Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Yesus (Nubuat). Show all posts
Showing posts with label Yesus (Nubuat). Show all posts

Monday, December 26, 2016

Imanuel Dan Cocokologi Yesaya 7:14 Dan Matius 1:23 Monday, December 26, 2016


Dalam banyak perdebatan kristologi dengan umat kristen, pada umumnya mereka demikian yakin ketika menegaskan bahwa kedatangan Yesus sebagai Allah sudah dinubuatkan didalam PL.

Nubuat ini bisa dilihat dari beberapa ayat yang ada dalam PL yang sekilas mirip dengan ayat-ayat yang ada didalam PB. Salahsatunya adalah yang tetulis dalam kitab Yesaya 7:14, yang kemudian di "othak-athik-gathuk-in" dengan tulisan dalam Matius 1:23 berikut ini:

Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. (Yesaya 7: 14)

Ayat ini tampak "pas banget" dengan berita kedatangan Yesus dalam PB ini:

Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel. (Matius 1: 23)

Karena dianggap memiliki kisah yang sealur, maka diyakinilah bahwa Yesaya 7:14 ini merupakan nubuat untuk Matius 1:23 yang tertuju kepada Yesus.

Imanuel ini diartikan sebagai Yesus yang bersama dengan Allah (imanuel adalah kata Ibrani yang berarti, “Allah bersama kita”.)

Yesaya 7:14 ini kemudian "di-othak-athik-gathuk-in" lagi dengan Yesaya 9: 6 yang tertulis begini:

"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai."

Karena Yesus dianggap sebagai penjelmaan Allah oleh umat Kristen, maka mereka meyakini bahwa kitab Yesaya adalah benar berisi nubuat tentang Yesus, sebab dalam Yesaya 9:6 misalnya, diterangkan anak yang lahir tsb  sebagai Allah yang perkasa!

Tapi sepertinya para pengikut Paulus ini sangat kemproh (ceroboh) dalam mencermati kandungan kitabnya sendiri, apalagi jika mengira sudah sangat piawai dalam memainkan “othak-athik-gathuk” alias cocokologi a'la kristen ini, karena luput memperhatikan bahwa sejatinya ayat-ayat Yesaya tsb tidak pernah menyentuh sampai ke jaman Yesus seperti sudah wanti-wanti dijelaskan lebih dulu pada ayat pertamanya begini:

Penglihatan yang telah dilihat Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem dalam zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda. (Yesaya 1:1)

Jadi, lingkup ayat-ayat Yesaya hanya berpusat pada cerita di jaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, yakni para raja-raja Yehuda, jauh sebelum kelahiran Yesus!
  • Lalu bagaimana dengan Yesaya 7:14 dan Matius 1:23? Kenapa penggambarannya sama? Bukankah imanuel itu hanya tertuju pada Yesus?
Untuk menjawab ini, pertanyaan harus dirobah menjadi begini:
Benarkah nama atau panggilan "Imanuel" itu hanya untuk Yesus seorang?

Ternyata jawabannya adalah TIDAK!

Imanuel dalam bahasa Ibrani artinya adalah "Allah bersama kita". Dengan demikian, yang dimaksud sebagai Imanuel adalah orang yang selalu disertai oleh Allah, bisa siapa saja, tapi yang paling mendekati dan selalu benar adalah para nabi Allah. Kesimpulan ini bisa dibuktikan dengan menunjukkan teks PL dimana Yesaya yang seorang Nabi ternyata dipanggil juga sebagai "Imanuel" oleh Allah.

" ... serta menerobos masuk ke Yehuda, ibarat banjir yang meluap-luap hingga sampai ke leher; dan sayap-sayapnya yang dikembangkan akan menutup seantero negerimu, ya Imanuel!” (Yesaya 8: 8) 
  • Jika demikian, lalu siapakah imanuel dalam Yesaya 7:14?
Merujuk pada Yesaya 1:1, imanuel yang dimaksud tentu saja Nabi yang lahir pada zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia yaitu anak yang telah lahir pada Yesaya 9:6.
  • Bagaimana pula dengan kalimat “Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” dalam Yesaya 9:6 tsb?
Jawabnya, itu adalah kalimat metafora yang Hiperbolik untuk menyanjung seorang Nabi yang lahir di kalangan mereka.
  • Bagaimana dengan kalimat “Allah yang perkasa”, bukankah Allah yang perkasa hanya merujuk kepada Allah saja?
Ternyata dalam PL, titel “Allah” bisa disematkan kepada siapa saja yang menerima wahyu Allah. Ini sesuai dengan ucapan Yesus dalam kitab Yohanes.

Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–," (Yohanes 10:34-35)

Musa pun dalam kitab Keluaran ternyata mendapat tittle “Allah” dari Allah.

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu." (Keluaran 7:1)

Kemudian akan ada pertanyaan lagi:
  • Bukankah dalam Yesaya 9:6 kata “Allah memakai huruf besar sedangkan dalam Yohanes 10:35 kata “allah” memakai huruf kecil?
Supaya anda tahu saja; dalam bahasa Ibrani tidak pernah dikenal adanya huruf besar dan huruf kecil bung!

Munculnya kata “Allah” dan “allah” itu hanyalah sebuah bentuk eksegesis dari para penterjemah bibel untuk membedakan mana “Allah” yang mereka sembah, dan mana “allah” yang tidak mereka sembah. Karena mengangap Yesaya 9:6 ini tertuju kepada Yesus yang mereka sembah, maka kata “Allah” tentu harus diterjemahkan dengan huruf besar.

Jadi, begitulah ilmu "othak-athik-gathuk" yang diolah oleh para "pemikir" di balik pintu rumah-rumah produksi doktrin Kristen guna merekayasa dalil-dalil pendukung teori ketuhanan Yesus!

Agar lebih jelas siapa sesungguhnya Imanuel yang dimaksud oleh Yesaya, perhatikan penjelasan Rabbi Yahudi; Tovia Singer, pemilik sah kitab PL berikut ini:

Monday, October 31, 2016

Arti Nubuat Dalam Teologi Kristen Monday, October 31, 2016


Dalam bahasa paling sederhana, nubuat (bahasa Inggris: prophecy) artinya adalah menyatakan lebih dahulu peristiwa-peristiwa yang belum, tapi akan terjadi. Biasanya disampaikan oleh atau melalui perantaraan seorang nabi.

Sedangkan orang yang mendapat anugerah dari Allah untuk melihat peristiwa-peristiwa yang belum terjadi lalu menyampaikannya kepada orang lain tsb, boleh mengaku atau diakui sebagai seorang nabi.

Jadi, nubuat berkaitan sangat erat dengan seorang nabi, karena memang hanya para nabi saja yang bernubuat. Itu sebabnya kenapa gelar orang yang bernubuat adalah nabi, karena asal kata nubuat itu sendiri adalah nabi (definisi versi "mengacaukan nalar" kristen)

Lalu, apa arti nubuat bagi kebanyakan pengikut Paulus?
Begini: bagi umat ini kata "nubuat" selalu dan selamanya dimaksudkan sebagai apa yang tetulis dalam kitab umat Yahudi (yang mereka serobot kemudian mereka bundel ke dalam kitab mereka lalu diberi nama Perjanjian Lama), khususnya tulisan nabi Yesaya yang dihubung-hubungkan dengan apa yang tertulis dalam injil-injil kanonik (hasil karangan para penulis yang tidak jelas identitasnya tapi disebut-sebut bernama: Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes dalam bundel lain kitab mereka yang diberi nama Perjanjian Baru).

Nah, sampai di sini, cermatilah baik-baik fakta berikut ini dengan benar-benar menggunakan akal sehat!

Nabi Yesaya bin Amos, sebagai contoh; yang hidup pada jaman raja-raja Yehuda dinasti Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, yakni antara tahun 700-800 SM, menulis kalimat berikut ini dalam salahsatu lembaran kitabnya:
"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai." (Yesaya 9: 6)
Bertolak belakang dengan arti nubuat itu sendiri, ayat di atas ini tidak berbicara tentang peristiwa kelahiran yang akan terjadi di masa depan, tapi justru dengan sangat tegas menyebut kata "telah lahir" yang menjelaskan dengan sendirinya bahwa peristiwa tsb sudah terjadi!

Lalu, sekitar 700 tahun kemudian, di desa kecil bernama Nazaret dekat Judea lahirlah seorang nabi Allah bernama Isa Almasih yang di kemudian hari menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mewartakan "kabar baik" dari Allah khusus kepada bangsa Israel di seputaran kota Jerusalem sampai usianya mencapai 33 tahun, saat mana secara ajaib dia menghilang dari tengah-tengah umat yang mempercayainya sebagai rasul utusan Allah.

Pada masa kerasulannya, nabi Allah yang sejak lahir diberi nama Isa Ibn Maryam oleh ibundanya ini dikenal oleh bangsa Romawi dan Yunani sebagai "manusia ajaib" yang entah bagaimana ceritanya, kemudian mereka beri nama baru sebagai Yesus Kristus.

Karena keajaibannya -- yang sebetulnya tidak perlu diherankan karena semua nabi Allah sudah pasti ajaib -- sekelompok orang yang dekat dengan penguasa Romawi yang kala itu menjajah negeri mereka, percaya bahwa nabi Yesus adalah putra Allah, bahkan saking besarnya kekaguman orang-orang ini pada keajaiban sang nabi, mereka pun meyakini bahwa sang nabi adalah Allah itu sendiri!

Celakanya, pemahaman yang 100% berbasis pagan ini -- yang percaya bahwa Tuhan mempunyai anak dan Istri -- kemudian mereka paksakan kepada semua orang di negeri-negeri jajahan bangsa Romawi masa itu, sehingga tentu saja menimbulkan pertentangan keras di antara orang-orang yang dengan sangat tegas menolak ide sinting itu dengan orang-orang yang percaya begitu saja!

Akibatnya terjadilah konflik berkepanjangan yang mengakibatkan terpecahnya pengikut sang nabi menjadi dua golongan besar, yakni mereka yang percaya bahwa Yesus adalah tuhan, dan golongan yang tetap berpegang teguh pada ajaran keimanan dari sang nabi bahwa Yesus adalah nabi Allah.

Untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan ini, akhirnya pada tahun 325M golongan yang menuhankan Yesus dan posisi politisnya  dekat dengan penguasa Romawi tadi, merekayasa sebuah konsili atas nama Imperium Romawi yang ketika itu di bawah pemerintahan Kaisar Konstatin, agar selanjutnya atas nama imperium Romawi secara resmi menetapkan bahwa Yesus adalah tuhan!

Sementara itu, entah kapan persisnya, tapi dibuat seolah-olah hasil kerja tahun 50-60 Masehi, yakni pada masa berlangsungnya pertikaian antara golongan yang mengakui dan tidak mengakui Yesus sebagai tuhan tadi, atau sekitar 30 tahun setelah secara ajaib nabi Yesus menghilang dari Jerusalem, atau CATAT INI: lebih kurang 7-8 abad setelah nabi Yesaya menuliskan kalimat dalam Yesaya 9:6 di atas; seseorang yang disebut-sebut sebagai Lukas yang namanya kemudian dinisbatkan sebagai nama salahsartu dari empat injil kanonik dalam Bible menulis begini:
"Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud." (Lukas 2:11)
Perhatikan "cocokologi" ayat Lukas tsb dengan ayat Yesaya ini: 
"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai." (Yesaya 9: 6)
Mudah dipahami bahwa ide menuliskan kalimat nyeleneh Lukas ini sebenarnya berasal dari hasil kerja kelompok orang-orang yang meyakini Yesus sebagai tuhan tadi melalui penelitian mereka ke dalam kitab-kitab umat Yahudi yang seenaknya mereka comot, lalu mereka klaim sebagai kitab Perjanjian Lama dalam kitab mereka.

Tujuan penulisan Lukas 2:11 itu juga mudah dipahami, yakni untuk meyakinkan pembacanya bahwa kelahiran nabi Yesus yang kala itu sudah menghilang entah ke mana, sebenarnya sudah dinubuatkan oleh nabi Yesaya sebagai kelahiran "seorang" tuhan!

Padahal antara tulisan nabi Yesaya dalam Yesaya 9: 6 dengan tulisan entah siapa dalam Lukas 2: 11 ini sebetulnya tidak ada hubungannya sama sekali!

Kenapa?
Karena dalam pembukaan kitabnya, nabi Yesaya sendiri sudah lebih dulu menjelaskan bahwa segala yang tertulis dalam kitabnya adalah peristiwa-peristiwa yang sepenuhnya terjadi pada masa raja-raja Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia memimpin Yudea, atau menurut catatan sejarah sekitar 700-800 tahun sebelum nabi Yesus lahir.

Perhatikan huruf KAPITAL pada ayat pertama kitab Yesaya ini:
"Penglihatan yang TELAH DILIHAT Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem DALAM ZAMAN Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda." (Yesaya 1;1)
Sangat jelas tertulis "telah dilihat" yang artinya sudah terjadi, dan terjadinya pada, atau "dalam jaman" raja-raja Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, memimpin Yudea."

Cocokologi di atas akan semakin jelas terlihat sebagai 100% kelanjutan dari comortologi para pengarang dan editor alkitab dari hasil rekayasa comsani -- alias comot sana comot sini -- Perjanjian Lama, jika kita perhatikan pula ayat-ayat pembuka injil Lukas ini:
"Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar." (Lukas 1;1-4)
Ayat-ayat pertama dalam injil Lukas ini patut diduga kuat ditujukan pada seorang bangsawan Romawi pada jaman pendudukan Imperium Romawi atas tanah Judea, dan secara keseluruhan dapat diartikan sebagai pengakuan bahwa segala yang ditulis oleh pengarang injil Lukas ini bersumber dari hasil nguping kabar burung dari kanan kiri. Sedangkan selebihnya hanya hasil karangan belaka!

Dalam tela'ah lebih lanjut, kita akan menemukan banyak sekali tulisan Lukas yang kontradiktif atau menyimpang jauh dari tulisan dalam tiga injil kanonik lainnya dalam mengisahkan peristiwa yang sama, terutama dengan injil Markus dan Matius. Ini adalah bukti bahwa siapapun yang menggunakan nama Lukas dalam injil Lukas cuma pengarang cerita-cerita imajinatif belaka.

Sampai di sini, kita bisa melihat sendiri bahwa apa yang diklaim oleh pengikut Paulus dewasa ini sebagai nubuat -- khususnya tentang berbagai peristiwa yang lekat dengan Yesus Kristus -- sebetulnya cuma hasil karangan berbasis ilmu COMOTOLOGI ayat-ayat dalam Perjanjian Lama untuk diaplikasikan sebagai ilmu COCOKOLOGI dalam Perjanjian Baru.

Ada puluhan ayat-ayat jenis ini dalam Perjanjian Baru hasil kerja kolektif Markus, Matius, Lukas, Paulus, dan Yohanes yang membuktikan bahwa selama ini gereja telah merekayasa hubungan antara ayat-ayat dalam Peranjian Lama dengan ayat-ayat dalam Perjanjian Baru dengan metode COCOKOLOGI guna "membenarkan" ketidakbenaran doktrin-doktrin pokok kristen, terutama tentang ketuhanan Yesus!

Perhatikanlah, bagaimana anehnya tulisan dari masa 28 abad silam diothak-athik pada 20 abad silam, kemudian digathuk-gathukin menjadi satu kitab pada 16 abad silam -- kemudian diimani begitu saja dan dibela mati-matian pada abad ini -- tanpa pengetahuan yang cukup tentang perjalanan sejarahnya.


YA! Begitulah repotnya jika coba merekayasa akal-akalan sendiri yang diklaim sebagai firman Tuhan!

[Catatan Lama GM]

Tuesday, October 20, 2015

Cocokomologi Bibel Seputar Yesaya 7:14 Dan Matius 1:23 Tuesday, October 20, 2015


Dalam banyak perdebatan kristologi dengan umat kristen, pada umumnya mereka demikian yakin ketika menegaskan bahwa kedatangan Yesus sebagai Allah sudah dinubuatkan didalam PL.

Nubuat ini bisa dilihat dari beberapa ayat yang ada dalam PL yang sekilas mirip dengan ayat-ayat yang ada didalam PB. Salahsatunya adalah yang tetulis dalam kitab Yesaya 7:14, yang kemudian di "othak-athik-gathuk-in" dengan tulisan dalam Matius 1:23 berikut ini:

Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. (Yesaya 7: 14)

Ayat ini tampak "pas banget" dengan berita kedatangan Yesus dalam PB ini:

Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel. (Matius 1: 23)

Karena dianggap memiliki kisah yang sealur, maka diyakinilah bahwa Yesaya 7:14 ini merupakan nubuat untuk Matius 1:23 yang tertuju kepada Yesus.

Imanuel ini diartikan sebagai Yesus yang bersama dengan Allah (imanuel adalah kata Ibrani yang berarti, “Allah bersama kita”.)

Yesaya 7:14 ini kemudian "di-othak-athik-gathuk-in" lagi dengan Yesaya 9: 6 yang tertulis begini:

"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai."

Karena Yesus dianggap sebagai penjelmaan Allah oleh umat Kristen, maka mereka meyakini bahwa kitab Yesaya adalah benar berisi nubuat tentang Yesus, sebab dalam Yesaya 9:6 misalnya, diterangkan anak yang lahir tsb  sebagai Allah yang perkasa!

Tapi sepertinya para pengikut Paulus ini sangat kemproh (ceroboh) dalam mencermati kandungan kitabnya sendiri, apalagi jika mengira sudah sangat piawai dalam memainkan “othak-athik-gathuk” alias cocokologi a'la kristen ini, karena luput memperhatikan bahwa sejatinya ayat-ayat Yesaya tsb tidak pernah menyentuh sampai ke jaman Yesus seperti sudah wanti-wanti dijelaskan lebih dulu pada ayat pertamanya begini:

Penglihatan yang telah dilihat Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem dalam zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda. (Yesaya 1:1)

Jadi, lingkup ayat-ayat Yesaya hanya berpusat pada cerita di jaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, yakni para raja-raja Yehuda, jauh sebelum kelahiran Yesus!
  • Lalu bagaimana dengan Yesaya 7:14 dan Matius 1:23? Kenapa penggambarannya sama? Bukankah imanuel itu hanya tertuju pada Yesus?
Untuk menjawab ini, pertanyaan harus dirobah menjadi begini:
Benarkah nama atau panggilan "Imanuel" itu hanya untuk Yesus seorang?

Ternyata jawabannya adalah TIDAK!

Imanuel dalam bahasa Ibrani artinya adalah "Allah bersama kita". Dengan demikian, yang dimaksud sebagai Imanuel adalah orang yang selalu disertai oleh Allah, bisa siapa saja, tapi yang paling mendekati dan selalu benar adalah para nabi Allah. Kesimpulan ini bisa dibuktikan dengan menunjukkan teks PL dimana Yesaya yang seorang Nabi ternyata dipanggil juga sebagai "Imanuel" oleh Allah.

" ... serta menerobos masuk ke Yehuda, ibarat banjir yang meluap-luap hingga sampai ke leher; dan sayap-sayapnya yang dikembangkan akan menutup seantero negerimu, ya Imanuel!” (Yesaya 8: 8) 
  • Jika demikian, lalu siapakah imanuel dalam Yesaya 7:14?
Merujuk pada Yesaya 1:1, imanuel yang dimaksud tentu saja Nabi yang lahir pada zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia yaitu anak yang telah lahir pada Yesaya 9:6.
  • Bagaimana pula dengan kalimat “Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” dalam Yesaya 9:6 tsb?
Jawabnya, itu adalah kalimat metafora yang Hiperbolik untuk menyanjung seorang Nabi yang lahir di kalangan mereka.
  • Bagaimana dengan kalimat “Allah yang perkasa”, bukankah Allah yang perkasa hanya merujuk kepada Allah saja?
Ternyata dalam PL, titel “Allah” bisa disematkan kepada siapa saja yang menerima wahyu Allah. Ini sesuai dengan ucapan Yesus dalam kitab Yohanes.

Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–," (Yohanes 10:34-35)

Musa pun dalam kitab Keluaran ternyata mendapat tittle “Allah” dari Allah.

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu." (Keluaran 7:1)

Kemudian akan ada pertanyaan lagi:
  • Bukankah dalam Yesaya 9:6 kata “Allah memakai huruf besar sedangkan dalam Yohanes 10:35 kata “allah” memakai huruf kecil?
Supaya anda tahu saja; dalam bahasa Ibrani tidak pernah dikenal adanya huruf besar dan huruf kecil bung!

Munculnya kata “Allah” dan “allah” itu hanyalah sebuah bentuk eksegesis dari para penterjemah bibel untuk membedakan mana “Allah” yang mereka sembah, dan mana “allah” yang tidak mereka sembah. Karena mengangap Yesaya 9:6 ini tertuju kepada Yesus yang mereka sembah, maka kata “Allah” tentu harus diterjemahkan dengan huruf besar.

Jadi, begitulah ilmu "othak-athik-gathuk" yang diolah oleh para "pemikir" di balik pintu rumah-rumah produksi doktrin Kristen guna merekayasa dalil-dalil pendukung teori ketuhanan Yesus!

Agar lebih jelas siapa sesungguhnya Imanuel yang dimaksud oleh Yesaya, perhatikan penjelasan Rabbi Yahudi; Tovia Singer, pemilik sah kitab PL berikut ini:

Monday, March 10, 2014

Satu-Satunya Nubuat Yesus Pun Dianulir Oleh Umat Kristen! Monday, March 10, 2014


Ini cerita menarik!
Tahukah anda bahwa sebagai Nabi Allah, sepanjang hidupnya dulu Yesus pernah membuat SATU-NUBUAT?

Dan tahu pulakah anda bahwa SATU-SATUNYA nubuat Yesus tsb telah DIANULIR, alias dibatalkan secara sepihak oleh pengikut Paulus?

Perhatikan, beginilah NUBUAT Yesus:

[Matius 12:39-40] "Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam."

[Lukas 11:29-30] Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini."

Nubuat yang dimaksud oleh Yesus tsb merujuk pada peristiwa Yunus di bawah ini, yang pada diri Yesus akan terjadi dalam peristiwa penyalibannya.

[Yunus 1:17] Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.

[Yunus 2:1, 10] Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu, Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itupun memuntahkan Yunus ke darat [dalam keadaan hidup - tentu saja]

Lalu, kenapa saya katakan bahwa nubuat Yesus tsb DIANULIR oleh pengikut Paulus?

Begini:
Dalam salahsatu surat-suratnya, Paulus menulis seperti berikut:
[1 Korintus 15:14,17] "Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu."

Kata "bangkit" di sini ternyata kemudian menjadi doktrin hebat yang wajib diartikan oleh seluruh pengikutnya bahwa Yesus HARUS MATI dulu sebelum "dibangkitkan", ENTAH OLEH SIAPA!

Itulah sebabnya kenapa sampai hari ini pun kita masih terus saja bertemu dengan pengikut Paulus, yang seperti orang-orang terhipnotis permanen, tetap bersikeras menyatakan bahwa YESUS MATI DISALIB tanpa sedikitpun PERDULI pada SATU-SATUNYA NUBUAT YESUS di atas!

Padahal kita semua dapat melihat dengan SANGAT JELAS isyarat dari Yesus sendiri, bahwa sama seperti Yunus yang tidak mati di dalam perut ikan [1], maka sesungguhnya YESUS JUGA TIDAK AKAN MATI disalib!

Ini artinya apa?
Mereka lebih memilih untuk mengimani "angan-angan" Paulus dengan menolak Nubuat Yesus, daripada mempercayai isyarat-isyarat dalam kitabnya sendiri bahwa Yesus tidak mati seperti yang mereka harapkan! Eh, aneh juga ya? Kok kematian Yesus malah menjadi harapan?  

[Tapi seperti biasa, lihat saja di sini bagaimana mereka ribut sendiri berdolah-dalih menolak sabda Nabi Allah yang mereka tuhankan tsb dengan berbagai alasan yang tidak jelas].

SUNGGUH IRONIS!

Orang-orang ini mengaku sebagai pengikut Yesus, tapi terang-terangan mengabaikan sabda-sabda Yesus sendiri demi kepercayaan mereka pada semua bualan Paulus!

[Sumber: Gus Mendem Bertanya]

[1] Lihat juga Tiga Hari Di Perut Ikan, Matikah Yunus?

Wednesday, August 7, 2013

Nubuat Yesus Tentang Muhammad Dalam Injil Yohanes Wednesday, August 7, 2013


Dalam Injil Yohanes pasal 14 tertulis:
[15] Jikalau kamu mengasihi Aku turutlah segala hukumku.
[16] Dan Aku akan mintakan kepada Bapa, maka Ia akan mengaruniakan kepadamu Penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya.
[17] Yaitu Roh kebenaran, yang dunia ini tiada dapat menyambut oleh sebab tiada ia nampak Dia, dan tidak kenal Dia; tetapi kamu ini kenal Dia, karena Ia tinggal beserta dengan kamu, dan Ia ada didalam kamu.
[26] Tetapi Penolong itu, yaitu Rohulkudus, yang akan disuruhkan oleh Bapa atas Namaku, ialah akan mengajarkan kepadamu segala perkara itu, dan akan mengingatkan kamu segala sesuatu yang Aku sudah katakan kepadamu.

Dalam Injil Yohanes pasal 14 tertulis:
[26] Akan tetapi apabila datang Penolong yang akan Kusuruhkan kepadamu dari Bapa, yaitu Roh kebenaran yang keluar dari pada Bapa itu, ialah akan menyaksikan dari halku.
[27] Dan kampun akan menjadi saksiku, oleh sebab kamu telah ada bersama-sama dengan Aku dari mulanya.

Dalam Injil Yohanes Pasal 16 tertulis:
[7] Tetapi Aku ini mengatakan yang benar kepadamu, bahwa berfaedahlah bagi kamu jikalau Aku ini pergi, karena jikalau tiada Aku pergi, tiadalah Penolong itu akan datang kepadamu; tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan menyuruhkan Dia kepadamu.
[8] Apabila Ia datang maka Ialah akan menerangkan kepada isi dunia ini dari hal dosa dan keadilan dan hukuman.
[9] Dari hal dosa, sebab tiada mereka itu percaya akan Daku,
[10] dari hari keadilan, sebab Aku pergi kepada Bapa dan tiada lagi kamu melihat Aku.
[11] dari hal hukuman, sebab penghulu dunia ini sudah dihukumkan.
[12] Banyak lagi perkara yang Aku hendak katakan kepadamu, tetapi sekarang ini tiada dapat kamu menanggung dia.
[13] Akan tetapi apabila Ia sudah datang, yaitu Roh kebenaran, maka Iapun akan membawa kamu kepada segala kebenaran; karena tiada Ia berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, malinkan barang yang didengarnya itu juga akan dikatakannya; dan dikhabarkannya kepadamu segala perkara yang akan datang.
[14] Maka Ia akan memuliakan Aku, karena Ia akan mengambil dari pada hak Aku, lalu mengabarkannya kepada kamu.
[15] Segala sesuatu yang hak Bapa itu juga hak Aku, oleh sebab itu Aku berkata, bahwa diambilnya dari pada hak Aku, lalu dikhabarkannya kepadamu.

Keterangan:
Menurut keterangan Injil Yohanes diatas, Yesus telah menubuatkan kedatangan "Penolong yang lain". Penulis-penulis Islam telah menyatakan bahwa yang dimaksudkan dengan "Penolong yang lain" itu ialah Nabi Muhammad s.a.w.

Penterjemah-penterjemah Injil dari golongan Kristen telah mengubah-suai terjemahan kata "Penolong" itu. Dalam Alkitab (Bibel) bahasa melayu hurup Latin yang dicetak oleh Nederlandsch Bijbelgenotschap di Amsterdam tahun 1927 dan disiarkan di Indonesia sebelum perang dunia yang lalu. Kata "Penolong" itu diterjemahkan menjadi  "Penghibur". Dalam "Wasiat yang baharu" bahasa Melayu huruf Arab yang diterbitkan oleh Nederlandsch Bijbelgenotschap tahun 1889 diterjemahkan dengan "Penghibur" juga. Dalam Injil Yohanes bahasa Arab yang ada pada saya kini, perkataan itu diterjemahkan dengan "Al Mu’azzi" (Penghibur). Dalam terjemahan bahasa Arab yang lain disebutnya dengan "Faraqlieh". dari. G.C. Niftrik/Ds. B.J. Boland dalam Dogmatika Masakini menyebutnya dengan "Penghibur" Dalam Alkitab yang diterbitkan Lembaga Alkitab Indonesia di Jakarta tahun 1958 menyebutnya dengan "Penolong". 

Prof. dari. J.H. Bavinck dalam Sejarah Kerajaan Allah II menerangkan bahwa kata "Penolong itu dalam bahasa Yunani ialah paraklétos. Orang Islam sering manafsirkan ayat itu pada Muhammad. Mereka itu katakan, bukan paraklétos (= Penolong) yang tertulis disana, tetapi periklutos (= yang termasyur, yang terpuji). Dalam bahasa Arab periklutos dapat disalin dengan Ahmed."

J. Verkuyl kjuga menulis: "Kata Ahmad dalam bahasa Yunani ialah Periklétos". 

Mengenai nama-nama dalam Alkitab, selalu orang berhadapan dengan kesulitan, karena penulis-penulis Injil acap kali menterjemahkan nama-nama yang seharusnya ditulis dalam bahasa asli dan tidak diterjemahkan.Yesus berbicara dalam bahasa Ibrani, tidak dalam bahaya Yunani. Hal itu dapat dibuktikan dengan beberapa perkataan yang disebut atas nama yesus yang masih tercantum dalam Injil menurut bahasa aslinya. Misalnya Matius 27:46 menyebut perkataan Yesus: Eli, Eli lama Sabchtani", yaiatu dalam bahasa Ibrani.

Penterjemah-penterjemah Injil menterjemahkan nama-nama yang seharusnya dituliskan menurut aslinya, sehingga menjadikan suatu nama yang benar-benar tidak pernah dikenal dizaman Yesus. Misalnya nama Simon yang disebut Yesus dengan Kepas (Yohanes 1:42) yang berarti "karang" atau "batu". Kemudian nama "Kepas" itu diterjemahkan kedalam bahasa Yunani dengan kata "Peterus" yang barti "batu". Seterusnya disebut dalam Alkitab dan dalam kalangan kaum Kristen dengan sebutan "Peterus".Yesus sendiri dan orang-orang dizaman Yesus tidak pernah mengenal seorang yang bernama Peterus sebagai murid Yesus, karena Yesus hanya menyebutnya dengan "Kefas", tidak dengan "Peterus".

Demikian pula mengenai Yesus sendiri.Ia tidak pernah menyebut dirinya "Kristus". Dan orang-orang yang hidup pada zamannya tidak mengenal juga seorang yang disebut Kristus. Kata Kristus itu adalah terjemahan dari perkataan Ibrani Messias (Almasih) yang dalam bahasa Yunani disebut "Kristus" Maka nama-nama yang asli itu telah ditinggalkan, lalu diganti dengan terjemahannya belaka.

Diantara nama-nama yang telah ditinggalkan itu ialah kata "Penolong" atau "Penghibur", yang tersebut dalam Injil Yohanes pasal 14, 15 dan 16.Menurut pihak Kristen kata "Penolong" itu dalam bahasa Yunani "Paraklétos". Di samping itu ada pendapat yang menyebut bahwa kata asalnya dalam bahasa Yunani "Periklétos", yang artinya dalam bahasa Arab "Ahmad", yaitu satu diantara nama Nabi Muhammad s.a.w. Sedang bunyi kata yang asli dalam bahasa Ibrani yang diucapkan Yesus dan kini diganti dengan sebutan "Paraklétos" atau "Periklétos", tidak dapat diketahui lagi, karena Injil Yohanes yang menuliskan kata nubuatan yang diucapkan Yesus itu tidak menuliskannya kata nubuatan yang diucapkan Yesus itu tidak menuliskannya dalam bahasa Ibrani. 

Adapun kemungkinan terjadi perubahan dalam membacakan bunyi beberapa huruf sehingga "Periklétos" (Ahmad) menjadi "Paraklétos", tidaklah suatu hal yang mengherankan dalam Alkitab. Barang siapa suka membanding-bandingkan nama-nama yang tercantum dalam Alkitab, ia akan menjumpai sejumlah besar perubahan dalam menyebutkan sesuatu nama. Sebagai misal, dapatlah dilihat pada nama-nama yang tercantum dalam silsilah yesus.(Lihat Lampiran II pasal IX).

Selanjutnya mungkin pula penyelewengan dalam pentermahan telah terjadi. Sebagai misal, kata "almah" dalam bahasa Ibrani yang tesebut dalam kitab Yesaya pasal 7 ayat 14 yang dihubungkan dengan Matius 1:23. Penulis Injil itu telah menterjemahkannya dengan "anak dara’ supaya dapat disesuaikan kepada Maryam ibu Yesus yang disebut melahirkan Yesus sebagai anak dara. Seang arti yang sebenarnya "wanita muda" atau "anak perempuan yang dewasa", baik ia sudah kawin atau tidak. Maka disini telah terjadi penyelewengan yang dilakukan penulis Injil itu dalam penterjemahan.Keterangan lebih lanjut mengnai penyelewengan ini dapat dibaca dalam Lampiran IV pasal IX.

Selanjutnya, andai kata asal perkataan tersebut dalam bahasa Yunani Paraklétos dan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan "Penolong" atau "Penghibur" atau "seorang yang jadi pembela dalam suatu perkara dihadapan hakim", seperti yang disebutkan oleh dari. J. Verkuyl, nubuatan itu sesuai juga kepada Nabi Muhammad s.a.w. Sebab dalam nubuatan tersebut telah diterangkan berbagai sifat yang harus menyertai Penolong atau Penghibur itu. Sifat-sifat itu adalah sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w.

Nabi Muhammad s.a.w. sebagai seorang Nabi yang datang setelah Yesus, adalah seorang Penolong yang lain yang diutus oleh Tuhan untuk memberikan pertolongan bagi manusia menemukan jalan keselamatan diri mereka dari berbagai bahaya yang akan menyesatkannya. Agama Islam yang disampaikan Nabi Muhammad s.a.w. mengandung berbagai ajaran yang bukan saja menjelaskan tetapi membuktikan adanya pertolongan kepada mereka.

Nabi Muhammad s.a.w. sebagai seorang Nabi yang datang kemudian Yesus, adalah seorang pembera dalam suatu perkara dihadapan hakim. Nabi Muhammad s.a.w. akan menjadi pembela bagi manusia dihari akhirat dalam pengadilan di Mahkamah Ilahi. Pembelaan itu disebut dengan "syafa’at".Dalam ajaran agama Islam disebutkan satu diantara tugas Nabi Muhammad s.a.w. ialah Pemberi syafa’at dan Pembelaan bagi manusia dihadapan Pengadilan Ilahi dihari akhirat.

Seterusnya sifat-sifat yang tersebut dalam nubuatan itu telah sesuai juga kepada Nabi Muhammad s.a.w. Keterangannya sebagai berikut:

Yesus menyebutkan Penolong yang lain itu, "menyertai kamu selama-lamanya" (14:16). Ini menyatakan bahwa Penolong itu adalah nabi yang terakhir, tidak ada Nabi baru lagi yang akan datang kemudiannya. Dengan demikian jadilah agama dan ajaran yang disampaikannya menjadi petunjuk yang menyertai manusia selama-lamanya, yaitu hingga hari kiamat. Sifat ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w., karena ia adalah nabi yang terakhir. Firman Tuhan: 

Ù…َّا Ùƒَانَ Ù…ُØ­َÙ…َّدٌ Ø£َبَا Ø£َØ­َدٍ Ù…ِّÙ† رِّجَالِÙƒُÙ…ْ ÙˆَÙ„َÙƒِÙ† رَّسُولَ اللَّÙ‡ِ ÙˆَØ®َاتَÙ…َ النَّبِÙŠِّينَ ÙˆَÙƒَانَ اللَّÙ‡ُ بِÙƒُÙ„ِّ Ø´َÙŠْØ¡ٍ عَÙ„ِيماً
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu1224, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS. Al Ahzab 40).

Oleh kaena yang dimaksudkan dnegan kedatangan Nabi-nabi itu ialah agama dan ajaran yang dibawanya, maka dapatlah dianggap bahwa Nabi Muhammad s.a.w, adalah menyertai manusia selama-lamanya, karena agama dan ajarannya itu menyertai mereka selama-lamanya.

Penolong itu disebutnya: "Roh kebenaran" dan "Roh Kudus" (14:17 dan 26). Dalam pasal IV telah diterangkan bahwa menurut Al Qurän surah Al Baqarah ayat 87 dan 253, Nabni Isa telah diberi Tuhan kekuatan dengan Roh Kudus, artinya Roh Suci. Menurut tafsiran kaum muslimin Roh Kudus itu ialah malaikat Jibrail. Maka penolong itu disebut Roh Kudus artinya ia disertai malaikat Jibaril yang senantiasa menyampaikan wahyu kepadanya. Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. karena ia disertai malaikat Jibrail yang senantiasa menyampaikan wahyu kepadanya.

Seterusnya telah diterangkan lagi bahwa sebagian ahli tafsir menyatakan bahwa yang dimaksudkan dengan Roh Kudus itu ialah "roh yang suci". Kepada Nabi-nabi telah diberikan Tuhan kekuatan dengan mensucikan "roh-nya". Sebagian ahli tafsir menyatakan lagi bahwa Roh Kudus itu ialah kitab Injil yang diwahyukan Tuhan kepada Yesus, karena dengan ajaran kitab itu roh manusia dapat disucikan. Penafsiran Roh Kudus seperti yang tersebut adalah seusai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia sebagai Nabi telah dikurniakan Tuhan kepadanya "roh yang suci" dan telah diwahyukan kepadanya kitab Al Qurän yang dapat mensucikan roh dan jiwa manuisa. Jadi Penolong itu disebut Roh Kudus, karena ia mempunyai roh yang suci atau mempunyai kitab yang ajarannya dapat mensucikan roh manusia. 

Penolong itu disebut lagi Roh kebenaran, karena ia membawa manusia kepada segala kebenaran. Sifat ini seusai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia sebagai Nabi adalah bertugas untuk membawa manusia kepada segala kebenaran itu. Adapun mengenai penafsiran orang Kristen bahwa yang dimaksudkan dengan Roh Kudus dalam Injil itu ilah oknum Tuhan yang ketiga, maka mengenai hal ini akan diberikan penjelasan lebih lanjut lagi.

Yesus menerangkan Penolong itu: "ialah akan menyaksikan dari halku" (15:26). Sifat ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah memberikan kesaksian yagn sebenar-benarnya tentang hal Yesus dan telah mengkoreksi berbagai ajaran yang tidak benar yang disebut orang mengenai hal Yesus. Ia telah menyaksikan bahwa Yesus hanya seorang Rasul kepada Bani Israil, bukan Tuhan, bukan anak Tuhan dan tidak mati disalibkan.

Yesus menerangkan bahwa Penolong itu: "Ialah akan menerangkan kepada isi dunia dari hal dosa dan keadilan dan hukuman" (16:8). Ini menunjukkan bahwa Penolong itu akan menjadi utusan Tuhan kepada seluruh bangsa-bangsa di dunia. Dalam ajarannya akan dinyatakan tentang hal dosa, keadilan dan hukuman. Sifat-sifat ini seusai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah diutus Tuhan menjadi Nabi dan Rasul kepada seluruh manusia di dunia. Firman tuhan dalam Al Qurän:

 Artinya: Dan tidak Kami utus engkau (Muhammad) melainkan kepada manusia semuanya untuk memberi kabar gembira dan peringatan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (Surat Saba’ 28).

Sabda Nabi Muhammad s.a.w.: 

Dan aku diutus kepada manusia semuanya. [Riwayat Al Buchari].

Seterusnya dalam agama yang diajarkannya, Nabi Muhammad s.a.w. telah menerangkan kepada isi dunia dari hal dosa dan keadilan dan hukuman.

Yesus menerangkan: "banyak lagi perkara yang Aku hendak katakan kepadamu, tetapi sekarang ini tidak dapat kamu menanggung dia. Akan tetapi apabila Ia sudah datang, yaitu Roh kebenaran, maka Iapun akan membawa kamu kepada segala kebenaran". (16:12-13).

Keterangan ini menyatakan bahwa ajaran yang akan dibawa Penolong itu lebih banyak daripada yang telah diajarkan Yesus. Ajaran-ajaran itu belum dapat mereka menanggungnya pada zaman Yesus. Keterangan Yesus ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah datang membawa ajaran yang amat banyak yang belum pernah diajarkan Yesus sendiri. Ia telah datang membawa manusia kepada segala kebenaran mengenai keimanan, ibadat, hukum muamalat, hukum perkawinan, hukum pidana, hukum-hukum yang berhubung dengan kenegaraan, hal budi pekerti dan lain sebagainya yang manusia belum sanggup menanggungnya pada zaman Yesus.

Seterusnya Yesus menyebut Penolong itu: "tiada ia berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, melainkan barang yang didengarnya itu juga akan dikatakannya" (16:13). Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia tidak berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, melainkan semua yang didengarnya sebagai wahyu dari Tuhan, itulah yang dikatakannya. Firman Tuhan: 

    Ø¥ِÙ†ْ Ù‡ُÙˆَ Ø¥ِÙ„َّا ÙˆَØ­ْÙŠٌ ÙŠُوحَÙ‰    ÙˆَÙ…َا ÙŠَنطِÙ‚ُ عَÙ†ِ الْÙ‡َÙˆَÙ‰   Ù…َا ضَÙ„َّ صَاحِبُÙƒُÙ…ْ ÙˆَÙ…َا غَÙˆَÙ‰ 
" .... (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).. (QS. An Najm: 2-4).

Yesus menyebut lagi: "dikhabarkannya kepadamu segala perkara yang akan datang" (16:15). Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah mengabarkan kepada manusia segala perkara yang akan datang. Huzaifah r.a. telah menerangkan sebagai berikut: 

Artinya: Ia (Muhammad) telah berdiri pada kami di satu tempat. Tidak ada ditinggalkannya suatu jua yang ada pada tempatnya itu hingga hari kiamat melainkan telah diceritakannya. Mengingat akan dia orang yang masih mengingatnya dan lupa akan dia oleh orang telah lupa. [Riwayat Al Buchari dan Muslim].

Itu adalah di antara perkara akan datang yang dikhabarkan oleh Nabi Muhammad s.a.w.

Dari pada keterangan yang telah diuraikan diatas dapatlah diketahui dengan jelas bahwa nubuatan itu telah sesuai benar-benar kepada Nabi Muhammad s.a.w.







PENJELASAN:

Tentang ini, seorang facebooker; ustadz Muhamat Mutajir menjelaskan bahwa pandangan Islam terhadap kisah 'Si Penghibur' ini bersandar pada dalil-dalil berikut:

Dalil Pertama: [Yohanes 14:16] dikatakan bahwa "penolong itu akan menyertai kamu selama-lamanya." Ini maksudnya bahwa penolong itu adalah nabi akhir zaman, tidak ada lagi penggantinya (penolong) lain, yang akan membawa syariat baru lagi. Dan syariat agama yang akan dibawa oleh Nabi (penolong) itu AKAN berlaku terus hingga hari kiamat. Nabi itu adalah nabi penutup (khatamun nabiyyin - QS. Al-Ahzab:40) yang syari'atnya akan menyertai manusia sepanjang zaman dunia ini.

Mengenai istilah "penolong" ini adalah menerangkan istilah "messias", kata itu sebenarnya berasal dari istilah yunani "paracletos" yang berarti "penghibur" atau "mehanem" dalam bahasa yahudi. Tetapi disini kita tidak usah mempertentangkan arti "penolong" atau "penghibur" sebab kedua-duanya dapat diterima untuk dinisbatkan kepada Muhammad saw dan kedua-duanya berarti baik, tidak bertentangan satu sama lain. Kata paracletos menurut dari.GA. Nallino, seorang orientalis bangsa italia, berarti dalam bahasa arab "ahmad" atau "muhammad" yang juga berarti keduanya sama "yang banyak terpuji"

Dalil kedua: [Yohanes 14:17] dikatakan bahwa dunia ini umumnya tidak dikenal tidak nampak akan (kedatangan) penolong itu akan tetapi (kamu) yahudi mengenalnya, sebab roh kebenaran (wahyu) yang dibawa penolong atau nabi itu ada pula berserta kamu yaitu kitab taurat di mana disebutkan di dalamnya tentang kedatangan penolong itu dan kitab yang dibawa itu isinya dan aturan ibadahnya sesuai dengan isi kitab taurat, seperti 10 perintah Tuhan.

Konteksnya adalah bukan apa yang dapat dipuji dalam muhamad tetapi adalah sebuah definisi; atau arti dari sebuah "nama" yang mereka terjemahkan atau ganti dalam bahasa lain.

Dalil ketiga: [Yohanes 15:26] bahwa penolong (nabi) itu akan menyaksikan dari hal Yesus itu dan kesaksiannya berasal dari Roh kebenaran yakni berasal dari wahyu Allah swt. Sebab kesaksian itu cocok dengan kenyataan pengalaman Yesus yang sebenarnya sebagaimana juga yang riil dilihat dan disaksikan oleh pengikut-pengikut Yesus (bukan Paulus) ketika itu (Yohanes 15:27).

Hal ini amat cocok sekali tentang Isa almasih dalam Al-Qur'an bahwa bibliografi Yesus (tanpa koreksi) Al-Qur'an akan merupakan misteri sumbang dalam mata rantai sejarah. Orang masih ingat kenyataan sejarah yang wajar yang diceritakan jauh sebelum masa Yesus mengapa di zaman Yesus orang harus mempercayai kenyataan yang abnormal misalnya Tuhan terbang ke langit atau menjelma menjadi manusia. (Paham Pagan Majusi).

Tetapi Al-Qur'an alias roh kebenaran akan menjelaskan peristiwa-peristiwa aneh dalam hidup Yesus itu dengan cara yang wajar yakni pengklasifikasian antara yang mana kodariat Ilahi dan yang mana kodariat non ilahi alias manusia biasa.

Al-Qur'an telah meletakkan dasar-dasar berita itu secara proporsional sehingga tidak mungkin Yesus itu dipertuhankan. Al-Qur'an telah meletakkan dasar2 kodariat isa almasih sesuai proporsinya..dengan demikian sudah jelaskan bahwa orang yang dimaksud adalah Muhammad saw,sebab tidak ada orang lain lagi yang begitu terang penyaksiannya tentang mysteri Yesus itu..

Dalil keempat: [Yohanes 16:17] dikatakan nabi itu tidak akan datang atau lahir jikalau beliau (Yesus) tidak pergi. Maka nabi (penolong) itu tidak akan datang kepadamu (umat yahudi). Ayat ini jelas menunjukkan bahwa Nabi (penolong) itu adalah Nabi yang segera akan datang berikutnya setelah masa kenabian Yesus,jika Yesus saat itu msh aktif/hidup maka akan terjadi dualisme kepentingan syari'at yang luas dan mendunia dari nabi muhammad dengan syari'at terbatas hanya untuk bangsa israel dan Yesus harus pergi dulu barulah nabi itu akan lahir.

Jadi kepergian Isa adalah sebagai ibarat atau isyarat "suruhan" bagi kedatangan Nabi muhammad saw, sebab tidak mungkin Yesus meminta nabi muhammad sebaga nabi tetapi "yang diminta" itu hanyalah sebagai simbol saja karena hakekatnya, baik hak muhammad (kenabian dan kitab yang dibawanya) ataupun hak Isa adalah hak Allah semua (nanti akan disebutkan pada Yohanes 16;15).

Dalil kelima: [Yohanes 16;8] dikatakan nabi (penolong) itu akan menerangkan kepada isi dunia dari hal dosa, keadilan dan hukuman. Dalam ayat ini saja kita sudah melihat 2 hal yang jelas sekali hanya sesuai dengan nabi muhammad dan tidak sesuai dengan Yesus atau yang lainnya.

Dakwahnya (Al-Qur'an) selalu didahului dengan kalimat; "hai manusia, hai orang-orang yang beriman, atau, hai Bani adam!"

Dosa, keadilan dan hukuman berarti penerapan syari'at islam dalam pemerintahan dan strata sosial kemasyarakatan, di mana tidak cuma soal duniawi saja tapi juga ukhrawi (akherat), atau balasan sorga dan ancaman neraka. Bikan seperti dalam kristen, Tuhan digambarkan sebaga penebus dosa. Tetapi dalam kitab suci yang dibawanya itu ada pembalasan dan hukuman bagi orang-orang yang melanggar perintah Tuhan seperti; rajam pelaku zina, potong tangan pencuri, penggal bagi pembunuh, bayar fidyah jika tidak melakukan puasa, aturan zakat yang jelas, dsb.

Dalam ajaran kristen, balasan bagi pendosa adalah cukup percaya Yesus mati guna menebus dosanya. Sama sekali tidak ada balasan yang setimpal atau diberlakukannya azaz keadilan bagi korban perbuatan dosanya!


[Sumber: Islam Menjawab Fitnah]

Thursday, July 26, 2012

Tiga Hari Di Perut Ikan, Matikah Yunus? Thursday, July 26, 2012

Matius mengisahkan dalam injil yang dikarangnya tentang ahli Taurat dan orang Farisi yang datang kepada Yesus untuk meminta tanda itu. Mereka berkata, “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu.” (Matius 12:38)

Mereka menuntut hakikat dari kebenaran yang dibawa Yesus. Yang mereka minta bukan hanya suatu permainan “sulap” atau “kecepatan permainan tangan”, seperti mengeluarkan kelin ci dari dalam topi, atau menginjak bara api. Mereka menganggap mukjizat seperti itu hanya semacam permainan sihir dari para peramal atau dukun pembuat jampi-jampi.

Tapi apakah Yesus sudah membuktikan kebenaran janji nubuat yang pernah diucapkannya itu? 
Nanti dulu! Paulus Yang sangat dipercaya oleh umat Kristen itu pernah mengatakan: “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.” (I Tesalonika 5:21 )

Jadi, MARI KITA BUKTIKAN!

[Matius 12:39-40] Namun Yesus menjawab permintaan orang Yahudi itu dengan keras dan kasar. Ia berucap, “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” .

Dari perkataan di atas terlihat, Yesus tidak berusaha bersikap baik dan lemah lembut kepada orang Yahudi dengan menunjukkan bukti-bukti yang pernah diberikan selama itu, misalnya:

(a). Mukjizat memulihkan penglihatan seorang pengemis buta yang bernama Bartimeus. (Markus 10:46-52) dan (Lukas 18:35-43)

(b). Mukjizat menyembuhkan penyakit pendarahan wanita yang dideritanya selama dua belas tahun, sehingga sampai meng habiskan semua miliknya. Yesus melakukan itu hanya dengan menjamah jubahnya. (Markus 5:25-34)

(c). Mukjizat mengeluarkan roh jahat ke dalam tubuh kawanan babi yang berjumlah lebih dari dua ribu ekor. (Markus 5:1-20)

(d). Mukjizat memberi makan kepada lima ribu orang yang mengikutinya. (b:l-15)

Namun sayang, terhadap orang Yahudi Yesus tidak mengingatkan mereka. Yesus tidak berusaha mengingatkan orang Yahudi agar tidak menuntut hal-hal baru dan mengajak mereka merenungi kembali tanda dan mukjizat yang sudah pernah ia berikan. Di sini Yesus malah menyatakan dengan keras dan kasar kepada mereka: “Tidak akan diberikan tanda, (kecuali satu tanda), seperti tanda Nabi Yunus!

Lantas apa sebenarnya tanda (mukjizat) Nabi Yunus itu?

Untuk menemukan jawabannya, terlebih dulu kita harus membaca surat Yunus dalam Perjanjian Lama. Menurut kitab itu, Allah telah memerintahkan kepada Yunus agar pergi ke kota Niniwe untuk memperingatkan penduduk kota itu agar segera bertobat dan insaf dari segala tingkah lakunya yang jahat. (Yunus 3:8)

Namun ternyata Yunus enggan pergi ke Niniwe. Ia malah melarikan diri ke Yafo. Di sana ketika ia melihat sebuah perahu yang akan berlayar, dengan cepat ia naik untuk melarikan diri dari perintah Allah.

Ketika perahu berada di tengah laut, tiba-tiba datang angin topan dan gelombang besar yang menakutkan. Melihat kejadian ini si nakhkoda berkeyakinan bahwa di antara penumpangnya pasti ada salah seorang yang telah berbuat durhaka. Si nakhkoda kemudian berembuk dengan para penumpangnya untuk menga tasi masalah ini. Kemudian mereka berkata, “Marilah kita undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini.” (Yunus 1:7)

Meskipun Yunus merasa enggan memenuhi perintah Allah untuk pergi berdakwah, tapi setelah kalah dalam undian, dengan gagah berani ia menawarkan diri untuk melaksanakan hukuman itu. Katanya, “Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu.” (Yunus 1:12)

Setelah itu, hidup Atau matikah, Nabi Yunus?

Dengan gagah berani Yunus menyerahkan dirinya untuk dijadikan tumbal dan korban. Dengan sendirinya, saat dilemparkan ke dalam laut, ia tidak perlu dibunuh lebih dulu dengan cara dipenggal atau ditikam. Sebab ia sudah dengan sukarela menyatakan kesediaannya dilempar ke laut seraya berkata, “Campakkanlah aku ke dalam laut! “ Dan benar saja, setelah itu gelombang laut dan angin ribut benar-benar reda!”

Kini perlu kita tegaskan bersama, “bagaimanakah keadaan Nabi Yunus ketika dilemparkan ke dalam laut, sudah mati atau masih hidup?”

Semua anak-anak Sekolah Minggu akan menjawab tanpa pikir panjang lagi: “Dalam keadaan hidup! 

Coba fikir sendiri, apakah hanya secara kebetulan saja kemudian Nabi Yunus ditelan oleh ikan besar, dan bagaimanakah kira-kira keadaannya setelah berada di dalam perut ikan besar itu, hidup atau mati?

Dengan serentak anak-anak Sekolah Minggu pasti akan menjawab, “Dalam keadaan hidup!”

Kenapa? 

Mereka akan menjawab dengan serentak, “Di salam perut ikan besar itu Yunus berdoa kepada Tuhan Allahnya. Katanya, “Dalam kesusahan aku berdoa kepada Tuhan dan Ia menjawab aku.” (Yunus 2:1-2) Selanjutnya anak-anak itu akan menjawab lagi, “Yang jelas di dalam perut ikan itu Yunus hidup, karena orang mati tidak mungkin berseru dan berdoa!”

Lantas bagaimanakah keadaan Nabi Yunus selama tiga hari dibawa ikan besar itu mengharungi lautan, mati atau hidup?

Jawaban mereka tetap tidak akan berubah: “Hidup!”

Dalam keadaan hidup atau matikah setelah tiga hari akhirnya ikan besar tsb memuntahkan Nabi Yunus ke tepi pantai?

Jawaban mereka tetap tidak berubah: “Hidup!”

Jawaban anak-anak Sekolah Minggu itu, walau bagaimanapun, dapat diterima oleh semua golongan agama, baik Yahudi, Nasrani, maupun Islam. Karena memang tidak ada bukti kitabiah yang mengatakan bahwa Nabi Yunus mati di dalam  peristiwa itu.

Jadi, jika Nabi Yunus diyakini hidup selama tiga hari tiga malam di dalam perut ikan, maka seharusnya Yesus juga hidup selama tiga hari berada di dalam kuburnya, atau rahim bumi sebagaimana yang dinubuatkannya sendiri.

Kenapa doktrin kristen menyatakan bahwa Yesus mati?
Karena kekristenan memang bergantung kepada benang lapuk. Mereka tidak malu-malu melawan akalnya sendiri dan menyatakan bahwa “Yesus mati”. 

Sebenarnya hal ini dilakukan demi mengabadikan “gagasan” tentang Yesus sang juruselamat. Karena itulah, tidak bisa tidak; harus dijawab bahwa selama tiga hari tiga malam dalam kuburnya, Yesus mati. Padahal kita semua tahu bahwa pernyataan ini sangat berbeda dan bertolak belakang dengan apa yang dirtegaskan oleh Yesus sendiri di dalam nubuatnya! 

Nabi Yunus tetap hidup selama tiga hari tiga malam di perut ikan, tetapi meski menjadi berdusta dengan nubuatannya sendiri, Yesus "harus" dianggap mati selama tiga hari tiga malam di rahim bumi! 

Ternyata janji nubuatan Yesus tsb mentah-mentah dinafikan dan ditolak oleh ajaran Kristen demi mendukung akal-akalan  Paulus yang terlanjur memproklamirkan bahwa Yesus mati disalib -- dan dibangkitkan pada hari ketiga di antara orang mati -- untuk memenuhi JANJI KESELAMATAN yang direkayasanya sendiri!

Sungguh malang nasib Yesus, di mana-mana cuma ddijadikan tumbal kepentingan gereja saja!
FAKTA!

[Sumber: Islam menjawab Fitnah]

Contact Form

Name

Email *

Message *