Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Roh Kudus. Show all posts
Showing posts with label Roh Kudus. Show all posts

Saturday, January 2, 2021

Ternyata Roh Kudus Adalah Malaikat Gabriel Saturday, January 2, 2021


CERITA LAMA TENTANG GABRIEL YANG DIPAKSA MENJADI OKNUM TUHAN TRITUNGGAL DENGAN GELAR BARU; ROH KUDUS!

Cermati dengan seksama paragrap-per-paragrap!

Begini:
Jika ditelusuri, kita akan menemukan ada bagian dalam alkitab yang bercerita panjang lebar tentang sosok asing yang disebut-sebut oleh Yesus sebagai "Roh Kebenaran", yakni dalam injil Yohanes, yang dalam konteks ini, diinterpretasikan oleh kalangan Kristen tradisional sebagai sosok yang sama dengan "Roh Kudus".

Yohanes mencatatkannya begini:
14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

15:26. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.

16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
Ayat-ayat ini Yohanes ini dengan jelas menceritakan bahwa Roh Kebenaran adalah sebagai pembawa atau penyampai wahyu, atau pengantar pesan dan firman Allah.

Dijelaskan juga bahwa Roh Kebenaran "tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi akan mengatakan segala sesuatu yang didengar-Nya" dari Allah. Dengan kata lain, ayat-ayat tsb dengan jelas mengisyaratkan bahwa Roh Kebenaran yang dipercaya sebagai Roh Kudus tsb, dipastikan tunduk dan patuh kepada Allah, dan dengan sendirinya membuktikan bahwa ia bukan mitra yang setara dengan Allah.

Ini ditegaskan lagi dengan penjelasan bahwa Roh Kebenaran "tidak akan berkata2 dari diri-Nya sendiri, tetapi akan mengatakan segala sesuatu yang didengar-Nya" dari Allah. Di samping itu dijelaskan pula bahwa "dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia". 

Ini berarti bahwa Roh Kebenaran adalah makhluk ghaib yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang tertentu pilihan Allah saja.

Dari sini terlihat jelas bahwa Roh Kebenaran yang diceritakan oleh Yohanes tadi melaksanakan tugas yang sama dengan tugas Malaikat Gabriel, yaitu menyampaikan wahyu, atau pesan Allah.

Dengan kata lain, ayat-ayat di atas menyiratkan bahwa Roh Kebenaran adalah malaikat Gabriel, sosok yang selama ini dikira sebagai salahsatu oknum tuhan bergelar Roh Kudus!
Artinya:
Jika Gabriel adalah penyampai wahyu, dan Roh Kudus adalah Roh Kebenaran, maka menjadi jelaslah bahwa Roh Kudus adalah sosok yang sama dengan Gabriel! 
Adapun tentang ucapan Yesus; "ia akan bersaksi tentang aku" dalam Yohanes 15:26, maksudnya adalah bahwa Roh Kebenaran, atau Roh Kudus, atau malaikat Gabriel yang selama ini menyampaikan wahyu dan firman Allah kepada Yesus, adalah Roh Kebenaran yang sama yang juga akan menyampaikan wahyu dan firman Allah kepada pengganti Yesus tentang berbagai hal sehubungan dengan pengutusan Yesus kepada Bani Israel.

Identifikasi Roh Kudus atau malaikat Gabriel dengan jelas dapat kita lihat dalam Alkitab hanya dengan mengontraskan dua ayat masing-masing dari injil MATIUS dan injil LUKAS yang saling menjelaskan siapa sebenarnya pembawa pesan atau berita gembira dari Allah kepada Maria.

Dalam injil Matius, Gabriel dinyatakan dengan gelarnya, yaitu Roh Kudus, sebagai penyampai berita gembira kepada Maria.

Dalam injil Lukas, Gabriel hanya disebut namanya, tapi tetap dalam kedudukannya sebagai penyampai berita gembira kepada Maria.

Perhatikan yang berikut ini

MATIUS 1:18
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

LUKAS 1:26-27
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.

Lebih jelas lagi, identifikasi ini dapat dilihat dalam Al-Qur'an dengan mengontraskan tiga ayat yang masing-masing juga menjelaskan siapa sesungguhnya prembawa wahyu dan firman Allah kepada Nabi Muhammad shallallahu Alayhi Wa Salam.
  1. Pada ayat pertama, Gabriel disebut dengan namanya, yaitu Jibril, sebagai penyampai wahyu kepada Nabi Muhammad.
  2. ️Pada ayat kedua, Gabriel disebut dengan gelarnya, yaitu Roh Kudus, sebagai penyampai wahyu kepada Nabi Muhammad.
  3. ️Dan pada ayat ketiga, Gabriel disebut dengan julukannya, yaitu Roh Kebenaran, sebagai penyampai wahyu kepada Nabi Muhammad.

Perhatikan baik-baik ayat-ayat Al-Quran berikut ini:

QS. 2:97 -- Katakanlah: Barang siapa yang menjadi musuh Gabriel, maka Gabriel itu telah menurunkannya (Al Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.

QS. 16:102 -- Katakanlah: "Roh Kudus menurunkan Al Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)"

QS. 26:192-193 -- Dan sesungguhnya Al Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Roh Kebenaran (Gabriel),
SINGKATNYA, SESUNGGUHNYA ROH KUDUS ADALAH MALAIKAT GABRIEL!
Jadi, sementara konsep ketuhanan tritunggal dalam ajaran Kristen mendongkrak posisi Gabriel hingga melampaui batas dengan gelar baru sebagai Roh Kudus, sekaligus memaksanya pula menjadi mitra yang setara dengan Penciptanya, yaitu Allah, Islam meneguhkan kembali keesaan Allah yang secara tegas menentang segala bentuk ideologi politeistik, dan tetap melihat Gabriel atau Roh Kudus sebagai malaikat Allah yang bertugas untuk menyampaikan firman-Nya kepada segala makhluk.

Padahal jika alkitab dicermati secara lebih teliti dan kritis, sebenarnya secara implisit injil-njil kanonik sendiri sudah membantah ketuhanan Roh Kudus, seperti diisyaratkan antara lain pada ayat-ayat berikut:

LUKAS:
1:41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
1:67. Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya:
2:25. Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,

YOHANES:
20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia (Yesus) mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.

MARKUS (lihat QS. 2:97 di atas):
3:29 Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal."
3:30 Ia (Yesus) berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.

Bahkan, dalam kaitannya dengan Roh Kudus, Yohanes Pembaptis lebih istimewa daripada Yesus!
LUKAS menuliskannya begini:
1:15 Sebab ia (Yohanes Pembaptis) akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;

Dijelaskan dalam catatan Lukas, bahwa Yohanes Pembaptis sudah dipenuhi oleh Roh Kudus bahkan sejak masih berada di dalam rahim ibunya!

Kita justru merasa prihatin kepada Yesus yang harus menunggu selama 30 tahun lebih sebelum akhirnya menerima Roh Kudus, yaitu ketika selesai dibaptis oleh Yohanes Pembaptis!
(Lihat: Matius 3:16-17, Markus 1:10-11, Lukas 3:21-22, dan Yohanes 1:32).

Nah, begitulah cerita yang sebenarnya!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

[Gus Mendem | 9 Februari 2017 | Diperbaharui 2 Januari 2021]

Friday, July 29, 2016

Apakah Umat Yahudi Mengimani Roh Kudus Seperti Halnya Umat Kristen? Friday, July 29, 2016

Ketika pertanyaan ini diajukan oleh QUORA kepada umat Yahudi, setidaknya ada 15 responden lain (hampir seluruhnya adalah umat Yahudi) di samping yang GM kutip tulisannya di bawah ini dengan tegas menolak mengimani ROH KUDUS sebagaimana umat Kristen mengimaninya sebagai unsur Tuhan Tritunggal.

Seperti penjelasan masing-masing responden yang dapat kita simak sendiri di sini, penolakan mereka pada umumnya berdasarkan pada pengertian, atau konsep tentang Roh Kudus sebagaimana dimaksud dalam kitab Tanakh, alkitab Ibrani. Bukan seperti doktrin Kristen yang memaksa sosok Roh Kudus menjadi Tuhan!

Artinya, secara kolektif umat Yahudi menganggap umat Kristen terlanjur salah kaprah mengartikan eksistensi Roh Kudus yang sesungguhnya sebagaimana dimaksud dalam kitab Tanakh.

Simak contohnya seperti salahsatu jawaban di bawah ini:  


TERJEMAH BEBAS
Apakah Umat Yahudi Mengimani Roh Kudus Seperti Halnya Umat Kristen?

Pertanyaan Anda sebetulnya memiliki dua sisi: satu bersifat teologis, yang lainnya bersifat linguistik. Masalahnya, bahasa tidak dapat ditafsirkan secara satu-per-satu dalam semua kasus. Beberapa kata dalam suatu bahasa bisa jadi memiliki arti langsung dan tunggal dalam bahasa lain. Bahkan dalam bahasa Inggris, terutama bila Anda menganggapnya sebagai jargon, Anda dapat menemui kata-kata dengan banyak arti - bahkan dalam  pengucapannya - semisal "bow" yang bisa berarti bagian depan dari perahu, atau bisa juga berarti pita yang diikatkan pada rambut anak perempuan. Dua makna yang tidak ada hubungannya, dan dua cara pengucapan yang sama tapi tidak terkait apapun antara arti yang satu dengan lainnya.

Ketika menerjemahkan kata dari bahasa Ibrani ke bahasa Inggris, Anda terpaksa harus berurusan dengan ambivalensi transliterasi dari huruf Ibrani sampai Romawi - terkadang tanpa cara yang jelas untuk menuliskan suara (vocal) yang tidak ditemui dalam perbendaaraan kata bahasa Inggris.

Berbagai kata Ibrani yang bisa diartikan dalam bahasa Inggris sebagai "roh" adalah:

Shekinah, Shechinah, atau Schechinah (bahasa Ibrani: שְׁ×›ִ×™× ָ×”) - secara teknis artinya "tinggal" atau "menetap", dan secara khusus adalah di mana hadirat Tuhan berada.

Ruach ha-kodesh (bahasa Ibrani: רוח הקודש, atau "roh kudus" juga diterjemahkan sebagai ruaḥ ha-qodesh) -- ini mungkin bahasa Ibrani yang paling mendekati arti kata "Roh Kudus" -- dan secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai "Roh Kudus Yang Kudus."  Elke Weiss sudah menjelaskan konsep ini dengan sangat baik.

Nephesh (bahasa Ibrani נפש, secara harfiah berarti "makhluk hidup") - ini bisa dianggap sebagai jiwa seseorang, terkait dengan naluri alami.

Neshama (Ibrani: נשמה, harfiahnya "nafas") - berhubungan dengan intelek dan kesadaran akan Tuhan.

Chaya (Ibrani ×—×™×”, secara harfiah berarti "hidup") - dianggap sebagai bagian dari Tuhan.

Yechidah (Ibrani יחידה, secara harfiah berarti "singularitas") - juga disebut pintel Yid ("[batin] utama Yahudi").  

Aspek ini pada dasarnya adalah satu dengan Tuhan, Namun, ketika Anda mengacu pada konsep Kristen tentang Roh Kudus dalam Kekristenan - Anda menabrak konsep teologis yang dimaksud dalam Tanakh - atau Alkitab Ibrani. 

Yudaisme pada umumnya adalah monoteistik (itu karena ada konsep seperti nama Tuhan "Elohim" yang secara inheren merupakan kata jamak dan ada poin bahwa Yudaisme mengatakan bahwa Tuhan Yahudi lebih besar dari pada allah lain). Dengan demikian, Yudaisme melihat Tuhan sebagai Satu, dan tidak bisa menerima konsep Tritunggal tentang Tuhan. Dalam artian tertentu, Anda boleh mengatakan bahwa pendekatan Yudaisme terhadap Tuhan adalah sebagai Roh Kudus secara keseluruhan atau sebagai Tuhan/Bapa secara keseluruhan - namun tidak pernah keduanya sebagai kesatuan Tuhan, dan tentu saja bukan sama-sama sebagai Tuhan.

[Ted Exstein - Terlahir sebagai Yahudi]

Dari penjelasan ini tentu saja ganjil rasanya jika umat Kristen yang mendaulat kitab-kitab umat Yahudi bernama Taurat (5 kitab Tanakh, Alkitab Ibrani) dan Zabur termasuk bagian dari kitab suci Kristen -- yang dalam hal ini mereka anggap sebagai "kitab kadaluwarsa" dan karenanya disebut sebagai Perjanjian Lama -- secara suka-suka mengartikan ROH KUDUS sebagai bagian dari Tuhan Tritunggal, sementara umat Yahudi sendiri, yang masih berpegang teguh pada kitab-kitab tsb, tidak pernah menganggapnya demikian.

Lebih jauh lagi, umat Yahudi yang masih  berpegang teguh pada kitab Taurat tidak pernah mengenal konsep Tuhan Tritunggal yang pada prinsipnya sangat bertentangan dengan Konsep Monotheisme yang merka anut!

Dengan kata lain, doktrin Tuhan Tritunggal dalam Kekristenan sebenarnya tidak memiliki sumber pijakan yang jelas, melainkan hanya rekayasa para pendirinya saja yang memaksakan masuknya kepercayaan Pagan ke dalam ajaran murni Yesus yang sejatinya adalah Monotheisme. 

Jadi, jangan heran bila iman umat Kristen selalu terbentur keras bila coba dibandingkan dengan iman umat Yahudi, apalagi dengan iman umat Islam yang seperti halnya iman umat Yahudi, sama-sama tidak mengenal doktrin tuhan Tritunggal!

Karena "keganjilannya" yang menyempal jauh dari ajaran semua nabi terdahulu -- termasuk ajaran nabi Yesus as sendiri dan ajaran nabi Muhammad saw -- maka iman Kristen ini, dalam bahasa Jawa termasuk yang boleh disebut sebagai "nyeleneh" alias diciptakan sedemikian rupa supaya menjadi aneh sendiri!

Itu sebabnya kenapa rata-rata pengikutnya selalu bingung, lalu panik, dan ujungnya histeris, bila pengetahuan mereka tentang iman Kristen didesak terus dengan pertanyaan-pertanyaan serius yang berhubungan langsung dengan dalil-dalil dalam bundel beberapa kitab yang mereka namai sendiri sebagai alkitab!

Demikian.

Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!
Semoga Tuhannya Yesus memberkati,
- Amen!

Thursday, July 5, 2012

Benarkah Roh Kebenaran Menurut Yohanes 14:26 Adalah Roh Kudus? Thursday, July 5, 2012

Sebagian besar Kristen menyebut Roh pada Yohanes di atas adalah Roh Kudus, degan berpatokan pada penterjemahan Alkitab yang merujuk pada kata πνεUμα [pneuma] yang kemudian diartikan Ghost, terkadang The spirit, atau Holy Ghost dalam KJV yang diartikan dalam LAI sebagai Roh Kudus.

Jika merujuk kepada Bahasa memang benar, kata πνεUμα [pneuma] dapat diartikan Roh Kudus. Tidak salah, namun dalam istilah tersebut bisa memiliki arti lain, dan kita sudah pernah bahas bahwa, salahsatunya adalah Roh Kebenaran, yaitu dengan merujuk ungkapan Yesus tentang Roh dan Kebenaran.

[Yohanes 4:23] Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

[Yohanes 14:17] yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

Maka untuk itu ada baiknya kita lihat kemustahilan Roh Kebenaran ini adalah Roh Kudus.

PERTAMA: ROH KUDUS SUDAH DATANG KE DUNIA

[Yohanes 1:32] Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati dan Ia tinggal di atas-Nya

[Lukas 3:22] Dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya

[Markus 1:10] Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya

[Matius 3:16] Setelah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun keatas-Nya

Keberadaan Roh Kudus yang telah muncul atau datang di saat Yesus dibabtis dan seterusnya bertolak belakang dengan keterangan Yesus yang menyebut Roh Kebenaran tersebut akan datang setelah Yesus pergi.

[Yohanes 16:7] Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Jadi bila Roh Kudus itu sudah datang, mengapa Yesus berkata bahwa ia harus pergi agar Roh Kudus itu datang kepada kita, toh walaupun Yesus tidak pergi, Roh Kudus itu sudah berada di dalam tubuh Yesus?

{jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu}

Kesimpulan dari bagian pertama adalah Roh Kebenaran dan Roh Kudus berbeda. Sebab, Roh Kebenaran atau Parakletos yang dimaksud akan datang Setelah Yesus pergi, dia tidak akan datang sebelum Yesus pergi.

Sementara Roh Kudus telah datang ketika Yesus sudah ada.

KEDUA: ROH KEBENARAN AKAN MELAKUKAN PEKERJAAN YANG LEBIH BESAR DARI PEKERJAAN YESUS

[Yohanes 14:12] Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan,  bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;

Pertanyaannya adalah; Jika Roh Kebenaran atau Parakletos yang dimaksud adalah Roh Kudus, maka Roh Kudus mana yang turun ke dunia dan melakukan pekerjaan-pekerjaan Yesus bahkan lebih besar dari Yesus?

Kita tahu pekerjaan Yesus sangat banyak, mengajarkan kebenaran, berdakwah dan lain sebagainya. Logikanya jika Yesus berdakwah hanya di sekitar Yerusalem, maka 'roh' ini akan berdakwah ke wilayah yang jauh lebih luas daripada sekedar Israel.

Siapakah yang dimaksud? Tidak pernah ada disebutkan Roh Kudus Turun ke dunia dan mengerjakan pekerjaan Yesus, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar.

Kesimpulan: Roh Kebenarna tidak sama, atau mustahil adalah Roh Kudus, sebab Roh Kudus tidak pernah disebutkan turun dan melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti Yesus apa lagi lebih besar.

KETIGA: IA AKAN MENGAJARKAN SEGALA SESUATU

[Yohanes 14:26] tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa Roh Kebenaran akan melakukan pekerjaan seperti yang dilakukan Yesus, nah yang ini ia akan mengajarkan segala sesuatu artinya, Yesus sebelumnya mengajarkan banyak hal namun belum semua hal, belum segala sesuatu, tetap Roh Kebenaran akan mengajarkan segala sesuatu. Maka sangat tepat ia akan mengajarkan hal-hal yang belum Yesus ajarkan. Sebab jika Yesus sudah mengajarkan segala hal maka Yesus tidak perlu menyebut [Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu] tidak perlu Roh kebenaran tersebut mengajarkan lagi segala hal sebab Yesus sudah mengajarkannya. Namun karena Yesus belum sempurna maka Roh Kebenaran ini akan mengajarkannya sampai sempurna, segala hal.

Pertanyaannya: apakah Roh Kudus sama dengan Roh Kebenaran? Roh kudus yang mana yang turun mengajarkan segala hal? TIDAK ADA!

Kesimpulannya di sini Roh Kebenaran bukanlah Roh Kudus. Tetapi ia adalah orang lain yang akan datang setelah Yesus dan mengajarkan segala hal, artinya menyempurnakan ajaran Yesus dan mungkin para Nabi terdahulu secara sempurna.

KEEMPAT: IA AKAN MENGINSAFKAN DUNIA

[Yohanes 16:8] Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

Keberadaan Roh Kebenarna ini nanti akan datang dan menginsafkan, menyadarkan, meluruskan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh manusia, maka sangat berkaitan dengan apa yang dilakukan dua hal sebelumnya, ia akan mengerjakan pekerjaan Yesus bahkan lebih besar, kemudian menyempurnakan, serta yang sekarang adalah menginsafkan dunia.

Pertanyaanya: adakah Roh Kudus turun kedunia untuk menginsfakan atau meluruskan manusia yang tersesat atau jatuh kedalam Dosa?

Jika dikatakan, "Iya! Roh Kudus menginsafkan Dunia secara Rohani", maka jawabnya benar dan akan cocok! Akan tetapi jika dikaitkan dengan dua hal sebelumnya, maka menjadi tidak cocok.

Ia mengajarkan, melakukan pekerjaan seperti Yesus. Kita tahu di antara pekerjaan Yesus adalah menginsafkan manusia juga.

KESIMPULANNYA: Maka semakin mustahilah Roh Kebenaran atau Parakletos ini adalah Roh Kudus!


[Sumber: Islam Menjawab Fitnah]

Contact Form

Name

Email *

Message *