Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Versus. Show all posts
Showing posts with label Versus. Show all posts

Thursday, July 20, 2017

Mana Bukti Shahih Kenaikan Yesus ke Sorga? Thursday, July 20, 2017


Kita langsung saja.
AYAT-AYAT 'MISTERIUS' DALAM ALKITAB

Berikut ini adalah Injil Markus 16:9-20 yang mengisahkan peristiwa kebangkitan hingga terangkatnya Yesus ke sorga sebagaimana tertulis dalam alkitab.

MARKUS 16
[9] Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
[10] Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
[11] Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
[12] Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
[13] Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya.
[14] Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
[15] Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
[16] Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
[17] Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
[18] mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Ayat ayat di atas adalah landasan pembaptisan dan penginjilan umat kristen. Tapi SILAHKAN BELALAKKAN MATA ANDA untuk MENCARI ayat ayat tersebut pada KANON ALKITAB CODEX SINAITICUS!

Bagi yang penasaran ingin menelusuri sendiri sampai ke sumbernya, silahkan berkunjung ke alamat ini:

TERNYATA MARKUS 16:9-20 TIDAK DIJUMPAI DALAM KANON ALKITAB CODEX SINAITICUS!
Artinya, satu lagi bukti ayat-ayat palsu dalam alkitab!

Dan secara alkitabiah ternyata cerita tentang kenaikan Yesus ke sorga tidak dapat dibuktikan!
Benar?


Tuesday, July 11, 2017

Yesus Tidak Pernah Naik Ke Sorga Tuesday, July 11, 2017

Pengikut ajaran Paulus meyakini bahwa Yesus telah naik ke sorga sebagai misi 'final' Yesus turun ke bumi. Kalau kita membaca dengan teliti dan seksama kisah kenaikan Yesus di dalam Bible, pasti kita akan dihadapkan pada suatu ketidak-pastian tentang benarkah Yesus telah naik ke sorga? 

Artinya bahwa kenaikan Yesus ke sorga terancam akan dibatalkan oleh Bible karena tidak akuratnya informasi yang diberikan Bible mengenai hal ini. Padahal Umat Kristen sangat menyandarkan keimanan mereka terhadap kenaikan Yesus ke sorga setelah peristiwa penyalibannya.

Kebenaran cerita tentang kenaikan Yesus ke sorga masih fifty-fifty
Banyak umat Kristen tidak mengetahui, atau tidak mau mengetahui, atau pura-pura tidak mengetahui, bahwa kisah kenaikan Yesus ke sorga hanya dicatat oleh dua Injil Kanonik, sementara dua Injil Kanonik lainnya tidak sedikitpun menyinggung peristiwa tersebut. Injil Kanonik yang mencatat adalah Injil Markus dan Lukas, sedangkan Injil Matius dan Yohanes sama sekali diam seribu bahasa!

Inilah ayat Injil Kanonik yang mencatatnya.

Lukas 24:51-52
[51] Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
[52] Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
[53] Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Markus 16:19-20
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Sedangkan 2 Injil Kanonik lainnya memilih "tutup mulut" atas peristiwa maha penting dalam tatanan iman umat Kristen ini.

Tapi, coba kita lihat yang berikut ini.

Matius 28:19-20
[19] Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
[20] dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Yohanes 21:23-25
[23] Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."
[24] Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.
[25] Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Ayat-ayat di atas adalah petikan ayat terakhir dari empat Injil Kanonik. Perhatikan, dua Injil Kanonik, yaitu Matius dan Yohanes, tidak memberikan gambaran sedikitpun mengenai kenaikan Yesus ke sorga. Karenanya, hal yang harus dipertanyakan adalah, bagaimana mungkin peristiwa kenaikan Yesus bisa luput dari 2 injil Kanonik ini? Jika Yesus memang naik ke sorga dan disakssikan oleh banyak orang, maka selain tercatat dalam 4 inji kanonik, sepatutnya peristiwa ini juga tercatat dalam berbagai sumber sejarah. Tapi faktanya, jangankan para penulis sejarah independen, penulis injil yang konon katanya adalah kitab suci umat Kristen sendiri masih belum yakin, bahkan menyajikan berita yang simpang siur mengenai peritiwa ini.

Sampai di sini, tentu saja peristiwa kenaikan Yesus ke sorga patut dipertanyakan kebenarannya. Kenapa hanya Markus dan Lukas saja yang mencatatnya? Kenapa Matius dan Yohanes tidak mencatatnya? Tidakkah secara logik saja kita pun lantas dapat memposisikan keempat injil kanonik ini menjadi 2 lawan 2 dalam menyikapi cerita tentang kenaikan Yesus, atau dengan kata lain, menurut injil-injil kanonik sendiri berita tentang kenaikan Yesus ke sorga itu sebetulnya masih fifty-fifty?!

Kontradiksi Riwayat Bible Mengenai Kenaikan Yesus
Setelah mengetahui bahwa kenaikan Yesus hanya dicatat oleh dua Injil Kanonik, sekarang coba mari kita cermati juga sampai di mana keakuratan informasi dari dua Injil Kanonik tsb. Nampaknya kedua injil ini saling berbeda pandang mengenai kisah kenaikan Yesus.

Markus 16:14-20
[14] Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
[15] Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
[16] Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
[17] Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
[18] mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Lukas 24:41-53
[41] Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"
[43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.
[44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
[45] Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
[46] Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
[47] dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
[48] Kamu adalah saksi dari semuanya ini.
[49] Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."
[50] Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.
[51] Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
[52] Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
[53] Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Dari dua kronologis ayat mengenai kisah seputar sebelum kenaikan Yesus di atas, dapat dilihat perbedaan yang sangat mencolok, atau setidaknya tampak jelas tidak ada persamaan antara mereka dalam mengisahkan peristiwa sebelum "kenaikan" Yesus.

PERTAMA, dalam Markus. Setelah Yesus menampakkan diri kepada murid-muridnya dan meyakinkan mereka, hal yang terucap dari mulut Yesus pertama kali adalah perintah memberitakan Injil kepada seluruh makhluk serta perintah pembabtisan, sedang perintah ini sama sekali tidak dicatat Lukas, justru yang dikatakan Yesus dalam Lukas setelah murid-muridnya yakin adalah mengenai nubuatan tentang mesias. Benar-benar tidak konek!

KEDUA, masih dalam Markus. Yesus juga menceritakan tanda-tanda mengenai orang yang percaya padanya. Lagi, dalam Lukas perkataan ini tidak tercatat sama sekali.

KETIGA, dalam Lukas. Dikisahkan bahwa Yesus membawa muridnya ke luar kota sampai dekat Betania sebelum akhirnya terangkat ke sorga, sedang dalam Markus tidak dikatakan mereka dibawa ke dekat Betania. Justru dalam Markus, setelah Yesus berbicara dengan muridnya, ia langsung terangkat ke sorga dan secara spesifik tidak diceritakan lokasi di mana peristiwa tsb terjadi.

Dalam menghadapi kronologis yang sangat berbeda pandangan atau kontradiktif ini, pastinya hanya dua kemungkinan, yaitu:

Pertama, salah satu dari Injil Kanonik tersebut menceritakan peristiwa yang benar dan yang lain salah. Jika Injil Markus yang benar, berarti Injil Lukas yang salah, begitu juga sebaliknya, jika Injil Lukas yang benar, berarti Injil Lukas salah. Atau, ini juga tidak boleh diabaikan, bahwa kedua Injil Kanonik tersebut menceritakan peristiwa yang salah dan bukan bagian dari riwayat kehidupan Yesus yang sebenarnya!

Bahkan mengenai riwayat Lukas, dia pun kontradiktif dengan perkataannya sendiri dalam surat Kisah Para Rasul. Dikatakan dalam Kisah Para Rasul bahwa Yesus empat puluh hari bersama murid-muridnya setelah penyaliban sebelum akhirnya naik ke sorga.

Kisah Para Rasul 1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

Sedang diketahui dalam Injil Lukas yang dicatat oleh oknum yang sama, Lukas tidak memberikan keterangan tersebut dan dilihat dari kronologis kisah, secara spesifik mengatakan bahwa kenaikan Yesus terjadi pada hari dia dibangkitkan dari kubur setelah berbicara kepada murid-muridnya hari itu juga.

Sampai disini telah ditemukan bahwa kronologis Injil Kanonik yang mencatat kenaikan Yesus kontradiktif dan berbeda pandangan antara Markus dan Lukas, sehingga riwayat salah satu Injil Kanonik tersebut harus ditolak. Sehingga kisah kenaikan Yesus makin meragukan.

Kepalsuan Ayat Mengenai Kenaikan Yesus
Disini kita akan membahas masalah kepalsuan ayat Bible mengenai kenaikan Yesus, tepatnya kisah dalam Injil Markus. Ternyata, ayat dalam Markus 16 dimana menceritakan mengenai kisah kenaikan Yesus adalah ayat palsu, penemuan ini berdasarkan Codex Sinaticus, yang merupakan salah satu manuskrip kuno naskah Bible tertua dan terbaik yang ditemukan dalam bahasa Yunani.

Dalam Codex Sinaiticus, Mark Chapter 16 hanya sampai pada ayat 8, sedangkan 12 ayat selanjutnya yang ditemui pada Terjemahan Baru LAI sama sekali tidak terdapat dalam manuskrip kuno tertua Codex Sinaiticus. Dapat di cek dengan mata kepala sendiri di sini:

Codex Sinaiticus menunjukkan bahwa Markus 16 hanya sampai pada ayat 8:

Transcription:
  1. του μνημειου ┬ ┬ ϲκθ ϛ η δε μαρια η μαγδα ληνη και μαρια η ┬ ϲλ η ϊακωβου · και ϲαλω μη ηγοραϲαν αρω ματα ϊνα ελθου> ϲαι αλιψωϲιν αυ τον
  2. και λιαν πρωϊ · τη μια των ϲαββατω ερχονται επι το > μνημα ανατιλα τοϲ του ηλιου ˙
  3. ϲλα α και ελεγον προϲ > εαυταϲ τιϲ αποκυ λιϲει ημιν τον > λιθον εκ τηϲ θυ> ραϲ του μνημει
  4. ου ˙ και αναβλεψα ϲαι θεωρουϲιν α νακεκυλιϲμενο τον λιθον · ην γαρ μεγαϲ ϲφοδρα
  5. και ειϲελθουϲαι ειϲ το μνημειον · ει> δον νεανιϲκον καθημενον εν τοιϲ δεξιοιϲ περι βεβλημενον ϲτο λην λευκην · και εξεθαμβηθη>> ϲαν ˙
  6. ϲλβ β ο δε λεγει αυταιϲ μη εκθαμβειϲθε · ϊηϲουν ζητει> τε ┬ τον εϲταυ> ρωμενον ηγερ θη ουκ εϲτιν > ωδε ιδε ο τοποϲ οπου εθηκαν > αυτον
  7. αλλα υπαγετε ει πατε τοιϲ μα θηταιϲ αυτου και τω πετρω · οτι προαγει ϋ> μαϲ ειϲ την γα λειλαιαν · εκει > αυτον οψεϲθε καθωϲ ειπεν > ϋμιν ·
  8. ϲλγ β και εξελθουϲαι εφυγον απο > > του μνημειου · ειχεν γαρ αυταϲ τρομοϲ και εκ> ϲταϲιϲ · και ου> δενι ουδεν ει> πον εφοβουν το γαρʼ ⌇﹏ ευαγʼγε λιον κατα μαρκον
Translation:
  1. And when the sabbath was past, Mary Magdalene, and Mary the mother of James, and Salome, had bought sweet spices, that they might come and anoint him.
  2. And very early in the morning the first day of the week, they came unto the sepulchre at the rising of the sun.
  3. And they said among themselves, Who shall roll us away the stone from the door of the sepulchre?
  4. And when they looked, they saw that the stone was rolled away: for it was very great.
  5. And entering into the sepulchre, they saw a young man sitting on the right side, clothed in a long white garment; and they were affrighted.
  6. And he saith unto them, Be not affrighted: Ye seek Jesus of Nazareth, which was crucified: he is risen; he is not here: behold the place where they laid him.
  7. But go your way, tell his disciples and Peter that he goeth before you into Galilee: there shall ye see him, as he said unto you.
  8. And they went out quickly, and fled from the sepulchre; for they trembled and were amazed: neither said they any thing to any man; for they were afraid.
Terjemahan:
  1. Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.
  2. Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.
  3. Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?"
  4. Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling.
  5. Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Mereka pun sangat terkejut,
  6. tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.
  7. Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu."
  8. Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun juga karena takut.
Dari sini jelas terlihat bahwa ayat-ayat setelah Markus 16:8 merupakan ayat palsu atau ayat-ayat yang disisipkan kemudian oleh para bapa gereja, yaitu:

[9] Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
[10] Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
[11] Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
[12] Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
[13] Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.
[14] Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
[15] Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
[17] Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
[18] mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Darimana datangnya dua belas ayat terakhir dalam Markus 16? Mengapa dalam Terjemahan Baru muncul sedang dalam Codex Sinaiticus, naskah tertua yang ditemukan tidak terdapat sama sekali? Ini menunjukkan bahwa ayat kenaikan Yesus ke sorga hanya sisipan Gereja! 

Kepalsuan ini juga dibenarkan oleh R.P Roguet dalam bukunya "Initiation a I'Evangile" {Pembimbing Kepada Injil} bahwa Markus 16:9-20 memuat hikayat yang tidak otentik.

Sampai disini telah ditemukan bahwa ternyata apa yang menjadi dasar Umat Kristen dalam meyakini kenaikan Yesus hanyalah kepalsuan yang dibuat Gereja dan merupakan bualan Paulus saja.

Dari telaah kritis ini dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu:
  1. Kenaikan Yesus ke sorga tidak di catat oleh tiga Injil Kanonik dan penyandaran keimanan Umat Kristen terhadap kenaikan Yesus didasarkan pada keterangan yang sangat lemah. 
  2. Kenaikan Yesus secara spesifik hanya dicatat oleh Lukas dalam Injil Lukas dan Kisah Para Rasul, walaupun riwayat yang dia ceritakan berbeda. Tetapi, siapakah Lukas? Lukas bukanlah murid Yesus dan tidak pernah berhubungan dengan Yesus sedikitpun, apalagi menjadi saksi kehidupannya. 
Lukas adalah seorang dokter yang kemudian menjadi pengikut Paulus yang setia (2Timotius 4:11). Bahkan dalam keterangan Bible yang dibubuhkan oleh Gereja sendiri, dikatakan Lukas satu-satunya orang bukan Yahudi melainkan orang Yunani yang tulisannya masuk dalam Bible. Ini menunjukkan bahwa apa yang dituangkan Lukas berdasarkan arahan Paulus semata, dimana dalam surat-suratnya Paulus banyak memperkenalkan bahwa Yesus disalib, dibangkitkan, dan naik ke sorga.

Ringkasan 4 Injil yang diterbitkan pada tahun 1972 oleh sekolah Bibel di Yerussalem (Jilid II Hal. 451) mengkritik data-data kenaikan (ascention) dengan mengatakan "Sesungguhnya tidak ada kenaikan dalam arti kata fisik.".

Bukti-bukti ini semua telah menjelaskan bahwa kenaikan Yesus ke sorga sesungguhnya tidak pernah terjadi. Cerita ini tidak didukung oleh keterangan yang akurat dalam Bible sendiri. Dengan demikian, umat Kristen perlu meninjau kembali keimanannya tentang kenaikan Yesus ke sorga ini. Mereka perlu berpikir kembali sebelum merayakan hari Kenaikan Yesus setiap tahunnya, apakah memang patut dirayakan atau seharusnya dihentikan berhubung masih dalam pertanyaan karena tidak didasari keterangan valid dalam Bible. Terlebih lagi karena Bible lebih cenderung pada cerita fiktif tentang kenaikan Yesus ketimbang menonjolkan kebenaran kisahnya.

Semoga bermanfaat!
Salam Bagi Kaum Yang Mengikuti Petunjuk

[Sumber: Islam Menjawab]



Tuesday, March 14, 2017

Allah adalah Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhannya Yesus! Tuesday, March 14, 2017


ALKITAB MENEGASKAN BAHWA "TUHAN" DAN "ALLAH" BUKAN DUA DEITI YANG TERPISAH 
AKAN TETAPI SEBAGAI SATU ENTITAS YANG SAMA.

Frase "TUHAN, ALLAHMU" yang MEMBUKTIKAN bahwa TUHAN dan ALLAH adalah SATU DEITI YANG SAMA disebutkan sebanyak 398 kali dalam alkitab, yakni 391 kali dalam Perjanjian Lama, dan 7 kali dalam Perjanjian Baru.

Dari 7 penyebutan "TUHAN, ALLAHMU" dalam Perjanjian Baru tsb, 6 di antaranya dinyatakan sendiri oleh Yesus Kristus.

Artinya, Yesus sangat mengetahui bahwa ALLAH dan TUHAN adalah SATU-SATUNYA ALLAH, atau SATU-SATUNYA TUHAN. Bukan dua entitas yang berbeda.

Akan tetapi umat Kristen yang mengaku sebagai pengikut Yesus Kristus mengimani bahwa ALLAH dan TUHAN adalah DUA oknum yang BERBEDA berdasarkan ajaran Paulus dalam 1 Korintus 8:6 yang kemudian dijadikan landasan PENGAKUAN IMAN KRISTEN dalam teks KREDO RASULI sbb:

Aku percaya akan ALLAH,
Bapa yang mahakuasa,
pencipta langit dan bumi;
dan akan Yesus Kristus,
Putra-Nya yang tunggal, TUHAN kita,
yang dikandung dari Roh Kudus,
dilahirkan oleh Perawan Maria;
yang menderita sengsara
dalam pemerintahan Pontius Pilatus
disalibkan, wafat, dan dimakamkan;
yang turun ke tempat penantian
pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati;
yang naik ke surga,
duduk di sebelah kanan Allah Bapa
yang mahakuasa;
dari situ Ia akan datang
mengadili orang yang hidup dan yang mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja katolik² yang kudus,
persekutuan para kudus,
pengampunan dosa,
kebangkitan badan,
kehidupan kekal.
Amin.


Ini adalah BUKTI bahwa doktrin Kristen tentang ketuhanan Tritunggal, dimana ALLAH dipisahkan dari TUHAN jelas merupakan doktrin yang menafikan eksistensi ALLAH, melawan kehendak TUHAN, dan menentang ajaran semua nabi, termasuk ajaran Yesus sendiri, yang sebenarnya sudah sangat jelas tertulis dalam alkitab! Perhatikan lagi cerita kita sebelumnya tentang ini  di sini:

Contoh ayat-ayat semisal ini sudah menjelaskan sendiri bahwa artinya hanya ada SATU TUHAN, yaitu ALLAH!

"Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Akulah TUHAN, Allahmu." (Imamat 18:2)

Atau

"Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu." (Ulangan 28:2)

Jadi, pengakuan iman kristen bahwa hanya ada SATU ALLAH yaitu Bapa, dan hanya ada SATU TUHAN yaitu Yesus Kristus, jelas tidak sama dengan apa yang diajarkan oleh ALLAH melalui Yesus! 


Demikianlah FAKTANYA!
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!


Apakah ALLAH Dan TUHAN Dalam Alkitab Adalah Dua Deiti Yang Berbeda?

Pengikut Paulus tidak terima disebut menyembah TIGA TUHAN dan karenanya selalu berusaha untuk menjelaskan bahwa sejatinya mereka juga BERTAUHID yakni menyembah TUHAN YANG MAHAESA, yaitu SATU TUHAN, tapi dengan TIGA KEPRIBADIAN.

Untuk menegaskan "ketauhidan" ini, umumnya mereka mengutip tulisan rasul gadung Paulus dalam suratnya kepada jemaat Korintus yang satu ini:

" .... namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup." (1 Korintus 8:6)

Mencermati ayat di atas, kita yang berada di luar lingkar doktrin gereja-gereja kristen rasanya dapat dengan mudah melihat "ketidakberesan" di sini, karena apa yang kemudian menjadi dasar syahadat umat Kristen seperti tertulis dalam kredo (pengakuan iman) Rasuli misalnya, sebenarnya adalah kalimat akal-akalan saja.

Paulus coba memanipulasi pengikutnya bahwa sekalipun dia menyebut HANYA ADA SATU ALLAH yaitu Bapa di sorga, namun dia juga menyebut HANYA ADA SATU TUHAN, yaitu Yesus Kristus, yang dalam hal ini jelas menunjukkan adanya DUA DEITI yang sama-sama berstatus TUHAN! Ajarannya ini sangat bertentangan dengan ajaran semua nabi, termasuk ajaran Yesus sendiri! 

Kenapa?
Karena menurut alkitab, baik para nabi maupun Allah sendiri selalu menyandingkan kata ALLAH dan TUHAN sebagai oknum yang sama!

Perhatikan ayat-ayat alkitab berikut ini:

  • Ulangan 4:35 - Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa TUHANLAH ALLAH, tidak ada yang lain kecuali Dia.
  • Ulangan 4:39 - Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa TUHANLAH ALLAH yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain.
  • Ulangan 6:4 - Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu ALLAH kita, TUHAN itu esa [Catatan: dalam Markus 12:28-34 Yesus dan seorang juru tulis Yahudi yang dia temui memahami teks ini dengan benar.]
  • 2Samuel 7:22 - Sebab itu Engkau besar, ya TUHAN ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada ALLAH selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami.
  • 1Raja-raja 8:60 - supaya segala bangsa di bumi tahu, bahwa TUHANLAH ALLAH, dan tidak ada yang lain.
  • 2Raja-raja 19:15 - Hizkia berdoa di hadapan TUHAN dengan berkata: "Ya TUHAN, ALLAH Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah ALLAH segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi.
  • 1Tawarikh 17:20 - Ya TUHAN, tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada ALLAH selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami
  • Mazmur 18:31 - Sebab siapakah ALLAH selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu kecuali ALLAH kita?
  • Yesaya 37:16 - "Ya TUHAN semesta alam, ALLAH Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah ALLAH segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi.
  • Yesaya 37:20 - Maka sekarang, ya TUHAN, ALLAH kami, selamatkanlah kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah TUHAN."
  • Yesaya 43:10-11 - Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada ALLAH dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.
  • Yesaya 45:21 - Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada ALLAH selain dari pada-Ku! ALLAH yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!

Dan masih banyak lagi ayat-ayat serupa dalam alkitab yang membuktikan bahwa ALLAH adalah satu-satunya TUHAN!

Artinya, ALLAH dan TUHAN bukan BAPA dan YESUS seperti ajaran Paulus dalam 1 Korintus 8:6, melainkan hanya ALLAH sendiri!

Jadi, mengaitkan Yesus, apalagi dengan tambahan Roh Kudus sebagai oknum TUHAN, jelas menafikan sekaligus menentang eksistensi ALLAH yang sebenarnya sebagaimana dijelaskan oleh semua nabi dan Yesus sendiri!

Dengan demikian, doktrin kristen yang mengklaim bahwa mereka juga bertauhid, alias hanya bertuhankan satu yaitu ALLAH saja, namun bersamaan dengan itu mengimani pula Yesus sebagai TUHAN dan Roh Kudus sebagai oknum TUHAN yang lain (lebih rinci, lihat penjelasannya di sini), jelas merupakan klaim yang bertentangan dengan ajaran semua nabi, termasuk tentu saja, menentang ajaran Yesus sendiri! 

Perhatikan juga bagaimana jelasnya Yesus menyebut kata TUHAN dan ALLAH sebagai satu-satunya TUHAN, contohnya dalam Markus 12: 29:

Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan ALLAH kita, Tuhan itu esa. Kasihilah TUHAN, ALLAHmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Jadi, membedakan ALLAH dengan TUHAN dalam pengakuan iman seperti tertulis dalam Kredo Rasuli yang menyebut-nyebut kata "Allah", "Yesus Kristus" dan "Roh Kudus" sebagai sesama tuhan, sama artinya dengan secara sadar mengakui bahwa sejatinya Tuhan umat Krisen memang ada TIGA! 

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Monday, December 26, 2016

Imanuel Dan Cocokologi Yesaya 7:14 Dan Matius 1:23 Monday, December 26, 2016


Dalam banyak perdebatan kristologi dengan umat kristen, pada umumnya mereka demikian yakin ketika menegaskan bahwa kedatangan Yesus sebagai Allah sudah dinubuatkan didalam PL.

Nubuat ini bisa dilihat dari beberapa ayat yang ada dalam PL yang sekilas mirip dengan ayat-ayat yang ada didalam PB. Salahsatunya adalah yang tetulis dalam kitab Yesaya 7:14, yang kemudian di "othak-athik-gathuk-in" dengan tulisan dalam Matius 1:23 berikut ini:

Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. (Yesaya 7: 14)

Ayat ini tampak "pas banget" dengan berita kedatangan Yesus dalam PB ini:

Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel. (Matius 1: 23)

Karena dianggap memiliki kisah yang sealur, maka diyakinilah bahwa Yesaya 7:14 ini merupakan nubuat untuk Matius 1:23 yang tertuju kepada Yesus.

Imanuel ini diartikan sebagai Yesus yang bersama dengan Allah (imanuel adalah kata Ibrani yang berarti, “Allah bersama kita”.)

Yesaya 7:14 ini kemudian "di-othak-athik-gathuk-in" lagi dengan Yesaya 9: 6 yang tertulis begini:

"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai."

Karena Yesus dianggap sebagai penjelmaan Allah oleh umat Kristen, maka mereka meyakini bahwa kitab Yesaya adalah benar berisi nubuat tentang Yesus, sebab dalam Yesaya 9:6 misalnya, diterangkan anak yang lahir tsb  sebagai Allah yang perkasa!

Tapi sepertinya para pengikut Paulus ini sangat kemproh (ceroboh) dalam mencermati kandungan kitabnya sendiri, apalagi jika mengira sudah sangat piawai dalam memainkan “othak-athik-gathuk” alias cocokologi a'la kristen ini, karena luput memperhatikan bahwa sejatinya ayat-ayat Yesaya tsb tidak pernah menyentuh sampai ke jaman Yesus seperti sudah wanti-wanti dijelaskan lebih dulu pada ayat pertamanya begini:

Penglihatan yang telah dilihat Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem dalam zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda. (Yesaya 1:1)

Jadi, lingkup ayat-ayat Yesaya hanya berpusat pada cerita di jaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, yakni para raja-raja Yehuda, jauh sebelum kelahiran Yesus!
  • Lalu bagaimana dengan Yesaya 7:14 dan Matius 1:23? Kenapa penggambarannya sama? Bukankah imanuel itu hanya tertuju pada Yesus?
Untuk menjawab ini, pertanyaan harus dirobah menjadi begini:
Benarkah nama atau panggilan "Imanuel" itu hanya untuk Yesus seorang?

Ternyata jawabannya adalah TIDAK!

Imanuel dalam bahasa Ibrani artinya adalah "Allah bersama kita". Dengan demikian, yang dimaksud sebagai Imanuel adalah orang yang selalu disertai oleh Allah, bisa siapa saja, tapi yang paling mendekati dan selalu benar adalah para nabi Allah. Kesimpulan ini bisa dibuktikan dengan menunjukkan teks PL dimana Yesaya yang seorang Nabi ternyata dipanggil juga sebagai "Imanuel" oleh Allah.

" ... serta menerobos masuk ke Yehuda, ibarat banjir yang meluap-luap hingga sampai ke leher; dan sayap-sayapnya yang dikembangkan akan menutup seantero negerimu, ya Imanuel!” (Yesaya 8: 8) 
  • Jika demikian, lalu siapakah imanuel dalam Yesaya 7:14?
Merujuk pada Yesaya 1:1, imanuel yang dimaksud tentu saja Nabi yang lahir pada zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia yaitu anak yang telah lahir pada Yesaya 9:6.
  • Bagaimana pula dengan kalimat “Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” dalam Yesaya 9:6 tsb?
Jawabnya, itu adalah kalimat metafora yang Hiperbolik untuk menyanjung seorang Nabi yang lahir di kalangan mereka.
  • Bagaimana dengan kalimat “Allah yang perkasa”, bukankah Allah yang perkasa hanya merujuk kepada Allah saja?
Ternyata dalam PL, titel “Allah” bisa disematkan kepada siapa saja yang menerima wahyu Allah. Ini sesuai dengan ucapan Yesus dalam kitab Yohanes.

Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–," (Yohanes 10:34-35)

Musa pun dalam kitab Keluaran ternyata mendapat tittle “Allah” dari Allah.

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu." (Keluaran 7:1)

Kemudian akan ada pertanyaan lagi:
  • Bukankah dalam Yesaya 9:6 kata “Allah memakai huruf besar sedangkan dalam Yohanes 10:35 kata “allah” memakai huruf kecil?
Supaya anda tahu saja; dalam bahasa Ibrani tidak pernah dikenal adanya huruf besar dan huruf kecil bung!

Munculnya kata “Allah” dan “allah” itu hanyalah sebuah bentuk eksegesis dari para penterjemah bibel untuk membedakan mana “Allah” yang mereka sembah, dan mana “allah” yang tidak mereka sembah. Karena mengangap Yesaya 9:6 ini tertuju kepada Yesus yang mereka sembah, maka kata “Allah” tentu harus diterjemahkan dengan huruf besar.

Jadi, begitulah ilmu "othak-athik-gathuk" yang diolah oleh para "pemikir" di balik pintu rumah-rumah produksi doktrin Kristen guna merekayasa dalil-dalil pendukung teori ketuhanan Yesus!

Agar lebih jelas siapa sesungguhnya Imanuel yang dimaksud oleh Yesaya, perhatikan penjelasan Rabbi Yahudi; Tovia Singer, pemilik sah kitab PL berikut ini:

Sunday, November 20, 2016

Sudah Benarkah Doktrin Kristen Yang Menyatakan Bahwa Allah Adalah Roh? Sunday, November 20, 2016


BENARKAH ALLAH ADALAH ROH?

Sebagai makhluk ciptaan Allah, saya tidak percaya, bahkan sangat tidak percaya, bahwa nabi Yesus Kristus (pbuh) pernah mengucapkan kalimat seperti yang dikarang oleh para editor alkitab dalam Yohanes 4:24, di mana disebutkan bahwa "Allah adalah Roh ..... dst"

Sebagai gantinya, saya lebih percaya pada ucapan beliau yang juga dicatat dalam injil Yohanes 5:37 dengan narasi yang seharusnya lebih lengkap, kurang lebih begini:

Kalian tidak pernah mendengar suara-Nya, apalagi melihat wujud-Nya, karena Allah memang tidak dapat didengar dan tidak dapat dilihat oleh manusia.


Alasannya?
Karena makna eksplisit maupun implisit dari Yohanes 5:37 tsb sesuai dengan ajaran semua nabi terdahulu dan ajaran nabi terkemudian, sebagaimana ditulis oleh Musa dalam kitabnya, bahwa tidak ada sesuatupun yang menyerupai Allah!

Kenapa?
Pertama, karena yang terdengar dan terlihat sudah pasti adalah ciptaan, sedangkan Allah tidak sama dan tidak menyerupai apapun dari seluruh ciptaan-Nya, apalagi menyerupai Tuhan hasil ciptaan dari hayalan manusia!

Kedua, kalimat dalam Yohanes 4:24 itu dikarang oleh penulisnya kurang lebih 80 tahun setelah nabi Yesus Kristus (pbuh) sendiri tiada. Artinya dia tidak pernah menjadi saksi mata dan mendengar sendiri bahwa memang benar nabi Yesus Kristus (pbuh) pernah berkata bahwa Allah adalah Roh!
Di samping itu, tidak pernah jelas pula kata apa dan dalam bahasa apa yang sesungguhnya tertulis dalam Yohanes 4:24 itu pada awalnya, karena selama hampir 19 abad, ratusan bahkan mungkin ribuan kata dan ayat-ayat, termasuk Yohanes 4:24, dalam kitab kristen ini secara terus menerus direvisi oleh para editornya mengikuti perintah dan pesan sponsor dari petinggi gerejanya masing-masing.
Ketiga, ketika coba menjelaskan eksistensi Allah seperti dimaksud oleh nabi Yesus Kristus (pbuh) dalam Yohanes 5:37, para editor alkitab mengalami kebingungan luar biasa tentang bagaimana menggambarkan Allah yang dipercaya ADA, tapi tidak terdengar dan tidak pula terlihat itu.
Di dalam kebingungan dan keterbatasan nalar kristen mereka, seperti sudah lama diisyaratkan oleh nabi Yesus kristus (pbuh) dalam Yohanes 16:12, bahwa kecerdasan iman pengikutnya jauh di bawah kecerdasan iman pengikut "si Penghibur" yang datang kemudian, akhirnya para editor ini memutuskan untuk menuliskan - atas nama Yohanes - bahwa Allah adalah Roh, mengikuti asumsi produk keterbatasan akal mereka yang cuma sampai pada kesimpulan sedangkal itu, bahwa sosok hidup yang ADA tapi tidak telihat oleh manusia hanya Roh. Dan karenanya, mereka pun menyamakan Allah dengan Roh!
Di Indonesia, salahsatu sumber catatan sejarah kitab kristen sendiri, yaitu Sabda Web, menunjukkan bukti-bukti bahwa dalam Terjemah Lama (TL) Kisah Para Rasul yang disebut-sebut sebagai tulisan Lukas, Allah digambarkan sebagai "Zat yang tidak dapat dijelaskan".

"Maka oleh sebab kita dijadikan Allah, tiadalah patut kita menyangkakan ZAT Allah itu serupa dengan emas atau perak atau batu yang berukir dengan kepandaian dan akal manusia."

Bukan hanya Lukas, Paulus yang disebut-sebut sebagai pengarang kitab Ibrani dan epistel Timotius juga menggambarkan Allah sebagai zat. Ya, menurut kitab kristen sendiri, Allah adalah ZAT, seperti tertulis dengan sangat jelas di antaranya begini:

"Yang hanya mempunyai ZAT yang tiada mati, dan mendiami terang yang tiada terhampiri; Yang tiada pernah dilihat atau dapat dilihat orang, maka bagi-Nyalah kemuliaan dan kuasa yang kekal. Amin."

"Maka Ialah menjadi cahaya kemuliaan Allah dan ZAT Allah yang kelihatan, serta Ia menanggung segala sesuatu dengan firman kuasa-Nya; dan setelah Ia membuat persucian segala dosa, maka duduklah Ia di sebelah kanan Yang Mahabesar di dalam ketinggian;"

"Karena sedangkan Taurat itu hanya menunjukkan bayang-bayang segala berkat yang akan datang itu, bukannya ZAT yang sungguh segala perkara itu, maka ia itu dengan korban itu juga, yang senantiasa dipersembahkan oleh imam-imam tiap-tiap tahun, sekali-kali tiada dapat menyempurnakan orang-orang yang menghampiri itu."

Jadi, siapapun umat kristen Indonesia dewasa ini yang meyakini Allah adalah Roh dan Roh Allah adalah Allah patut merenungi pertanyaan sangat serius ini; "sudah benarkah iman saya selama ini?"

Kenapa?
Karena jika benar Allah adalah Roh -- dan Roh Allah adalah Allah -- maka menurut kitab kristen sendiri, semua manusia adalah Allah!

Perhatikan lagi firman Yang Mahakudus, bahwa sejak pada mulanya, Roh-Nya sudah lebih dulu berdiam pada diri setiap manusia.

Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia .... dst."

Ini dengan sendirinya membuktikan bahwa apa yang tertulis dalam Yohanes 4:24 adalah informasi yang tidak sama dengan eksistensi Allah yang sebenarnya. Atau dengan kata lain, iman kristen adalah iman yang tidak sama dengan iman yang dikehendaki oleh Allah yang sebenarnya!

Lalu, bagaimanakah agar iman kita sesuai dengan iman yang dikehendaki oleh Allah?
Nabi Yesus Kristus (pbuh) berpesan agar pengikutnya mengenal Allah, satu-satunya Tuhan yang seumur hidup beliau sembah, begini:

Maka kata 'Isa kepadanya, "'Hendaklah engkau mengasihi Allah Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segala ingatanmu.'"
Artinya, dalam mengenal Allah, maka hati, jiwa, dan segenap akal budi harus lebih dominan daripada secara membuta percaya begitu saja pada semua tulisan dalam kitab yang bolak-balik direvisi, lalu diamini oleh para pendeta dan pastur dengan tambahan berbagai "improvisasi indah" yang menghanyutkan nalar dalam setiap khotbah mereka di mimbar gereja!
Ini sesuai dengan perintah Allah yang dsampaikan melalui "Si Penghibur" kepada utusan terakhir-Nya, Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan agar setiap manusia menggunakan akalnya secara paripurna untuk berpikir lebih dulu sebelum mengamini, apalagi mengimani segala sesuatu yang dikatakan berasal dari Allah!

Misalnya saja berpikir logis bahwa mustahil Nabi Yesus Kristus (pbuh) mengajak pengikutnya untuk kembali ke jaman neo-litikum di mana manusia pada jaman purba tsb, sekitar 10 ribu tahun sebelum beliau lahir, umumnya adalah peyembah roh (dikenal dengan sebutan animisme dan dinamisme) yang pada jaman itu merekayasa sesembahan mereka dalam bentuk fisik sepeti menhir, pahatan batu atau kayu, dll, yang sangat mirip dengan pahatan kayu salib atau patung Yesus Kristus (pbuh) yang dewasa ini banyak kita temui di tempat-tempat ibadah atau di rumah-rumah pengikut Paulus.

Tapi kalau tetap memilih bebal dengan mengimani doktrin tidak jelas yang bersumber dari kitab yang jauh lebih tidak jelas lagi, maka resikonya sudah pasti masuk neraka!
"Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya." (QS. 10:100)

Demikian.
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Thursday, October 13, 2016

Kompilasi Arsip Yesus Kristus Dan Kristen Thursday, October 13, 2016


Guna memudahkan pencarian topik-topik bacaan yang tersedia dalam daftar arsip blog ini, beberapa kategori arsip sengaja kami himpun menurut kelompoknya masing-masing sehingga pembaca tidak harus bersusah payah mencarinya dari halaman utama.
Kompilasi Arsip


Monday, June 1, 2015

Cerita Fiksi Kenaikan Yesus Ke Sorga Monday, June 1, 2015


Setiap Kristen baik Katolik, Protestan, bahkan Ortodoks sekalipun pasti pernah mengucapkan pengakuan iman (kredo/syahadat) yang menyatakan kepercayaan mereka atas kenaikan Yesus ke sorga.

Artinya, seseorang belum dikatakan kristen kalau tidak pernah mengikrarkan kredo pengakuan iman di mana dengan jelas disebutkan bahwa Yesus naik ke sorga!

Kisah Yesus naik ke sorga ini bahkan diperingati setiap tahunnya oleh umat kristen sedunia yang di indonesia diberi label "KENAIKAN ISA ALMASIH" sebagai bukti bahwa setelah 2000 tahun lebih, ternyata sampai hari inipun umat Kristen masih belum percaya diri untuk melabeli hari besar mereka sendiri dengan menggunakan nama Yesus Kristus sesuai alkitab, tapi tetap pilih "ndompleng", alias numpang beken nama Isa Al Masih dari Al-Qur’an.

Tapi, ah, sudahlah!
Namanya juga mental pengemis, mau diapain lagi?

Kita lanjutkan!
Alkitab mencatat cerita tentang kenaikan Yesus ke surga sbb: 

[Markus 16:19] 
Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

[Lukas 24:51] 
Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.

Tapi apakah Markus dan Lukas yang mengisahkan cerita ini adalah murid-murid Yesus yang ke sana ke mari selalu bersama sang guru? Jawabnya, BUKAN! 

Tidak ada murid Yesus yang bernama Markus dan Lukas. Jadi, cerita tentang kenaikan Yesus ke sorga bukan merupakan kesaksian langsung dari murid-murid Yesus sendiri, melainkan cuma cerita fiksi karya para pengarang tsb yang kemudian "dipatenkan" dalam buku berlabel Injil Markus dan injil Lukas.

Tentang Markus 16:19, kita sudah melihat sendiri bukti kepalsuan ayat tsb mulai dari ayat 9 s.d 20 karena tidak ditemui dalam kanon resmi alkitab tertua Codex Sinaiticus, juga pada Codex Vaticanus -- Lihat lagi di sini.

Lalu, bagaimana dengan cerita dalam injil Lukas? 
Wah! Kalau yang ini malah gamblang banget terbukti HOAX ketika dicross-check dengan tulisannya sendiri dalam Kisah Para Rasul 1:3

Di bawah ini adalah bukti bahwa kisah kenaikan Yesus ke sorga cuma karangan model sains fiksi versi Lukas:

[Lukas 21:29] 
Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.

Diceritakan pada ayat ayat berikutnya bahwa Yesus menemui kesebelas muridnya menjelang petang di hari yang sama dengan hari kebangkitannya (hari Minggu), dan peristiwa kenaikannya pun terjadi pada hari itu juga setelah ia puas menyantap ikan goreng lalu memberkati kesebelas muridnya.

Sementara pada tulisan Lukas dalam Kisah Para Rasul ceritanya lain lagi. Ia menulis bahwa Yesus berulangkali menampakkan diri kepada kesebelas muridnya selama empat puluh hari

Artinya, Lukas mengisahkan kenaikan Yesus ini dalam 2 VERSI BERBEDA!

Versi pertama terjadi pada hari yang sama dengan hari kebangkitannya, sementara versi kedua terjadi sesudah 40 hari sejak kebangkitannya. Dan berdasar cerita "ngarang bebas" versi kedua inilah kemudian kenaikan Yesus dirayakan setiap tahunnya oleh pengikut Paulus secara salah alamat sebagai hari "KENAIKAN ISA ALMASIH", nabinya umat Islam! 

[Kisah Rasul 1:3] 
"Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari  Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah."

Dari kontradiksi kedua tulisan Lukas sendiri tentang peristiwa kebangkitan hingga kenaikan Yesus ke sorga, maka hanya ada satu kesimpulan, yaitu bahwa semuanya adalah karya tulis “tidak cerdas“ alias mudah terdeteksi bohongnya!

Perihal kebohongan kebangkitan dan Kenaikan Yesus ini semakin parah dengan adanya blunder tambahan versi Paulus yang menerangkan bahwa kenaikan Yesus terjadi setelah Yesus menampakkan diri kepada 12 muridnya!

[1Kor 15:5] 
bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.

Padahal dalam semua kitab Injil dikisahkan bahwa setelah peristiwa penyaliban, murid Yesus hanya tinggal sebelas orang, karena Yudas Iskariot, salahsatu muridnya, dikabarkan mati gantung diri setelah mengetahui beratnya hukuman yang dijatuhkan kepada sang guru!

[Matius 27:3-5] 
Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!" Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri."

UNTUK DICATAT
Dari sedikit keterangan di atas terbukti bahwa kredo, atau syahadat pengakuan iman yang diikrarkan oleh setiap pengikut Paulus sesungguhnya cuma bersandar pada dongeng pengarang injil Markus dan Lukas, yang celakanya, tidak pernah menjadi murid Yesus pula! 

Dengan kata lain, umat kristen beriman kepada sesuatu yang sangat sulit untuk dipercaya memang benar-benar pernah terjadi! 

Tapi hebatnya, hingga hari ini pepesan kosong ini berhasil dipertahankan oleh kroni Paulus sampai lebih dari 2000 tahun lamanya! 

Sampai di sini, rasanya ada yang lebih aneh lagi tidak?
Jawabnya, ADA!

Yaitu, apa kata pengarang injil kanon lainnya -- yakni Matius dan Yohanes -- tentang kenaikan Yesus ke sorga ini? 
Ternyata kedua pengarang injil Matius dan Yohanes sama-sama bungkam. Mereka benar-benar diam seribu bahasa, karena nampaknya tidak pernah mendengar cerita "aneh bin ajaib" tsb, atau sangat boleh jadi justru sangat mengetahui bahwa cerita itu sebenarnya tidak pernah terjadi!

Itulah sebabnya kenapa mereka sama-sama memilih untuk tidak menuliskan barang satu katapun "dongeng sebelum bobo" tentang kenaikan Yesus ke sorga! 
Dari sini timbul pertanyaan serius, bukankah konon katanya para pengarang injil kanonik dibimbing langsung oleh Roh kudus, atau oleh Tuhan sendiri, sehingga mustahil bisa salah dalam memberikan ilham?

Sek .... sek .... sebentar dulu! 
Ilham? 
Ilham apaan?

Jika benar Roh Kudus adalah pembimbing dan sumber ilham keempat pengarang injil, kenapa dalam urusan kenaikan Yesus ke sorga ini dia cuma mengilhami Markus dan Lukas saja? 

Itupun nyatanya informasi kepada Lukas terbukti salah, sebab sama sekali berbeda antara yang ditulisnya dalam injil Lukas dan yang ditulisnya dalam Kisah Para Rasul sehingga menjadi berita yang simpang siur! 

Ini menunjukkan indikasi kuat bahwa sebenarnya Roh Kudus itu tidak pernah ada, atau kalaupun ada, pasti sudah sangat tua dan pikun! 

Sedangkan berdasarkan fatal error yang dilakukan oleh Lukas dalam kedua tulisannya tadi, cerita hebat tentang para pengarang injil dibimbing oleh Roh Kudus pun menjadi tidak lebih greget daripada sekedar pepesan kosong! 

Tentang kenapa Lukas selalu saja ngaco dalam memberikan informasi terkait isu-isu penting dalam doktrin kekristenan yang kerapkali bertubrukan dengan tulisan pengarang injil-injil kanon lainnya, sebetulnya tidak perlu diherankan. 

Sejak baris pertama yang ditulisnya dalan injil bernama Lukas, si pangarang sudah mengaku bahwa seluruh cerita yang ada di dalam bukunya cuma hasil nguping kabar burung dari kanan kiri!
Begini pengakuannya sendiri:

[Lukas 1:1-4] "Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar."

Kalimat di atas jelas mengindikasikan tidak adanya campur tangan Roh Kudus dalam karya tulisnya kecuali cuma hasil nguping cerita-cerita kabar burung dari kanan kiri yang didengarnya dari orang-orang yang dia sebut sebagai saksi mata.

Jadi tidak perlu heran pula jika di belakang hari Al-Quran menginformasikan kepada kita bahwa dalam urusan iman, khususnya iman kepada penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan Yesus ke sorga, umat kristen sebenarnya hanya mengikuti prasangka yang dikarang-karang oleh kalangan mereka sendiri.

"Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti PERSANGKAAN belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa." (QS. An-Nisa:157)

Dengan demikian, maka cerita tentang kenaikan Yesus ke sorgapun tidak salah-salah banget jika disebut sebagai HOAX!

Bukan begitu?


[Bocoran dari Master xucinxgaronx]




Thursday, April 16, 2015

Kesalahan Fatal Kekristenan Awal Melantik Yesus Sebagai Tuhan Thursday, April 16, 2015


Dan ini adalah pembelaan klise dari seluruh pemujanya;
Mustahilkah Allah menjelma menjadi manusia?

Mari kita lihat.
Hampir semua pengikut Paulus siap bertegang tengkuk memaksa kita untuk percaya bahwa Yesus adalah 100% manusia dan 100% Tuhan, atau dengan kata lain, merupakan 1/3 dari oknum ketuhanan Tritunggal. Tapi umumnya akan berkelit jika dituntut untuk menjelaskan kebenaran doktrin ketuhanan ultra-membingungkan ini, dan lebih memilih untuk secepatnya "lompat indah" agar bisa langsung klaim bahwa Yesus adalah Allah.

Tahukah anda di mana letak "FATAL ERROR" doktrin ini? 

Begini:
Yesus adalah orang Yahudi yang patuh pada tradisi keagamaan dan hukum-hukum yang berlaku di kalangan umat Yahudi tanpa sedikitpun menunjukkan indikasi bermaksud untuk meninggalkannya, apalagi membentuk dan memulai sebuah agama baru. Iman Yahudi yang juga menjadi iman Yesus tidak mungkin dapat menerima doktrin bahwa ada manusia yang menjelma menjadi tuhan, konon pula sebaliknya! 

Bagi umat Yahudi iman monoteis mereka adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar. Deskripsi paling sederhana dan terbaik tentang ini adalah kutipan dari Reza Aslan - salahseorang professor di University of California, Riverside - penulis buku ZEALOT:
"If you’re asking whether Jesus expected to be seen as God made flesh, as the living embodiment, the incarnation of God, then the answer to that is absolutely NO! Such a thing did not exist in Judaism. "
Jika Anda bertanya, apakah Yesus diharapkan akan terlihat sebagai Allah dalam kedagingan manusia, sebagai perwujudan hidup dan inkarnasi Allah, maka jawaban yang paling benar adalah; TIDAK! Hal seperti itu sama sekali tidak pernah ada dalam ajaran agama Yahudi.

Dalam Sejarah 5.000 Tahun Pemikiran Yahudi, gagasan tentang Allah yang menjadi manusia benar-benar merupakan kutukan bagi apapun yang melandasi iman Yudaisme. 

Gagasan bahwa sosok Yesus bisa dipahami - atau pengikutnya bisa memahami - dirinya sebagai perwujudan ilahi, sangat bertentangan dengan segala hal dalam ajaran Yudaisme sebagai agama.

Kesimpulan yang paling jelas adalah bahwa kekristenan sudah terlanjur mengarang kontradiksi yang sangat fatal terkait tokoh sentral dalam iman dan ibadah mereka, yakni melukiskannya sebagai sosok yang mustahil sama dalam kehidupan sebenarnya, terutama dalam konteks misinya sendiri sebagai seorang guru, pengkhotbah, dan penerus ajaran Musa di tengah-tengah kaumnya!
Jika umat Paulus benar-benar menginginkan Allah yang manusia, atau manusia yang Allah, maka mereka harus mencari orang lain sebagai pengganti Yesus sang pengkhotbah di kalangan umat Yahudi, apalagi Isa Ibn Maryam sang Nabi Allah di kalangan umat Islam! 

Sehebat apapun usaha pengikut Paulus untuk menjelaskan macam-macam "teori tentang ketuhanan manusia" dalam posisinya yang sudah demikian jelas di tengah-tengah kedua umat ini, hasilnya sudah bisa dipapastikan; AKAN DITOLAK MENTAH-MENTAH OLEH KEDUANYA! 

Faham?

Nah, sampai di sini, pertanyaan kita sekarang adalah: 
SIAPAKAH SEBENARNYA TUHAN UMAT KRISTEN?
Monggo, dipikirkan saja sendiri!

CATATAN: Pernah dibahas di sini.

Contact Form

Name

Email *

Message *