Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Yesus (Hikmah). Show all posts
Showing posts with label Yesus (Hikmah). Show all posts

Thursday, December 7, 2017

Syahadat Yesus Kristus, Menurut Islam Atau Kristen? Thursday, December 7, 2017

Dalam brosur “Dakwah Ukhuwah” berjudul “Membina Kerukunan Hidup Antarumat Beragama,” secara licik para misionaris mengelabui umat Islam untuk menggiring akidah agar pindah agama menjadi Kristen.

Puluhan ayat Al-Qur'an dikutip dalam brosur tersebut untuk diselewengkan kepada pengertian yang mendukung doktrin Kristen. Salah satu ayat yang menonjol dalam brosur tersebut adalah surat Az-Zukhruf :
“Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang Hari Kiamat, karena itu janganlah kamu ragu tentang kiamat itu dan ikutlah Aku, itulah jalan yang lurus.” (QS. Az-Zukhruf:61)
Kata “ikutlah aku, itulah jalan yang lurus” ini diselewengkan oleh misionaris sebagai ucapan Yesus sendiri yang berarti orang yang mengimani Al-Qur'an, yaitu umat Islam, harus mengikuti Yesus karena Yesus itulah jalan yang lurus (shirathal mustaqim).

Padahal “Jalan yang lurus” (sirat al mustaqim) yang dimaksud dalam ayat tersebut bukan Yesus, apalagi diartikan sebagai ajakan untuk menjadi Kristen. Sama sekali bukan!

Arti "jalan yang lurus" dalam ayat tsb adalah Tauhid. Pengertian inilah yang paling tepat, karena surat Az-Zukhruf ayat 61 itu sesungguhnya tidak berhenti sampai di situ, tapi masih ada kelanjutannya yang menerangkan ayat 61 sendiri, yaitu ayat 64:
“Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus” (QS. Az-Zukhruf: 64).

Bagaimana dengan syahadat Yesus dalam Alkitab, Islamikah ataukah Kristiani?
Para misionaris tidak perlu menggurui umat Islam untuk mengikuti jalan yang lurus. Karena umat Islam lebih tahu dan akidahnya sudah sesuai dengan ajaran para nabi Allah sejak dari Adam AS sampai Muhammad SAW, termasuk Yesus (Isa AS).

Jika para misionaris ingin mengajak umat Islam untuk menaati ajaran Yesus, pertama-tama, mari kita buktikan, siapakah yang imannya sesuai dengan ajaran Yesus? 

Perhatikan sabda Yesus dalam Alkitab berikut:
“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus” (Injil Yohanes 17:3).
“And this is life eternal, that they might know thee the only true God, and Jesus Christ, whom thou hast sent” (Yohanes 17:3, Alkitab King James Version 1810).

“Eternal life is to know you, the only true God, and to know Jesus Christ, the one you sent” (Yohanes 17:3, Contemporary English Version).

“And eternal life means to know you, the only true God, and to know Jesus Christ, whom you sent” (Yohanes 17:3, Today’s English Version).

“And this is life eternal, that they should know thee the only true God, and him whom thou did send, even Jesus Christ” (Yohanes 17:3, Revised Standard Version 1611).

Untuk lebih meyakinkan para pembaca, perhatikan pula ayat tersebut menurut bahasa-bahasa daerah di Indonesia:

“Ikolah iduik sajati nan kaka tu; iyolah, urang musti tawu pulo jo Bapak, hanyo Angkau sajolah Allah nan bana, urang musti tawu pulo jo Isa Almasih nan Bapak utuih” (Yohanes 17:3, Injil Baso Minang).

“Gesang sejatos inggih menika, menawi tiyang wanuh dhateng Paduka, Allah ingkang sejatos, ingkang mboten wonten tunggilipun, sarta tepang kaliyan Yésus Kristus, utusan Paduka” (Yohanes 17:3, Alkitab boso Jowo).

“Dupi hirup langgeng teh nya eta: Terang ka Ama, Allah sajati anu mung hiji, sareng ka utusan Ama, Yesus Kristus” (Yohanes 17:3, Alkitab bahasa Sunda).

“Ka'dhinto' odhi' se salerressa sareng se langgeng; sopaja oreng oneng ka Junandalem, Allah se settong sareng se salerressa, jugan oneng ka Isa Almasih se eotos Junandalem” (Yohanes 17:3, Alkitab bahasa Madura).

“Ini no tu hidop yang kekal, biar dorang tau butul-butul Tuhan cuma satu-satunya Allah yang banar, deng Yesus Kristus yang Tuhan da utus” (Yohanes 17:3, Alkitab bahasa Manado sehari-hari).

“Alai na mananda Ho, Debata na sasada i, na sintong i, dohot Jesus Kristus na sinurum, i do hangoluan na salelenglelengna” (Yohanes 17:3, Alkitab bahasa Toba, Sumut).

Pada ayat tersebut Yesus mengaku dengan jujur bahwa satu-satunya Allah yang benar adalah Allah SWT, dan dia hanya seorang utusan Tuhan. Ini berarti Yesus mengajarkan dua kalimat syahadat (syahadatain), yang jika dialihbahasakan ke dalam bahasa Arab, akan menjadi: 

“Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Isa rasuulullah.”

Sepeninggal Yesus, nabi kita Muhammad SAW juga mengajarkan dua kalimat syahadat (syahadatain) yaitu: 

“Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammaadar rasuulullah.” 

Kalimat syahadatain adalah pintu awal menjadi seorang muslim bagi seluruh manusia di dunia. Yesus mengajarkan dua kalimat syahadat, demikian pula umat Islam. Sebaliknya, umat Kristen memiliki 12 syahadat (credo) sendiri yang dikenal dengan ”12 Syahadat/Pengakuan Iman.” 

Syahadat 12 ini bukan warisan Yesus, tapi hasil rumusan konsili Konstantinopel tahun 381M. (Credo Niceano-Constantinopolitanum).

Ini adalah bukti bahwa umat Islamlah yang meneruskan ajaran Yesus tersebut. Sementara umat Kristen tidak mengenal dua kalimat syahadat.

Pada ayat tesebut, sangat jelas sekali Yesus berterus terang sejujur-jujurnya bahwa satu-satunya Tuhan yang benar hanyalah Bapa (Allah SWT) dan dia hanya seorang utusan saja.

Apa yang diucapkan Yesus dalam Injil Yohanes 17:3 tadi, sama sekali tidak tidak diamalkan oleh mereka. Bahkan mereka menjadikan Yesus sebagai Tuhan atau Allah itu sendiri yang mereka sembah. Na’udzubillahimindzalik!

Ajaran dua kalimat syahadat Yesus dalam Yohanes 17:3 itu membuktikan bahwa umat Islamlah agama yang "melestarikan" ajaran Yesus bahwa satu-satunya Tuhan adalah Allah dan dia (Yesus) hanyalah seorang utusan Tuhan, bukan Tuhan maupun penjelmaan Tuhan! Sedangkan umat Kristiani menjadikan Yesus sebagai salah satu oknum Tuhan dalam doktrin Trinitas.

Jelaslah bagi kita, siapa yang lebih taat kepada syahadat warisan Nabi Isa. Jika para misionaris penulis brosur ”Dakwah Ukhuwah” itu ingin menaati ajaran Yesus, maka ajaran yang paling taat kepada syahadat Yesus adalah Islam.


Dari: H. Insan LS Mokoginta (Wencelclaus)


Thursday, July 13, 2017

Isa Muslim vs Yesus Kristen Thursday, July 13, 2017

APAKAH ISA DALAM AL-QURAN ADALAH YESUS DALAM BIBEL?

Para penginjil Kristen sangat terusik misinya oleh nas-nas Al-Qur’an yang mengungkap kebatilan doktrin Kristen tentang ketuhanan Yesus. Dalam booklet penginjilan berjudul “Apakah Isa Muslim Adalah Yesus di Alkitab?” penginjil yang memakai nama alias Abdul-Masih menciptakan istilah baru “Isa Muslim” (Nabi Isa menurut Al-Qur’an) dan Yesus Kristen (Yesus menurut Bibel).

Dalam buku 81 halaman yang diklaim “disadur & disusun oleh hamba-hamba tuhan ex-muslim” ini, ia berjibaku menolak vonis Al-Qur’an tentang kebatilan doktrin ketuhanan Yesus dengan dua jurus. Ia menampik tuduhan dengan mengklaim bahwa sosok Nabi Isa dalam Al-Qur’an berbeda dengan Yesus yang diceritakan dalam Alkitab (Bibel). 

Demikian Kutipannya:
“Quran mengklaim bahwa ia diwahyukan kepada Muhammad oleh malaikat Jibril mulai di sebuah gua; tetapi gambaran Yesus yang dipresentasikan oleh Quran berbeda secara radikal dengan pesan Gabriel kepada perawan Maria dalam Injil. Hal ini menunjukkan bahwa malaikat Jibril yang mewahyukan Quran kepada Muhammad, bukanlah malaikat Gabriel yang ada dalam kitab suci Yahudi-Kristen.

Isa Muslim memang tampak mirip dengan Yesus Kristen. Namun kemiripan ini hanya ada di permukaan saja. Secara tegas Quran menyangkali keterangan Injil yang paling penting mengenai Yesus. Quran menyatakan bahwa Yesus hanya seorang manusia dan bukan Tuhan; bahwa ada seorang lain yang disalibkan untuk menggantikan tempatnya; bahwa ia tidak pernah bangkit dari kematian; bahwa ia akan datang kembali ke dalam dunia sebagai muslim untuk menghancurkan kekristenan; dan bahwa ia jauh lebih rendah dibandingkan Muhammad! Quran menyangkal status Yesus sebagai Hakim tertinggi dan Tuhan atas segala sesuatu” (hlm 5).

Tulisan penginjil Abdul Masih itu sama sekali bukan karya ilmiah, melainkan halusinasi yang tidak Alkitabiah.

KRISTEN BUKAN AGAMA YESUS!
Salah kaprah istilah dengan mempertentangkan Isa Muslim dengan Yesus Kristen. Istilah ini tidak sepadan bila dibandingkan karena tidak setara.

Untuk istilah Nabi Isa Muslim, memang sudah tepat. Karena menurut Al-Qur’an, semua nabi dan para pengikutnya disebut Muslim (Qs. Ali Imran 84), sebab agama Islam telah diajarkan oleh nabi-nabi terdahulu (Qs. Al-Hajj 78), dan satu-satunya agama yang diridhai Allah hanyalah Islam (Qs. Ali Imran 19, 85, 102).

Sedangkan istilah “Yesus Kristen” jelas salah kaprah karena tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa Yesus beragama Kristen. Bahkan dalam Bibel sendiri, Yesus tidak pernah mengucapkan kata “Kristen,” apalagi memproklamirkan diri sebagai seorang Kristen. Bahkan istilah “Kristen” dalam Bibel sendiri tidak pernah dikenalnya karena baru dipopulerkan oleh Paulus dan Barnabas jauh setelah Yesus tidak ada di dunia (Kisah Para Rasul 11:26).

Berdasarkan sejarah, buku "Comparative Religions on File: Facts on File Library of World History" mengungkapkan bahwa Yesus lahir sekitar tahun 4 Sebelum Masehi dan wafat sekitar tahun 29 Masehi. Sementara Paulus dan Barnabas memberi nama “Kristen” terhadap ajaran (bukan agama) yang mereka bentuk, sekitar tahun 42 M. Berarti Kristen baru muncul sekitar 13 tahun setelah Yesus tidak ada di dunia.

SOSOK YANG SAMA DENGAN DUA PERSEPSI BERBEDA
Adalah kesalahan besar bila ada yang mengatakan bahwa Nabi Isa dalam Al-Qur’an dan Yesus dalam Bibel adalah dua sosok yang berbeda.

Pernyataan bahwa sosok Nabi Isa yang tertulis dalam Al-Qur’an dengan Yesus yang diceritakan Bibel adalah sosok yang berbeda, memang sangat ampuh untuk menepis vonis kafir terhadap doktrin Kristen.

Jika Nabi Isa yang dimaksud dalam Al-Qur’an bukan Yesus dalam alkitab yang diyakini oleh umat Kristen, lantas koreksi ayat Al-Qur’an tentang kebathilan doktrin penyaliban dan penuhanan Nabi Isa itu ditujukan kepada siapa? Padahal ayat-ayat tersebut banyak memakai sapaan “Ya ahlal kitab” (wahai kaum Ahli Kitab; Yahudi dan Kristen).

Pandangan yang benar, Nabi Isa dalam Al-Qur’an dan Yesus dalam Bibel adalah dua sosok yang sama tapi berbeda persepsi, alias serupa tapi tak sama. Ketidaksamaan ini timbul karena Alkitab sudah mengalami perubahan dari kitab aslinya (Qs. Al-Baqarah 79). Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah penambahan (insersi) doktrin Trinitas atau Tritunggal di dalam Bibel:

“Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu” (1 Yohanes 5:7).
Satu-satunya ayat Trinitas yang melantik Yesus sebagai salah satu dari oknum Tuhan ini adalah kalimat sisipan (insersi). Ayat ini diciptakan oleh Priscillian, seorang bidat asal Spanyol yang mati tahun 385. Mulanya ayat ini dicantumkan dalam komentar atau catatan pada margin Alkitab sebagai ayat tambahan. Namunl ima belas abad kemudian barulah ayat ‘margin’ ini diterima karena dianggap memberikan bukti Alkitabiah untuk ajaran Trinitas.
Maka pada terbitan Perjanjian Baru Yunani tahun 1550 yang dikerjakan oleh Stephanus, catatan atau footnote itu dimasukkan ke dalam Authorized Version, dan menyelinap ke dalam Bibel di seluruh dunia.

Namun beberapa edisi Bibel masih objektif dengan mencantumkan ayat palsu tersebut dalam Bibel, tapi dengan catatan kaki bahwa ayat tersebut adalah tambahan (insersi). Bibel edisi New International Version, misalnya, mencantumkan footnote sbb:

“Late manuscripts of the Vulgate testify in heaven: the Father, the Word and the Holy Spirit, and these three are one. And there are three that testify on earth: the (not found in any Greek manuscript before sixteenth century)” [The Holy Bible New International Version, hlm. 1242].

Di Indonesia, kepalsuan ayat Trinitas ini juga diakui dalam Alkitab terbitan resmi Katolik dengan Imprimatur Mgr Donatus Jagom SVD, Uskup Agung Ende-Ndona:

“Ayat 7-8: ‘di dalam sorga….. di bumi.’ Bagian ayat ini tidak terdapat dalam naskah-naskah Yunani yang paling tua dan tidak pula dalam terjemahan-terjemahan kuno, bahkan tidak dalam naskah-naskah paling baik dari Vulgata… Karenanya bagian ini pasti tidak asli.” [Kitab Suci Perjanjian Baru dengan Pengantar dan Catatan, 1976-1977, hlm. 563]
Dalam kamus manapun, persamaan (sinonim) yang tepat untuk kata “TIDAK ASLI” adalah “PALSU.” Ayat-ayat palsu dalam Bibel inilah penyebab utama lahirnya perbedaan persepsi antara Al-Qur’an dan Bibel dalam memandang sosok Nabi Isa.
FAKTA LAIN DALAM BIBEL
Kesimpulan para penginjil bahwa Nabi Isa dan Yesus adalah dua sosok yang berbeda, selain tegas-tgas dibantah oleh kitab suci Al-Quran, sebenarnya sudah lama dibantah oleh Bibel sendiri. Dalam terjemahan Alkitab kuno (lawas), kata yang dipakai bukan Yesus, melainkan Isa Almasih. Sebaliknya dalam terjemahan Al-Qur’an bahasa Inggris, kata yang dipakai adalah “Jesus Christ.”

Karenanya, jJika ingin memaksakan pendapat bahwa Nabi Isa dan Yesus Kristus adalah dua sosok yang berbeda, maka penginjil Abdul Masih harus benar-benar merevisi total seluruh isi injil-injil kanonik dalam Bibel! 

[A. Ahmad Hizbullah MAG | Suara Islam]   


Thursday, June 8, 2017

Cerita Yesus Tentang Orang-Orang Yang Menuhankannya Thursday, June 8, 2017


Suatu hari di teras Bait Suci ....

"Maukah kutunjukkan pada kalian bukti yang amat tegas menentang iman hampir seluruh pengikut Paulus bahwa tidak seperti yang mereka kira; sesungguhnya aku hanya seorang utusan Tuhan, bukan firman yang hidup, apalagi Tuhan itu sendiri?"

Mereka menjawab, "Ya, tunjukkan pada kami, Guru!"

Lalu Yesus membacakan apa yang dicatat oleh pengarang injil Yohanes dan dipercaya oleh seluruh pengikut Paulus sebagai benar-benar ucapan Yesus, begini:

"Dengarlah, hai Bani Israel! Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku." (Yohanes 12:49-50)

Seorang tua bertubuh kekar, tidak mengenakan tutup kepala, mungkin pemimpin di antara orang banyak itu yang kebetulan duduk bersila di belakang Yesus menukas;

"Ya, memang seperti itu yang seharusnya dipahami, Guru! Engkau adalah satu dari sekian nabi Allah yang pernah diutus kepada umat manusia untuk menunjukkan kepada kami jalan lurus menuju kerajaan Allah. Engkau dilahirkan secara ajaib di antara kami, sama seperti Musa yang secara ajaib dapat membelah laut untuk membawa nenek moyang kami kembali ke tanah ini sebagai bukti bahwa Engkau termasuk di antara utusan Allah yang terpilih untuk menunjukkan berbagai mukjizat-Nya kepada kami. Karena itu, tidak ada alasan bagi orang bebal sekalipun untuk meragukan segala firman Allah yang Engkau sampaikan kepada kami. Sedangkan kami mengerti bahwa semua itu semata-mata adalah demi keselamatan kami sendiri agar tidak tersesat seperti umat sebelum dan sesudah kami. Allah Mahakasih lagi Mahakuasa. Kekuasaannya sangat besar melampaui kuasa segala makhluk. Sedangkan kami semua tahu bahwa Engkau adalah putra Maria, anak manusia, yang sama lemahnya seperti kami. Mustahil Engkau adalah jelmaan Allah, apalagi Allah itu sendiri!"

Yesus tersenyum, dan sambil mengadahkan wajahnya ke langit kemudian berkata lirih;

"Segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." (Yohanes 17:8)

Di antara orang-orang yang duduk di baris depan dan mendengar ucapan Yesus itu bertanya heran;
"Ya, Rabbi, bagaimana mungkin ada manusia yang demikian bebal sehingga mengira dan percaya bahwa Engkau adalah Allah yang menjelma menjadi manusia?"

Sejurus Yesus memandang kumpulan orang-orang yang sedang duduk mengelilinginya di teras Bait Allah itu, lalu bertanya, "Kalian dengar pertanyaan yang diajukan oleh saudara kalian ini?"
Mereka menjawab serentak, "Ya! Kami mendengarnya!"

"Baiklah!" Yesus melanjutkan.
"Selama berabad-abad dan dari generasi ke generasi, dengan segala cara para rahib mereka terus menerus menanamkan ajaran aneh ini ke dalam kepala setiap pengikutnya bahwa Aku, Yeshohua putra Maria, adalah Tuhan. Dan yang paling kuat tertanam dalam benak mereka adalah bahwa Aku merupakan jelmaan dari firman Allah yang kemudian mereka anggap sebagai firman yang hidup. Dan karena Aku adalah firman Allah yang hidup dalam rupa manusia, maka mereka percaya bahwa Aku adalah bagian dari Allah yang entah bagaimana logikanya, pada akhirmya mereka anggap sebagai Allah itu sendiri!"

Tiba-tiba saja tedengar gemuruh tawa mendadak dari orang-orang yang sedang serius mendengarkan penjelasan Yesus ini. Bahkan ada di antaranya yang sampai terpingkal-pingkal sambil memegangi perut masing-masing!

Yesus mengangkat tangannya sebagai isyarat agar mereka tenang kembali, kemudian melanjutkan.

"Aku menyebut kata 'logika', sebab mekanisme berpikir itulah yang seharusnya mereka gunakan di jaman mereka guna memahami dengan benar salahsatu pesanku yang tercatat dalam kitab mereka Lukas 10:27 dan Matius 22:37. Di sana aku berpesan; kenali lebih dulu Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu agar kalian dapat mengasihi-Nya dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi pula. Tapi ternyata umat ini gagal menggunakan akal budi mereka sendiri untuk memahami pesan-pesan dan sedemikian banyak firman Allah yang telah kusampaikan seperti di antaranya yang kubacakan tadi."

Dari tengah kerumunan itu terdengar seorang berseru; "Jelaskan pada kami, Guru!"

Mendengar itu Yesus pun melangkah pelan ke tengah-tengah kumpulan orang banyak itu, mungkin agar apa yang ingin disampaikannya dapat didengar dengan baik oleh semua orang yang ada di sana. Dan apa yang kemudian dijelaskannya adalah sebuah alur berpikir sederhana yang sangat logik sehingga sungguh aneh jika ada manusia yang jika akalnya masih berfungsi dengan baik, akan menolak kebenarannya.

Begini penjelasannya:
"Catat baik-baik dalam ingatan kalian, dan sampaikan nanti seperti yang kukatakan ini kepada segenap anak-cucu kalian di rumah!"

Lalu, sambil menghela nafas panjang, ia melanjutkan.

"Perhatikanlah, meski sama-sama mengaku sebagai pengikutku, tapi ada perbedaan sangat mendasar antara kalian yang mempercayaiku sebagai seorang nabi Allah, dengan mereka yang menganggapku sebagai Allah. Mereka mengimani ajaran yang mengatakan bahwa Allah telah berinkarnasi menjadi diriku dan dengan demikian maka Aku adalah Allah dalam wujud manusia. Ini tidak dapat dibenarkan! Bukan saja karena hal seperti itu tidak pernah terlintas dalam pikiranku, apalagi sampai terucap dari mulutku, tetapi diam-diam pasti akal sehat mereka sendiri juga sesungguhnya tidak dapat menerima perkara ganjil ini! Jika benar Aku adalah firman Allah sekaligus sebagai jelmaan Allah, tentu saja Aku tidak perlu lagi berfirman pada diriku sendiri sebagaimana tercatat dalam Yohanes 12:49-50 yang kubacakan tadi bukan?"

Kembali terdengar gemuruh gelak tawa orang-orang yang mendengarkan penjelasan Yesus ini, dan di antara suara riuh rendah itu terdengar suara-suara yang berseru; "Ya! ..... Ya! ..... Engkau berkata benar, Guru!"

Sekali lagi Yesus mengangkat tangannya agar orang banyak itu kembali tenang sehingga ia dapat melanjutkan penjelasannya.

"Ajaran ganjil lain yang sebetulnya mereka pahami pada jaman mereka sebagai 'logical fallacy' tapi sangat erat hubungannya dengan kejahatan besar yang mereka lakukan, yakni melawan Allah dengan cara menuhankan diriku tadi, adalah tentang utusan. Kitab mereka, Matius 15:24, mencatat dengan terang benderang bahwa aku telah menyatakan diri sebagai utusan Allah, khusus kepada kalian, Bani Israel. Artinya mustahil Aku adalah Allah! Sebab jika benar Aku adalah Allah, tentu saja tidak perlu ada kata utusan di sana. Buat apa Aku mengaku sebagai utusan Allah jika Aku sendiri adalah Allah?"

Mendengar penjelasan ini, makin banyak suara-suara yang berseru;

"Ya! ..... Ya! ..... Engkau berkata benar, Guru!"

Dan Yesus pun melanjutkan penjelasannya,

"Perhatikanlah bagaimana seharusnya mereka memahami arti 'utusan' seperti tercatat dalam kitab mereka, Matius 10:5. Di sana dijelaskan bahwa Aku mengutus sahabat-sahabatku untuk pergi mengabarkan injil ke berbagai daerah permukiman bangsa kita, keduabelas suku bangsa Israel. Sementara mereka pergi ke tempat-tempat yang kutunjuk, Aku sendiri tetap berdiam di sini. Ini menjelaskan dengan sangat terang bahwa Aku sebagai pengutus dan mereka sebagai utusan adalah dua hal yang sangat berbeda. Mau dijelaskan sebaik apapun, tidak ada dalam bahasa manusia di manapun di belahan bumi ini yang menyatakan bahwa utusan sama artinya dengan pengutus!"

Hening sejenak, sebab setelah berkata demikian tiba-tiba saja pandangan Yesus terlihat menerawang jauh menembus tembok tebal Bait suci sekan-akan sedang membayangkan sesuatu yang luar biasa di luar sana, sampai orang tua yang pertama kali berkata tadi bertanya;

"Jika demikian halnya, apa yang kelak akan terjadi pada mereka, Guru?"

Yesus tersentak dari lamunannya kemudian berbalik ke arah si penanya dan berkata;

"Allah memandang perbuatan mereka sebagai kejahatan, sehingga pada saatnya nanti, sekalipun mereka meraung-raung memohon pertolonganku, aku sama sekali tidak dapat menolong mereka dari dahsyatnya pembalasan yang akan ditimpakan oleh Allah kepada mereka. Sedangkan tentang ini, ketahuilah! Sesungguhnya jauh-jauh hari aku telah memberi peringatan sebagaimana tercatat dalam kitab mereka, Matius 7:21-23, bahwa tidak seorangpun dari mereka yang selama hidupnya menuhankan Aku akan selamat dari kerasnya pembalasan Allah, satu-satunya Tuhan yang benar, akan tetapi telah mereka dustakan!"


[Sumber: Hermeneulogika Mendem]

Tuesday, October 25, 2016

Sepenggal Cerita Yesus Tentang Tuhan Tritunggal Tuesday, October 25, 2016


Suatu ketika, ...

"Maukah kalian kuberitahu bahwa injil mereka sendiri membuktikan bahwa ajaran tentang Tritunggal itu sebetulnya cuma dusta?" 

Para sahabat menjawab, "Ya, Rabi, ceritakan pada kami!" 

Dan sang Guru pun berujar, "Dalam kitab mereka yang diberi nama Markus, penulisnya mengutip perkataan yang konon katanya berasal dariku begini: 

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal." (Markus 3:28-29) 

Kemudian penulis kitab mereka yang lain, mengaku bernama Lukas, ikut pula mengutip ucapan yang sama dengan cara menjiplak dari Markus seperti ini:

Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. (Lukas 12:10) 

"Ini hanya satu dari banyak bukti lain dalam kitab mereka bahwa ajaran Tritunggal itu adalah dusta. Tahukah kalian mengapa aku berkata demikian?" 

Para sahabat menjawab, "Hanya Allah dan Utusan-Nya yang paling mengetahui, maka beritahu kami, ya, Rabi!" 

Sang Guru pun melanjutkan, "Karena imam-imam mereka mengajarkan bahwa Bapa, Aku, dan Roh Kudus adalah tiga oknum berbeda tapi satu hakekat. Mereka mengimani bahwa Aku adalah Bapa, Bapa adalah Roh Kudus, atau Roh Kudus adalah Bapa dan Bapa adalah Aku. Intinya, menurut imam-imam mereka aku adalah Tuhan!

Ini tentu akan sangat sulit untuk kalian fahami,  sebab aku sendiri pun tidak faham, sama dengan mereka sendiri yang juga tidak faham bagaimana menjelaskan tuhan Tritunggal ini, karena sudah terbukti belum ada seorang pun dari mereka yang dapat menjelaskannya kepada orang banyak kecuali secara taqlid buta mengimaninya begitu saja. 

Jadi, cukuplah kalian ingat bahwa mereka percaya tidak ada perbedaan sedikit pun antara Bapa, Aku, dan Roh Kudus. Sebab menurut mereka, derajatku sama tingginya dengan derajat Bapa dan derajat Roh Kudus yang dianggap sebagai kesatuan Tritunggal Yang Esa." 

Para sahabat berkata, "Selain mengatakan dirimu sebagai Tuhan dan meletakkan derajatmu sama tinggi dengan derajat Bapa dan derajat Roh Kudus adalah dusta yang nyata, maka dusta apa lagikah yang mereka lakukan, ya, Rabi?” 

[Matius 23:1] Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-muridnya, katanya:

“Markus dan Lukas dalam kitab mereka menuliskan bahwa semua dosa dan hujat anak manusia kepada siapa pun, termasuk kepada diriku dan kepada Bapa, akan diampuni kecuali, ingat, kecuali menghujat Roh Kudus. Dosa menghujat Roh Kudus tidak akan diampuni untuk selama-lamanya! 
"Akan tetapi jika mereka mempercayai bahwa Aku, Bapa, dan Roh Kudus adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan antara satu sama lain, mengapa hanya dosa menghujat Roh Kudus saja yang tidak diampuni? Bukankah menurut iman mereka sendiri sesungguhnya menghujat Aku dan menghujat Bapa sama saja artinya dengan menghujat Roh Kudus?" 
Dengan demikian, kitab mereka sendiri membuktikan secara terang benderang bahwa Tuhan Tritunggal itu tidak ada! Kitab mereka sendiri yang menunjukkan bukti bahwa Aku tidak sama dengan Bapa, Bapa tidak sama dengan Roh Kudus, demikian pula sebaliknya. 

Seperti kalian ketahui, sesungguhnya kami adalah tiga oknum yang terpisah. Aku hanya seorang Nabi, Roh Kudus hanya malaikat pengantar wahyu, sedangkan Bapa adalah Allah, satu-satunya Tuhan Semesta Alam yang sejati!” 

[Matius 26:1] Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya:

"Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa!" (Markus 12:29) 


[Sumber: Injil Markus, Lukas, dan Matius | Hermeneulogika Mendem]



Friday, April 8, 2016

Pesan sang Guru Friday, April 8, 2016


Menutup khutbahnya ......

"Tahukah kalian apa yang akan terjadi pada sebagian umat manusia sepeninggalku nanti?"

Para sahabat menjawab serentak, "Hanya Allah dan rasulnya yang lebih mengetahui. Beritahu kami, ya, Rabi!"

Maka sang guru pun berkata, 

"Dengarkan ini baik-baik ....... !!!
Kelak akan muncul di antara kalian orang-orang yang mengaku sebagai nabi, rasul, bahkan mesias dan mengaku-ngaku berbuat mukjizat atas namaku. Ingat! Atas namaku! (Matius 24:4-5)
Jangan kalian percaya itu!

Lebih jauh lagi, akan ada pula orang-orang di antara kalian yang memujaku melebihi pemujaan mereka kepada Allah Bapa, sehingga akhirnya menjadikan aku sebagai Tuhan menggantikan Allah Bapa! 

Ini adalah dosa yang nyata dan karenanya tidak boleh kalian percaya. Ujilah kebenaran segala sesuatu dengan segenap akal budi kalian sebagai Manusia. Bukan sebagai Domba!

Sedangkan demi memuaskan kehendak kedagingannya, pada suatu saat orang-orang ini akan berkonspirasi dan di antara hasil konspirasi mereka adalah kesepakatan untuk melantik diriku sebagai Tuhan di samping Allah Bapa dalam sebuah konsili di sebuah negeri bernama Turki yang jauh dari tanah lahir kita ini. 

Maka aku berkata kepadamu, ingatlah! Pelantikan itu sama artinya dengan pengakuan lain yang tidak mereka sadari, bahwa sebelum itu, mereka tahu sebenarnya Aku bukan Tuhan!
Mengerti maksudku?"

Para sahabat mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti.

Sang guru melanjutkan ....
"Padahal sesungguhnya mereka dapat membaca dalam kitab mereka sendiri, Malaeki 3:6. Sejak semula Allah Bapa telah berfirman bahwa DIA tidak akan pernah berobah menjadi apapun, apalagi menjadi makhluk rendah bernama manusia seperti kita! Kalian baca juga kitab mereka, Ibrani 13:8. Di sana tertulis bahwa aku, Yesus, akan tetap seperti aku, kemarin, hari ini, dan selamanya!

Ini adalah dalil absolut bahwa Allah Bapa tidak mungkin menjelma menjadi Aku, demikian pula sebaliknya, aku tidak akan pernah menjelma menjadi Allah Bapa!

Lalu jika mereka masih bertegar tengkuk mengatakan bahwa sejak lahir aku sudah menjadi Tuhan, maka pikirkanlah! Kenapa mereka harus menunggu sampai 325 tahun lamanya sebelum akhirnya membuat pernyataan tentang itu? Kalian tahu itu artinya apa?

Supaya kelak anak cucu kalian percaya bahwa Aku, Yesus Putra Maria, adalah Tuhan! Padahal itu tidak benar, sebab aku hanya seorang nabi yang diutus oleh satu-satunya Tuhan kita, yaitu Allah Bapa, untuk mengembalikan domba-domba Israel yang hilang agar kembali ke jalan yang benar! 

Bacalah apa yang sudah kusampaikan pada awal-awal khutbahku dalam kitab mereka, Matius 15:24.
Jadi, ingatkan anak cucu kalian supaya jangan sampai kelak menjadi umat yang tersesat karena mengimani fitnah ini sehingga selama-lamanya tidak akan pernah memasuki kerajaan Allah, tapi sebaliknya justru akan kekal menjadi penghuni neraka!

Sedangkan jika kalian percaya bahwa Aku adalah hakim yang adil, maka ketahuilah! Pada waktu itu Aku tidak dapat berbuat apa-apa untuk menolong mereka, sebab penghakimanku bukan dari diriku sendiri melainkan menuruti apa yang Allah Bapa perintahkan untuk kulaksanakan! (Yohanes 5:30)

Artinya, Aku pasti akan menolak orang-orang berdosa ini, terutama mereka yang menyeru-nyeru namaku dengan sebutan Tuhan!" (Matius 7:22-23)

Setelah berkata demikian, maka sambil beranjak berdiri, sang gurupun mengibaskan tangannya dengan lembut sebagai isyarat agar para sahabat membubarkan diri untuk kembali ke aktifitas sehari-hari masing-masing.

Ketika hendak meninggalkan tempat itu, seorang perempuan di antara para sahabat yang berjalan beriringan di depannya tiba-tiba berbalik kemudian datang mendekati sang guru dan bertanya, 

"Guru, bagaimana jika orang-orang itu berkata benar, bahwa engkau adalah Tuhan?"
Sang guru tersenyum lalu berkata, 

"Seumur hidupku, satu-satunya makhluk ciptaan Allah yang paling dekat denganku dan yang paling mengetahui segala hal tentang diriku adalah ibuku. Tanyakanlah kepada orang-orang itu, adakah mereka pernah mendengar sendiri atau menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri bahwa ibuku pernah menganggapku sebagai Tuhan? Engkau akan mendapati bahwa tidak ada satu katapun dalam kitab mereka yang menuliskan kesaksian ibuku bahwa aku, Yesus Putra Maria, sama seperti apa yang mereka khayalkan sendiri!"

Semoga tercerahkan!
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

[Sumber: Hermeneulogika Mendem]


Sunday, March 1, 2015

Perilaku Berdosa Yesus Yang Sangat Manusiawi Sunday, March 1, 2015


Catatan dibuang sayang ....
PERILAKU BERDOSA YESUS YANG SANGAT MANUSIAWI

Sementara di dalam Al-Quran Allah mengisyaratkan bahwa Maryam, ibunda nabi Isa Almasih, adalah satu di antara wanita-wanita paling mulia di hadirat-Nya, doktrin koplak Kristen malah menanamkan fitnah yang betul-betul melampaui batas dengan mengajarkan bahwa Allah hanya menggunakan rahim wanita sangat terhormat ini sebagai tempat "menitipkan" jabang bayi Yesus Kristus sampai waktunya ia dilahirkan. 

Lantas, setelah wanita mulia ini mempertaruhkan nyawa saat melahirkan putra sulungnya yang sangat istimewa itu, dan sejak saat itu pula, hingga 33 tahun kemudian beliau tanpa lelah  menyusui, merawat, mengasuh, mendidik, melindungi dan membesarkan sampai putra tersayangnya itu digossipin "ngapung" ke sorga, segala pengorbanan lahir bathin ibu hebat ini dianggap apa? Coba pikirkan dulu itu! 

Al-Quran juga menempatkan Nabi Isa alayhisalam sama terhormatnya dengan semua nabi Allah lainnya. Dari Al-Quran pula kita tahu bahwa sebagai seorang nabi, maka beliau dipastikan memiliki sifat-sifat yang wajib dimiliki oleh setiap nabi Allah, yaitu:
  • As-Syiddiq - Jujur dan santun dalam segala ucapan dan perbuatan,   
  • Al-Amanah - Terpercaya, tidak pernah berdusta apalagi berkhianat,
  • At-Tabligh - Menyampaikan wahyu dan firman Allah kepada umatnya,
  • Al-Fathanah - Tingkat kecerdasannya jauh di atas rata-rata, 

Tapi apa kata kitab Kristen tentang kedua orang mulia ini?
Berikut adalah ayat-ayat alkitab yang sudah pasti tidak pernah dibacakan, apalagi dijelaskan dengan sukacita oleh para pendeta atau pastor mereka ketika khotbah di gereja. Sebab semua ini sangat nyata mencerminkan "sisi buruk" perilaku seorang Yesus sebagai manusia biasa -- dan karenanya tidak luput dari perbuatan dosa seperti kita semua -- namun tetap saja disembah sebagi tuhan oleh seluruh pengikut Paulus!

Umat islam, di sisi lain, pasti akan menolak keras bila perilaku seperti gambaran berikut ini dinisbatkan pada Nabi-Nabi Allah, termasuk tentu saja, kepada Nabi Isa Alaihissalam yang oleh pengikut Paulus diklaim sebagai Yesus Kristus!

Kenapa?
Sebab Al-Qur'an mengisyaratkan bahwa seorang Nabi adalah manusia terbaik yang dipilih oleh Tuhan dari masing-masing jamannya untuk menjadi tauladan bagi masing-masing kaumnya. Oleh karena itu mustahil mereka berperilaku lain daripada akhlak mulia. Menurut Al-Qur'an seorang Nabi tidak mungkin memberi tauladan yang menyalahi hukum Tuhan kepada pengikutnya! 

Tapi bagaimana menurut alkitab? 
Mari sama-sama kita simak sedikit catatan di bawah ini:

► YESUS GILA
[Markus 3: 20-21] "Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluargaNya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia (Yesus) sebab kata mereka (keluarga Yesus) Ia (Yesus) tidak waras lagi."

► YESUS SUKA BERDUSTA
Menurut [Yohanes 14:9] Yesus berkata: "Siapa yang melihat aku, dia telah melihat Bapa", akan tetapi dalam [Yohanes 5:37] Yesus berkata: "Rupa-Nya (Bapa) pun tidak pernah kamu lihat!".

Dalam [Yohanes 10:38 dan 14:11], Yesus berkata: "Bapa di dalam aku dan aku di dalam Bapa (ini salahsatu alasan kenapa pengikut Paulus percaya Yesus = Tuhan)", tetapi dalam [Yohanes 14:28] Yesus berkata: "Bapa lebih besar dari aku!"

Yesus berdusta kepada saudara-saudaranya sendiri dalam [Yoh 7:8-10] ”Pergilah kamu ke pesta itu, Aku belum pergi kesitu, karena waktu-KU belum genap”. Demikianlah kataNya kepada mereka, dan Iapun tinggal di Galilea. Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam!”

[Yohanes 8:14] Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi." Sedangkan dalam [Yohanes 5:31] dia berkata: “Jikalau aku menyaksikan dari hal diriKu, maka kesaksianKu tidak benar!” Jika sudah begini, lantas ucapan Yesus yang mana yang dapat kita percaya?

► YESUS MENYEBUT PARA NABI PENDAHULUNYA SEBAGAI PERAMPOK
[Yohanes 10:8] "Semua orang yang datang sebelum aku (para nabi terdahulu) adalah para pencuri dan perampok dan domba-domba tidak mendengar mereka." Padahal [2Tawarikh 36:16] mengatakan: "Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan!"

Masa' seh, Yesus tidak tahu bahwa siapa pun yang menghina nabi-nabi Tuhan akan membangkitkan Murka-Nya, dan dosa atas perbuatan itu tidak akan diampuni selama-lamanya?

► YESUS PENCURI
[Matius 12:21] "Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, Yesus dan murid-murid-nya memetik (mengambil tanpa persetujuan pemilik). Kebiasaan ini nampaknya tidak terbatas hanya pada mencuri biji gandum saja, tapi sampai pula ke tingkat yang lebih serius, yaitu mencuri keledai.

[Matius 21:1-3] Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid Hamba Nya dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya."

Kasus ini sudah pernah disidangkan secara terbuka di salahsatu grup yang kemudian "dibredel" oleh facebook karena ulah laskar kristus yang melaporkannya sebagai grup penghujat gara-gara sudah tidak kuat lagi menyaksikan imannya dicabik-cabik oleh kitabnya sendiri melalui presenter muslim.

► YESUS ANAK DURHAKA YANG TERKUTUK
Diceritakan bagaimana tidak sopannya Yesus sebagai anak yang menyebut ibundanya sendiri dengan kata 'perempuan' dalam [Yohanes 2:3-4] Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, perempuan? Saat-Ku belum tiba!"

Alkitab nampaknya mengajarkan kepada kita bahwa Yesus memang tidak menghargai ibudanya sendiri seperti diceritakan juga dalam [Matius 12:46-50] Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau. Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?" Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

Yesus juga menetapkan aturan kepada siapa saja untuk membenci orangtua sendiri lebih dulu sebelum diterima menjadi muridnya. Ini diceritakan dalam [LUKAS 14:26] “Jikalau seseorang datang kepadaku dan ia tidak membenci ayahnya, ibunya, anak-anaknya, saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi muridku”.

Padahal jangankan sampai membenci, sedangkan bersikap tidak santun saja [Ulangan 27:16] sudah menegaskan: "Terkutuklah orang yang memandang rendah ibu dan bapanya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!"

► YESUS TERORIS PENEBAR ANARKIS
[Matius 10:34] “Jangan kamu menyangka bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai melainkan pedang!"

[Lukas 12:49] “AKU datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah AKU harapkan, api itu telah menyala!”
[Lukas 12:51] “Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas Bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan!”

► YESUS BODOH TAPI SADIS
[Markus 11:11-14] “Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Allah. Disana ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau ia mendapat apa-apa dari pohon itu. Tetapi waktu ia tiba disitu, ia tidak mendapatkan apa-apa, selain daun -daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka katanya (Yesus) kepada pohon itu: "Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya." Maka menjadi layulah pohon ara itu.

[Wahyu 2: 23] “Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu. Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.”

Dua kisah di atas menunjukkan betapa Yesus tidak mampu menggunakan pertimbangan akalnya dengan baik benar. Pertama, karena perutnya yang sedang lapar tak terpenuhi, pohon ara yang tidak bersalah menjadi sasaran kutuknya hingga mati kering merana. Kedua, orangtua yang berbuat salah dipaksanya untuk bertaubat, sementara anak-anak mereka yang tidak tahu apa-apa justru dihukum mati! Apakah ini patut dianggap sebagai perbuatan orang cerdas?

► YESUS PARANOID YANG HAUS DARAH
Mirip God Father dalam filem-filem Mafioso Itali, tidak perduli apakah orang-orang yang dimaksudkannya benar-benar membahayakan dirinya atau tidak, pokoknya sebelum dia yang dibunuh, Yesus menginginkan semua musuhnya dibunuh lebih dulu!

Ini ditegaskannya dalam [Lukas 19:27] “Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka Aku menjadi rajanya, bawalah mereka kemari dan bunuhlah mereka di depan mata-Ku!”

► MENJELANG SAKARATUL MAUT YESUS MASIH MENGKONSUMSI ALKOHOL
[Yohanes 2:8] “Yesus memberikan minuman keras kepada orang lain”, padahal [Imamat 10:9] tegas-tegas mengharamkannya seperti ada tertulis: "Janganlah engkau minum anggur atau minuman keras, engkau serta anak-anakmu, bila kamu masuk ke dalam Kemah Pertemuan, supaya jangan kamu mati. Itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun!"

Kedekatan dengan alkohol ini rupanya masih berlanjut hingga ajal menjemput. Menjelang sakaratul maut di tiang salib, Yesus masih sempat minum anggur dan menurut [Yohanes 19:30] Sesudah Yesus meminum anggur itu, berkatalah Ia; "Sudah selesai ...." kemudian matilah Yesus! 

~ DEMIKIAN MENURUT ALKITAB.

PERTANYAAN:
Sekarang, coba mari sama-sama kita fikirkan sendiri. Apakah benar seperti di atas itu perangai Yesus yang selama 20 abad ini dituhankan oleh umat Paulus?

Jika memang benar, maka menurut ayat-ayat lain dalam alkitab sendiri, rasanya perilaku seperti di atas itu bahkan tidak pantas untuk menjadikannya sebagai seorang Nabi, apalagi sebagai Tuhan?!

Tapi jika kalian anggap tidak benar, kenapa perilaku Yesus yang sedemikian rupa tidak pantas itu ada tertulis dalam alkitab?

Tidakkah kalian sebagai umat kristen seharusnya berfikir sama dengan orang-orang di luar kristen yang dengan akal sehatnya dapat merasakan adanya gelagat tidak beres, bahkan berbau fitnah di sini?

Siapa sebenarnya yang tidak betul, Yesuskah, atau para pegarang dan poenggubah injil-injil kanonik kalian?

Atau kalian memang tidak mau ambil pusing, karena ingin tetap berpegang teguh pada mantera sakti gereja "IMANI SAJA!" itu?

Silahkan direnungkan dengan menggunakan segenap akal dan budi!

Semoga Tuhannya Yesus memberkati.
Amen!



[Sumber: Islam Menjawab Fitnah]



Thursday, May 15, 2014

Pelajaran dari Yesus Tentang Bagaimana Melaksanakan Hukum Taurat Thursday, May 15, 2014


Di forum diskusi GUS MENDEM DAN KAWAN-KAWAN, saya pernah membuat status seperti ini,

Kasus menarik ....
PELAJARAN DARI YESUS TENTANG BAGAIMANA MENERAPKAN HUKUM TAURAT

Dalam Bab-8 kitab injilnya, Yohanes mengisahkan bagaimana orang-orang Yahudi sengaja hendak mencobai Yesus, begini:
[4] Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
[5] Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
[6] Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
[7] Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
[8] Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
[9] Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya
[10] Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
[11] Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Ayat ini berkisah tentang tuduhan orang-orang Yahudi kepada seorang perempuan telah berzina di lingkungan mereka. Dan menurut hukum Musa, perempuan pezina harus dirajam sampai mati!

Ketika orang-orang Yahudi mengadu dan mendesak keputusan dari Yesus, maka Yesus pun bereaksi seperti di atas, dan nyatanya, tak seorang Yahudi pun yang berani melempari perempuan itu dengan batu seperti seharusnya.

Pelajaran apa yang dapat kita petik dari kisah ini?
Sangat stereotype dengan rata-rata umat kristen yang pernah saya baca komentarnya ketika menjelaskan YOH 8:1-11 ini, seorang netter kristen pengguna ID fesbuk Neo Tristan yang nampaknya ingin sekali diakui sebagai debater handal menulis begini:
"JELAS SEKALIKAN BAHWA YESUS ITU ADALAH TUHAN. KALAU YESUS BUKAN TUHAN PASTI DIA AKAN MELEMPARNYA KARENA YESUS TIDAK BERDOSA. HANYA TUHAN YANG SANGGUP BERBUAT DEMIKIAN YAITU MENGAMPUNI KESALAHAN WANITA TERSEBUT [YOH 8: 11] Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang JANGAN BERBUAT DOSA LAGI."
Dan ketika saya pertegas lagi dengan pertanyaan;
Kenapa Yesus bereaksi seperti digambarkan dalam Yohanes 8:7,8,11 dan akhirnya membebaskan perempuan itu tanpa syarat?

Dia menambahkan penjelasannya begini: 
"Kan Yesus ditanyain (minta pendapat) maka yesus udah kasih pendapatnya. Jadi ada maslah apa lagi. Tuhan itu maha pengampun bro. Makanya Yesus mengampuni wanita tersebut dengan tidak melempar dia dan Yesus menyampaikan pesan jangan berbuat dosa lagi."
Dari jawaban dan penjelasan di atas kita bisa melihat sendiri betapa kuat stigma "Yesus adalah Tuhan" yang tertanam di benak rata-rata pengikut Paulus sehingga akal sehat mereka seolah-olah berhenti berputar karena dibekukan oleh doktrin gereja, dan nalar mereka pun praktis tidak mampu lagi memahami kitabnya sendiri secara logik apalagi cerdas!

Padahal yang sesungguhnya harus difahami adalah begini:

Hukum Taurat Musa adalah HUKUM ALLAH Yang Maha Adil lagi Maha Penyayang, sekaligus juga Maha Tegas! Oleh karenanya TIDAK AKAN mencederai hak-hak dasar siapa pun juga, terutama orang-orang yag tidak bersalah!

Alasan Yesus tidak menjatuhkan hukuman kepada perempuan itu adalah karena menurut Hukum Allah, setiap tuntutan hukum kepada siapa pun juga HARUS dapat dibuktikan dengan MENGHADIRKAN SAKSI-SAKSI, termasuk SAKSI PELAKU. (Lihat Ulangan 17:6,  Ulangan 19:15, dan 2Korintus 13:1)

Dalam kasus di atas, yakni zinah, bagaimanapun juga PELAKUNYA HARUS TERDIRI DARI 2 ORANG, yakni perempuan yang dituduh berzinah dan pria pasangan zinahnya. 

Sedangkan seperti dapat kita lihat sendiri dari kisah Yohanes 8:4-11 di atas, orang-orang Yahudi itu hanya mengaku-ngaku saja sebagai SAKSI tapi tidak membawa serta -- atau tidak menghadirkan -- pelaku zinah pasangan perempuan tsb. 

Perlu digarisbawahi, ini diisyaratkan oleh Yesus sebagai perbuatan 'dosa', dan dengan itu pula kemudian dia menantang orang-orang Yahudi tsb seperti tertulis dalam Yohanes 8:7.

Karena orang-orang Yahudi itu sadar bahwa demi alasan ingin mencobai Yesus mereka telah berdusta -- dan tentu saja berdosa -- maka mereka pun kemudian satu-per-satu meninggalkan "arena sidang dadakan" tsb sehingga ancaman HUKUM RAJAM terhadap perempuan itu BATAL dilaksanakan! 
VOILA!
Teryata kita sedang berbicara tentang bagaimana seharusnya Hukum Taurat Musa dilaksanakan! Sama sekali BUKAN tentang Yesus yang dianggap oleh umat kristen sebagai Tuhan dan berkuasa mengampuni dosa!
Tentang kasus-kasus serupa ini, sebetulnya jauh-jauh hari sebelumnya Yohanes sendiri sudah mengisyaratkan sabda Yesus ini:

[Yohanes 5:30] "Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku."



Wallahualambissawab.



Friday, July 5, 2013

Kehadiran Si Penghibur Dan Penggenapan Hukum Taurat Friday, July 5, 2013


BEGINILAH AKHIRNYA PENGGENAPAN HUKUM TAURAT

Ketika pertama kali Yesus berkhotbah si atas bukit, yang diucapkan terlebih dahulu adalah misinya untuk menggenapi Hukum Taurat yang terekam dalam Matius 5:1 hingga Matius 7:29

[Matius 5:17] “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

[Matius 5:18] Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

[Matius 5:19] Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

[Matius 5:20] Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Semua yang dilakukan Yesus belum final alias belum tergenapi seluruhnya. MASIH BANYAK HAL YANG BELUM DIGENAPINYA karena umat Yahudi saat itu belum dapat menanggung ajarannya, hingga datangnya yang disebut sebagai ROH KEBENARAN

[Yohanes 16:12] Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.

[Yohanes 16:13] Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan MEMIMPIN kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan BERKATA KATA dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang DIDENGARNYA itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan MEMBERITAKAN kepadamu hal-hal yang akan datang.

ROH KEBENARAN belum datang pada masa Yesus. Maka ROH KEBENARAN bukanlah ROH KUDUS sebab Roh Kudus sudah datang bahkan sebelum Yesus lahir.

Deskrispsi ROH KEBENARAN yang diterangkan oleh Yesus adalah:

  1. Memimpin umat
  2. Berkata kata tidak dari dirinya sendiri
  3. Mendengar yang dikatakan
  4. Memberitakan kepada umat

Gambaran tsb jelas menunjukkan bahwa roh kebenaran yang dimaksud adalah sosok seorang NABI, bukan Roh dalam artian 'lelembut' yang tidak terlihat oleh kasat mata.


[1Yohanes 4:1] Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Karena Hukum Taurat belum tergenapi seluruhnya oleh Yesus, maka yang akan menggenapi adalah ROH KEBENARAN [NABI] yang akan datang sesudah Yesus.

Bukanlah suatu kebetulan jika kemudian ternyata ada seorang bernama Muhammad yang digelari oleh umat sebagai AL AMIN yang berarti YANG JUJUR [YANG BENAR] kemudian menjadi nabi di usia 40 tahun dan terbukti sebagai:

  1. Memimpin umat 
  2. Berkata kata tidak dari dirinya sendiri tetapi dari wahyu yang didengarnya 
  3. Mendengar wahyu yang dikatakan 
  4. Memberitakan wahyu kepada umat dan membukukannya sebuah kitab Al Qur’an yang hanya berisi Firman Firman Tuhan tanpa ada satupun perkataannnya 
  5. Mengakomodir seluruh Hukum Taurat dan menjadikannya sebagai bagian dari hukum syariat 

Dan semangat untuk menegakkan Hukum Syariat ternyata berlanjut hingga detik ini dalam dada setiap muslim di seluruh dunia sebagai fitrahnya untuk ditegakkan di seluruh dunia.

Tak ada umat manapun yang begitu besar estafet semangat menegakkan Hukum Syariat selain umat Muslim, dari satu genereasi ke generasi berikutnya tanpa batasan tempat, tanpa batasan waktu, hingga lenyapnya langit dan bumi.

Friday, September 14, 2012

Apa Makna Ucapan Yesus, Aku Dan Bapa Adalah Satu? Friday, September 14, 2012


Bukalah KITAB YOHANES 10, lalu perhatikan yang berikut ini:

10:23 Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.
10:24 Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.”
10:25 Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,
10:26 tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
10:29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.

Kata ‘aku dan Bapa adalah satu’ tercatat dalam Alkitab pada Yohanes 10:30, yang merupakan ucapan Yesus dalam kerangka kisah tanya jawab beliau dengan kaum Yahudi di Baik Allah, beranda Salomo.. Kalimat ini merupakan ‘senjata andalan’ umat Kristen untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan. Hampir disetiap diskusi, apabila ditanya: ”Mana ayat yang menyatakan Yesus adalah Tuhan”, umat Kristen umumnya menyodorkan Yohanes 10:30 ini, karena memang sampai sekarang tidak ditemukan ayat lain yang jelas Yesus menyatakan dirinya adalah Tuhan. Namun ada gejala umum ketika mengutip ayat ini, pihak Kristen biasanya menyampaikannya secara berdiri sendiri dan tidak menjelaskan kerangka ceritanya, mengapa Yesus bicara demikian, kepada siapa beliau bicara, apa reaksi si pendengar, lalu apa tanggapan Yesus terhadap reaksi si pendengar.

Mari kita coba analisa ceritanya:
Ucapan ‘aku dan Bapa adalah satu, dimulai ketika Yesus yang sedang berjalan di serambi Salomo, dicegat oleh Yahudi yang menanyakan ‘apa bukti bahwa Yesus adalah Mesias’, dijawab oleh Yesus yang intinya menyatakan bahwa dia ‘sudah menerangkannya dan sudah membuktikannya dengan keajaiban dan mukjizat yang dilakukan beliau atas nama Bapa, namun Yahudi tetap saja tidak percaya karena pada dasarnya kaum Yahudi tersebut sama sekali tidak mempunyai itikad baik untuk mengakui Yesus, untuk itu Yesus menyatakan bahwa memang mereka adalah penentangnya, menentang ajaran yang disampaikannya sambil menyatakan bahwa orang yang mengikutinya akan selamat dunia dan akherat, terakhir beliau menegaskan bahwa keselamatan dunia akherat tersebut merupakan kekuasaan Bapa, yang lebih besar dari siapapun. Dari ucapan Yahudi tersebut dan jawaban dari Yesus bisa kita simpulkan:
  1. Ada kemungkinan kedatangan sang Mesias sudah di nubuatkan kepada kaum Yahudi
  2. Ketika Yesus datang dan diduga merupakan Mesias tersebut, ternyata ajaran yang dibawanya tidak sesuai (mengkoreksi) apa yang sudah ada dalam sebagian ajaran Yahudi yang ada
  3. orang yang mencegat Yesus di serambi Salomo tersebut jelas datang dari kaum Yahudi yang menentang Yesus karena ajaran yang selama ini mereka yakini telah dikoreksi oleh ajaran yang disampaikan Yesus karena itu mereka selalu mencari kesempatan untuk menghentikan kegiatan Yesus kalau perlu membunuhnya
  4. Yesus sudah menyampaikan bahwa dialah sang Mesias dengan perkataan dan bukti berupa mukjizat namun Yahudi yang memang sudah punya rencana jahat tersebut tidak mempercayainya
  5. Ajaran yang disampaikannya akan membawa keselamatan dunia dan akherat bagi orang-orang yang mengikutinya
  6. Yesus menyatakan dengan jelas bahwa orang yang patuh dan mengikuti ajarannya bukan atas kekuasaannya, tapi semata-mata atas kekuasaan Bapa, lalu dilanjutkan dengan ucapan Yesus yang populer itu: 10:30 Aku dan Bapa adalah satu.”
Kalau dikaitkan dengan dialog sebelumnya, terlihat perkatan ini memang jauh dari kesan Yesus telah menyatakan dirinya adalah Tuhan, pengertian kalimat ini secara berdiri sendiri punya banyak penafsiran, bisa diartikan satu dalam zat atau roh, bisa juga satu dalam tujuan, satu dalam ajaran, bahwa apa yang disampaikan Yesus seperti yang ditanyakan Yahudi pada ayat sebelumnya, merupakan ajaran Bapa, tidak lebih dan tidak kurang, maka Yesus mengatakan ajarannya dan ajaran Bapa sama saja, adalah satu ajaran, yang telah disampaikan kepada kaum Yahudi, namun sebagian Yahudi berusaha membuktikan bahwa ajaran Yesus bukan ajaran Tuhan, sehingga pernyataan bahwa dia sang Mesias yang dimaksud bisa dibantah.Ternyata jawaban Yesus ini disalah-artikan, tergambar dari ayat berikutnya:

10:31 Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.

Reaksi Yahudi kemudian adalah mereka melempar Yesus dengan batu, apa gerangan yang membuat mereka melakukan hal tersebut?, yang jelas tindakan melempar batu pada orang lain bukanlah menggambarkan suatu kegembiraan atau manifestasi rasa cinta dan sayang, atau rasa terima kasih karena telah ditunjukkan jalan menuju keselamatan, Yesus juga bertanya:

10:32 Kata Yesus kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?”

Beliau heran karena sudah banyak melakukan perbuatan dan keajaiban yang sebagian besar untuk menolong kaum Yahudi tersebut, menyembuhkan penyakit, dll, lalu apa sebabnya mereka melempari dia dengan batu..??, Yahudi dalam jawabannya terkesan mengakui bahwa dalam sisi pekerjaan, memang Yesus telah banyak berjasa menolong mereka, namun semua perbuatan baik tersebut tidak bisa membenarkan ucapannya yang lancang itu:

10:33 Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”

Jawaban Yahudi tersebut menjelaskan bahwa kata-kata ‘aku dan Bapa adalah satu’ dianggap Yahudi sebagai kelancangan seorang manusia biasa yang mau menyamakan dirinya dengan Tuhan. Ini membuktikan:
  1. Terlihat bahwa dalam sistem ajaran Yahudi sekalipun sudah melenceng jauh, tetap tidak membuka peluang sedikitpun adanya manusia yang mengaku sebagai Tuhan.
  2. Tidak ada nubuat dalam ajaran mereka bahwa Tuhan akan turun ke dunia berbentuk manusia, karena kalau sudah ada nubuatnya maka tindakan yang paling logis adalah dengan memeriksa kebenaran apakah Yesus adalah Tuhan yang dimaksud dan bukan malah melemparnya dengan batu.
Lalu apa jawaban Yesus Kristus? Ini merupakan bagian yang paling kontroversial dari potongan kisah dalam Kitab Yohanes 10 ini:

10:34 Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
10:35 Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah — sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan –,
10:36 masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

Kalau memang Yesus adalah Tuhan, dan perkataan ‘aku dan Bapa adalah satu’ dimaksudkan beliau untuk menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan, seharusnya jawabannya adalah membenarkan sangkaan Yahudi tersebut, akan ada suatu ucapan yang berkonotasi sekalipun kaum Yahudi tidak setuju atau menentang kenyataannya dia memang Tuhan sesuai apa yang diucapkannya.

Alih-alih menjawab demikian, Yesus malah membantahnya, sekalipun secara tidak langsung. Kalimat ‘tidakkah tertulis dalam Taurat? berkonotasi membantah. Lalu apa yang ditulis dalam Taurat? Yaitu ‘Aku telah berfirman: kamu adalah allah’, siapa yang dimaksud dengan ‘aku’ disini? Apakah Yesus? Tidak ada firman Yesus dalam Taurat, maka kata ‘Aku’ di sini adalah Tuhan. Lalu siapa pula yang dimaksud dengan ‘kamu’?. Kalimat selanjutnya menjelaskan bahwa kata ‘kamu’ itu ditujukan kepada ‘orang yang menerima firman-Nya’.

Dalam bantahannya terhadap prasangka Yahudi yang menuduhnya mengklaim dirinya sebagai Tuhan, Yesus mengatakan bahwa dalam Taurat ada kata yang sepadan dengan kata ‘aku dan Bapa adalah satu’, dan itu bukan dimaksudkan untuk menyatakan bahwa si penerima firman adalah Tuhan. Selanjutnya Yesus kembali menantang Yahudi tersebut dengan mengatakan ‘kalau dia berkata dia adalah Anak Allah, apakah masih tetap dituduh Yesus telah menghujat Allah..? padahal Yesus adalah orang yang dikuduskan dan telah diutus-Nya ke dunia.

Ada 2 hal yang perlu kita simak disini, satu, apakah memang ada dalam Taurat kalimat yang menyatakan Tuhan memanggil orang yang menerima firmannya dengan sebutan Allah? Dalam Perjanjian Lama, yang dinamakan Taurat adalah 5 kitab pertama, yaitu: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan. Apakah ada kata tersebut dalam kelima kitab itu?

Kalau tidak ada maka bisa dikatakan Yesus telah berbohong (harap diingat kami kaum Muslim tidak sedikitpun percaya Yesus pernah berbohong, kalau ada informasi demikian kami menganggap informasinya yang tidak tepat), atau kemungkinan lain;
  1. Bukan itu yang diucapkan Yesus, para penulis telah salah kutip, atau
  2. Memang ada kalimat tersebut dalam Taurat, tapi tidak tercantum dalam Taurat versi Perjanjian Lama atau
  3. Keduanya benar.
Disini telah terjadi ketidak-sinkronan antara Perjanjian lama dengan Perjanjian Baru. Namun bagaimanapun itu, yang jelas Yesus telah membantah persangkaan dan tuduhan Yahudi bahwa dia telah menyatakan suatu kalimat yang mengaku dirinya sebagai Tuhan.

Hal yang kedua yang perlu disimak adalah kata ‘allah’ dengan huruf kecil, apa maksudnya..?? apakah para penterjemah Alkitab mau menunjukkan bahwa kata ‘kamu adalah allah’ adalah kata biasa dan bukan mau menunjukkan sesuatu yang istimewa, dan ‘allah’ disini bukanlah berarti Tuhan. Kalau itu yang dimaksud, maka bantahan Yesus tersebut tidak nyambung dengan apa yang dipermasalahkan kaum Yahudi. Buat apa Yesus membantah dengan kalimat yang ada dalam Taurat dan tidak mengindikasikan sebutan Tuhan kepada manusia?

Justru bantahan Yesus itu menjadi tepat kalau kata ‘allah’ yang dimaksud berarti Tuhan, mungkin dalam konteks ini artinya ‘orang yang dekat dengan Tuhan’, maka itu baru nyambung, kata Yesus ‘aku dan Bapa adalah satu’ sama saja artinya dengan firman Tuhan yang menyatakan ‘kamu adalah Allah’, tentu disinipun kembali harus kita telusuri apa benar kata-kata Yesus persis seperti itu mengingat Alkitab ditulis bukan dalam bahasa ucapan yang dipakai Yesus Kristus.

Perihal penyatuan antara manusia dengan Tuhan tersebut kembali dijelaskan oleh Yesus dana ayat berikutnya namun Yahudi kembali salah terima:

10:37 Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,
10:38 tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”
10:39 Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.
10:40 Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ.

Yesus kembali menyatakan kepada Yahudi yang tetap tidak mau mempercayainya, bahwa dia adalah utusan Tuhan, Mesias yang telah dinubuatkan, bahwa dia mengatakan, sekalipun Yahudi tetap tidak mau percaya kepada Yesus, maka percayakan pada pekerjaan dan tindakannya yang penuh mukjizat, sebagai bukti bahwa Yesus melakukannya atas kekuasaan Bapa, bukan Yesus yang mempunyai kekuatan tersebut melainkan Bapa yang bekerja melalui dirinya.

Kata ‘Bapa dalam aku dan aku dalam Bapa’ sebenarnya bukanlah hal yang baru dalam implementasi suatu ajaran agama. Sebelumnya Yesus sudah menyatakan dalam Taurat ada kata ‘kamu adalah allah’. Itu dinamakan kata yang berbau ‘sufistik’. Dalam ajaran Islam ada hadist nabi: “Senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku melalui ibadat sehingga Aku cinta kepadanya. Orang yang Ku-cintai, Aku menjadi pendengaran, penglihatan dan tangannya.”

+ Lebih jauh tentang aliran sufi, silahkan simak di sini.

Kalau Yesus mengatakan ‘aku dan Bapa adalah satu’ sebenarnya bukan berarti beliau mau menyatakan bahwa dia adalah Tuhan.

[Sumber: Arda Chandra - Islam Menjawab Fitnah]


Contact Form

Name

Email *

Message *