Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Islam Menjawab. Show all posts
Showing posts with label Islam Menjawab. Show all posts

Tuesday, October 19, 2021

Pengikut Paulus Protes Tuesday, October 19, 2021

TS yang ditulis pada February 4, 2020 ini, selain ditujukan pada Cahaya Mustika, juga diujukan kepada GM. Namun sayangnya, GM sendiri baru "ngeh" dicolek oleh ybs pagi tadi, hari ini, October 2, 2021.
Dan berikut ini adalah respons awal GM.

Kita mulai dari sini;

Paulus berkata;
"Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun." (1Korintus 6:12)

Paulus tegas-tegas menyatakan bahwa dia tidak sudi diperhamba oleh apa pun, termasuk tentu saja oleh Allah, apalagi oleh Yesus Krtistus!

Perhatikan bagaimana dia bermegah-megah menyatakan bahwa apa yang diajarkannya bukan berasal dari firman Allah, tapi sepenuhnya dari pemikirannya sendiri, yang diakuinya pula sebagai pemikiran orang bodoh! 

"Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah." (2Korintus 11:17)

Bandingkan dengan pegakuan Yesus Kristus yang dengan amat tegas menyatakan bahwa apa yang diajarkannya bukan berasal dari dirinya sendiri, melainkan dari Allah yang mengutusnya.

"Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan." (Yohanes 12:49)

Kendati sudah demikian jelas perbedaan antara ajaran Yesus Kristus yang berasal dari Allah dengan ajaran Paulus yang berasal dari hawa nafsu dan kebodohannya sendiri, tapi dengan penuh percaya diri Paulus menegaskan bahwa kalian, umat yang hari gini masih mengaku Kristen, harus menjadi pengikutnya - bukan pengikut Yesus Kristus!

Alasannya?
Paulus mengklaim bahwa dirinya tidak kalah hebat dibandingkan dengan semua murid-murid Yesus Kristus yang dilarang keras oleh guru mereka untuk mengabarkan Injil kepada bangsa manapun selain bangsa Israel! 

"Sebenarnya aku harus kamu puji. Karena meskipun aku tidak berarti sedikitpun, namun di dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itu" (2Korintus 12:11)

"Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus." (1Korintus 10: 34)

Nah, ini menarik! Sebab sejak lahir hingga digossipin ngapung ke sorga, Yesus tidak pernah mengenal kata "Kristen", apalagi sampai menyebut pengikutnya sebagai orang Kristen! Artinya, Kristen adalah hal yang sangat asing bagi Kristus sendiri, begitu juga bagi seluruh pengikut Yesus Kristus yang sesungguhnya!

Sedangkan sebutan, atau kata; "kristen" muncul jauh setelah Yesus Kristus tidak ada, yakni julukan  yang dutujukan kepada Paulus dan pengikutnya pada masa-masa dia mulai "menjual" nama Yesus Kristus untuk kepentingannya sendiri kepada kaum Goyim (non-Israel) di Antiokhia (Lihat Kisah Para Rasul 11:26) 

Jadi, kalian yang hari gini masih mengaku sebagai umat Kristen jelas bukan pengikut Kristus, melainkan pengikut Paulus, alias umat Paulus! 

Lalu, tahukah kalian hal apa yang menyedihkan dari kepatuhan kalian kepada Paulus? 
Ketika Paulus berkata, "Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus", dia menginginkan agar kalian melakukan segala hal yang dia perbuat, sementara dia sendiri sama sekali tidak melakukan apapun yang Kristus perbuat!

Yesus menyerukan; "Sembahlah hanya Allah saja!"
Paulus mengajarkan; "Sembahlah Yesus!"

Yesus menegaskan; "Tuhan, Allah kita, adalah satu"
Artinya Kristus mengajarkan bahwa Tuhan adalah Allah, dan Allah adalah satu-satunya Tuhan, sementara Paulus mengarang cerita bahwa "Allah adalah Bapa, sedangkan Yesus adalah Tuhan"

Yesus mengingatkan; "Setiap orang menanggung dosanya masing-masing"
Paulus membual; "Yesus menanggung dosa orang-orang yang percaya bahwa beliau adalah tuhan!"

Yesus selalu menyebut dirinya sebagai "anak manusia"
Paulus menipu kalian dengan mengatakan bahwa Yesus adalah "anak Allah"

Dan masih ada segerobak pasir lagi ajaran "Paulus yang dipenuhi oleh roh tipu daya", yang sampai hari ini benar-benar kalian jadikan teladan!

Jadi, seperti sudah terbukti selama berabad-abad sejak Konsili Nicea 325M, hanya pengikut Pauluslah yang setiap hari kerjanya cuma berdusta demi kemuliaan Allah sebagaimana yang diajarkan oleh Paulus;

"Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?" (Roma 3:7)

Padahal Yesus sudah mengingatkan;
JANGAN PERNAH BERDUSTA DEMI APAPUN!

"Jika ya hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, sebab apa yang lebih dari itu berasal dari si jahat." (Matius 5:37).

Kalian tentu tau siapa yang dmaksud oleh Yesus sebagai "si Jahat", bukan?
YA! Dia adalah IBLIS, yang karena demikian besar hasratnya untuk menyesatkan sebanyak-banyaknya anak manusia untuk menjadi penghuni neraka, telah turun ke bumi dengan mengambil rupa anak manusia bernama Paulus -- sang Rasul Utusan Neraka!


Sunday, June 20, 2021

Apakah YHWH Dalam Judaism Adalah ALLAH Dalam Islam? Sunday, June 20, 2021

Deretan pertanyaan di bawah ini sebetulnya wajar-wajar saja dan biasa-biasa saja. Siapapun yang pernah belajar teologi Kristen, sekalipun cuma sambil lalu, rasanya tidak akan mengalami kesulitan untuk menjawabnya. Tapi kemudian menjadi cetar membahana tatkala kita membaca embel-embel di bawahnya yang berisi klaim dahsyat; jangankan cuma GM atau Prof. Menachem Ali sang pakar Judaismologi Indonesia, sedangkan para rabbi Yahudi kelas dunia sekondang kiyai Ben Abrahamson dan ustadz Tovia Singer saja sudah 15 tahun ini tidak mampu jawab!
 
Padahal, rasanya sih, buat para cantrik Sekolah Minggu Gus Mendem Dan Kawan Kawan sekalipun, pertanyaan model begini tidak akan membuat mereka menghabiskan waktu sampai lebih dari 15 menit untuk menjawabnya!
 
Tapi karena pemilik klaim dahsyat di atas, adik kita Kitri Dewi Trouerbach yang nampaknya merasa lebih Yahudi daripada para rabbi Yahudi sendiri secara khusus menyebut-nyebut nama GM sebagai salahsatu yang sampai mencret karena tidak sanggup menjawab pertanyaannya, maka walau enggan -- karena GM tidak suka meladeni perempuan berdebat -- mewakili para cantrik sekolah minggu, mari sama-sama kita lihat saja selama dan sekuat apa nantinya dia akan meliuk-liuk mempertahankan klaim dahsyatnya sendiri setelah pertanyaannya kita jawab dalam waktu kurang dari 15 menit!

Begini dia menulis daftar pertanyaannya:
Kalau YHWH Tuhan di Alkitab sama dengan ALLAH ilahnya Islam di Al Quran seperti kata rabbi Yahudi pujaan para muslim itu:

  1. YHWH punya Roh sendiri. Ke mana rohnya Allah di Al Quran yg dikisahkan keberadaannya di TaNaKh Kejadian 1:1-3?
  2. Hukum sudah ditetapkan, mata ganti mata, nyawa ganti nyawa, kenapa berubah jadi ganti amal baik?
  3. Hukum sudah ditetapkan "mencuri ganti 4x lipat" mengapa berubah jadi potong tangan?
  4. YHWH punya Memra Yang Hidup, ke mana keberadaan Memra ini di Al Quran, kenapa cuma jadi kalimat mati yang untuk datang ke bumi harus digendhong makhluk bernama Jibril?
  5. YHWH sudah berkata "YHWH seh shemi l'olam" (YHWH itulah namaKu yang kekal) - Torah Keluaan 3:15, mengapa tiba-tiba berubah nama jadi Allah (QS 20:14) tanpa penjelasan apapun?
  6. YHWH berkenan dipanggil Bapa karena Dia terlebih dahulu memandang manusia sebagai anak-anak-Nya, mengapa setelah ribuan tahun tiba-tiba benci dan murka berat kalau ada manusia yg disebut anaknya dalam pengertian apapun? (QS 19:88-93)
Rabbi Yahudi idola para muslim seperti Ben Abrahamson, Tovia Singer, dsb juga profesor andalan muslim Menachem Ali sudah macet mencret tidak mampu menjawab. Gus Mendem juga sudah pernah saya ajukan pertanyaan yang sama, hasilnya sama-sama mencret macet, kok hari ini masih nekat pakai argumen yang sama. Itu namanya kebodohan.
Tafsir TaNaKh itu ada sendiri namanya Targum, ditulis dalam bahasa Aramaic, penulisannya diawasi oleh Nabi Haggai dam Nabi Maleachi - dan tidak ada di sana YHWH boleh dianggap sama dgn ilah lain yg nama-Nya bukan YHWH.

YANG SUDAH TERTULIS di Mazmur 96:5 TETAP TERTULIS sampai sekarang:
ILAH SEGALA BANGSA ADALAH BERHALA YANG HAMPA TETAPI YHWH SAJA YANG MENJADIKAN SHAMAYIM

Enam pertanyaan tantangan di atas sejak 15 tahun yang lalu sampai sekarang belum ada yang bisa menjawab, bukti bahwa YHWH adalah YHWH sebagaimana adanya YHWH. Allah ilahnya Islam adalah ilah lain yang bukan YHWH

Namanya beda, karakter beda, kehendak beda, bahkan sorganya beda.
 

Dan berikut ini adalah tanggapan 15 menit GM untuk enam pertanyaan versi lomba cerdas cermat siswa sekolah minggu tingkat kecamatan yang konon katanya sudah 15 tahun belum terjawab.

1. ROH ALLAH
Seperti dijelaskan juga oleh otoritas SabdaWeb Terjemah LAI yang menuliskan kata "Roh Allah" dalam Kejadian 1:1-3 tidak dimaknai oleh umat Yahudi sebagai ALLAH memiliki Roh seperti halnya manusia, sebagaimana yang diimani oleh mayoritas umat Kristen hingga dewasa ini. ALLAH yang diimani oleh umat Yahudi tidak serupa dengan apapun, apalagi sampai dianggap serupa dengan makhluk ciptaan-Nya sendiri yang hidup karena dikaruniai-Nya dengan roh (Kejadian 3:6).
 
Rukun Iman umat Yahudi menegaskan; 
 
" … Sang Khalik, terpujilah Nama-Nya, tidak berjasad, lepas dari segala sifat kebendaan, dan mustahil dibandingkan dengan apa pun jua." (Rukun Iman Yahudi No. 3).

Dalam kalimat-kalimat yang berbeda, Islam mengajarkan prinsip yang persis sama dengan pemahaman umat Yahudi tentang eksistensi ALLAH seperti di atas, antara lain tertuang dalam QS. 112:1-4. Sedangkan LAI menterjemahkan Kejadian 1:1-3 secara keliru sehingga menyebabkan mayoritas pengikut Paulus mempercayai bahwa Roh ALLAH adalah ALLAH. 
 
:: Penjelasan tentang ini dapat dicermati di sini

2. HUKUM MATA GANTI MATA, NYAWA GANTI NYAWA
ALLAH tidak pernah merobah Hukum Qishash, yaitu hukum balas mata ganti mata, nyawa ganti nyawa. Al-Quran menegaskan perkara ini dalam QS. 2:178-179 dan QS. 5:45 sedangkan tatalaksananya diatur dan dijelaskan dalam hadits-hadits Rasulullah SAW yang terhimpun dalam Fiqh Qishash.
 
Justru para bapak moyang Kristenlah yang seenak perut mengganti Hukum Qishas dengan "Hukum Kasih" sekalipun sudah sangat jelas perbuatan itu melawan kehendak ALLAH yang disampaikan oleh nabi Yesus AS dalam Matius 5:29-30; Matius 18:8-9; Markus 9:43,45,47; dan Yohanes 8:7.

:: Lebih jelas simak pembuktiannya di sini:

3. HUKUM MENCURI, GANTI 4 KALI LIPAT
Supaya dipahami, hukum terhadap perbuatan mencuri dalam Bible tidak ada yang tetap atau hanya berpusat pada satu-satunya ketentuan, yaitu ganti 4 kali lipat saja. Konsekuensi dari mencuri adalah mengembalikan barang yang dicuri, ganti 2 kali lipat, ganti 4 kali lipat, atau ganti 5 kali lipat, semuanya sangat tergantung pada sikon dan objek yang dicuri. (lihat Imamat 6:2-4, Keluaran 2:27, Keluaran 22:1-4, dan Lukas 19:8).

Tetapi yang sudah jelas tetap dan pasti adalah, Keluaran 20:15 melarang mencuri, sebab mencuri adalah perbuatan dosa, dan dosa menyesatkan manusia.

Lalu, bagaimanakah nabi Yesus AS menyikapi perbuatan yang dilakukan oleh tangan-tangan para pencuri yang tersesat ini? Baca lagi Matius 5:29-30, Matius 18:8-9, dan Markus 9:43, 45, 47 di atas. Di sana ditegaskan bahwa bukan hanya tangan si pencuri yang harus dipotong, tapi matanya yang menyesatkan sehingga si pelaku menjadi pencuri juga harus dicungkil!

Dengan demikian, hukum potong tangan yang berlaku bagi para pencuri dalam ranah hukum Islam mau dituding menyalahi, atau mengganti hukum ALLAH yang mana dari hukum-hukum di atas?

Justru Islam lah yang secara konsekuen melaksanakan hukum-hukum ALLAH sesuai dengan ketetapan yang berlaku dalam kitab-kitab suci-Nya. Sementara mayoritas umat Paulus pura-pura buta-tuli berjamaah terhadap konsekuensi tuntutan hukum yang jelas-jelas tertulis di dalam kitabnya sendiri! 
 
4. MEMRA YANG HIDUP
Dalam tradisi Rabinik, kata "Memra" tidak pernah dimaknai sebagai wujud Allah dalam rupa apapun seperti yang divisualisasikan dalam injil-injil kanonik sebagai Teofani. Memra adalah padanan kata dari Ma'amar, Dibbur, atau Logo yang secara sangat eksklusif hanya dihubungkan dengan firman.

Dalam Targum, Memra didefinisikan sebagai firman dalam artian "kata atau ucapan ALLAH yang kreatif atau direktif yang memanifestasikan kuasa-Nya di dunia materi atau pikiran." Istilah ini digunakan terutama sebagai "pengganti Tuhan" ketika ekspresi antropomorfik harus dihindari (lihat lagi Rukun iman Yahudi ke-3 di atas).

Jadi, karena pada prinsipnya Memra adalah firman ALLAH, tentu saja segala interpretasi yang menyebut memra "menampakkan diri secara fisik" kepada manusia adalah pemikiran konyol yang secara frontal melawan definisi Memra itu sendiri! Memangnya siapa manusia di dunia ini yang pernah melihat suara atau kata-kata yang keluar dari mulut manusia lainnya, apalagi melihat kata-kata atau firman yang keluar dari sisi ALLAH?

Lalu, bagaimana sebenarnya "Memra" ini berinteraksi dengan manusia?
Sebagai contoh, baca baik-baik kisah percakapan Musa dengan Allah dalam Keluaran 3:2-14.

Yang berbicara (mentransmisi Firman, Memra, Ma'amar, Dibbur, Logo) di sana adalah ALLAH tapi DIA tidak pernah hadir secara fisik melainkan senantiasa melalui perantara Malaikat-Nya, yang atas izin dan kuasa-Nya, dapat berobah bentuk menjadi apa saja. Proses transmisi firman seperti inilah yang berlaku pada setiap nabi dan rasul ALLAH, termasuk kepada nabi Yesus AS dan nabi Muhammad SAW dalam berbagai bentuk interaksi yang bervariasi.
 
:: Simak penjelasan detil tentang Memra menurut Jewish Ensiclopedy di sini:

5. NAMA YHWH 
YHWH, dalam kitab Ibrani ditulis יְהוָ֞ה dibaca Yahweh, dan 16 nama-nama ALLAH lainnya dalam bahasa ibu nabi Yesus AS ini diakui oleh para rabbi Yahudi jaman now merujuk pada satu-satunya sosok yang sama, yaitu ELOHE, atau ALLAH dalam bahasa Al-Quran. Dan ALLAH memberi petunjuk perihal "perbedaan" penyebutan nama-Nya ini dalam salahsatu firman-Nya,

"Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. …." (QS. 14:4)

Itu sebabnya kenapa umat Islam tidak menyebut ALLAH dengan kata YAHWEH, begitu pula sebaliknya, umat Yahudi juga tidak menyebut YAHWEH dengan kata ALLAH, sebab kedua umat ini mengenal ALLAH yang sama tapi dalam bahasa nabi dan rasulnya masing-masing.

Kendati demikian, dengan sedikit menggunakan akal sehat, penjelasan berbasis studi linguistik tentang proses terjadinya perbedaan penyebutan nama ALLAH di antara dua bangsa Semitik yang bersaudara ini sebenarnya mudah untuk dipahami.
 
:: Pelajari penjelasannya di sini:

6. YHWH MENJADI BAPA MANUSIA? 
Torah, Mazmur, dan Injil (baca: bukan Bibel) adalah kitab-kitab suci dari ALLAH yang diturunkan melalui Nabi Musa AS, nabi Dawud AS, dan nabi Yesus AS khusus dan sangat terbatas hanya untuk Bani Israel. Dengan demikian, segala sesuatu yang tertulis di dalam kitab-kitab tsb sejatinya merupakan "urusan internal" antara ALLAH dengan bangsa Yahudi saja. Tidak ada urusannya dengan bangsa lain di luar ke-12 suku bangsa Yahudi.

Jika di dalam kitab-kitab tsb didapati interpretasi kausal antara "Bapa dan anak-anak ALLAH", maka harap dicatat! Menurut para rabbi jaman now, bangsa Yahudi sendiri memahaminya bukan dalam arti literal, melainkan sebagai gelar untuk orang-orang saleh yang dekat dengan Allah, atau sebaliknya.

Kendati demikian, perlu dicatat bahwa kita tidak pernah tahu apakah memang benar ALLAH mengijinkan manusia menganggap DIA sebagai "Bapa Manusia" seperti tertulis dalam Bible yang kita baca hari ini, karena khususnya kitab-kitab yang dianggap sebagai Perjanjian Lama di mana terms ini banyak ditemui adalah hasil salin ulang dari berbagai sumber yang dimulai pengerjaannya antara tahun 470 - 500 SM, ratusan tahun setelah kitab-kitab aslinya sendiri sudah musnah seiring berjalannya waktu, atau hilang entah kemana.
 
:: Salahsatu referensi terkait isu ini bisa dipelajari di sini

Di sisi lain, Al-Quran diturunkan oleh Allah melalui nabi Muhammad SAW bukan untuk bangsa Yahudi atau bangsa Arab saja, tapi untuk seluruh umat manusia. Jadi, adalah pemikiran yang salah dan jelas-jelas konyol bila ada umat Paulus yang beranggapan bahwa secara normatif Al-Quran harus tunduk pada Bible Kristen dan membatasi ruang lingkupnya sesempit dunia PL dan PB saja.

Lagipula, aturan siapa yang menentukan segala sesuatu yang tertulis dalam Al-Quran harus merujuk pada Bible buatan bangsa pagan Yunani yang tidak pernah disebut-sebut, baik dalam Torah, Mazmur, Injil, apalagi Al-Quran yang sama-sama berasal dari ALLAH?

Al-Quran, di samping mengajarkan ribuan aspek terkait hubungan kausal antara ALLAH dengan umat manusia dan antar sesama umat manusia sendiri, salahsatu yang ditegaskan oleh ALLAH di dalamnya adalah anggapan ahlulkitab (umat Yahudi dan Kristen) tentang "anak-anak ALLAH" yang sangat tendensius menyesatkan pembaca untuk memahaminya secara keliru. Terms "anak-anak ALLAH" ini bahkan berpotensi dijadikan pembenar oleh orang-orang yang disesatkan tsb bahwa ALLAH adalah "Bapa Manusia". Al-Quran menegaskan ini adalah PEMAHAMAN YANG SALAH! (lihat QS. 112:1-4 dan QS. 5:18 atau lihat lagi jawaban untuk pertanyaan pertama di atas).

Penegasan Al-Quran tsb mengindikasikan bahwa klaim "Bapa dan anak-anak ALLAH" dalam tradisi baca Bible cukup punya alasan untuk dicurigai sebagai pekerjaan "tangan-tangan jahil para pemilik pena palsu", alias bukan berasal dari ALLAH.
 
:: Lihat penjelasannya di sini

Adapun manifestasi puncak dari teologi Islam dan Yahudi adalah TAUHID, yakni pemahaman secara sempurna disusul dengan pengakuan secara absolut bahwa ALLAH tidak bersekutu dengan apapun dan tidak boleh disekutukan dengan apapun, diakhiri dengan sepenuh ketundukan bahwa tidak ada ilah lain yang berhak untuk disembah kecuali ALLAH.

Itulah sebabnya kenapa baik ajaran Judaisme maupun Islam sama-sama menyatakan dengan tegas bahwa penyembahan terhadap tuhan lain, seperti yang dilakukan oleh umat Kristen bentukan Paulus, misalnya, adalah PENYEMBAHAN TERHADAP BERHALA.

Hal ini mudah dibuktikan dengan melihat fakta bahwa umat ini memang menjadikan replika tiang salib (yakni bentuk pahatan, baik dengan atau tanpa patung yang dianggap sebagai sosok Yesus di atasnya) sebagai media atau perantara penyembahan terhadap ALLAH LAIN yang bukan YHWH umat Yahudi dan bukan pula ALLAH umat Islam.

Kenapa kedua umat ini menyebut sesembahan Kristen sebagai ALLAH LAIN?
Karena ALLAH dalam perspektif Kristen tidak sama dengan ALLAH umat Yahudi atau ALLAH umat Islam sebagaimana sudah dijelaskan dalam jawaban ringkas untuk pertanyaan pertama di atas!

Jadi, jemaat Paulus dari denom manapun yang hari gini masih pedegeje (percaya diri gak jelas) mengaku-ngaku ber-ALLAH-kan YHWH tapi menafsirkan eksistensi YHWH secara suka-suka dan menyimpang dari apa yang sudah menjadi keyakinan turun temurun umat Yahudi bahkan sejak 17 abad sebelum Kristen sendiri lahir, jelas bukan merujuk kepada YHWH yang disembah oleh umat Yahudi, atau ALLAH yang disembah oleh umat Islam, tapi kepada YHWH KW2 alias YHWH Palsu!

Dengan demikian tentu saja sangat beralasan bila umat bentukan Paulus ini meyakini bahwa YHWH mereka adalah ALLAH yang berbeda dengan ALLAH umat Islam -- termasuk ALLAH umat Yahudi -- karena karakternya memang beda, kehendaknya juga beda, bahkan sorganya pun beda.

Nah, bicara tentang sorga, maka perlu disadari bahwa karena sorga milik YHWH umat Yahudi atau sorga milik ALLAH umat Islam adalah satu-satunya sorga yang sama di akhirat sana, demikian pula halnya dengan neraka-Nya, maka kelak kita semua hanya akan ditempatkan di salahsatu dari dua wilayah maha dahsyat ini untuk hidup selama-lamanya sebagai ganjaran atas segala perbuatan selama hidup di dunia.
Karena itu, sorga mana lagi yang boleh disebut sebagai "sorga yang berbeda" dengan sorga milik ALLAH atau milik YHWH, selain neraka?
Illustrasi di atas ini melukiskan bagaimana "kedekatan" para Rabbi Yahudi dengan "saudara" mereka yang Muslim di tanah Yudea sendiri, yang menunjukkan kepada kita bahwa mereka tidak punya masalah dengan perbedaan sebutan -- atau nama -- satu-satunya Tuhan yang benar, yang selama ini sama-sama mereka sembah.


Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Note: Original post dan dolah-dalihnya dapat disimak di sini.

Wednesday, July 4, 2018

Soteriologi Dalam Islam Wednesday, July 4, 2018

ISLAM berasal dari perbendaharaan kata dalam bahasa Arab "salima yuslimu istislaam" yang berarti tunduk atau patuh. Juga dari kata "yaslamu salaam" yang berarti selamat, sejahtera, atau damai.

Dengan demikian, menurut kaidah tata-bahasa Arab, pecahan kata ISLAM mengandung pengertian:
  • Islamul wajh; ikhlas menyerahkan diri kepada Allah,
  • Istislama; tunduk secara total kepada Allah,
  • Salaamah atau Saliim;  suci dan bersih,
  • Salaam;  selamat, atau damai sejahtera, dan
  • Silm; tenang dan damai.

Sedangkan orang yang mensifati kata "tunduk, patuh, dan berserah diri kepada Allah" seperti dimaksud dalam penjelasan di atas, dalam bahasa Arab disebut MUSLIM.

Jika kemudian ada yang bertanya; siapakah orang-orang yang disebut MUSLIM dalam ISLAM?

Allah menjawab dalam firman-Nya,
“Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (QS. Al-Anbiya: 25).

"Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." (QS. At-Taubah:71)

Dengan demikian, maka MUSLIM adalah semua Nabi dan Rasul Allah, dan mereka yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, yang melaksanakan segala  perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya dengan cara mengikuti petunjuk dan ajaran semua Nabi dan Rasul Allah yang telah disempurnakan melalui ajaran penutup para Nabi dan Rasul Allah; yaitu Nabi Muhammad SAW.

Ya! MUSLIM dalam ISLAM adalah semua Nabi dan Rasul Allah dan seluruh pengikut, atau umatnya masing-masing. 

Sedangkan tentang pengikutnya, Nabi Muhammad SAW menegaskan;
“Semua umatku pasti akan masuk surga kecuali orang yang enggan.” Para shahabat bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang enggan itu?” Beliau menjawab, “Barangsiapa mentaatiku pasti masuk surga, dan barangsiapa mendurhakaiku (tidak taat padaku) maka dialah orang yang enggan (masuk surga).” [HR. Al-Bukhari no.6851, dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu] - [Lihat juga Syafaat Rasulullah SAW]  

Karena itu, berbicara tentang soteriologi -- atau keselamatan -- dalam Islam tidak perlu repot, sebab sesungguhnya sudah dijelaskan oleh kata "ISLAM" dan "MUSLIM" itu sendiri yang meliputi makna bahwa siapapun orangnya, selama dia "tunduk, patuh, dan berserah diri kepada Allah" dengan cara mengikuti ajaran Rasul-Nya, maka Allah menjamin keselamatan dan kedamaiannya (yaslamu salaam) di dunia, terutama di akhirat!

Dalam banyak firman-Nya, Allah menjanjikan kehidupan kekal di sorga yang dipenuhi dengan jutaan kesenangan dan kenikmatan tak terbatas yang tidak pernah terbayangkan oleh manusia selama hidup di dunia, hanya kepada orang-orang:

  1. yang beriman dan berbuat baik (QS. Al-Baqarah: 25)
  2. yang mu’min lelaki dan perempuan (QS. At-Taubah: 72)
  3. yang bertaqwa (QS. Ath-Thuur: 17-20)
  4. yang beriman dan beramal saleh (QS. Al-Kahfi: 30,31,107,108)
  5. yang bertaqwa kepada Rabbnya (QS. Az-Zumar: 73-74)
  6. yang tidak mensekutukan-Nya dengan tuhan-tuhan dan sesembahan lain (QS. An-Nisa: 48)
Mereka yang tidak memenuhi kriteria di atas, apalagi yang mensekutukan-Nya dengan cara menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah, jelas tidak akan selamat masuk sorga! Dan sebagai gantinya, maka satu-satunya tempat selain sorga yang tersedia untuk menjalani kehidupan kekal di akhirat nanti adalah neraka!   
Lalu, bagaimanakah jatidiri MUSLIM yang dijamin keselamatannya oleh Allah dan Rasul-Nya sebagaimana diterangkan di atas?

Mereka adalah orang-orang yang sepanjang hidupnya senantiasa berupaya hingga ke puncak kesanggupan jasmani dan rohaninya untuk tetap berpegang teguh pada pilar-pilar ISLAM sebagaimana dimaksudkan dalam Rukun Iman, Rukun Islam, dan perilaku Ihsan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW seperti berikut: 
Jatidiri Muslim
Jaminan Keselamatan Umat Islam





Thursday, July 13, 2017

Isa Muslim vs Yesus Kristen Thursday, July 13, 2017

APAKAH ISA DALAM AL-QURAN ADALAH YESUS DALAM BIBEL?

Para penginjil Kristen sangat terusik misinya oleh nas-nas Al-Qur’an yang mengungkap kebatilan doktrin Kristen tentang ketuhanan Yesus. Dalam booklet penginjilan berjudul “Apakah Isa Muslim Adalah Yesus di Alkitab?” penginjil yang memakai nama alias Abdul-Masih menciptakan istilah baru “Isa Muslim” (Nabi Isa menurut Al-Qur’an) dan Yesus Kristen (Yesus menurut Bibel).

Dalam buku 81 halaman yang diklaim “disadur & disusun oleh hamba-hamba tuhan ex-muslim” ini, ia berjibaku menolak vonis Al-Qur’an tentang kebatilan doktrin ketuhanan Yesus dengan dua jurus. Ia menampik tuduhan dengan mengklaim bahwa sosok Nabi Isa dalam Al-Qur’an berbeda dengan Yesus yang diceritakan dalam Alkitab (Bibel). 

Demikian Kutipannya:
“Quran mengklaim bahwa ia diwahyukan kepada Muhammad oleh malaikat Jibril mulai di sebuah gua; tetapi gambaran Yesus yang dipresentasikan oleh Quran berbeda secara radikal dengan pesan Gabriel kepada perawan Maria dalam Injil. Hal ini menunjukkan bahwa malaikat Jibril yang mewahyukan Quran kepada Muhammad, bukanlah malaikat Gabriel yang ada dalam kitab suci Yahudi-Kristen.

Isa Muslim memang tampak mirip dengan Yesus Kristen. Namun kemiripan ini hanya ada di permukaan saja. Secara tegas Quran menyangkali keterangan Injil yang paling penting mengenai Yesus. Quran menyatakan bahwa Yesus hanya seorang manusia dan bukan Tuhan; bahwa ada seorang lain yang disalibkan untuk menggantikan tempatnya; bahwa ia tidak pernah bangkit dari kematian; bahwa ia akan datang kembali ke dalam dunia sebagai muslim untuk menghancurkan kekristenan; dan bahwa ia jauh lebih rendah dibandingkan Muhammad! Quran menyangkal status Yesus sebagai Hakim tertinggi dan Tuhan atas segala sesuatu” (hlm 5).

Tulisan penginjil Abdul Masih itu sama sekali bukan karya ilmiah, melainkan halusinasi yang tidak Alkitabiah.

KRISTEN BUKAN AGAMA YESUS!
Salah kaprah istilah dengan mempertentangkan Isa Muslim dengan Yesus Kristen. Istilah ini tidak sepadan bila dibandingkan karena tidak setara.

Untuk istilah Nabi Isa Muslim, memang sudah tepat. Karena menurut Al-Qur’an, semua nabi dan para pengikutnya disebut Muslim (Qs. Ali Imran 84), sebab agama Islam telah diajarkan oleh nabi-nabi terdahulu (Qs. Al-Hajj 78), dan satu-satunya agama yang diridhai Allah hanyalah Islam (Qs. Ali Imran 19, 85, 102).

Sedangkan istilah “Yesus Kristen” jelas salah kaprah karena tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa Yesus beragama Kristen. Bahkan dalam Bibel sendiri, Yesus tidak pernah mengucapkan kata “Kristen,” apalagi memproklamirkan diri sebagai seorang Kristen. Bahkan istilah “Kristen” dalam Bibel sendiri tidak pernah dikenalnya karena baru dipopulerkan oleh Paulus dan Barnabas jauh setelah Yesus tidak ada di dunia (Kisah Para Rasul 11:26).

Berdasarkan sejarah, buku "Comparative Religions on File: Facts on File Library of World History" mengungkapkan bahwa Yesus lahir sekitar tahun 4 Sebelum Masehi dan wafat sekitar tahun 29 Masehi. Sementara Paulus dan Barnabas memberi nama “Kristen” terhadap ajaran (bukan agama) yang mereka bentuk, sekitar tahun 42 M. Berarti Kristen baru muncul sekitar 13 tahun setelah Yesus tidak ada di dunia.

SOSOK YANG SAMA DENGAN DUA PERSEPSI BERBEDA
Adalah kesalahan besar bila ada yang mengatakan bahwa Nabi Isa dalam Al-Qur’an dan Yesus dalam Bibel adalah dua sosok yang berbeda.

Pernyataan bahwa sosok Nabi Isa yang tertulis dalam Al-Qur’an dengan Yesus yang diceritakan Bibel adalah sosok yang berbeda, memang sangat ampuh untuk menepis vonis kafir terhadap doktrin Kristen.

Jika Nabi Isa yang dimaksud dalam Al-Qur’an bukan Yesus dalam alkitab yang diyakini oleh umat Kristen, lantas koreksi ayat Al-Qur’an tentang kebathilan doktrin penyaliban dan penuhanan Nabi Isa itu ditujukan kepada siapa? Padahal ayat-ayat tersebut banyak memakai sapaan “Ya ahlal kitab” (wahai kaum Ahli Kitab; Yahudi dan Kristen).

Pandangan yang benar, Nabi Isa dalam Al-Qur’an dan Yesus dalam Bibel adalah dua sosok yang sama tapi berbeda persepsi, alias serupa tapi tak sama. Ketidaksamaan ini timbul karena Alkitab sudah mengalami perubahan dari kitab aslinya (Qs. Al-Baqarah 79). Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah penambahan (insersi) doktrin Trinitas atau Tritunggal di dalam Bibel:

“Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu” (1 Yohanes 5:7).
Satu-satunya ayat Trinitas yang melantik Yesus sebagai salah satu dari oknum Tuhan ini adalah kalimat sisipan (insersi). Ayat ini diciptakan oleh Priscillian, seorang bidat asal Spanyol yang mati tahun 385. Mulanya ayat ini dicantumkan dalam komentar atau catatan pada margin Alkitab sebagai ayat tambahan. Namunl ima belas abad kemudian barulah ayat ‘margin’ ini diterima karena dianggap memberikan bukti Alkitabiah untuk ajaran Trinitas.
Maka pada terbitan Perjanjian Baru Yunani tahun 1550 yang dikerjakan oleh Stephanus, catatan atau footnote itu dimasukkan ke dalam Authorized Version, dan menyelinap ke dalam Bibel di seluruh dunia.

Namun beberapa edisi Bibel masih objektif dengan mencantumkan ayat palsu tersebut dalam Bibel, tapi dengan catatan kaki bahwa ayat tersebut adalah tambahan (insersi). Bibel edisi New International Version, misalnya, mencantumkan footnote sbb:

“Late manuscripts of the Vulgate testify in heaven: the Father, the Word and the Holy Spirit, and these three are one. And there are three that testify on earth: the (not found in any Greek manuscript before sixteenth century)” [The Holy Bible New International Version, hlm. 1242].

Di Indonesia, kepalsuan ayat Trinitas ini juga diakui dalam Alkitab terbitan resmi Katolik dengan Imprimatur Mgr Donatus Jagom SVD, Uskup Agung Ende-Ndona:

“Ayat 7-8: ‘di dalam sorga….. di bumi.’ Bagian ayat ini tidak terdapat dalam naskah-naskah Yunani yang paling tua dan tidak pula dalam terjemahan-terjemahan kuno, bahkan tidak dalam naskah-naskah paling baik dari Vulgata… Karenanya bagian ini pasti tidak asli.” [Kitab Suci Perjanjian Baru dengan Pengantar dan Catatan, 1976-1977, hlm. 563]
Dalam kamus manapun, persamaan (sinonim) yang tepat untuk kata “TIDAK ASLI” adalah “PALSU.” Ayat-ayat palsu dalam Bibel inilah penyebab utama lahirnya perbedaan persepsi antara Al-Qur’an dan Bibel dalam memandang sosok Nabi Isa.
FAKTA LAIN DALAM BIBEL
Kesimpulan para penginjil bahwa Nabi Isa dan Yesus adalah dua sosok yang berbeda, selain tegas-tgas dibantah oleh kitab suci Al-Quran, sebenarnya sudah lama dibantah oleh Bibel sendiri. Dalam terjemahan Alkitab kuno (lawas), kata yang dipakai bukan Yesus, melainkan Isa Almasih. Sebaliknya dalam terjemahan Al-Qur’an bahasa Inggris, kata yang dipakai adalah “Jesus Christ.”

Karenanya, jJika ingin memaksakan pendapat bahwa Nabi Isa dan Yesus Kristus adalah dua sosok yang berbeda, maka penginjil Abdul Masih harus benar-benar merevisi total seluruh isi injil-injil kanonik dalam Bibel! 

[A. Ahmad Hizbullah MAG | Suara Islam]   


Monday, November 28, 2016

GM | Answering Cristianity Monday, November 28, 2016

Wednesday, November 2, 2016

Zakir Naik & Ahok, Di Mana Letak Kesalahannya? Wednesday, November 2, 2016


Arsip catatan GM sehari sebelum aksi BELA ISLAM 411

Menyibak tabir di balik doktrin kristen

ZAKIR NAIK MENJELEKKAN INJIL SEMUA DIAM, 
AHOK CUMA MENGUTIP AL-MAIDAH 51 KOK SEMUA PADA MARAH?

Pertanyaan bagus! 
Jadi begini ya, dik ...... duh, siapa tadi namamu?

Pertama, jujur saja aku males ngomongin Ahok, sekalipun sebenarnya jawaban untuk pertanyaan di atas itu cukup panjang, bolak-balik bakal menyebut nama Ahok, tapi sayangnya jika kalian sendiri yang menanggapi, berpotensi melebar ke mana-mana mengingat terbatasnya cara berfikir logis kalian yang tampak jelas tercermin dari pertanyaan itu sendiri!

Karena itu kita persingkat saja begini ...
Taukah kalian bahwa di tanah tumpah darahnya sendiri, kepala Zakir Naik dihargai sekelompok orang sampai 50 juta rupee, atau hampir setara dengan IDR 10 miliar? 

Jumlah ini lebih dari cukup untuk menggerakkan sedikitnya setengah dari seluruh jumlah penduduk DKI untuk turun ke jalan melakukan apa yang diam-diam sangat dikhawatirkan oleh para penyelenggara negeri ini! 

Ya, siapa saja yang berhasil "menghilangkan nyawa" Zakir Naik akan mendapat bayaran dari kelompok ini sebesar itu!

Tau kenapa?
Karena Zakir Naik dianggap -- jadi ini anggapan -- sama seperti anggapan kalian juga, bahwa dia kerap menjelekkan injil (atau kitab-kitab selain Al-Qur'an).

Jadi, bagian pertama dari pertanyaanmu sudah terjawab, sekaligus membuktikan pula bahwa "pernyataan" dalam pertanyaanmu itu ternyata tidak benar. 

Setiap saat jiwa Zakir Naik terancam direnggut oleh sekelompok orang tak dikenal karena dia dianggap kerap menjelekkan injil dan kitab-kitab selain Al-Qur'an!

Nah, supaya kalian lebih faham aku mau ngomong apa, cermatilah bahwa di sini ada dua kata penting yang perlu kalian renungi sendiri selain cuma latah, Waton Jeplak​ menyalahkan umat Islam!

Pertama kata "anggapan", dan kedua adalah kata "menjelekkan".

Kedua kata itu bersifat subjektif, sangat bergantung pada perspektif masing-masing orang yang melihat, menilai, berasumsi, lalu menyimpulkan sendiri asumsinya tadi menjadi pernyataan, atau paling tidak, menjadi pertanyaan seperti pertanyaanmu di atas itu! 

Orang-orang yang terbiasa berfikir logis dan realistis dapat dengan mudah melihat bahwa pertanyaan kalian itu sebetulnya cuma akal-akalan dalam upaya menjustifikasi kesalahan fatal Ahok, dalam hal ini secara sadar atau tidak, sudah melecehkan simbol-simbol sakral Islam!

Kalau saja Ahok itu sama dengan kalian yang cuma laskar odong-odong di grup debat lintas iman seperti misalnya di sini, aku yakin tidak banyak umat Islam yang merasa kehormatan dan harga dirinya "dicederai" seperti sekarang ini. Paling-paling mereka cuma akan menjadikannya sebagai lelucun untuk menggambarkan betapa rendahnya kemampuan olah pikir rata-rata pengikut Paulus seperti kalian.

Tapi Ahok adalah pejabat negara yang mayoritas penduduknya adalah Islam! Dan celakanya, pelecehannya itu dilakukan pada jam kerja, berseragam kerja, di lingkungan kerja, dan untuk kepentingan kerja pula!

Padahal sama seperti kalian semua, sebagai pribadi tentu sah-sah saja baginya untuk mengekspresikan apa pun yang sempat dipikirnya tentang Islam. Mau bagus, mau buruk, sepenuhnya menjadi hak individualnya sebagai WN yang oleh negara sendiri dijamin kebebasannya untuk menyatakan pendapat! 

Tapi sebagai pejabat negara? 
Melecehkan umat islam? 
Secara terbuka pula? 

Ini SALAH!
Ini sama artinya dengan merakit bom waktu untuk diri sendiri. 
Dan untuk itu, daripada ikut meledak bersama bom waktunya Ahok, menurutku sebaiknya kalian tidak perlu ribut coba membelanya!

Dia pasti tau harus berbuat apa untuk menyikapi kesalahan fatalnya ini dalam kapasitasnya sebagai pribadi maupun sebagai pejabat negara.

Sementara di lain fihak, negara juga menjamin kebebasan umat islam -- sama equalnya dengan jaminan kepada umat lain di negeri ini -- untuk menyatakan pendapat atau sikap seperti yang akan mereka perlihatkan pada 4 November 2016 mendatang.

Hasilnya bagaimana?
Siapa pun, atau pihak mana pun yang baik secara diam-diam atau secara terang-terangan berkepentingan dengan event itu akan melihat sendiri bagaimana kesudahannya nanti!

Jadi, ngapain belum apa-apa kalian sudah ribut duluan?

Nah, balik lagi ke pertanyan kalian di atas sana, aku punya 2 pertanyaan klarifikasi yang kalau tidak bisa kalian jawab, cukuplah direnungkan bersama seluruh anggota keluarga saja, begini:

1. Jika Zakir Naik menjelekkan injil, emang bagusnya injil itu apa?
2. Jika Ahok menjelekkan Al-Quran, emang jeleknya Al-Qur'an itu apa?

Silahkan kalian pikir sendiri deh!
Kukira cukup segitu saja dulu jawabanku untuk pertanyaan TS ini.

Tapi kalo ada yang mau bahas, ya, monggo!
Dipersilahken ..... 

NOTE: Lihat pembahasannya di sini.

Saturday, October 22, 2016

Ibadah Haji Dan Sumur Zamzam Menurut Penjelasan Para Rabbi Yahudi Saturday, October 22, 2016

Lingkaran merah, lokasi sumur zamzam tempo Doeloe.

Abraham, Abram, atau nabi Ibrahim AS diakui oleh umat Yahudi dan umat Islam sebagai seorang nabi besar. Umat Yahudi menyebut Abraham sebagai Bapak Orang Beriman, sedangkan di dalam Islam, nabi Ibrahim AS disebut sebagai Bapak Para Nabi, atau lebih spesifik lagi; Bapak Tauhid.

Berdasarkan Al-Quran dan Hadits, umat Islam meyakini bahwa selain membangun kembali reruntuhan Ka'bah bersama putranya; nabi Ismael AS, nabi Ibrahim AS dan nabi Ismael AS juga melaksanakan Ibadah haji di seputar Ka'bah, Mekkah, yang secara turun temurun kemudian dilaksanakan oleh anak cucu mereka hingga Nabi Muhammad SAW, untuk selanjutnya diteruskan pula oleh seluruh umat Islam sampai hari ini.

Kedua umat ini juga meyakini bahwa mata air zamzam yang muncul dalam kisah pengembaraan bunda Hagar dan nabi Ismael AS di padang gurun yang diceritakan dalam Torah, terletak di antara bukit Safa dan Marwah, yaitu Mekkah, yang merupakan bagian penting dalam ritual ibadah haji umat Islam (baca: Bani Ismael dan penerusnya).

Namun sebagian umat Kristen abangan, yang tidak mempelajari sejarah, buta biblikal geografy, dan tidak pernah mencermati kitabnya sendiri, mati-matian membantah hal di atas cuma karena satu-satunya alasan; bahwa di dalam kitab mereka, tidak ada tertulis Abraham pernah ke Mekkah, sehingga tidak ada alasan apa pun yang dapat diterima untuk mengaitkan cerita tentang keluarga Abraham dengan mata air zam zam, Ka'bah, dan Mekkah!

Tapi benarkah demikian?
Apa kata kitab suci umat Yahudi - yang dicomot oleh para bapa gereja perdana - dan dijadikan bagian dari kitab Kristen?

“Lalu Allah membuka mata Hagar (Hajar), sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak (Ismael) itu minum, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah, maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir." (Kejadian 21: 19-21)

“Lalu malaikat Tuhan menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan Syur." (Kejadian 16:7)

“Sebab itu sumur tadi disebutkan orang: sumur Lachai-Roi; letaknya antara Kadesh dan Bered" (Kejadian 16:14)”

Kendati tidak secara spesifik disebut namanya, namun dalam Mazmur kita menemukan penyebutan sebuah tempat bermata air di lembah Baka, nama lain dari Mekkah dalam banyak manuskrip kuno.

"Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah! Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion." (Mazmur 84: 4-7)
Di seluruh permukaan bumi ini, masih adakah tempat lain seperti disebutkan dalam Mazmur 84: 4-7, di mana selama berabad-abad - hingga hari ini - jutaan manusia terus berziarah ke rumah Allah dan tidak henti memuji-muji Allah, kecuali di Mekkah?
Naskah-naskah otoritatif rabbanik dan pernyataan para rabbi Yahudi sendiri juga membenarkan bahwa Lachai-Roi dalam Kejadian 16:14 adalah sumur zamzam yang terletak di Mekkah, tempat di mana setiap tahun bani Ismael dan pengikutnya melaksanakan doa-doa khusus mereka yang dewasa ini dikenal sebagai ibadah haji.

Rabbi Bachya ben Asher menjelaskan istilah באר לחי (Be’er Lahai) dalam Sefer Bereshit 16:14 sebagai: 

כי בכל שנה היו הישמעאלים חוגגים אל הבאר הזה גם היום יקרא באר זמזם 
(ki be khol shanah hayu hay-Yisma’elim choggim el ha-be’er hazzeh gam hay-yom yiqqare be’er zamzam).

“Karena setiap tahun ada orang-orang keturunan Ismael yang melaksanakan ibadah haji menuju sumur ini, yang sekarang disebut sumur zamzam.”

Rabbi Avraham Ben Ezra ketika menjelaskan nas Sefer Bereshit 16:14 terkait istilah באר זמזם (Be’er zamzam) juga menyatakan dengan tegas:

כי בכל שנה היו חוגגים הישמעאלים אל הבאר הזות גם היום יקרא באר זמזם 
(ki be khol shanah hayu choggim hay-Yishmaelim el ha-Be’er hazzot gam hay-yom yiqqare Be’er Zamzam).

“Karena setiap tahun ada orang-orang keturunan Ishmael yang berhaji menuju sumur tersebut dan  sekarang ini sumur itu dikenal sebagai sumur Zamzam.”  (Sumber: The Yeshiva Institute),

Sedangkan sumur zamzam sendiri menjadi salahsatu bukti Kekuasaan Allah Abraham, Ismael, Ishak, dan Yakob AS, karena sejak kemunculannya di hadapan Hagar; Ibunda nabi Ismael AS, sekitar 4.000 tahun lalu, hingga hari ini tidak henti mengalirkan airnya "yang penuh berkat" walaupun selama 40 abad lebih telah dikonsumsi oleh berjuta-juta manusia dari seluruh dunia, khususnya mereka yang melaksanakan ibadah haji dan Umroh ke Mekkah!

Subhanallah!
Maha Besar Allah Dengan Segala Kemahakuasaan-Nya.



Tuesday, October 18, 2016

Ketika Kita Bicara Tentang Kitab Suci Dari Tuhan Tuesday, October 18, 2016


KETIKA KITA BICARA TENTANG KITAB SUCI DARI TUHAN

Ya, ketika kita bicara tentang kitab wahyu dari Tuhan, maka siapa pun pasti akan sepakat bahwa kita sedang membicarakan KITAB SUCI yang berisi firman Tuhan. 

Selanjutnya, tanpa perlu ditanya lagi, pasti kita juga sama-sama sepakat bahwa TIDAK MUNGKIN Tuhan melakukan kesalahan sekecil apa pun dalam menyampaikan segala firman-Nya kepada setiap makhluk ciptaan-Nya sendiri, termasuk tentu saja kepada kita, makhluk bernama manusia ini.

Ini menjadi menarik karena belajar dari pengalaman, akhirnya kita menemukan dan menjadi yakin bahwa ternyata ada kitab yang, konon katanya suci karena berisi wahyu dari Tuhan, tapi isinya penuh dengan cacat logika!

Hal ini sudah sama-sama kita buktikan melalui sejarah panjang dan pengalaman empiris masing-masing dalam menyaksikan -- atau mendengar dari para pendahulu -- bagaimana kemudian dalam upaya membenarkan keyakinannya berdasarkan pada kitab suci yang tidak benar, maka dari generasi ke generasi umat Kristen tidak berhenti berusaha hingga jungkir balik, mati-matian coba mencari kesalahan ayat-ayat dalam kitab suci umat Islam!

Namun  tragisnya, selalu saja terbukti, lagi, lagi, dan lagi, bahwa di ujung usaha keras itu, hampir dapat dipastikan justru merekalah yang terjungkal, NYUNGSEP di kubangan usahanya sendiri!

Lantas, bagaimana dengan kitab mereka yang konon pula katanya "sudah disucikan" (baca: dikanonisasi) dan yang di Indonesia diberi nama ALKITAB?

Menurut saya, baru dari namanya saja sudah langsung ketahuan TIDAK SUCI!

Kenapa? Karena nyata betul namanya tidak orisinil, alias hasil nyolong dari perbendaharaan kata dalam bahasa asli yang digunakan oleh AL-QUR'AN! 

Siapa yang tidak tau bahwa nama kitab itu sebenarnya adalah BIBEL? 
Bagaimana ceritanya bisa menjadi ALKITAB, coba? 

Jadi, jika namanya saja sudah jelas tidak asli, lantas bagaimana pula dengan isinya? Bukan begitu?

Jika itu anda tanyakan ke saya, WAH!
Kalau soal isinya sih, jangan tanya deh! Sekitar 6-7 tahun dulu saya sendiri sempat ikut mendokumentasikan INDEKS DAFTAR KESALAHAN AYAT-AYAT DALAM ALKITAB seperti yang masih bisa diteliti satu demi satu di sini.

Nah, kalau sebuah kitab suci dari Tuhan sampai bisa dibuatkan indeks kesalahannya oleh manusia,  maka apakah anda masih percaya bahwa kitab model begini betul-betul 100% berisi wahyu dari Tuhan? 

Menurut hemat saya sih, orang yang sehat lahir dan bathinnya pasti akan menolak tegas-tegas bila dipaksa untuk percaya dengan begitu saja bahwa kitab "yang disucikan" ini berisi wahyu dari Tuhan dan 100% bebas dari intervensi tangan-tangan jahil manusia kardus yang seenaknya saja menulis ayat-ayat ambigu, mustahil, kontradiktif, dusta dll serupa itu, lalu memaksa pembacanya supaya percaya bahwa semua itu adalah firman Tuhan!

INGAT! Tadi kita semua sudah sepakat bahwa TIDAK MUNGKIN Tuhan melakukan kesalahan sekecil apapun, dalam hal apapun, apalagi jika itu sudah menyangkut hukum-hukum dan segala ketetapan-Nya!

Sampai di sini, balik ke cerita INDEKS DAFTAR KESALAHAN AYAT-AYAT DALAM ALKITAB tadi, sekalipun anda sudah lihat sendiri betapa massif koleksi kesalahan ayat-ayat alkitab di sana, tapi jangan heran bila di mana pun itu, tidak sedikit dari sekian banyak pengikut Paulus yang nekad, yang dengan busung dada akan klaim bahwa seluruh kesalahan itu SUDAH DIJAWAB semua!  

YA, dijawab! Namun apapun jawabannya, tetap tidak merobah sedikitpun fakta bahwa kitab suci mereka penuh bertabur error!  

Saya sendiri juga sudah pernah ikut baca apa yang mereka klaim sebagai  jawaban itu. Dan tahukah anda bagaimana kesimpulan dari jawaban mereka?

Kira-kira begini: 

"Tidakkah anda tahu bahwa alkitab ditulis oleh beberapa kelompok orang secara bertahap, atau bergantian dari generasi yang satu ke generasi lainnya, sehingga adalah SANGAT WAJAR bila dalam prakteknya terjadi salah kutip atau salah tulis di sana-sini!" 

Membaca "excuse" seringan itu, apalagi jika anda pernah belajar "Theotolologi", saya yakin pikiran anda pasti langsung melayang ke arah Roh Kudus, bukan? 

Ya, kita semua sudah BOSEN mendengar bagaimana umat seberang ini berkaok-kaok memastikan bahwa para penulis alkitab (baca: pengarang kitab Perjanjian Lama yang berisi Mazmur & Taurat, berikut kitab Perjanjian Baru yang berisi Injil-injil kanonik serta surat-surat mesra Paulus cs kepada jemaat non-indonesia) menulis KARANGAN mereka di bawah bimbingan langsung dari Roh Kudus yang mereka yakini adalah Tuhan itu sendiri!

Nah, coba pikir sekali lagi, bagaimana mungkin Tuhan bisa sedemikian teledor sehingga  Mahakarya-Nya melalui tangan manusia-manusia yang tak jelas identitasnya itu akhirnya cuma menghasilkan setumpuk kesalahan dari mulai yang minor, mayor, sampai fatal, dalam kitab wahyu-Nya sendiri? 

Terlepas bagaimana hebatpun umat seberang coba membuat alasan untuk "membenarkan" KESALAHAN ini, saya yakin siapa saja yang dengan kesadaran penuh dapat menggunakan akalnya secara paripurna pasti tidak akan dapat menerima semua alasan mereka!  

Bagaimana mungkin Tuhan bisa lebih bodoh, atau lebih pikun, dari manusia ciptaan-Nya sendiri? Jawabnya tentu saja SANGAT MUSTAHIL!

Dan berangkat dari kemustrahilan inilah kita pun akhirnya sampai pada kesimpulan sebagaimana diinformasikan oleh Tuhan sendiri di dalam Al-Qur'an, maka BENAR adanya; bahwa sejatinya kandungan kitab suci umat kristen memang sudah carut-marut akibat diobok-obok oleh para editornya!

Saya yakin sebenarnya tidak sedikit umat kristen yang menyadari, dan diam-diam mengakui hal ini. Tapi apa daya, janji kosong bahwa barangsiapa percaya Yesus adalah Tuhan dijamin akan masuk sorga, nampaknya masih demikian kuat memikat hati untuk terus diimani?

Akibatnya, merekapun nekad berupaya sekuat tenaga mencari kesalahan dalam Al-Qur'an yang terbukti tidak pernah salah, semata-mata cuma untuk menenangkan diri bahwa jika memang ada, maka apa yang selama ini mereka imani tidak salah-salah banget!

Karena itu sungguh aneh dan lucu rasanya jika kita menemukan masih ada saja tukang ngeyel dari umat ini yang tiap kali bicara tentang topik apa pun itu, selama sama-sama tertulis dalam Alkitab dan Al-Qur'an dan informasi yang disampaikan berbeda, maka yang HARUS DISALAHKAN adalah Al-Qur'an!

Dengan bukti segerobak pasir seperti di atas tadi, kenapa mereka tidak pernah mau bersikap jujur mengakui bahwa YANG SALAH ADALAH ALKITAB?

Jika ada yang masih pura-pura blo'on tapi sebenarnya coba mengakali pembaca dengan bertanya, "Parameternya apa sehingga anda menuduh alkitab yang salah?", maka jawabnya sederhana saja. 

"Bukankah sejak awal tadi sudah saya tunjukkan bukti bahwa Alkitab penuh dengan error, sedangkan anda sama sekali tidak pernah mampu membuktikan hal yang sama terdapat dalam Al-Qur'an?"

Jadi, jika sudah sedemikian banyak ditemukan bukti error dalam penulisan alkitab sedangkan dalam Al-Qur'an sama sekali tidak ada, apakah lantas informasi dari alkitab yang bertentangan dengan informasi dari Al-Qur'an masih pantas disebut lebih benar?

Come on, man! Mbok realistis saja kenapa sih? 
Lha wong kitab suci sampeyan itu penuh perkeliruan begitu kok ya, masih ngeyel juga?

Makanya, MIKIR YANG BETUL!
Gitu aja kok repot?

[Renungan akhir pekan - Gus Mendem Menjawab]


Thursday, July 21, 2016

Sorga Yang Dijanjikan Kepada Muhammad Dan Seluruh Umatnya Thursday, July 21, 2016

Sorga Dalam Ajaran Islam

Sunday, June 26, 2016

Tuhan Negeri Mekkah Dan Presiden Kepulauan Riau Sunday, June 26, 2016

Termasuk negara-negara "negeri mekkah", di bawah ini adalah daftar 26 negara yang menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa resmi, atau bahasa nasional negaranya.

Total populasi seluruhnya lk. 398.7 juta jiwa dan mayoritas penduduknya beragama Islam yang tidak membaca Al-Quran terjemah Indonesia, tapi tentu saja bahasa aslinya, yaitu bahasa Arab.

Sedangkan peta di sampingnya adalah wilayah penyebaran penduduk keduapuluh enam negara tadi yang meliputi lebih dari separoh belahan benua Afrika, sementara peta di bawahnya adalah wilayah penyebaran penduduk beragama islam dunia yang yang pada hari ini -- termasuk ke duapuluh enam negara tadi -- totalnya sudah hampir 2 milyar manusia.

Tahukah kalian apa yang menarik dari fakta ini?
BANYAK!

Tapi kita cuma akan mencermati SATU SAJA, yaitu pertanyaan yang sampai hari ini masih membuat laskar odong-odong paulus bingung dan tidak habis pikir, yaitu;

"Kenapa hampir 2 milyar manusia tsb tidak sedikitpun ragu untuk mengakui dan menyembah satu-satunya Tuhan yang benar, yaitu "Tuhan negeri Mekkah", Tuhan yang disembah oleh Yesus Kristus (pbuh) dan Tuhan yang mereka sembah juga, padahal orang-orang ini bukan seluruhnya bangsa Arab, apalagi tinggal di Mekkah?"

Jawaban paling mudah untuk adik-adik laskar kacang polong ini adalah:

"Sebab mereka membaca, mempelajari, dan memahami firman Allah dalam Al-Quran yang banyak dijelaskan oleh nabi Muhammad SAW melalui hadits-hadits beliau yang dituturkan dalam bahasa Arab!"

Apa hubungannya?
Tegasnya begini. Seluruh umat Islam di muka bumi ini mengetahui secara pasti bahwa ayat pertama dalam surah pertama Al-Quran -- yang ditulis dalam bahasa Arab -- memperkenalkan Allah sebagai "Robbul Alamin" atau dalam terjemah bahasa manapun di dunia ini artinya adalah "Tuhan seluruh alam semesta"

Jadi, orang-orang cerdas yang memilih menjadi Muslim di seluruh dunia, yang tingkat intelektualitasnya berada di atas rata-rata pengikut Paulus, dengan mudah mengerti bahwa ketika disebut sebagai "Tuhan negeri Mekkah", atau sebagai "Tuhan negeri Tiongkok", atau sebagai "Tuhan negeri Israel" bahkan sebagai "Tuhan planet Mars" sekalipun, sebutan-sebutan itu tidak sedikitpun merobah kedudukan Allah sebagai satu-satunya "Tuhan seluruh alam semesta" di mana Mekkah, Tiongkok, Israel, dan planet Mars berada.

Tapi laskar odong-odong Paulus yang kemampuan olah pikirnya memang memprihatinkan seperti dicontohkan oleh adik-adik kita yang hari gini masih kristen, sungguh menggelikan, sekaligus membuat kita sedih dan patut merasa iba seiba-ibanya!

Dengan berbekal terjemah indonesia ayat QS. 27:9, mereka bukan main percaya diri mengira lebih pinter dari umat islam, lalu coba "mengajari" umat Islam yang dalam angan-angannya tidak menyadari bahwa Tuhan yang selama ini disembah sebenarnya cuma "Tuhan negeri Mekkah", alias "bukan Tuhan yang sesungguhnya!"

Padahal jika paradigma mentog seperti ini disodorkan kepada penduduk mana saja dari negeara-negara berebahasa Arab di atas, dijamin mereka akan tertawa terpingkal-pingkal saking geli mendapati pada jaman semodern ini ternyata masih ada manusia yang berpikir sangat terkebelakang layaknya  manusia purba!   

Nah, untuk membuktikan bagaimana kualitas oleh pikir adik-adik kristen kita ini, coba mari kita tanya mereka hal-hal yang bersifat lokalan sajalah dulu, misalnya begini:

Adik-adik kristen,
SIAPAKAH PRESIDEN KEPULAUAN RIAU SEKARANG INI?
APA ALASANMU MENGATAKAN BAHWA DIA ORANGNYA?

Okeh!
Silahkan buktikan sendiri bagaimana menyedihkannya cara berpikir mayoritas laskar odong-odong Paulus dari jawaban dan komentar mereka di bawah ini. 


Friday, June 17, 2016

Mana Bukti Ada Perintah Sunat Bagi Umat Islam Di Dalam Al-Quran? Friday, June 17, 2016

Salahsatu pertanyaan yang lumayan sering diajukan oleh laskar kristus odong-odong yang baru belajar debat - jadi yang sudah lama ikutan debat sekalipun, selama masih mempertanyakan CENDOL BASI ini berarti sama saja odong-odongnya dengan para pemula tadi - adalah: 

Mana bukti dari Al-Quran ada perintah sunat bagi umat Islam?
Menanggapi ini, jika kemudian kita jawab misalnya cukup dengan firman Allah SWT ini saja: 

ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ 

"Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif. Dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan." (QS.16: 123) 

Dipastikan mereka tidak akan mengerti di mana "tersembunyinya" perintah itu karena umumnya umat paulus masih menggunakan cara berfikir pengikut Paulus jaman awal dulu yang rata-rata cuma bisa "injih, sendhiko ndoro!" pada segala ucapan petinggi gerejanya tanpa merasa perlu lagi untuk meng"ekspansi" kemampuan berfikirnya guna menela'ah secara kritis-logis setiap perkataan sang petinggi gereja, khususnya yang dimaksudkan untuk diimani. Ini yang sudah lama dikenal dan diaminkan secara berjamaah oleh jemaat hampir seluruh denominasi (sekte) kristen yang jumlahnya dewasa ini sudah mencapai  34 ribuan lebih! 

Padahal, bagi umumnya umat Nabi Muhammad saw, satu baris saja kalimat wahyu di atas itu sudah cukup untuk dijadikan dalil meneladani segala bentuk perbuatan lahir dan bathin Nabi Ibrahim as,. dalam mengaplikasikan pengabdian dan kepatuhannya kepada Allah, Tuhan para Nabi dan seluruh makhluk semesta alam! 

Artinya, jika Nabi Ibrahim as,. mendapat perintah dari Allah untuk bersunat (khitan) dan dipatuhinya dengan sepenuh hati, maka tentu saja demikian pula yang harus dipatuhi oleh umat nabi Muhammad saw berdasarkan firman Allah dalam QS. 16:123 di atas! Membaca jawaban ini, laskar kristus odong-odong yang cuma bisa TANDO, alias tanya-tanya doang ini, biasanya akan mengejar dengan pertanyaan blo'on lainnya, misalnya saja seperti ini: 

Mana bukti ada perintah sunat kepada Ibrahim di dalam Al-Quran? 
Jawabannya adalah tidak ada! Sebab memang perintah itu tidak pernah tertulis di dalam Al-Qur'an.

Kenapa? Karena Al-Qur'an bukan kitab yang berisi perintah-perintah untuk nabi Ibrahim as,. yang sudah wafat ribuan tahun sebelum Al-Qur'an itu sendiri menjadi kitab seperti sekarang ini. Mana mungkin Tuhan menurunkan perintah untuk dilaksanakan oleh manusia yang sudah wafat ribuan tahun sebelumnya? 

Masih belum puas, anggota turun temurun gerombolan odong-odong ini biasanya akan mengejar dengan pertanyaan argumentatif "rada cerdas", semisal ini: 

Setidaknya, cerita tentang perintah itu seharusnya ada di dalam Al-Quran!
Sampai di sini, kita yang ditanya tentu saja bakal bergumam sendiri,
"Duh ...... capedeee!" 

Bagaimana tidak?
Karena memang cape rasanya jika selama bertahun-tahun harus mengulang-ulang jawaban yang sama untuk pertanyaan CENDOL BASI yang sama, layaknya dipaksa untuk mendengar lagu lama yang sama, lagi, lagi, dan lagi, yang terus menerus diputar dari KASET RUSAK yang sama pula! 

Perintah itu memang tidak tertulis dalam Al-Qur'an, akan tetapi diceritakan dengan jelas di dalam periwayatan hadits-hadits Nabi Muhammad saw,. di antaranya seperti berikut ini: 

Telah tsabit masalah khitan dalam sunnah Rasulullah saw dalam beberapa hadits di antaranya : 

[1]. Abu Haurairah Radhiyallahu 'anhu berkata: 'Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Fithrah itu ada lima; Khitan, Mencukur bulu kemaluan, Memotong kumis, Menggunting kuku, dan Mencabut bulu ketiak" 

[Diterbitkan oleh Al-Bukhari (6297 - Fathul Bari), Muslim (3/257 - Nawawi), Malik dalam Al-Muwatha (1927), Abu Daud (4198), At-Tirmidzi (2756), An-Nasa'i (1/14-15), Ibnu Majah (292), Ahmad dalam Al-Musnad (2/229) dan Al-Baihaqi (8/323)] 

[2]. Dari Utsaim bin Kulaib dari bapaknya dari kakeknya bahwasanya kakeknya datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: "Aku telah masuk Islam". Maka Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya. "Buanglah darimu rambut kekufuran dan berkhitanlah" 

[Hasan, Diterbitkan oleh Abu Dawud (356), Ahmad (3/415) dan Al-Baihaqi (1/172). Berkata Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa' (79) : Hadits ini hasan karena memiliki dua syahid, salah satunya dari Qatadah Abu Hisyam dan yang lainnya dari Watsilah bin Asqa'. Aku telah berbicara tentang kedua hadits ini dan aku terangkan pendalilan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dengannya dalam Shahih Sunan Abi Dawud nomor 1383] 

[3]. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahawasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Nabi Ibrahim berkhitan setelah beliau berusia 80 tahun" 

[Diterbitkan oleh Al-Bukhari (6298 - Fathul Bari), Muslim (2370), Al-Baihaqi (8/325), Ahmad (2/322-418) dan ini lafadz beliau] 

** Dalam hadits-hadits di atas ada keterangan masyru'nya khitan, dan orang dewasa jika belum dikhitan juga diperintahkan untuk melakukannya. 

Sampai di sini, maka yang kemudian dapat membuat kita tertawa sendiri, bahkan sampai terbahak-bahak, adalah apa yang sejak mulai bertanya tadi diam-diam mereka kira merupakan "bom waktu" yang siap untuk diledakkan semisal ini: 

Jika perintah sunat tidak ada dalam Ak-Quran tetapi hanya ada dalam hadits, berarti perintah tsb adalah HOAX alias karangan Muhammad saja!
Tahukah anda di mana letak "kelucuan" dagelan para laskar kristus odong-odong ini? Mereka bertegar tengkuk berpegang teguh pada argumen bahwa setiap perintah terkait ritual ibadah umat Islam itu seharusnya dapat dibuktikan dengan menunjukkan dalilnya yang tertulis di dalam Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam sendiri. Mereka menolak menerima, atau mengakui kebenaran perintah-perintah tsb bila rujukannya "cuma" berasal dari hadits Rasulullah saw saja! 

Ini adalah BUKTI PALING NYATA betapa rusaknya mekanisme berfikir umat ini yang dalam banyak kesempatan kebanyakan cuma menunjukkan GAGAL MIKIR yang sangat akut akibat terlalu banyak dijejali doktrin dan dogma gereja yang sangat menyesatkan! Bagaimana mungkin mereka bisa berargumen sedemikian bodoh, yakni cuma mau percaya penjelasan kita jika sumbernya ada tertulis di dalam Al-Qur'an dan dengan tegas menolak hadits Rasulullah saw? 

Padahal FAKTANYA, saya ulangi; FAKTANYA sudah demikian jelas, bahwa baik kandungan Al-Qur'an maupun kandungan hadits-hadits shahih yang sejak lebih dari seribu tahun lalu sudah dibuktikan kebenarannya oleh para Imam dan para alim ulama (orang-orang shaleh yang berilmu), sejatinya berasal dari sosok yang sama, yaitu Rasulullah saw sendiri? 
YA! Sumber dari seluruh isi Al-Quran dan Hadits-hadits shahih berasal hanya dari SATU ORANG, yaitu nabi Muhammad saw!
Lantas, coba dipikir saja sendiri, sebetulnya bagaimana sih cara bernalar orang-orang ini sehingga hanya mau mempercayai salahsatu dari dua "sumber dari segala sumber" hukum-hukum pasti dalam seluruh ajaran Islam itu?

Puncaknya, mereka akan segera meliuk-liuk dengan asumsi liar yang ditularkan oleh para kafir Harbi sejak jaman dulu, menuduh bahwa "Al-Qur'an adalah kitab karangan Muhammad!" Maka semakin terlihat nyatalah penyakit turunan GAGAL MIKIR umat ini, sebab tuduhan tsb justru semakin menunjukkan kebenaran Nabi Muhammad saw! 

Tidak percaya? 
Perhatikan ini:

DR. W. Graham Scroggie dari Institut Alkitab Moody, yaitu salah satu Misi Penyebaran Injil Kristen yang terkenal di dunia, menulis dalam bukunya begini: 
“Injil adalah karangan manusia. kendati demikian ada orang yang terlalu fanatik buta -tanpa berpedoman kepada ilmu pengetahuan- menyangkal kenyataan ini. Kitab-kitab itu telah muncul melalui fikiran manusia, ditulis dalam bahasa manusia, diabadikan oleh tangan-tangan manusia dan memiliki gaya yang menunjukkan karakteristik manusia.” 
Dengan kata lain, penginjil lumayan beken ini menyatakan bahwa Injil bukanlah firman Tuhan, melainkan hanya karangan manusia saja! 

Berbeda dengan Al-Qur`an yang memang merupakan wahyu dari Allah dan memiliki gaya penulisan yang menunjukkan karakteristik ilahiyah yang tidak dapat ditiru oleh manusia mana pun juga. Jika para penyair Arab berkolaborasi dengan ilmuwan di seluruh dunia sekalipun, lalu mereka bersama-sama membuat SATU SAJA surat untuk menandingi Al-Qur`an, niscaya mereka tidak akan pernah berhasil! 
Jika tuduhan "ngasal" kalian harus dibenarkan, yaitu bahwa Al-Qur`an berasal dari Muhammad yang cuma manusia biasa, maka tidak mungkin bisa kalian sangkal sendiri bahwa kejeniusan Muhammad menjadi terbukti sangat jauh melampaui kejeniusan makhluk mana pun di muka bumi ini, dan tidak bisa disangkal pula telah dengan telak mengalahkan kecerdasan para ilmuwan dan pakar dari berbagai disiplin ilmu sejak 14 abad lalu hingga hari ini!

Dan tentu saja ini juga berarti kecerdasan beliau jauh melampaui kejeniusan para pengarang seluruh isi alkitab, karena beliau mengetahui ada yang salah dalam penulisan ulangnya, termasuk ........ nah, ini dia!

Sangat jauh melampauai kejeniusan Yesus yang selama ini kalian anggap sebagai tuhan!

Demikian, supaya jangan menjadi orang tolol terus sampe mati! 

Contact Form

Name

Email *

Message *