Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Isa (Kelahiran). Show all posts
Showing posts with label Isa (Kelahiran). Show all posts

Sunday, July 3, 2016

Rekonstruksi Lokasi Kelahiran Nabi Isa Ibn Maryam Sunday, July 3, 2016

GUS MENDEM MENJAWAB FITNAH MISIONARIS·MONDAY, JULY 4, 2016247 Reads

Inginkah anda mengetahui dimana tempat lahir Nabi Isa?
Berikut ini adalah kajian berdasarkan keterangan dari Al-Qur’an.

Mari kita mulai dari kisah kelahiran Maryam ibunda Nabi Isa

Al-Qur’an Surat Ali-Imran:
(ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. 3:35)

Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai Dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.” (QS. 3:36)

Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. (QS. 3:37)

Ketiga ayat tersebut memberikan keterangan bahwa Maryam selalu berkhidmat di Baitul Maqdis, Jerusalem. Ini sesuai dengan nazar ibundanya (istri Imran) dan sesuai pula bahwa beliau berada di bawah asuhan Zakariya Imam Baitul Maqdis (Bait Allah).

Kemudian perhatikan pula ayat-ayat Al Qur’an yang memberikan keterangan mengenai kisah mengandungnya Maryam hingga kelahiran Nabi Isa Alaihi Salam.

Al-Qur’an Surat Maryam:
Dan Ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, Yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya KESUATU TEMPAT DI SEBELAH TIMUR, . (QS. 19:16)

Maka ia Mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, Maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. (QS. 19:17)

Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.”  (QS. 19:18)

Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.” (QS. 19:19)

Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!” (QS. 19:20)

Jibril berkata: “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagiku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.” (QS. 19:21)

Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. (QS. 19:22)

Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, Dia berkata: “Aduhai, Alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.” (QS. 19:23)

Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, Sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan ANAK SUNGAI di bawahmu. (QS. 19:24)

Dan goyanglah pangkal POHON KURMA itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, (QS. 19:25)

Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. jika kamu melihat seorang manusia, Maka Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan yang Maha pemurah, Maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini.” (QS. 19:26)

Dari informasi menurut ayat 16 s.d 21 kita memeroleh keterangan bahwa Malaikat Jibril memberikan kabar tentang akan mengandungnya Maryam di suatu tempat, yakni kota di sebelah TIMUR dari Jerusalem. 

Dari ayat 22 s.d 26 kita mendapatkan informasi lagi bahwa setelah mengandung, Maryam menyisihkan dirinya ke tempat yang lebih jauh lagi dan akhirnya berhenti untuk melahirkan di suatu tempat yang berada pada sebuah ANAK SUNGAI.

Sekarang, perhatikan peta Israel kuno di bawah ini.


Silahkan cari dan tandai dimana letak KOTA JERUSALEM, kemudian arahkan pandangan anda ke SEBELAH TIMUR kota ini. Anda akan menemukan kota BETHPAGE, sebagaimana disebutkan dalam QS 19:16-21; di sinilah Malaikat Jibril memberikan kabar kepada Maryam bahwa beliau akan mengandung Nabi Isa.

Lanjutkan pandangan anda lebih jauh lagi ke sebelah TIMUR dari KOTA BELPHAGE,  Anda pasti akan menemukan satu satunya tempat dimana terdapat ANAK SUNGAI JORDAN di sebelah utara Laut Mati. Ya, dan kota itu bernama JERICHO. 

Sekarang perhatikan baik-baik letak ketiga kota ini. Ternyata ketiganya berada pada posisi garis lurus dari Yerusalem ke SEBELAH TIMURNYA!

Dari KOTA JERUSALEM ke TIMUR akan sampai ke KOTA BETHPAGE, kemudian jauh ke TIMUR lagi, akan sampai pula ke KOTA JERICHO.

Lalu adakah deskripsi lain mengenai "pohon korma" seperti disebut-sebut Al-Qur’an dalam kisah penciptaan Isa al-Masih? 

Perhatikan yang di bawah ini:
[Hakim 1:16] Keturunan Hobab, ipar Musa, orang Keni itu, maju bersama-sama dengan bani Yehuda dari KOTA POHON KORMA ke PADANG GURUN YEHUDA di Tanah Negeb dekat Arad; lalu mereka menetap di antara penduduk di sana.

Sudahkah anda baca kalimat “KOTA POHON KORMA” pada ayat di atas? Atau sudah pulakah anda bandingkan kota pohon korma tsb dengan JERICHO?

Ternyata KOTA JERICHO ada di ujung utara Padang Gurun Yehuda, dan KOTA JERICHO inilah yang pada masa itu disebut sebagai  KOTA POHON KORMA.  Di sinilah Nabi Isa Alaihissalam dilahirkan!
[Dari catatan Master xucinxgaronx


Thursday, June 18, 2015

Al-Quran Tentang Kelahiran Nabi Isa Alaihissalam Thursday, June 18, 2015

Nabi Isa as merupakan salah satu utusan Allah SWT untuk menyampaikan wahyu kepada manusia. Ia lahir dari seorang wanita soleha bernama Maryam yang taat dan terus beribadah kepada Allah. Yang membuatnya begitu fenomenal adalah karena Nabi dan rasul ke-24 ini dilahirkan dari rahim Maryam yang masih perawan tanpa melalui proses biologis terlebih dahulu. Bagaimana Nabi Isa Bisa Lahir Dari Rahim Seorang Perawan? - Wallahualam Bishawwab.

Sebenarnya ini adalah hal mudah bagi Allah jika Ia menghendaki. Beberapa ilmuan mencoba bernalar dengan mengungkapkan bahwa yang dilalaui Maryam disebut dengan proses Parthenogenese yakni proses membesarnya bayi dalam kandungan sang ibu di luar hukum alam manusia. Telur (ovum) dari ibunya tidak memerlukan bertemu dengan spermatozoa bapak untuk membentuk suatu embrio yang kemudian menjadi bayi. Namun siapa yang mengetahui kebenaran penelitian ini. - Wallahualam Bishawwab. 


Penjelasan tentang bagaimana proses kehamilan Maryam sendiri tertulis dalam Alquran QS. Maryam (19) ayat 16-21. Dimana prosesnya diawali dengan kedatangan Malaikat Jibril dalam wujud manusia yang sempurna menemui Maryam binti Imran ini. 

(16)  Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Maryam di dalam Kitab (Al-Qur'an), (yaitu) ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (Baitulmaqdis),

(17) lalu dia memasang tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka dia menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna.

(18) Dia (Maryam) berkata, "Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa."

(19) Dia (Jibril) berkata, "Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu, untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci."

(20) Dia (Maryam) berkata, "Bagaimana mungkin aku mempunyai anak laki-laki, padahal tidak pernah ada orang (laki-laki) yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina!"

(21) Dia (Jibril) berkata, "Demikianlah." Tuhanmu berfirman, "Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu urusan yang (sudah) diputuskan."

Siti Maryam merupakan anak keluarga beragama. Ayahnya bernama Imran yang merupakan keturunan Nabi Daud as dan Ibunya adalah seorang perempuan soleh. Ia kemudian diasuh oleh Nabi Zakarian yang menjadi Imam dan pemelihara Baitul Maqdis. Pada masa itu, Maryam adalah wanita pilihan Allah yang dilebihkan diatas seluruh perempuan di seluruh alam. Seperti dalam Q.S Ali Imran: 42. 

Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).  (QS: Ali Imran Ayat: 42)

Maryam berniat untuk meningkatkan ketaatannya dengan pergi ke sebelah Timur Baitul Maqdis, yakni ialah suatu kampung yang bernama Baitlaham (Bethlehem). Ia menyisihkan diri dari keluarga agar lebih tenang beribadat kepada Tuhan, sehingga dipasangnya tabir jangan sampai diganggu orang, sedang dia di waktu itu masih perawan.  

Saat berada di sana Allah SWT kemudian mengutus Jibril untuk menemuinya. Dalam ayat di atas Allah SWT menyebut bahwa Dia mengutus Roh kami, dan itu dimaksudkan untuk Jibril. Malaikat penyampai wahyu ini berwujud pemuda biasa menyerupai seorang laki-laki muda.

Lantas Maryam merasa terkejut dengan kedatangan laki-laki dihadapannya. Maryam berkata demikian menunjukkan bahwa tidaklah timbul prasangka bahwa orang muda itu jahat. Sebab pada wajahnya dan tingkah lakunya ketika masuk tidaklah terbayang tanda-tanda bahwa dia orang jahat. 

Maksud kedatangannya telah diterangkannya sendiri. Atas suruhan Allah menyampaikan anugerah dari Tuhan, dia sendiri yang membawanya, yaitu seorang anak laki-laki. Sekain itu ini juga dijelaskan dalam surat Ali imran ayat 45:

“(Ingatlah) tatkala berkata malaikat: wahai Maryam! Sesungguhnya Allah memberitakan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (Firman) darinya yaitu seorang putra Namanya Al-Masih Isa Putra Maryam, seorang terkemukan di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah”. (Q.S Ali imran 45)

Tercenganglah Maryam mendengarkan perkataan Malaikat itu. Maryam percaya apa yang dia katakan, yaitu bahwa dia adalah utusan Allah. Sebab itu tidaklah dia akan berdusta. Tetapi dia tidak mengerti bagaimana dia seorang anak perawan akan diberi anak:

Dia berkata: Ya Tuhanku! Bagaimana jalannya aku akan beranak, padahal aku belum pernah disentuh manusia? Dia berkata: demikianlah Allah menjadikan apa yang Dia kehendaki. Apabila Dia telah menentu¬kan sesuatu, Dia berkata kepadanya: "Jadilah!" Maka diapun jadi (Q.S Ali imran 47)

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. (QS: Ali Imran Ayat: 59)

Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh) nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. (Al-Anbiya: 91)

Lahirnya seorang anak laki-laki suci dari anak perawan suci Maryam itu kelak, bukanlah semata-mata tanda atau ayat guna menunjukkan Kemaha-kuasaan Allah, bahkan juga Rahmat. Sebab lahirnya itu kelak ialah membawa tugas, menjadi Rasul Allah:

Isa lalu lahir dan diberi mukjizat dari Allah SWT. Ajaran-ajaran kebenaran yang disampaikan Nabi Isa membuat Ia dibenci oleh Yahudi. Mereka mencoba membunuhnya namun tidak berhasil. Allah SWT  kemudian mengangkatnya ke langit dan akan mendatangkannya ke dunia sebelum hari kiamat. 

“Dan karena ucapan mereka (orang-orang Yahudi): Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah. Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu.

Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (An-Nisa’: 157-158)


[Sumber: Info Unik]

Contact Form

Name

Email *

Message *