Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Hot. Show all posts
Showing posts with label Hot. Show all posts

Sunday, July 9, 2017

Yesus Makhluk Ciptaan Allah Yang Berasal Dari Tanah Dan Debu Sunday, July 9, 2017


Sekedar membuka "aura" tertutup di seputar kepala para pengikut Paulus.

SAMA SEPERTI MANUSIA LAINNYA, SESUNGGUHNYA YESUS JUGA MAKHLUK CIPTAAN ALLAH YANG ASALNYA DARI TANAH DAN DEBU!

Hampir semua pengikut Paulus siap bertegar tengkuk sampai tengkuknya benar-benar tegar seperti beton demi mempertahankan doktrin gereja bahwa Yesus lebih mulia dari Adam karena Adam diciptakan dari tanah dan debu, sedangkan Yesus tidak!

Kita semua sudah hapal luar kepala bagaimana umat ini meyakini PENCIPTAAN Yesus yang "katanya" BERBEDA dari manusia lainnya karena menurut alkitab, tidak melalui proses reproduksi seperti lazimnya yang terjadi pada makhluk bernama manusia, di mana sang jabang bayi Yesus bukan benih yang tumbuh dari hasil pertemuan antara sperma seorang (manusia) laki laki dengan indung telur di rahim ibunda tercintanya.

Padahal ini cuma PROSES, sebagaimana dimaksudkan oleh Allah agar manusia mengerti bahwa tidak ada yang sulit bagi-Nya untuk menciptakan apapun, termasuk menciptakan anak manusia bernama Yesus -- yang dipersiapakan-Nya untuk kelak menjadi salahseoang utusan-Nya bagi bangsa Israel -- tanpa perlu ikut campurnya seorang ayah! 

Sama seperti penciptaan Adam, penciptaan Yesus juga terjadi melalui SATU KATA dari firman Allah, yang didalam Al-Quran dijelaskan melalui pelajaran hikmah mengenai konsep "KUN - FAYA KUN!", salahsatu "kalimatullah" yang disalahmengerti oleh umumnya laskar odong-odong!

Ini cuma satu dari bermilyar milyar mukjizat Allah yang pernah, sedang dan akan terus terjadi sejak kita mengenal-Nya melalui "kabar baik" dari para nabi, sampai saatnya kelak kita akan bertemu sendiri dengan-Nya di akhirat!

Jadi, mulai dari sekarang cobalah belajar bagaimana merobah paradigma dari mindsetting keliru yang diajarkan oleh gereja kalian seperti diatas tadi, karena sesungguhnya proses penciptaan Yesus bukan merupakan mukjizat Yesus, akan tetapi sepenuhnya adalah mukjizat Allah! 

Yesus tidak memiliki mukjizat apapun, dan karenanya tidak mungkin dapat bermukizat dari dirinya sendiri kecuali sama persis dengan yang terjadi para nabi lainnya. Jadi, yang selama ini kalian kira adalah mukjizat Yesus itu sesungguhnya adalah peristiwa luar biasa yang terjadi karena Allah berkenan menunjukkan Mukjizat-Nya melalui tangan Yesus! Kitab kalian sendiri menjelaskan hal ini dalam Kisah Para Rasul 2:22.

Sampai di sini, yang perlu dipahami dengan benar adalah bahwa keajaiban penciptaan Yesus tidak seharusnya terpusat pada diri Yesus, melainkan kepada Allah yang menciptakan Yesus! Allah lah yang Maha ajaib, sementara Yesus tidak!

Yesus adalah 100% manusia. demikian gereja kalian sendiri mengajarkannya. Bahkan kitab kalian tidak sedikitpun ragu menuliskan silsilah Yesus yang disebut-sebut sebagai anak Daud anak Abraham. Oleh karena itu tentu saja kita sama-sama tidak akan percaya jika ada yang mengatakan bahwa Daud dan Abraham adalah bangsa Jin, apalagi sebangsa dengan Tuhan! 

Alasannya cukup jelas, karena kita belajar dari kitab suci warisan para nabi bahwa Daud dan Abraham adalah manusia. Karena itu, coba dipikir saja sendiri, bagaimana mungkin ada keturunan mereka yang menjadi tuhan dan kalian yakini kebenarannya sampai segitunya?

Kalian tahu tidak; siapa Daud, dan siapa Abraham?
Orang-orang dengan riwayat hidup hebat ini adalah anak Adam!

Jadi, dengan meminjam buah hasil masturbasi rohani bapa-bapa gereja kristen awal yang diabadikan dalam injil Matius 1, maka kalimat berikut ini juga sesungguhnya harus kalian imani sebaik kalian mengimani ayat Matius 1:1 sehingga kesimpulan susunan silsilah Yesus menjadi seperti ini: 

1. Inilah silsilah Yesus, anak Daud anak Abraham.
2. Inilah silsilah Daud, Anak Isai, anak Yehuda, anak Yakob, anak Abraham,
3. Inilah silsilah Abraham, anak Terah, anak Nuh, anak Set, anak Adam.
4. Inilah silsilah Adam ......... BUKAN anak Allah.

Ya! Adam, moyang Yesus, moyang Daud, dan moyang Abraham adalah ciptaan Allah, sehingga siapapun yang mengaku-ngaku sebagai keturunannya sudah pasti adalah ciptaan Allah!

Tahukah kalian bagaimana proses penciptaan Adam?
Kitab kalian mengabarkan bahwa Adam diciptakan dari tanah dan debu. Dan hebatnya, dalam sekejap mata langsung menjadi manusia dewasa yang sempurna! Tapi apakah tubuh Adam berbentuk tanah dan debu seperti sosok patung dari tanah liat yang belum kering? 

Ternyata TIDAK! 
Tubuh Adam sama seperti tubuh kita dengan segala kelengkapannya! 

Tapi seperti dijelaskan dalam kitab kalian, segala unsur yang membentuk tubuh Adam dikatakan berasal dari tanah dan debu! Itu sebabnya kenapa masih dalam kitab kalian sendiri, Allah berfirman bahwa kita semua adalah MAKHLUK DARI TANAH YANG AKAN KEMBALI KE TANAH! 
Kalau masih belum jelas, baca lagi Pengkhotbah 12:7

Artinya, semua keturunan Adam adalah makhluk yang tercipta dengan membawa unsur tanah di dalam tubuhnya. Hawa yang konon katanya diciptakan dari rusuk Adam, sekalipun tidak mentah-mentah diciptakan dari tanah dan debu, tapi karena berasal dari tubuh Adam yang segala unsurmya berasal dari tanah, maka jelas dia mewarisi segala unsur tanah Adam, dan karenanya termasuk dalam kelompok MAKHLUK DARI TANAH YANG AKAN KEMBALI KE TANAH! 

Bagaimana dengan Daud dan Abraham?
Sama saja! Sebagai anak Adam, mereka juga MAKHLUK DARI TANAH YANG AKAN KEMBALI KE TANAH! 

Bagaimana dengan Maria, ibunda Yesus?
Tidak ada bedanya! Sebagai anak Daud, anak Abraham, anak Adam, bunda Maria juga MAKHLUK DARI TANAH YANG AKAN KEMBALI KE TANAH!

Lantas, bagaimana pula dengan Yesus?
Sami mawon! Sebagai 100% anak manusia Maria yang disebut-sebut pula sebagai anak Daud, anak Abraham, tentu saja Yesus termasuk dalam kelompok MAKHLUK DARI TANAH YANG AKAN KEMBALI KE TANAH!

Lain halnya jika Daud dan Abraham adalah sebangsa jin, atau mereka adalah tuhan, maka bolehlah kalian bercerita bahwa Yesus adalah anak jin atau anak tuhan!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!


Friday, June 2, 2017

Sama Seperti Kita, Yesus Juga Diciptakan Oleh Allah! Friday, June 2, 2017


Mari sekali-sekali kita bedah Bibel dengan menggunakan kacamata dan doktrin kristen sendiri, dan kita mulai dari sini: Mana yang lebih benar untuk menterjemahkan kata dari Biblos bahasa Yunani ἀρχὴ = archē; sumber atau permulaan?

WAHYU 3:14
“Inilah Firman dari Amin (Yesus Kristus), Saksi yang setia dan benar, permulaan (arche) dari ciptaan Allah”
 
Ayat ini membuktikan bahwa Yesus adalah ciptaan Allah, sementara jemaat Paulus bergenre Trinitarian berbeda pandang. Begini argumen mereka:
Kata "permulaan" dalam Wahyu 3:14 berasal dari bahasa Yunani "arche" yang seharusnya diterjemahkan sebagai sumber, karena “arche” selain berarti permulaan juga bisa berarti kepala, atau pemerintah.
Kepala merupakan sumber. Jadi, Amin saksi yang setia dan benar itu adalah kepala atau sumber ciptaan Allah. Artinya Yesus bukan ciptaan tapi Yesuslah Allah sang pencipta itu sendiri!
Sementara di sisi lain, demikian banyak ahli bahasa Yunani yang memahami dan mengartikan kata “arche” dalam Wahyu 3:14 sebagai permulaan atau the beginning. Bahkan para pakar alkitab pengiman Tritunggal pun jelas-jelas menerjemahkan kata “arche” sebagai permulaan (the beginning) dalam berbagai versi alkitab mereka, termasuk Lembaga Alkitab Indonesia.
Tapi memang ada juga sebagian orang - demi pembenaran klaim keilahian Yesus - ngotot bahwa “arche” dalam Wahyu 3:14 harus diterjemahkan sebagai sumber atau source.
Jadi, terjemahan mana yang benar?
The beginning atau The Source?
Kita tahu bahwa penulis kitab Wahyu adalah Yohanes. Tulisan Yohanes menggunakan cukup banyak kata “arche” di dalam surat-suratnya, dan pada umumnya bermakna permulaan atau awal (menunjuk pada keterangan waktu).
Sebagai perbandingan bisa kita lihat pemakaian kata “arche” dalam Yohanes 1:1 yang tertulis “en arche en ho logos …” yang artinya: “padamulanya adalah firman …”
Kita semua juga sepakat bahwa kata “arche” dalam ayat tersebut diterjemahkan dengan tepat sebagai “mulanya” (awalnya). Dan tampaknya tidak seorangpun dari sekian banyak sarjana Alkitab yang paham bahasa Yunani akan menterjemahkan kata “arche” dalam Yohanes 1:1 sebagai “sumbernya”.
Nah, kata “mulanya” pada Yohanes 1:1 dalam bahasa Indonesia berasal dari kata dasar mula. Demikian pula kata "permulaan" pada Wahyu 3:14 berasal dari kata dasar mula.
Jadi kata “arche”, baik dalam Yohanes 1:1 maupun Wahyu 3:14 sama-sama menunjuk pada keterangan waktu mula (the beginning). Sama sekali bukan berasal dari kata sumber.
Jika pengiman Tritunggal setuju pada terjemahan “arche” dalam Yohanes 1:1 sebagai “mulanya”, maka akan tampak jelas upaya manipulasi mereka dalam menjustifikasi doktrin “Yesus adalah Tuhan” dengan cara mengaburkan makna sebenanya dari pengakuan Yesus sendiri bahwa beliau adalah ciptaan Allah, kemudian rame-rame tutup mata dan telinga memaksa kata “arche” pada Wahyu 3:14 seharusnya diterjemahkan, atau dimaknai, sebagai “sumbernya.
Beberapa contoh tulisan Yohanes selain Wahyu 3:14 yang menggunakan kata “arche” yang berarti “mulanya”, permulaan, the beginning (menunjuk keterangan waktu) di antaranya adalah sbb:
  • “Pada mulanya (arche) adalah firman.” (Yohanes 1;1)
  • “Hal itu dibuat Yesus di Kana Galilea, sebagai yang pertama (arche) ” (Yohanes 2:11)
  • “ .. karena kamu dari semula (arche) bersama-sama aku.” (Yohanes 15:27)
  • “Apa yang telah ada sejak semula (arche).” (1Yohanes 1:1 )
  • “ .. perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya (arche).” (1Yohanes 2:7 )
  • “ .. karena kamu telah mengenal Dia, yang dari mulanya (arche).” (Yohanes 2:13 )
  • “ .. yang ada dari mulanya (arche)" (1Yohanes 2:14)
  • “ .. apa yang telah kamu dengar dari mulanya (arche)” (1Yohanes 2:24)
  • “ .. sebab iblis berbuat dosa dari mulanya (arche)" (1Yohanes 3:8)
  • “ .. berita yang kamu dengar dari mulanya (arche)” (1Yohanes 3:11)
  • “ .. menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya (arche)" (2Yohanes 1:5)
  • “ .. sebagaimana kamu dengar dari mulanya (arche)” (2Yohanes 1:6 )
 
Jelas kata “arche” dalam ayat-ayat tulisan Yohanes tsb berarti “mulanya” atau “the beginning” (keterangan waktu) dan sama sekali tidak ada yang berarti sumber.
Dengan demikian adalah terlalu sembrono jika penganut Tritunggal - demi berupaya keras menegakkan doktrinya - kemudian memaksa menerjemahkan “arche” dalam Wahyu 3:14 sebagai “sumber

Sekarang mari kita lihat pula ini:
קָ֭נָנִי = Qa-na-ni atau "Qanah" artinya memiliki atau menciptakan?

AMSAL 8: 22, 23, 25, 26, 30
“Tuhan telah menciptakan aku (hikmat, Yesus bergelar “hikmat” –1Korintus 1:24) sebagai permulaan pekerjaanNya, sebagai perbuatanNyayang pertama dahulu kala. Pada zaman purbakala, aku (pra-eksistensi Yesus) dibentuk, sebelum bumi ada. Sebelum samudera, gunung-gunung, bukit-bukit ada, Aku (praeksistensi Yesus) telah lahir, sebelum Ia (Allah) membuat bumi, Aku (praeksistensi Yesus) ada sertanya sebagai anak kesayanganNya
Amsal 8:22, jika dihubungkan pada Yesus, jelas merupakan bukti Alkitabiah bahwa Yesus (praeksistensinya) adalah ciptaan Allah. Tetapi umat Trinitarian membantahnya dengan berdalih bahwa dalam ayat tersebut tidak ada kata yang berarti “menciptakan”.
Argumen mereka:
Kata “menciptakan” (Ibrani: Qanah) pada ayat 22 tersebut tidak benar. Kata “qanah” harus diartikan sebagai memiliki, bukan mencipta. Artinya harus dipahami sebagai: Allah memiliki Yesus, bukan menciptakan Yesus!
Jika Trinitarian mengklaim bahwa kata “menciptakan” di ayat 22 tersebut salah, lalu bagaimana dengan terjemahan pada frase: “Permulaan pekerjaannya (ayat 22)”; “Perbuatannya yang pertama dahulu kala”; “Aku dibentuk (ayat 23)”; “sebelum gunung-gunung ada, aku (praeksistensi Yesus) telah lahir [1] (ayat 24,25) sebelum Ia (Allah) membuat dataran bumi(ayat 26)”; sebagai Anak [2] kesayanganNya (ayat 30)”.
Dari ayat-ayat tersebut jelas sekali bisa kita pahami bahwa Yesus (sang hikmat) adalah:
1. CIPTAAN ALLAH
2. HASIL KERJA ALLAH
3. PERBUATAN ALLAH
4. DIBENTUK OLEH ALLAH
5. DILAHIRKAN KARENA KEHENDAK ALLAH
6. DIPERANAKKAN ATAS KUASA ALLAH
Nah, jelas sekali Amsal 8: 22-30 banyak berbicara tentang praeksistensi Yesus sebagai mahluk ciptaan Allah, yang juga diistilahkan lahir,dibentuk, permulaan pekerjaan Allah, perbuatan Allah yang pertamadan anak kesayangan (yang diperanakkan).
Lantas apakah terjemahan ayat 22-30 (yang membuktikan dengan akurat bahwa “hikmat” (praeksistensi Yesus) sebagai ciptaan dan hasil pekerjaan atau karya Allah yang pertama tersebut salah semua?
Bukankah sudah sangat jelas dari ikatan kalimat pada rangkaian ayat 22-30 tersebut dapat dipahami bahwa Sang Hikmat (praeksistensi Yesus) adalah HASIL KARYA atau CIPTAAN atau PEKERJAAN YANG PERTAMA dari Allah?
Artinya jelas "sang hikmat" (praeksistensi Yesus) adalah mahluk ciptaan,buatan, atau HASIL KARYA Allah!
Sekalipun Trinitarian ngotot bahwa kata “qanah” dalam ayat 22a tetap mati-matian harus diartikan sebagai “memiliki”, hal itu tentu tidak bisa lepas dari ayat 22b-30-nya yang dengan tegas membuktikan bahwa Sang Hikmat (praeksistensi Yesus) jelas-jelas adalah Permulaan Pekerjaan Allah, dibentuk, yang berarti DICIPTAKAN!
Kemudian jika umat Trinitarian mengklaim pula bahwa kata “qanah” tidak tepat diartikan sebagai “mencipta”, klaim tersebut adalah suatu dusta besar!
Kata “qanah” dalam alkitab jelas juga memiliki arti menciptakan.
Ini bisa kita buktikan dari beberapa contoh ayat seperti berikut:
KEJADIAN 14:19, 22:
“Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (qanah) langit dan bumi, kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: Aku bersumpah demi Tuhan, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (qanah) langit dan bumi”.
Kata Ibrani “qanah” memang juga bisa berarti “memiliki atau memperoleh”, namun dari ayat-ayat tersebut (juga menurut kamus Ibrani) bisa dipahami bahwa dalam bahasa Ibrani bukan hanya kata “bara” saja yang berarti mencipta, kata “qanah” terbukti akurat: juga bermakna mencipta![3]
KESIMPULAN
Wahyu 3:14 dan Amsal 8:22-30 adalah ayat-ayat yang semakin kokoh menguatkan fakta-fakta Alkitabiah bahwa Yesus Bukan Allah. Sebaliknya ayat-ayat tersebut justru menjadi bukti akurat bahwa secara Alkitabiah pula; Yesus adalah CIPTAAN ALLAH!
CATATAN:
[1] Istilah “lahir” dalam Alkitab mengacu pada arti diciptakan.
Lihat Mazmur 90:1-2, “gunung-gunung dilahirkan.”
Gunung dilahirkan = gunung diciptakan atau dibuat!
[2] Istilah “Anak” (mengandung arti diperanakkan) juga mengacu pada makna diciptakan.
Lihat Mazmur 90:1-2, “bumi dan dunia diperanakkan.”
Bumi dan dunia diperanakkan = diciptakan atau dibuat!
[3] LAI menterjemahkan kata "qanah" sebagai "pemilik" dan "empunya". Padahal arti sebenarnya adalah penguasa, yang dalam konteks Teologi Torah dan Mazmur, sekaligus dimaknai pula sebagai pencipta!  
Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!
 
[Sumber: Lee Hercules]

Saturday, June 9, 2012

Yesus Bukan Tuhan! Saturday, June 9, 2012


Umat kristen pasti sudah lelah, letih, lesu, dan bosan membaca sepotong tulisan favorit umat muslim di forum-forum lintas agama yang satu ini:

YESUS BUKAN TUHAN!

Dan repotnya, sebagus apa pun usaha umat kristen untuk meyakinkan umat Islam bahwa Yesus adalah Tuhan, selalu saja kandas, sekalipun cuma dihadapkan pada ayat-ayat yang justru berasal dari kitab kristen sendiri. Apalagi jika harus dihadapkan pada ayat-ayat dari Al-Qur'an!

Tidak heran bila para Pendeta, Pastor, Uskup, Kardinal, bahkan Paus sekalipun, bila sudah mati akal dalam debat untuk menjelaskan eksistensi tritunggal, khususnya tentang ketuhanan Yesus, pada akhirnya akan memilih untuk menganjurkan umat Islam yang rewel perihal ketuhanan Yesus ini agar sebaiknya kembali saja kepada nasehat penting dalam ajaran Islam sendiri yaitu, "Untukmu agamamu, untukku agamaku!"  

Dengan kata lain, sebetulnya para petinggi gereja ini ingin mengatakan kepada umat muslim begini,
"Sudah deh, jangan recoki terus keyakinan kami. Biar pun memang banyak salahnya, tapi kami mengimaninya. Jadi plis deh, tolong jangan dikoreksi terus! Kami cape, dan ini dapat menggoncang iman jemaat kami yang masih ragu-ragu pada doktrin IMANI SAJA, tau?"  
Sementara itu, di fihak lain, umat muslim yang tidak suka melihat para penginjil yang di mana-mana selalu saja "main belakang", diam-diam berusaha memurtadkan kaum dhu'afa muslim dengan berbagai tipu daya, tentu saja tidak melihat nasehat di atas adalah bijaksana dalam menyikapi situasi seperti ini. Bagaimana mungkin mereka dapat mendiamkan, apalagi sampai mendukung praktek-praktek kotor para penginjil ini yang tidak pernah berhenti berusaha mengkristenkan umat yang pada dasarnya sudah lebih dulu mapan beragama? 

Lain halnya bila praktek-praktek itu dilakukan di tengah-tengah kaum yang masih belum mengenal Tuhan, atau jika ajaran kristen sendiri terbukti lebih benar dari ajaran agama yang sudah lebih dulu dipeluk oleh kaum yang ingin mereka murtadkan. 

Nyatanya, seperti sudah disinggung di atas, para rohaniwan gereja sendiri tidak ada yang tidak akan "kelimpungan" jika sudah didesak untuk menjelaskan iman mereka menyangkut konsep trinitas dan ketuhanan Yesus! Ada berapa banyak ayat-ayat dalam kitab kristen sendiri yang tidak dapat mereka jelaskan dengan baik dan benar kecuali cuma memutar balik kata semata?  

Karenanya sebagian pemerhati isu kristenisasi semakin terdorong untuk mempelajari kitab kristen guna menemukenali segala ketidak-benaran ajaran kristen sendiri, agar tidak saja umat muslim di setiap jengkal tanah republik ini dapat melihatnya secara jelas dan terbuka, tapi termasuk juga jemaat kristen yang cuma mengerti teriak "amen, amen dan haleluya" saja tiap kali pendeta atau pasturnya membacakan ayat-ayat bernaunsa "angin sorga" di mimbar gereja mereka. 

ALKITAB MENOLAK KETUHANAN YESUS
Bukti-bukti berikut ini dikutip dari alkitab, yaitu pernyataan Yesus Kristus dan ayat-ayat alkitab lainnya yang menegaskan penolakan terhadap ketuhanannya,
  1. Yesus mengatakan dirinya bukan Tuhan. "Aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, Allahku dan Allahmu." (Yohanes, 20:17)
  2. “Jika aku memuliakan diriku sendiri, maka kemuliaanku itu sedikitpun tidak ada artinya. Allah-kulah yang memuliakanku.” (Yohanes, 8:54)
  3. “Permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa, Allah-ku di sorga.” (Matius, 18:19)
  4. “Mengapa kau katakan aku baik? Tidak ada yang baik selain Allah.” (5. Markus, 10:18)
  5. “Hanya Satu yang baik … turutilah perintah Allah.” (Matius 19-17)
  6. “Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti. (Matius, 4:10)
  7. Yesus berkata, “Hanya satu Rabimu." (Matius, 23:8) 
  8. “Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa.”  (Markus, 12:29)
  9. “Tidak ada yang lain kecuali Dia (Allah).” (Markus, 12:32)
  10. “Bapa/Allah, Tuhan langit dan bumi.” (Lukas, 10:21)
  11. “Allah yang Esa.” (Yohanes, 5:44)
  12. “Mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar.” (Yohanes, 17:3)
  13. Allah adalah Tuhan yang Esa/Satu (Ulangan 4:35)
  14. Allah adalah Tuhan yang Esa/Satu (Ulangan 6:4) 
  15. Allah adalah nama Tuhan untuk selama-lamanya, bukan untuk Yesus (Keluaran, 3:15)
  16. “Janganlah kamu menyebut siapapun Allah di bumi ini, karena hanya satu Allah-mu, yaitu Dia yang di sorga.” (Matius, 23:9) 
  17. Yesus tidak pernah menyebut dirinya sebagai Tuhan sebagaimana Tuhan menyatakan diri-Nya sebagai Tuhan (Imamat 19:31 dan Yesaya 43:11)
ALKITAB MENUNJUKKAN BAHWA YESUS DAN ALLAH BERBEDA
  1. “Bapa kami yang di sorga.” (19. Matius, 6:9) 
  2. “Bapa, Allahmu yang di sorga adalah sempurna.” (Matius, 5:48)
  3. “Di depan Allah-ku yang di sorga.” (Matius, 10:32) 
  4. “Allah-ku yang di sorga.” (Matius, 12:50)
  5. “Allah-ku yang di sorga.” (Matius, 12:50)
  6. “Allah-ku yang di sorga.” (Matius, 15:13)
  7. “Allah-ku yang di sorga.” (Matius, 16:17)
  8. “Allah-Ku yang memberikan kamu roti dari sorga.” (Yohanes, 6:32-33)
  9. “Allah-ku yang di sorga.” (Matius, 18:10)
  10. “Allah-ku yang di sorga.” (Matius, 18:19) 
  11. “Allah-ku yang di sorga” (Matius, 7:21-23)
DAN INI ADALAH SIFAT-SIFAT ALLAH YANG TIDAK DIMILIKI OLEH YESUS
  • Kejadian 1 & 2 “Allah menciptakan langit dan bumi.” 
  • Lukas 10:21 “Allah, Tuhan langit dan bumi.”

Mau lebih lengkap? 

Yuk, mari kita lanjutkan!
Perjanjian Lama secara tegas menyatakan bahwa tidak ada tuhan-tuhan lain bagi umat Israel kecuali Allah.
  1. Akulah Tuhanmu, yang telah membebaskanmu dari negeri Mesir, engkau tidak ada memiliki tuhan-tuhan lain selain Aku.”  (Keluaran 20: 2-3)" 
  2. engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.”  (Ulangan 4: 35)
Bahkan, dalam Perjanjian Baru, Yesus sendiri menyatakan secara tegas bahwa hanya ada satu Tuhan yaitu Allah.
  1. Kenapa engkau memanggilku Guru yang baik? Hanya satu yang baik, yaitu Allah, jk engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah perintah-Nya.” (Matius 19:17)
  2. "Inilah hidup yang kekal, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17: 3)
Frasa "anak Allah" banyak ditemukan dalam Alkitab. Namun Alkitab tidak  pernah menyatakan bahwa "anak Allah" memiliki kesetaraan dengan Allah! Sebutan itu hanya gelar umum bagi anak manusia yang baik dan benar dalam imannya! 

Bukti-bukti alkitab menunjukkan bahwa siapa saja yang memiliki kedekatan spiritual dengan Allah, dalam tradisi keagamaan umat Yahudi layak dan lazim disebut atau digelari sebagai "anak Allah". Gelar ini sebetulnya tidak berbeda dengan sebutan serupa semisal, anak asuh, anak murid, anak didik, anak angkat, anak baik, dlsb.

Jadi,  makna "anak Allah" pada ayat-ayat alkitab yang menyebut kata tsb sama sekali tidak dapat diartikan sebagai "anak Allah" dalam artian anak biologis seperti klaim salahseorang pendeta kondang asal Palu; Alfred Ezra Soru,  "anak monyet, pasti bapanya monyet!"

Dengan demikian, maka jelas bahwa menurut alkitab sendiri, Yesus bukan Tuhan, apalagi Allah!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!


Contact Form

Name

Email *

Message *