Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Isa Dan Islam. Show all posts
Showing posts with label Isa Dan Islam. Show all posts

Wednesday, January 11, 2017

Buat Admins Situs "Isa Dan Islam" CS Wednesday, January 11, 2017

Tulisan serupa ini pernah saya sampaikan kepada seorang misionaris Kristen kenalan saya yang amat rajin mengutil terjemah Indonesia, saya ulangi; terjemah Indonesia ayat-ayat Al-Quran, ayat-ayat Hadits, dan kajian-kajian tafsir dari keduanya yang dia maknai sesui selera sendiri dalam upayanya untuk menunjukkan kepada pembaca bahwa doktrin ketuhanan Isa Almasih, atau yang diberi nama Yunani Yesus Kristus oleh para bapa gereja mereka, sejatinya sejalan dan diakui sebagai "ajaran yang benar" oleh Al-Quran dan hadits. 

Lucu memang!
Karena terlepas seberapa keraspun usaha para misionaris kristen yang coba memplesetkan ajaran Islam dalam upaya mereka menjajakan dogma nyeleneh paganisme Kristen ke tengah-tengah komunitas Islam -- agar umat Islam murtad menjadi kafir; beralih iman dari penyembah Allah SWT semata menjadi menyembah utusan-Nya -- sejak "pada mulanya" sudah sangat jelas tertolak, sebab ajaran Islam tidak akan pernah dapat menerima dalih apapun yang mereka gunakan untuk menjustifikasi klaim ngawur Kristen bahwa nabi Isa Almasih adalah tuhan!

Perhatikan usaha yang sama, misalnya saja oleh situs-situs web berlabel Isa dan Islam, Isa dan Al-Quran, Isa dan Al-Fatihah dan situs-situs sejenis yang demikian getol memplesetkan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits dalam upaya mereka menjajakan "ajaran kasih" yang sebenarnya sangat patut untuk dikasihani ini.

Berikut ini adalah pesan moral saya khusus untuk para admin situs-situs dimaksud. 

Adik-adik admins,
Karena nampaknya kalian masih belum sadar juga bahwa segala upaya kalian selama ini yang sibuk mengutak-atik terjemah Al-Quran sebetulnya cuma pekerjaan yang sia-sia, maka demi ilmu, ada baiknya kubocorkan sedikit rahasia pada kalian.

Ketahuilah, bahwa setidaknya ada 20 s.d 30 cabang ilmu yang harus dikuasai oleh seseorang bila ia sungguh-sunguh ingin memahami Al-Quran apalagi bila berniat pula untuk menyampaikannya kepada orang lain secara baik dan benar. 

Catat yang ini dulu: 
SECARA BAIK DAN BENAR!
BUKAN secara AMBURADUL DAN SUDAH PASTI SALAH!

Nah, cabang-cabang ilmu itu antara lain adalah:

1. Mawathin Al-Nuzul,
2. Tawarikh Al-Nuzul,
3. Asbab Al-Nuzul,
4. Lughat,
5. Nahwu,
6. Shorof
7. Ishtiqaq,
8. Ma'ani,
9. Bayaan,
10. Badi' Balaghah, 
11. Qira'at & Tajwid
12. Aqa'id,
13. Ushul Fiqh,
14. Fiqh,
15. Gharib Al-Quran,
16. I'rabil Qur'an,
17. Wujuh wa Al-Nazhair,
18. Ma'rifat Al-Muhkam wa Al-Mutasyabih,
19. Al-Nasikh wa Al-Mansukh,
20. Bada'i Al-Quran,
21. I'daza Al-Quran,
22. Tanasub Al-Quran,
23. Aqsam Al-Quran,
24. Amtsal Al-Quran,
25. Jidal Al-Quran,
26. Adab Al-Tilawah Al-Quran.

Tanpa pemahaman yang cukup tentang cabang-cabang ilmu di atas, maka menjadi mustahil bagi siapapun untuk bicara, apalagi sampai seenak jidat sendiri mengartikan ayat-ayat suci Al-Quran dan menyampaikannya kepada orang lain sambil mengira bahwa semua ocehannya itu benar!

Artinya, jangan pernah berharap orang lain, khususnya muslim yang faham Adab Al-Tilawah Al-Quran, akan menerima, mengamini, apalagi sampai mengimani segala interpretasi ngawur kalian tentang ayat-ayat suci Al-Quran yang kalian pikir sudah kalian mengerti, sementara bisa dipastikan bahwa sesungguhnya kalian sama sekali tidak tahu apapun tentang ilmu-ilmu di atas! 

Mau bukti?
Cuma sebagai indikator saja, coba kalian jawab untuk diri sendiri sajalah dulu; cabang ilmu mana dari yang 26 itu yang kalian pikir sudah kalian fahami? 

Tak satupun, bukan? 
Nah, itulah alasan teratas, selain tentunya masih ada sederet alasan lain yang menjadi sebab kenapa semua copasan terjemah hasil comot sana comot sini yang kalian pikir "powerful" untuk bicara lantang tentang ayat-ayat Al-Quran itu langsung kena stempel ANALISIS TELEK! 

Kenapa?
Karena "KOSONG" dik!

Segala kicauan yang kalian pikir benar itu, seluruh kebenarannya cuma ada dalam angan-angan kalian sendiri saja, sedangkan kebenarannya yang hakiki hanya bisa sama-sama kita buktikan bila berpijak pada platform yang haq -- yaitu ilmu -- bukan yang bathil, seperti nafsu masturbasi rohani kalian yang terus berkobar untuk mengajak sebanyak-banyaknya manusia menuju neraka!

Kalian tahu kenapa nama-nama cabang ilmu itu dilafadzkan dalam bahasa Arab dan apa arti masing-masing sebutanya? 

Tidak juga, bukan?
Nah, bertanyalah pada guru atau ustadz yang lebih paham akan ilmu-ilmu tsb!

Walau sambil lalu, sebenarnya diam-diam aku juga memperhatikan bagaimana sibuknya kalian meributkan soal "tafsir", 'asbabun nuzul", bahkan secara sembrono berani "menjual" nama-nama mufassir kondang yang kalian kutip terjemah tulisannya seolah-olah cuma kalian saja manusia di dunia ini yang faham betul apa yang mereka tulis.

Dengan itu pula tiap kali tulisan kalian ditertawai, maka kalian akan menuding muslim manapun yang mentertawainya sedang mentertawai para mufassir yang dimuliakan oleh umumnya umat Islam itu.

Ketahuilah dik, semua muslim yang ikut baca bisa langsung tahu bahwa justru dengan begitu sebetulnya semakin memperlihatkan bukti bahwa kalian sama sekali tidak tahu apa-apa tentang tafsir, apalagi asbabun nuzul, termasuk tentu saja siapa, latar belakang, dan bagaimana metode tafsir masing-masing mufasir yang meriwayatkan berbagai tafsir Al-Quran yang kalian sebut-sebut namanya itu, selain FAKTA, bahwa gaya sotoy kalian itu tidak banyak berbeda dengan anjing yang lehernya terikat tapi ribut menggonggong setiap orang yang lalu lalang di depan rumah majikannya!

Berapa kali sudah kalian diberitahu, bahwa tidak ada yang salah dengan tafsir mereka, tapi interpretasi sinting kalian yang coba mempelesetkan tafsir-tafsir mereka sesuai selera doktrin bodoh kristenlah yang salah?! 

Tahukah kalian apa sebetulnya arti "tafsir" yang kulihat sering ditanyakan oleh para pembaca muslim tapi tak pernah kalian jawab dengan benar? 

Atau pernahkah kalian berfikir kira-kira serumit apa sebenarnya "ilmu tafsir" yang pada waktu-waktu tertentu biasanya dipelajari dan dikaji secara amat serius di lingkungan terbatas, semisal oleh para santri dan ustadz mereka dengan kiyai sepuh di pondok-pondok pesantren? 

Tidak juga, bukan?
Jadi, ketika kalian pikir kalian sedang lebay bicara tentang terjemah ayat-ayat Al-Quran kepada umat Islam, maka hal pertama yang harus kalian sadari sepenuhnya adalah bahwa terjemah Al-Quran BUKAN Al-Quran, dik!

Artinya, jika kalian pikir kalian sedang berbicara tentang Al-Quran apalagi secara maknawi, maka yang sebetulnya terjadi adalah kalian sedang mengigau!
Terjemah Al-Quran, atau disebut juga Ta'wil, tidak memerlukan ilmu dik!

Digital robotic modules bernama "google translate" pun mampu melakukannya. Apalagi kafir harbi dengan nafsu masturbasi rohani berkobar-kobar seperti kalian?
Tapi pernahkah terpikir oleh kalian bahwa jangankan menafsirkan Al-Quran, membaca tafsir Al-Quran pun sebenarnmya memerlukan ilmu. Sedangkan ilmu tafsir Al-Quran bukan hal sederhana yang dapat dikuasai oleh siapa saja cukup dengan copas sana copas sini, terutama oleh kalian yang sejak dulu sudah dikenal cuma sekumpulan salesmen produk kadaluwarsa berlabel "ajaran Kasih" yang sangat patut untuk dikasihani saking menyedihkannya. 

Kita sama-sama tahu bahwa dalam Kristen tidak ada yang namanya "ilmu tafsir" seperti dan sebaik yang diajarkan dalam Islam, kecuali suka-suka saja mengartikan setiap ayat alkitab sesuai selera sendiri. Sebut saja misalnya situs rujukan utama kalian; "SARAPAN PAGI ROTI JELAI BUNDAR". 

Walau para admins atau pengasuhnya berlindung di balik istilah-istilah keren semisal eksegesse atau hermeneutika, atau entah istilah keren apa lagi yang mereka gadang-gadang, tetap saja tulisan mereka cuma berbasis pada interpretasi individual, bahkan cenderung ngarang bebas demi pembenaran untuk banyak hal yang tidak benar dalam doktrin kristen! 

Tidak sedikit tulisan mereka yang bersifat tidak universal sehingga tidak selalu "gathuk" dengan pemahaman individu-individu lain, bahkan di lingkungan kristen sendiri, terutama dengan interpretasi mereka yang berposisi sebagai rohaniwan gereja dari setidaknya 300 denominasi kristen yang tersebar di seluruh Indonesia, apalagi jika disodorkan pada rohaniawan gereja lebih dari 34.000 denominasi kristen yang tersebar di seluruh dunia!
Makanya perdebatan tentang teologi kristen akan terus berulang seperti KASET RUSAK dengan topik CENDOL BASI yang itu ke itu juga -- dan tidak pernah ada habisnya -- karena untuk SATU PERTANYAAN tentang iman kristen saja misalnya, akan dijawab dengan 10 atau 20 jawaban berbeda dari 10 atau 20 jemaat kristen dari denominasi yang berbeda!

Tidak demikian halnya dengan 10 atau 20 pertanyaan tentang iman Islam. Mau berapa banyakpun yang menjawab, pada prinsipnya mereka akan memberikan SATU jawaban yang SAMA untuk setiap pertanyaan!
Nah, kalian lihat sendiri bukan, betapa jauh bedanya doktrin Kristen yang semrawut dan melawan akal dengan ajaran Islam yang logis dan sangat masuk akal sehingga kami selalu punya jawaban yang stereotype untuk semua upaya plesetan kalian terhadap berbagai isu terkait ajaran Islam? 

Jadi, coba saja kalian pikirkan sendiri baik-baik deh, bagaimana mungkin ajaran tauhid yang sejatinya berasal dari SATU orang guru bernama Isa Almasih -- setelah diobok-obok oleh manusia yang tidak jelas asal-usulnya tapi kemudian mengaku-ngaku sebagai "rasul" bernama Paulus -- di kemudian hari bisa diinterpretasikan secara suka-suka oleh pengikutnya sampai mencapai RIBUAN cara, bahkan sampai melahirkan RIBUAN sekte yang berbeda-beda dan saling membidatkan pula? 
Memangnya ada berapa ribu cara bertuhan sih yang diajarkan oleh Isa Almasih yang kalian sebut sebagai Yesus Kristus? 

Kitab kalian sendiri menjelaskan cuma SATU cara, dik!
SEMBAHLAH TUHAN ALLAH SAJA. TIDAK ADA TUHAN YANG LAIN KECUALI ALLAH!
Jadi, analogi sederhananya begini:
Jika seorang guru, kuulangi; SEORANG GURU, menjadi wali kelas dari 50 orang murid, lalu ketika tiba saatnya ujian akhir ternyata tak seorang muridpun yang menjawab soalan dari sang guru sesuai dengan apa yang diajarkannya, maka kalian pikir apa yang akan terjadi pada ke-50 murid itu? SUDAH PASTI SEMUANYA TIDAK LULUS! 

Nah, begitulah kalian!
Sadar atau tidak, sebetulnya kalian mengimani dan mempraktekkan ajaran yang menyimpang jauh dari ajaran asli Yesus akibat bercampurnya ajaran yang haq dengan yang bathil gara-gara ulah Paulus!

Cilakanya, rata-rata kalian lebih mengimani segala yang diajarkan oleh Paulus dan seluruh kroninya ketimbang ajaran yang berasal dari langit seperti yang diajarkan oleh Yesus Kristus sendiri! 

Akibatnya, tidak akan jauh berbeda dengan nasib ke-50 murid tadi; kelak saat mati, maka tidak satupun dari kalian yang akan diluluskan oleh Yesus untuk memasuki kerajaan langit! Percayalah!

Tentang ini dalam kitab kalian sendiri sudah sangat jelas ditegaskan oleh Tuhannya Yesus sejak jaman purbakala dulu!
Lihat lagi, 


Lalu berbekal amburadulnya konsep, atau memahami ayat-ayat Tuhan dalam bibel yang kalian beri nama alkitab -- yang sudah diobok-obok seperti di atas -- maka dengan cara mengemis, comot sana sini beberapa terjemah tafsir Al-Quran dari para mufassir sohor, kemudian seenak jidat pula mengartikan ayat-ayat tsb sesuai selera kristen, kalian coba menjustifikasi iman ngawur Kristen pada umat Islam bahwa tafsir-tafsir Al-Quran tsb mebenarkan semua doktrin pokok kristen? 

Duh! Kalau kata siswa Sekolah Minggu GMDKK sih; mimpi kalian terlalu tinggi, dik! 
Ajaran Islam tidak demikian adik-adik admins!
Islam adalah ajaran dari langit tentang KETERATURAN. Karenanya jangan heran jika segala sesuatu dalam Islam ada aturannya. Sebut saja misalnya hal yang tidak pernah kalian mengerti; kenapa sampai-sampai untuk pipispun ada aturannya?!

Apalagi untuk bicara lantang tentang kandungan kitab suci Islam yang menjadi induk dari seluruh peraturan dan hukum-hukum positif yang berlaku dalam peradaban manusia, khususnya Islam, sejak jaman Nabi Muhammad saw sampai kiamat nanti?
Kalian pernah dengar kata "tafsir bil ma’tsur" dan hukum-hukumnya? 
Atau "tafsir bir Ro’yi" berikut hukum-hukumnya?

Tidak, bukan?

Kalian mengerti kenapa ada banyak metode tafsir Al-Quran yang wajib dipelajari oleh para sarjana Al-Quran di lembaga-lembaga Pendidikan Tinggi lslam jaman modern ini sebelum mereka dinyatakan lulus uji, agar selanjutnya tidak diragukan lagi oleh para mentornya untuk bicara tentang hakikat maknawi ayat-ayat Al-Quran kepada orang lain secara baik dan benar? Sebut saja sebagai indikator misalnya metode Tahlili, Ijmali, Muqarran, atau Maudhui.

Tidak mengerti juga, kan?

Dengan demikian, maka ini menjadi sangat penting bagi kalian dik! 
Tahukah kalian metode mana dari semua metode tafsir Al-Quran yang menurut para mufassir itu sendiri dianggap paling baik dan tinggi derajatnya dibandingkan dengan metode-metode lainnya! 

Tidak tahu juga, bukan?

Jadi, belajarlah lagi pada siapapun yang selama ini kalian anggap sebagai guru tentang Islam. Tanyakan padanya; kenapa Al-Quran disebut sebagai hudan-linnas dan hudan-lilmuttaqin?

Sayangnya, kalian memilih menjadi kafir harbi, sehingga dengan sendirinya tidak termasuk dalam kelompok manusia seperti yang dimaksud oleh kalimat "hudan-linnas dan hudan-lilmuttaqin."

Karena itu aku hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat betapa sibuknya kalian woro-woro di situs-situs web kalian mengklaim bahwa celotehan kalian yang berbasis terjemah Al-Quran dan tafsir dari para mufassir kondang dijawab ringan-ringan saja dalam banyak note yang kuberi judul; AL-QURAN MENJAWAB! 

Kenapa?
Catat juga yang satu ini ya?

Karena kalian terlalu bodoh mengira bahwa setiap penjelasan tentang Al-Quran dari seorang muslim yang seumur hidupnya wajib mempelajari Al-Quran harus berdasarkan tafsir Jalalain, atau Al-Maududi, atau Ibn kathir, atau Katadah, atau Ath-Tabhari atau nama-nama mufassir besar lainnya!

Jika Allah sudah jelas-jelas befirman dalam Al-Quran bahwa siapapun yang mengatakan, apalagi sampai meyakini -- dan celakanya, menyembah pula -- Nabi Isa Ibn Maryam sebagai Allah, adalah KAFIR, maka aku tidak perlu tafsir dari siapapun untuk menyatakan tanpa keraguan sedikitpun bahwa kalian, yang mati-matian cari pembenaran dari literatur Islam bahwa Isa Almasih yang kalian sebut sebagai Yesus dan kalian sembah itu adalah Allah, jelas adalah KAFIR! (lihat QS. 5:72

Jika Allah sudah berfirman dalam Al-Quran bahwa kitab-kitab terdahulu terlanjur dikotori oleh tangan-tangan jahil MANUSIA CELAKA dengan cara menuliskan ayat-ayat palsu yang mereka jadikan seolah-olah adalah firman Allah, maka aku tdak perlu tafsir dari siapapun untuk mengerti bahwa bundel buku tebal yang kalian klaim sebagai kitab-kitab terdahulu, kemudian kalian beri nama "Alkitab" itu sudah tidak asli lagi, dan para pemalsu ayat-ayat Allah di dalamnya adalah MANUSIA-MANUSIA CELAKA! (lihat QS. 2: 75 ; QS. 2: 79 ; QS. 5: 41

Jika Allah sudah berfirman dalam Al-Quran bahwa Al-Quran -- disebut juga Al-Furqan -- diturunkan-NYA antara lain untuk membenarkan kitab-kitab terdahulu, maka seorang Muslim tidak perlu tafsir dari siapapun untuk mengerti bahwa kitab-kitab terdahulu memang pernah diturunkan oleh Allah, dan Al-Quran adalah kitab yang datang kemudian untuk mengoreksi, membenarkan -- yang artinya adalah membuat yang salah menjadi benar -- segala kesalahan, kepalsuan dan berbagai penyelewengan lain yang dilakukan oleh manusia-manusia celaka tadi terhadap ayat-ayat kitab terdahulu. (lihat lagi QS. 2: 75; QS. 2: 79 ; QS. 5: 41  dan  QS 2: 41 ; 89, 97, 101 ; QS. 3: 3, 80 ; QS 4: 47 ; QS. 5: 48 ; QS. 10: 37 ; QS. 12: 111)

Kenapa Muslim tidak memerlukan tafsir dari nama-nama mufassir kondang yang selama ini kalian jadikan "tumbal" untuk membenarkan plesetan kalian terhadap ayat-ayat Al-Quran guna membenarkan kesalahan iman kristen menurut Al-Quran?

Karena Allah sendiri sudah menjelaskannya dengan terang benderang dalam firman-Nya terkait iman kristen kalian di dalam Al-Quran, dik! 

Tahukah kalian ayat favoritku sejak dulu? 
Silahkan lihat lagi QS. 10:100

Allah pasti akan melemparku dan semua umat Islam ke neraka jika kami tidak menggunakan seluruh kemampuan akal secara paripurna untuk belajar dari semua tanda-tanda kebesaran-NYA yang ada disekeliling kita, termasuk tentu saja dari ayat-ayat suci Al-Quran dan hadits-hadits yang disampaikan oleh penutup para Nabi dan Rasul-NYA!

Eloknya, Allah tidak cuma mengancam siapapun yang tidak mau menggunakan akalnya dengan baik, tapi sekaligus memberi manusia "tools" untuk mencerdaskan akalnya guna memahami kebenaran segala firman-NYA -- terutama untuk mereka yang bukan mufassir -- yaitu konsep BERPIKIR yang berpijak pada dalil Naqli dan Aqli.

Inipun, aku yakin kalian tidak tahu apa-apa tentangnya!
Nah, bagaimana mungkin kalian bisa demikian sinting menghayal sampai setinggi langit mengira pembaca tulisan-tulisan ngawur kalian akan percaya bahwa kalian lebih mengerti Al-Quran dan berbagai terjemah tafsirnya ketimbang umat Islam sendiri?
Makanya sudah lumayan lama kuberitahu bahwa sekalipun sudah bertahun-tahun ini kalian mengira diri sebagai misionaris handal -- dan buatku tidak penting-penting amat sebesar apapun nafsu masturbasi rohani kalian untuk memurtadkan umat Islam  -- sebetulnya kelas kalian cuma sebatas level anak-anak asuh poro pinisepuh Sekolah Minggu GMDKK yang baru belajar teotolologi kristen dik!
Dan pada kenyataannya, terlepas apapun dalih kalian, jangankan dengan menggunakan Al-Quran, menggunakan bibel sekalipun pun sudah terbukti para cantrik ini sangat mampu untuk mematahkan setiap bualan dalam tulisan kalian!

Lalu apa yang bisa kalian lakukan?
Tidak banyak kecuali blokir atau tidak meluluskan komentar mereka. 

Lagipula, dari sananya situs-situs kalian itu terbukti sangat membatasi komentar pembaca, misalnya dengan kuota hanya boleh menulis sekian kata saja, atau menetapkan syarat-syarat yang pada prinsipnya dimaksudkan sebagai usaha preventif dari serangan balik pembaca!

KUNO dik. 
BASI BANGET!

Lihatlah situs ini. Ruang komentar pembaca terbuka selebar-lebarnya bagi siapapun yang ingin mengomentari arsip artikelnya, dan lazimnya, akan ditanggapi bila memang dipandang layak untuk ditanggapi! 
Nah, beranikah kalian berdolah-dalih tentang ketuhanan Isa Almasih di sini bersama kami? Mari sama-sama kita buktikan pembenaran yang kalian yakini itu dengan kebenaran hakiki yang berasal dari langit!
Sampai di sini, karena sudah kusampaikan apa yang perlu kalian ketahui supaya selanjutnya performa kalian sedikit lebih cerdas, maka nasehatku untuk kalian adalah, PELAJARILAH ISLAM DENGAN BENAR, adik-adik admins!

BELAJARLAH seperti layaknya manusia yang punya akal dan pikiran sehat!
Tinggalkan segala kebodohan yang cuma pantas dimiliki oleh domba betulan yang tidak akan pernah mampu berpikir seperti manusia!

Okeh?

Jika masih tersisa bagian-bagian dari otak kalian yang bisa digunakan untuk berfikir tidak seperti berfikirnya domba betulan, maka kalian akan mengerti kenapa aku lebih memilih membuat blog ini daripada ikut mengomentari tulisan-tulisan di situs-situs web kalian .

Kenapa tidak di sana?
Karena selain sudah cape-cape menulis tapi ujungnya bakal kalian hapus, mengomentari tulisan kalian di sana itu sama saja artinya seperti membuang mutiara ke tumpukan kotoran ternak bernama babi dik!


So, SELAMAT BELAJAR LAGI, adik-adik admins!
Semoga cepat pinter, lalu sadar!

[Gus Mendem]

Saturday, November 19, 2016

Sekilas info Saturday, November 19, 2016


Mengikuti patron IDI sendiri, maka khusus untuk semua tulisan yang dmaksudkan sebagai tanggapan terhadap artikel-artikel plesetan produk mereka, penyebutan nama Yesus, atau Yesus Kristus (pbuh) praktis berganti menjadi Isa, atau Isa Almasih (as), atau dalam beberapa kasus boleh jadi disebut secara bersamaan.

Kendati mungkin hal ini akan membingungkan sebagian pembaca, baik Muslim maupun Kristen sendiri, namun pada prinsipnya penyebutan dimaksud sama sekali tidak merobah jatidiri sosok yang sama yang selama berabad-abad ini disebut dengan nama yang berbeda yaitu Isa Almasih (as) menurut Al-Quran dan Yesus Kristus (pbuh) menurut alkitab

Lebih detil tentang ini lihat penjelasannya di sini.
Demikian untuk dimaklumi.

Salam,
Gus Mendem



Monday, December 1, 2014

Tanggapan Artikel Isa Dan Islam Monday, December 1, 2014

Harap bersabar, LOADING ....



Daftar Artikel Isa Dan Islam

Sunday, December 18, 2011

Penolakan Tegas Islam Terhadap Segala Bentuk Sesembahan Selain Allah Sunday, December 18, 2011


Ayat-ayat Al-Qur'an berikut ini adalah ayat-ayat yang menunjukkan penolakan aqidah Islam terhadap segala bentuk pengakuan, atau pemaksaan pengakuan, bahwa ada objek atau sosok sesembahan selain Allah, termasuk di dalamnya ajaran yang mempertuhankan Yesus!

[QS. Al-An’aam(6):19] Katakanlah: "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?" Katakanlah: "Allah". Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Alquran ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang yang sampai Alquran (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?" Katakanlah: "Aku tidak mengakui." Katakanlah: "Sesungguhnya Dia Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)".

[QS. At-Taubah(9):31] Mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Almasih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

[QS. Al-Israa(17):42-43] Katakanlah: "Jikalau ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai 'Arsy". Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya.

[QS. Al-Anbiyaa(21):17-18] Sekiranya Kami hendak membuat suatu permainan (isteri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah Kami telah melakukannya). Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan apa yang kamu sifatkan (kepada Allah dengan sifat yang tidak layak bagi-Nya).

[QS. Al-Anbiyaa(21):21-24] Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang mati)? Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai 'Arsy dari apa yang mereka sifatkan. Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanya. Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya? Katakanlah: "Unjukkanlah hujjahmu!. (Alquran) ini adalah peringatan bagi orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang yang sebelumku". Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak, karena itu mereka berpaling.

[QS. Al-Mu'minuun(23):91] Tidaklah sekali-kali Allah mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada Tuhan beserta-Nya, tentu masing-masing Tuhan itu akan membawa makhluk yang dia ciptakan, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan,

[QS. Az-Zukhruf(43):81-85] Katakanlah, jika benar Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka aku (Muhammad) orang yang mula-mula memuliakan-(nya). Maha Suci Tuhan yang memiliki langit dan bumi, Tuhan yang memiliki 'Arsy, dari apa yang mereka sifatkan itu. Maka biarlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka. Dan Dia Tuhan (yang diibadahi) di langit dan Tuhan (yang diibadahi) di bumi dan Dia Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Dan Maha Suci Tuhan yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi-Nyalah pengetahuan tentang hari kiamat dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

[QS. Al-Baqarah(2):116] Mereka (orang-orang kafir) berkata: "Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.

[QS. An-Nisaa(4):171] Hai Ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Almasih; Isa putera Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan pada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Hal itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah milik-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.

[QS. Al-A’raaf (7):33] Katakanlah: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui."

[QS. Yunus(10):105-106] Dan (aku telah diperintah): "Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik. Dan janganlah kamu menyembah apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (demikian), maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim".

[QS. Al-Israa(17):22] Janganlah kamu adakan Tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah).

[QS. Asy-Syu'araa(26):213] Maka janganlah kamu menyeru Tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diazab.

[QS. Al Qashash(28):88] Dan janganlah kamu menyeru Tuhan yang lain di samping Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak diibadahi) kecuali Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

[QS. Adz-Dzaariyaat(51):51] Dan janganlah kamu mengadakan Tuhan yang lain di samping Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.

[QS. Al-Israa(17):39-40] Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan Tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah).{39}

Maka apakah patut Tuhan memilihkan bagimu anak-anak laki-laki sedang Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan di antara para malaikat?. Sesungguhnya kamu benar-benar mengucapkan kata-kata yang besar (dosanya).

[QS. Al-Kahf(18):110] Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhanmu ialah Tuhan yang Esa". Siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia beramal saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".

[QS. Al-Anbiyaa(21):29] Dan siapa di antara mereka, mengatakan: "Sesungguhnya aku adalah Tuhan selain Allah", maka ia Kami balas dengan Jahanam, demikianlah Kami membalas orang-orang zalim.

[QS. Al-Mu'minuun(23):117] Dan siapa yang menyembah Tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.

[QS. Yunus(10):35] Katakan: "Adakah di antara sekutu-sekutumu yang menunjukkan kebenaran?" Katakanlah "Allah-lah yang menunjukkan kebenaran". Maka apakah yang menunjukkan kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk?. Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?

[QS. Ar-Ra'd(13):33-34] Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri atas apa yang ia perbuat (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)?. Mereka menjadikan sekutu bagi Allah. Katakanlah: "Sebutkanlah sifat-sifat mereka ". Atau apakah kamu hendak memberitakan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi, atau kamu mengatakan (tentang hal itu) sekadar perkataan pada lahirnya saja. Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan (oleh setan) memandang baik tipu daya mereka dan dihalanginya dari jalan (yang benar). Dan siapa yang disesatkan Allah, maka baginya tak ada seorangpun yang akan memberi petunjuk. Bagi mereka azab dalam kehidupan dunia dan sesungguhnya azab akhirat adalah lebih keras dan tak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah.

[QS. An-Nahl(16):73-76] Dan mereka menngabdi kepada selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberikan rezeki kepada mereka sedikit pun dari langit dan bumi, dan tidak berkuasa (sedikit pun). Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatupun dan seorang yang Kami beri rezeki yang baik dari Kami, lalu ia menafkahkan sebagian dari rezeki itu secara sembunyi dan secara terang-terangan, adakah mereka itu sama?. Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui. Dan Allah membuat (pula) perumpamaan: dua orang lelaki yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatupun dan ia menjadi beban atas penanggungnya, ke mana saja ia disuruh oleh penanggungnya itu, ia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikanpun. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan ia berada pula di atas jalan yang lurus?

[QS. An-Nahl(16):51] Dan Allah berfirman: "Janganlah kamu menyembah dua Tuhan; sesungguhnya Dialah Tuhan Yang Maha Esa, maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut".

LIHAT JUGA:
At Taubah [9]: 31, Al Anbiyaa' [21]: 43, Al Furqaan [25]: 42 – 43, 68, Ash Shaaffaat [37]: 86, Shaad [38]: 5, Az Zukhruf [43]: 45, Al Jaatsiyah [45]: 23, Qaaf [50]: 26.

SYIRIK ADALAH KEPERCAYAAN YAHUDI DAN KRISTEN
[QS. Al-Maaidah(5):17-18] Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Almasih putera Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Almasih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?" Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya." Katakanlah: "Maka mengapa Allah menyiksamu karena dosa-dosamu?" (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakan-Nya, Dia mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Dan kepada Allah kembali (segala sesuatu).

[QS. At-Taubah(9):30-35] Orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah," dan orang Nasrani berkata: "Almasih itu putera Allah". Demikianlah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu. Mereka dibinasakan (dilaknat) Allah, bagaimana mereka sampai berpaling? Mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Almasih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak diibadahi) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Alquran) dan agama yang benar untuk Dia menangkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani sungguh memakan harta orang dengan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka gembirakanlah mereka dengan siksa yang pedih, Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam Jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung, dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu."

[QS. Yunus(10):68-70] Mereka (orang Yahudi dan Nasrani) berkata: "Allah mempuyai anak". Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung". (Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat disebabkan kekafiran mereka.

[QS. Al-Israa(17):56-57] Katakanlah: "Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula memindahkannya." Mereka yang kamu seru itu sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.

Semoga ayat-ayat di atas dapat dijadikan rujukan untuk mengerti kenapa sesuai dengan ajaran nabi-nabi terdahulu -- termasuk ajaran Yesus sendiri -- umat Muhammad saw sama sekali tidak dapat menerima segala bentuk apologetika Kristen yang memaksakan pemahaman bahwa Tuhan Semesta Alam berbilang!


[Sumber: Eliza Ernawati]

Contact Form

Name

Email *

Message *