Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Hermeneulogika. Show all posts
Showing posts with label Hermeneulogika. Show all posts

Thursday, June 8, 2017

Cerita Yesus Tentang Orang-Orang Yang Menuhankannya Thursday, June 8, 2017


Suatu hari di teras Bait Suci ....

"Maukah kutunjukkan pada kalian bukti yang amat tegas menentang iman hampir seluruh pengikut Paulus bahwa tidak seperti yang mereka kira; sesungguhnya aku hanya seorang utusan Tuhan, bukan firman yang hidup, apalagi Tuhan itu sendiri?"

Mereka menjawab, "Ya, tunjukkan pada kami, Guru!"

Lalu Yesus membacakan apa yang dicatat oleh pengarang injil Yohanes dan dipercaya oleh seluruh pengikut Paulus sebagai benar-benar ucapan Yesus, begini:

"Dengarlah, hai Bani Israel! Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku." (Yohanes 12:49-50)

Seorang tua bertubuh kekar, tidak mengenakan tutup kepala, mungkin pemimpin di antara orang banyak itu yang kebetulan duduk bersila di belakang Yesus menukas;

"Ya, memang seperti itu yang seharusnya dipahami, Guru! Engkau adalah satu dari sekian nabi Allah yang pernah diutus kepada umat manusia untuk menunjukkan kepada kami jalan lurus menuju kerajaan Allah. Engkau dilahirkan secara ajaib di antara kami, sama seperti Musa yang secara ajaib dapat membelah laut untuk membawa nenek moyang kami kembali ke tanah ini sebagai bukti bahwa Engkau termasuk di antara utusan Allah yang terpilih untuk menunjukkan berbagai mukjizat-Nya kepada kami. Karena itu, tidak ada alasan bagi orang bebal sekalipun untuk meragukan segala firman Allah yang Engkau sampaikan kepada kami. Sedangkan kami mengerti bahwa semua itu semata-mata adalah demi keselamatan kami sendiri agar tidak tersesat seperti umat sebelum dan sesudah kami. Allah Mahakasih lagi Mahakuasa. Kekuasaannya sangat besar melampaui kuasa segala makhluk. Sedangkan kami semua tahu bahwa Engkau adalah putra Maria, anak manusia, yang sama lemahnya seperti kami. Mustahil Engkau adalah jelmaan Allah, apalagi Allah itu sendiri!"

Yesus tersenyum, dan sambil mengadahkan wajahnya ke langit kemudian berkata lirih;

"Segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." (Yohanes 17:8)

Di antara orang-orang yang duduk di baris depan dan mendengar ucapan Yesus itu bertanya heran;
"Ya, Rabbi, bagaimana mungkin ada manusia yang demikian bebal sehingga mengira dan percaya bahwa Engkau adalah Allah yang menjelma menjadi manusia?"

Sejurus Yesus memandang kumpulan orang-orang yang sedang duduk mengelilinginya di teras Bait Allah itu, lalu bertanya, "Kalian dengar pertanyaan yang diajukan oleh saudara kalian ini?"
Mereka menjawab serentak, "Ya! Kami mendengarnya!"

"Baiklah!" Yesus melanjutkan.
"Selama berabad-abad dan dari generasi ke generasi, dengan segala cara para rahib mereka terus menerus menanamkan ajaran aneh ini ke dalam kepala setiap pengikutnya bahwa Aku, Yeshohua putra Maria, adalah Tuhan. Dan yang paling kuat tertanam dalam benak mereka adalah bahwa Aku merupakan jelmaan dari firman Allah yang kemudian mereka anggap sebagai firman yang hidup. Dan karena Aku adalah firman Allah yang hidup dalam rupa manusia, maka mereka percaya bahwa Aku adalah bagian dari Allah yang entah bagaimana logikanya, pada akhirmya mereka anggap sebagai Allah itu sendiri!"

Tiba-tiba saja tedengar gemuruh tawa mendadak dari orang-orang yang sedang serius mendengarkan penjelasan Yesus ini. Bahkan ada di antaranya yang sampai terpingkal-pingkal sambil memegangi perut masing-masing!

Yesus mengangkat tangannya sebagai isyarat agar mereka tenang kembali, kemudian melanjutkan.

"Aku menyebut kata 'logika', sebab mekanisme berpikir itulah yang seharusnya mereka gunakan di jaman mereka guna memahami dengan benar salahsatu pesanku yang tercatat dalam kitab mereka Lukas 10:27 dan Matius 22:37. Di sana aku berpesan; kenali lebih dulu Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu agar kalian dapat mengasihi-Nya dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi pula. Tapi ternyata umat ini gagal menggunakan akal budi mereka sendiri untuk memahami pesan-pesan dan sedemikian banyak firman Allah yang telah kusampaikan seperti di antaranya yang kubacakan tadi."

Dari tengah kerumunan itu terdengar seorang berseru; "Jelaskan pada kami, Guru!"

Mendengar itu Yesus pun melangkah pelan ke tengah-tengah kumpulan orang banyak itu, mungkin agar apa yang ingin disampaikannya dapat didengar dengan baik oleh semua orang yang ada di sana. Dan apa yang kemudian dijelaskannya adalah sebuah alur berpikir sederhana yang sangat logik sehingga sungguh aneh jika ada manusia yang jika akalnya masih berfungsi dengan baik, akan menolak kebenarannya.

Begini penjelasannya:
"Catat baik-baik dalam ingatan kalian, dan sampaikan nanti seperti yang kukatakan ini kepada segenap anak-cucu kalian di rumah!"

Lalu, sambil menghela nafas panjang, ia melanjutkan.

"Perhatikanlah, meski sama-sama mengaku sebagai pengikutku, tapi ada perbedaan sangat mendasar antara kalian yang mempercayaiku sebagai seorang nabi Allah, dengan mereka yang menganggapku sebagai Allah. Mereka mengimani ajaran yang mengatakan bahwa Allah telah berinkarnasi menjadi diriku dan dengan demikian maka Aku adalah Allah dalam wujud manusia. Ini tidak dapat dibenarkan! Bukan saja karena hal seperti itu tidak pernah terlintas dalam pikiranku, apalagi sampai terucap dari mulutku, tetapi diam-diam pasti akal sehat mereka sendiri juga sesungguhnya tidak dapat menerima perkara ganjil ini! Jika benar Aku adalah firman Allah sekaligus sebagai jelmaan Allah, tentu saja Aku tidak perlu lagi berfirman pada diriku sendiri sebagaimana tercatat dalam Yohanes 12:49-50 yang kubacakan tadi bukan?"

Kembali terdengar gemuruh gelak tawa orang-orang yang mendengarkan penjelasan Yesus ini, dan di antara suara riuh rendah itu terdengar suara-suara yang berseru; "Ya! ..... Ya! ..... Engkau berkata benar, Guru!"

Sekali lagi Yesus mengangkat tangannya agar orang banyak itu kembali tenang sehingga ia dapat melanjutkan penjelasannya.

"Ajaran ganjil lain yang sebetulnya mereka pahami pada jaman mereka sebagai 'logical fallacy' tapi sangat erat hubungannya dengan kejahatan besar yang mereka lakukan, yakni melawan Allah dengan cara menuhankan diriku tadi, adalah tentang utusan. Kitab mereka, Matius 15:24, mencatat dengan terang benderang bahwa aku telah menyatakan diri sebagai utusan Allah, khusus kepada kalian, Bani Israel. Artinya mustahil Aku adalah Allah! Sebab jika benar Aku adalah Allah, tentu saja tidak perlu ada kata utusan di sana. Buat apa Aku mengaku sebagai utusan Allah jika Aku sendiri adalah Allah?"

Mendengar penjelasan ini, makin banyak suara-suara yang berseru;

"Ya! ..... Ya! ..... Engkau berkata benar, Guru!"

Dan Yesus pun melanjutkan penjelasannya,

"Perhatikanlah bagaimana seharusnya mereka memahami arti 'utusan' seperti tercatat dalam kitab mereka, Matius 10:5. Di sana dijelaskan bahwa Aku mengutus sahabat-sahabatku untuk pergi mengabarkan injil ke berbagai daerah permukiman bangsa kita, keduabelas suku bangsa Israel. Sementara mereka pergi ke tempat-tempat yang kutunjuk, Aku sendiri tetap berdiam di sini. Ini menjelaskan dengan sangat terang bahwa Aku sebagai pengutus dan mereka sebagai utusan adalah dua hal yang sangat berbeda. Mau dijelaskan sebaik apapun, tidak ada dalam bahasa manusia di manapun di belahan bumi ini yang menyatakan bahwa utusan sama artinya dengan pengutus!"

Hening sejenak, sebab setelah berkata demikian tiba-tiba saja pandangan Yesus terlihat menerawang jauh menembus tembok tebal Bait suci sekan-akan sedang membayangkan sesuatu yang luar biasa di luar sana, sampai orang tua yang pertama kali berkata tadi bertanya;

"Jika demikian halnya, apa yang kelak akan terjadi pada mereka, Guru?"

Yesus tersentak dari lamunannya kemudian berbalik ke arah si penanya dan berkata;

"Allah memandang perbuatan mereka sebagai kejahatan, sehingga pada saatnya nanti, sekalipun mereka meraung-raung memohon pertolonganku, aku sama sekali tidak dapat menolong mereka dari dahsyatnya pembalasan yang akan ditimpakan oleh Allah kepada mereka. Sedangkan tentang ini, ketahuilah! Sesungguhnya jauh-jauh hari aku telah memberi peringatan sebagaimana tercatat dalam kitab mereka, Matius 7:21-23, bahwa tidak seorangpun dari mereka yang selama hidupnya menuhankan Aku akan selamat dari kerasnya pembalasan Allah, satu-satunya Tuhan yang benar, akan tetapi telah mereka dustakan!"


[Sumber: Hermeneulogika Mendem]

Tuesday, October 25, 2016

Sepenggal Cerita Yesus Tentang Tuhan Tritunggal Tuesday, October 25, 2016


Suatu ketika, ...

"Maukah kalian kuberitahu bahwa injil mereka sendiri membuktikan bahwa ajaran tentang Tritunggal itu sebetulnya cuma dusta?" 

Para sahabat menjawab, "Ya, Rabi, ceritakan pada kami!" 

Dan sang Guru pun berujar, "Dalam kitab mereka yang diberi nama Markus, penulisnya mengutip perkataan yang konon katanya berasal dariku begini: 

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal." (Markus 3:28-29) 

Kemudian penulis kitab mereka yang lain, mengaku bernama Lukas, ikut pula mengutip ucapan yang sama dengan cara menjiplak dari Markus seperti ini:

Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. (Lukas 12:10) 

"Ini hanya satu dari banyak bukti lain dalam kitab mereka bahwa ajaran Tritunggal itu adalah dusta. Tahukah kalian mengapa aku berkata demikian?" 

Para sahabat menjawab, "Hanya Allah dan Utusan-Nya yang paling mengetahui, maka beritahu kami, ya, Rabi!" 

Sang Guru pun melanjutkan, "Karena imam-imam mereka mengajarkan bahwa Bapa, Aku, dan Roh Kudus adalah tiga oknum berbeda tapi satu hakekat. Mereka mengimani bahwa Aku adalah Bapa, Bapa adalah Roh Kudus, atau Roh Kudus adalah Bapa dan Bapa adalah Aku. Intinya, menurut imam-imam mereka aku adalah Tuhan!

Ini tentu akan sangat sulit untuk kalian fahami,  sebab aku sendiri pun tidak faham, sama dengan mereka sendiri yang juga tidak faham bagaimana menjelaskan tuhan Tritunggal ini, karena sudah terbukti belum ada seorang pun dari mereka yang dapat menjelaskannya kepada orang banyak kecuali secara taqlid buta mengimaninya begitu saja. 

Jadi, cukuplah kalian ingat bahwa mereka percaya tidak ada perbedaan sedikit pun antara Bapa, Aku, dan Roh Kudus. Sebab menurut mereka, derajatku sama tingginya dengan derajat Bapa dan derajat Roh Kudus yang dianggap sebagai kesatuan Tritunggal Yang Esa." 

Para sahabat berkata, "Selain mengatakan dirimu sebagai Tuhan dan meletakkan derajatmu sama tinggi dengan derajat Bapa dan derajat Roh Kudus adalah dusta yang nyata, maka dusta apa lagikah yang mereka lakukan, ya, Rabi?” 

[Matius 23:1] Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-muridnya, katanya:

“Markus dan Lukas dalam kitab mereka menuliskan bahwa semua dosa dan hujat anak manusia kepada siapa pun, termasuk kepada diriku dan kepada Bapa, akan diampuni kecuali, ingat, kecuali menghujat Roh Kudus. Dosa menghujat Roh Kudus tidak akan diampuni untuk selama-lamanya! 
"Akan tetapi jika mereka mempercayai bahwa Aku, Bapa, dan Roh Kudus adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan antara satu sama lain, mengapa hanya dosa menghujat Roh Kudus saja yang tidak diampuni? Bukankah menurut iman mereka sendiri sesungguhnya menghujat Aku dan menghujat Bapa sama saja artinya dengan menghujat Roh Kudus?" 
Dengan demikian, kitab mereka sendiri membuktikan secara terang benderang bahwa Tuhan Tritunggal itu tidak ada! Kitab mereka sendiri yang menunjukkan bukti bahwa Aku tidak sama dengan Bapa, Bapa tidak sama dengan Roh Kudus, demikian pula sebaliknya. 

Seperti kalian ketahui, sesungguhnya kami adalah tiga oknum yang terpisah. Aku hanya seorang Nabi, Roh Kudus hanya malaikat pengantar wahyu, sedangkan Bapa adalah Allah, satu-satunya Tuhan Semesta Alam yang sejati!” 

[Matius 26:1] Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya:

"Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa!" (Markus 12:29) 


[Sumber: Injil Markus, Lukas, dan Matius | Hermeneulogika Mendem]



Friday, April 8, 2016

Pesan sang Guru Friday, April 8, 2016


Menutup khutbahnya ......

"Tahukah kalian apa yang akan terjadi pada sebagian umat manusia sepeninggalku nanti?"

Para sahabat menjawab serentak, "Hanya Allah dan rasulnya yang lebih mengetahui. Beritahu kami, ya, Rabi!"

Maka sang guru pun berkata, 

"Dengarkan ini baik-baik ....... !!!
Kelak akan muncul di antara kalian orang-orang yang mengaku sebagai nabi, rasul, bahkan mesias dan mengaku-ngaku berbuat mukjizat atas namaku. Ingat! Atas namaku! (Matius 24:4-5)
Jangan kalian percaya itu!

Lebih jauh lagi, akan ada pula orang-orang di antara kalian yang memujaku melebihi pemujaan mereka kepada Allah Bapa, sehingga akhirnya menjadikan aku sebagai Tuhan menggantikan Allah Bapa! 

Ini adalah dosa yang nyata dan karenanya tidak boleh kalian percaya. Ujilah kebenaran segala sesuatu dengan segenap akal budi kalian sebagai Manusia. Bukan sebagai Domba!

Sedangkan demi memuaskan kehendak kedagingannya, pada suatu saat orang-orang ini akan berkonspirasi dan di antara hasil konspirasi mereka adalah kesepakatan untuk melantik diriku sebagai Tuhan di samping Allah Bapa dalam sebuah konsili di sebuah negeri bernama Turki yang jauh dari tanah lahir kita ini. 

Maka aku berkata kepadamu, ingatlah! Pelantikan itu sama artinya dengan pengakuan lain yang tidak mereka sadari, bahwa sebelum itu, mereka tahu sebenarnya Aku bukan Tuhan!
Mengerti maksudku?"

Para sahabat mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti.

Sang guru melanjutkan ....
"Padahal sesungguhnya mereka dapat membaca dalam kitab mereka sendiri, Malaeki 3:6. Sejak semula Allah Bapa telah berfirman bahwa DIA tidak akan pernah berobah menjadi apapun, apalagi menjadi makhluk rendah bernama manusia seperti kita! Kalian baca juga kitab mereka, Ibrani 13:8. Di sana tertulis bahwa aku, Yesus, akan tetap seperti aku, kemarin, hari ini, dan selamanya!

Ini adalah dalil absolut bahwa Allah Bapa tidak mungkin menjelma menjadi Aku, demikian pula sebaliknya, aku tidak akan pernah menjelma menjadi Allah Bapa!

Lalu jika mereka masih bertegar tengkuk mengatakan bahwa sejak lahir aku sudah menjadi Tuhan, maka pikirkanlah! Kenapa mereka harus menunggu sampai 325 tahun lamanya sebelum akhirnya membuat pernyataan tentang itu? Kalian tahu itu artinya apa?

Supaya kelak anak cucu kalian percaya bahwa Aku, Yesus Putra Maria, adalah Tuhan! Padahal itu tidak benar, sebab aku hanya seorang nabi yang diutus oleh satu-satunya Tuhan kita, yaitu Allah Bapa, untuk mengembalikan domba-domba Israel yang hilang agar kembali ke jalan yang benar! 

Bacalah apa yang sudah kusampaikan pada awal-awal khutbahku dalam kitab mereka, Matius 15:24.
Jadi, ingatkan anak cucu kalian supaya jangan sampai kelak menjadi umat yang tersesat karena mengimani fitnah ini sehingga selama-lamanya tidak akan pernah memasuki kerajaan Allah, tapi sebaliknya justru akan kekal menjadi penghuni neraka!

Sedangkan jika kalian percaya bahwa Aku adalah hakim yang adil, maka ketahuilah! Pada waktu itu Aku tidak dapat berbuat apa-apa untuk menolong mereka, sebab penghakimanku bukan dari diriku sendiri melainkan menuruti apa yang Allah Bapa perintahkan untuk kulaksanakan! (Yohanes 5:30)

Artinya, Aku pasti akan menolak orang-orang berdosa ini, terutama mereka yang menyeru-nyeru namaku dengan sebutan Tuhan!" (Matius 7:22-23)

Setelah berkata demikian, maka sambil beranjak berdiri, sang gurupun mengibaskan tangannya dengan lembut sebagai isyarat agar para sahabat membubarkan diri untuk kembali ke aktifitas sehari-hari masing-masing.

Ketika hendak meninggalkan tempat itu, seorang perempuan di antara para sahabat yang berjalan beriringan di depannya tiba-tiba berbalik kemudian datang mendekati sang guru dan bertanya, 

"Guru, bagaimana jika orang-orang itu berkata benar, bahwa engkau adalah Tuhan?"
Sang guru tersenyum lalu berkata, 

"Seumur hidupku, satu-satunya makhluk ciptaan Allah yang paling dekat denganku dan yang paling mengetahui segala hal tentang diriku adalah ibuku. Tanyakanlah kepada orang-orang itu, adakah mereka pernah mendengar sendiri atau menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri bahwa ibuku pernah menganggapku sebagai Tuhan? Engkau akan mendapati bahwa tidak ada satu katapun dalam kitab mereka yang menuliskan kesaksian ibuku bahwa aku, Yesus Putra Maria, sama seperti apa yang mereka khayalkan sendiri!"

Semoga tercerahkan!
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

[Sumber: Hermeneulogika Mendem]


Tuesday, November 8, 2011

Cerita Yesus Tentang Si Penghibur Tuesday, November 8, 2011


Berikut ini adalah kisah yang diriwayatkan oleh Yesus di hadapan murid-muridnya ketika meramalkan kedatangan 'Si Penghibur' yang tertulis di dalam alkitab:

YOHANES
14:25. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;  
14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.  
14:28. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapalebih besar daripada Aku.  
14:29 Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum ia terjadi, supaya kamu percaya, apabila ia terjadi.
14:30 Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku.
14:31 Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini."  

16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;  

LUKAS
24:48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini.  
24:49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."  

Umat Kristen berkeyakinan bahwa yang dimaksud dengan "Penghibur" dalam ayat-ayat Yohanes di atas adalah "Roh Kudus", salah satu unsur dari Trinitas. Mereka memahami ayat-ayat Yohanes di atas secara harfiah dan sepotong-sepotong oleh karena pola pikir mereka yang sudah terbius oleh "doktrin gereja".

Ayat-ayat Yohanes di atas tidak dapat ditafsirkan secara harfiah saja, tetapi harus ditafsirkan secara utuh dan menyeluruh, bahwa "Penghibur itu tidak akan datang" jika Yesus tidak pergi. Tetapi Penghibur itu akan datang "setelah Yesus pergi". Jika Penghibur itu datang, maka "ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman"!

Bahwa Penghibur itu juga "akan mengajarkan segala sesuatu dan akan mengingatkan akan semua yang telah dikatakan Yesus". Oleh karenanya, Yesus mengatakannya "sebelum ia terjadi, supaya percaya, apabila ia terjadi".

Adapun kata "Roh Kudus" sebagaimana tersebut dalam Yohanes 14:25 di atas, kemungkinan besar merupakan tambahan yang telah dilakukan oleh tokoh-tokoh Gereja Kristen Awal untuk memberikan persepsi bahwa seolah-olah Penghibur itu adalah Roh Kudus, meski hal ini sesungguhnya bertentangan dengan konsep Roh Kudus itu sendiri.

Lebih jelasnya perhatikan uraian di bawah ini.

Siapakah "Penghibur" yang dimaksud ayat-ayat di atas?

  • Lebih dari satu ayat Alkitab merujuk pada Roh Kudus yang telah hadir di dunia sejak zaman Raja Daud pada abad ke-11 dan 10 SM, serta menjadi sumber ilham dan wahyu Daud (Mazmur 51:11; Markus 12:36; Kisah Para Rasul 1:16; 4:25). 
  • Roh Kuduslah yang konon menjadi sumber wahyu Yesaya (Kisah Para Rasul 28:25). 
  • Roh Kuduslah yang konon pula mencerahkan seluruh bangsa Israel sebelum ramalan-ramalan Yesaya dalam Perjanjian Lama (Yesaya 63:10-11).
  • Roh Kuduslah yang katanya memberikan wahyu kepada Simeon di Yerusalem selama abad-abad pertama SM dan Masehi (Lukas 2:25-26).
  • Roh Kuduslah yang memberikan wahyu kepada Yohanes sang Pembaptis (Lukas 1:15). 
  • Roh Kuduslah yang memberikan wahyu kepada Elizabet, Ibu Yohanes sang Pembaptis (Lukas 1:41).
  • Roh Kuduslah yang memberi wahyu kepada Zakaria, ayah Yohanes sang Pembaptis (Lukas 1:67). 
  • Roh Kuduslah yang turun kepada Maria, ibu Yesus (Lukas 1:35). 
  • Roh Kuduslah yang memasukkan ilham dan wahyu ke dalam diri Yesus (Matius 1:20; 3:11; Markus 1:8; Lukas 3:16,22; 4:1; 10:21; Yohanes 1:33; Kisah Para Rasul 10:38).  

Jelasnya, Roh Kudus sudah bekerja di dunia umat manusia dengan melaksanakan perannya sebagai penyampai wahyu dan ilham, jauh sebelum peristiwa pengangkatan Yesus ke langit!

Oleh karena sudah ditunjukkan bahwa Roh Kudus telah hadir dan aktif di dunia, yakni telah diutus oleh Allah sebelum Yesus dilaporkan membicarakan sabda-sabda yang dikutip di atas, maka satu-satunya cara agar ayat-ayat di atas memiliki makna konseptual yang tepat adalah dengan menafsirkan "Penghibur" dan "Roh Kudus" sebagai dua entitas yang berbeda.

Siapakah yang dimaksud sebagai "Penghibur" itu?
"Janji dari Bapa" adalah sang "Penghibur". Sang Penghibur akan diilhami oleh, dan menerima wahyu dari Roh Kudus. Dan wahyu itu akan disampaikan padanya melalui "kekuasaan dari tempat tinggi". Sayangnya, para pengikut Yesus ketika itu mungkin mengalami kesulitan dalam mengenali sang Penghibur dan menerima ajaran-ajaran yang lebih berat lagi. Oleh karenanya, Yesus harus memperingatkan mereka tentang kedatangan sang Penghibur, yang juga akan menjadi "penguasa dunia ini". Saya mengusulkan kepada para pembaca Kristen bahwa satu-satunya pribadi setelah Yesus yang bahkan secara samar bisa cocok dengan identifikasi ini adalah Nabi Muhammad SAW.

Dalam hal ini, untuk kepentingan pembaca Kristen, mungkin sebaiknya dicatat bahwa ayat dalam Yohanes 14 menyatakan bahwa sang Penghibur adalah seseorang "yang dikirim Bapa dalam namaku"; dan Al-Qur'an berulang-ulang merujuk pada Yesus dan wahyu yang dikirimkan kepadanya (QS. 2:87,136,253; 3:45-59; 4:157-159,163,171-172; 5:17,46,72-75,78,110-118; 6:85; 9:30-31; 19:19-35,88,93; 21:91; 23:50; 33:7; 42:13; 43:57-65; 57:27; 61:6,14).

[QS. 2:87. Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Roh Kudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?]

[Sumber: Islam Menjawab Fitnah]

Thursday, August 11, 2011

Sorga Yang Dijanjikan Oleh Yesus Menurut Alkitab Thursday, August 11, 2011


Perhatikan baik-baik!
Pernahkah anda mendengar propaganda para misionaris yang mengatakan bahwa: Barangsiapa percaya akan Yesus kristus, maka ia akan masuk sorga?
Maksud dalam kalimat ini adalah, barangsiapa mengakui Yesus mati disalib untuk menebus dosa manusia, dan mengakui Yesus adalah Tuhan, maka ia akan masuk sorga. Atau tegasnya, barangsiapa bersedia dibaptis untuk menjadi pengikut Kristen, maka ia akan selamat dari segala resiko masuk neraka dan dijamin pasti masuk sorga.
Padahal sesungguhnya Yesus tidak pernah disalib, belum mati, dan tidak pernah menyebut dirinya adalah Tuhan. Ia justru berulangkali mengatakan bahwa "Aku adalah anak manusia yang diutus oleh Tuhan."
Dalil, atau ayat-ayat yang membuktikan ini ada berpuluh-puluh jumlahnya, baik di dalam Al-Qur'an maupun di dalam Alkitab sendiri. Tetapi untuk sementara waktu, mari kita kesampingkan dulu dalil atau ayat-ayat dimaksud, tapi mari kita sama-sama mencoba fokus pada 5 ayat dari Kitab Perjanjian Baru saja, yakni Kitab Wahyu Pasal 7 Ayat ke-4 sampai dengan ayat ke-8.

Alkitab menyebutkan bahwa kelak, pengikut Yesus yang masuk sorga hanya 144.000 orang, dan itupun hanya dari kalangan 12 suku bangsa Israel saja. Artinya, selain atas bangsa Israel, Yesus tidak akan bersedia mempertanggungjawabkan "hasil akhir" dari tugas-tugas kerasulannya kepada Tuhan. Demikian menurut Alkitab.

Merujuk angka 144.000 ini, timbul pertanyaan sangat serius di benak kita; bagaimana dengan nasib umat Kristen bukan bangsa Israel yang jumlahnya sedemikian banyak di muka bumi ini? Akankah mereka masuk sorga seperti apa yang mereka yakini selama ini?

Menurut Alkitab yang setidaknya mereka baca sekali dalam seminggu saat dibawa ke gereja itu, ternyata tidak ada satu pun ayat yang menyebutkan adanya pintu sorga bagi mereka! Sebab 12 pintu sorga yang dikisahkan di dalam Alkitab hanya diperuntukkan bagi 12 suku bangsa Israel saja. Bahkan di pintu-pintu itu telah tertulis dengan jelas nama-nama mereka. Lantas, bagaimana nasib pengikut Yesus yang bukan bangsa Israel tetapi, tentu saja, ingin masuk sorga juga?

YESUS HANYA UNTUK BANGSA ISRAEL
Al-Qur'an mengisahkan bahwa Nabi Isa alaihissalam, atau dalam konteks ini Yesus, pernah berkata kepada kaumnya:  " ... Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira ....... " (QS. Ash-Shaaf[61]:6)

Seruan Yesus ini tegas-tegas menjelaskan bahwa ia diutus oleh Allah Subhanahu Wata'ala hanya untuk bangsa Israel saja. Beliau tidak pernah menyeru, "Hai manusia," yang boleh diartikan sebagai seruan kepada seluruh umat manusia. Dan kisah dalam Al-Qur'an ini dibuktikan sendiri oleh fakta sejarah bahwa selama masa kerasulannya, pengikutnya hanya dari bangsa bangsa Israel saja. Tidak satupun pengikut beliau yang berasal dari bangsa-bangsa di luar bangsa Israel. Ajaibnya lagi, tidak hanya sejarah yang mendukung kisah dalam Al-Qur'an tersebut, tetapi banyak sekali ayat-ayat di dalam Alkitab sendiri yang menguatkannya. Yang pertama, perhatikanlah ayat ini:

Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." (Matius 15:24)

Tidak hanya itu, Alkitab juga mengisahkan bagaimana Yesus "menolak" mendo'akan orang-orang di luar bangsa Israel seperti di antaranya:

"Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan Kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu." (Yohanes 17:9)

Yang dimaksud dengan "mereka" pada ayat di atas tentunya cukup jelas, yaitu bangsa Israel. Sementara yang dimaksud dengan "dunia" tentu saja adalah bangsa-bangsa lain yang bukan bangsa Israel. Sebab sebagaimana disebutkan dalam Matius 15:24, tidaklah ia diutus oleh Allah kecuali hanya untuk "menyelamatkan" domba-domba yang tersesat dari kalangan bangsa Israel saja.

NUBUAT UNTUK BANGSA ISRAEL
Sebelum Yesus dilahirkan oleh Maria (Maryam), konon telah ada nubuat yang menyebutkan bahwa Maria akan melahirkan seorang anak laki-laki yang kelak akan menyelamatkan umatnya, yaitu bangsa Israel. Nubuat ini dapat kita jumpali di dalam Alkitab sebagai berikut:

"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Matius 15:24).

Menunjuk Matius 15:24 yang sudah demikian terang, maka yang dimaksud dengan "umat-Nya" di sini tentu saja adalah bangsa Israel. Bukan bangsa Romawi, Yunani, Eropa, Cina, Amerika, Arab, Indonesia, atau bangsa-bangsa lainnya di muka bumi ini.

HANYA 144.000 ORANG SAJA PENGIKUT YESUS YANG AKAN MASUK SORGA
Al-Qur'an menyebutkan bahwa bangsa Israel terdiri dari 12 suku: "Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar." (QS. [7]:160).

Dalam Alkitab juga disebutkan bahwa bangsa Israel terdiri dari 12 suku: "Itulah semuanya suku Israel, dua belas jumlahnya." (Kejadian 49:28).

Alkitab pun menyebutkan bahwa Yesus mengangkat 12 orang murid yang dipilihnya dari dua belas suku bangsa Israel guna membantunya menyebarkan ajaran Tauhid yang damanatkan oleh Allah kepadanya di tengah-tengah 12 suku bangsa Israel itu sendiri. Inilah nama keduabelas murid (yang dalam kepercayaan Kristem disebut rasul) itu: 

Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang di belakang hari ternyata berlaku khianat pada gurunya sendiri. (Matius 10:2-4)

Masih dari Alkitab, kita juga mengetahui bahwa sesungguhnya Yesus dan murid-muridnya hanya berdakwah di tengah-tengah 12 suku bangsa Israel saja. Yesus nyata-nyata melarang murid-nuridnya untuk berdakwah kepada bangsa-bangsa selain bangsa Israel. Perhatikanlah amanat Yesus kepada kedua belas orang muridnya itu:

"Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israil." (Matius 10:5-6)

Bahkan disebutkan juga di dalam Alkitab, ada nubuat yang mengindikasikan bahwa kelak setelah hari kiamat, atau pada hari penghakiman, keduabelas murid Yesus itu akan ikut bersamanya untuk menghakimi keduabelas suku bangsa Israel. Perhatikan ayat ini:

"Sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel." (Matius 19:28)

Sampai di sini, semakin bertambah jelas bagi kita bahwa tidak diragukan lagi bahwa pada hari pembalasan nanti niscaya Yesus akan kembali ke tengah-tengah umat manusia sebagai seorang hakim yang adil. Kendati demikian, jangan buru-buru bersukacita dulu. Sebab seperti apa yang disebutkan oleh Alkitab sendiri, kedatangan beliau kali ini bukan untuk menghakimi seluruh umat manusia, melainkan hanya 12 suku bangsa Israel saja!

Yesus tidak akan bertanggungjawab atas bangsa-bangsa di luar bangsa Israel sebagaimana sudah "diisyaratkan" olehnya jauh-jauh hari semasa hidupnya dulu. Untuk mendoakan mereka saja beliau tegas-tegas mengatakan "Tidak!" kepada Bapanya (Yohanes 17:9), konon pula diminta untuk menjamin mereka masuk sorga?

HARI PEMBALASAN ALLAH ADALAH NYATA
Dengan demikian, maka berlakulah ketetapan dan janji Allah tentang hari pembalasan bagi seluruh umat manusia. Tak satu pun dari kita yang akan lolos dari pembalasan Allah walau mungkin dosa yang diperbuat hanya sebesar biji sawi! Tak seorangpun yang mampu menolong kita kecuali diri sendiri. Allah Maha Perkasa dan IA mempunyai segala cara yang tidak pernah dapat kita bayangkan semasa hidup ini untuk membuktikan pembalasan yang dijanjikan-Nya kepada kita, termasuk pada akhirnya melemparkan orang-orang berdosa ke dalam kobaran api neraka! Dan ketahuilah, siksa neraka Allah itu teramat sangat pedih untuk kita jalani sepanjang masa. Bayangkan, sebagai siksa yang abadi!

"Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah pula anak dihukum mati karena ayahnya; Setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri." (Ulangan 24:16)

Lantas, bagaimana dengan mereka yang mengaku pengikut Yesus tapi menolak mengimani dan melaksanakan semua ajaran beliau? Terutama mereka yang secara sadar, atau tidak sadar, telah mengambil resiko menerima pembalasan atas perbuatan dosa sangat besar di sisi Allah, yaitu kufur, menolak mengimani bahwa satu-satunya Tuhan adalah Allah Yang Maha Esa seperti yang diajarkan oleh Yesus sendiri?

"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus." (Yohanes 17:3)

Sementara jauh sebelum itu, nabi Yehezkiel sudah menulis,

"Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung diatasnya." (Yehezkiel 18:20).

Untuk ini, bukalah Kitab Wahyu Pasal 7 Ayat ke-4 sampai dengan ayat ke-8. Kita akan menemui rangkaian ayat-ayat berikut ini:

[4] Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
[5] Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
[6] dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu,
[7] dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,
[8] dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.

Dari ayat-ayat di atas, kian bertambah jelas bagi kita bahwa yang dijamin (diberi materai) untuk masuk sorga melalui Yesus hanya ada sebanyak 144.000 orang, dan itu pun seluruhnya hanya dari duabelas suku bangsa Israel saja. Tidak ada bangsa lain! 

Jika kemudian kita bertanya, atau sangat boleh jadi malah protes keras; mengapa demikian? 
Maka jawabnya adalah, karena Alkitab sendiri yang mengatakannya demikian!

Duabelas suku bangsa Israel tersebut adalah pengertian secara lahiriah, betul-betul manusia Israel secara fisik, bukan Israel secara rohani atau kiasan-kiasan theologis lainnya. Mereka adalah kaum-kaum yang terpilih di antara sekian juta manusia Israel lainnya yang kelak akan diadili sendiri oleh Yesus. Artinya, sekalipun mereka bangsa Israel, namun jika nama-nama mereka tidak termasuk dalam 144.000 orang yang dijamin masuk sorga itu, maka kebinasaan besarlah yang akan menimpa mereka. Ingatlah, bahwa ada tertulis:

“Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku.” (Yohanes 5:30)

Jika Allah Yang Maha Esa tidak berkehendak, maka sudah dapat dipastikan bahwa Yesus tidak berkuasa untuk menyelamatkan siapapun dari pembalasan Allah, kecuali menghakiminya secara adil sesuai dengan ilmu Allah. Dan apakah ilmu Allah itu? Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, termasuk apapun yang dilakukan oleh setiap manusia, baik lahir maupun bathin.

Tidakkah ini menunjukkan bahwa sesungguhnya umat Kristus yang kelak akan mendapat keselamatan akhirat adalah mereka yang dalam hidupnya bertaqwa kepada Allah dan taat kepada ajaran Yesus saja? Mereka inilah yang menjalankan ajaran Tauhid - mengakui hanya ada satu Tuhan yang benar, yaitu Allah Yang Esa, dan mengakui bahwa Yesus adalah utusan Allah (baca sekali lagi Yohanes 17:3),  serta memelihara hukum Taurat sebagaimana yang dituntunkan oleh Yesus sendiri.

"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga." (Matius 5:7-19)

“Jawab Yesus : “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa.” (Markus 12:28-29).

"Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain." (Ulangan 4:39).

ALLAH ITU ESA, TIADA TUHAN SELAIN ALLAH YANG ESA
Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berkuasa di langit dan di bumi. Allah itu Esa, tidak berbilang, dan tidak mungkin pula bersekutu dengan apa pun! Demikian yang diajarkan Yesus kepada pengikutnya. Namun sepeninggal beliau, dunia mengatakan lain. Allah itu Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang menjadi satu dalam tiga, atau tiga dalam satu! 

Lantas, bagaimanakah kira-kira Allah Yang Esa akan menyikapi "pembangkangan" pengikut Yesus ini?

Firman Allah,  
"Kejahatanmu sendiri menghukum dirimu, kau tersiksa karena menolak Aku, Allahmu. Sekarang rasakan betapa pahit dan pedih bila Aku kaubelakangi dan tidak kauhormati. Aku, TUHAN Allahmu telah berbicara; Akulah TUHAN Yang Mahatinggi dan Mahakuasa." (Yeremia 2:19)

Sabda Yesus,
"Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu, akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari padanya, itu yang Kukatakan kepada dunia.” (Yohanes 8:26).

Karena itu, ada baiknya bila dari sekarang kita bersiap-siap untuk menerima kenyataan pahit bahwa pada hari pembalasan nanti Yesus akan berkata: "Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:23)

Maka tidak ada keraguan bagi kita semua bahwa seperti dinubuatkan dalam Alkitab, pada hari pembalasan nanti Yesus akan datang untuk menghakimi bangsa Israel. Dan bagi orang-orang Israel yang beruntung, maka Yesus sendirilah yang akan membimbing mereka memasuki kerajaan sorga seperti yang dijanjikannya atas kuasa dari Bapa:

"Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel, Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang." (Wahyu 21:12-13)

Inilah pintu-pintu gerbang sorga yang dijanjikan Yesus bagi 144.000 orang Israel yang "selamat" memasuki sorga karena mentaati Yesus, yang mengenal Allah satu-satunya Tuhan yang benar, dan mengenal Yesus Kristus sebagai utusan-Nya (Yohanes 17:3). Sedangkan bagi bangsa-bangsa bukan Israel, sebut saja; Romawi, Yunani, Eropa, Cina, Amerika, Arab, Indonesia, dan lain sebagainya, Alkitab tidak menyebutkan adanya pintu-pintu sorga bagi mereka. 

Dengan demikian, untuk masuk sorga yang kita dambakan itu tentu saja setiap manusia bukan bangsa Israel harus kembali kepada ajaran agamanya masing-masing. Harus memenuhi dalil-dalil yang bersumber dari Sang Pencipta sorga itu sendiri, yaitu Allah Yang Maha Esa.

Sedangkan bagi umat pengikut Yesus yang bersaksi menurut Credo Nicea, yakni kesaksian hasil rumusan Konsili Nicea 325M yang tidak sama dengan kesaksian yang diajarkan oleh Yesus sendiri, ada baiknya untuk kembali memeriksa Alkitab masing-masing. Siapakah yang sepatutnya lebih benar; Yesuskah, atau para uskup yang merumuskan credo (syahadat) Nicea bukan demi ajaran Yesus, tetapi demi kepentingan politik kerajaan Romawi pada masa itu? Dan ingatlah, bahwa ada tertulis:

"Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus." (Kisah Para Rasul 13:23)

"Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." (Yohanes 17:8)

“Bukan setiap orang yang berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Sorga.” (Matius 7:21).

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya, ataupun seorang utusan daripada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.” (Yohanes 13:16-17).

Dalil-dalil alkitab ini, jika diperhatikan, sungguh bertentangan dengan keyakinan pada umumnya umat Kristen di seluruh dunia dewasa ini. Mereka telah "menuhankan" Yesus yang sepanjang hidupnya selalu menekankan bahwa dirinya hanya sebagai utusan Allah. Sedangkan lebih jauh lagi, menurut ayat-ayat dalam kitab Wahyu Pasal 7 di atas, Allah hanya akan membuka pintu sorga bagi 144.000 pengikut Yesus dari bangsa Israel saja. Sementara dari kitab Wahyu Pasal 7 pula kita mendapat pelajaran bahwa tidak ada jaminan bahwa iman dari orang-orang bukan Israel terhadap ajaran Yesus akan diterima demi Yesus.

DAPATKAH CREDO NICEA MENJAMIN KESELAMATAN UMAT YESUS DI AKHIRAT?
Lantas, timbul pertanyaan serius berikutnya; pengikut siapakah sebenarnya umat kristen yang bersaksi menurut Credo Nicea? Jika ternyata iman mereka di akhirat nanti tertolak karena nyata-nyata menyelisihi ajaran Yesus, dapatkah para uskup yang telah merumuskan, sekaligus mengajarkan Credo Nicea itu menyelamatkan mereka? Adakah jaminan dari Allah untuk itu? Jika ada, jaminan yang bagaimana? Akan tapi jika ternyata tidak ada, kepada siapakah nantinya mereka dapat mengharapkan pertolongan?

Jawabnya, tentu saja, ada di dalam hati nurani dan keyakinan masing-masing. Alkitab, dengan segala kontroversi yang dipertentangkan manusia atasnya, walau bagaimanapun masih menyimpan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan prinsip menyangkut ajaran murni Yesus.

Dan kembali kepada hati nurani tadi, kita semua berbas untuk percaya atau tidak, bahwa sesungguhnya kebenaran dari sisi Allah hanya akan diperoleh bila kita mau membuka hati dan jujur kepada diri sendiri.

Wallahualam Bissawab!

CATATAN
Teks Credo (syahadat, pengakuan, kesaksian) Nicea adalah sebagai berikut;
Pengakuan Iman Nicea: "Aku percaya kepada satu Allah, Bapa yang Mahakuasa, Pencipta segala yang kelihatan dan yang tidak kelihatan. Dan kepada satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Allah yang diperanakkan dari Bapa, yang dari hakikat Bapa, Allah dari Allah, Terang dari Terang. Allah sejati dari Allah sejati, yang diperanakkan, bukan dijadikan, sehakikat (homoousios) dengan Bapa, yang oleh-Nya segala sesuatu ada, yaitu apa yang di surga dan yang di bumi. Yang demi kita manusia dan demi keselamatan kita, turun dan menjadi daging, menjelma menjadi manusia, menderita sengsara dan bangkit pula pada hari yang ketiga, naik ke surga, dan akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Dan kepada Roh Kudus."
Bandingkan dengan syahadat, pengakuan, kesaksian para Nabi dan Rasul Allah menurut Injil berikut ini:

Syahadat Nabi Musa 
"Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia." (Ulangan 4:35) 

"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu Esa!" (Ulangan 6:4) 

Syahadat Nabi Daud 
"Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami." (II Samuel 7:22) 

"Tidak ada seperti Engkau di antara para Allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kau buat." (Mazmur 86:8) 

Syahadat Nabi Sulaiman 
"Ya TUHAN, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas dan di bumi di bawah; Engkau yang memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu." (I Raja-Raja 8:23) 

Syahadat Nabi Yesaya 
Saksikanlah: "Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku." (Yesaya 43:11) 

Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku." (Yesaya 44:6) 

Saksikanlah: "Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku, supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain." (Yesaya 45:5-6) 

Syahadat Nabi Isa 
"Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa." (Markus 12:29) 

"Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain." (Ulangan 4:39) 

"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus." (Yohanes 17:3) 

Bandingkan pula dengan syahadat, pengakuan, kesaksian umat Muslim menurut Al-Quran berikut ini: 

Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia". (QS. Al-Ikhlas [112]:1-4) 

Syahadat Nabi Muhammad 
"Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah." (Kalimat Syahadatain) 

Syahadat umat Muslim 
"Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah." (Kalimat Syahadatain) 



Contact Form

Name

Email *

Message *