Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Sorga Kristen. Show all posts
Showing posts with label Sorga Kristen. Show all posts

Saturday, September 3, 2016

Syarat Masuk Sorga Menurut Ajaran Yesus Saturday, September 3, 2016


Kita sudah tahu perbedaan paling prinsipil antara pengikut Yesus dan pengikut Paulus, bukan?
Pengikut Yesus adalah mereka yang menyembah Tuhan yang disembah oleh Yesus, sedangkan pengikut Paulus adalah mereka yang menyembah Yesus!

Nah, karena menyembah Yesus, maka umat Kristen - yang mengira diri mereka adalah pengikut Yesus - harus tahu diri dan sadar sepenuhnya bahwa sesungguhnya mereka bukan pengikut Yesus melainkan pengikut Paulus.

Kenapa?
Karena pertama;  nama "Kristen" dengan segala attributnya adalah hasil jerih payah Paulus selama "menginjil" di Anthiokia, sedangkan kedua; Yesus tidak pernah mengenal kata "Kristen", dan yang paling jelas, tidak pernah mengajarkan penuhanan terhadap dirinya dan Roh Kudus, apalagi sampai disejajarkan dengan Bapa dalam formasi Aliansi Tiga Tuhan bergelar "Tritunggal." 

Bukti yang sekilas terlihat remeh namun sesungguhnya sangat fundamental tentang ini bisa sama-sama kita lihat dari pengakuan rata-rata umat Kristen yang dengan sangat percaya diri menyatakan bahwa Kristen Bukan Agama. Alasannya, yang menyelamatkan kami adalah iman kepada Yesus, bukan agama!

Padahal salahsatu ajaran pokok Yesus kepada pengikutnya yang tercatat dalam Matius 5:20 menegaskan begini:
"Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga."
Ini jelas merupakan syarat dari Yesus kepada siapapun yang mengaku sebagai pengikutnya, bahwa jika menginginkan sorga  maka harus menjalani kehidupan beragama lebih benar dari ahli Taurat dan orang-orang Farisi! Tapi apa kata umat Kristen yang mengira diri mereka sebagai pengikut Yesus tadi?
"KRISTEN BUKAN AGAMA!" Dan sebagai konsekuensinya, tentu saja seluruh umat Kristen adalah manusia-manusia yang secara sadar mengaku, "TIDAK BERAGAMA!"
Nah, sampai di sini coba anda pikir sendiri; bagaimana umat ini akan menjalani kehidupan beragama jika agama saja tidak punya? Lebih celaka lagi, bagaimana mungkin umat ini masih demikian percaya diri mengira jika mati nanti pasti masuk sorga yang dijanjikan oleh Yesus, padahal syarat utama untuk masuk sorga harus beragama?

Pertanyaan yang tidak perlu dijawab, karena dalil di atas sudah menjelaskan sendiri bahwa siapapun yang hari gini masih mengaku sebagai umat Kristen, sudah dipastikan oleh Yesus sendiri tidak akan pernah masuk kerajaan sorga!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Thursday, November 29, 2012

Jaminan Sorga Umat Kristen Menurut Al-Quran Thursday, November 29, 2012


Ayat-ayat alkitab dibawah ini merupakan tanggapan netters Kristen untuk membuktikan bahwa dalam alkitab terdapat jaminan keselamatan (diartikan masuk sorga) bagi yang percaya pada ketuhanan Yesus Kristus.
  • Barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
  • Mereka yang mendengarnya, akan hidup.
  • Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.
  • Setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
  • Setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
  • Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
  • Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan,
  • Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.
Ayat-ayat tersebut punya pola pengandaian, banyak memakai kata ‘barangsiapa’ dan ‘akan’ yang artinya: JIKA anda percaya kepada Yesus, maka NANTI anda AKAN masuk sorga. Padanan dari ayat tersebut dalam Al-Qur’an sebenarnya banyak, seperti di antaranya:

"Dan orang-orang yang beriman serta beramal shaleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya." (QS. Al-Baqarah 82)

"Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai;" (QS. An Nisaa 57)

"Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan shaleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah?" (QS. An-Nisaa 122) 

" ... dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shaleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya". (QS. Al-A’raaf 42)

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam syurga yang penuh keni`matan." (QS. Yunus 9)

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni syurga; mereka kekal di dalamnya." (QS. Huud 23)

"Orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik." (QS. Ar-Ra’d 29)

"Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal shaleh ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam syurga itu ialah “salaam” (QS. Ibrahim 23)

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal," (QS. Al-Kahfi 107)

" ... kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal shaleh, maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun," (QS. Maryam 60)

"Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal shaleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia)," (QS. Thaahaa 75)

"Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki." (QS. Al-Hajj 14)

"Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai." (QS. Al-Hajj 23)

"Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal shaleh adalah di dalam syurga yang penuh keni`matan." (QS. Al-Hajj 56)

"Dan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan." (QS. Al-Ankabuut 7)

"Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shaleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam syurga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal," (QS. Al-Ankabuut 58)

"Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira." (QS. Ar-Ruum 15)

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, bagi mereka syurga-syurga yang penuh keni`matan," (QS. Luqman 8)

"Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, maka bagi mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan." (QS. As-Sajdah 19)

"Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal shaleh (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar." (QS. Asy Syura 22)

"Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata." (QS. Al-Jatsiyah 30)

"(Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari dinampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beramal shaleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar." (QS. At-Taghaabun 9)

"Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang shaleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya." (QS. At- Thalaaq 11)

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar." (QS. Al-Buruuj 11)

Berbeda dengan ajaran Kristen yang mengaitkan soal masuk sorga HANYA dengan percaya (sekalipun dalam beberapa diskusi netters Kristen di sini mengatakan bahwa kalau sudah percaya maka perbuatannya sudah pasti merupakan amal shaleh, ini perlu didiskusikan lebih lanjut, sebab fakta yang ada, amal shaleh dan perbuatan baik dapat dilakukan oleh semua orang, tidak peduli apapun agamanya, bahkan atheis sekalipun). Karena itu Al-Qur’an mengaitkan sorga dengan iman dan amal shaleh. Artinya beriman saja tidak akan membuat anda masuk sorga kalau tidak pernah beramal shaleh, sebaliknya semua amal shaleh anda akan sia-sia kalau tidak didasari iman kepada Allah.

Namun semua ayat Al-Qur’an tersebut tidak diartikan bahwa anda yang merasa telah beriman dan beramal shaleh PASTI masuk sorga, karena selama anda menjalani hidup maka dipastikan iman dan amal shaleh anda selalu berobah, kadang naik dan kadang turun, itu adalah hal yang manusiawi dan terjadi pada semua orang.

Kondisi keimanan dan amal shaleh yang tidak stabil tersebut bisa disebabkan oleh ujian yang diberikan Allah kepada manusia yang kodratnya memiliki kecenderungan ke arah baik dan buruk. Al-Qur’an sendiri menerangkan:

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar." (QS. Ali-Imran 142)

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS. Al-Ankabuut 2)

"Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu." (QS. Ali-Imran 186)

"Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS. Al-Hujuurat 3)

"Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu." (QS. Al-An’aam 145)

"Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?” (Allah berfirman): “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepadaNya)?” (QS. Al-An’aam 53)

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." (QS. Al Anbiyaa 35)

"Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu." (QS. Muhammad 31)

"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun," (QS. Al-Mulk 2)

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat." (QS. Al-Insaan 2)

Jadi menurut Al-Qur’an, hidup di dunia tidak lain hanyalah periode untuk menguji keimanan dan perbuatan kita, mengapa harus diuji? Karena hanya dengan ujianlah bisa dibuktikan apakah seorang manusia memang menjalankan hidupnya sesuai perintah Allah atau tidak. Dalam menjalani hidup sering kita tergelincir melakukan dosa, itu juga manusiawi karena mana ada manusia yang tidak punya dosa..?, untuk itu Allah memberikan mekanisme lain:

"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal." (QS. Ali-Imran 135-136)

"Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk dita`ati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nisaa 64)

" ... dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nisaa 106)

"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nisaa 110)

"Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Maaidah 39)

"Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Maaidah 73-74)

"Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-A’raaf 153)

"Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu;" (QS. An-Anfaal 39)

[ini sebagian dari ayat Al-Qur’an tentang pengampunan Allah, masih banyak ayat yang lain lagi, terus terang capek mengutipnya karena sangat banyak ayatnya, silahkan anda cari sendiri dalam Al-Qur’an]

Jadi, ayat alkitab memang tidak pernah menyatakan adanya jaminan anda masuk sorga karena percaya kepada ketuhanan Yesus. Sebab semua ayat yang dikutip diatas hanyalah kalimat pengandaian, dan itu sama saja dengan ayat yang ada dalam Al-Qur’an.
Lalu mengapa umat Kristen sampai bisa punya pikiran SUDAH dijamin dan PASTI masuk sorga, hanya dengan syarat percaya?

Itu datangnya dari doktrin gereja yang dicekoki terus-menerus, menjadi ‘candu spriritual’, bikin mabok dan melayang-layang, lupa bahwa kita harus terus menjalani kehidupan dengan segala kemungkinan, bisa istiqomah (konsisten) dengan keimanan dan amal shaleh kita, bisa juga terjerumus.

Al-Qur’an menyatakan:
"Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar” (QS. Al Baqarah 111)

Tahu artinya angan-angan kosong?
Sesuatu yang belum ada ditangan, tapi pikiran kita menganggapnya itu sudah ada di tangan. Itulah yang namanya angan-angan kosong, dan Al-Qur’an telah memperingatkan anda dengan bahasa yang lugas dan jelas.

Sekarang silahkan pikir sendiri, di hadapan anda ada dua pilihan soal keselamatan dan jaminan masuk sorga. Mana yang akan anda pilih?

Anda mau ‘melayang-layang’ menikmati angan-angan kosong sendiri, atau kembali kedunia nyata, menjalani sisa kehidupan anda, selalu berhati-hati agar tidak tergelincir, selalu memohon kepada Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang bisa memberi anda petunjuk atau malah akan menyesatkan anda jika anda menghadap-Nya dengan sombong, prasangka buruk dan kedurhakaan?

Semuanya terserah anda!

[Sumber: Serangan Balik Untuk FFI | Islam Menjawab Fitnah]

Friday, November 2, 2012

Jaminan Sorga Versi Kristen vs Versi Islam Friday, November 2, 2012

Pdt. Budi Asali: Kami orang Kristen tidak berkata: “Insya Allah kami masuk surga”! Kami juga tidak mengatakan “moga-moga kami masuk surga”! Kami yakin kapanpun kami mati, kami PASTI masuk surga! Bukan karena kami baik, tetapi karena dosa kami sudah dibereskan oleh Yesus Kristus!"

Admin Siaran Al Hayat - lebih tepat Siaran Darah dan Kematian: "Dalam Al Kitab kita menemukan janji bahwa jikalau dosa-dosa kita dipercayakan/ diserahkan kepada Isa Al-Masih sebagai Juru Penebus (Juru Selamat) kita, dosa-dosa kita akan diampuni/ dibersihkan dan kita akan pasti masuk sorga pada waktu meninggal dunia.  Kita tidak perlu menunggu hari kiamat untuk tahu apakah kita akan masuk sorga atau tidak. Kebenaran kepastian akan keselamatan yang dimaksudkan pada ayat Allah sbb: Domba domba-Ku." (Yohanes 10:27-28)

Pdt. Jusuf Roni: Saya secara pribadi sangat terpikat dengan “kepastian keselamatan” yang diberikan oleh Yesus Kristus dalam ajaran-ajaranNya yang tertera di dalam Alkitab. Keselamatan yang pasti inilah yang membuat saya tertawan pada Yesus Kristus, dan saya seperti mendapat permata berlian yang tiada ternilai, sebab percumalah hidup kita di dunia ini senang, tanpa jaminan keselamatan yang pasti. Dan setelah saya beroleh keselamatan yang pasti ini maka hidup saya mendapat ketenangan, kedamaian. Hilang semua kekuatiran dan kegelisahan saya yang dahulu, apakah saya pasti masuk surga atau tidak. Tetapi sekarang dengan segala jaminan yang diberikan oleh Tuhan Yesus, maka saya pasti bersama-sama Dia di sorga bila saya dipanggilNya kelak!

Klaim-klaim model di atas sebenarnya adalah klaim yang sama sekali tidak mengherankan bagi umat muslim. Kenapa? Karena klaim serupa sudah lebih dulu lahir bahkan sudah dijawab sejak ratusan tahun yang lalu. Bukan hanya sekedar jawaban untuk klaim "jinak-jinak merpati" seperti di atas, bahkan lebih "menantang." Dan jawaban dimaksud bukan datang dari manusia, tetapi dari Sang Pencipta manusia sendiri. Allah Ta'ala, satu-satunya Tuhan yang benar untuk diibadahi berfirman:

Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, "Tidak akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani." Itu (hanya) angan-angan mereka. Katakanlah, "Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar." (QS. Al-Baqarah 2:111).

Dan mereka berkata: "Jadilah kamu penganut Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk. "Katakanlah, "(Tidak!), melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus dan dia tidak termasuk golongan orang yang menyekutukan Tuhan." (QS. Al-Baqarah 2:135).  

Orang Yahudi dan Nasrani berkata, "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya." Katakanlah, "Mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu? Tidak, kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang Dia ciptakan. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki. Dan milik Allah seluruh kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada antara keduanya. Dan kepada-Nya semua akan kembali." (QS. Al-Maa'idah 5:18).

Tidak Ada Dosa Asal Atau Dosa Waris
Sebelum diturunkan ke bumi, segala dosa Adam 'alaihissallam telah diampuni. Kemudian Adam menerima beberapa kalimat (ucapan untuk memohon ampunan) dari Tuhannya, lalu Allah pun menerima taubatnya. Sungguh, Allah Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang. Firman-Nya, "Turunlah kamu semuanya dari surga. Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut atas diri mereka dan mereka pun tidak bersedih hati." (QS. Al-Baqarah 2:37-38).

Dosa waris hanyalah pandangan pribadi Paulus dalam suratnya yang ditujukan – kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma: “Sebab itu sama seperti dosa telah masuk kedalam dunia oleh satu orang, dan dan dalam dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang karena semua telah berbuat dosa” (Roma 5:12).

Merujuk pada Kitab Musa (Kejadian 2:8-25, 3:1-24) Tidak ada indikasi adanya dosa waris. Hanya ular yang dikisahkan dikutuk Tuhan sehingga tetap sebagai binatang melata seperti yang biasa kita lihat (Kejadian 3:14) dan tanah tempat Adam dan Hawa ditempatkan tidak sesubur taman Eden (Kejadian 3:17-19). Bahkan kutuk terhadap tanah (bumi) telah dicabut oleh Tuhan melalui firman dalam hati-Nya? (Kejadian 8:21). Adapun istrinya; Hawa, bahkan diberi bekal pengetahuan bahwasanya ia akan mengalami keterbatasan saat mengandung dan merasakan sakit saat bersalin (Kejadian 3:16).

Karena itu, buanglah jauh-jauh pikiran bahawa  sebagai manusia, seharusnya saat ini kita semua hidup kekal di surga bila Adam tidak berbuat salah, dan dengan dalih (bukan dalil) itu pula ada “ajaran suci” yang menganggap Adam sebagai biangnya wabah dosa yang terus menular, menjalar, menginfeksi setiap -orok- yang baru -oek- dari zaman permulaan sampai akhir zaman.

Sungguh, ajaran yang sangat merendahkan nilai kemanusiaan, ajaran yang menjungkir balikkan moralitas, ajaran yang harus disingkirkan dari azas kehidupan manusia yang adil dan beradab. Ajaran yang dibuat hanya untuk memenuhi selera pembuat "ajaran suci" turunannya, yaitu doktrin penebusan dosa. Dan sungguh, ajaran tersebut juga sangat melecehkan Tuhan karena menganggap Tuhan tidak punya rancangan matang hingga mengalami kebingungan begitu panjang, dan akhirnya frustasi bahkan mengorbankan diri (*yang dibungkus rapat dan diikat erat untuk menyamarkan pelecehan terhadap Tuhan dengan slogan “ajaran kasih”).

Ajaran Kasih Yang Sangat Patut Untuk "Dikasihani"
Yang benar adalah kita semua manusia hidup dibumi, bukanlah akibat ketidak taatan Adam, tetapi memang merupakan bagian dari "skenario prima" dari Yang Maha Sempurna.  

"Allah telah mencatat seluruh takdir makhluk 50.000 tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi." [HR. Muslim no.2653; HR. Ahmad II/169].

Allah Ta'ala berfirman: "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (al-Lauhul Mahfuzh)" (QS. Al-An'aam 6:59).

"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (al-Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah." (QS. Al-Hadiid 57:22).

Kehidupan manusia di bumi murni merupakan kehendak Allah yang telah menetapkan manusia sebagai khalifah di atasnya bakan jauh sebelum Adam diciptakan:  

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi" Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami senantiasa bertasbih memuji-Mu dan mensucikan nama-Mu"? Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui" (QS. Al-Baqarah 2:30).

Hal senada juga ditemui dalam kitab Musa (Kejadian 1:26-29), bahwa Allah berkehendak menjadikan manusia sebagai penguasa dunia dan beranak cucu di dalamnya. Sayangnya ayat ini sengaja dilupakan para pewarta kristen untuk menolak adanya takdir (kecuali Kalvinis) sekaligus memuluskan dogma dosa asal atau dosa waris. Bahkan seringkali disalahgunakan untuk mendukung adanya indikasi kemajemukan Tuhan.

Allah Ta'ala juga senantiasa memberi petunjuk pada anak cucu Adam, sebagai makhluk yang berakal dan berkehendak bebas (*yang tentunya dibatasi oleh norma, aturan, hukum, atas kebebasan orang lain) melalui para nabi dan rasul-Nya. Adapun seruan utama para nabi dan rasul sejak Adam 'alaihissallam  sampai yang terakhir yakni nabi Muhammad shalallaahu 'alaihi wa sallam selalu sama dan tidak pernah berobah; yakni untuk mentauhjidkan Allah.

Allah Ta'ala berfirman:
"Dan sungguh, Kami telah mengutus rasul pada setiap umat (untuk menyerukan):"Sembahlah Allah, dan jauhilah Thaghut", maka di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)." (QS. An-Nahl 16:36)

"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku." (QS. Al-Anbiyaa 21:25).

Tauhid Nabi Musa 'alaihissallam
Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia (Ulangan 4:35). Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (Ulangan 6:4). Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan, Aku telah meremukkan, tetapi Akulah yang menyembuhkan, dan seorangpun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku (Ulangan 32:39).

Tauhid Nabi Daud 'alaihissallam
Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami (II Samuel 7:22). Tidak ada seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat. Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama-Mu. Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah. Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya (Mazmur 86:8-12).

Tauhid Nabi Sulaiman 'alaihissallam  
Kemudian berdirilah Salomo di depan mezbah TUHAN di hadapan segenap jemaah Israel, ditadahkannyalah tangannya ke langit, lalu berkata: "Ya TUHAN, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas dan di bumi di bawah; Engkau yang memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu (I Raja-raja 8:22-23).  

Tauhid Nabi Yesaya 'alaihissallam
"Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku (Yesaya 43:10-11). Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku (Yesaya 44:6). Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku, supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain(Yesaya 45:5-6). Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku (Yesaya 46:9).

Tauhid Nabi Isa 'alaihissallam
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa" (Markus 12:29). Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku (Yohanes 5:30).

Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa (Yohanes 10:29). Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus (Yohanes 17:3).

Firman Allah Ta'ala mengisahkan Al-Masih Isa putra Maryam:
"Dan sebagai seorang yang membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu. Dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus" (QS. Ali Imran 3:50-51).

Berdasarkan informasi di atas, adalah sungguh naif – merasa pasti – bahkan seandainya pun hanya sekedar berkhayal –  bahwa saat mati pasti masuk surga dengan dalih bahwa dosa waris (yang jelas ngga ada!) dan segala dosa perbuatan (yang jelas sangat banyak!) telah ditebus dengan darah dan kematian Yesus Kristus.

Dalam hal ini juga secara tidak sadar (memang sengaja dihindarkan dalam pengajaran gereja supaya tetap tidak sadar) harus mensyukuri adanya tindakan barbar, pembunuhan secara biadab pada manusia mulia Yesus Kristus, Isa 'alaihissallam.

Bahkan selanjutnya (khususnya trinitarian) harus melakukan perbuatan yang paling dikutuk Allah Ta’ala, Tuhan seluruh alam, yaitu menyekutukan-Nya dengan mempertuhankan Yesus dan Roh Kudus. Dengan demikian maka tidak lagi beribadah, menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tetapi menyembah Tuhan Tritunggal. Tritheos yang dikemas dalam wadah “segitiga suci” made-in Romawi, sehingga nampak seolah-olah atau pun dipaksakan sebagai monotheisme. Padahal sejatinya tritheisme paganisme! Bahkan sebenarnya tidak cukup disebut hanya tritheisme karena tidak ada kesepakatan jumlah pribadi Tuhan Roh Kudus. 

Dalam kitab Wahyu (4: 5) disebutkan adanya 7 Roh Allah. Dalam Bilangan (11: 17) Roh TUHAN yang hinggap pada Musa, dibagi pada 72 panatua. Sementara pada setiap diri orang kristen mengaku “dirasuki” Roh Kudus. Dan belum lagi apabila setiap keluarga kristen melahirkan anak kristen, baik secara biologis maupun “memanen dari ladang yang telah menguning" milik tetangga, maka pada satu sisi menularkan virus dosa asal dan pada sisi lain punya andil menambah jumlah Roh Kudus.

Sungguh, Iman Yang Tidak Menyehatkan!   
Terakhir, menanggapi klaim - kepastian masuk surga dan mengkontraskan dengan moga-moga masuk surga - yang selalu menjadi jualan utama para pewarta kristen, maka ada dua sudut pandang jawaban.

Pertama: Dari sudut pandang kekristenan pun tertolak, karena Katolik mengakui adanya andil perbuatan baik dalam meraih tujuan utama yaitu surga, sehingga ada konsep api penyucian (Purgatori - neraka kecil dalam kubur). Jadi sangat tergantung kristennya siapa, apakah Katolik atau yang memprotesnya (Protestan).  

Menurut alur ini juga berarti surganya Protestan berbeda dengan Katolik, karena surga Protestan berisi campur baur orang-orang yang tidak sengaja berbuat baik dan para pembunuh berikut semua penjahat aktif. Sedangkan surga Katolik berisi orang-orang yang benar-benar baik pada satu tingkat karena sewaktu di dunia ada niat, atau motivasi berbuat kebaikan, dan pada tingkat dibawahnya berisi para mantan pembunuh dan penjahat yang benar-benar telah bertobat dan disucikan dalam api penyucian.

Yah, berharap saja semoga saudara tua; yakni Kristen Katolik yang walaupun sering kali diprotes, mau membuka pintu surga bagi penduduk surga Protestan yang mengungsi karena ketakutan pada para pembunuh dan penjahat yang berkeliaran di sorga mereka.

Benarkah Pasti Masuk Sourga?
Padahal Yesus hanyalah jalan, atau utusan, hamba yang dimuliakan menjadi seorang Nabi, yang menyerukan kebenaran, yaitu untuk hanya menyembah Bapa yang mengutusnya, dan mengajarkan untuk hidup sesuai hukum Taurat supaya bisa masuk surga (lihat:Yohanes 14:6). Sedangkan mereka menjadikan Yesus sebagai tujuan utama, dengan menjadikan Yesus sebagai sembahan, sebagai tempat memohon, sebagai Tuhan.

Sungguh, suatu program yang tidak cukup hanya di update atau di upgrade, tetapi harus diganti dengan program dari langit berikutnya! "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukan jalan-Ku" demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. (Yesaya 55:8-9).

Kedua: Dari sudut pandang Islam, meyakini bahwa semua orang muslim telah dijamin pasti masuk surga. Bukan hanya orang muslim dari umat Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam, tetapi juga seluruh orang muslim pengikut nabi dan rasul terdahulu, termasuk pengikut Nabi Isa 'alaihissallam.

Pengikut Nabi Isa 'alaihissallam, hanya pengikutnya - yakni yang taat mengikuti ajarannya untuk hanya menyembah Tuhan Yang Maha Esa dan melaksanakan hukum Taurat, bukan mereka yang menyembah Tuhan Tritunggal yang entah mengikuti “nabi” siapa dan dari mana asalnya tapi mengaku-ngaku sebagai pengikut Yesus! 

Adapun kenapa umat muslim harus taat beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan harus berbuat baik kepada sesama manusia adalah sebagai konskuensi sekaligus ungkapan rasa syukur sebagai mukmin yang muslim. Karena dalam Islam, iman bukan sekedar percaya seperti dalam kekristenan, akan tetapi iman meliputi keyakinan yang kokoh dalam hati, melafazkan dengan lisan dan membuktikan dengan perbuatan. Semua itu diatur secara tegas, jelas dan gamblang dalam 6 rukun iman dan 5 rukun islam.

Bukan berarti pula banyaknya ibadah seseorang yang akan mengantarkannya ke pintu Sorga, karena seberapa besar pun ibadah seseorang tidaklah akan sebanding dengan berbagai kenikmatan yang telah Allah Ta'ala berikan selama hidup di sunia. Bahkan kemampuan untuk melaksanakan berbagai ibadah pun merupakan sebuah nikmat (hidayah taufik) dari Allah Ta'ala, setelah pada tahap sebelumnya telah diberi hidayah petunjuk, yakni memeluk agama Islam - sebagai nikmat terbesar bagi manusia.

Karena itu, muslim sungguh sangat bersyukur karena telah berada di atas jalan yang lurus, sehingga setiap hari minimal 17 kali memohon kepada Allah Ta'ala agar senantiasa tetap berada di atas jalan lurus tersebut, yakni agama Islam. Dan sangat bersyukur pula diberikan kemampuan untuk melaksanakan berbagai ibadah yang diperintahkan. Karena itu, masuk Surga pada hakekatnya adalah rahmat dari Allah Ta'ala, bukan dari banyaknya ibadah yang dilakukan seseorang.

Dan sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan segalanya, termasuk takdir seorang muslim langsung masuk sorga atau mampir dulu ke neraka. Tetapi tak seorang pun mengetahui dirinya langsung masuk sorga atau mampir dulu ke neraka, kecuali yang telah diberitahukan oleh Allah dan dijelaskan oleh Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam. Yang jelas, Allah Ta'ala tidak menghendaki seorang pun muslim mampir dulu ke neraka karena Allah Ta'ala telah menunjukkan jalan ke Surga secara jelas, tegas dan terang-benderang, melalui perintah dan larangan-Nya. Oleh karena itu, setiap muslim pada akhirnya pastilah akan masuk sorga. 

Adapun kalimat "Insya Allah" masuk sorga adalah sebuah harapan semoga langsung masuk sorga, tanpa mampir dulu ke neraka. Dan ucapan "Insya Allah" adalah sunnah para nabi dan bukan hanya milik Islam sendiri. Bukankah Alkitab menuliskan: Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya (Insya Allah), kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." (Yakobus 4: 15).

Dan kenapa masih ada neraka bagi muslim, adalah karena Allah Maha Adil sekaligus sebagai bukti kasih sayang Allah. Bukankah sangat wajar bila surga hanya dihuni oleh orang-orang yang taat, dan neraka untuk orang yang khianat - orang yang tidak tahan uji?

Allah Ta'ala berfirman:    
"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan,"Kami telah beriman", dan mereka tidak diuji?" (QS. Al-Ankabut 29:2).

"Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya." (QS. Al-Kahfi 18:7).

"Sungguh, Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar dzarrah, dan jika ada kebajikan (sebesar dzarrah), niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya." (QS. An-Nisaa' 4: 40)

"Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya ia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah, niscaya akan melihat (balasan)nya pula." (QS. Az-Zalzalah 99:7-8).

"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya sedikit pun." (QS. An-Nisaa' 4:124).

"Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya; mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya." (QS. Al-Bayyinah 98:7-8).

Oleh karena itu, surga Islam hanya dihuni oleh orang-orang yang taat melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Adapun mereka yang kurang taat akan mampir dulu di neraka. Tidak seperti surga khayalan kristen (Protestan) yang berisi campur baur orang-orang yang tidak sengaja berbuat baik dan para penjahat dari semua jenis kejahatan! Yah, surga khayalan sebagaimana ditegaskan oleh Allah, Tuhan seluruh umat manusia dalam firman-Nya: 

"Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk." (QS. Al-Bayyinah 98:6)

"Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka." (QS. An-Nisaa' 4: 41) 

Dan, bila dilanjutkan dengan sabda manusia mulia Yesus, Isa 'alaihissallam: 
"Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga." (Matius 5:20)

Sangat klop, alias PAS BANGET, bukan?!



Thursday, August 11, 2011

Sorga Yang Dijanjikan Oleh Yesus Menurut Alkitab Thursday, August 11, 2011


Perhatikan baik-baik!
Pernahkah anda mendengar propaganda para misionaris yang mengatakan bahwa: Barangsiapa percaya akan Yesus kristus, maka ia akan masuk sorga?
Maksud dalam kalimat ini adalah, barangsiapa mengakui Yesus mati disalib untuk menebus dosa manusia, dan mengakui Yesus adalah Tuhan, maka ia akan masuk sorga. Atau tegasnya, barangsiapa bersedia dibaptis untuk menjadi pengikut Kristen, maka ia akan selamat dari segala resiko masuk neraka dan dijamin pasti masuk sorga.
Padahal sesungguhnya Yesus tidak pernah disalib, belum mati, dan tidak pernah menyebut dirinya adalah Tuhan. Ia justru berulangkali mengatakan bahwa "Aku adalah anak manusia yang diutus oleh Tuhan."
Dalil, atau ayat-ayat yang membuktikan ini ada berpuluh-puluh jumlahnya, baik di dalam Al-Qur'an maupun di dalam Alkitab sendiri. Tetapi untuk sementara waktu, mari kita kesampingkan dulu dalil atau ayat-ayat dimaksud, tapi mari kita sama-sama mencoba fokus pada 5 ayat dari Kitab Perjanjian Baru saja, yakni Kitab Wahyu Pasal 7 Ayat ke-4 sampai dengan ayat ke-8.

Alkitab menyebutkan bahwa kelak, pengikut Yesus yang masuk sorga hanya 144.000 orang, dan itupun hanya dari kalangan 12 suku bangsa Israel saja. Artinya, selain atas bangsa Israel, Yesus tidak akan bersedia mempertanggungjawabkan "hasil akhir" dari tugas-tugas kerasulannya kepada Tuhan. Demikian menurut Alkitab.

Merujuk angka 144.000 ini, timbul pertanyaan sangat serius di benak kita; bagaimana dengan nasib umat Kristen bukan bangsa Israel yang jumlahnya sedemikian banyak di muka bumi ini? Akankah mereka masuk sorga seperti apa yang mereka yakini selama ini?

Menurut Alkitab yang setidaknya mereka baca sekali dalam seminggu saat dibawa ke gereja itu, ternyata tidak ada satu pun ayat yang menyebutkan adanya pintu sorga bagi mereka! Sebab 12 pintu sorga yang dikisahkan di dalam Alkitab hanya diperuntukkan bagi 12 suku bangsa Israel saja. Bahkan di pintu-pintu itu telah tertulis dengan jelas nama-nama mereka. Lantas, bagaimana nasib pengikut Yesus yang bukan bangsa Israel tetapi, tentu saja, ingin masuk sorga juga?

YESUS HANYA UNTUK BANGSA ISRAEL
Al-Qur'an mengisahkan bahwa Nabi Isa alaihissalam, atau dalam konteks ini Yesus, pernah berkata kepada kaumnya:  " ... Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira ....... " (QS. Ash-Shaaf[61]:6)

Seruan Yesus ini tegas-tegas menjelaskan bahwa ia diutus oleh Allah Subhanahu Wata'ala hanya untuk bangsa Israel saja. Beliau tidak pernah menyeru, "Hai manusia," yang boleh diartikan sebagai seruan kepada seluruh umat manusia. Dan kisah dalam Al-Qur'an ini dibuktikan sendiri oleh fakta sejarah bahwa selama masa kerasulannya, pengikutnya hanya dari bangsa bangsa Israel saja. Tidak satupun pengikut beliau yang berasal dari bangsa-bangsa di luar bangsa Israel. Ajaibnya lagi, tidak hanya sejarah yang mendukung kisah dalam Al-Qur'an tersebut, tetapi banyak sekali ayat-ayat di dalam Alkitab sendiri yang menguatkannya. Yang pertama, perhatikanlah ayat ini:

Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." (Matius 15:24)

Tidak hanya itu, Alkitab juga mengisahkan bagaimana Yesus "menolak" mendo'akan orang-orang di luar bangsa Israel seperti di antaranya:

"Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan Kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu." (Yohanes 17:9)

Yang dimaksud dengan "mereka" pada ayat di atas tentunya cukup jelas, yaitu bangsa Israel. Sementara yang dimaksud dengan "dunia" tentu saja adalah bangsa-bangsa lain yang bukan bangsa Israel. Sebab sebagaimana disebutkan dalam Matius 15:24, tidaklah ia diutus oleh Allah kecuali hanya untuk "menyelamatkan" domba-domba yang tersesat dari kalangan bangsa Israel saja.

NUBUAT UNTUK BANGSA ISRAEL
Sebelum Yesus dilahirkan oleh Maria (Maryam), konon telah ada nubuat yang menyebutkan bahwa Maria akan melahirkan seorang anak laki-laki yang kelak akan menyelamatkan umatnya, yaitu bangsa Israel. Nubuat ini dapat kita jumpali di dalam Alkitab sebagai berikut:

"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Matius 15:24).

Menunjuk Matius 15:24 yang sudah demikian terang, maka yang dimaksud dengan "umat-Nya" di sini tentu saja adalah bangsa Israel. Bukan bangsa Romawi, Yunani, Eropa, Cina, Amerika, Arab, Indonesia, atau bangsa-bangsa lainnya di muka bumi ini.

HANYA 144.000 ORANG SAJA PENGIKUT YESUS YANG AKAN MASUK SORGA
Al-Qur'an menyebutkan bahwa bangsa Israel terdiri dari 12 suku: "Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar." (QS. [7]:160).

Dalam Alkitab juga disebutkan bahwa bangsa Israel terdiri dari 12 suku: "Itulah semuanya suku Israel, dua belas jumlahnya." (Kejadian 49:28).

Alkitab pun menyebutkan bahwa Yesus mengangkat 12 orang murid yang dipilihnya dari dua belas suku bangsa Israel guna membantunya menyebarkan ajaran Tauhid yang damanatkan oleh Allah kepadanya di tengah-tengah 12 suku bangsa Israel itu sendiri. Inilah nama keduabelas murid (yang dalam kepercayaan Kristem disebut rasul) itu: 

Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang di belakang hari ternyata berlaku khianat pada gurunya sendiri. (Matius 10:2-4)

Masih dari Alkitab, kita juga mengetahui bahwa sesungguhnya Yesus dan murid-muridnya hanya berdakwah di tengah-tengah 12 suku bangsa Israel saja. Yesus nyata-nyata melarang murid-nuridnya untuk berdakwah kepada bangsa-bangsa selain bangsa Israel. Perhatikanlah amanat Yesus kepada kedua belas orang muridnya itu:

"Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israil." (Matius 10:5-6)

Bahkan disebutkan juga di dalam Alkitab, ada nubuat yang mengindikasikan bahwa kelak setelah hari kiamat, atau pada hari penghakiman, keduabelas murid Yesus itu akan ikut bersamanya untuk menghakimi keduabelas suku bangsa Israel. Perhatikan ayat ini:

"Sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel." (Matius 19:28)

Sampai di sini, semakin bertambah jelas bagi kita bahwa tidak diragukan lagi bahwa pada hari pembalasan nanti niscaya Yesus akan kembali ke tengah-tengah umat manusia sebagai seorang hakim yang adil. Kendati demikian, jangan buru-buru bersukacita dulu. Sebab seperti apa yang disebutkan oleh Alkitab sendiri, kedatangan beliau kali ini bukan untuk menghakimi seluruh umat manusia, melainkan hanya 12 suku bangsa Israel saja!

Yesus tidak akan bertanggungjawab atas bangsa-bangsa di luar bangsa Israel sebagaimana sudah "diisyaratkan" olehnya jauh-jauh hari semasa hidupnya dulu. Untuk mendoakan mereka saja beliau tegas-tegas mengatakan "Tidak!" kepada Bapanya (Yohanes 17:9), konon pula diminta untuk menjamin mereka masuk sorga?

HARI PEMBALASAN ALLAH ADALAH NYATA
Dengan demikian, maka berlakulah ketetapan dan janji Allah tentang hari pembalasan bagi seluruh umat manusia. Tak satu pun dari kita yang akan lolos dari pembalasan Allah walau mungkin dosa yang diperbuat hanya sebesar biji sawi! Tak seorangpun yang mampu menolong kita kecuali diri sendiri. Allah Maha Perkasa dan IA mempunyai segala cara yang tidak pernah dapat kita bayangkan semasa hidup ini untuk membuktikan pembalasan yang dijanjikan-Nya kepada kita, termasuk pada akhirnya melemparkan orang-orang berdosa ke dalam kobaran api neraka! Dan ketahuilah, siksa neraka Allah itu teramat sangat pedih untuk kita jalani sepanjang masa. Bayangkan, sebagai siksa yang abadi!

"Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah pula anak dihukum mati karena ayahnya; Setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri." (Ulangan 24:16)

Lantas, bagaimana dengan mereka yang mengaku pengikut Yesus tapi menolak mengimani dan melaksanakan semua ajaran beliau? Terutama mereka yang secara sadar, atau tidak sadar, telah mengambil resiko menerima pembalasan atas perbuatan dosa sangat besar di sisi Allah, yaitu kufur, menolak mengimani bahwa satu-satunya Tuhan adalah Allah Yang Maha Esa seperti yang diajarkan oleh Yesus sendiri?

"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus." (Yohanes 17:3)

Sementara jauh sebelum itu, nabi Yehezkiel sudah menulis,

"Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung diatasnya." (Yehezkiel 18:20).

Untuk ini, bukalah Kitab Wahyu Pasal 7 Ayat ke-4 sampai dengan ayat ke-8. Kita akan menemui rangkaian ayat-ayat berikut ini:

[4] Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
[5] Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
[6] dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu,
[7] dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,
[8] dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.

Dari ayat-ayat di atas, kian bertambah jelas bagi kita bahwa yang dijamin (diberi materai) untuk masuk sorga melalui Yesus hanya ada sebanyak 144.000 orang, dan itu pun seluruhnya hanya dari duabelas suku bangsa Israel saja. Tidak ada bangsa lain! 

Jika kemudian kita bertanya, atau sangat boleh jadi malah protes keras; mengapa demikian? 
Maka jawabnya adalah, karena Alkitab sendiri yang mengatakannya demikian!

Duabelas suku bangsa Israel tersebut adalah pengertian secara lahiriah, betul-betul manusia Israel secara fisik, bukan Israel secara rohani atau kiasan-kiasan theologis lainnya. Mereka adalah kaum-kaum yang terpilih di antara sekian juta manusia Israel lainnya yang kelak akan diadili sendiri oleh Yesus. Artinya, sekalipun mereka bangsa Israel, namun jika nama-nama mereka tidak termasuk dalam 144.000 orang yang dijamin masuk sorga itu, maka kebinasaan besarlah yang akan menimpa mereka. Ingatlah, bahwa ada tertulis:

“Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku.” (Yohanes 5:30)

Jika Allah Yang Maha Esa tidak berkehendak, maka sudah dapat dipastikan bahwa Yesus tidak berkuasa untuk menyelamatkan siapapun dari pembalasan Allah, kecuali menghakiminya secara adil sesuai dengan ilmu Allah. Dan apakah ilmu Allah itu? Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, termasuk apapun yang dilakukan oleh setiap manusia, baik lahir maupun bathin.

Tidakkah ini menunjukkan bahwa sesungguhnya umat Kristus yang kelak akan mendapat keselamatan akhirat adalah mereka yang dalam hidupnya bertaqwa kepada Allah dan taat kepada ajaran Yesus saja? Mereka inilah yang menjalankan ajaran Tauhid - mengakui hanya ada satu Tuhan yang benar, yaitu Allah Yang Esa, dan mengakui bahwa Yesus adalah utusan Allah (baca sekali lagi Yohanes 17:3),  serta memelihara hukum Taurat sebagaimana yang dituntunkan oleh Yesus sendiri.

"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga." (Matius 5:7-19)

“Jawab Yesus : “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa.” (Markus 12:28-29).

"Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain." (Ulangan 4:39).

ALLAH ITU ESA, TIADA TUHAN SELAIN ALLAH YANG ESA
Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berkuasa di langit dan di bumi. Allah itu Esa, tidak berbilang, dan tidak mungkin pula bersekutu dengan apa pun! Demikian yang diajarkan Yesus kepada pengikutnya. Namun sepeninggal beliau, dunia mengatakan lain. Allah itu Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang menjadi satu dalam tiga, atau tiga dalam satu! 

Lantas, bagaimanakah kira-kira Allah Yang Esa akan menyikapi "pembangkangan" pengikut Yesus ini?

Firman Allah,  
"Kejahatanmu sendiri menghukum dirimu, kau tersiksa karena menolak Aku, Allahmu. Sekarang rasakan betapa pahit dan pedih bila Aku kaubelakangi dan tidak kauhormati. Aku, TUHAN Allahmu telah berbicara; Akulah TUHAN Yang Mahatinggi dan Mahakuasa." (Yeremia 2:19)

Sabda Yesus,
"Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu, akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari padanya, itu yang Kukatakan kepada dunia.” (Yohanes 8:26).

Karena itu, ada baiknya bila dari sekarang kita bersiap-siap untuk menerima kenyataan pahit bahwa pada hari pembalasan nanti Yesus akan berkata: "Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:23)

Maka tidak ada keraguan bagi kita semua bahwa seperti dinubuatkan dalam Alkitab, pada hari pembalasan nanti Yesus akan datang untuk menghakimi bangsa Israel. Dan bagi orang-orang Israel yang beruntung, maka Yesus sendirilah yang akan membimbing mereka memasuki kerajaan sorga seperti yang dijanjikannya atas kuasa dari Bapa:

"Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel, Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang." (Wahyu 21:12-13)

Inilah pintu-pintu gerbang sorga yang dijanjikan Yesus bagi 144.000 orang Israel yang "selamat" memasuki sorga karena mentaati Yesus, yang mengenal Allah satu-satunya Tuhan yang benar, dan mengenal Yesus Kristus sebagai utusan-Nya (Yohanes 17:3). Sedangkan bagi bangsa-bangsa bukan Israel, sebut saja; Romawi, Yunani, Eropa, Cina, Amerika, Arab, Indonesia, dan lain sebagainya, Alkitab tidak menyebutkan adanya pintu-pintu sorga bagi mereka. 

Dengan demikian, untuk masuk sorga yang kita dambakan itu tentu saja setiap manusia bukan bangsa Israel harus kembali kepada ajaran agamanya masing-masing. Harus memenuhi dalil-dalil yang bersumber dari Sang Pencipta sorga itu sendiri, yaitu Allah Yang Maha Esa.

Sedangkan bagi umat pengikut Yesus yang bersaksi menurut Credo Nicea, yakni kesaksian hasil rumusan Konsili Nicea 325M yang tidak sama dengan kesaksian yang diajarkan oleh Yesus sendiri, ada baiknya untuk kembali memeriksa Alkitab masing-masing. Siapakah yang sepatutnya lebih benar; Yesuskah, atau para uskup yang merumuskan credo (syahadat) Nicea bukan demi ajaran Yesus, tetapi demi kepentingan politik kerajaan Romawi pada masa itu? Dan ingatlah, bahwa ada tertulis:

"Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus." (Kisah Para Rasul 13:23)

"Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." (Yohanes 17:8)

“Bukan setiap orang yang berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Sorga.” (Matius 7:21).

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya, ataupun seorang utusan daripada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.” (Yohanes 13:16-17).

Dalil-dalil alkitab ini, jika diperhatikan, sungguh bertentangan dengan keyakinan pada umumnya umat Kristen di seluruh dunia dewasa ini. Mereka telah "menuhankan" Yesus yang sepanjang hidupnya selalu menekankan bahwa dirinya hanya sebagai utusan Allah. Sedangkan lebih jauh lagi, menurut ayat-ayat dalam kitab Wahyu Pasal 7 di atas, Allah hanya akan membuka pintu sorga bagi 144.000 pengikut Yesus dari bangsa Israel saja. Sementara dari kitab Wahyu Pasal 7 pula kita mendapat pelajaran bahwa tidak ada jaminan bahwa iman dari orang-orang bukan Israel terhadap ajaran Yesus akan diterima demi Yesus.

DAPATKAH CREDO NICEA MENJAMIN KESELAMATAN UMAT YESUS DI AKHIRAT?
Lantas, timbul pertanyaan serius berikutnya; pengikut siapakah sebenarnya umat kristen yang bersaksi menurut Credo Nicea? Jika ternyata iman mereka di akhirat nanti tertolak karena nyata-nyata menyelisihi ajaran Yesus, dapatkah para uskup yang telah merumuskan, sekaligus mengajarkan Credo Nicea itu menyelamatkan mereka? Adakah jaminan dari Allah untuk itu? Jika ada, jaminan yang bagaimana? Akan tapi jika ternyata tidak ada, kepada siapakah nantinya mereka dapat mengharapkan pertolongan?

Jawabnya, tentu saja, ada di dalam hati nurani dan keyakinan masing-masing. Alkitab, dengan segala kontroversi yang dipertentangkan manusia atasnya, walau bagaimanapun masih menyimpan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan prinsip menyangkut ajaran murni Yesus.

Dan kembali kepada hati nurani tadi, kita semua berbas untuk percaya atau tidak, bahwa sesungguhnya kebenaran dari sisi Allah hanya akan diperoleh bila kita mau membuka hati dan jujur kepada diri sendiri.

Wallahualam Bissawab!

CATATAN
Teks Credo (syahadat, pengakuan, kesaksian) Nicea adalah sebagai berikut;
Pengakuan Iman Nicea: "Aku percaya kepada satu Allah, Bapa yang Mahakuasa, Pencipta segala yang kelihatan dan yang tidak kelihatan. Dan kepada satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Allah yang diperanakkan dari Bapa, yang dari hakikat Bapa, Allah dari Allah, Terang dari Terang. Allah sejati dari Allah sejati, yang diperanakkan, bukan dijadikan, sehakikat (homoousios) dengan Bapa, yang oleh-Nya segala sesuatu ada, yaitu apa yang di surga dan yang di bumi. Yang demi kita manusia dan demi keselamatan kita, turun dan menjadi daging, menjelma menjadi manusia, menderita sengsara dan bangkit pula pada hari yang ketiga, naik ke surga, dan akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Dan kepada Roh Kudus."
Bandingkan dengan syahadat, pengakuan, kesaksian para Nabi dan Rasul Allah menurut Injil berikut ini:

Syahadat Nabi Musa 
"Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia." (Ulangan 4:35) 

"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu Esa!" (Ulangan 6:4) 

Syahadat Nabi Daud 
"Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami." (II Samuel 7:22) 

"Tidak ada seperti Engkau di antara para Allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kau buat." (Mazmur 86:8) 

Syahadat Nabi Sulaiman 
"Ya TUHAN, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas dan di bumi di bawah; Engkau yang memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu." (I Raja-Raja 8:23) 

Syahadat Nabi Yesaya 
Saksikanlah: "Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku." (Yesaya 43:11) 

Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku." (Yesaya 44:6) 

Saksikanlah: "Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku, supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain." (Yesaya 45:5-6) 

Syahadat Nabi Isa 
"Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa." (Markus 12:29) 

"Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain." (Ulangan 4:39) 

"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus." (Yohanes 17:3) 

Bandingkan pula dengan syahadat, pengakuan, kesaksian umat Muslim menurut Al-Quran berikut ini: 

Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia". (QS. Al-Ikhlas [112]:1-4) 

Syahadat Nabi Muhammad 
"Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah." (Kalimat Syahadatain) 

Syahadat umat Muslim 
"Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah." (Kalimat Syahadatain) 



Wednesday, August 10, 2011

Menurut Alkitab, Inilah Yang Akan Terjadi Di Sorga Kristen Wednesday, August 10, 2011


Dari syarat dan kondisi yang tercantum pada Matius 19:18-21; Lukas 18:20-21 dan Markus 10:19-21 maka penegasan mengenai siapa saja yang berhak mendapatkan keselamatan tertulis jelas dalam KITAB WAHYU, sebuah kitab yang disusun oleh Yohanes di usia tuanya, tepatnya seperti yang tercantum dalam Wahyu 6, 7, 14 dan 20.

"Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” (Matius 19:16)

"Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” (Matius 19:17)

"Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta," (Matius 19:18)

"Hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 19:19)

"Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?” (Matius 19:20)

"Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” (Matius 19:21)

"Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” (Lukas 18:18)

"Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja." (Lukas 18:19)

"Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu.” (Lukas 18:20)

"Kata orang itu: “Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.” (Lukas 18:21)

"Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: “Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” (Lukas 18:22)

"Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” (Markus 10:17)

"Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja." (Markus 10:18)

"Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!” (Markus 10:19)

"Lalu kata orang itu kepada-Nya: “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.” (Markus 10:20)

"Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” (Markus 10:21)

Mereka yang berhak masuk surga tercantum di Wahyu 6 dengan kata ‘dimateraikan’. Terdapat 7 (tujuh) Materai yang dibagi-bagikan hanya kepada penduduk surga, atau mereka yang diselamatkan dengan perincian sebagai berikut:

  • Materai ke-1, Penunggang seekor kuda putih, yang memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota.
  • Materai ke-2, Penunggang seekor kuda merah padam, kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar dan dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh,.
  • Materai ke-3, Penunggang seekor kuda hitam, yang memegang sebuah timbangan di tangannya.
  • Materai ke-4, Penunggang seekor kuda hijau kuning, yang bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi (Wahyu 6:1-8)
  • Materai ke-5, Di anugarehkan kepada jiwa-jiwa yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. Mereka ini kemudian diberikan baju putih dan disuruh menunggu sampai genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.(Wahyu 6:9-11), keterangan dengan bentuk yang sama disebutkan di Wahyu 20:4, Yaitu ‘jiwa-jiwa, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; (maksudnya adalah tanda 666 sebagai mana di maksud di Wahyu 13:16)
  • Materai ke-6, Malaikat HANYA memberikannya untuk 12 suku israel yaitu suku yehuda, ruben, Gad, Asyer, Naftali, Manasye, Simeon, Lewi, Isakhar, Zebulon, Yusuf, Benyamin dan masing-masing suku banyaknya 12.000 orang, jadi jumlah totalnya 144.000 (Wahyu 7:4-8) dan di MATERAIKAN DI DAHI mereka.(Wahyu 7:3)
  • Materai ke-7, Tidak diberikan kepada siapapun lagi. (Wahyu 8:1)

Dalam kitab Wahyu, Yohanes hanya melihat Materai ke-7 dibuka (Wahyu 8:1), namun sampai dengan Wahyu 10:5-7, tidak ada ayat-ayat yang menyatakan materai tersebut di gunakan untuk apa dan, atau untuk siapa. Hanya dikatakan waktunya sudah habis. Kemudian penggunaan kata materai sampai dengan selesainya kitab Wahyu, hanya muncul dua kali lagi yaitu dalam:

  • Wahyu 10:1-4, Dan sesudah ketujuh guruh itu selesai berbicara, aku mau menuliskannya, tetapi aku mendengar suatu suara dari sorga berkata: “Meteraikanlah (rahasiakanlah) apa yang dikatakan oleh ketujuh guruh itu dan janganlah engkau menuliskannya!”
  • Wahyu 20:1-3, Lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan Malaikat memeteraikannya di atasnya, supaya jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.

Dalam Wahyu 19:11-21, Pintu Sorga terbuka, ada seseorang bernama ‘Firman Allah’, (ini adalah kode nama untuk Yesus, anak Domba) dari mulutnya keluar Pedang, yang akan memukul segala bangsa, menggembalakan dengan Gada besi dan murka Allah, yang mengakibatkan semua yang melawannya dibunuh dengan PEDANG.

Dan pada Wahyu 20:1-3, Materai itu digunakan untuk menutup jurang maut.

Apakah sama sekali tidak disinggung tentang adanya bangsa-bangsa lain yang di materaikan di dalam Kitab Wahyu? Jawabnya cukup jelas, Tidak ada!

Kalimat-kalimat yang ada adalah setelah peristiwa pembukaan Materai ke-6 dan kemudian dimateraikan di dahi hanya kepada Suku Israel saja, maka Wahyu 7:9 hanya menuliskan bahwa Yohanes melihat suatu kumpulan besar orang banyak (tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa, suku kaum dan bahasa) berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba (Yesus) dengan memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Namun, sampai dengan habisnya Kitab Wahyu TIDAK ADA SATU PETUNJUK PUN yang mengindikasikan bahwa Yohanes Melihat, Mendengar, atau mengetahui bahwa sekumpulan bangsa lain ikut dimateraikan juga. Pada Wahyu 7:13-17 detailnya adalah sebagai berikut:

"Yohanes melihat sekumpulan bangsa lain dengan memakai baju putih."

Tidak ada laporan Yohanes yang mengatakan bahwa sekumpulan bangsa lain dari segala bahasa dan suku lain, dimana mereka memakai baju putih adalah merupakan baju yang diberikan Allah seperti pada peristiwa jiwa-jiwa yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki (dimaterai ke-5, Wahyu 6:9-11)

Yohanes ditanya oleh salah seorang dari tetua itu: “Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu, dan dari manakah mereka datang?” (Ini adalah pertanyaan ganjil yang menunjukkan bahwa seorang penghuni surga tidak mengetahuinya!)

Yohanes mengatakan; Tetua yang lebih tahu, kemudian Tetua yang sama itu berkata: ”Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.”

Setelah jawaban Tetua tersebut, sampai dengan Kitab Wahyu selesai, sama sekali tidak ada keterangan mengenai keputusan Allah bahwa ada bangsa lain juga diselamatkan, apalagi boleh masuk surga! (Wahyu 7:13-17).

Sementara itu, walau Tetua itu sebenarnya tidak tahu siapa mereka yang barusan saja ditanyakannya sendiri tadi, dengan yakin kemudian membuat sebuah pernyataan yang (seolah-olah sudah) pasti! Andaikata ia sudah sangat mengetahui sekalipun, maka catatlah ini baik-baik, kalimat di atas adalah pernyataan sang Tetua. Kalimat itu bukan perkataan atau janji Yesus, apalagi Janji Allah. Ingat juga Matius 7:12 yang menuliskan kata Hukum Taurat, yang sudah jelas diperuntukan bagi orang Yahudi. Kemudian dalam Matius 7:21-23 dikatakan:

"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Juga dalam Matius 25:31-34, 41:

"Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan…Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya."

Kita dapat melihat penegasannya ada pada 2 (dua) pasal terakhir Kitab Wahyu, yaitu Wahyu 21: 12 -14 dinyatakan bahwa di 12 (duabelas) gerbang surga tertulis nama 12 (duabelas) suku Israel dan juga tertulis 12 (duabelas) rasul anak Domba (Paulus dan Matius tidak termasuk dalam kelompok duabelas Rasul).

Kemudian dalam Wahyu 21:24-27 disebutkan lebih tegas lagi:

"Dan bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan mereka kepadanya; dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana; dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya. Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu."

Bangsa-bangsa yang tertulis di dalam kitab kehidupan tersebut tertulis jelas pada Pasal terakhir Kitab Wahyu, yaitu Wahyu 22:23-24:

"Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya, dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis DI DAHI mereka."
(Dalam Wahyu 7:3, tertulis dimateraikan di Dahi Mereka, yakni keduabelas Suku Israel (Wahyu 7:4-8, 14-15)

Ini merupakan pengulangan sebagaimana yang tercantum dalam Wahyu 14:1-5:

"Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya. Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu."


Mereka ini adalah:

  • Orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan.
  • Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi.
  • Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. (Wahyu 14:4)
  • Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela. (Wahyu 14:5)

Dari keterangan di atas, maka dapat diketahui:

  • Mereka yang di materaikan dengan materai ke-5 adalah orang Israel! (Wahyu 14:4).
  • Orang yang tidak menikah, tidak berzina, orang yang mengikuti kemana saja Yesus selama hidupnya, orang yang tidak berdusta dan tercela, semuanya adalah orang Israel.
  • Tidak ada bangsa lain kecuali hanya bangsa Israel yang jumlahnya hanya 144.000 orang saja!

Jadi, sudah sangat jelas bahwa tidak ada GARANSI KESELAMATAN apapun yang tertulis di Alkitab selain khusus dan sangat terbatas hanya untuk Bangsa Israel saja!

Ingat pernyataan Yesus tatkala mulai mengabarkan injil di kampung halamannya; 
"Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." (Matius 15:24)
 
Perlu diketahui bahwa Yohanes adalah satu-satunya rasul yang mati di usia tua. Konon ia pernah direbus hidup-hidup namun tetap selamat (tapi tidak ada referensi yang sah mengenai kisah ini), disuruh kerja paksa sampai akhirnya menjadi uskup di turki dan meninggal dalam usia 102 tahun.

Sedangkan semua rasul lainnya, termasuk rasul-rasul tambahan seperti Paulus, mati dengan cara yang tidak benar (dihukum pancung oleh Kaisar Nero). Ia tentu telah banyak merenungi semua perilakunya sendiri dan rasul-rasul lainnya sepanjang hidupnya, terutama setelah bergaul dengan rasul baru bernama Paulus. Maka, berdasarkan seluruh pengalaman hidupnya, akhirnya pada usia 90 tahun Yohanes pun mulai menulis Kitab wahyu.

[Dari E.S.A]


Contact Form

Name

Email *

Message *