Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Teologi Kristen. Show all posts
Showing posts with label Teologi Kristen. Show all posts

Tuesday, March 14, 2017

Allah adalah Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhannya Yesus! Tuesday, March 14, 2017


ALKITAB MENEGASKAN BAHWA "TUHAN" DAN "ALLAH" BUKAN DUA DEITI YANG TERPISAH 
AKAN TETAPI SEBAGAI SATU ENTITAS YANG SAMA.

Frase "TUHAN, ALLAHMU" yang MEMBUKTIKAN bahwa TUHAN dan ALLAH adalah SATU DEITI YANG SAMA disebutkan sebanyak 398 kali dalam alkitab, yakni 391 kali dalam Perjanjian Lama, dan 7 kali dalam Perjanjian Baru.

Dari 7 penyebutan "TUHAN, ALLAHMU" dalam Perjanjian Baru tsb, 6 di antaranya dinyatakan sendiri oleh Yesus Kristus.

Artinya, Yesus sangat mengetahui bahwa ALLAH dan TUHAN adalah SATU-SATUNYA ALLAH, atau SATU-SATUNYA TUHAN. Bukan dua entitas yang berbeda.

Akan tetapi umat Kristen yang mengaku sebagai pengikut Yesus Kristus mengimani bahwa ALLAH dan TUHAN adalah DUA oknum yang BERBEDA berdasarkan ajaran Paulus dalam 1 Korintus 8:6 yang kemudian dijadikan landasan PENGAKUAN IMAN KRISTEN dalam teks KREDO RASULI sbb:

Aku percaya akan ALLAH,
Bapa yang mahakuasa,
pencipta langit dan bumi;
dan akan Yesus Kristus,
Putra-Nya yang tunggal, TUHAN kita,
yang dikandung dari Roh Kudus,
dilahirkan oleh Perawan Maria;
yang menderita sengsara
dalam pemerintahan Pontius Pilatus
disalibkan, wafat, dan dimakamkan;
yang turun ke tempat penantian
pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati;
yang naik ke surga,
duduk di sebelah kanan Allah Bapa
yang mahakuasa;
dari situ Ia akan datang
mengadili orang yang hidup dan yang mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja katolik² yang kudus,
persekutuan para kudus,
pengampunan dosa,
kebangkitan badan,
kehidupan kekal.
Amin.


Ini adalah BUKTI bahwa doktrin Kristen tentang ketuhanan Tritunggal, dimana ALLAH dipisahkan dari TUHAN jelas merupakan doktrin yang menafikan eksistensi ALLAH, melawan kehendak TUHAN, dan menentang ajaran semua nabi, termasuk ajaran Yesus sendiri, yang sebenarnya sudah sangat jelas tertulis dalam alkitab! Perhatikan lagi cerita kita sebelumnya tentang ini  di sini:

Contoh ayat-ayat semisal ini sudah menjelaskan sendiri bahwa artinya hanya ada SATU TUHAN, yaitu ALLAH!

"Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Akulah TUHAN, Allahmu." (Imamat 18:2)

Atau

"Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu." (Ulangan 28:2)

Jadi, pengakuan iman kristen bahwa hanya ada SATU ALLAH yaitu Bapa, dan hanya ada SATU TUHAN yaitu Yesus Kristus, jelas tidak sama dengan apa yang diajarkan oleh ALLAH melalui Yesus! 


Demikianlah FAKTANYA!
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!


Apakah ALLAH Dan TUHAN Dalam Alkitab Adalah Dua Deiti Yang Berbeda?

Pengikut Paulus tidak terima disebut menyembah TIGA TUHAN dan karenanya selalu berusaha untuk menjelaskan bahwa sejatinya mereka juga BERTAUHID yakni menyembah TUHAN YANG MAHAESA, yaitu SATU TUHAN, tapi dengan TIGA KEPRIBADIAN.

Untuk menegaskan "ketauhidan" ini, umumnya mereka mengutip tulisan rasul gadung Paulus dalam suratnya kepada jemaat Korintus yang satu ini:

" .... namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup." (1 Korintus 8:6)

Mencermati ayat di atas, kita yang berada di luar lingkar doktrin gereja-gereja kristen rasanya dapat dengan mudah melihat "ketidakberesan" di sini, karena apa yang kemudian menjadi dasar syahadat umat Kristen seperti tertulis dalam kredo (pengakuan iman) Rasuli misalnya, sebenarnya adalah kalimat akal-akalan saja.

Paulus coba memanipulasi pengikutnya bahwa sekalipun dia menyebut HANYA ADA SATU ALLAH yaitu Bapa di sorga, namun dia juga menyebut HANYA ADA SATU TUHAN, yaitu Yesus Kristus, yang dalam hal ini jelas menunjukkan adanya DUA DEITI yang sama-sama berstatus TUHAN! Ajarannya ini sangat bertentangan dengan ajaran semua nabi, termasuk ajaran Yesus sendiri! 

Kenapa?
Karena menurut alkitab, baik para nabi maupun Allah sendiri selalu menyandingkan kata ALLAH dan TUHAN sebagai oknum yang sama!

Perhatikan ayat-ayat alkitab berikut ini:

  • Ulangan 4:35 - Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa TUHANLAH ALLAH, tidak ada yang lain kecuali Dia.
  • Ulangan 4:39 - Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa TUHANLAH ALLAH yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain.
  • Ulangan 6:4 - Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu ALLAH kita, TUHAN itu esa [Catatan: dalam Markus 12:28-34 Yesus dan seorang juru tulis Yahudi yang dia temui memahami teks ini dengan benar.]
  • 2Samuel 7:22 - Sebab itu Engkau besar, ya TUHAN ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada ALLAH selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami.
  • 1Raja-raja 8:60 - supaya segala bangsa di bumi tahu, bahwa TUHANLAH ALLAH, dan tidak ada yang lain.
  • 2Raja-raja 19:15 - Hizkia berdoa di hadapan TUHAN dengan berkata: "Ya TUHAN, ALLAH Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah ALLAH segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi.
  • 1Tawarikh 17:20 - Ya TUHAN, tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada ALLAH selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami
  • Mazmur 18:31 - Sebab siapakah ALLAH selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu kecuali ALLAH kita?
  • Yesaya 37:16 - "Ya TUHAN semesta alam, ALLAH Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah ALLAH segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi.
  • Yesaya 37:20 - Maka sekarang, ya TUHAN, ALLAH kami, selamatkanlah kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah TUHAN."
  • Yesaya 43:10-11 - Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada ALLAH dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.
  • Yesaya 45:21 - Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada ALLAH selain dari pada-Ku! ALLAH yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!

Dan masih banyak lagi ayat-ayat serupa dalam alkitab yang membuktikan bahwa ALLAH adalah satu-satunya TUHAN!

Artinya, ALLAH dan TUHAN bukan BAPA dan YESUS seperti ajaran Paulus dalam 1 Korintus 8:6, melainkan hanya ALLAH sendiri!

Jadi, mengaitkan Yesus, apalagi dengan tambahan Roh Kudus sebagai oknum TUHAN, jelas menafikan sekaligus menentang eksistensi ALLAH yang sebenarnya sebagaimana dijelaskan oleh semua nabi dan Yesus sendiri!

Dengan demikian, doktrin kristen yang mengklaim bahwa mereka juga bertauhid, alias hanya bertuhankan satu yaitu ALLAH saja, namun bersamaan dengan itu mengimani pula Yesus sebagai TUHAN dan Roh Kudus sebagai oknum TUHAN yang lain (lebih rinci, lihat penjelasannya di sini), jelas merupakan klaim yang bertentangan dengan ajaran semua nabi, termasuk tentu saja, menentang ajaran Yesus sendiri! 

Perhatikan juga bagaimana jelasnya Yesus menyebut kata TUHAN dan ALLAH sebagai satu-satunya TUHAN, contohnya dalam Markus 12: 29:

Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan ALLAH kita, Tuhan itu esa. Kasihilah TUHAN, ALLAHmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Jadi, membedakan ALLAH dengan TUHAN dalam pengakuan iman seperti tertulis dalam Kredo Rasuli yang menyebut-nyebut kata "Allah", "Yesus Kristus" dan "Roh Kudus" sebagai sesama tuhan, sama artinya dengan secara sadar mengakui bahwa sejatinya Tuhan umat Krisen memang ada TIGA! 

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Monday, December 26, 2016

Imanuel Dan Cocokologi Yesaya 7:14 Dan Matius 1:23 Monday, December 26, 2016


Dalam banyak perdebatan kristologi dengan umat kristen, pada umumnya mereka demikian yakin ketika menegaskan bahwa kedatangan Yesus sebagai Allah sudah dinubuatkan didalam PL.

Nubuat ini bisa dilihat dari beberapa ayat yang ada dalam PL yang sekilas mirip dengan ayat-ayat yang ada didalam PB. Salahsatunya adalah yang tetulis dalam kitab Yesaya 7:14, yang kemudian di "othak-athik-gathuk-in" dengan tulisan dalam Matius 1:23 berikut ini:

Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. (Yesaya 7: 14)

Ayat ini tampak "pas banget" dengan berita kedatangan Yesus dalam PB ini:

Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel. (Matius 1: 23)

Karena dianggap memiliki kisah yang sealur, maka diyakinilah bahwa Yesaya 7:14 ini merupakan nubuat untuk Matius 1:23 yang tertuju kepada Yesus.

Imanuel ini diartikan sebagai Yesus yang bersama dengan Allah (imanuel adalah kata Ibrani yang berarti, “Allah bersama kita”.)

Yesaya 7:14 ini kemudian "di-othak-athik-gathuk-in" lagi dengan Yesaya 9: 6 yang tertulis begini:

"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai."

Karena Yesus dianggap sebagai penjelmaan Allah oleh umat Kristen, maka mereka meyakini bahwa kitab Yesaya adalah benar berisi nubuat tentang Yesus, sebab dalam Yesaya 9:6 misalnya, diterangkan anak yang lahir tsb  sebagai Allah yang perkasa!

Tapi sepertinya para pengikut Paulus ini sangat kemproh (ceroboh) dalam mencermati kandungan kitabnya sendiri, apalagi jika mengira sudah sangat piawai dalam memainkan “othak-athik-gathuk” alias cocokologi a'la kristen ini, karena luput memperhatikan bahwa sejatinya ayat-ayat Yesaya tsb tidak pernah menyentuh sampai ke jaman Yesus seperti sudah wanti-wanti dijelaskan lebih dulu pada ayat pertamanya begini:

Penglihatan yang telah dilihat Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem dalam zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda. (Yesaya 1:1)

Jadi, lingkup ayat-ayat Yesaya hanya berpusat pada cerita di jaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, yakni para raja-raja Yehuda, jauh sebelum kelahiran Yesus!
  • Lalu bagaimana dengan Yesaya 7:14 dan Matius 1:23? Kenapa penggambarannya sama? Bukankah imanuel itu hanya tertuju pada Yesus?
Untuk menjawab ini, pertanyaan harus dirobah menjadi begini:
Benarkah nama atau panggilan "Imanuel" itu hanya untuk Yesus seorang?

Ternyata jawabannya adalah TIDAK!

Imanuel dalam bahasa Ibrani artinya adalah "Allah bersama kita". Dengan demikian, yang dimaksud sebagai Imanuel adalah orang yang selalu disertai oleh Allah, bisa siapa saja, tapi yang paling mendekati dan selalu benar adalah para nabi Allah. Kesimpulan ini bisa dibuktikan dengan menunjukkan teks PL dimana Yesaya yang seorang Nabi ternyata dipanggil juga sebagai "Imanuel" oleh Allah.

" ... serta menerobos masuk ke Yehuda, ibarat banjir yang meluap-luap hingga sampai ke leher; dan sayap-sayapnya yang dikembangkan akan menutup seantero negerimu, ya Imanuel!” (Yesaya 8: 8) 
  • Jika demikian, lalu siapakah imanuel dalam Yesaya 7:14?
Merujuk pada Yesaya 1:1, imanuel yang dimaksud tentu saja Nabi yang lahir pada zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia yaitu anak yang telah lahir pada Yesaya 9:6.
  • Bagaimana pula dengan kalimat “Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” dalam Yesaya 9:6 tsb?
Jawabnya, itu adalah kalimat metafora yang Hiperbolik untuk menyanjung seorang Nabi yang lahir di kalangan mereka.
  • Bagaimana dengan kalimat “Allah yang perkasa”, bukankah Allah yang perkasa hanya merujuk kepada Allah saja?
Ternyata dalam PL, titel “Allah” bisa disematkan kepada siapa saja yang menerima wahyu Allah. Ini sesuai dengan ucapan Yesus dalam kitab Yohanes.

Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–," (Yohanes 10:34-35)

Musa pun dalam kitab Keluaran ternyata mendapat tittle “Allah” dari Allah.

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu." (Keluaran 7:1)

Kemudian akan ada pertanyaan lagi:
  • Bukankah dalam Yesaya 9:6 kata “Allah memakai huruf besar sedangkan dalam Yohanes 10:35 kata “allah” memakai huruf kecil?
Supaya anda tahu saja; dalam bahasa Ibrani tidak pernah dikenal adanya huruf besar dan huruf kecil bung!

Munculnya kata “Allah” dan “allah” itu hanyalah sebuah bentuk eksegesis dari para penterjemah bibel untuk membedakan mana “Allah” yang mereka sembah, dan mana “allah” yang tidak mereka sembah. Karena mengangap Yesaya 9:6 ini tertuju kepada Yesus yang mereka sembah, maka kata “Allah” tentu harus diterjemahkan dengan huruf besar.

Jadi, begitulah ilmu "othak-athik-gathuk" yang diolah oleh para "pemikir" di balik pintu rumah-rumah produksi doktrin Kristen guna merekayasa dalil-dalil pendukung teori ketuhanan Yesus!

Agar lebih jelas siapa sesungguhnya Imanuel yang dimaksud oleh Yesaya, perhatikan penjelasan Rabbi Yahudi; Tovia Singer, pemilik sah kitab PL berikut ini:

Sunday, November 20, 2016

Sudah Benarkah Doktrin Kristen Yang Menyatakan Bahwa Allah Adalah Roh? Sunday, November 20, 2016


BENARKAH ALLAH ADALAH ROH?

Sebagai makhluk ciptaan Allah, saya tidak percaya, bahkan sangat tidak percaya, bahwa nabi Yesus Kristus (pbuh) pernah mengucapkan kalimat seperti yang dikarang oleh para editor alkitab dalam Yohanes 4:24, di mana disebutkan bahwa "Allah adalah Roh ..... dst"

Sebagai gantinya, saya lebih percaya pada ucapan beliau yang juga dicatat dalam injil Yohanes 5:37 dengan narasi yang seharusnya lebih lengkap, kurang lebih begini:

Kalian tidak pernah mendengar suara-Nya, apalagi melihat wujud-Nya, karena Allah memang tidak dapat didengar dan tidak dapat dilihat oleh manusia.


Alasannya?
Karena makna eksplisit maupun implisit dari Yohanes 5:37 tsb sesuai dengan ajaran semua nabi terdahulu dan ajaran nabi terkemudian, sebagaimana ditulis oleh Musa dalam kitabnya, bahwa tidak ada sesuatupun yang menyerupai Allah!

Kenapa?
Pertama, karena yang terdengar dan terlihat sudah pasti adalah ciptaan, sedangkan Allah tidak sama dan tidak menyerupai apapun dari seluruh ciptaan-Nya, apalagi menyerupai Tuhan hasil ciptaan dari hayalan manusia!

Kedua, kalimat dalam Yohanes 4:24 itu dikarang oleh penulisnya kurang lebih 80 tahun setelah nabi Yesus Kristus (pbuh) sendiri tiada. Artinya dia tidak pernah menjadi saksi mata dan mendengar sendiri bahwa memang benar nabi Yesus Kristus (pbuh) pernah berkata bahwa Allah adalah Roh!
Di samping itu, tidak pernah jelas pula kata apa dan dalam bahasa apa yang sesungguhnya tertulis dalam Yohanes 4:24 itu pada awalnya, karena selama hampir 19 abad, ratusan bahkan mungkin ribuan kata dan ayat-ayat, termasuk Yohanes 4:24, dalam kitab kristen ini secara terus menerus direvisi oleh para editornya mengikuti perintah dan pesan sponsor dari petinggi gerejanya masing-masing.
Ketiga, ketika coba menjelaskan eksistensi Allah seperti dimaksud oleh nabi Yesus Kristus (pbuh) dalam Yohanes 5:37, para editor alkitab mengalami kebingungan luar biasa tentang bagaimana menggambarkan Allah yang dipercaya ADA, tapi tidak terdengar dan tidak pula terlihat itu.
Di dalam kebingungan dan keterbatasan nalar kristen mereka, seperti sudah lama diisyaratkan oleh nabi Yesus kristus (pbuh) dalam Yohanes 16:12, bahwa kecerdasan iman pengikutnya jauh di bawah kecerdasan iman pengikut "si Penghibur" yang datang kemudian, akhirnya para editor ini memutuskan untuk menuliskan - atas nama Yohanes - bahwa Allah adalah Roh, mengikuti asumsi produk keterbatasan akal mereka yang cuma sampai pada kesimpulan sedangkal itu, bahwa sosok hidup yang ADA tapi tidak telihat oleh manusia hanya Roh. Dan karenanya, mereka pun menyamakan Allah dengan Roh!
Di Indonesia, salahsatu sumber catatan sejarah kitab kristen sendiri, yaitu Sabda Web, menunjukkan bukti-bukti bahwa dalam Terjemah Lama (TL) Kisah Para Rasul yang disebut-sebut sebagai tulisan Lukas, Allah digambarkan sebagai "Zat yang tidak dapat dijelaskan".

"Maka oleh sebab kita dijadikan Allah, tiadalah patut kita menyangkakan ZAT Allah itu serupa dengan emas atau perak atau batu yang berukir dengan kepandaian dan akal manusia."

Bukan hanya Lukas, Paulus yang disebut-sebut sebagai pengarang kitab Ibrani dan epistel Timotius juga menggambarkan Allah sebagai zat. Ya, menurut kitab kristen sendiri, Allah adalah ZAT, seperti tertulis dengan sangat jelas di antaranya begini:

"Yang hanya mempunyai ZAT yang tiada mati, dan mendiami terang yang tiada terhampiri; Yang tiada pernah dilihat atau dapat dilihat orang, maka bagi-Nyalah kemuliaan dan kuasa yang kekal. Amin."

"Maka Ialah menjadi cahaya kemuliaan Allah dan ZAT Allah yang kelihatan, serta Ia menanggung segala sesuatu dengan firman kuasa-Nya; dan setelah Ia membuat persucian segala dosa, maka duduklah Ia di sebelah kanan Yang Mahabesar di dalam ketinggian;"

"Karena sedangkan Taurat itu hanya menunjukkan bayang-bayang segala berkat yang akan datang itu, bukannya ZAT yang sungguh segala perkara itu, maka ia itu dengan korban itu juga, yang senantiasa dipersembahkan oleh imam-imam tiap-tiap tahun, sekali-kali tiada dapat menyempurnakan orang-orang yang menghampiri itu."

Jadi, siapapun umat kristen Indonesia dewasa ini yang meyakini Allah adalah Roh dan Roh Allah adalah Allah patut merenungi pertanyaan sangat serius ini; "sudah benarkah iman saya selama ini?"

Kenapa?
Karena jika benar Allah adalah Roh -- dan Roh Allah adalah Allah -- maka menurut kitab kristen sendiri, semua manusia adalah Allah!

Perhatikan lagi firman Yang Mahakudus, bahwa sejak pada mulanya, Roh-Nya sudah lebih dulu berdiam pada diri setiap manusia.

Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia .... dst."

Ini dengan sendirinya membuktikan bahwa apa yang tertulis dalam Yohanes 4:24 adalah informasi yang tidak sama dengan eksistensi Allah yang sebenarnya. Atau dengan kata lain, iman kristen adalah iman yang tidak sama dengan iman yang dikehendaki oleh Allah yang sebenarnya!

Lalu, bagaimanakah agar iman kita sesuai dengan iman yang dikehendaki oleh Allah?
Nabi Yesus Kristus (pbuh) berpesan agar pengikutnya mengenal Allah, satu-satunya Tuhan yang seumur hidup beliau sembah, begini:

Maka kata 'Isa kepadanya, "'Hendaklah engkau mengasihi Allah Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segala ingatanmu.'"
Artinya, dalam mengenal Allah, maka hati, jiwa, dan segenap akal budi harus lebih dominan daripada secara membuta percaya begitu saja pada semua tulisan dalam kitab yang bolak-balik direvisi, lalu diamini oleh para pendeta dan pastur dengan tambahan berbagai "improvisasi indah" yang menghanyutkan nalar dalam setiap khotbah mereka di mimbar gereja!
Ini sesuai dengan perintah Allah yang dsampaikan melalui "Si Penghibur" kepada utusan terakhir-Nya, Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan agar setiap manusia menggunakan akalnya secara paripurna untuk berpikir lebih dulu sebelum mengamini, apalagi mengimani segala sesuatu yang dikatakan berasal dari Allah!

Misalnya saja berpikir logis bahwa mustahil Nabi Yesus Kristus (pbuh) mengajak pengikutnya untuk kembali ke jaman neo-litikum di mana manusia pada jaman purba tsb, sekitar 10 ribu tahun sebelum beliau lahir, umumnya adalah peyembah roh (dikenal dengan sebutan animisme dan dinamisme) yang pada jaman itu merekayasa sesembahan mereka dalam bentuk fisik sepeti menhir, pahatan batu atau kayu, dll, yang sangat mirip dengan pahatan kayu salib atau patung Yesus Kristus (pbuh) yang dewasa ini banyak kita temui di tempat-tempat ibadah atau di rumah-rumah pengikut Paulus.

Tapi kalau tetap memilih bebal dengan mengimani doktrin tidak jelas yang bersumber dari kitab yang jauh lebih tidak jelas lagi, maka resikonya sudah pasti masuk neraka!
"Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya." (QS. 10:100)

Demikian.
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Saturday, October 13, 2012

Tidak Ada Unsur Ketuhanan Dalam Diri Yesus! Saturday, October 13, 2012


Bicara tentang teori ketuhanan Yesus, perhatikan yang berikut ini:

TRINITAS, TUHAN ITU TIGA
Mereka mengklaim bahwa tuhan itu terdiri dari tiga pribadi, akan tetapi dalam satu kesatuan hakekat.

Berbekal konsep ketuhanan seperti yang diyakini oleh umumnya kaum Pagan sepanjang sejarah peradaban manusia, umat yang mengaku-ngaku sebagai pengikut Yesus ini pun kemudian dengan gegabah melawan ajaran Yesus sendiri, mengembangkan imajinasi kaum Pagan bahwa Yesus adalah anak Allah dan sebagian Roh Allah "menyempal" dari Allah sendiri untuk menjadi entiti yang terpisah dari Allah dengan nama baru yaitu Roh Kudus. Dengan demikian keyakinan imajinatif mereka tadi, yakni Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus yang mereka ciptakan sendiri pun dapat mereka paksa menjadi tiga pribadi dalam satu hakikat.

Dan uniknya, ketiga pribadi dalam satu hakekat ini bukan mereka pusatkan pada diri Bapa sebagai entitas paling awal (sebelum mereka merekayasa keberadaan sang anak dan sang roh sebagai bagian dari sang bapa), tapi justru pada diri sang anak yang "dimunculkan" belakangan.

Dengan demikian, pada gilirannya nanti, kita akan sama-sama melihat sendiri betapa amburadulnya argumentasi mereka tatkala ada yang bertanya tentang pernyataan sangat tegas dari Bapa yang jauh-jauh hari (sebelum mereka menciptakan sang anak dan sang roh), bahwa DIA, Allah, Bapa, adalah Alpa-Omega, yakni satu-satunya Tuhan semesta alam yang sudah ada sebelum segalanya ada, sekaligus sebagai yang paling akhir setelah segalanya tidak ada.

Tapi biarlah, tela'ah tentang itu kita simpan saja dulu untuk kesempatan lain.

Kembali ke konsep ketuhanan di atas yang dengan segala daya upaya mereka paksakan juga supaya 
diterima dan diimani oleh umat Islam, maka terlepas seberapa keraspun upaya mereka, Islam dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada unsur ketuhanan dalam diri Yesus, sebab Allah adalah oknum atau dzat yang sepenuhnya terpisah dari segala unsur kemanusiaan pada diri Yesus!

APA BUKTI BAHWA ALLAH ADALAH DZAT YANG TERPISAH DARI YESUS?
Yang paling mudah difahami saja, alkitab sendiri mengisahkan bahwa ketika berada di tiang salib menjelang "kematiannya", Yesus terus-menerus memanggil sang Bapa dengan seruan, "Eli, Eli, lama sabakhtani .. ", atau diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia menjadi, "Tuhan, Tuhan, mengapa Engkau tinggalkan aku ...."

Artinya, Allah yang Tuhan adalah oknum yang terpisah dari tubuh Yesus yang manusia. Ayat-ayat lain dalam alkitab juga menunjukkan bahwa Allah adalah unsur yang sepenuhnya berada di luar diri Yesus.

[Yohanes 11: 41:42] Lalu yesus menengadah keatas (langit) dan berdoa "Bapa, Aku mengucap sukur kepadamu karena engkau telah mendengarkan Aku,.... Engkaulah yang mengutus Aku.
[Markus 1: 9-11] Pada waktu itu datanglah Yesus dan Nazaret di Tanah Galilea dan ia dibaptis di Sungai Yordan oleh Yohanes. Pada Saat Ia keluar dari air, ia melihat langit terbuka dan Roh seperi burung merpati turun ke atas Nya. lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anakku yang kukasihi kepadamulah aku berkenan."

Baru dari sedikit kutipan ayat-ayat alkitab di atas saja, siapapun sebenarnya dapat menyimpulkan sendiri, bagaimana mungkin nalar sehat manusia yang sehat lahir bathin dapat menerima doktrin melawan akal, bahwa Allah dan Yesus adalah satu kesatuan?

Menurut alkitab, Yesus sendiri juga bukan manusia kelas satu, tapi jauh di bawahnya. Kualitasnya sebagai manusia tidak berbeda jauh dengan kualitas rata-rata manusia seperti kita, sehingga tentu saja sangat tidak pantas menjadi apa pun yang merepresentasikan unsur keilahian yang secara absolut melekat pada diri Allah!

BUKTI YESUS BUKAN SATU-SATUNYA MANUSIA PILIHAN
Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Kata-Nya kepada pohon itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu. (Markus 11:13 dan Matius 21:19)

Suatu ketika ketika Yesus melewati pohon Ara itu lagi Pohon itu sudah kering sampai ke akarnya. Petrus nyeletuk, "Rabi, lihatlah Pohon yang kau kutuk sudah kering!" (Markus 11: 20-21)

Tuhan seperti apa yang tidak tahu kapan pohon ara, yang notabene adalah ciptaannya sendiri, berbuah? Dan lebih buruk lagi, Tuhan seperti apa yang menimpakan kesalahan, bahkan sampai mengutuk pohon yang sama sekali tidak melakukan kesalahan apa-apa, cuma gara-gara ketidak-tahuannya sendiri? 

Sedangkan sebagai manusia saja, perilaku seperti itu sangat tidak patut dianggap sebagai akhlak mulia. Apalagi sebagai Tuhan?

Ini baru sedikit bukti bahwa jangankan unsur Tuhan, sedangkan unsur manusianya saja (menurut alkitab sendiri) nyatanya Yesus digambarkan sebagai bukan manusia kelas satu, bukan kualitas manusia pilihan!

Disebutkan juga bahwa Yesus peminum anggur (arak).
"Yohanes Pembaptis tidak makan roti dan tidak minum anggur (arak) tapi anak manusia (Yesus) makan (roti) dan minum (anggur), dan kamu berkata lihatlah Yesus seorang pelahap (rakus) dan peminum (pemabok) sahabat pemungut cukai dan orang berdosa (Lukas 7: 34)."

Dengan demikian, apa yang dijadikan dalil oleh umat pembangkang Yesus ini guna mendukung doktrin gereja tentang kesatuan hakekat antara Allah dan Yesus semisal dalam kalimat "Aku dan Bapa adalah satu", sebetulnya tidak persis sama seperti apa yang selama ini mereka paksakan menjai iman dengan cara membunuh akal sendiri.

Kalimat itu, seperti yang lazim dimengerti dengan baik oleh kalangan sufi dalam Islam adalah ungkapan bahwa "aku" (tetap sebagai manusia) dan Bapa (tetap sebagai Tuhan) berada dalam satu kesatuan di jalan Tuhan untuk mengabarkan sekaligus menegakkan ajaran yang benar tentang hakekat ketuhanan dan kehidupan kekal di akhirat nanti.

Artinya, dalam Islam ungkapan semisal itu bukan hal yang luar biasa. Karena siapapun yang maqamnya telah sampai pada puncak makrifatullah, maka wajar saja baginya mengucapkan kalimat semisal "aku dan Allah adalah satu" seperti contohnya Syaikh Siti Jenar -- salahsatu imam walisongo -- yang tercatat dalam sejarah Islam Indonesia. Apalagi bila kalimat itu diucapkan oleh para nabi yang maqamnya sudah sampai di sana bahkan jauh sebelum mereka sendiri dilahirkan!

Jadi, andaikata seperti doktrin Kristen yang menekankan pemahaman bahwa oknum Tuhan menyatu dalam diri Yesus, maka ketika Yesus (dikira) mati tergantung di tiang salib di bukit Golgota pada sore itu, maka pada detik yang sama seluruh alam semesta ini praktis tidak ada yang mengendalikan. Dan dapatkah kita bayangkan bagaimana jadinya dunia ini jika sedetik saja tanpa kehadiran Sang Maha Mengatur Segalanya?

[Lihat lagi bagaimana nalar orang sehat mendefinisikan "kematian" Tuhan yang tiga tsb salahsatunya di sini]

Secara logika, cerita bahwa Tuhan pernah mati, meskipun hanya untuk sementara waktu, tentu saja tidak dapat diterima oleh akal sehat!

Sekalipun umat ini nantinya akan datang dengan cara membentur-benturkan antara teori transenden dan imanen tentang Tuhan untuk mengacaukan penalaran logis kita -- padahal sebetulnya mengacaukan nalar mereka sendiri -- namun pemikiran ngawur bahwa TUHAN MATI tetap saja tidak dapat diterima!

[Markus 15: 37] Yesus sekarat dan matilah Yesus
[Yohanes 19: 33] Mereka sampai kepada Yesus dan melihat Yesus sudah mati.

Kita semua tahu, Yesus sendiri tidak pernah meminta, apalagi sampai memerintah pengikutnya untuk memanggilnya dengan sebutan Tuhan. Sebaliknya, dalam injil "karangannya", Matius mencatat bagaimana Yesus secara tegas menolak semua pemikiran bodoh setiap orang yang menganggapnya sebagai Tuhan. Bahkan menjamin bahwa mereka TIDAK AKAN masuk sorga!

[Matius 7:21-23] Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Dalam konteks ini, melakukan kehendak Bapa di surga itu maksudnya apa kalau bukan kembali menjalani kehidupan berdasarkan hukum Taurat Musa yang sepanjang hidupnya coba dikembalikan oleh Yesus ke tengah-tengah kehidupan rohani bangsa israel?

[Matius 15:24] Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
[Matius 5:18] Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

BAGAIMANA JIKA TUHAN ITU TIGA TAPI TIDAK TERPISAH
Maksudnya seperti ini?
  • Trinitas dari India: Brahma-Syiwa-Wisnu
  • Trinitas dari Mesir: Iziris-Auzuris-Huris
  • Trinitas dari Yunani: Zeus-Poseidon-Pedos
  • Trinitas dari Romawi: Jupiter-Neptune-Pluton

Itu tidak bisa diterima, karena sama seperti ajaran semua nabi terdahulu -- termasuk tentu saja, ajaran Yesus sendiri -- dan nabi setelahnya, mereka semua sama-sama menegaskan bahwa Tuhan itu SATU! Tidak pernah ada sepatah katapun dari mereka yang menyebut-nyebut tentang adanya TUHAN LAIN selain ALLAH YANG ESA!

[Markus 12: 29-30] Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

APA KATA AL-QUR'AN TENTANG TRINITAS DAN ANAK TUHAN?
"Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih." (QS. Al-Maidah: 73)

Dan mereka berkata, "Allah Yang Maha Pengasih mempunyai anak.” Sungguh, kamu telah membawa sesuatu yang sangat mungkar, Hampir saja langit pecah dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh[2], (karena ucapan itu), Karena mereka menganggap Allah Yang Maha Pengasih mempunyai anak." (QS. Maryam: 88-91).

Orang-orang Yahudi berkata "Uzair (Ezra) itu anak allah dan orang nasrani berkata "Almasih (kristus) anak allah" demikian ucapan mereka meniru ucapan orang-orang kafir sebelumnya. Allah pasti mebinasakannya, bagaimana mereka dapat berpaling?" (QS. At-Taubah: 30)

LALU APA KATA ALKITAB TENTANG MENUHANKAN SELAIN ALLAH?
Apa yang dinyatakan oleh Allah dalam Al-Qur'an di atas pada prinsipnya tidak berbeda dengan apa yang juga dinyatakan oleh Allah dalam alkitab seperti di antaranya:

[Ulangan 5:7] "Jangan Menyembah Allah-Allah lain. Sembahlah Aku saja."
[Ulangan 6:4] "Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa!"
[Ulangan 4:35] "Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia."
[Ulangan 4:39] "Sebab itu sadarilah hari ini dan jangan lupa: Tuhan satu-satunya Allah di langit dan di bumi; tidak ada yang lain."
[Ulangan 33:26] Tidak ada yang seperti Allah.
Dan masih banyak lagi.

Tapi yang perlu direnungi dengan sungguh-sungguh, dengan segenap akal budi umat ini sebetulnya adalah penegasan para nabi terdahulu tentang Allah di dalam kitab mereka sendiri seperti di antaranya:

[Bilangan 23:19] Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?
[1Samuel 15:29] Lagi Sang Mulia dari Israel tidak berdusta dan Ia tidak tahu menyesal; sebab Ia bukan manusia yang harus menyesal."

Tanyalah sekali lagi pada diri kalian sendiri, wahai pengikut Paulus. BENARKAH ANAK MANUSIA BERNAMA YESUS ITU ADALAH TUHAN?

Semoga bermanfaat!
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!


Tuesday, August 28, 2012

Muslim Bertanya, Pendeta Panik! Tuesday, August 28, 2012


ANALOGI MONYET UNTUK MENEJELASKAN KONSEP KETUHANAN TRINITAS

Bagaikan menegakkan benang basah. Pepatah ini layak disandang oleh para teolog yang membela doktrin Trinitas. Sejak awal mulanya, doktrin ini selalu menjadi batu sandungan bagi orang yang memfungsikan akalnya dalam beragama. Doktrin kristiani ini menyatakan bahwa Tuhan terd iri dari tiga oknum (pribadi) yang sezat, sehakikat dan senilai yaitu: Allah Bapak, Allah Anak (Yesus Kristus) dan Allah Roh Kudus. Pengertian ini antara lain dirumuskan oleh Dr R Soedarmo dalam Kamus Istilah Theologia: “Allah menyatakan diri-Nya sebagai Tri-Tunggal, yaitu Allah Bapak, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Pengertiannya: Tiga sama dengan Satu; dan Satu sama dengan Tiga; Sezat dan senilai”.

Soedarmo mempertegas rumusanya dalam buku Intisari Iman Kristen: “Allah yang satu dan esa itu memperkenalkan diri-Nya sebagai Allah di atas kita (Allah Bapak), sebagai Allah di tengah-tengah kita (yakni Yesus Kristus) dan sebagai Allah di dalam kita (yakni Roh Kudus). Ketiganya tidak dapat dipisah-pisahkan satu sama lain, namun dibeda-bedakan juga. Itulah yang dimaksud dengan istilah Tritunggal” (hal. 89).

Lucunya, setelah mengulas doktrin Trinitas secara panjang-lebar, Soedarmo berterus terang dalam bukunya Ikhtisar Dogmatika: “Kita tentu insaf bahwa Trinitas memang tidak dapat dimengerti” (hal 114).

Sementara dari pihak Katolik, Adolf Heuken Sj dalam Ensiklopedi Gereja menyebut Trinitas yang diimaninya sebagai misteri terbesar di dunia: “Pengakuan Allah Tritunggal merupakan kekhasan iman Kristiani. Pengakuan inilah dasar dan puncak misteri. Misteri Allah Tritunggal tidak dapat disimpulkan dari apapun dalam dunia. Misteri Tritunggal adalah misteri iman yang mutlak” (hal. 21).

Sebagai sebuah misteri iman, maka wajar jika Alban Douglas berkomentar pedas tentang Trinitas: “Barangsiapa mencoba untuk mengerti Tritunggal secara tuntas dengan daya akal manusiawi, akan menjadi tidak waras. Tetapi barangsiapa menyangkal Tritunggal, akan kehilangan jiwanya” (Inti Ajaran Alkitab, hal. 19-20).

Faktor utama kerapuhan doktrin Trinitas adalah tidak adanya dukungan ayat Bibel. Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, tak satu ayat pun yang mengandung doktrin Trinitas. Dengan sepenuh kejujuran, Dr GC Van Niftrik memberikan pengakuan: “Di dalam Alkitab tidak ditemukan suatu istilah yang dapat diterjemahkan dengan kata “Tritunggal” ataupun suatu ayat tertentu yang mengandung dogma tersebut” (Dogmatika Masa Kini, hal. 418).

Dalam sejarahnya, Trinitas juga bukan warisan Yesus. Mulanya, doktrin bahwa Yesus sama dengan Allah dirumuskan dalam sidang (konsili) di Nicea tahun 325 M yang didukung penuh oleh kaisar Constantin Agung. Pasca konsili Nicea, perdebatan mengenai Yesus berlangsung terus-menerus sampai puluhan tahun. Sebagian orang fanatik buta kepada kaisar bahwa Yesus adalah Tuhan, sebagian lagi setia kepada ajaran tauhid bahwa Yesus adalah utusan Tuhan. Maka pada tahun 381 M kaisar Theodosius mengadakan konsili Konstan­ti­nopel untuk merevisi konsili Nicea 325 M. Konsili ini melahirkan formula Trinitas dengan menambahkan oknum Roh Kudus sebagai Tuhan di samping Tuhan Allah dan Tuhan Yesus.

Pasca konsili ini, pertentangan teologi justru semakin besar dan luas. Sebagian menerima mentah-mentah doktrin trinitas, tapi sebagian lagi menolaknya dan beroposisi dengan penguasa yang pro-trinitas. Akibatnya, para penentang trinitas ditindas, dikejar-kejar dan dianiaya bahkan ditumpas. Para tokoh yang jadi martir penolak trinitas antara lain: Iranaeus, Tertulianus, Origen, Diodorus, Lucian, Arius dan lain-lain.

ARGUEMENTASI MONYET UNTUK MENDUKUNG AYAT-AYAT PALSU
Belum lama ini, bertepatan dengan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI (17/8/2009) diadakan Dialog Islam–Kristen di Aula Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dengan tema “Yesus Tuhan atau Manusia Biasa?” Dari pihak Islam tampil dua narasumber: Ustadz Masyhud SM dan Insan LS Mokoginta (mantan Katolik), sementara dari pihak Kristen diwakili oleh dua narasumber yaitu: Pendeta Budi Asali, M.Div (Gereja Kristen Rahmani Indonesia) dan Pendeta Esra Alfred Soru, S.Th. (Dosen STII Kupang).

Dalam dialog yang dihadiri oleh 300-an peserta dari kalangan Islam dan Kristen tersebut, Budi Asali dan Esra mendapat kesempatan pertama untuk memaparkan pandangannya tentang keilahian Yesus berdasarkan ayat-ayat Bibel yang diyakininya. Usai pemaparan oleh pihak Kristen, moderator mempersilakan pihak Islam untuk menanggapi.

Masyhud menanggapi dengan singkat, “Menurut saya, Alkitab tidak mampu bicara tentang konsep ketuhanan Yesus. Jangankan bicara ketuhanan Yesus, catatan silsilah Yesus dalam Alkitab saja kacau-balau.” Lalu Masyhud menampilkan contoh kontradiksi silsilah Yesus sbb:

Dalam Injil Matius 1:16 disebutkan bahwa kakek Yesus bernama Yakub: “Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.” Sedangkan menurut Injil Lukas 3:23, kakek Yesus bernama Yusuf: “Ketika Yesus memulai pekerjaannya, ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, ia adalah anak Yusuf, anak Eli.” Silsilah Yesus dalam ayat ini jelas bertentangan dan tidak bisa dikompromikan.

Pendeta Budi Asali menyanggah tudingan ini dengan menyatakan bahwa kedua ayat ini tidak kontradiktif, karena maksud kalimat “Yusuf anak Eli” dalam Lukas 3:23 adalah “Yusuf anak menantu Eli.”

Sepintas, apologi Budi ini memang cespleng untuk menghilangkan kontradiksi Alkitab. Tapi Masyhud tidak mau kalah, “Menurut anda Yusuf adalah anak menantu Eli, padahal Maria adalah istri Yusuf. Lalu mana bukti ayat yang menyatakan bahwa Maria adalah anak Eli?” tukasnya.

Sayangnya, pembicaraan seputar silsilah Yesus tidak berlanjut, karena Budi Asali tidak bisa menunjukkan bukti ayat bahwa Maria adalah anak kandung Eli. Ia hanya berpijak bahwa kata “anak” boleh diartikan “anak menantu.” Jika argumen ini diikuti, apakah semua kata “ayah” dalam Alkitab boleh diartikan “ayah mertua” sebagai konsekuensinya?

Sementara itu, Insan Mokoginta menanggapi paparan kedua pendeta tentang keilahian Yesus, dengan menampilkan banyaknya ayat Alkitab yang membuktikan kemanusiaan dan kenabian Yesus, padahal tak satu ayat pun dalam Alkitab yang menyebutkan Yesus mengaku dirinya sebagai Tuhan yang harus diibadahi dan disembah.

Lalu Mokoginta menambahkan data bahwa satu-satunya ayat Trinitas dalam Bibel adalah ayat palsu. Ayat yang dimaksud adalah: “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu” (I Yohanes 5:7-8).

Dalam Kitab Suci Perjanjian Baru dengan Pengantar dan Catatan terbitan Lembaga Biblika Indonesia tahun 1976/1977, ayat ini divonis palsu dengan penjelasan berikut: “Ayat 7-8: [di dalam sorga..... di bumi]. Bagian ayat ini tidak terdapat dalam naskah-naskah Yunani yang paling tua dan tidak pula dalam terjemahan-terjemahan kuno, bahkan tidak dalam naskah-naskah paling baik dari Vulgata. Bagian ini kiranya aslinya sebuah catatan di pinggir halaman salah satu naskah terjemahan Latin yang kemudian disisipkan ke dalam naskah-naskah oleh penyalin dan akhirnya bahkan disisipkan ke dalam beberapa naskah Yunani. Karenanya bagian ini pasti tidak asli” (hal. 563).

Terhadap argumen ini, kedua pendeta tidak menampik bahkan mengakui adanya kepalsuan ayat dalam Bibel, termasuk kepalsuan ayat Trinitas tersebut. Tapi pengakuan kepalsuan ayat ini tidak serta-merta meruntuhkan keyakinan mereka kepada doktrin Trinitas. Dengan nada tinggi, Budi Asali berkilah, “Apa peduli saya dengan kepalsuan ayat tersebut? Saya meyakini Trinitas maupun ketuhanan Yesus berdasarkan ayat-ayat yang lain!”

Pendeta Esra pun tidak mau berkomentar terhadap bukti-bukti kepalsuan ayat Trinitas, dengan alasan tidak sesuai dengan tema dialog yang disepakati. Menurutnya, tema dialog pagi itu bukan soal otentisitas Bibel, melainkan “Yesus Tuhan atau Manusia Biasa?” Dalam penjelasannya, Esra menerima semua data yang disampaikan Mokoginta, bahwa Yesus memang nabi dan manusia. “Dari sisi kemanusiaan, Yesus memang manusia dan nabi. Tapi dari sisi keilahian, Yesus adalah Anak Allah,” kilahnya. Mokoginta balik bertanya, “Menurut anda, Yesus itu Allah ataukah anak Allah? Kalau Yesus itu anak Allah, berarti Yesus tidak sama dengan Allah (Sang Bapa)”

Pendeta Esra menangkis dengan argumen bahwa Yesus adalah Allah sekaligus anak Allah. “Yesus itu Anak Allah sekaligus Allah juga. Anak Allah pasti Allah juga. Seperti kalau kita bilang anak monyet, itu pasti monyet juga! Siapa bilang anak monyet itu bukan monyet? Anak monyet, di manapun disebut monyet juga tanpa mengurangi kadar kemonyetan bapaknya!” katanya berapologi dengan berapi-api.

Sebagian peserta dari pihak Islam tertawa terpingkal-pingkal mendengar argumen “teologi monyet” ini. Dari bangku peserta, Fendik yang datang jauh-jauh dari Gresik berseloroh, “Tuhan kok, disamakan dengan monyet! Tuhan cap opo iki rek?!”

[A. Ahmad Hizbullah M.A.G. | www.kristenisasi.wordpress.com | ahmadhizbullah@gmail.com | Dimuat di Tabloid Suara Islam edisi 74, tanggal 4 September – 2 Oktober 2009 M, hlm. 18]


Saturday, June 9, 2012

Yesus Bukan Tuhan! Saturday, June 9, 2012


Umat kristen pasti sudah lelah, letih, lesu, dan bosan membaca sepotong tulisan favorit umat muslim di forum-forum lintas agama yang satu ini:

YESUS BUKAN TUHAN!

Dan repotnya, sebagus apa pun usaha umat kristen untuk meyakinkan umat Islam bahwa Yesus adalah Tuhan, selalu saja kandas, sekalipun cuma dihadapkan pada ayat-ayat yang justru berasal dari kitab kristen sendiri. Apalagi jika harus dihadapkan pada ayat-ayat dari Al-Qur'an!

Tidak heran bila para Pendeta, Pastor, Uskup, Kardinal, bahkan Paus sekalipun, bila sudah mati akal dalam debat untuk menjelaskan eksistensi tritunggal, khususnya tentang ketuhanan Yesus, pada akhirnya akan memilih untuk menganjurkan umat Islam yang rewel perihal ketuhanan Yesus ini agar sebaiknya kembali saja kepada nasehat penting dalam ajaran Islam sendiri yaitu, "Untukmu agamamu, untukku agamaku!"  

Dengan kata lain, sebetulnya para petinggi gereja ini ingin mengatakan kepada umat muslim begini,
"Sudah deh, jangan recoki terus keyakinan kami. Biar pun memang banyak salahnya, tapi kami mengimaninya. Jadi plis deh, tolong jangan dikoreksi terus! Kami cape, dan ini dapat menggoncang iman jemaat kami yang masih ragu-ragu pada doktrin IMANI SAJA, tau?"  
Sementara itu, di fihak lain, umat muslim yang tidak suka melihat para penginjil yang di mana-mana selalu saja "main belakang", diam-diam berusaha memurtadkan kaum dhu'afa muslim dengan berbagai tipu daya, tentu saja tidak melihat nasehat di atas adalah bijaksana dalam menyikapi situasi seperti ini. Bagaimana mungkin mereka dapat mendiamkan, apalagi sampai mendukung praktek-praktek kotor para penginjil ini yang tidak pernah berhenti berusaha mengkristenkan umat yang pada dasarnya sudah lebih dulu mapan beragama? 

Lain halnya bila praktek-praktek itu dilakukan di tengah-tengah kaum yang masih belum mengenal Tuhan, atau jika ajaran kristen sendiri terbukti lebih benar dari ajaran agama yang sudah lebih dulu dipeluk oleh kaum yang ingin mereka murtadkan. 

Nyatanya, seperti sudah disinggung di atas, para rohaniwan gereja sendiri tidak ada yang tidak akan "kelimpungan" jika sudah didesak untuk menjelaskan iman mereka menyangkut konsep trinitas dan ketuhanan Yesus! Ada berapa banyak ayat-ayat dalam kitab kristen sendiri yang tidak dapat mereka jelaskan dengan baik dan benar kecuali cuma memutar balik kata semata?  

Karenanya sebagian pemerhati isu kristenisasi semakin terdorong untuk mempelajari kitab kristen guna menemukenali segala ketidak-benaran ajaran kristen sendiri, agar tidak saja umat muslim di setiap jengkal tanah republik ini dapat melihatnya secara jelas dan terbuka, tapi termasuk juga jemaat kristen yang cuma mengerti teriak "amen, amen dan haleluya" saja tiap kali pendeta atau pasturnya membacakan ayat-ayat bernaunsa "angin sorga" di mimbar gereja mereka. 

ALKITAB MENOLAK KETUHANAN YESUS
Bukti-bukti berikut ini dikutip dari alkitab, yaitu pernyataan Yesus Kristus dan ayat-ayat alkitab lainnya yang menegaskan penolakan terhadap ketuhanannya,
  1. Yesus mengatakan dirinya bukan Tuhan. "Aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, Allahku dan Allahmu." (Yohanes, 20:17)
  2. “Jika aku memuliakan diriku sendiri, maka kemuliaanku itu sedikitpun tidak ada artinya. Allah-kulah yang memuliakanku.” (Yohanes, 8:54)
  3. “Permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa, Allah-ku di sorga.” (Matius, 18:19)
  4. “Mengapa kau katakan aku baik? Tidak ada yang baik selain Allah.” (5. Markus, 10:18)
  5. “Hanya Satu yang baik … turutilah perintah Allah.” (Matius 19-17)
  6. “Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti. (Matius, 4:10)
  7. Yesus berkata, “Hanya satu Rabimu." (Matius, 23:8) 
  8. “Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa.”  (Markus, 12:29)
  9. “Tidak ada yang lain kecuali Dia (Allah).” (Markus, 12:32)
  10. “Bapa/Allah, Tuhan langit dan bumi.” (Lukas, 10:21)
  11. “Allah yang Esa.” (Yohanes, 5:44)
  12. “Mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar.” (Yohanes, 17:3)
  13. Allah adalah Tuhan yang Esa/Satu (Ulangan 4:35)
  14. Allah adalah Tuhan yang Esa/Satu (Ulangan 6:4) 
  15. Allah adalah nama Tuhan untuk selama-lamanya, bukan untuk Yesus (Keluaran, 3:15)
  16. “Janganlah kamu menyebut siapapun Allah di bumi ini, karena hanya satu Allah-mu, yaitu Dia yang di sorga.” (Matius, 23:9) 
  17. Yesus tidak pernah menyebut dirinya sebagai Tuhan sebagaimana Tuhan menyatakan diri-Nya sebagai Tuhan (Imamat 19:31 dan Yesaya 43:11)
ALKITAB MENUNJUKKAN BAHWA YESUS DAN ALLAH BERBEDA
  1. “Bapa kami yang di sorga.” (19. Matius, 6:9) 
  2. “Bapa, Allahmu yang di sorga adalah sempurna.” (Matius, 5:48)
  3. “Di depan Allah-ku yang di sorga.” (Matius, 10:32) 
  4. “Allah-ku yang di sorga.” (Matius, 12:50)
  5. “Allah-ku yang di sorga.” (Matius, 12:50)
  6. “Allah-ku yang di sorga.” (Matius, 15:13)
  7. “Allah-ku yang di sorga.” (Matius, 16:17)
  8. “Allah-Ku yang memberikan kamu roti dari sorga.” (Yohanes, 6:32-33)
  9. “Allah-ku yang di sorga.” (Matius, 18:10)
  10. “Allah-ku yang di sorga.” (Matius, 18:19) 
  11. “Allah-ku yang di sorga” (Matius, 7:21-23)
DAN INI ADALAH SIFAT-SIFAT ALLAH YANG TIDAK DIMILIKI OLEH YESUS
  • Kejadian 1 & 2 “Allah menciptakan langit dan bumi.” 
  • Lukas 10:21 “Allah, Tuhan langit dan bumi.”

Mau lebih lengkap? 

Yuk, mari kita lanjutkan!
Perjanjian Lama secara tegas menyatakan bahwa tidak ada tuhan-tuhan lain bagi umat Israel kecuali Allah.
  1. Akulah Tuhanmu, yang telah membebaskanmu dari negeri Mesir, engkau tidak ada memiliki tuhan-tuhan lain selain Aku.”  (Keluaran 20: 2-3)" 
  2. engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.”  (Ulangan 4: 35)
Bahkan, dalam Perjanjian Baru, Yesus sendiri menyatakan secara tegas bahwa hanya ada satu Tuhan yaitu Allah.
  1. Kenapa engkau memanggilku Guru yang baik? Hanya satu yang baik, yaitu Allah, jk engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah perintah-Nya.” (Matius 19:17)
  2. "Inilah hidup yang kekal, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17: 3)
Frasa "anak Allah" banyak ditemukan dalam Alkitab. Namun Alkitab tidak  pernah menyatakan bahwa "anak Allah" memiliki kesetaraan dengan Allah! Sebutan itu hanya gelar umum bagi anak manusia yang baik dan benar dalam imannya! 

Bukti-bukti alkitab menunjukkan bahwa siapa saja yang memiliki kedekatan spiritual dengan Allah, dalam tradisi keagamaan umat Yahudi layak dan lazim disebut atau digelari sebagai "anak Allah". Gelar ini sebetulnya tidak berbeda dengan sebutan serupa semisal, anak asuh, anak murid, anak didik, anak angkat, anak baik, dlsb.

Jadi,  makna "anak Allah" pada ayat-ayat alkitab yang menyebut kata tsb sama sekali tidak dapat diartikan sebagai "anak Allah" dalam artian anak biologis seperti klaim salahseorang pendeta kondang asal Palu; Alfred Ezra Soru,  "anak monyet, pasti bapanya monyet!"

Dengan demikian, maka jelas bahwa menurut alkitab sendiri, Yesus bukan Tuhan, apalagi Allah!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!


Monday, May 14, 2012

Yesus Tidak Kuasa Mengampuni Dosa Monday, May 14, 2012


Masih tentang renungan yang belum terjawab ..
BENARKAH YESUS KUASA MENGAMPUNI DOSA?

Kecuali Yohanes, tiga dari empat penulis injil kanonik menuliskan ayat berikut ini sangat identikal. Terlepas bagaimana proses duplikasi ini dapat terjadi sedemikian akurat antara satu sama lain, tapi inilah ayat-ayat alkitabiah yang diklaim oleh umat kristen sebagai salahsatu bukti keilahian Yesus!

[Matius 9:6] Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" 

[Markus 2:10] Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" 

[Lukas 5:24] Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa"

Menurut mereka, di dunia ini TIDAK ADA "manusia" yang KUASA mengampuni dosa kecuali Yesus. Dan karena kuasa seperti itu hanya ada pada Tuhan, maka jelaslah bahwa Yesus adalah Tuhan!

Sepintas, ini terdengar seperti sebuah klaim yang luar biasa DAHSYAT untuk dinisbatkan kepada seorang anak manusia biasa.

Tapi terlepas dari apakah mereka sadari atau tidak, nyatanya klaim ini sekaligus juga merupakan KESALAHAN FATAL dalam ajaran kristen sendiri!

Kenapa?
Karena pengakuan ini prakstis MENGGUGURKAN salah satu doktrin pokok dalam kristen.

Jika Yesus KUASA mengampuni dosa manusia, lantas buat apa ia harus jungkir balik disiksa dan dinista oleh segelintir manusia hingga akhirnya mati merana di tiang salib untuk sebuah alasan tidak masuk akal bernama PENEBUSAN DOSA?

Artinya, PASTI ADA YANG SALAH di sini!
Bukankah 3 ayat di atas sudah demikian jelas mengkonfirmasi bahwa Yesus BERKUASA mengampuni dosa umat manusia? Tapi kenapa pada kenyataannya dia justru menjadi TUMBAL, mati disalib demi menebus dosa umat manusia? 
Jadi, pertanyaannya adalah, yang manakah menurut anda yang sudah pasti salah; ayat-ayat alkitabiyah yang ditulis oleh ketiga pengarang injil kanonik di atas, atau ajaran Paulus yang "memaksa" pengikutnya untuk menerima dogma melawan akal bahwa kematian Yesus di tiang salib adalah demi menebus dosa manusia?
Coba anda pikir saja sendiri baik-baik deh!
Jika ada di antara anda yang menganggap diri sendiri sebagai kristen cerdas dan merasa cukup punya pengetahuan untuk menjelaskan, monggo, dipersilahken!

[Sumber: Gus Mendem Bertanya]

Sunday, December 11, 2011

45 Pernyataan Alkitab Bahwa Yesus Bukan Tuhan Sunday, December 11, 2011


Jika anda memiliki alkitab, maka cocokkanlah ayat-ayat dalam alkitab anda dengan yang berikut ini: 

1. Yesus dan Bapa adalah dua Pribadi, bukan satu pribadi;  (Yohanes 8:17-18).

2. Yesus tidak pernah menyebut dirinya Allah, bahkan dia menyebut Bapa sebagai Allah dan satu-satunya Allah yang telah mengutus dia. (Yohanes 17:3)

3. Yesus adalah yang diurapi oleh Allah (Kisah 10:38). Apakah yang diurapi itu sama dengan yang mengurapi? Dan Roh Kudus sebagai minyak, apakah sama dengan yang mengurapi dan yang diurapi? 

4. Yesus adalah Rasul dan Imam Besar (Ibrani 3:1). Yesus sebagai Rasul yang diutus dan sebagai Imam besar tidak mungkin menjadi Allah. Yesus adalah Rasul yang setia sebagaimana Musa, seorang manusia biasa yang dipilih oleh Allah untuk menjadi Rasul-Nya. (Ibrani 3:2 dan Yohanes. 5:36).

5. Yesus adalah pengantara, atau pembawa pesan dari Allah Yang Esa kepada kaumnya. (1Timotius 2:5).

6. Yesus adalah pembela orang beriman, dan kepada Allah lah ia menyampaikan pembelaannya atas orang-orang beriman itu. Dengan demikian, tentu ia berbeda dengan Allah. Sedangkan sebagai yang mati dan dibangkitkan oleh Allah, sudah tentu pula ia bukan Allah. (Roma 8:34).

7.  Kepala Yesus adalah Allah (1Korintus 11: 3), karena itu Yesus tentu bukan Allah. Jika Yesus sama dengan Allah, maka semua perempuan sama dengan semua laki-laki, dan semua laki-laki sama dengan Yesus, sedangkan semua perempuan dan semua laki-laki, bersama-sama dengan Yesus adalah Allah. Ini adalah pemikiran yang sangat mustahil. 

8. Yesus adalah milik Allah (1 Korintus 3:23). Milik, walau bagaimanapun pasti tidak sama dengan pemiliknya.

9. Yesus berkata bahwa Bapa lebih besar dari Anak. Yesus yang dipercaya sebagai anak Allah tentu saja bukan Allah (Yohanes 10:29; 14:28).

10. Yesus menolak disebut atau disamakan dengan Allah (Matius 19:17), .

11. Yesus menyebut Bapa sebagai Allahku dan Allahmu atau tegasnya, Allah kita (Yohanes 20:17). Dengan demikian, Yesus sama dengan kita semua sebagai hamba Allah.

12. Allah itu tidak tampak dan tidak mati (1 Timotius 6:16 dan Yohanes. 4:24), sedangkan Yesus mati dan terlihat oleh manusia (Lukas 24:39).

13. Alkitab sangat jelas menyatakan bahwa hanya ada satu Allah, tetapi manusia menjadikan yang lain sebagai allah. (1 Korintus 8:5-6). 

14. Jika benar Yesus berkuasa, kita semua tahu bahwa kekuasaannya adalah pemberian, bukan dari dirinya sendiri. (Matius 28:18; 9:8). Yesus hanya manusia yang diberi kuasa. Keajaiban dan mukjizat Yesus adalah dari Allah (Kisah 2:22), sebagaimana Yohanes juga telah mendapatkan keajaiban dan kekuatan dari Allah, bukan dari dirinya sendiri (Matius 21:23-27,12:28; Markus 11: 27-33; Lukas 20:1-8; Yohanes 14:10).

15. Yesus melakukan keajaiban-keajaiban dengan Nama Bapa, bukan dengan kekuatannya sendiri. (Yohanes 10:25).

16. Ajaran yang disampaikan oleh Yesus bukan berasal darinya, tetapi dari Allah yang mengutus dia. Yesus hanya utusan Allah yang menyampaikan segala ajaran dari Allah untuk kaumnya. (Yohanes 7:16-17).

17. Yesus hanya melaksanakan perintah dari Bapa. (Yohanes 8:28). Artinya, Yesus adalah hamba Allah.

18. Hidup dan kuasa Yesus adalah pemberian Bapa. (Yohanes 5:26-27).

19. Segala pengetahuan Yesus sepenuhnya bergantung pada Bapa. (Yohanes 5:19-20).

20. Yesus tidak pernah menyeru manusia agar menghormatinya, tetapi menghormati Bapa. (Yohanes 8: 49-50).

21. Yesus berkata:  "Jikalau aku memuliakan diriku sendiri, maka kemuliaanku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapakulah yang memuliakan aku, yang mana kamu berkata: Dia adalah Allah kami." (Yohanes 8:54]. Yesus tidak merasa pantas untuk mengangkat dirinya. Akan tetapi dia tahu bahwa Bapa telah memilih dia. Yesus tidak mungkin Allah. Sebab hanya Allah yang pantas untuk mengangkat dan mengagungkan dirinya sendiri.

22. Yesus tahu bahwa ia datang bukan atas kehendaknya sendiri, dia adalah milik Allah, datang dari Allah dan kepada Allah ia akan kembali. Kita juga demikian, kita semua adalah milik Allah, dalam kekuasaan Allah, kita datang dari Allah, dan akan kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kita. (Yohanes 8:42; 7:28; 13:3). Adapun orang-orang durhaka dan ingkar, mereka adalah pengikut-pengikut Iblis. Mereka adalah anak-anak Iblis. Bukan "anak-anak Allah" (ungkapan untuk "hamba Allah yang bertaqwa" dalam tradisi Yahudi)  .

23. Yesus mengaku tidak memiliki kekuasaan apapun juga. Dia berkata:  Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri.  (Yohanes. 5:30)

24. Yesus mengaku tidak memiliki pengetahuan seperti Allah. Dia yakin bahwa sama seperti dirinya sendiri, maka tidak ada satu makhluk pun di jagad raya ini yang tahu kapan kiamat akan terjadi, kecuali Allah saja. (Matius 24: 36; Markus 13:32).

25. Yesus pernah dicobai Iblis (Mat. 4:1; Ibr. 2:18; 4:15), sedangkan Allah tidak mungkin dicobai, apalagi oleh Iblis. Tidak ada kekuatan jahat yang dapat mencobai Allah (Yakobus 1:13)

26. Yesus adalah manusia dan anak manusia (Kisah 2:22 dan Lukas 22: 69). Sedangkan  Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta. Bukan anak manusia, sehingga ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?  (Bilangan 23: 19)

27. Yesus berdarah-daging (Lukas 24:39). Sedangkan Allah adalah Roh (Yohanes 4:24)

28. Yesus berubah. Ia lahir, tumbuh berkembang menjadi manusia dewasa, lalu mati. Sedangkan Allah tidak berubah. (Yakobus 1:17)

29. Yesus tidak kekal, Yesus berwujud  Yesus mati (1 Korintus 15:3). Karenanya jelas Yesus bukan Allah. Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.  (1Timotius 1:17). Yesus bukan raja segala zaman yang tidak berwujud seperti Allah (Yeremiah 10:10).

30. Yesus merasakan letih (Yohanes 4:6)]. Sedangkan  Tuhan adalah Allah Kekal Yang Menciptakan bumi dari ujung ke ujung. DIA tidak pernah lelah dan tidak pernah pula lesu. (Yesaya 40: 28)

31. Yesus berdoa kepada Allah (Lukas 6:12). Jika Yesus adalah Allah tentu saja ia tidak perlu berdoa semalaman kepada dirinya sendiri. Jika Yesus Allah, ia dapat berbuat apa pun yang dikehendakinya. Maka nyatalah bahwa Yesus bukan Allah. Yesus berdoa kepada Allah dan takluk kepada Kehendak Allah (Matius 26:39).

32. Yesus bersyukur kepada Bapa yang selalu mendengarkannya. (Yohanes 11:41) Jika Yesus adalah Allah, untuk apa ia bersyukur kepada Bapa? Dan mengapa Yesus ingin agar orang-orang percaya bahwa Bapa lah yang mengutus dirinya? Ini adalah bukti bahwa Yesus tidak pernah ingin orang menganggapnya lebih tinggi dari seorang utusan Allah. Itu sebabnya kenapa ia kerap bersaksi bahwa dirinya adalah utusan Allah. Kendati begitu, tetap saja tidak semua orang Israel  percaya bahwa Yesus adalah utusan Allah.

33. Kita sama-sama dapat melihat bahwa orang Israel membedakan antara Yesus dan Allah. Dan orang-orang memandang kagum pada mukjizat serta memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa kepada Yesus yang sejak lahir mereka ketahui hanyalah seorang anak manusia. (Matius 9:2,3,8).

34. Yesus menegaskan bahwa Bapa adalah satu-satunya Allah yang benar, sedangkan Yesus hanyalah utusan Allah (Yohanes 17:3), Yesus adalah pengemban tugas dari Allah (Yohanes 17: 4), orang Israel yang beriman menuruti firman Allah, bukan perkataan Yesus (Yohanes 17:6), semua yang diberikan kepada Yesus berasal dari Bapa, bukan dari dirinya sendiri (Yohanes 17:7), Yesus hanya menyampaikan firman Allah kepada bani Israel, dan orang Israel yang beriman percaya bahwa Bapalah yang telah mengutus Yesus (Yohanes 17:8). Adapun kata-kata  supaya mereka menjadi satu sama seperti kita,  maksudnya adalah bahwa  mereka menjadi satu kesaksian yaitu sama-sama mengakui bahwa Bapa adalah satu-satunya Allah yang benar, dan Yesus adalah utusan Allah,  bukannya  agar mereka sama menjadi Allah (Yohanes 17:11, 21,23). Yesus juga meminta kepada Bapa, agar setelah Yesus meninggalkan mereka, Bapa berkenan untuk menjaga mereka agar tetap dalam keimanan yang lurus. Sebab selama Yesus masih di dunia, mereka adalah tanggungjawab Yesus karena Bapa telah menyerahkan mereka kepada Yesus, tapi kini Yesus akan pergi dari dunia kepada Bapa. Maka Yesus mengembalikan mereka kepada Bapa untuk dijaga.

35. Yesus tunduk, patuh, dan berserah diri kepada kehendak Bapa. Dia berbuat bukan menuruti kehendaknya sendiri, melainkan tunduk pada kehendak Bapa (Matius 26:39). Jika Yesus adalah Allah, maka dia bebas dan berkuasa untuk melakukan apapun sesuai dengan kehendaknya, bukan takluk kepada kehendak Bapa.

36. Dikabarkan bahwa konon ketika dipaku di tiang salib, Yesus merintih dan memanggil-manggil,  "Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan aku?" (Matius 27:45). Bolehkah manusia yang memanggil-manggil Allah sebagai pelindungnya disebut sebagai Allah Yang Mahatinggi? Jika Yesus  Allah yang sebenarnya, mengapa ia memanggil Bapa sebagai Allahnya? Bukankah hanya ada satu Allah yang benar?

37. Yesus tidak pernah mengajarkan atau menunaikan pemujaan terhadap dirinya sendiri sebagai anak Allah, tidak pula kepada roh kudus, tetapi selamanya ia hanya berdoa dan memuja Bapa saja.

38. Yesus tidak pernah menyuruh pengikutnya untuk berbakti kepadanya atau kepada roh kudus, tetapi hanya kepada Bapa semata,  "Jika kamu berdoa, katakanlah,  Bapa dikuduskanlah nama-Mu. (Lukas 11:2)  Penyembah-penyembah benar menyembah Bapa, bukan menyembah Yesus atau Roh Kudus.  (Yohanes 4:23)

39. Semua murid Yesus tidak pernah menunaikan baktinya kepada Kristus, akan tetapi kepada Bapa.

40. Bahkan Paulus berkata,  "Syukur kepada Allah, yang memberi kami kemenangan melalui tuan kami (bukan tuhan kami), Yesus Kristus,  (1Korintus 15:57). Dalam ayat ini Paulus membedakan antara Bapa sebagai Allah dan Yesus sebagai the lord (Tuan, bukan Tuhan). Lihat pula pembedaan ini dalam Filipi 2:11. Dan ingat kata "Lord" yang dnisbatkan kepada Yesus bukan berarti Tuhan, melainkan tuan. Sebab penguasa sesungguhnya adalah Bapa, bahkan Yesus berada dalam kekuasaan Bapa. Bapa adalah Tuhan semesta alam, Tuhan langit dan bumi, Tuhan kita dan Yesus. Bapa adalah Tuhan Yang sesungguhnya.

41. Allah mengkaruniakan wahyu kepada Yesus, maka Yesus bukanlah Allah, (Wahyu 1:1).

42. Jika kita membuka Ibrani 2:9, maka kita akan bertanya, mungkinkah Yesus itu Allah? Jika Yesus itu Allah, bagaimana ia bisa lebih rendah dari malaikat?

43. Dalam Matius 12:18 kita dapat melihat bahwa Yesus adalah hamba Allah. Hamba Allah tidak mungkin sama dengan Allah yang disembahnya.

44. Dalam Yohanes 8:29 kita dapat melihat bahwa Yesus adalah utusan Allah, dan Allah selalu menyertainya dan tidak meninggalkannya sendiri, dan Yesus berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Allah.

45. Dalam Lukas 2:52 kita dapat melihat bahwa Yesus bertambah besar hikmatnya, berarti ia berubah, sedangkan Allah itu kekal, tidak berubah. Dan Yesus makin disenangi Allah dan manusia. Di sini jelas terdapat perbedaan antara Allah Yang menyenangi Yesus, dan Yesus yang disenangi Allah. Allah tidak sama dengan Yesus!

Dan masih banyak lagi!
Semoga berguna dan menjadi catatan yang jujur untuk diri sendiri. Mudah-mudahan pula Allah berkenan memberi petunjuk dan hidayah bagi siapa saja yang mau membuka hatinya dan menerima ini sebagai renungan yang baik untuk nurani masing-masing. Amin.

[Dari berbagai sumber]

Contact Form

Name

Email *

Message *