlKitab, Hikmah, Taurat dan Injil. Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu'jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman." (QS. Ali Imran[3]:47-49)

“Dan (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang telah Kami beri karunia (kenabian) atasnya dan Kami menjadikannya sebagai teladan bagi Bani Israil.” (QS. Az Zuhkruf[43]: 59).

Ayat-ayat Alkitab di bawah ini lebih memperjelas lagi kebenaran Al-Qur’an di atas:

“Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. ” (Kisah Rasul 13:22-23)

19. YESUS DATANG DENGAN KEMULIAAN TUHAN

“Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap oang menurut perbuatannya.” (Matius 16:27).

Ayat ini menjelaskan bahwa pertama: Yesus adalah Anak Manusia (sebab tidak dapat dipungkiri oleh siapa pun bahwa ia dilahirkan dari rahim seorang manusia bernama Maria). Dan Yesus sendiri tidak pernah sekalipun memberikan kesaksian bahwa dia adalah Tuhan. Kedua: Dijanjikan bahwa kelak di akhir zaman Yesus akan datang (kembali ke bumi) dalam kemuliaan Allah, dan diiringi para malaikat Allah untuk mengadili segala perbuatan manusia. Ini membuktikan bahwa ia bukan Tuhan.

20. YESUS ADALAH MESIAS

“Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya : “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: “Ada yang mengatakan Yohanes Pembabtis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan Yeremia atau salah satu nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka : “Tetapi apa katamu, siapa Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 16:13-17)

Dalam dialog antara Yesus dengan murid-muridnya tersebut, tidak sekalipun Yesus mengaku diri sebagai Tuhan. Keduabelas murid tersebut adalah orang yang paling dekat dengan Yesus. Jika Yesus Tuhan, tentu mereka lebih mengetahui. Saat Yesus bertanya: “Siapakah aku ini?” tidak seorang pun dari mereka yang mengatakan bahwa ia adalah Tuhan. Akan tetapi mereka menjawab “Engkau adalah Mesias anak Allah yang hidup.” Jawaban mereka dibenarkan oleh Yesus. Sebab kata Yesus, jawaban itu berasal dari Bapa-Ku (Allah) yang di sorga.

Mesias berasal dari bahasa Ibrani Masyiakh atau Al-Masih atau Kristus dalam bahasa Yunani. Artinya adalah Yang Diurapi Tuhan atau Yang Dipilih Oleh Tuhan. Sedangkan yang dimaksud dengan Anak Allah adalah Hamba Allah. Perlu diketahui bahwa di dalam Teologi bangsa Israel, mereka disebut sebagai anak-anak Allah (baca: hamba-hamba Allah).

Tentang ini dijelaskan dalam ayat-ayat Perjanjian Lama berikut ini:

“Maka engkau (Musa) harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman Tuhan: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung.” (Keluaran 4:22-23).

Yesus adalah keturunan Israel, sehingga (selaku seorang Nabi) wajar saja bila sedang menyampaikan firman-firman Tuhan ia selalu membahasakan dirinya sebagai Anak Allah, yang dalam konteks ini maksud sebenarnya adalah Hamba Allah. Adapun dalam hal menunjuk dirinya sendiri selaku Yesus, atau Isa Al Masih, biasanya ia membahasakan dirinya sebagai Anak Manusia.

CATATAN KAKI:
[1] Pengertian kafir menurut Islam adalah mereka yang mengingkari (kufur) atau menolak beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat Allah, Kitab-Kitab Allah, Rasul-Rasul Allah, Hari Pembalasan Allah, dan Perintah serta Larangan Allah. Mereka inilah orang-orang yang telah sesat sejauh-jauhnya.

Adapun pengertian kafir menurut Kristian tentulah tidak berbeda dengan pengertian di atas, atau lebih spesifik lagi, melawan hukum Taurat Musa sebagaimana diperjelas oleh Yesus dan dapat dijumpai dalam kitab Injil sebagai berikut:

"Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala." (Matius 5:22) - (Bersambung).




Anda sedang membaca serial Ketuhanan Yesus Menurut Injil dan Al-Quran Bagian 2
Simak juga Bagian:

1    2    3    4    5    6    7    8    9    10 



Ketuhanan Yesus Menurut Injil dan Al-Quran - 3


21. TUHAN ADALAH ANAK DAUD (?)

“Dan ketika Yesus dan murid-muridnya keluar dari Yerikho, orang yang berbondong-bondong mengikuti Dia. Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!” Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru, katanya: “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!” (Matius 20:29-31)

Sungguh ganjil rasanya bila ada orang yang berseru memanggil Tuhan dengan sebutan: ”Tuhan, anak Daud”. Jika mereka menganggap Yesus adalah Tuhan, tentu tidak perlu lagi menambahkan kata-kata “Anak Daud” di belakang kata Tuhan. Cukuplah tentunya mereka berseru “Tuhan, kasihanilah kami.” Sulit rasanya untuk diterima oleh akal sehat jika Tuhan berasal dari keturunan manusia, dalam hal ini disebut sebagai anak Daud. Tidak seharusnya Tuhan bersilsilah, sebab terlepas bagaimanapun 'berbedanya" ia dengan kebanyakan manusia, namun dengan memiliki silsilah keluarga, jelas menjadikan-Nya sama saja dengan manusia lainnya. Lagi pula, kapan Yesus sendiri pernah mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan?

22. SUARA DARI LANGIT

“Dan tiba-tiba ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu tersengar suara yang berkata: “Inilah Anak Yang Kukasihi, kepadaNyalah aku berkenan, dengarkanlah Dia.” (Matius 17:5)

Suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi” adalah suara Tuhan dari langit yang didengar langsung oleh Petrus dan Yesus. Peristiwa ini terjadi di atas sebuah gunung yang tinggi di mana ketika Petrus, Yakobus dan Yohanes menyaksikan wajah Yesus yang berubah penuh cahaya dan dalam penglihatan Petrus, Yesus sedang berbicara dengan Musa dan Elia. Saat itulah terdengar suara Tuhan dari langit yang mengatakan seperti itu.

Menunjuk pengertian Anak Allah dalam Teologi bangsa Israel seperti sudah disebutkan sebelumnya, maka jika benar Allah sendiri telah berkata-kata kepada manusia sebagaimana dimaksudkan oleh ayat ini, maka maksud kata "anak yang Ku-kasihi" itu seharusnya difahami sebagai "hamba yang Ku-Kasihi."

Catatan:
Ayat di atas patut dianggap bertentangan, atau menyelisihi, ayat lain dalam Injil yang menegaskan bahwa tidak seorang manusiapun yang pernah mendengar suara Tuhan, apalagi melihat rupa Tuhan.

“Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat.” (Yohanes 5:37).

23. YESUS MATI, LALU DIBANGKITKAN OLEH TUHAN

“Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: “Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorang pun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati.” (Matius 17:9)

Yesus berpesan agar mereka yang ikut bersamanya ke atas gunung dan "mendengar suara Tuhan" itu jangan menceriterakan kepada seorangpun penglihatan mereka sebelum ia dibangkitkan dari antara orang mati. Jika Yesus Tuhan, tidak mungkin Tuhan mati dan dibangkitkan kembali. Siapa pula yang membangkitkannya? Sementara itu, dalam ayat di atas Yesus sendiri menyebut dirinya sebagai "Anak Manusia". Ini merupakan ucapan Yesus yang semestinya cukup jelas dan mudah difahami bahwa ia bukan Tuhan. Tapi anehnya, umat Kristian bukan saja menolak meyakini ucapan Yesus ini, malah justru menjadikannya sebagai Tuhan.
  • Setiap yang merasakan mati pasti makhluk ciptaan Tuhan. Dan kendati masalah kematian Yesus sendiri telah menjadi perdebatan antar umat selama berabad-abad, namun Injil menyebutkan bahwa Yesus mengalami - atau merasakan mati.
Tentang Yesus yang mati dan dibangkitkan lagi ini, Al-Qur'an mencatat ucapan Isa Almasih, atau Yesus, sebagai berikut:

"Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali." (QS. Maryam[19]:33)

Adapun pertanyaan tentang dari manakah Yesus mengetahui hal-hal yang tidak diketahui oleh manusia seperti tentang dihidupkan kembali, misalnya? Simaklah firman Allah berikut ini:

"Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia. Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil." (QS. Ali-Imran[3]:47-48)

Yang dimaksud dengan Alkitab di sini adalah pelajaran menulis, membaca, memahami, dan menafsirkan wahyu-wahyu Allah meliputi kitab-kitab selain Taurat dan Injil. Dan karena ia belajar dan menerima hikmah serta ilmu pengetahuan langsung dari Allah, maka wajarlah bila tidak semua manusia mengetahui apa yang diketahuinya.

24. INILAH YESUS, NABI DARI NAZARET

“Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: “Siapakah orang ini?” Dan banyak orang berkata itu menyahut: “Inilah Nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.” (Matius 21:10-11)

Ayat ini menjelaskan tentang penduduk Yerussalem yang saling memberitahu antara satu sama lain bahwa Yesus adalah seorang Nabi dari Nazaret. Tentang ini sedikitpun tidak ditemui catatan yang menyebutkan bahwa Yesus pernah menolak sebutan "Nabi" atas dirinya. Mengapa demikian? Sebab memang ia adalah seorang Nabi. Sayangnya, sebutan Nabi Yesus atas dirinya tidak sepopular sebutan lain yang juga sangat terkenal, yaitu Nabi Isa.

Jika manusia yang hidup pada zaman Yesus saja menyebutnya “Nabi Yesus”, bagaimanakah ceritanya sehingga pengikutnya yang lahir ratusan, bahkan ribuan tahun kemudian, malah menyebutnya "Tuhan Yesus?"

25. DIALOG YESUS DENGAN ORANG FARISI

“Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum taurat?” Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” (Matius 22:36-37)

Orang-orang Farisi adalah orang-orang yang hidup pada zaman Yesus dan menganut ajaran Taurat Nabi Musa. Mereka ini, yang bahkan dapat bertatap muka dan berdialog langsung denganYesus, juga memanggilnya dengan sebutan “Guru”. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak menganggap Yesus sebagai Tuhan. Sedangkan menjawab pertanyaan mereka Yesus berkata: “Kasihilah Tuhan, Allahmu …" Jika Yesus adalah Tuhan, tentu ia tidak akan ragu-ragu menjawab: “Kasihilah Aku, sebab akulah Tuhan, Allahmu.”

26. YESUS DIHARUSKAN MEMBERITAKAN INJIL

"Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus. Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea." (Lukas 4:43-44)

Ini cerita tentang Yesus yang diminta oleh penduduk Kapernaum untuk tetap tinggal di kota itu setelah ia, dengan kuasa dan ijin Allah, menyembuhkan berbagai penyakit orang-orang sakit yang dibawa kepadanya. Namun ia menolak permintaan itu dengan alasan ada keharusan baginya untuk memberitakan Injil, atau ajaran dari yang mengutusnya, ke kota-kota lain di Israel.

Jika Yesus Tuhan, siapa pula yang mengutusnya? Lagi pula, apakah wajar bila Tuhan sedemikian taat kepada perintah-perintah dan keharusan yang datang dari luar diri-Nya sendiri?

27. YESUS BERSAKSI BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ALLAH

"Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain." (Ulangan 4:39).

Injil sendiri yang menyebutkan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Yesus pula yang berkata bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dengan demikian, Yesus sekaligus menegaskan bahwa dirinya bukan Allah. Ayat ini tentu tidak dapat diputar-putar lagi. Jika ada pemeluk Kristian yang mengakui Yesus adalah Tuhan, maka pengakuannya bertentangan dengan kitab sucinya sendiri, dan bertentangan pula dengan ajaran Yesus.

28. YESUS BERSAKSI BAHWA IA ADALAH UTUSAN ALLAH

"Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."

Dalam ayat ini Yesus sendiri berkata bahwa ia menerima firman dari Allah. Jika Yesus Tuhan, tentunya tidak membutuhkan firman dari siapapun juga. Di akhir ayat, juga Yesus sendiri yang bersaksi bahwa "Engkaulah yang menyuruh aku". Dari ayat ini cukup jelas dan mudah dimengerti bahwa Yesus bukan Allah, melainkan pesuruh-Nya sebagaimana para Nabi, Rasul, dan utusan-utusan Allah lainnya.

29. YESUS MENGAJARKAN SAHADAT, PILAR UTAMA AGAMA TAUHID

“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus” (Injil Yohanes 17:3).

Ucapan Yesus ini, sesungguhnya merupakan pilar utama agama Tauhid, yaitu ajaran yang mengakui dan menyembah hanya satu-satunya Tuhan, yaitu Allah Yang Maha Esa.

Menurut ajaran Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa alaihissalam, pendahulu Yesus, terdapat apa yang dikenal sebagai Sepuluh Perintah Tuhan. Di sana Allah meletakkan perkara ini pada urutan yang pertama: "Akulah Tuhan, Allahmu. Jangan ada padamu tuhan lain selain Aku."Ucapan Yesus ini juga identik dengan dua kalimah sahadat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad salallahu alaihi wassalam, yang datang setelah Yesus, kepada siapa saja yang memutuskan untuk memeluk Islam sebagai agamanya. Kalimat-kalimat itu berbunyi: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah."Jika Yesus adalah Tuhan, tentu tidak ada alasan sama sekali baginya untuk mengucapkan kalimat di atas.

30. YESUS MEMILIKI SEMUA SIFAT MANUSIA
"Dan ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur. Sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau, sehingga perahu itu kemasukan air dan mereka berada dalam bahaya." (Lukas 8:23)

Jika Yesus adalah Tuhan, atau diyakini menyatu dengan sifat-sifat keilahian Tuhan maka ayat di atas dengan sendirinya menggugurkan keyakinan itu. Sebab Tuhan tidak tidur sementara Yesus tak kuasa melawan rasa kantuknya sendiri sehingga 'jatuh tertidur' ketika berlayar menyeberangi sebuah danau bersama murid-muridnya.

Bukan itu saja, Tuhan tidak sakit tetapi Yesus sakit; Tuhan tidak makan tetapi Yesus makan; Tuhan tidak menyembah siapa pun tetapi Yesus menyembah Tuhan; Tuhan tidak mati tetapi Yesus mati.

Dari sini saja sudah cukup jelas bahwa Tuhan pasti bukan Yesus, dan tentunya, Yesus pasti bukan Tuhan! (Bersambung).



Anda sedang membaca serial Ketuhanan Yesus Menurut Injil dan Al-Quran Bagian 3
Simak juga Bagian:

1    2    3    4    5    6    7    8    9    10 



Ketuhanan Yesus Menurut Injil dan Al-Quran - 4


31. YESUS PERGI BERDOA DI GETSMANI

“Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsmani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah disini sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.” (Matius 26:36)

Sebenarnya jika ingin berdoa, di mana saja boleh, tidak harus memilih tempat khusus. Namun Yesus berpesan kepada murid-muridnya untuk menunggunya yang akan berdoa di suatu tempat yang bernama taman Gestmani. Sampai tiga kali terjadi Yesus berdoa di taman tersebut dan tidak seorangpun yang tahu apa saja yang dilakukannya selama berada di sana sampai akhirnya ia ditangkap dan diserahkan ke tangan para penguasa (Matius 26:42-45). Ini semua membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan. Tuhan tidak perlu berdoa. Jika Tuhan harus berdoa, kepada siapa doanya ditujukan?
  • Setiap yang berdoa pasti bukan Tuhan. Dan Yesus selalu berdoa, baik disaksikan oleh manusia maupun tidak.

32. YESUS SEDIH, GENTAR, DAN MERASA SEPERTI MAU MATI


“Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: “Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggalah disini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” (Matius 26:37-38).

Dalam kitab suci agama manapun tidak pernah kita temukan Tuhan merasa sedih dan gentar, apalagi sampai minta ditemani (dijaga) karena rasa takut, kecuali didalam kitab Injil. Akal sehat manusia tentu tidak dapat menerima jika ada sifat lemah pada Tuhannya, sebab lemah tidak semestinya menjadi sifat Tuhan. Jika Tuhan memiliki sifat lemah, lalu apa bedanya dengan makhluk ciptaan-Nya sendiri? Jika Yesus Tuhan, tidak mungkin Tuhan merasa sedih, gentar, bahkan sampai mengucapkan kata-kata "merasa seperti mau mati." Sifat-sifat lemah seperti ini sungguh mustahil ada pada Tuhan!
  • Setiap yang merasa sedih dan gentar pasti bukan Tuhan. Dan Yesus merasa sedih dan gentar.
  • Setiap yang merasa seperti mau mati pasti bukan Tuhan. Dan Yesus merasakan hal itu.

33. YESUS SUJUD DAN BERDOA


“Kemudian Yesus pergi lebih jauh sedikit, lalu Ia tersungkur ke tanah dan berdoa. "Bapa," kata-Nya, "kalau boleh, jauhkanlah daripada-Ku penderitaan yang Aku harus alami ini. Tetapi jangan menurut kemauan-Ku, melainkan menurut kemauan Bapa saja." (Matius 26:39).

Yesus merasa begitu menderita, lalu tersungkur bersujud dan berdoa kepada Allah, memohon agar dijauhkan dari penderitaan, namun kehendak Allahlah yang seharusnya terjadi, bukan menurut kehendaknya sendiri. Ini membuktikan bahwa Yesus hanya manusia biasa yang adakalanya juga merasa tidak sanggup memikul beban penderitaan. Hanya karena kecintaan dan kepatuhannya kepada Allah sajalah yang membuatnya tetap bertahan. Tidak mungkin Tuhan sujud menyembah dan memohon kepada Tuhan lain.

  • Setiap yang sujud kepada Allah pasti bukan Allah. Dan Yesus bersujud kepada Allah.
  • Setiap yang berdoa dan memohon berlakunya kehendak Allah pasti bukan Allah. Dan Yesus berdoa memohon hal itu kepada Allah.
  • Setiap yang tidak mampu menurutkan kehendak sendiri pasti bukan Tuhan. Dan Yesus tidak mampu menjauhkan dirinya sendiri dari penderitaan.

34. YESUS RAJA ORANG YAHUDI


“Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa dia dihukum: Inilah Yesus Raja orang Yahudi.” (Matius 27:37).

Pada zaman itu orang-orang dapat bertemu dan bertatap muka langsung dengan Yesus. Jika Yesus Tuhan, dapat dipastikan mereka semua akan sujud menyembahnya karena takut, bukan malah menghukumnya. Mana mungkin ada manusia yang berani menghukum Tuhan? Tulisan: "Inilah Yesus Raja orang Yahudi” menunjukkan bahwa ia adalah seorang pemimpin bagi suku atau kaumnya, yaitu orang Yahudi, atau Bani Israel.

Sebelum Yesus lahir, Allah telah menubuatkan bahwa akan lahir seorang anak laki-laki yang akan menjadi raja atas kaumnya yaitu Yahudi dari keturunan Yakub, bernama Yesus. Jadi yang akan lahir itu adalah “manusia”, bukan “Tuhan”. Perhatikan nubuat Allah sebelum Yesus dilahirkan ke dunia dalam Injil Lukas 1:31-33 sebagai berikut:

“Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah kamu menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Maha Tinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan ia akan menjadi raja atas kaum Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

  • Nubuat Allah seperti disebutkan dalam Lukas 1:31-33 di atas menunjukkan bahwa sesungguhnya Yesus adalah anak manusia yang atas kehendak Allah, kemudian mendapatkan kemuliaan serta derajat yang tinggi di mata umat manusia. Ia bukan Tuhan.

Adapun dalam Al Qur’an Allah menjelaskan kepada umat manusia bahwa Tuhan tidak beranak dan tidak pula diperanakkan (dilahirkan) sebagaimana firman-Nya:

"Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia". (QS. Al-Ikhlas[112]:1-4)

35. YESUS TIDAK DAPAT MENYELAMATKAN DIRINYA SENDIRI

“Demikianlah juga imam-imam kepala bersama-sama Ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokan Dia dan berkata: ”Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya. Ia (Yesus) menaruh harapan-Nya pada Allah: Baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah.” (Matius 27:41-43)

Ayat ini sangat menarik. Jika Yesus Tuhan, tentu dia dapat menyelamatkan dirinya sendiri dari siksaan dan penderitaan yang diderakan padanya hingga akhirnya mati di tiang salib. Jika saat itu Yesus menunjukkan bahwa adalah sangat mudah baginya untuk menjawab tantangan para penguasa itu, pasti para imam kepala dan ahli taurat akan langsung percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Tapi jika hanya untuk menyelamatkan dirinya sendiri saja ia tidak sanggup, bagaimana mungkin Yesus dapat menyelamatkan seluruh umat manusia di dunia?

  • Setiap yang tidak mampu menyelamatkan dirinya pasti bukan Tuhan. Dan Yesus tidak mampu menolong dirinya sendiri.
  • Setiap yang menaruh harapan kepada Tuhan pasti bukan Tuhan. Dan Yesus menaruh harapannya kepada Tuhan.

36. YESUS BERSERU MEMANGGIL TUHAN


“Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa engkau meninggalkan Aku?” (Matius 24:46).

Ketika Yesus dipaku dan digantungkan di kayu salib, sebelum mati ia berseru memanggil Tuhannya (Allah) “Eli, Eli, lama sabakhtani?” seruan Yesus seperti itu justru menimbulkan pertanyaan:

  • Jika Yesus Tuhan, Tuhan mana lagi yang ia panggil?
  • Jika Yesus adalah Tuhan yang sengaja mengorbankan dirinya untuk mati di kayu salib guna menebus dosa umat manusia, mengapa ia masih berseru memanggil-manggil Tuhan? Bukankah seharusnya ia ikhlas saja disalib?
  • Jika di dalam diri Yesus ada Tuhan dan Roh Kudus - yang bila menyatu dengan dirinya sendiri dipercaya akan menjelma menjadi Tuhan semesta alam yang Maha Perkasa - mengapa ia begitu lemah tak berdaya? Tidakkah ini menunjukkan bahwa sampai akhir hayat Yesus sendiri pun, apa yang di kemudian hari diyakini sebagai trinitas Tuhan Anak, Roh Kudus, dan Tuhan Bapa sebetulnya tidak pernah terbukti ada?
  • Jika kematian Yesus di tiang salib benar-benar dimaksudkan untuk menebus dosa umat manusia, seharusnya Yesus merasa bersyukur dan berterima kasih kepada para penguasa yang melaksanakan penyaliban itu. Bukan justru menyebut mereka sebagai orang-orang berdosa sebagaimana dimaksud dalam Injil Matius 26:45.

37. YESUS MENYERAHKAN NYAWANYA


“Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.” (Matius 27:50).

Menjelang saat-saat kematiannya, atau yang kita kenal dengan sebtutan sakaratul maut, setelah berseru memanggil-manggil Tuhan, ia pun menyerahkan nyawanya. Masih perihal kematian Yesus di tiang salib, timbul pertanyaan:

  • Jika Yesus Tuhan, siapa yang mencabut nyawa Tuhan?
  • Jika Yesus Tuhan, Tuhan mana yang menerima nyawanya?
  • Selama tiga hari kematiannya itu, siapa yang mengendalikan alam semesta ini?

38. YESUS DIBERI KUASA OLEH TUHAN


“Yesus mendekati mereka dan berkata : “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan dibumi.” (Markus 28:18)

Jika Yesus telah diberi kuasa penuh di sorga dan di bumi oleh Tuhannya, tentu menjadi pertanyaan, Tuhan mana yang memberikan kuasa kepadanya, sebab bukankah ia sendiri adalah Tuhan? Jika benar Yesus mendapat kuasa dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

Sementara itu, jika segala kuasa sudah diberikan atau diserahkan sepenuhnya kepada Yesus, lalu Tuhan yang menyerahkan segala kuasa itu selanjutnya akan berbuat apa? Apakah Tuhan 'yang menyerahkan kuasa itu' menjadi penganggur, tidak melakukan apa-apa lagi karena segalanya sudah diserahkan sepenuhnya kepada Yesus? Dan jika benar segala kuasa di surga dan di bumi telah diberikan kepada Yesus, lalu kekuasaan apa lagi yang masih tersisa untuk Tuhan?

39. YESUS MEMPUNYAI IBU DAN ADIK-ADIK SAUDARA SEKANDUNG

“Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri diluar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: ”Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu diluar, dan berusaha menemui Engkau.” (Matius 3:31-32)

Ayat tersebut menegaskan bahwa Yesus mempunyai ibu dan saudara kandung. Dalam kitab suci manapun, tidak pernah kita jumpai Tuhan punya ibu dan saudara sekandung. Jika Tuhan punya saudara (adik-adik) sekandung, berarti adik-adik sekandung dari Tuhan itu mempunyai anak keturunan yang masih hidup di dunia hingga saat ini, dan jumlah mereka pasti sangat banyak. Mereka ini tentu sangat istimewa karena merupakan cucu-cicit keponakan yang masih memiliki hubungan darah dengan Tuhan! Alangkah tidak adilnya Tuhan jika membiarkan diri-Nya memiliki kroni di tengah-tengah umat manusia. Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa:

  • Yesus adalah manusia, sama seperti kita.

40. YESUS ANAK SEORANG TUKANG KAYU


“Bukanlah ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukanlah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.” (Markus 6:3)

Suami Maria bernama Yusuf. Dia berprofesi sebagai tukang kayu. Orang-orang yang hidup sezaman dengan Yesus tahu bahwa Yesus itu manusia biasa seperti mereka, bukan Tuhan. Tidak mungkin Tuhan punya ayah seorang tukang kayu. Tetapi jika Yesus sebagai manusia biasa, tentu sangat wajar dia punya ayah walaupun hanya sebagai tukang kayu, berarti Yesus bukan Tuhan, sebab Tuhan yang sesungguhnya pasti tidak punya ayah, tidak punya ibu dan juga tidak punya saudara kandung, apalagi berprofesi sebagai tukang kayu!

  • Setiap yang mempunyai ayah, ibu, dan saudara kandung pasti bukan Tuhan. Dan Yesus mempunyai ketiganya.
  • Setiap orang yang ayahnya tukang kayu pasti bukan Tuhan. Dan ayah Yesus adalah seorang tukang kayu.
  • Setiap yang berprofesi sebagai tukang kayu pasti bukan Tuhan. Dan Yesus berprofesi sebagai tukang kayu. (Bersambung)



Anda sedang membaca serial Ketuhanan Yesus Menurut Injil dan Al-Quran Bagian 5
Simak juga Bagian:

1    2    3    4    5    6    7    8    9    10 



Ketuhanan Yesus Menurut Injil dan Al-Quran - 5


41. YESUS MENGAKU SEBAGAI SEORANG NABI

“Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati dimana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, diantara kaum keluarga dan di rumahnya.” (Markus 6:4).

Pada ayat tersebut Yesus mengaku bahwa ia seorang nabi, mempunyai keluarga dan rumah. Jika Yesus sendiri telah memberikan kesaksian bahwa dirinya seorang nabi dan mempunyai kaum keluarga, mengapa justru pengikutnya menganggap ia sebagai Tuhan?
  • Setiap yang mengaku nabi dan mempunyai kaum keluarga pasti bukan Tuhan. Dan Yesus mengaku sebagai nabi dan memiliki sanak saudara.

42. YESUS BERDOA DAN MEOHON BERKAT
TUHAN

“Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu. Begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada mereka.” (Markus 6:41).

Ayat tersebut bercerita tentang bagaimana Yesus memberi makan lima ribu orang dengan hanya lima potong roti dan dua ekor ikan. Tentu hal itu sangat mustahil dapat mencukupi makan untuk manusia sebanyak itu. Namun Yesus menengadah ke langit dan berdoa memohon berkat dan pertolongan dari Tuhan.

Doa itu dikabulkan. Maka walau hanya lima potong roti dan dunia ekor ikan, tetapi ternyata cukup untuk memberi makan lima ribu orang. Bahkan makanan itu tidak habis, masih tersisa beberapa bakul. Inilah yang disebut dengan mukjizat. Karena Tuhan mengabulkan permohonannya, maka terjadilah mukjizat itu. Jika Tuhan tidak mengabulkan doanya, bagaimana mungkin lima potong roti dan dua ekor ikan dapat mencukupi makan manusia sebanyak itu? Allah memberikan mukjizat-Nya untuk membuktikan kepada manusia pada zaman itu bahwa Yesus adalah benar seorang Nabi utusan-Nya.
  • Setiap yang menengadah ke langit lalu memohon kepada Tuhan pasti bukan Tuhan. Dan Yesus menengadah ke langit untuk memohon kepada Tuhan.
  • Setiap yang meminta berkat kepada Tuhan pasti bukan Tuhan. Dan Yesus meminta berkat kepada Tuhan.

43. RAMALAN YESUS YANG TIDAK TERBUKTI


“Kata-Nya lagi kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya diantara orang yang hadir disini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa.” (Markus 9:1).

Sejak Yesus mengucapkan ramalannya sampai hari ini sudah hampir 2.000 tahun lamanya. Namun ramalan itu tidak kunjung terjadi. Dalam kurun waktu 20 abad, mereka yang mendengar ucapan Yesus ketika itu tentu saja sudah berganti ratusan generasi dan semuanya sudah mati, sementara Kerajaan Allah yang dijanjikannya belum juga datang. Jika Yesus Tuhan, tidak mungkin ucapannya tak dapat dibuktikan.
  • Setiap yang meramalkan sesuatu namun tidak terbukti pasti bukan Tuhan. Yesus meramalkan datangnya kerajaan Allah kepada manusia yang hidup di zaman itu, namun tidak pernah terbukti.

44. YOHANES MENYEBUT YESUS 'GURU'


“Kata Yohanes kepada Yesus: “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena dia bukan pengikut kita.” (Markus 9:38).

Yohanes yang hidup sezaman dengan Yesus, memanggil Yesus dengan sebutan “Guru”. Ini berarti Yohanes pun tahu bahwa Yesus bukan Tuhan. Jika Yesus adalah Tuhan, tentu dia tidak akan memanggilnya dengan sebutan “Guru”. Yohanes, atau Nabi Yahya adalah seorang Rasul, dia tidak memanggil Yesus dengan sebutan “Tuhan” tentu karena dia tahu bahwa Yesus memang bukan Tuhan.
  • Setiap yang dipanggil “Guru” pasti bukan Tuhan. Dan Yohanes memanggil Yesus dengan sebutan "Guru".

45. YESUS BERSAKSI BAHWA HANYA ALLAH SAJA YANG BAIK


“Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut dihadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus : “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja." (Markus 10:17-18).

Yesus dipanggil “Guru” oleh orang tersebut. Ini menunjukkan bahwa selain murid-muridnya sendiri, orang banyak yang mengenalnya pada zaman itu juga memanggilnya dengan sebutan "Guru". Kepada orang itu Yesus menjawab bahwa “tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja”. Jika Yesus Tuhan, tentu dia akan berkata bahwa “tak seorangpun yang baik selain daripada Aku.”
  • Setiap yang mengaku hanya Tuhan saja yang baik pasti dia bukan Tuhan. Dan Yesus mengucapkan kalimat itu.

46. YESUS BERKATA, SEGALA SESUATU ADALAH MUNGKIN BAGI ALLAH


“Yesus memandang mereka dan berkata : “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikain bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” (Matius 10:27).

Ayat tersebut bercerita tentang sulitnya orang-orang kaya masuk ke dalam kerajaan surga. Yesus memberikan perumpamaan bahwa lebih mudah bagi seekor unta untuk masuk ke dalam surga. Karena perumpamaan tersebut tidak dipahami oleh orang-orang yang mendengarnya, maka Yesus berkata “segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

Jika Yesus Tuhan, tentu dia akan berkata bahwa segala sesuatu adalah mungkin bagi-Ku. Jika Yesus Tuhan, maka Allah, atau Tuhan mana lagi yang ia maksudkan itu?
  • Setiap yang mengakui keberadaan Allah pasti bukan Tuhan. Dan Yesus mengakui keberadaan Allah.

47. ANAK MANUSIA, DIOLOK-OLOK, DILUDAHI, DAN DIBUNUH


“Kata-Nya: “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, dan Ia akan diolok-olok, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari ia akan bangkit.” (Markus 10:33-34).

Dalam ayat ini Yesus menerangkan bahwa ia (anak manusia) sudah mengetahui apa yang akan terjadi pada dirinya, yakni dan dia diludahi, disesah dan dijatuhi hukuman mati oleh para penguasa, namun pada hari ketiga akan dibangkitkan oleh Tuhan.
  • Setiap yang mengaku sebagai Anak Manusia pasti bukan Tuhan. Dan Yesus mengaku sebagai Anak Manusia.
  • Setiap yang menjalani hukuman manusia pasti bukan Tuhan. Dan Yesus dihukum oleh manusia.
  • Setiap yang dibunuh oleh manusia pasti bukan Tuhan. Dan Yesus dibunuh dengan cara disalib oleh manusia.
  • Setiap yang dibangkitkan Allah dari kubur pasti bukan Tuhan. Dan Yesus dibangkitkan Allah dari kubur setelah tiga hari.

48. YESUS TIDAK BERHAK KECUALI ALLAH SAJA


“Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku dan di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan.” (Markus 10:40)

Ayat tersebut merupakan permohonan dari Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zabedeus kepada Yesus agar kelak setelah mati, mereka didudukkan disebelah kiri dan sebelah kanan Yesus. Tetapi Yesus menjawab dia tidak berhak memberikannya, karena memang itu bukan haknya, melainkan hak Allah.
  • Setiap yang tidak mempunya hak atas kehidupan setelah mati pasti bukan Tuhan. Dan Yesus menegaskan kedudukannya dalam hal itu.
  • Setiap yang tidak dapat memberikan keputusan psati bukan Tuhan. Dan Yesus tidak dapat memberikan keputusan atas permohonan kedua anak Zabedeus itu.

49. YESUS MEMBERIKAN NYAWANYA SEBAGAI TEBUSAN


“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Markus 10:45).

Pada ayat tersebut Yesus sendiri yang memberi kesaksian bahwa dia adalah Anak Manusia, yang akan memberikan nyawanya sebagai tebusan bagi orang banyak. Yesus tidak pernah berdakwah dengan menyebut dirinya sebagai Anak Tuhan, sebab meski ia seorang utusan Allah namun ia sendiri adalah anak manusia yang dilahirkan oleh seorang wanita, yakni ibundanya Maria. Jika Yesus Tuhan, tentu dia dapat saja mengampuni dosa manusia tanpa perlu harus mengorbankan nyawanya sendiri.
  • Setiap yang mengaku sebagai Anak Manusia pasti bukan Tuhan. Dan Yesus mengaku dia sebagai Anak Manusia.
  • Setiap yang mati untuk menebus dosa manusia pasti bukan Tuhan. Dan Yesus mati untuk menebus dosa manusia.

50. YESUS ORANG NAZARET, ANAK DAUD


“Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” (Markus 10:47).

Ayat ini menceritakan seorang buta yang bernama Bartimeus, datang memohon kepada Yesus agar matanya disembuhkan hingga bisa melihat lagi. Bartiemus yang waktu itu hidup sezaman dengan Yesus, tahu bahwa Yesus bukan Tuhan, tetapi seorang yang berasal dari Nazaret, dan dari keturunan Daud. Karenanya Bartimeus tidak memanggil Yesus dengan sebutan “Tuhan”.
  • Setiap orang yang berasal dari keturuann Daud pasti bukan Tuhan. Dan Yesus disebut sebagai orang Nazaret keturunan Daud. (Bersambung)



    Anda sedang membaca serial Ketuhanan Yesus Menurut Injil dan Al-Quran Bagian 5
    Simak juga Bagian:

    1    2    3    4    5    6    7    8    9    10 



    Ketuhanan Yesus Menurut Injil dan Al-Quran - 6


    51. YESUS MENYURUH MURIDNYA MENGAMBIL KELEDAI TANPA IZIN PEMILIKNYA


    “Ketika Yesus dan murid-muridnya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya: dengan pesan: “Pergilan ke kampung yang didepanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah kemari. Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, Jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembali-kannya ke sini.” (Markus 11:1-3).

    Sekilas, ayat di atas dapat membuat pembaca mengerenyitkan dahi, karena di dalamnya tersirat kesan seolah-olah Yesus bukanlah sosok yang seharusnya menjadi panutan, guru yang senantiasa mengajarkan perilaku santun dan akhlak yang mulia.

    Mengambil milik orang lain tanpa meminta ijin dari pemiliknya terlebih dahulu, walau bagaimanapun merupakan perbuatan yang tidak terpuji. Perbuatan Yesus ini memberi kesan seolah-olah ia ingin menunjukkan kekuasaannya dengan menyebutkan 'siapa' yang memerlukan keledai itu, sehingga dengan demikian menjadi sah-sah saja baginya mengambil milik orang lain tanpa harus meminta ijin lebih dulu kepada pemiliknya.
    • Setiap yang menyuruh orang lain melakukan hal tidak terpuji pasti bukan Tuhan. Dan menurut ayat ini, Yesus menyuruh muridnya melakukan hal itu.

    52. YESUS DATANG ATAS NAMA TUHAN

    "Orang-orang yang berjalan didepan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: ”Hosana! Diberkati Dia yang datang dalam nama Tuhan… " (Markus 11:9).

    Pada ayat ini orang-orang berseru dalam menyambut kedatangan Yesus dengan ucapan “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan.” Hal itu menggambarkan bahwa Yesus bukan Tuhan. “Hosana” berarti selamat datang. Tidak mungkin Tuhan datang atas nama Tuhan juga. Tuhan yang mana lagi yang datang, jika Yesus sendiri adalah Tuhan?
    • Setiap yang diberkati dalam nama Tuhan, pasti bukan Tuhan. Dan Yesus diberkati dalam nama Tuhan.
    • Setiap yang datang dalam nama Tuhan pasti bukan Tuhan. Dan Yesus datang dalam nama Tuhan.

    53. YESUS LAPAR, TIDAK MENGENAL MUSIM, DAN MENGUTUK POHON ARA

    “Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat sesuatu dari pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu: ”Jangan lagi seorang pun memakan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-muridnya pun mendengarnya.” (Markus 11:1214).

    Ayat-ayat di atas menceritakan bahwa Yesus merasa lapar, lalu dia mendekati pohon ara dengan harapan barangkali ada buahnya untuk dimakan. Ternyata pohon tersebut tidak berbuah karena memang belum tiba musimnya. Karena tidak mendapatkan apa yang diharapkannya, maka dikutuklah pohon tersebut.

    Jika Yesus Tuhan, tanpa perlu mendekatpun ia pasti dapat mengetahui bahwa pohon itu tidak berbuah. Dan jika Yesus Tuhan, meski belum musim buah sekalipun, dengan kuasanya tentu ia dapat memerintahkan pohon tersebut untuk mengeluarkan buahnya. Dan jika Yesus Tuhan, tentu ia tidak perlu mengutuk pohon yang tidak bersalah. Artinya, jika Yesus benar-benar Tuhan, berarti pohon ara tersebut adalah mahkluk ciptaannya yang dengan kekuasaannya, ia dapat saja memerintahkan pohon itu untuk mengeluarkan buahnya seketika itu juga, walaupun bukan musim berbuah.
    • Setiap yang merasa lapar, pasti bukan Tuhan. Dan Yesus merasa lapar.
    • Setiap yang tidak mengenal musim pasti bukan Tuhan. Dan Yesus menunjukkan hal itu.
    • Setiap yang tidak dapat mengetahui dari jauh apakah sebuah pohon sedang berbuah atau tidak pasti bukan Tuhan. Dan Yesus tidak dapat 'mendeteksi' hal itu.
    • Setiap yang tidak mampu memerintahkan pohon untuk seketika mengeluarkan buahnya pasti bukan Tuhan. Dan Yesus tidak mampu melakukan itu.

    54. YESUS MEMBERIKAN KESAKSIAN BAHWA TUHAN ITU ESA

    “Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal menjawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada mereka itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum apakah yang paling utama?” Jawab Yesus : “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.” (Markus 12:28-29).

    Dihadapan orang Saduki dan para ahli Taurat, Yesus memberikan kesaksian bahwa Tuhan itu adalah Allah kita yang Esa, Yesus tidak pernah mengatakan bahwa Tuhan itu adalah dirinya. Dan Yesus tidak pernah sekalipun mengatakan bahwa Tuhan itu mempunyai sekutu, melainkan senantiasa mengajarkan bahwa Tuhan itu Esa. Esa berarti tunggal, tidak ada yang menyerupai, dan berdiri sendiri. Kesaksian Yesus ini bertentangan dengan konsep trinitas yang dewasa ini diimani oleh umat kristen.
    • Jika Yesus sendiri juga Tuhan, maka kesaksiannya yang mengatakan bahwa Tuhan adalah Allah yang Esa tentu dengan sendirinya gugur atau bohong belaka. Sebab masih ada Tuhan selain yang disebutnya Allah Yang Esa tadi, yakni dirinya sendiri.

    55. YESUS TIDAK MENGETAHUI KAPAN KIAMAT TIBA


    “Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.” (Markus 13:32).

    Yesus bersaksi dengan jujur mengenai pengetahuannya tentang hari kiamat. Ia menegaskan bahwa tidak seorangpun yang tahu. Para malaikat tidak ada yang tahu, dan ia sendiri juga tidak tahu. Yang mengetahui kapan datangnya hari kiamat hanyalah Allah semata. Ini menunjukkan keterbatasan Yesus sebagai makhluk ciptaan Allah, sama seperti para malaikat dan manusia lainnya.
    • Setiap yang tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat pasti bukan Tuhan. Dan Yesus sendiri tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat.
    • Setiap yang mengaku bahwa hanya Allah saja yang tahu tentang hari kiamat pasti bukan Tuhan. Dan Yesus mengakui hal itu.

    56. YESUS TERMASUK ORANG DURHAKA

    “Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi: “Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.” (Markus 15:28)

    Sungguh ironis jika Yesus digolongkan sebagai salahsatu di antara orang-orang yang durhaka. Yesus, atau Nabi Isa alaihissalam adalah manusia mulia, utusan Allah, Nabi dan Rasul yang dikasihi Allah, dan ia termasuk orang suci. Sungguh sangat tidak patut jika penulis Alkitab menempatkan Yesus sebagai bagian dari orang-orang yang durhaka.

    Dapat dipastikan bahwa semua pendeta atau pastur dan misionaris yang paham Alkitab akan mengaku dan sepakat bahwa setiap ayat dalam alkitab yang di beri kurung kurawal tidak asli, atau merupakan ayat tambahan. Bahkan dalam beberapa Alkitab, ayat yang diberi kurung kurawal seperti itu sudah dihilangkan. Di dalam Alkitab, terdapat sekitar 17 (tujuh belas) ayat yang diberi kurung kurawal, yang diakui sebagai ayat sisipan atau tidak asli.
    • Setiap yang digolongkan sebagai bagian di antara orang-orang durhaka pasti bukan Tuhan. Dan oleh para penulis Injil, Yesus juga ditempatkan di sana.
    Jika penulis Alkitab menempatkan Yesus (Nabi Isa alaihissalam) di antara orang-orang durhaka, justru Al Qur’an sangat memuliakan kedudukannya.

    (Jibril) berkata, “Aku hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberikan kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.” (QS. Maryami[19]: 19).

    Perlu diketahui bahwa kitab suci Al-Qur’an - yang tidak diakui oleh umat Kristiani pada umumnya - justru memuliakan Nabi Isa, bahkan menegaskan kepada seluruh umat manusia bahwa beliau adalah manusia suci.

    57. MALAIKAT BERKATA BAHWA YESUS ADALAH ORANG NAZARET

    “Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk disebelah kanan. Mereka pun sangat terkejut, tetapi orang muda (Malaikat) itu berkata kepada mereka: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada disini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.” (Markus 16:5-6)

    Pada ayat tersebut malaikat memberi kesaksian bahwa Yesus itu adalah orang Nazaret yang telah dibangkitkan Tuhan dari kuburnya. Malaikat tidak menyebutnya sebagai Tuhan melainkan manusia, atau yang dikatakannya sebagai orang dari Nazaret. Ini menunjukkan bahwa walaupun ia 'bangkit' dari kubur, tetapi Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang dibangkitkan oleh Tuhan dari kuburnya pasti bukan Tuhan. Dan Yesus dibangkitkan dari kuburnya oleh Tuhan.
    • Jika Yesus Tuhan, Tuhan yang mana lagi yang membangkitkannya dari kubur?

    58. YESUS DUDUK DI SEBELAH KANAN ALLAH

    “Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk disebelah kanan Allah.” (Markus 16:19).

    Penulis Alkitab menggambarkan bahwa Yesus 'terangkat' ke sorga lalu duduk disebelah kanan Allah. Dalam kamus bahasa Indonesia, kata terangkat bermakna naik atau bergerak ke atas tapi bukan oleh kekuatan dari objek yang bergerak naik itu sendiri. Pengertian Yesus terangkat ke sorga di sini tentu saja bukan atas kekuatannya sendiri sehingga ia naik dan terbang atau melayang ke langit lalu duduk di sebelah kanan Allah. Siapa lagi yang dapat melakukan hal ini kepada Yesus selain Allah?
    • Setiap yang diangkat Allah ke surga pasti bukan Tuhan. Dan Yesus 'terangkat' ke surga.
    • Setiap yang duduk disebelah Tuhan pasti bukan Tuhan. Dan menurut ayat di atas Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan.
    Jika Yesus memang Tuhan, kemudian duduk di sebelah kanan Tuhan, lantas siapakah yang berada di sebelah kirinya itu?

    59. SEORANG MANUSIA BERNAMA MARIA MENGANDUNG DAN MELAHIRKAN YESUS

    “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” (Lukas 1:31).

    Injil Lukas juga berbicara tentang nubuat Yesus yang akan dikandung dan dilahirkan oleh seorang (manusia) wanita. Tuhan menubuatkan kelahiran Yesus melalui kandungan seorang wanita bernama Maria. Sedangkan setiap yang dikandung, kemudian dilahirkan oleh seorang manusia, pastilah makhluk ciptaan Allah yang bernama manusia. Sangat sulit diterima akal jika Tuhan menubuatkan kelahiran-Nya sendiri menjadi manusia yang berproses lebih kurang sembilan bulan lamanya.
    • Setiap yang dikandung dan dilahirkan oleh manusia pasti bukan Tuhan. Dan Yesus dikandung dan dilahirkan oleh manusia bernama Maria (Maryam).
    Nubuat kelahiran Yesus yang lahir dari Ruh Kudus, juga diceritakan dalam Al-Quran surah Maryam ayat ke 19 seperti telah disebutkan di atas.

    Allah juga menyebutkan bahwa penciptaan Nabi Isa (Yesus) sama seperti penciptaan Nabi Adam sebagaimana dinyatakan dalam Al-Quran berikut ini:

    “Sesungguhnya perbandingan (kejadian) Isa di sisi Allah adalah seperti (kejadian) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, “Jadilah” maka jadilah dia.” (QS. Ali Imran[3]: 59)

    Dari ayat-ayat tersebut dapat kita simpulkan bahwa setiap yang diciptakan oleh Tuhan pasti bukan Tuhan. Untuk itu, lihatlah kembali seluruh peristiwa terkait kelahiran Yesus.

    60. YESUS LAHIR DI KOTA NABI DAUD

    “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” (Lukas 2:11)

    Ayat tersebut adalah ucapan Malaikat di padang kepada para gembala ternak yang mengabarkan bahwa pada hari itu telah lahir seorang juruselamat yang bernama Kristus, Tuhan, di kota Daud.

    Ayat ini, yang mengabarkan tentang 'kelahiran seorang Tuhan' terasa sangat janggal di telinga, apalagi di akal rata-rata manusia yang sehat jasmani dan rohani. Bagaimana Malaikat dapat mengatakan bahwa telah lahir Kristus, Tuhan? Bayangkanlah sendiri, dengan akal sehat tentunya, ada berapa banyak pertanyaan yang timbul dan akan sangat sulit untuk dijawab karenanya? Seperti di antaranya, siapa yang memelihara alam semesta ini selama IA belum lahir? Untuk apa pula Tuhan berlama-lama diam di dalam rahim seorang manusia? Tidakkah Tuhan menyadari bahwa dengan demikian sama artinya dengan menjadikan diri-Nya, Tuhan semesta alam, beribukan seorang manusia? Dan entah masih berapa puluh, bahkan ratus pertanyaan 'ribet' lainnya lagi.

    Dalam berbagai terjemahan Alkitab berbahasa Inggris, Yesus dipersonifikasikan dengan kata Lord, sementara Tuhan atau Allah diterjemahkan dengan kata God. Kita semua tahu bahwa dalam kamus bahasa Inggris, kata Lord berarti Tuan, bukan Tuhan. Dan dalam pengertian apa pun kata “Tuan” tidak akan pernah sama artinya dengan kata “Tuhan”. Dari contoh-contoh berbagai Alkitab versi bahasa Inggris yang dapat ditemui, ayat di atas sebenarnya berbunyi sebagai berikut:

    Versi Alkitab King James.
    “For unto you is born this day in the city of David a Savior, which is Christ the Lord.”

    Versi Alkitab Today.
    “This very day in David’s town your Savior was born-Christ the Lord!”

    Versi Alkitab Contemporary.
    “This very day in King David’s hometown a Savior was born for you. He is Christ the Lord.”

    Versi Alkitab Revised Standard.“For to you is born this day in the city of David a Savior, who is Christ the Lord.”

    Versi Alkitab The Reader’s Digest.
    “For to you is born this day in the city of David a Savior, who is Christ the Lord.”

    Dari kelima versi Alkitab bahasa Inggris ini, sangat jelas semua menyebut Yesus sebagai Christ the Lord” (Tuan), bukan “Christ the God” (Tuhan). Bandingkanlah sendiri dengan ayat dalam Injil berbahasa Indonesia di atas. Yang manakah dari keenam kitab tersebut yang patut kita anggap 'memanipulasi' sebutan yang benar bagi Yesus? (Bersambung)




    Anda sedang membaca serial Ketuhanan Yesus Menurut Injil dan Al-Quran Bagian 6
    Simak juga Bagian:

    1    2    3    4    5    6    7    8    9    10 



    Ketuhanan Yesus Menurut Injil dan Al-Quran - 7


    61. YESUS MEMPUNYAI ORANG TUA

    “Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.”

    Ayat tersebut menceritakan bagaimana Yesus yang masih anak-anak setiap tahun dibawa oleh orang tuanya ke Yerusalem untuk merayakan Paskah. Ketika itu Yesus baru berumur dua belas tahun.
    Jika Yesus Tuhan, tentu kedua orangtuanya lebih banyak tahu daripada para penulis Injil sendiri. Tetapi kedua orangtua Yesus tidak pernah mengatakan atau memberi kesaksian bahwa anak mereka adalah Tuhan. Bahkan hingga keduanya wafat, tidak sekalipun mereka pernah menyebut bahwa putra mereka adalah Tuhan yang harus disembah oleh umat manusia!
    • Setiap yang mempunyai orang tua pasti bukan Tuhan. Dan Yesus 'diciptakan' Tuhan mempunyai orang tua.
    • Setiap yang diasuh oleh orangtuanya pasti bukan Tuhan. Dan layaknya anak-anak lain, Yesus juga diasuh oleh kedua orangtuanya.
    • Setiap yang pernah berumur 12 tahun pasti bukan Tuhan. Dan Yesus 'pernah' berumur 12 tahun, sedangkan bagi Tuhan tidak ada yang patut disandingkan dengan umur atau usia .

    62. YESUS DIKHITAN ATAU DISUNAT


    “Dan ketika genap delapan hari dan ia harus disunatkan, ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum ia dikandung ibu-Nya.” (Lukas 2:21).

    Orang yang paling mengetahui siapa sebenarnya anaknya adalah orangtuanya sendiri, terutama, tentu saja, ibu yang melahirkannya. Namun belum pernah sekalipun terucap dari mulut Maryam - Ibu Yesus, yang mengatakan atau memberikan kesaksian kepada umat manusia saat itu bahwa anak yang ia lahirkan dan bernama Yesus itu adalah Tuhan, atau Allah yang menjelma menjadi manusia. Bahkan ayah ibunya menyunatkan Yesus pada hari ke delapan sesuai dengan firman Allah kepada mereka:

    “Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun temurun ….” (Kejadian 17:12)

    Jika Yesus Tuhan, apakah Tuhan perlu bersunat? Tapi karena ia manusia, maka ia wajib mentaati segala perintah Tuhan, termasuk di antaranya bersunat.
    • Setiap yang bersunat karena mengikuti perintah Tuhan pasti bukan Tuhan. Dan Yesus disunat mengikuti perintah Tuhan.
    • Setiap yang dikandung dan dilahirkan oleh seorang ibu pasti bukan Tuhan. Dan seperti manusia pada umumnya, Yesus juga melalui proses itu.

    63. YESUS DISERAHKAN KEPADA TUHAN


    “Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkannya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah.” (Lukas 2:22-23).

    Menurut Alkitab setiap anak lak-laki harus ditahirkan (disucikan) sesuai Hukum Taurat Musa, tanpa terkecuali Yesus juga harus mengikuti hukum Taurat Musa untuk disucikan dan dikuduskan oleh Tuhan. Jika Yesus Tuhan, haruskah Tuhan disucikan dan dikuduskan lagi? Jika Yesus adalah Tuhan, tentunya ia sendiri Yang Maha Suci dan Maha Kudus itu. Timbul pertanyaan, perlukah Tuhan mensucikan Tuhan?
    • Setiap yang diserahkan untuk ditahirkan (disucikan) kepada Tuhan pasti bukan Tuhan. Dan Yesus diserahkan untuk ditahirkan (disucikan) kepada Tuhan.
    • Setiap yang dikuduskan oleh Tuhan pasti bukan Tuhan. Dan Yesus dikuduskan oleh Tuhan.

    64. YESUS JUGA DIPANGGIL 'ANAK' OLEH KEDUA ORANG TUANYA


    “Dan ketika orang tuanya melihat dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibunya kepadanya: “Nak, mengapa kamu berbuat demikian terhadap kami? Bapamu dan aku cemas mencari Engkau.” (Lukas 2:48).

    Seperti dijelaskan sebelumnya, yang paling mengetahui siapa anaknya tentu adalah ibu yang melahirkannya. Ayah dan Ibu Yesus memanggilnya dengan sebutan “nak”. Ini menunjukkan bahwa Yesus adalah anak mereka, anak manusia, bukan anak Tuhan, apalagi Tuhan itu sendiri. Sangat tidak masuk akal jika Tuhan mempunyai orang tua, ibu dan ayah. Buktinya tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab yang menggambarkan ayah dan ibu Yesus pernah menyembah anaknya sendiri sebagaimana layaknya manusia menyembah Tuhan. Dan tidak pernah sekalipun ayah ibunya memberikan kesaksian kepada umat manusia pada saat itu bahwa anak mereka yang bernama Yesus adalah Allah atau Tuhan semesta alam yang harus disembah oleh semua manusia karena ia adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Jika ayah ibunya pernah mengatakan hal itu, tentu saja para penulis injil akan mengabadikannya di dalam kitab-kitab injil.
    • Setiap manusia yang disebut “anak” oleh manusia pasti bukan Tuhan. Dan Yesus dipanggil “nak” oleh kedua orang tuanya yang manusia.

    65. YESUS DIASUH OLEH IBUNYA DAN SEMAKIN BESAR SEMAKIN DIKASIHI OLEH ALLAH DAN MANUSIA


    “Lalu Ia pulang bersama-sama dengan mereka ke Nazaret; dan ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara di dalam hatinya. (52) dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” (Lukas 2:51-52)

    Ayat di atas mengisahkan tentang apa yang dilakukan oleh Yesus ketika ia berumur dua belas tahun dan sudah mulai berdakwah. Karena Yesus sering pergi tanpa setahu orang tuanya, maka cemaslah orang tuanya mencari-cari. Setelah ditemukan, mereka membawa anak itu, atau Yesus, yang masih berumur dua belas tahun pulang.

    Yesus diasuh oleh orang tuanya dan semakin bertambah besar semakin dikasihi oleh Tuhan, juga oleh orang-orang di sekelilingnya. Jika Yesus Tuhan, bagaimana mungkin selama berpuluh tahun sejak dilahirkan sampai dewasa Tuhan diasuh oleh manusia? Kalaupun benar Yesus adalah Tuhan, maka tentunya orang pertama yang paling mengetahui hal itu adalah ibu yang telah mengandung, melahirkan dan membesarkannya.
    • Setiap yang memerlukan waktu untuk tumbuh menjadi besar pasti bukan Tuhan. Dan Yesus melalui proses itu.
    • Setiap yang semakin dikasihi oleh Tuhan pasti bukan Tahun. Dan Yesus memerlukan waktu untuk mendapatkan itu.

    66. YESUS MEMULAI 'PEKERJAANNYA' PADA USIA TIGAPULUH TAHUN


    “Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli.” (Lukas 3:23).

    Ayat tersebut menceritakan tentang silsilah Yesus yang memulai pekerjaannya ketika berumur kira-kira tiga puluh tahun. Jika Yesus Tuhan, bagaimana nasib manusia dan alam semesta sebelum itu jika Tuhan sendiri baru mulai bekerja ketika berumur kira-kira tiga puluh tahun?

    Tentu menjadi pertanyaan, sebelum berumur tiga puluh tahun, apa saja yang dikerjakannya? Di dalam Alkitab disebutkan bahwa Yesus mulai berdakwah pada usia dua belas tahun, akan tetapi selama tujuh belas sampai delapan belas tahun setelah itu tidak ada riwayat apapun tentangnya dalam Alkitab. Cerita tentang dirinya baru muncul kembali setelah ia berusia tiga puluh tahun, saat mana dikisahkan ia memulai pekerjaannya.

    Lebih aneh lagi, bagaimana penulis Alkitab menulis “menurut anggapan orang” ia adalah anak Yusuf, anak Eli …” Apakah benar ayat tersebut merupakan firman Tuhan? Jika merupakan firman, tentu Tuhan tidak perlu menyebutkan wahyu-Nya berdasarkan “menurut anggapan orang”. Kalaupun (mungkin) di belakang kalimat itu masih ada kata-kata lain (yang tidak tertulis, tapi dimaksudkan untuk mengatakan): ".... padahal ia adalah anak Tuhan", tidakkah ini menimbulkan kesan bahwa Tuhan tidak serius, bahkan 'bercanda' dengan mengajak manusia 'bermain' petak umpet untuk menjelaskan eksistensi-Nya?
    • Setiap yang memulai pekerjaannya pada usia 30 tahun pasti bukan Tuhan. Dan Yesus memulai pekerjaannya saat ia berusia 30 tahun.
    • Setiap yang keberadaannya “menurut anggapan orang” pasti bukan Tuhan. Dan silsilah Yesus disebut-sebut berdasarkan “menurut anggapan orang.”

    67. YESUS DIBAWA OLEH ROH KUDUS KE GURUN UNTUK DICOBAI OLEH IBLIS


    “Yesus yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai iblis. Selama disitu ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu ia lapar." (Lukas 4:2)

    Dikisahkan dalam ayat tersebut bahwa Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Selama dicoba, Yesus berpuasa empat puluh hari tidak makan dan tidak minum, setelah itu barulah Yesus merasa lapar. Jika Yesus Tuhan dan Roh Kudus juga Tuhan, ini berarti Tuhan dibawa oleh Tuhan. Lebih aneh lagi, Tuhan dicobai oleh Iblis? Mestinya Tuhan yang mencobai Iblis, bukan sebaliknya. Dan masih ada lagi; jika Yesus Tuhan, mustahil ia merasakan lapar.
    • Setiap yang dapat dibawa oleh Roh Kudus pasti bukan Tuhan. Dan Yesus dibawa oleh Roh Kudus.
    • Setiap yang dicoba oleh Iblis pasti bukan Tuhan. Dan Yesus dicobai oleh Iblis.
    • Setiap yang merasakan lapar pasti bukan Tuhan. Dan Yesus merasa lapar.

    68. ROH TUHAN ADA PADA YESUS YANG MENGAKU SEBAGAI UTUSAN TUHAN


    “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan Ia telah mengutus Aku.” (Lukas 4:18).

    Ayat ini sekan-akan merupakan ucapan Yesus sendiri yang mengatakan bahwa Roh Tuhan ada dalam dirinya, dan katanya lagi bahwa Tuhan telah mengurapinya. Padahal ayat tersebut sebenarnya bukan ucapan Yesus, tetapi tulisan yang dibacakan dalam kitab Nabi Yesaya 61:1 dan sama sekali bukan ditujukan kepada dirinya. Perhatikan bunyi kitab Yesaya 61:1 sebagai berikut:

    “Roh Tuhan Allah ada padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara ….. "

    Kata-kata “pada-Ku” dan “Aku” dalam injil Lukas 4:18 menggunakan huruf capital, adalah kata ganti untuk pribadi Yesus. Sementara kata-kata “padaku” dan "aku" dalam kitab Yesaya 61:1 menggunakan huruf kecil dan bukan ditujukan kepada Yesus (sebab saat itu Yesus belum lahir).

    Kendati demikian, seandainya pun injil Lukas 4:18 tersebut ditujukan kepada Yesus, maka kesimpulannya adalah sebagai berikut:
    • Setiap yang diberi Roh oleh Tuhan pasti bukan Tuhan. Dan Yesus diberi Roh oleh Tuhan.
    • Setiap yang diurapi oleh Tuhan pasti bukan Tuhan. Dan dalam hal ini Yesus mengaku diurapi oleh Tuhan.
    • Setiap yang diutus oleh Tuhan pasti bukan Tuhan. Dan Yesus bersaksi bahwa ia diutus oleh Tuhan.

    69. YESUS ORANG NAZARET YANG KUDUS DARI ALLAH


    “Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: ”Hai Engkau, Yesus orang nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” (Lukas 4:33-34).

    Manusia jaman dahulu yang hidup sezaman dengan Yesus tahu bahwa Yesus bukan Tuhan. Orang yang kerasukan setan - atau setan itu sendiri - tahu bahwa Yesus bukan Tuhan, melainkan orang yang berasal dari Nazaret dan orang kudus yang datang (diutus) oleh Allah. Jika mereka tahu Yesus adalah Tuhan, tentu teriakan mereka akan berbunyi, “Hai Engkau Tuhan, Engkau adalah Tuhan kami!”
    • Setiap orang yang berasal dari suatu tempat di bumi pasti bukan Tuhan. Dan Yesus berasal dari Nazaret.
    • Setiap orang kudus yang datang dari Tuhan pasti bukan Tuhan. Dan Yesus disebut sebagai orang kudus yang datang dari Tuhan.

    70. YESUS BERSAMA IBU DAN SAUDARA KANDUNGNYA


    “Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kapada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Orang memberitahukan kepada-Nya: “Ibu-Mu dan saudara-saudar-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.” Tetapi ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya." (Lukas 8:19-21)

    Ayat ini menceritakan bahwa ibu dan saudara-saudara Yesus sedang mencarinya. Setelah menemukan di mana ia berada, seseorang memberitahukan kepada Yesus bahwa ibu dan saudara-saudaranya ingin bertemu dengannya. Tetapi Yesus menjawab pada orang tersebut bahwa “Ibuku dan saudara-saudaraku ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.” Jawaban Yesus ini sama sekali tidak mencerminkan dirinya sebagai seorang anak yang shalih. Ucapannya itu sangat merendahkan martabat ibu dan saudara-saudaranya. Hal ini dapat diartikan bahwa Yesus mengatakan ibu dan saudara-saudaranya bukan orang-orang yang mendengar dan melakukan perintah Allah, atau dengan kata lain, Ibu dan saudara-saudaranya tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang taat pada Allah. Benarkah? Coba perhatikan lagi bagaimana riwayat penciptaan Yesus!
    • Setiap yang mempunyai ibu dan saudara-saudara kandung pasti bukan Tuhan. Dan Yesus mempunyai keduanya.
    Jika di dalam Injil, kitab ajaran Yesus sendiri, ia digambarkan melecehkan dan merendahkan derajat ibunya, di dalam kitab suci Al Qur’an Yesus atau Nabi Isa alaihissalam justru digambarkan sangat taat dan memuliakan orang tuanya. Hal itu dapat ditemui dalam Al-Qur’an surah Maryam ayat 31-32 sebagai berikut:

    “Dan dia menjadikan aku seorang yang diberkati dimana saja aku berada. Dan Dia memerintahkan aku salat dan zakat selama aku hidup, dan berbuat baik kepada ibuku dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.” (QS. Maryam[19]: 31-32)

    Lebih jauh lagi, di dalam Injil tidak ada satu pun bab yang oleh para penulisnya diberi nama Maryam atau Maria, Ibunda Yesus. Sementara di dalam kitab suci Al-Quran, dari 114 surah yang hanya 9 surah di antaranya disebut Allah dengan nama manusia, ada 1 surah, yakni surah ke-19 dikenal luas dengan nama surah Maryam. Sebuah bentuk penghormatan Allah kepada seorang Ibu yang telah mengandung, melahirkan, dan membesarkan salahsatu Rasul pilihan-Nya.

    Timbul pertanyaan, kitab suci manakah yang lebih memuliakan Yesus dan ibunya, Injil atau Al-Qur'an? (Bersambung)




    Anda sedang membaca serial Ketuhanan Yesus Menurut Injil dan Al-Quran Bagian 7
    Simak juga Bagian:

    1    2    3    4    5    6    7    8    9    10 



    Contact Form

    Name

    Email *

    Message *