Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Yesus (Prakelahiran). Show all posts
Showing posts with label Yesus (Prakelahiran). Show all posts

Tuesday, June 12, 2018

Yesus Adalah Makhluk Ciptaan Allah Yang Berasal dari Tanah Dan Debu Tuesday, June 12, 2018

Hampir semua pengikut Paulus siap bertegar tengkuk sampai tengkuknya benar-benar tegar seperti beton demi mempertahankan doktrin gereja bahwa Yesus lebih mulia dari Adam karena Adam diciptakan dari tanah dan debu, sedangkan Yesus tidak!

Kita semua sudah hapal luar kepala bagaimana umat ini meyakini PENCIPTAAN Yesus yang "katanya" BERBEDA dari manusia lainnya karena menurut alkitab, tidak melalui proses reproduksi seperti lazimnya yang terjadi pada makhluk bernama manusia, di mana sang jabang bayi Yesus bukan benih yang tumbuh dari hasil pertemuan antara sperma seorang (manusia) laki laki dengan indung telur di rahim ibunda tercintanya.

Padahal ini cuma PROSES, sebagaimana dimaksudkan oleh Allah agar manusia mengerti bahwa tidak ada yang sulit bagi-Nya untuk menciptakan apapun, termasuk menciptakan anak manusia bernama Yesus -- yang dipersiapakan-Nya untuk kelak menjadi salahseoang utusan-Nya bagi bangsa Israel -- tanpa perlu ikut campurnya seorang ayah!

Sama seperti penciptaan Adam, penciptaan Yesus juga terjadi melalui SATU KATA dari firman Allah, yang didalam Al-Quran dijelaskan melalui pelajaran hikmah mengenai konsep "KUN - FAYA KUN!", salahsatu "kalimatullah" yang disalahmengerti oleh umumnya Pengikut Paulus!

Ini cuma satu dari bermilyar milyar mukjizat Allah yang pernah, sedang dan akan terus terjadi sejak kita mengenal-Nya melalui "kabar baik" dari para nabi, sampai saatnya kelak kita akan bertemu sendiri dengan-Nya di akhirat!

Jadi, mulai dari sekarang cobalah belajar bagaimana merobah paradigma dari mindsetting keliru yang diajarkan oleh gereja kalian seperti diatas tadi, karena sesungguhnya proses penciptaan Yesus bukan merupakan mukjizat Yesus, akan tetapi sepenuhnya adalah mukjizat Allah!

Yesus tidak memiliki mukjizat apapun, dan karenanya tidak mungkin dapat bermukizat dari dirinya sendiri kecuali sama persis dengan yang terjadi para nabi lainnya. Jadi, yang selama ini kalian kira adalah mukjizat Yesus itu sesungguhnya adalah peristiwa luar biasa yang terjadi karena Allah berkenan menunjukkan Mukjizat-Nya melalui tangan Yesus! Kitab kalian sendiri menjelaskan hal ini dalam Kisah Para Rasul 2:22.

Sampai di sini, yang perlu dipahami dengan benar adalah bahwa keajaiban penciptaan Yesus tidak seharusnya terpusat pada diri Yesus, melainkan kepada Allah yang menciptakan Yesus! Allah lah yang Maha ajaib, sementara Yesus tidak!

Yesus adalah 100% manusia. demikian gereja kalian sendiri mengajarkannya. Bahkan kitab kalian tidak sedikitpun ragu menuliskan silsilah Yesus yang disebut-sebut sebagai anak Daud anak Abraham. Oleh karena itu tentu saja kita sama-sama tidak akan percaya jika ada yang mengatakan bahwa Daud dan Abraham adalah bangsa Jin, apalagi sebangsa dengan Tuhan!

Alasannya cukup jelas, karena kita belajar dari kitab suci warisan para nabi bahwa Daud dan Abraham adalah manusia. Karena itu, coba dipikir saja sendiri, bagaimana mungkin ada keturunan mereka yang menjadi tuhan dan kalian yakini kebenarannya sampai segitunya?

Kalian tahu tidak; siapa Daud, dan siapa Abraham?
Orang-orang dengan riwayat hidup hebat ini adalah anak Adam!

Jadi, dengan meminjam buah hasil masturbasi rohani bapa-bapa gereja kristen awal yang diabadikan dalam injil Matius 1, maka kalimat berikut ini juga sesungguhnya harus kalian imani sebaik kalian mengimani ayat Matius 1:1 sehingga kesimpulan susunan silsilah Yesus menjadi seperti ini:

[1] Inilah silsilah Yesus, anak Daud anak Abraham.
[2] Inilah silsilah Daud, Anak Abraham anak Adam.
[3] Inilah silsilah Abraham, anak Adam ciptaan Allah.

Ya! Adam, moyang Yesus, moyang Daud, dan moyang Abraham adalah ciptaan Allah, sehingga siapapun yang mengaku-ngaku sebagai keturunannya sudah pasti adalah ciptaan Allah!

Tahukah kalian bagaimana proses penciptaan Adam?
Kitab kalian mengabarkan bahwa Adam diciptakan dari tanah dan debu. Dan hebatnya, dalam sekejap mata langsung menjadi manusia dewasa yang sempurna! Tapi apakah tubuh Adam berbentuk tanah dan debu seperti sosok patung dari tanah liat yang belum kering?

Ternyata TIDAK!
Tubuh Adam sama seperti tubuh kita dengan segala kelengkapannya!

Tapi seperti dijelaskan dalam kitab kalian, segala unsur yang membentuk tubuh Adam dikatakan berasal dari tanah dan debu! Itu sebabnya kenapa masih dalam kitab kalian sendiri, Allah berfirman bahwa kita semua adalah MAKHLUK DARI TANAH YANG AKAN KEMBALI KE TANAH!

Kalau masih belum jelas, baca lagi Pengkhotbah 12:7.

Artinya, semua keturunan Adam adalah makhluk yang tercipta dengan membawa unsur tanah di dalam tubuhnya. Hawa yang konon katanya diciptakan dari rusuk Adam, sekalipun tidak mentah-mentah diciptakan dari tanah dan debu, tapi karena berasal dari tubuh Adam yang segala unsurmya berasal dari tanah, maka jelas dia mewarisi segala unsur tanah Adam, dan karenanya termasuk dalam kelompok MAKHLUK DARI TANAH YANG AKAN KEMBALI KE TANAH!

Bagaimana dengan Daud dan Abraham?
Sama saja! Sebagai anak Adam, mereka juga MAKHLUK DARI TANAH YANG AKAN KEMBALI KE TANAH!

Bagaimana dengan Maria, ibunda Yesus?
Tidak ada bedanya! Sebagai anak Daud, anak Abraham, anak Adam, bunda Maria juga MAKHLUK DARI TANAH YANG AKAN KEMBALI KE TANAH!

Lantas, bagaimana pula dengan Yesus?
Sami mawon! Sebagai 100% anak manusia bernama Maria yang disebut-sebut pula sebagai anak Daud, anak Abraham, tentu saja Yesus termasuk dalam kelompok MAKHLUK DARI TANAH YANG AKAN KEMBALI KE TANAH!

Lain halnya jika Daud dan Abraham adalah sebangsa jin, atau mereka adalah tuhan, maka bolehlah kalian bercerita bahwa Yesus adalah anak jin atau anak tuhan!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!


Friday, April 27, 2018

Pra-Eksistensi Yesus Menurut Yahudi Dan Kristen Friday, April 27, 2018


Salah satu pembaca tulisan saya tampaknya mengalami kesulitan dalam memahami apa yang disebut oleh para sarjana sebagai "pra-eksistensi". Ini adalah istilah teknis, jargon, atau singkatan ilmiah, untuk menunjuk pada motif atau konsep yang terbukti dalam sejumlah teks Yahudi awal dan Kristen awal. Secara khusus, sejumlah teks Kristen perdana menganggap Yesus sebagai "pra-eksistensi". Tetapi ada masalah di sini, jadi saya akan mencoba menjelaskan masalahnya.

Pertama-tama, untuk mengatakan bahwa sesuatu atau seseorang "sudah ada sebelumnya" dapat berarti bahwa dia atau sesuatu itu ada (dalam beberapa bentuk atau lainnya) sebelum penampilan atau keberadaan duniawi dari sosok atau sesuatu itu sendiri. Tetapi itu juga bisa berarti bahwa dia bahkan ada sebelum penciptaan dunia. 

Dalam kasus teks PB tentang Yesus, mereka biasanya menempatkan dia entah bagaimana "ada" di, dan sebagai agen ilahi dari penciptaan segala sesuatu. Lihat, misalnya 1Korintus 8: 4-6; Ibrani 1: 1-2; Yohanes 1: 1-3; Kolose 1: 15-16. Selain itu, Filipi 2: 6-8 umumnya dianggap sebagai pendahuluan dari Yesus "dalam rupa Tuhan," yang kemudian menjadi manusia atau tokoh sejarah dan menyerahkan dirinya kepada ketaatan kepada Tuhan, bahkan sampai disalibkan. .

Anggapan Kristen tentang partisipasi Yesus dalam penciptaan dunia ini bagi sebagian besar sarjana dianggap sebagai perampasan kristologis dan adaptasi dari motif yang ditemukan dalam tradisi Yahudi kuno. Dalam Amsal 8: 22-31, misalnya, hikmat ilahi dipersonifikasikan berbicara tentang dirinya sebagai rekan pra-penciptaan Allah, dan rekan kerja dalam penciptaan. Dalam Barukh 3: 9—4: 4, hikmat surgawi ini diidentifikasikan sebagai Taurat historis (Hukum) Allah (khususnya 4: 1), semacam inkarnasi kitab. Dalam teks-teks Kristen perdana, Yesus adalah manusia, ekspresi atau perwujudan historis dari Firman (Kebijaksanaan) ilahi (seperti dalam Yohanes 1: 1-3).

Ini bukanlah pemikiran Platonis. Jika ada, justru tampaknya menjadi motif atau "logika" pemikiran teologis Yahudi kuno. Pada dasarnya, nampaknya logikanya seperti ini: Tuhan tidak membuat rencananya dengan cepat, tetapi mengatur segala sesuatu dari awal. Jadi, tindakan ilahi dalam sejarah mungkin memiliki permulaannya, pada awalnya. Salah satu ungkapan yang dikemukakan oleh para sarjana adalah "hal terakhir adalah hal pertama." Jadi, dalam tradisi Yahudi ada beberapa hal yang dianggap sebagai "pra-eksistensi", termasuk Taurat, pertobatan, dan nama Mesias. [1] Ini pada dasarnya adalah keyakinan bahwa Tuhan telah merencanakan segalanya sejak awal, dan menyediakan penebusan dunia bahkan sebelum Dia menciptakannya.

Ini tampaknya merupakan gagasan yang kuat dalam pemikiran eskatologis/apokaliptik Yahudi kuno. Jadi, misalnya, dalam 1 Henokh 48: 1-3, sosok mesianik ("Yang Terpilih") yang akan muncul dan melaksanakan penghakiman dan penebusan ilahi di hari-hari terakhir digambarkan sebagai dinamai dan dipilih sebelum penciptaan. Para sarjana merenungkan apakah contoh khusus ini adalah pra-eksistensi "nyata", atau sesuatu yang lebih dekat dengan semacam pra-eksistensi "ideal". Sosok itu dinamai dan ditetapkan sebelum penciptaan, tetapi apakah ini berarti bahwa ia memiliki semacam keberadaan yang nyata? Tapi ini mungkin untuk menekan masalah lebih jauh dari yang ingin diselidiki oleh tradisi Yahudi kuno. Penegasan penting dalam teks ini adalah bahwa Tuhan memiliki segala sesuatu yang direncanakan sejak awal, termasuk penyediaan seorang Mesias, dan bahwa penebusan eskatologis bukanlah kasus dimana Tuhan berusaha untuk memperbaikinya.

Dalam bagian-bagian PB, tokoh sejarah, Yesus dari Nazareth, (cukup luar biasa) dianggap berasal dari pra-eksistensi, paling sering untuk menempatkan perannya juga dalam penciptaan dunia, sebagai agen unik penciptaan. Kami tidak memiliki contoh lain dalam tradisi Yahudi tentang figur sejarah yang hampir kontemporer yang dianggap berasal dari masa sebelumnya. Jadi, misalnya, dalam Yohanes 1: 1-3; Kolose 1: 15-16; Ibrani 1: 1-2, teks-teks ini mengklaim bahwa Yesus yang sudah ada sebelumnya adalah "melalui siapa" dunia diciptakan. Menariknya, dengan satu atau dua pengecualian, tulisan PB menunjukkan sedikit perhatian untuk melampirkan Yesus yang sudah ada sebelumnya pada peristiwa lain dalam sejarah alkitabiah. [2] Sebaliknya, perhatian utama tampaknya telah menghubungkan karya eskatologis dan penebusan Yesus dengan "hal pertama" dan penciptaan dunia.

Salah satu diskusi terbaik tentang masalah ini adalah esai oleh Nils Dahl (semua karyanya tetap layak dipelajari). [3] Sebagaimana dicatat Dahl, PB juga menyatakan bahwa orang-orang yang menjadi tebusan sudah dikenal sebelum penciptaan, dan Yesus yang sudah ada sebelumnya telah ditunjuk sebagai penyelamat mereka. Jadi, sekali lagi, pengajuan pra-eksistensi kepada Kristus bukanlah latihan spekulasi untuk kepentingannya sendiri, tetapi sangat terkait dengan kepercayaan tentang kedaulatan dan tujuan penebusan Tuhan, dan sentralitas Yesus dalam semua ini.

Hal lain yang perlu dipahami adalah, bertentangan dengan beberapa asumsi, anggapan tentang pra-eksistensi Yesus tidak membutuhkan waktu puluhan tahun atau berkembang terlambat. Sebaliknya, bukti (khususnya surat-surat Paulus) menunjukkan bahwa gagasan itu sudah dikenal dan tidak kontroversial di kalangan Kristen perdana dalam beberapa tahun pertama setelah penyaliban Yesus. Dan kita dapat memahami mengapa, jika kita mempertimbangkan logika pemikiran eskatologis Yahudi kuno, di mana hal-hal terakhir karenanya juga menjadi hal pertama. Jadi, jika kebangkitan Yesus membuktikan kepada orang-orang percaya yang paling awal bahwa Yesus adalah Mesias dan Tuhan eskatologis sejati, maka Dia pasti sudah seperti itu sejak sebelum penciptaan. Singkatnya, itu adalah langkah singkat (tapi luar biasa) dari kepercayaan pada signifikansi eskatologis Yesus ke kepercayaan pada pra-keberadaannya, dan kemungkinan membutuhkan sedikit waktu untuk membuat langkah itu.


Footnotes:
[1] Lihat, misalnya, Larry W. Hurtado, “Pre-Existence,” dalam Dictionary of Paul and His Letters , ed. GF Hawthorne dan RP Martin (Downers Grove: Inter-Varsity Press, 1993), 743-46; Jürgen Habermann ,, Perjanjian Präexistenzaussagen im Neuen , Europäische Hochschulschriften, Reihe 23, Theologie, 362 (Frankfurt am Main: Peter Lang, 1990); RG Hamerton-Kelly, “Ide Pra-Keberadaan dalam Yudaisme Awal: Studi dalam Latar Belakang Teologi Perjanjian Baru” (Th.D., Union Theological Seminary, 1966). JDG Dunn, Christology in the Making: A New Testament Inquiry Into the Origins of the Doctrine of the Incarnation, Edisi ke-2. (Grand Rapids: Eerdmans, 1996), adalah salah satu dari sedikit studi panjang buku tentang topik tersebut, tetapi kesimpulan Dunn, misalnya, bahwa teks PB tidak benar-benar menganggap Yesus sebagai pendahulunya, tidak meyakinkan sebagian besar ahli.

[2] Ada rujukan yang aneh dari Paulus tentang batu yang darinya Israel memperoleh air di padang gurun sebagai "Kristus" (1 Korintus 10: 4), dan juga varian tekstual yang menarik dalam Yudas 5, salah satunya menempatkan Yesus sebagai Tuhan yang menyelamatkan Israel dari Mesir.

[3] Nils A. Dahl, “Christ, Creation and the Church,” dalam Latar Belakang Perjanjian Baru dan Eskatologinya: Studies in Honor of CH Dodd , ed. WD Davies dan D. Daube (Cambridge: Cambridge University Press, 1954), 422-43; diterbitkan ulang dalam NA Dahl, Jesus in the Memory of the Early Church (Minneapolis: Augsburg, 1976), 120-40.





Thursday, April 26, 2018

Alfa Omega vs Alpa Menggunakan Logika Thursday, April 26, 2018

YESUS KRISTUS  "BERSABDA" BAHWA BELIAU ADALAH ALFA-OMEGA. 
ARTINYA KITA HARUS PERCAYA BAHWA YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN!

Berapa sering kita mendengar atau membaca bagaimana meliuknya pembelaan habis-habisan rata-rata umat Paulus untuk membenarkan doktrin yang menjadi keyakinan mereka bahwa Yesus Kristus (pbuh) -- utusan Allah untuk bangsa Israel itu -- adalah tuhan bagi umat Kristen?  

Tidak hanya sekedar berjibaku membenarkan iman sendiri, bahkan tanpa ragu-ragu sedikitpun mereka berusaha pula menjajakan mimpi seumur hidup seluruh pengikut Paulus ini, yaitu produk kedaluwarsa made-in bapak moyang gereja awal yang diberi merek dagang "Yesus adalah Tuhan" plus macem-macem kecap sebagai bonus di sana sini, agar mudah-mudahan "dibeli" oleh umat Islam.

Salahsatu kecap yang mereka yakini lezat dan tak terbantah adalah apa yang kerap digaungkan oleh pendeta mereka di mimbar-mimbar gereja, yaitu pernyataan Yohanes berdasarkan hayalan dan mimpi-mimpinya selama masa pembuangan di Pulau Patmos. Menurut pernyataan Yohanes (jadi bukan menurut pernyataan Yesus Kristus), Yesus Kristus (pbuh) adalah Alfa-Omega. (Lihat Wahyu 22:13)

Dalam teologi dogmatika Kristen, Alfa-Omega umumnya diartikan dan dipahami oleh jemaat kristen tradisional sebagai "yang pertama dan yang terakhir", yang dalam konteks ini diyakini merupakan salahsatu sifat absolut ALLAH, Tuhan nenek moyang seluruh makhluk ciptaan ALLAH di jagad raya ini. Oleh karena itu, Yesus pun dianggap sebagai tuhan!

Nah, adik-adikku yang hari gini masih kristen, perhatikan baik-baik ya?
Alfa-Omega berasal dari bahasa Yunani Koine di daratan Eropa, bahasa yang digunakan oleh bapak moyang gereja awal untuk menulis buku tebal bernama Biblos hasil nyomot dari sana-sini tulisan, kitab-kitab, dan karangan orang-orang terdahulu lalu mereka jadikan sebagai kitab suci Kristen seperti yang terjemahannya kalian imani sebagai buku yang sama sucinya dengan Biblos "asli" sampai sekarang ini. Padahal terjemahan Biblos yang kalian beri nama alkitab -- hasil nyomot perbendaharaan kata dari Al-Quran -- itu sejatinya adalah kitab terjemahan dari salinan terjemahan yang disalin dari salinan terjemah kitab salinan yang diterjemahkan lalu disalin dan diterjemahkan lagi untuk selanjutnya terus menerus diterjemahkan dan disalin terjemahannya hingga sekarang ini!
Oleh karenanya, maka cermati pula baik-baik catatan penting ini!
Pertama; Yesus yang lahir, tumbuh berkembang dan menjadi dewasa hingga dikabarkan mati tersalib di bukit Golgota adalah orang Israel turunan Yahudi tulen yang tidak pernah ke Eropa, dan dipastikan tidak perlu berbicara dengan sesama orang Yahudi Israel dengan menggunakan bahasa Yunani!

Jadi, ketika bapak moyang gereja kalian mengarang cerita lewat tulisan entah siapa yang konon katanya adalah Yohanes dalam (sebuah buku yang kemudian mereka beri nama sebagai) Kitab Wahyu bahwa dalam mimpinya Yohanes mendengar Yesus menyatakan diri sebagai Alfa-Omega, terms yang sama sekali asing dan tidak pernah dikenal dalam tradisi bertutur bangsa Yahudi, tentu saja ungkapan ini menjadi sangat ganjil sekaligus sangat mencurigakan, khususnya bagi umat Yahudi sendiri!

Kedua; Alfa-Omega dalam bahasa Yunani, atau Alif-Ya dalam bahasa Arab, dan jika dipaksakan juga untuk disebut dalam bahasa Ibrani menjadi Aleph-Tav, bagi bangsa Arab dan bangsa Yahudi sebagai sesama pengguna bahasa yang berakar dari bahasa Semitik, dipastikan tidak ada artinya!

Umat Islam dan Umat Yahudi memang sama-sama meyakini bahwa ALLAH itu KEKAL yang digambarkan dengan sebutan Yang awal dan yang akhir, atau lebih spesifik lagi, disebutkan di dalam Al-Quran sebagai yang tidak berawal dan tidak berakhir. 

Dalam Al-Quran hal ini dilambangkan dengan kalimat الاول الاخر (Al Awwal Al Akhir) dan dalam Tanakh dilambangkan dengan kalimat רִאשׁ֔וֹן וְאֶת־ אַחֲרֹנִ֖ים (ri-šō-wn, wə-’eṯ-’a-ḥă-rō-nîm), bukan Alif-Ya atau Aleph-Tav!

Nah, tahukah kalian bahwa konsep Tuhan Sejati Yang Tidak Berawal Dan Tidak Berakhir sebagaimana sama-sama diimani oleh umat Islam dan umat Yahudi sebagai satu-satunya Tuhan yang benar inilah yang kemudian dicomot mentah-mentah oleh para bapak moyang gereja kalian lewat karangan Yohanes guna mendukung doktrin ciptaan mereka sendiri yang tidak pernah diakui oleh Yesus Kristus (pbuh) bahwa beliau adalah tuhan! 

Lihat urutan ke 265 dalam daftar ayat-ayat dalam PB yang terbukti adalah hasil mencontek habis-habisan dari PL milik umat Yahudi di sini: 

Ketiga: Menisbatkan terms Alfa-Omega kepada Yesus Kristus (pbuh) dengan maksud agar dipahami sebagai bukti bahwa beliau adalah tuhan, justru menggampar sangat keras makna hakiki dari Alfa-Omega itu sendiri!

Kenapa?
Karena arti Alfa-Omega adalah tidak pernah tercipta, DIA sudah ada sebelum segala makhluk di jagad raya ini tercipta, dan tetap ada -- atau tidak diketahui bagaimana kesudahannya -- setelah segala makhluk yang pernah tercipta di jagad raya ini seluruhnya mati! Sedangkan faktanya, Yesus Kristus (pbuh) lahir jutaan, bahkan miliaran tahun setelah segala makhluk di jagad raya ini tercipta, dan dikabarkan pula mati sebelum milyaran makhluk ciptaan sang Alfa-Omega Sejati masih hidup dan secara alamiah terus beregenerasi sampai tiba waktunya kelak kiamat tiba. Dan ironisnya Yohanes yang sama dalam kitab yang sama, yakni dalam Wahyu 3:14, menegaskan pula bahwa sesungguhnya Yesus Kristus (pbuh) adalah ciptaan Allah, sehingga wajar saja terdengar sungguh amat menggelikan jika beliau disebut-sebut mengaku pula sebagai Alfa-Omega!
Artinya, doktrin yang memaksa Yesus Kristus (pbuh) sebagai Alfa-Omega sesungguhnya 100% HOAX, karena selain terbukti melawan kitab kristen sendiri, juga melawan natur bernalar mayoritas manusia berakal yang sehat lahir bathin!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!



Monday, February 12, 2018

Benarkah Hanya Yesus Satu Satunya Manusia Yang Berasal Dari Allah? Monday, February 12, 2018

Dalam Injil Yohanes 7, kita menemukan "cerita karangan" yang menuliskan ucapan Yesus sbb:

[28] Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.
[29] Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.

Nah, kalimat di atas itu menjadi salahsatu dogma sakti gereja yang dijejalkan ke dalam benak setiap jemaatnya bahwa Yesus adalah Tuhan, karena TIDAK ADA MANUSIA MANAPUN DI DUNIA INI ANG DATANG DARI ALLAH KECUALI YESUS!

Atau menurut "karangan" lainnya dalam injil Yohanes 8:23 disebutkan juga, HANYA YESUS YANG DATANG DARI ATAS, TIDAK ADA MANUSIA LAIN YANG SEPERTI DIA!

Lalu apa jawaban ALLAH, Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhannya Yesus di dalam Al-Quran?
"KEPADAKULAH KALIAN SEMUA AKAN DIKEMBALIKAN!"
  • QS. 2: 28, 245, 281,
  • QS. 3: 83,
  • QS. 6: 36, 62,
  • QS. 9: 94, 105,
  • QS. 10: 30, 56,
  • QS. 11: 34,
  • QS. 19: 40,
  • QS. 21: 35,
  • QS. 23: 115,
  • QS. 24: 64,
  • QS. 28: 39, 70, 88,
  • QS. 29: 17,
  • QS. 29: 21, 57,
  • QS. 30: 11,
  • QS. 32: 11,QS. 35: 4,
  • QS. 36: 22, 83,
  • QS. 39: 44,
  • QS. 40: 77,
  • QS. 41: 21,
  • QS. 43: 85,
  • QS. 45: 15,
  • QS. 58: 9,
  • QS. 62: 8

Tahukah kalian apa arti firman Tuhannya Yesus sebanyak itu?
Sama seperti Yesus, kita semua juga berasal dari Allah di atas sana!
Jadi, ngomong-ngomong soal DARIMANA Yesus berasal, jawabnya sederhana saja, Yesus dan kita semua sama-sama BERASAL DARI ALLAH DI ATAS SANA!

Karenanya, khusus dalam urusan ini, Yesus tidak lebih istimewa dari siapa pun di antara kita!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!



Saturday, August 12, 2017

Sebelum Abraham Jadi, Aku Sudah Ada! Saturday, August 12, 2017


YESUS BERKATA, 
"SESUNGGUHNYA SEBELUM ABRAHAM JADI, AKU SUDAH ADA"
LALU, APAKAH ITU BERARTI YESUS ADALAH TUHAN?

Selama berabad-abad, sebaris kalimat yang tertulis dalam Injil Yohanes 8:58 di atas telah menjadi salahsatu ayat emas andalan umat Kristen untuk menguatkan keyakinan mereka sendiri tentang keilahian Yesus Kristus, karena dipercaya merupakan dalil sangat meyakinkan perihal pra-eksistensi Yesus sebagai salahsatu oknum tuhan Tritunggal.
   
Tapi benarkah demikian?
Mari kita telusuri kebenarannya dengan menggunakan perangkat yang paling basic saja, yaitu berpikir logis dalam mencermati ayat-ayat dalam kitab Kristen sendiri. Menurut alkitab,  siapakahyang lebih dulu ada? Yesus sebelum Abraham, atau Adam sebelum Yesus? Atau masih ada lagikah catatan dalam kitab ini yang mengisahkan keberadaan manusia lain yang lebih dulu ada sebelum Yesus, Abraham, dan Adam?

Pertanyaan menarik, bukan?
Jika Yohanes 8:58 diyakini sebagai bukti pra-eksistensi Yesus Kristus, sebenarnya kita tidak perlu repot mengulas konteks ayat itu diucapkan oleh Yesus Kristus dalam situasi seperti apa dan kepada siapa.  Karena ini akan buang-buang waktu percuma, mengingat hampir dapat dipastikan sebagian besar umat Kristen yang hanya membaca alkitab seminggu sekali saat mengikuti kebaktian di gereja ini pada umumnya tidak memiliki pengetahuan cukup tentang ayat-ayat dalam kitabnya sendiri. Karena itu mari kita lihat dari perspekstif logika berpikir orang waras sajalah!

Begini: 
Dalam Yohanes 8:58 konon katanya Yesus pernah berkata, 

"Sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku sudah ada." 

Perhatikan baik-baik susunan kalimatnya, dan garis bawahi kata "sebelum Abraham" di sana. Sosok yang ditunjuk dalam teks Yohanes 8:58 tsb adalah Abraham, bukan nama lain, tapi Abraham, yang dalam kitab Kristen dikenal sebagai putra Terah. Jadi, siapapun yang sudah ada sebelum Abraham, paling banter hanya seusia Terah, atau bahkan lebih muda dari Terah sendri. Lain halnya jika yang disebut adalah nama Adam. 

Sedangkan menurut alkitab, sebelum Terah lahir, masih ada beberapa nama lain yang sudah lebih dulu lahir seperti Nakhar, Serug, Rehu, Peleg, Herber, Sehelack, Arpasehad, Sem, Noch, Lemek, Meluschelach, Henoe, Jered, Mahaleel, Keenan, Enoch, Seth, sampai kepada Adam, sang manusia pertama di dunia.

Adapun - masih menurut alkitab - rentang waktu antara penciptaan Adam dan waktu kelahiran Abraham berjarak hampir dua puluh abad,  atau sekitar 1.948 tahun. Artinya, jelas sekali Yesus belum ada ketika nama-nama di atas sudah lebih dulu ada, atau kalaupun ada, paling banter baru sekitar 2000 tahun setelah Adam!

Fakta ini jelas membuktikan bahwa Yohanes 8:58 sama sekali tidak valid untuk dijadikan dalil pendukung mimpi di siang bolong Kristen bahwa alkitab menyiratkan informasi pra-eksistensi Yesus Kristus!

Kenapa?
Karena yang disebut oleh Yesus dan menjadi parameternya adalah "nama Abraham". Bukan nama lain, misalnya saja nama Adam, agar klaim pra-eksistensi Yesus Kristus menjadi sedikit lebih masuk akal.

Cukup jelas ya? 

Jadi, berita tentang Yesus yang sudah ada sebelum Abraham yang kemudian dijadikan pembenar untuk mendukung doktrin pra-eksistensi Yesus Kristus pun sebetulnya cuma bagus untuk dikisahkan kepada anak-anak pra-sekolah saja!

Sementara itu, jika dalil "prematur" tsb dipaksakan juga harus dapat diterima oleh akal sehat umat di luar lingkar doktrin kristen, maka nasehat terbaik buat Kristen, khususnya buat mereka yang mati-matian mempertahankan dalil  ini sebagai kebenaran absolut adalah, pelajarilah kitab anda dengan mengedepankan logika akal sehat!

Di atas tadi sudah dibuktikan bahwa anggap saja dalil Yohanes 8:58 sama-sama kita terima, maka dalil itu sendiri yang justru mengindikasikan bahwa Yesus baru ada sekitar 20 abad setelah Adam tercipta. Artinya, tolong diarisbawahi juga ini: belum cukup hebat untuk dijadikan pembenar bahwa Yesus adalah Tuhan!

Tahukah anda bahwa dalam fragmen lain - masih di dalam alkitab - ada kisah yang jauh lebih dahsyat daripada Yohanes 8:58?

Masih tidak percaya?
Lihat misalnya kisah yang diriwayatkan oleh Nabi Yeremia dalam kitab nubuatannya,
[Yeremia 1:4-5] TUHAN berkata kepadaku: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”
Nabi yang lahir 627 tahun sebelum Yesus lahir ini bahkan sudah diangkat menjadi nabi oleh Allah ketika beliau masih berada di rahim ibundanya! Artinya, sebelum Yesus lahir, dan sebelum dia sendiri lahir, Nabi Yeremia sudah menjadi nabi! Tapi apakah ada di antara pengikutnya yang menganggap dan menjadikan nabi Yeremia sebagai tuhan? Jawabnya sangat jelas; TIDAK ADA! 

Lihat juga yang jauh lebih dahsyat lagi; Ayub 38:4,21 di mana dikisahkan bahwa Nabi Ayub yang lahir 1420 tahun sebelum Yesus lahir ini ternyata dinyatakan oleh Allah sudah ada sebelum dasar bumi diletakkan. Bukan hanya sudah ada, tapi pada masa itu beliau dinyatakan sudah lahir!

Perhatikan penegasan dari alkitab sendiri ini:
[Ayub 38:4,21] "Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian! … Tentu engkau mengenalnya, karena ketika itu engkau telah lahir, dan jumlah hari-harimu telah banyak!" 
Kenapa bukti dalil sedahsyat ini tidak dijadikan pembenar untuk menuhankan nabi Ayub yang sudah ada bahkan sebelum Bumi dibentuk? Bukankah sangat jelas artinya bahwa beliau sudah ada jauh sebelum Adam, Abraham, Yeremia dan Yesus sendiri ada?
Kecuali dijawab dengan modal ngarang bebas tanpa landasan dalil-dalil kitabiyah, ini tentunya menjadi pertanyaan yang sulit bagi umumnya umat kristen. 
Kenapa? 
Karena doktrin-dokrin kekristenan yang diciptakan oleh para bapa gereja awal dulu tidak dibekali dengan pengetahuan yang cukup untuk membentuk konsep yang benar tentang seluk beluk pra-eksistensi seperti halnya yang diwarisi oleh umat Yahudi dan umat Islam dari leluhur mereka, nabi Ishak dan nabi Ismael putra Abraham.

Tentang ini, jika tidak ingin belajar dari Islam. umat Kristen seharusnya belajar dari umat Yahudi yang segala ajarannya dijadikan oleh Paulus dan seluruh kroninya sebagai materi utama "contekan" untuk membentuk berbagai ajaran menyimpang yang menyempal keluar jauh dari ajaran semua nabi - termasuk ajaran dari Yesus sendiri - yang kemudian kita kenal sebagai Kristen.

Salahsatu penjelasan sederhana perihal pra-eksistensi Yesus Kristus menurut ajaran umat Yahudi bisa sama-sama kita lihat di sini.

Dengan demikian, maka sudahilah angan-angan kosong yang tidak pernah diajarkan oleh Yesus Kristus sendiri bahwa beliau adalah Tuhan!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Sunday, July 9, 2017

Yesus Makhluk Ciptaan Allah Yang Berasal Dari Tanah Dan Debu Sunday, July 9, 2017


Sekedar membuka "aura" tertutup di seputar kepala para pengikut Paulus.

SAMA SEPERTI MANUSIA LAINNYA, SESUNGGUHNYA YESUS JUGA MAKHLUK CIPTAAN ALLAH YANG ASALNYA DARI TANAH DAN DEBU!

Hampir semua pengikut Paulus siap bertegar tengkuk sampai tengkuknya benar-benar tegar seperti beton demi mempertahankan doktrin gereja bahwa Yesus lebih mulia dari Adam karena Adam diciptakan dari tanah dan debu, sedangkan Yesus tidak!

Kita semua sudah hapal luar kepala bagaimana umat ini meyakini PENCIPTAAN Yesus yang "katanya" BERBEDA dari manusia lainnya karena menurut alkitab, tidak melalui proses reproduksi seperti lazimnya yang terjadi pada makhluk bernama manusia, di mana sang jabang bayi Yesus bukan benih yang tumbuh dari hasil pertemuan antara sperma seorang (manusia) laki laki dengan indung telur di rahim ibunda tercintanya.

Padahal ini cuma PROSES, sebagaimana dimaksudkan oleh Allah agar manusia mengerti bahwa tidak ada yang sulit bagi-Nya untuk menciptakan apapun, termasuk menciptakan anak manusia bernama Yesus -- yang dipersiapakan-Nya untuk kelak menjadi salahseoang utusan-Nya bagi bangsa Israel -- tanpa perlu ikut campurnya seorang ayah! 

Sama seperti penciptaan Adam, penciptaan Yesus juga terjadi melalui SATU KATA dari firman Allah, yang didalam Al-Quran dijelaskan melalui pelajaran hikmah mengenai konsep "KUN - FAYA KUN!", salahsatu "kalimatullah" yang disalahmengerti oleh umumnya laskar odong-odong!

Ini cuma satu dari bermilyar milyar mukjizat Allah yang pernah, sedang dan akan terus terjadi sejak kita mengenal-Nya melalui "kabar baik" dari para nabi, sampai saatnya kelak kita akan bertemu sendiri dengan-Nya di akhirat!

Jadi, mulai dari sekarang cobalah belajar bagaimana merobah paradigma dari mindsetting keliru yang diajarkan oleh gereja kalian seperti diatas tadi, karena sesungguhnya proses penciptaan Yesus bukan merupakan mukjizat Yesus, akan tetapi sepenuhnya adalah mukjizat Allah! 

Yesus tidak memiliki mukjizat apapun, dan karenanya tidak mungkin dapat bermukizat dari dirinya sendiri kecuali sama persis dengan yang terjadi para nabi lainnya. Jadi, yang selama ini kalian kira adalah mukjizat Yesus itu sesungguhnya adalah peristiwa luar biasa yang terjadi karena Allah berkenan menunjukkan Mukjizat-Nya melalui tangan Yesus! Kitab kalian sendiri menjelaskan hal ini dalam Kisah Para Rasul 2:22.

Sampai di sini, yang perlu dipahami dengan benar adalah bahwa keajaiban penciptaan Yesus tidak seharusnya terpusat pada diri Yesus, melainkan kepada Allah yang menciptakan Yesus! Allah lah yang Maha ajaib, sementara Yesus tidak!

Yesus adalah 100% manusia. demikian gereja kalian sendiri mengajarkannya. Bahkan kitab kalian tidak sedikitpun ragu menuliskan silsilah Yesus yang disebut-sebut sebagai anak Daud anak Abraham. Oleh karena itu tentu saja kita sama-sama tidak akan percaya jika ada yang mengatakan bahwa Daud dan Abraham adalah bangsa Jin, apalagi sebangsa dengan Tuhan! 

Alasannya cukup jelas, karena kita belajar dari kitab suci warisan para nabi bahwa Daud dan Abraham adalah manusia. Karena itu, coba dipikir saja sendiri, bagaimana mungkin ada keturunan mereka yang menjadi tuhan dan kalian yakini kebenarannya sampai segitunya?

Kalian tahu tidak; siapa Daud, dan siapa Abraham?
Orang-orang dengan riwayat hidup hebat ini adalah anak Adam!

Jadi, dengan meminjam buah hasil masturbasi rohani bapa-bapa gereja kristen awal yang diabadikan dalam injil Matius 1, maka kalimat berikut ini juga sesungguhnya harus kalian imani sebaik kalian mengimani ayat Matius 1:1 sehingga kesimpulan susunan silsilah Yesus menjadi seperti ini: 

1. Inilah silsilah Yesus, anak Daud anak Abraham.
2. Inilah silsilah Daud, Anak Isai, anak Yehuda, anak Yakob, anak Abraham,
3. Inilah silsilah Abraham, anak Terah, anak Nuh, anak Set, anak Adam.
4. Inilah silsilah Adam ......... BUKAN anak Allah.

Ya! Adam, moyang Yesus, moyang Daud, dan moyang Abraham adalah ciptaan Allah, sehingga siapapun yang mengaku-ngaku sebagai keturunannya sudah pasti adalah ciptaan Allah!

Tahukah kalian bagaimana proses penciptaan Adam?
Kitab kalian mengabarkan bahwa Adam diciptakan dari tanah dan debu. Dan hebatnya, dalam sekejap mata langsung menjadi manusia dewasa yang sempurna! Tapi apakah tubuh Adam berbentuk tanah dan debu seperti sosok patung dari tanah liat yang belum kering? 

Ternyata TIDAK! 
Tubuh Adam sama seperti tubuh kita dengan segala kelengkapannya! 

Tapi seperti dijelaskan dalam kitab kalian, segala unsur yang membentuk tubuh Adam dikatakan berasal dari tanah dan debu! Itu sebabnya kenapa masih dalam kitab kalian sendiri, Allah berfirman bahwa kita semua adalah MAKHLUK DARI TANAH YANG AKAN KEMBALI KE TANAH! 
Kalau masih belum jelas, baca lagi Pengkhotbah 12:7. 

Artinya, semua keturunan Adam adalah makhluk yang tercipta dengan membawa unsur tanah di dalam tubuhnya. Hawa yang konon katanya diciptakan dari rusuk Adam, sekalipun tidak mentah-mentah diciptakan dari tanah dan debu, tapi karena berasal dari tubuh Adam yang segala unsurmya berasal dari tanah, maka jelas dia mewarisi segala unsur tanah Adam, dan karenanya termasuk dalam kelompok MAKHLUK DARI TANAH YANG AKAN KEMBALI KE TANAH! 

Bagaimana dengan Daud dan Abraham?
Sama saja! Sebagai anak Adam, mereka juga MAKHLUK DARI TANAH YANG AKAN KEMBALI KE TANAH! 

Bagaimana dengan Maria, ibunda Yesus?
Tidak ada bedanya! Sebagai anak Daud, anak Abraham, anak Adam, bunda Maria juga MAKHLUK DARI TANAH YANG AKAN KEMBALI KE TANAH!

Lantas, bagaimana pula dengan Yesus?
Sami mawon! Sebagai 100% anak manusia Maria yang disebut-sebut pula sebagai anak Daud, anak Abraham, tentu saja Yesus termasuk dalam kelompok MAKHLUK DARI TANAH YANG AKAN KEMBALI KE TANAH!

Lain halnya jika Daud dan Abraham adalah sebangsa jin, atau mereka adalah tuhan, maka bolehlah kalian bercerita bahwa Yesus adalah anak jin atau anak tuhan!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!


Sunday, June 11, 2017

Sebelum Abraham Jadi, Aku Sudah Ada! Sunday, June 11, 2017


YESUS BERKATA, "SESUNGGUHNYA SEBELUM ABRAHAM JADI, AKU SUDAH ADA"
LALU, APAKAH ITU BERARTI YESUS ADALAH TUHAN?

Selama berabad-abad, sebaris kalimat yang tertulis dalam Injil Yohanes 8:58 di atas telah menjadi salahsatu ayat emas andalan umat Kristen untuk menguatkan keyakinan mereka sendiri tentang keilahian Yesus Kristus, karena dipercaya merupakan dalil sangat meyakinkan perihal pra-eksistensi Yesus sebagai salahsatu oknum tuhan Tritunggal.
   
Tapi benarkah demikian?
Mari kita telusuri kebenarannya dengan menggunakan perangkat yang paling basic saja, yaitu berpikir logis dalam mencermati ayat-ayat dalam kitab Kristen sendiri. Menurut alkitab,  siapakahyang lebih dulu ada? Yesus sebelum Abraham, atau Adam sebelum Yesus? Atau masih ada lagikah catatan dalam kitab ini yang mengisahkan keberadaan manusia lain yang lebih dulu ada sebelum Yesus, Abraham, dan Adam?

Pertanyaan menarik, bukan?
Jika Yohanes 8:58 diyakini sebagai bukti pra-eksistensi Yesus Kristus, sebenarnya kita tidak perlu repot mengulas konteks ayat itu diucapkan oleh Yesus Kristus dalam situasi seperti apa dan kepada siapa.  Karena ini akan buang-buang waktu percuma, mengingat hampir dapat dipastikan sebagian besar umat Kristen yang hanya membaca alkitab seminggu sekali saat mengikuti kebaktian di gereja ini pada umumnya tidak memiliki pengetahuan cukup tentang ayat-ayat dalam kitabnya sendiri. Karena itu mari kita lihat dari perspekstif logika berpikir orang waras sajalah!

Begini: 
Dalam Yohanes 8:58 konon katanya Yesus pernah berkata, 

" Sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku sudah ada." 

Perhatikan baik-baik susunan kalimatnya, dan garis bawahi kata "sebelum Abraham" di sana. Sosok yang ditunjuk dalam teks Yohanes 8:58 tsb adalah Abraham, bukan nama lain, tapi Abraham, yang dalam kitab Kristen dikenal sebagai putra Terah. Jadi, siapapun yang sudah ada sebelum Abraham, paling banter hanya seusia Terah, atau bahkan lebih muda dari Terah sendri. Lain halnya jika yang disebut adalah nama Adam. 

Sedangkan menurut alkitab, sebelum Terah lahir, masih ada beberapa nama lain yang sudah lebih dulu lahir seperti Nakhar, Serug, Rehu, Peleg, Herber, Sehelack, Arpasehad, Sem, Noch, Lemek, Meluschelach, Henoe, Jered, Mahaleel, Keenan, Enoch, Seth, sampai kepada Adam, sang manusia pertama di dunia.

Adapun - masih menurut alkitab - rentang antara waktu penciptaan Adam dan waktu kelahiran Abraham berjarak hampir dua puluh abad,  atau sekitar 1.948 tahun. Artinya, jelas sekali Yesus belum ada ketika nama-nama di atas sudah lebih dulu ada, atau kalaupun ada, paling banter baru sekitar 2000 tahun setelah Adam!

Fakta ini jelas membuktikan bahwa Yohanes 8:58 sama sekali tidak valid untuk dijadikan dalil pendukung mimpi di siang bolong Kristen bahwa alkitab menyiratkan informasi pra-eksistensi Yesus Kristus!

Kenapa?
Karena yang disebut oleh Yesus dan menjadi parameternya adalah "nama Abraham". Bukan nama lain, misalnya saja nama Adam, agar klaim pra-eksistensi Yesus Kristus menjadi sedikit lebih masuk akal.
Cukup jelas ya? 

Jadi, berita tentang Yesus yang sudah ada sebelum Abraham yang kemudian dijadikan pembenar untuk mendukung doktrin pra-eksistensi Yesus Kristus pun sebetulnya cuma bagus untuk dikisahkan kepada anak-anak pra-sekolah saja!

Sementara itu, jika dalil "prematur" tsb dipaksakan juga harus dapat diterima oleh akal sehat umat di luar lingkar doktrin kristen, maka nasehat terbaik buat Kristen, khususnya buat mereka yang mati-matian mempertahankan dalil  ini sebagai kebenaran absolut adalah, pelajarilah kitab anda dengan mengedepankan logika akal sehat!

Di atas tadi sudah dibuktikan bahwa anggap saja dalil Yohanes 8:58 sama-sama kita terima, maka dalil itu sendiri yang justru mengindikasikan bahwa Yesus baru ada sekitar 20 abad setelah Adam tercipta. Artinya, tolong diarisbawahi juga ini: belum cukup hebat untuk dijadikan pembenar bahwa Yesus adalah Tuhan!

Tahukah anda bahwa dalam fragmen lain - masih di dalam alkitab - ada kisah yang jauh lebih dahsyat daripada Yohanes 8:58

Masih tidak percaya?
Lihat misalnya kisah yang diriwayatkan oleh Nabi Yeremia dalam kitab nubuatannya,
[Yeremia 1:4-5] TUHAN berkata kepadaku: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”
Nabi yang lahir 627 tahun sebelum Yesus lahir ini bahkan sudah diangkat menjadi nabi oleh Allah ketika beliau masih berada di rahim ibundanya! Artinya, sebelum Yesus lahir, dan sebelum dia sendiri lahir, Nabi Yeremia sudah menjadi nabi! Tapi apakah ada di antara pengikutnya yang menganggap dan menjadikan nabi Yeremia sebagai tuhan? Jawabnya sangat jelas; TIDAK ADA! 

Lihat juga yang jauh lebih dahsyat lagi; Ayub 38:4,21 di mana dikisahkan bahwa Nabi Ayub yang lahir 1420 tahun sebelum Yesus lahir ini ternyata dinyatakan oleh Allah sudah ada sebelum dasar bumi diletakkan. Bukan hanya sudah ada, tapi pada masa itu beliau dinyatakan sudah lahir!

Perhatikan penegasan dari alkitab sendiri ini:
[Ayub 38:4,21] "Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian! … Tentu engkau mengenalnya, karena ketika itu engkau telah lahir, dan jumlah hari-harimu telah banyak!" 
Kenapa bukti dalil sedahsyat ini tidak dijadikan pembenar untuk menuhankan nabi Ayub yang sudah ada bahkan sebelum Bumi dibentuk? Bukankah sangat jelas artinya bahwa beliau sudah ada jauh sebelum Adam, Abraham, Yeremia dan Yesus sendiri ada?
Kecuali dijawab dengan modal ngarang bebas tanpa landasan dalil-dalil kitabiyah, ini tentunya menjadi pertanyaan yang sulit bagi umumnya umat kristen. 
Kenapa? 
Karena doktrin-dokrin kekristenan yang diciptakan oleh para bapa gereja awal dulu tidak dibekali dengan pengetahuan yang cukup untuk membentuk konsep yang benar tentang seluk beluk pra-eksistensi seperti halnya yang diwarisi oleh umat Yahudi dan umat Islam dari leluhur mereka, nabi Ishak dan nabi Ismael putra Abraham.

Tentang ini, jika tidak ingin belajar dari Islam. umat Kristen seharusnya belajar dari umat Yahudi yang segala ajarannya dijadikan oleh Paulus dan seluruh kroninya sebagai materi utama "contekan" untuk membentuk berbagai ajaran menyimpang yang menyempal keluar jauh dari ajaran semua nabi - termasuk ajaran dari Yesus sendiri - yang kemudian kita kenal sebagai Kristen.

Salahsatu penjelasan sederhana perihal pra-eksistensi Yesus Kristus menurut ajaran umat Yahudi bisa sama-sama kita lihat di sini.

Dengan demikian, maka sudahilah angan-angan kosong yang tidak pernah diajarkan oleh Yesus Kristus sendiri bahwa beliau adalah Tuhan!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Friday, June 2, 2017

Sama Seperti Kita, Yesus Juga Diciptakan Oleh Allah! Friday, June 2, 2017


Mari sekali-sekali kita bedah Bibel dengan menggunakan kacamata dan doktrin kristen sendiri, dan kita mulai dari sini: Mana yang lebih benar untuk menterjemahkan kata dari Biblos bahasa Yunani ἀρχὴ = archē; sumber atau permulaan?

WAHYU 3:14
“Inilah Firman dari Amin (Yesus Kristus), Saksi yang setia dan benar, permulaan (arche) dari ciptaan Allah”
 
Ayat ini membuktikan bahwa Yesus adalah ciptaan Allah, sementara jemaat Paulus bergenre Trinitarian berbeda pandang. Begini argumen mereka:
Kata "permulaan" dalam Wahyu 3:14 berasal dari bahasa Yunani "arche" yang seharusnya diterjemahkan sebagai sumber, karena “arche” selain berarti permulaan juga bisa berarti kepala, atau pemerintah.
Kepala merupakan sumber. Jadi, Amin saksi yang setia dan benar itu adalah kepala atau sumber ciptaan Allah. Artinya Yesus bukan ciptaan tapi Yesuslah Allah sang pencipta itu sendiri!
Sementara di sisi lain, demikian banyak ahli bahasa Yunani yang memahami dan mengartikan kata “arche” dalam Wahyu 3:14 sebagai permulaan atau the beginning. Bahkan para pakar alkitab pengiman Tritunggal pun jelas-jelas menerjemahkan kata “arche” sebagai permulaan (the beginning) dalam berbagai versi alkitab mereka, termasuk Lembaga Alkitab Indonesia.
Tapi memang ada juga sebagian orang - demi pembenaran klaim keilahian Yesus - ngotot bahwa “arche” dalam Wahyu 3:14 harus diterjemahkan sebagai sumber atau source.
Jadi, terjemahan mana yang benar?
The beginning atau The Source?
Kita tahu bahwa penulis kitab Wahyu adalah Yohanes. Tulisan Yohanes menggunakan cukup banyak kata “arche” di dalam surat-suratnya, dan pada umumnya bermakna permulaan atau awal (menunjuk pada keterangan waktu).
Sebagai perbandingan bisa kita lihat pemakaian kata “arche” dalam Yohanes 1:1 yang tertulis “en arche en ho logos …” yang artinya: “padamulanya adalah firman …”
Kita semua juga sepakat bahwa kata “arche” dalam ayat tersebut diterjemahkan dengan tepat sebagai “mulanya” (awalnya). Dan tampaknya tidak seorangpun dari sekian banyak sarjana Alkitab yang paham bahasa Yunani akan menterjemahkan kata “arche” dalam Yohanes 1:1 sebagai “sumbernya”.
Nah, kata “mulanya” pada Yohanes 1:1 dalam bahasa Indonesia berasal dari kata dasar mula. Demikian pula kata "permulaan" pada Wahyu 3:14 berasal dari kata dasar mula.
Jadi kata “arche”, baik dalam Yohanes 1:1 maupun Wahyu 3:14 sama-sama menunjuk pada keterangan waktu mula (the beginning). Sama sekali bukan berasal dari kata sumber.
Jika pengiman Tritunggal setuju pada terjemahan “arche” dalam Yohanes 1:1 sebagai “mulanya”, maka akan tampak jelas upaya manipulasi mereka dalam menjustifikasi doktrin “Yesus adalah Tuhan” dengan cara mengaburkan makna sebenanya dari pengakuan Yesus sendiri bahwa beliau adalah ciptaan Allah, kemudian rame-rame tutup mata dan telinga memaksa kata “arche” pada Wahyu 3:14 seharusnya diterjemahkan, atau dimaknai, sebagai “sumbernya.”
Beberapa contoh tulisan Yohanes selain Wahyu 3:14 yang menggunakan kata “arche” yang berarti “mulanya”, permulaan, the beginning (menunjuk keterangan waktu) di antaranya adalah sbb:
  • “Pada mulanya (arche) adalah firman.” (Yohanes 1;1)
  • “Hal itu dibuat Yesus di Kana Galilea, sebagai yang pertama (arche) ” (Yohanes 2:11)
  • “ .. karena kamu dari semula (arche) bersama-sama aku.” (Yohanes 15:27)
  • “Apa yang telah ada sejak semula (arche).” (1Yohanes 1:1 )
  • “ .. perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya (arche).” (1Yohanes 2:7 )
  • “ .. karena kamu telah mengenal Dia, yang dari mulanya (arche).” (Yohanes 2:13 )
  • “ .. yang ada dari mulanya (arche)" (1Yohanes 2:14)
  • “ .. apa yang telah kamu dengar dari mulanya (arche)” (1Yohanes 2:24)
  • “ .. sebab iblis berbuat dosa dari mulanya (arche)" (1Yohanes 3:8)
  • “ .. berita yang kamu dengar dari mulanya (arche)” (1Yohanes 3:11)
  • “ .. menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya (arche)" (2Yohanes 1:5)
  • “ .. sebagaimana kamu dengar dari mulanya (arche)” (2Yohanes 1:6 )
 
Jelas kata “arche” dalam ayat-ayat tulisan Yohanes tsb berarti “mulanya” atau “the beginning” (keterangan waktu) dan sama sekali tidak ada yang berarti sumber.
Dengan demikian adalah terlalu sembrono jika penganut Tritunggal - demi berupaya keras menegakkan doktrinya - kemudian memaksa menerjemahkan “arche” dalam Wahyu 3:14 sebagai “sumber”

Sekarang mari kita lihat pula ini:
קָ֭נָנִי = Qa-na-ni atau "Qanah" artinya memiliki atau menciptakan?

AMSAL 8: 22, 23, 25, 26, 30
“Tuhan telah menciptakan aku (hikmat, Yesus bergelar “hikmat” –1Korintus 1:24) sebagai permulaan pekerjaanNya, sebagai perbuatanNyayang pertama dahulu kala. Pada zaman purbakala, aku (pra-eksistensi Yesus) dibentuk, sebelum bumi ada. Sebelum samudera, gunung-gunung, bukit-bukit ada, Aku (praeksistensi Yesus) telah lahir, sebelum Ia (Allah) membuat bumi, Aku (praeksistensi Yesus) ada sertanya sebagai anak kesayanganNya”
Amsal 8:22, jika dihubungkan pada Yesus, jelas merupakan bukti Alkitabiah bahwa Yesus (praeksistensinya) adalah ciptaan Allah. Tetapi umat Trinitarian membantahnya dengan berdalih bahwa dalam ayat tersebut tidak ada kata yang berarti “menciptakan”.
Argumen mereka:
Kata “menciptakan” (Ibrani: Qanah) pada ayat 22 tersebut tidak benar. Kata “qanah” harus diartikan sebagai memiliki, bukan mencipta. Artinya harus dipahami sebagai: Allah memiliki Yesus, bukan menciptakan Yesus!
Jika Trinitarian mengklaim bahwa kata “menciptakan” di ayat 22 tersebut salah, lalu bagaimana dengan terjemahan pada frase: “Permulaan pekerjaannya (ayat 22)”; “Perbuatannya yang pertama dahulu kala”; “Aku dibentuk (ayat 23)”; “sebelum gunung-gunung ada, aku (praeksistensi Yesus) telah lahir [1] (ayat 24,25) sebelum Ia (Allah) membuat dataran bumi(ayat 26)”; sebagai Anak [2] kesayanganNya (ayat 30)”.
Dari ayat-ayat tersebut jelas sekali bisa kita pahami bahwa Yesus (sang hikmat) adalah:
1. CIPTAAN ALLAH
2. HASIL KERJA ALLAH
3. PERBUATAN ALLAH
4. DIBENTUK OLEH ALLAH
5. DILAHIRKAN KARENA KEHENDAK ALLAH
6. DIPERANAKKAN ATAS KUASA ALLAH
Nah, jelas sekali Amsal 8: 22-30 banyak berbicara tentang praeksistensi Yesus sebagai mahluk ciptaan Allah, yang juga diistilahkan lahir,dibentuk, permulaan pekerjaan Allah, perbuatan Allah yang pertamadan anak kesayangan (yang diperanakkan).
Lantas apakah terjemahan ayat 22-30 (yang membuktikan dengan akurat bahwa “hikmat” (praeksistensi Yesus) sebagai ciptaan dan hasil pekerjaan atau karya Allah yang pertama tersebut salah semua?
Bukankah sudah sangat jelas dari ikatan kalimat pada rangkaian ayat 22-30 tersebut dapat dipahami bahwa Sang Hikmat (praeksistensi Yesus) adalah HASIL KARYA atau CIPTAAN atau PEKERJAAN YANG PERTAMA dari Allah?
Artinya jelas "sang hikmat" (praeksistensi Yesus) adalah mahluk ciptaan,buatan, atau HASIL KARYA Allah!
Sekalipun Trinitarian ngotot bahwa kata “qanah” dalam ayat 22a tetap mati-matian harus diartikan sebagai “memiliki”, hal itu tentu tidak bisa lepas dari ayat 22b-30-nya yang dengan tegas membuktikan bahwa Sang Hikmat (praeksistensi Yesus) jelas-jelas adalah Permulaan Pekerjaan Allah, dibentuk, yang berarti DICIPTAKAN!
Kemudian jika umat Trinitarian mengklaim pula bahwa kata “qanah” tidak tepat diartikan sebagai “mencipta”, klaim tersebut adalah suatu dusta besar!
Kata “qanah” dalam alkitab jelas juga memiliki arti menciptakan.
Ini bisa kita buktikan dari beberapa contoh ayat seperti berikut:
KEJADIAN 14:19, 22:
“Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (qanah) langit dan bumi, kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: Aku bersumpah demi Tuhan, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (qanah) langit dan bumi”.
Kata Ibrani “qanah” memang juga bisa berarti “memiliki atau memperoleh”, namun dari ayat-ayat tersebut (juga menurut kamus Ibrani) bisa dipahami bahwa dalam bahasa Ibrani bukan hanya kata “bara” saja yang berarti mencipta, kata “qanah” terbukti akurat: juga bermakna mencipta![3]
KESIMPULAN
Wahyu 3:14 dan Amsal 8:22-30 adalah ayat-ayat yang semakin kokoh menguatkan fakta-fakta Alkitabiah bahwa Yesus Bukan Allah. Sebaliknya ayat-ayat tersebut justru menjadi bukti akurat bahwa secara Alkitabiah pula; Yesus adalah CIPTAAN ALLAH!
CATATAN:
[1] Istilah “lahir” dalam Alkitab mengacu pada arti diciptakan.
Lihat Mazmur 90:1-2, “gunung-gunung dilahirkan.”
Gunung dilahirkan = gunung diciptakan atau dibuat!
[2] Istilah “Anak” (mengandung arti diperanakkan) juga mengacu pada makna diciptakan.
Lihat Mazmur 90:1-2, “bumi dan dunia diperanakkan.”
Bumi dan dunia diperanakkan = diciptakan atau dibuat!
[3] LAI menterjemahkan kata "qanah" sebagai "pemilik" dan "empunya". Padahal arti sebenarnya adalah penguasa, yang dalam konteks Teologi Torah dan Mazmur, sekaligus dimaknai pula sebagai pencipta!  
Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!
 
[Sumber: Lee Hercules]

Contact Form

Name

Email *

Message *