Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Timeline. Show all posts
Showing posts with label Timeline. Show all posts

Wednesday, December 12, 2018

Bila Kita Diberi Umur Panjang, Maka Segalanya Akan Berakhir Sama! Wednesday, December 12, 2018


Perhatikanlah!

KETIKA USIA 40-an, PENDIDIKAN TINGGI DAN RENDAH, SAMA SAJA!
Beberapa orang yang berpendidikan tidak tinggi dan tidak terlalu berprestasi pun tidak jarang kita jumpai hidup lebih layak dari yang berpendidikan tinggi.

KETIKA USIA 50-an, CANTIK DAN JELEK , SAMA SAJA!
Tidak penting seberapa cantik pun kita, pada usia itu, kerut-merut, darkspot, kulit kendur, tidak bisa lagi disembunyikan dengan gincu dan bedak tebal, bukan?

KETIKA USIA 60-an, KEDUDUKAN TINGGI DAN RENDAH, SAMA SAJA!
Setelah semua pensiun, tidak perlu lagi coba menghindari boss! Sudah sama-sama tua, dan masing-masing sudah tidak punya taji lagi.

KETIKA USIA 70-an, RUMAH BESAR DAN RUMAH KECIL, SAMA SAJA!
Tulang sendi lutut dan kaki kita semakin tua, sulit untuk digerakkan. Masa ini kita semua sudah tidak mampu lagi untuk melakukan berbagai hal kecuali cuma memerlukan ruang kecil saja agar bisa duduk dengan nyaman.

KETIKA USIA 80-an, PUNYA UANG DAN TIDAK PUNYA UANG, SAMA SAJA!
Pada masa ini kita tidak lagi dapat membeli steak yang lezat, gulai ayam, rendang dll, kerana tubuh kita sudah tidak bisa dimasuki banyak makanan, lidah pun sudah tidak memiliki kepekaan rasa, konon pula mau pergi ke tempat-tempat di mana biasanya kita menghabiskan uang?

KETIKA USIA 90-an, TIDUR DAN BANGUN, SAMA SAJA!
Masa ini, setelah bangun tidur, kita sudah tidak tahu apa yang akan dilakukan, sebab pikun sudah demikian parah!

KETIKA AJAL TIBA, KAYA DAN MISKIN, SAMA SAJA!
Kita tidak akan membawa apa pun ke liang lahat kecuali iman dan amal shalih. Orang-orang terdekat memang akan menangisi kita, tapi kemudian melupakannya, sebab mereka sendiri sudah dipenuhi oleh persoalan-persoalan hidupnya masing-masing.

Jadi .... pikir sajalah sendiri. Untuk apa sebetulnya Allah menciptakan dan melahirkan kita ke dunia ini. Menjadi orang baik yang suka mawas diri dan rendah hatikah, atau sebaliknya?

BUDI PEKERTI LUHURLAH YANG AKAN ABADI DIKENANG OLEH KERABAT, SAHABAT, SOBAT, DAN ORANG-ORANG YANG PERNAH BERTEMU DAN BERKAWAN BAIK DENGAN KITA.

Wallahu a'lam bisyawwab.


Tuesday, November 20, 2018

Abu Hurairah, Bapak Kucing Yang kekenyangan Minum Susu Tuesday, November 20, 2018

Abu Hurairah RA meriwayatkan ...
Demi Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya, kadang-kadang aku tidur di atas tanah dengan perut lapar, dan kadang-kadang aku ikatkan sebuah batu ke perutku untuk menahan lapar.
Suatu hari aku duduk di jalan yang biasa dilalui oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya.
Ketika Abu Bakar lewat, aku memintanya membacakan untukku sebuah ayat Al-Quran. Dengan begitu aku berharap mudah-mudahan ia dapat menghilangkan rasa laparku dengan mengajakku makan di rumahnya, tetapi ia lewat begitu saja.
Kemudian Umar lewat di depanku dan aku memintanya untuk membacakan untukku sebuah ayat dari kitab Allah, dan aku memintanya hanya dengan maksud barangkali ia dapat menghilangkan rasa laparku, tetapi ia pun lewat begitu saja.
Akhirnya Abul Qasim (Nabi Muhammad) lewat dan ia tersenyum ketika melihatku, karena ia tahu maksudku hanya dengan melihat wajahku saja.
Nabi Muhammad bersabda, “Wahai Abu Hirr!”
Aku menjawab, “Labbaik ya, Rasulullah”.
Nabi Muhammad bersabda kepadaku, “Ikut aku!”
Nabi Muhammad berjalan pulang dan aku berjalan mengikuti di belakangnya. Kemudian Nabi Muhammad masuk ke dalam rumahnya dan aku meminta izin untuk ikut masuk dan diizinkan.
Nabi Muhammad melihat semangkuk susu dan berkata, “Darimana ini?” mereka berkata, “Itu hadiah dari si fulan untukmu.”
Nabi Muhammad bersabda, “Wahai Abu Hirr!”
Aku menjawab, “Labbaik ya, Rasulullah.”
Nabi Muhammad bersabda, “Panggillah orang-orang shuffah!”
Orang-orang shuffah adalah tamu-tamu Islam yang tidak memiliki keluarga, uang, atau seseorang yang dapat mereka mintai pertolongan. Dan setiap kali objek sedekah diberikan kepada Nabi Muhammad, beliau akan memberikannya kepada mereka, sedangkan Nabi Muhammad sendiri sama sekali tidak menyentuhnya. Dan setiap kali hadiah apapun diberikan kepada Nabi Muhammad, Nabi Muhammad akan memberikannya sebagian untuk mereka dan sebagian lagi untuk diri Nabi Muhammad sendiri.
Perintah Nabi Muhammad itu membuatku kecewa, dan aku berkata kepada diriku sendiri;
“Bagaimana mungkin susu semangkuk cukup untuk orang-orang Shuffah? Menurutku susu itu hanya cukup untuk diriku sendiri. Tapi Nabi Muhammad menyuruhku memberikan susu itu kepada mereka. Aku akan takjub seandainya masih ada sisa untukku. Tetapi bagaimanapun aku harus taat kepada perintah Allah dan rasul-Nya. Maka aku pergi menemui orang-orang Shuffah itu dan memanggil mereka. Mereka pun berdatangan dan meminta izin untuk masuk kedalam rumah. Nabi Muhammad memberkani izinnya. Lalu mereka semua duduk di dalam rumah itu.
Nabi Muhammad bersabda, “Wahai Abu Hirr!”
Aku menjawab, “Labbaik ya, Rasulullah”.
Beliau bersabda, “Bawalah susu ini dan berikan kepada mereka.”
Maka aku membawa semangkuk susu itu secara bergiliran kepada mereka satu persatu, tapi setiap kali mereka mengembalikannya kepadaku setelah meminumnya, mangkuk susu itu tetap penuh!
Setelah mereka semua selesai minum dari mangkuk susu itu aku memberikannya kepada Nabi Muhammad yang menyambut mangkuk itu seraya tersenyum jenaka dan berkata kepadaku, “Wahai Abu Hirr!”
Aku menjawab, “Labbaik ya, Rasulullah”.
Beliau bersabda, “Masih cukup untuk engkau dan aku.”
Aku berkata, “Engkau berkata benar, ya, Rasulullah!”
Nabi Muhammad bersabda, “Duduklah dan minumlah.”
Maka aku duduk dan meminumnya. Nabi Muhammad berkali-kali memintaku untuk meminumnya hingga aku berkata, “Tidak! Demi Zat yang mengutusmu sebagai pembawa kebenaran, perutku sudah sangat kenyang!”
Nabi Muhammad bersabda, “Berikan kepadaku.”
Ketika kuberikan mangkuk itu kepadanya, Nabi Muhammad memuji dan menyebut nama Allah, dan meminum sisa susu itu. [HR Shahih Bukhari]

CATATAN:
Inilah mangkuk susu yang digunakan untuk menampung salahsatu dari sekian banyak mukjizat Allah melalui tangan Rasulullah SAW ketika berbagi sedekah susu kepada orang-orang shuffah dan Abu Hirr sampai mereka semua kekenyangan!
Konon mangkuk yang pernah digunakan oleh Rasulullah SAW ini sempat "diwariskan" kepada Ali bin Abi Thalib (ra) hingga ditemukan di London, Inggris.
Presiden Chechnya, Ramzan Kadyrov, berhasil membawa pulang mangkuk ini ke negaranya.
Video di bawah ini merekam kebahagiaan sang presiden bersama rakyatnya.

Friday, November 2, 2018

Kasih Dan Benci Friday, November 2, 2018

Ada dua kekuatan luar biasa besar yang terus menerus bertarung dalam hati setiap anak manusia hingga tiba saatnya ajal menjemput nanti. 

Yang satu bernama KASIH dan yang lainnya bernama BENCI.

Bila kau bertanya, siapa kelak yang akan memenangkan pertarungan hebat itu lalu mengambil alih jatidirimu, maka jawabnya adalah dia yang paling sering kau turuti kemauannya!



Friday, October 26, 2018

Ilmu Iblis Seperti Ilmu Ulama. Bagaimana Dengan Ilmu Kita? Friday, October 26, 2018

Dari salahseorang sahabat guru saya ...
ILMU IBLIS ITU SEPERTI ILMU ULAMA. BAGAIMANA DENGAN ILMU KITA?

Jika kita bertanya tentang Al-Quran kepada iblis,
maka iblis mampu menerangkannya dengan sangat jelas,
sebab iblis tahu persis kapan setiap ayat Al-Quran turun dari langit
Jika kita bertanya tentang ilmu hadist kepada iblis,
maka iblis akan sangat lancar menjelaskannya,
sebab iblis tahu betul asbabul wurud dari setiap hadist
Jika kita bertanya tentang kisah para nabi kepada iblis,
iblis akan dengan tepat menceritakannya,
sebab iblis sudah ada bahkan sebelum nabi Adam diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
  • iblis ahli Al-Quran
  • iblis ahli Hadist
  • iblis ahli Riwayat
  • iblis Ulama dalam segala ilmu
Tapi iblis tidak menjadi kekasih Allah, karena dalam diri iblis ada kesombongan yang diungkapkannya dengan ucapan,
"AKU LEBIH BAIK DARI DIA!"

Karenanya, semoga sedikit ilmu yang dianugerahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'alla di hati kita tidak menjadikan kita sombong dalam segala urusan, tapi justru membuat kita semakin sadar bahwa ilmu tidak menjamin seorang pasti ta'at, shalih dan bertaqwa.

YANG SANGAT PERLU UNTUK SETIAP SAAT KITA TAKUTI JUSTRU DIRI KITA SENDIRI APABILA:
  • Hati ini kian mengeras dan sulit menerima nasehat, namun
  • sangat bijak menasehati.
  • Aku merasa paling benar, sehingga merendahkan orang lain.
  • Egoku terlalu tinggi, hingga merasa paling baik di antara yang baik-baik.
  • Aku lupa bercermin pada diri sendiri, namun sibuk berprasangka buruk terhadap orang lain.
  • Sedikit ilmu yang kufahami akan membuatku menjadi sombong, memandang orang lain berbeda denganku.
  • Lidahku makin lincah membicarakan aib orang lain, namun lupa pada aibku sendiri yang menggunung namun tak kunjung tuntas kubenahi.
  • Aku hanya hebat dalam berkata, namun buruk dalam berbuat.
  • Aku hanya cerdas dalam mengkritik orang lain, namun lemah dalam mengkoreksi diri sendiri.
  • Aku membenci dosa orang lain, namun saat berbuat dosa aku malah menyukainya.
Kiranya Allah Subhana Wa Ta'alla tak jemu untuk senantiasa menyadarkanku sehingga lebih rajin instrospeksi diri daripada mengurusi orang lain yang belum tentu perilaku dan tutur katanya lebih buruk daripada diriku. 
Amin.

SELALULAH MENJELAJAH KE DALAM HATI SENDIRI

Wallahu a'lam Bisyawwab
[Nasehat untuk diri sendiri - Jumat, 26 Oktober 2018]


Thursday, September 27, 2018

Memangnya Kita Ini Siapa? Thursday, September 27, 2018

 Sambil tetap menimang-nimang cucunya, orang tua itu berkata lagi;

"Sejak pada mulanya, kita lahir sudah tidak membawa apa-apa, setelah beranjak dewasa baru mulai 'merasa' memiliki apa-apa, hingga tiba waktunya 'disadarkan' oleh kenyataan bahwa sesungguhnya kita tidak punya, apalagi berkuasa atas apa-apa.
Lalu, kenapa harus berkeluh kesah?
Bukankah pada hakekatnya kita sendiri sebetulnya bukan apa-apa?"


Friday, August 31, 2018

Berapa Banyak Hari-Harimu Yang Berlalu Dengan Sia-Sia? Friday, August 31, 2018

Meski nama mereka sama, namun sesungguhnya setiap satu hari hanya datang satu kali saja dalam kehidupan setiap anak manusia guna membawa segala rahmat yang dilimpahkan oleh Allah bagi seluruh makhluk-Nya. Lalu ia akan setia menunggu dan menjadi saksi atas segala perbuatan setiap anak manusia sepanjang hari itu hingga hari lain datang menggantikannya. 

Pada saatnya kelak, percayalah! Setiap satu hari dalam kehidupan tip-tiap anak manusia itu akan menjadi saksi tak terbantahkan pada Hari Penghakiman!

Allah berfirman;
"Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan." (QS. Al-An'am[6]:60)

Thursday, August 30, 2018

Diam dan Ilmu Thursday, August 30, 2018

“Tidak ada kebaikan dalam hidup seseorang kecuali melaksanakan salah satu dari dua hal ini; diam namun berpikir, atau bicara namun berlandaskan ilmu  --  Ketahuilah bahwa awal dari ibadah adalah diam, kemudian menuntut ilmu, kemudian mengamalkannya, kemudian menghafalnya, lalu menyebarkannya."  -- HR Abu Ad-Darda’ dan Sufyan Ats-Tsauri

Tuesday, August 28, 2018

Hari hari Sakral Dalam Kehidupan Anak Adam Tuesday, August 28, 2018

Orang tua itu berkata; "Ketahuilah, sesungguhnya ada tiga hal sangat sakral pada dirimu dan pada diri setiap anak manusia. Pertama, ketika engkau menangis dan semua keluargamu tertawa. Kedua, ketika engkau tertawa dan semua keluargamu ikut tertawa. Sedang yang ketiga, ketika engkau diam dan semua keluargamu menangis."

Kemudian dia bertanya; "Tahukah engkau hal apa saja itu?"
Saya menggeleng takzim, tanda tidak tahu.

Dia melanjutkan; "Itu adalah hari-hari saat engkau dilahirkan, saat engkau menikah, dan saat engkau mati. Sesungguhnya ketiga hari itu merupakan rahasia besar yang tidak diketahui oleh makhluk manapun di seluruh jagad raya ini kecuali hanya oleh Allah semata. Hari-harimu itu sepenuhnya berada dalam genggaman Kemahakuasaan-Nya. Hanya Dia yang mengetahui, sekaligus menentukan, kapan engkau lahir, kapan engkau menikah, dan kapan engkau mati. Namun sadarilah, bahwa karena demikian besar rahmat dan kasih sayang-Nya kepada kita, Allah mempercayakan hari sakral yang kedua di atas pundak masing-masing kita. Dia memberimu kepercayaan dan keleluasaan untuk menemukan sendiri jodohmu dan menentukan pula kapan kalian menikah. Jika Dia berkenan, maka Insya Allah, rumah tanggamu akan Sakinah Mawaddah Warahmah dan menjadi berkah dunia akhirat bagi segenap anggota keluargamu. Jika tidak, maka dengan cara-Nya sendiri Dia akan menggagalkan pernikahanmu. Namun jika engkau tetap memaksakan kehendakmu sendiri, maka Dia akan membiarkan pernikahanmu terjadi dengan segala resiko yang pasti akan engkau hadapi. Itu sebabnya kenapa Rasulullah SAW wanti-wanti mengingatkan kepada kita; temukanlah jodohmu sesuai dengan yang diisyaratkan oleh ajaran Islam, karena perceraian sebagai konsekuensi kegagalannya, sekalipun diijinkan oleh Allah, namun sesungguhnya merupakan salahsatu perbuatan yang sangat tidak disukai-Nya!"

Dia bertanya lagi; "Taukah engkau apa sebabnya?"
Sekali lagi saya menggeleng takzim, tanda tidak tahu.

"Karena itu sama artinya dengan mencederai amanat sangat besar yang dipercayakan oleh Allah di atas pundak kita, melukai perasaan pasangan hidup, mencederai perasaan orang tua serta keluarga, sekaligus meremehkan arti sakralnya sebuah perkawinan menurut ajaran Islam!"


Saturday, July 14, 2018

Ingin Hidup Senang Terus? Saturday, July 14, 2018

Sambil menerawang jauh, orang tua itu berkata,
"Hidup menyediakan banyak pilihan. Mau senang, monggo. Mau susah silahkan .... "

Saya pun bertanya,
"Bagiaman caranya supaya bisa hidup senang terus?"

Dia memalingkan wajahnya ke arah saya, lalu sambil menghela nafas panjang menjawab pendek,
"Terserah .... mau dengan cara Tuhan atau cara Setan, semua itu tergantung pada pilihanmu sendiri ..... "





Saturday, April 21, 2018

Jika Sudah Terlanjur Begini, Ibadah Kita Sebenarnya Untuk Siapa? Saturday, April 21, 2018

Sunday, April 8, 2018

Mati Adalah Awal Dari Kehidupan Yang Sesungguhnya Sunday, April 8, 2018


Orang tua itu menjawab begini:

"Sebagian dari kalian ada yang mengabaikan peringatan Allah tentang kehidupan setelah mati. Sebagian dari kalian lupa bahwa setiap saat kematian akan menjemput dan sedikitpun kita tak berdaya untuk menunda apalagi mencegahnya. Jika menyadari bahwa akhir perjalanan hidup ini adalah kematian dan pilihan rumah abadi kita kelak hanya surga atau neraka, mengapa engkau masih lebih mencintai dunia yang fana daripada akhirat yang kekal?"


Saturday, February 3, 2018

Allah Menjawab Semua Doamu Saturday, February 3, 2018

Seraya pelan-pelan menghembuskan asap rokok lintingannya sendiri, orang tua itu menatapku sambil tersenyum simpul. Lalu dengan ringan ia berkata;

"Allah punya jawaban pasti untuk setiap doa anak Adam, termasuk tentu saja semua doa-doamu;
Pertama: 'YA!'
Kedua: 'YA, TAPI TIDAK SEKARANG'
Ketiga: 'AKU PUNYA RENCANA YANG LEBIH BAIK UNTUKMU'

Karena itu, bersabar dan tawakal lah!
Sebab Allah Yang Mahakaya tidak pernah ingkar janji, dan DIA lebih mengetahui segala urusanmu ketimbang dirimu sendiri.

Jadi, pulanglah ..... dan jalani setiap menit dari sisa usiamu dengan penuh rasa syukur!"


Saturday, January 27, 2018

Seharusnya Ini Cukup Saturday, January 27, 2018

Orang tua itu berpesan begini,

"Barangsiapa menginginkan pelindung, maka Allah cukup baginya. Barangsiapa menginginkan teladan, maka Rasulullah cukup baginya. Barangsiapa menginginkan pedoman hidup, maka Al-Qur'an cukup baginya. Barangsiapa menginginkan peringatan, maka kematian cukup baginya.

Dan .........
Barangsiapa merasa tidak cukup dengan semua itu, maka neraka pasti akan mencukupinya!"



Tuesday, January 23, 2018

Sulit Melaksanakan Amal Shaleh? Tuesday, January 23, 2018

Orang tua itu berkata,
 
"Pulanglah, dan tanyakan kepada saudara-saudaramu apakah mereka juga mengalami kesulitan untuk melaksanakan amal shaleh? Jika jawabannya "YA!", maka katakanlah bahwa untuk dapat melaksanakan amalan-amalan shaleh itu, pertama sekali yang harus mereka lakukan adalah berhenti melaksanakan semua amalan-amalan salahnya. Dengan demikian, Insha Allah, Allah akan membantu memudahkannya bagi kalian!"

Lalu dia menambahkan,
 
"Sesungguhnya perintah Allah itu tidak ada yang sulit, terutama bagi mereka yang bertaqwa .... "



Friday, January 19, 2018

Rasulullah SAW dan Pengemis Yahudi Buta Friday, January 19, 2018

[Tayang ulang - September 10, 2011 at 9:18pm]
Saya masih ingat masa kecil saat belajar mengaji di madrasah (semacam sekolah "ekstra kurikuler" untuk anak-anak muslim di kampung halaman saya) dulu. Setidaknya sekali dalam seminggu kami mendapat kesempatan untuk melupakan sejenak bagaimana "membosankanya" belajar membaca Al-Qur'an dan mengkaji - pada taraf kemampuan berfikir anak kecil - tentang hakikat dan dasar-dasar ajaran Islam.
Sebab hari itu adalah saatnya anak-anak mendengarkan pak guru bercerita tentang berbagai kisah teladan islami demi memuaskan permintaan murid-muridnya yang dengan penuh minat saling berdesakan di sekelilingnya sambil tak bosan-bosannya berteriak-teriak; "Lagi, ... lagi, ... ceritakan yang lainnya lagi ustadz!" setiap kali beliau menyelesaikan sebuah kisah.
Salahsatu kisah teladan yang masih membekas dalam di hati saya adalah ini:
Syahdan pada jaman Rasululllah Salallahu'alaihi Wasallam dulu, di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap hari selalu berseru kepada orang-orang yang lalu lalang di dekatnya dengan kalimat-kalimat yang hampir sama, “Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad! Muhammad adalah orang gila, pembohong, dan tukang sihir. Oleh karena itu, jauhilah dia. Apabila kalian mendekatinya, maka kalian pasti akan celaka karena dipengaruhinya!"
Namun ia tidak pernah menyadari bahwa (mungkin sekali) karena itu, setiap pagi Rasulullah Salallahu'alaihi Wasallam selalu mendatanginya dengan membawakan makanan. Dan tanpa berucap sepatah kata pun beliau dengan lemah lembut dan penuh kesabaran menyuapkan makanan yang dibawanya itu kepada sang pengemis. Sementara itu, orang yang beliau suapi itu tiap sebentar tak bosan-bosannya menyerukan kalimat-kalimat penuh fitnah tentang diri Rasulullah Salallahu'alaihi Wasallam di hadapan beliau sendiri!
Kebiasaan Rasulullah Salallahu'alaihi Wasallam ini tercatat sebagai salahsatu amal beliau (bila tidak sedang bepergian atau berperang) hingga beliau wafat.
Sepeninggal Rasulullah Salallahu'alaihi Wasallam, maka praktis tidak ada lagi orang yang setiap pagi datang membawakan makanan bagi pengemis Yahudi buta itu.
Masih dirundung duka atas wafatnya Rasulullah Salallahu'alaihi Wasallam, suatu hari, sahabat terdekat beliau, yakni Abubakar r.a, berkunjung ke rumah putrinya Aisyah r.a, yang dinikahkannya kepada sahabat yang sangat disayanginya itu.
Beliau bertanya kepada Aisyah r.a, “Anakku, adakah kebiasaan orang terkasihku yang belum aku kerjakan?”
Aisyah r.a, menjawab, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu pun kebiasaan Rasulullah Salallahu'alaihi Wasallam yang belum ayah lakukan kecuali satu.”
“Apakah Itu?”, tanya Abubakar r.a, takjub.
“Setiap pagi sahabat ayah itu selalu pergi ke ujung pasar membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang duduk di sana." kata Aisyah r.a.
Keesokan harinya, Abubakar r.a, pun pergi membawa makanan ke pasar dengan maksud untuk diberikan kepada pengemis buta yang diceritakan oleh putrinya itu. Abubakar r.a, menemukan sang pengemis di tempatnya biasa berada dan tentu saja, harus menahan rasa jengkel mendengar sang pengemis rupanya masih tetap menyerukan fitnah yang sama atas diri Rasulullah Salallahu'alaihi Wasallam. Namun karena sudah menjadi niat, maka beliau pun menghampiri sang pengemis seraya coba memberinya makan. Namun ketika baru saja mulai menyuapinya, tiba-tiba saja si pengemis marah sambil menghardik, “Hey, siapakah engkau?!"
Sejenak Abubakar r.a, tertegun, lalu ragu-ragu menjawab, “Aku adalah orang yang biasa datang padamu.”
“Bukan! Engkau pasti bukan dia!” Bantah si pengemis buta dengan keras.
“Apabila dia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah pula mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangi dan menyuapiku itu selalu menghaluskan makanannya dulu sebelum disuapkan padaku. Dan cara dia menyuapiku sangat berbeda dengan caramu!!” lanjut pengemis buta itu dengan bersungguh-sungguh.
Mendengar itu, Abubakar r.a, tidak dapat lagi menahan air matanya. Maka sambil menangis beliau pun berkata , “Memang aku bukan orang yang biasa datang padamu. Aku hanya salahseorang dari begitu banyak sahabat-sahabatnya. Tapi orang mulia itu kini telah tiada. Dan tahukah engkau bahwa dia adalah Muhammad Rasulullah Salallahu'alaihi Wassalam yang setiap hari engkau nistakan itu?”
Bagai mendengar petir di siang bolong, seketika itu juga pengemis buta itu menjatuhkan dirinya berlutut sambil ikut menangis karena penyesalan yang amat sangat. Ia merasa begitu malu pada dirinya sendiri karena telah berlaku sangat tidak pantas kepada orang yang selama ini diam-diam telah demikian baik padanya. Orang yang tak pernah berkata-kata padanya tapi senantiasa memperlakukannya dengan penuh kasih sayang.
Di tengah-tengah isaknya, pengemis Yahudi buta itu terdengar seolah berbicara pada dirinya sendiri, “Benarkah dia Muhammad? Orang yang setiap hari kuhina dan kufitnah dengan keji, tapi tak sekalipun dia menegur apalagi memarahiku? Sebaliknya, tak bosan-bosan pula dia setiap pagi mendatangiku dengan membawa makanan? Jadi, selama ini ternyata dialah orang yang setiap hari memberiku makan? Dia menyuapiku dengan laku yang amat sabar. Dia begitu baik, dia begitu mulia, dia .... dia .... "
Maka sejurus kemudian, tanpa ragu sedikitpun sang pengemis lalu mengahadapkan wajahnya kepada Abubakar r.a, seraya berkata, "Wahai Tuan, saat ini juga, bimbinglah aku untuk mengikuti ajaran Muhammad!“
Pengemis Yahudi buta itu pun akhirnya bersyahadat di hadapan Sayidina Abubakar r.a, dan sejak hari itu ia menjadi seorang Muslim yang taat.


Wednesday, November 29, 2017

Sekali lagi, Nasehat Untuk Dik Theos An-Naar Wednesday, November 29, 2017

Dik Teyos An-Naar,
Karena nampaknya kau masih belum sadar juga bahwa segala upayamu selama ini yang sibuk mengutak-atik terjemah Al-Quran sebetulnya cuma pekerjaan yang sia-sia, maka demi ilmu,  ada baiknya kubocorkan sedikit rahasia padamu.

Ketahuilah,  bahwa setidaknya ada 20 s.d 30 cabang ilmu yang harus dikuasai oleh seseorang bila ia sungguh-sunguh ingin  memahami Al-Quran dan berniat pula untuk menyampaikannya kepada orang lain secara baik dan benar. 


Catat yang ini dulu: SECARA BAIK DAN BENAR!
BUKAN secara AMBURADUL DAN SUDAH PASTI SALAH!

Nah, cabang-cabang ilmu itu antara lain adalah:

1. Mawathin Al-Nuzul,
2. Tawarikh Al-Nuzul,
3. Asbab Al-Nuzul,
4. Lughat,
5. Nahwu,
6. Shorof
7. Ishtiqaq,
8. Ma'ani,
9. Bayaan,
10. Badi' Balaghah, 
11. Qira'at & Tajwid
12. Aqa'id,
13. Ushul Fiqh,
14. Fiqh,
15. Gharib Al-Quran,
16. I'rabil Qur'an,
17. Wujuh wa Al-Nazhair,
18. Ma'rifat Al-Muhkam wa Al-Mutasyabih,
19. Al-Nasikh wa Al-Mansukh,
20. Bada'i Al-Quran,
21. I'daza Al-Quran,
22. Tanasub Al-Quran,
23. Aqsam Al-Quran,
24. Amtsal Al-Quran,
25. Jidal Al-Quran,
26. Adab Al-Tilawah Al-Quran.

Tanpa pemahaman yang cukup tentang cabang-cabang ilmu di atas, maka menjadi mustahil bagi siapapun untuk bicara, apalagi sampai seenak jidat sendiri mengartikan ayat-ayat suci Al-Quran dan menyampaikannya kepada orang lain sambil mengira bahwa semua ocehannya itu benar!

Artinya, jangan pernah berharap orang lain, khususnya muslim yang faham Adab Al-Tilawah Al-Quran, akan menerima,  mengamini, apalagi sampai mengimani segala interpretasi ngawurmu tentang ayat-ayat suci Al-Quran yang kau pikir sudah kau mengerti, sementara bisa dipastikan bahwa sesungguhnya kau sama sekali tidk tau apapun tentang ilmu-ilmu di atas! 

Mau bukti?
Cuma sebagai indikator saja, coba kau jawab untuk dirimu sendirilah dulu; 
cabang ilmu mana dari yang 26 itu yang kau pikir sudah kau fahami? 
Tak satupun, bukan?  

Nah, itulah alasan teratas, selain tentunya masih ada sederet alasan lain yang menjadi sebab kenapa semua copasan terjemah hasil comot sana comot sinimu yang kau pikir "powerful" untuk bicara lantang tentang ayat-ayat Al-Quran itu langsung kena stempel ANALISIS TELEK! 

Kenapa?
Karena "KOSONG" dik!
Segala kicauanmu yang kau pikir benar itu, seluruh kebenarannya  cuma ada dalam angan-anganmu sendiri saja, sedangkan kebenarannya yang hakiki hanya bisa sama-sama kita buktikan  bila berpijak pada platform yang haq -- yaitu ilmu -- bukan yang bathil,  seperti nafsu masturbasi rohanimu yang terus berkobar sejak bertahun-tahun dulu hingga hari ini!

Kau tau kenapa nama-nama cabang ilmu itu dilafadzkan dalam bahasa Arab dan apa arti masing-masing sebutanya? 

Tidak juga, bukan?

Nah, bertanyalah pada guru atau ustadz yang lebih paham akan ilmu-ilmu tsb!

Walau sambil lalu, sebenarnya diam-diam aku juga memperhatikan bagaimana sibuknya kau meributkan soal "tafsir", 'asbabun nuzul", bahkan secara sembrono berani "menjual" nama-nama muffasir kondang yang kau kutip terjemah tulisannya seolah-olah cuma kau satu-satunya manusia  di dunia ini yang faham betul apa yang mereka tulis.

Dengan itu pula tiap kali ANALISIS TELEKMU ditertawai, maka kau nekad menuding muslim manapun yang mentertawaimu sama artinya dengan mentertawai para muffasir yang dimuliakan oleh umumnya umat Islam itu.

Ketahuilah dik, semua muslim yang ikut baca bisa langsung tau bahwa justru dengan begitu  sebetulnya semakin memperlihatkan bukti bahwa kau sama sekali tidak tau apa-apa tentang tafsir, apalagi asbabun nuzul, termasuk tentu saja siapa, bagaimana latar belakang, dan bagaimana pula metode tafsir  masing-masing muffasir yang meriwayatkan berbagai tafsir Al-Quran yang kau sebut-sebut namanya itu, selain FAKTA! Bahwa gaya sotoymu itu sama persis dengan anjing yang lehernya terikat tapi ribut menggonggong setiap orang yang lalu lalang di depan rumah majikannya!

Berapa kali sudah kau diberitahu, bahwa tidak ada yang salah dengan tafsir mereka, tapi interpretasi sintingmu yang coba mempelesetkan tafsir-tafsir mereka sesuai selera doktrin bodoh kristenlah yang salah?! 

Tahukah kau apa sebetulnya arti "tafsir" yang kulihat sering ditanyakan oleh para cantrik asuhan poro pinisepuh gmdkk  tapi tak pernah kau jawab? 

Atau pernahkah kau berfikir kira-kira serumit apa sebenarnya "ilmu tafsir" yang pada waktu-waktu tertentu biasanya dipelajari dan dikaji secara amat serius di lingkungan terbatas, semisal oleh para santri dan ustadz mereka dengan kiyai sepuh di pondok-pondok pesantren? 

Tidak juga, bukan?

Jadi, ketika kau pikir kau sedang lebay bicara tentang terjemah ayat-ayat Al-Quran kepada umat islam, maka hal pertama yang harus kau sadari sepenuhnya adalah bahwa terjemah Al-Quran BUKAN Al-Quran, dik!

Artinya, jika kau pikir kau sedang berbicara tentang Al-Quran apalagi secara maknawi, maka yang sebetulnya terjadi adalah kau sedang mengigau!

Terjemah Al-Quran, atau disebut juga Ta'wil, tidak memerlukan ilmu dik!

Digital robotic modules bernama "google translate" pun mampu melakukannya.  Apalagi kafir harbi dengan nafsu masturbasi rohani berkobar-kobar seperti dirimu?

Tapi pernahkah terpikir olehmu bahwa jangankan menafsirkan Al-Quran, membaca tafsir Al-Quran pun memerlukan ilmu. Sedangkan ilmu tafsir Al-Quran bukan hal sederhana yang dapat dikuasai oleh siapa saja cukup dengan copas sana copas sini, terutama olehmu yang sejak dulu aku sudah tau adalah pengidap syndroma hambatan kognitif yang sangat menyedihkan. 

Kita sama-sama tau bahwa dalam Kristen tidak ada yang namanya "ilmu tafsir" kecuali suka-suka saja mengartikan setiap ayat bibel sesuai selera sendiri. Sebut saja misalnya situs rujukan utama kalian;  "SARAPAN PAGI ROTI JELAI BUNDAR".  

Walau para admins atau pengasuhnya berlindung di balik istilah keren semisal eksegesse atau hermeneutika,  atau entah istilah keren apa lagi yang mereka gadang-gadang, tetap saja tulisan mereka cuma berbasis pada interpretasi individual, bahkan cenderung  ngarang bebas demi pembenaran untuk banyak hal yang tidak benar dalam doktrin kristen! 

Tidak sedikit tulisan mereka yang bersifat un-universal sehingga tidak selalu "gathuk" dengan pemahaman individu-individu lain, bahkan di lingkungan kristen sendiri, terutama dengan interpretasi mereka yang berposisi sebagai petinggi gereja dari setidaknya 300 denominasi kristen yang tersebar di seluruh Indonesia, apalagi jika disodorkan pada petinggi gereja lebih dari 34.000 denominasi kristen yang tersebar di seluruh dunia!

Makanya perdebatan tentang teologi kristen akan terus berulang seperti KASET RUSAK dengan topik CENDOL BASI yang itu ke itu juga -- dan tidak pernah ada habisnya --  karena untuk SATU PERTANYAAN tentang iman kristen saja misalnya, akan dijawab dengan 10 atau 20 jawaban berbeda dari 10 atau 20 jemaat kristen dari denominasi yang berbeda!

Tidak demikian halnya dengan 10 atau 20 pertanyaan tentang iman Islam. Mau berapa banyakpun yang menjawab, pada prinsipnya mereka akan memberikan SATU jawaban yang SAMA untuk setiap pertanyaan!

Nah, kau lihat sendiri bukan, betapa jauh bedanya doktrin kristen yang semrawut dan melawan akal dengan ajaran Islam yang logis dan sangat masuk akal sehingga kami selalu punya jawaban yang stereotype untuk semua upaya plesetan kalian terhadap berbagai isu terkait ajaran Islam? 

Jadi, coba saja kau pikirkan sendiri baik-baik deh, bagaimana mungkin ajaran Tauhid yang sejatinya berasal dari SATU orang guru bernama Yesus Kristus -- tapi setelah diobok-obok oleh manusia yang tidak jelas asal-usulnya tapi kemudian mengaku-ngaku sebagai "rasul" bernama Paulus -- di kemudian hari bisa diinterpretasikan secara suka-suka oleh pengikutnya sampai mencapai RIBUAN cara, bahkan sampai melahirkan RIBUAN sekte yang berbeda-beda dan saling membidatkan pula? 

Memangnya ada berapa ribu cara bertuhan sih yang diajarkan oleh Yesus? 

Kitabmu sendiri menjelaskan cuma SATU cara, dik!

SEMBAHLAH TUHAN ALLAH SAJA. TIDAK ADA TUHAN YANG LAIN KECUALI ALLAH!

Jadi, analogi sederhananya begini:
Jika seorang guru, kuulangi; SEORANG GURU, menjadi wali kelas dari 50 orang murid, lalu ketika tiba saatnya ujian akhir ternyata tak seorang muridpun yang menjawab soalan dari sang guru sesuai dengan apa yang diajarkannya, maka kau pikir apa yang akan terjadi pada ke-50 murid itu?  SUDAH PASTI SEMUANYA TIDAK LULUS! 

Nah, begitulah kalian!
Sadar atau tidak, sebetulnya kalian mengimani dan mempraktekkan ajaran yang menyimpang jauh dari ajaran asli Yesus akibat bercampurnya ilmu yang haq dengan yang bathil gara-gara ulah Paulus!

Cilakanya, rata-rata kalian lebih mengimani segala yang diajarkan oleh Paulus  dan semua  kroninya ketimbang ilmu yang berasal dari langit seperti yang diajarkan oleh Yesus Kristus sendiri! 

Akibatnya, tidak akan jauh berbeda dengan nasib ke-50 murid pak guru tadi; kelak saat  mati, maka tidak satupun dari kalian yang akan diluluskan oleh Yesus untuk memasuki kerajaan langit! Percayalah!

Tentang ini dalam kitabmu sendiri sudah sangat jelas ditegaskan oleh Tuhannya Yesus sejak jaman purbakala dulu!

Lihat lagi [Ulangan 4:35 | 4:39 | 5:7 | 6:4 | 33:26] ● [2Samuel 7:22] ● [Keluaran 9:14 | 20:5] ●  [Yesaya 43:11-13 | 46:9 |  48: 12 |  54:5 | 63:8-9] ● [Hosea 13:4]. 

Lalu berbekal amburadulnya konsep,  atau ilmu memahami ayat-ayat Tuhan dalam bibel yang sudah diobok-obok seperti gambaran di atas, maka dengan cara mengemis, comot  sana sini beberapa terjemah tafsir Al-Quran dari para muffasir kondang, kemudian seenak jidat pula mengartikan ayat-ayat tsb sesuai selera kristenmu, kau coba menjustifikasi iman ngawurmu pada umat Islam -- termasuk kepada abangmu Gus Mendem  yang WOW keren ini -- bahwa tafsir-tafsir Al-Quran tsb mebenarkan semua doktrin pokok kristen? 

Duh! Kalau kata cantrik gmdkk sih; mimpimu terlalu tinggi, dik! 

Ajaran Islam tidak demikian dik Teyos An-Naar!
Islam adalah ajaran dari langit tentang KETERATURAN. Karenanya jangan heran jika segala sesuatu dalam  Islam ada aturannya. Sebut saja misalnya hal yang tidak pernah kalian mengerti; kenapa sampai-sampai untuk pipispun ada aturannya?!

Apalagi untuk bicara lantang tentang kandungan kitab suci Islam yang menjadi induk dari seluruh peraturan dan hukum-hukum positif yang berlaku dalam peradaban manusia, khususnya  islam, sejak jaman Nabi Muhammad saw sampai kiamat nanti?

Kau pernah dengar kata "tafsir bil ma’tsur" dan hukum-hukumnya? 
Atau "tafsir bir Ro’yi" berikut hukum-hukumnya?

Tidak, bukan?

Kau mengerti kenapa ada banyak metode tafsir Al-Quran yang wajib dipelajari oleh para sarjana Al-Quran di lembaga-lembaga Pendidikan Tinggi lslam jaman modern ini sebelum mereka dinyatakan lulus uji, agar selanjutnya tidak diragukan lagi oleh para mentornya untuk bicara tentang hakikat maknawi ayat-ayat Al-Quran kepada orang lain secara baik dan benar? Sebut saja sebagai indikator misalnya  metode Tahlili, Ijmali, Muqarran, atau Maudhui.

Tidak mengerti juga, kan?

Dengan demikian, maka ini menjadi sangat penting bagimu dik!
Taukah kau metode mana dari semua metode tafsir Al-Quran yang menurut para muffasir itu sendiri dianggap paling baik dan tinggi derajatnya dibandingkan dengan metode-metode lainnya! 

Tidak tau juga, bukan?

Jadi, belajarlah lagi pada siapapun yang selama ini kau anggap sebagai gurumu tentang Islam. Tanyakan padanya; kenapa Al-Quran disebut sebagai hudan-linnas dan hudan-lilmuttaqin?

Sayangnya, kau memilih menjadi kafir harbi, sehingga dengan sendirinya tidak termasuk dalam kelompok manusia seperti yang dimaksud oleh kalimat "hudan-linnas dan hudan-lilmuttaqin."

Karena itu aku hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat betapa sibuknya kau woro-woro ke sana kemari mengabarkan berita bahwa abangmu yang WOW Keren ini  ringan-ringan saja menanggapi segala celotehanmu yang berbasis terjemah Al-Quran  tanpa perlu mengikutkan tafsir dari siapapun juga. Apalagi dalam banyak note yang sudah jelas-jelas kuberi judul;  AL-QURAN MENJAWAB! 

Kenapa?
Catat juga yang satu ini ya?
Karena kau TERLALU BODOH mengira bahwa setiap penjelasan tentang Al-Quran dari seorang muslim yang seumur hidupnya wajib mempelajari Al-Quran harus berdasarkan tafsir Jalalain, atau Al-Maududi, atau Ibn kathir, atau Katadah, atau Ath-Tabhari atau nama-nama muffasir besar lainnya!

Jika Allah sudah jelas-jelas befirman dalam Al-Quran bahwa siapapun yang mengatakan, apalagi sampai meyakini -- dan celakanya, menyembah pula -- Nabi Isa Ibn Maryam sebagai Allah adalah KAFIR,  maka aku tidak perlu tafsir dari siapapun untuk menyatakan tanpa  keraguan sedikitpun bahwa kau, yang mati-matian cari pembenaran dari literatur Islam bahwa Yesus yang kau sembah itu adalah Allah, jelas adalah KAFIR! (lihat QS. 5:72) 

Jika Allah sudah berfirman dalam Al-Quran bahwa kitab-kitab terdahulu terlanjur dikotori oleh tangan-tangan jahil MANUSIA CELAKA dengan cara menuliskan ayat-ayat palsu yang mereka jadikan seolah-olah adalah firman Allah, maka aku tdak perlu tafsir dari siapapun untuk mengerti bahwa bundel buku tebal yang kalian klaim sebagai kitab-kitab terdahulu, kemudian kalian beri nama "Alkitab" itu sudah tidak asli lagi, dan para pemalsu ayat-ayat Allah di dalamnya adalah MANUSIA-MANUSIA CELAKA!  (lihat QS. 2: 75 | QS. 2: 79 | QS. 5: 41) 

Jika Allah sudah berfirman dalam Al-Quran bahwa Al-Quran -- disebut juga Al-Furqan -- diturunkan-NYA antara lain untuk mebenarkan kitab-kitab terdahulu, maka aku tidak perlu tafsir dari siapapun untuk mengerti bahwa kitab-kitab terdahulu memang pernah diturunkan oleh Allah, dan Al-Quran adalah kitab yang datang kemudian untuk mengoreksi, membenarkan -- yang artinya membuat jadi benar -- segala kesalahan, kepalsuan dan berbagai penyelewengan lain yang dilakukan oleh manusia-manusia celaka tadi terhadap ayat-ayat kitab terdahulu. (lihat lagi  QS. 2: 75 ●  QS. 2: 79 ● QS. 5: 41 ●| DAN  ● QS 2: 41 ● QS. 89, 97, 101 ● QS. 3: 3, 80 ● QS  4: 47 ● QS. 5: 48 ● QS. 10: 37 ● QS. 12: 111)

Kenapa aku tidak memerlukan tafsir dari nama-nama muffasir kondang yang selama ini kau jadikan "tumbal" untuk membenarkan plesetanmu terhadap ayat-ayat Al-Quran guna membenarkan kesalahan iman kristen menurut Al-Quran?

Karena Allah sendiri sudah menjelaskannya dengan terang benderang dalam ayat-ayat firman-Nya terkait iman kristenmu di dalam Al-Quran, dik! 

Masih ingat ayat favoritku sejak dulu, bukan? 
Silahkan lihat lagi QS. 10:100

Allah pasti akan melemparku ke neraka jika aku tidak menggunakan seluruh kemampuan akalku secara paripurna untuk belajar dari seluruh tanda-tanda kebesaran-NYA yang ada disekelilingku, termasuk tentu saja dari ayat-ayat suci Al-Quran dan hadits-hadits penutup para Nabi dan Rasul-NYA!

Eloknya, Allah tidak cuma mengancam siapapun yang tidak mau menggunakan akalnya dengan baik, tapi sekaligus memberi manusia "tools" untuk mencerdaskan akalnya guna memahami kebenaran segala firman-NYA  -- terutama untuk mereka yang bukan muffasir -- yaitu konsep BERPIKIR yang berpijak pada dalil Naqli dan Aqli.

Inipun, aku yakin kau tidak tau apa-apa tantangnya!

Nah, bagaimana mungkin kau bisa demikian sinting menghayal sampai setinggi langit mengira pembaca ANALISIS TELEKMU akan percaya bahwa kau lebih mengerti Al-Quran dan berbagai terjemah tafsirnya ketimbang umat Islam sendiri, termasuk di antaranya abangmu yang WOW Keren ini?

Makanya sudah lumayan lama kuberitahu bahwa sekalipun sudah bertahun-tahun ini kau mengira dirimu adalah seorang debater -- dan buatku tidak penting-penting amat sebesar apapun nafsu masturbasi rohanimu untuk diakui sebagai debater -- sebetulnya kelasmu cuma sebatas level anak-anak asuh poro pinisepuh gmdkk yang baru belajar teotolologi kristen dik!

Dan pada kenyataannya, terlepas apapun dalihmu, jangankan dengan menggunakan Al-Quran, dengan menggunakan bibel pun  TERBUKTI para cantrik ini sangat mampu untuk tiap hari nabokin jidatmu, bukan?

Lalu apa yang bisa kau lakukan?
Tidak banyak kecuali blokir, lalu  report akun mereka dengan macem-macem tuduhan  ke fesbuk, dan ketika laporanmu ternyata tidak digubris oleh fesbuk, maka "excuse" terakhirmu adalah sesumbar; "tidak melayani anak kecil debat!"

KUNO dik. 
BASI BANGET!

Dan yang menyedihkan adalah, demi menutup rasa malu yang sangat menyakitkan karena tiap kali bertemu anak-anak asuh gmdkk yang relatif masih belajar debat itu, pasti jidamu langsung kena hajar sampai babak belur,  maka kau pun banting stir mati-matian menebar cerita MODUS supaya orang lain percaya bahwa yang tiap kali membuatmu jungkir balik itu adalah salahsatu guru mereka yang WOW Keren ini!

Supaya apa dik?
Supaya tidak terlalu malu kalau orang banyak tau bahwa yang mampu nabokin jidatmu itu adalah abangmu ini?

Salah dik!
Yang jelas sangat mampu berbuat itu bukan cuma abangmu ini, tapi siapa saja, termasuk tentunya para pemula yang masih belajar teotolologi kristen seperti  anak-anak asuh gmdkk! 

Nah, sampai di sini,  karena sudah kusampaikan apa yang harus kau ketahui supaya lain kali kau bisa tampil sedikit lebih cerdas, maka nasehatku untukmu adalah, BELAJARLAH YANG BETUL, dik Teyos An-Naar!

BELAJARLAH seperti layaknya manusia yang punya akal dan pikiran sehat!

Tinggalkan segala kebodohan yang cuma pantas dimiliki oleh domba betulan yang tidak akan pernah mampu berpikir seperti manusia!

Okeh?

Kalau nanti kau sudah cukup belajar -- dan merasa masih punya rasa malu -- maka seharusnya kau malu, paling tidak pada dirimu sendiri jika sampai hari inipun ternyata masih belum punya cukup integritas untuk secara terhormat mengaku bodoh di hadapan abangmu yang WOW Keren ini!


Tapi kalau kau masih bingung juga kenapa secara jujur -- jadi bukan karena benci -- aku menyebutmu BODOH, maka saranku yang pertama adalah, baca lagi tulisan ini berulang-ulang sampai kau mengerti betul apa yang menjadi pesan utamanya. 

Sedangkan saranku yang kedua adalah, cobalah mampir dan perhatikan baik-baik apa saja yang ada di sini, supaya kau tau bahwa tidak seperti yang kau pikir, sebenarnya aku punya lebih dari cukup referensi tentang tafsir dan segala cabang ilmu yang diperlukan untuk urusan itu. 


Jadi, jika masih tersisa bagian-bagian dari otakmu yang bisa kau gunakan untuk berfikir tidak seperti berfikirnya domba betulan, maka kau akan mengerti kenapa aku menganjurkan cantrik-cantrik gmdkk agar tidak usah repot-repot menggunakan referensi tsb untuk menganggapi segala ANALISIS TELEKMU.

Kenapa?
Sebab itu sama saja artinya seperti membuang mutiara ke tumpukan kotoran ternak bernama babi dik!

So, SELAMAT BELAJAR LAGI, dik Teyos An-Naar!
Semoga cepat pintar!


Monday, April 10, 2017

Sepenggal Cerita Tentang Taipudin Ibrahim Monday, April 10, 2017

Saya menyimpan cerita sangat menyedihkan tentang Taipudin Ibrahim, nama baru untuknya yang diberikan oleh guru saya, opa Bayu Mammiri, yang sama sekali bertolak belakang dengan apa yang kerap digadang-gadang oleh kristen pucuk kacang, misalnya saja di sini.

Ceritanya suatu ketika dulu saya mendapat amanat berantai yang berasal dari seorang ustadz di Malang, Jawa Timur, yang meminta saya untuk mengundang Taipudin Ibrahim agar bersedia memenuhi tantangan beliau untuk sebuah sessi debat berhadapan muka tentang Kristologi sebagai respons atas segala macam publikasi badut ini dalam upayanya mendiskreditkan ajaran Islam melalui sosmed yang jelas sekali demikian amburadul di mata setiap umat Islam.

Seperti sudah menjadi rahasia umum, pengetahuan badut ini tentang Islam memang tidak diragukan lagi; betul-betul sangat menyedihkan! 

Dan dalam upayanya menghindari tantangan "mengerikan' semacam di atas, Taipudin pun dengan congkak mematok bandrol sebesar 25 juta untuk harga sekali pertemuan.

Mungkin dia kira itu mahal, sehingga tidak akan ada muslim yang sanggup memenuhinya. Padahal apa yang dia anggap sebagai "harga dirinya" itu cuma sepadan dengan harga sebuah sepeda motor bebek!

Jadi, tidak hanya duit cash sebesar 25 juta, pengundang juga menyediakan venue dan audiens berikut coffee break plus free buffee lunch untuk siapa saja yang hadir menyaksikan lawakannya di podium yang disediakan di sebuah hotel berbintang di seputar kota Malang.

Maka saya layangkan undangan terbuka untuk Taipudin Ibrahim yang salinannya saya arsipkan di sini

Tapi bukannya merespons sebagaimana layaknya orang yang pernah sekolah, badut ini malah berusaha berkelit dengan macem-macem celotehan yang semakin memperlihatkan ketololannya, yang salinannya juga saya arsipkan di sini.

Padahal ketika itu diam-diam saya pribadi juga siap untuk "menyedekahkan" sekedar harga 1 sepeda motor bebek lagi kalau saja dia cukup punya nyali dan pengetahuan untuk debat dengan saya juga.

Tapi apa yang terjadi? 
Sama saja seperti laskar kristus odong-odong lainnya tiap kali diajak debat berhadapan muka, Taipudin Ibrahim juga memilih untuk NGACIR, lari terbirit-birit sampai terpipis-pipis di celana!

Jadi, apa betul badut sekelas ini yang kalian bangga-banggakan, wahai para laskar kristus odong-odong?

Jika iya, maka SUNGGUH SANGAT MENYEDIHKAN!
Terus terang saja, saya kasihan melihat kalian!

Demikian, supaya adik-adik kristen yang masih terlalu unyu-unyu perihal bisnis gereja tau saja!


PS: Original post lihat di sini



Contact Form

Name

Email *

Message *