Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Apokripa. Show all posts
Showing posts with label Apokripa. Show all posts

Thursday, August 20, 2015

Penyaliban Dan Kematian Yesus Menurut Petrus Thursday, August 20, 2015

Menarik untuk disimak, Perpustakaan Nag Hammadi, dikenal juga sebagai The Dead Sea Scrolls, sebuah koleksi teks Gnostik Gereja perdana yang ditemukan di Nag Hammadi, Mesir, antara tahun 1947 s.d 1956.

Empat injil Perjanjian Baru sepakat bahwa Yesus mati tersalib atas perintah gubernur Romawi untuk Palestina, Pontias Pilatus, pada kisaran tahun tiga puluhan abad pertama Masehi. Tapi peristiwa ini bukan saja tidak disebutkan dalam injil-injil Nag Hammadi, bahkan sebagian daripadanya malah terang-terangan mencela orang-orang yang mengatakan kematian Yesus dengan cara tersalib! 

Dalam injil-injil Koptik yang tidak menyebutkan kisah penyaliban, nama Pilatus juga tidak disebutkan sama sekali. Injil versi Nag Hammadi mengisahkan kematian Yesus, namun tidak persis sama dengan  keempat injil Perjanjian Baru yang mengisahkan kematiannya di tiang salib. Tampak ada pertentangan frontal antara para penulis injil-injil Perjanjian Baru dengan kisah Petrus yang menolak kematian Yesus di tiang salib. 

Memang sulit menerima dan mengakui kesimpulan dari suatu temuan sebagai kebenaran absolut, karena ini harus melalui suatu proses reformasi besar-besaran atas iman yang dilandasi oleh dogma. Dapatkah akal sehat menjembatani dua kutub yang berbeda dalam penambatan kisah-kisah kenabian tanpa prasangka bahwa temuan itu hanya sebuah temuan yang belum tentu benar? Akal sehat dapat dijadikan alat ukur untuk melacak kebenaran, dan tidak harus mandeg di satu titik tanpa kelanjutan. Terlebih lagi, karena membicarakan ajaran sebuah agama yang berpijak pada naskah dan tulisan dari kesaksian seorang penulis, memang perlu kepekaan sendiri.

Tidak bermaksud memprovokasi temuan ini terhadap keyakinan agama, tetapi seyogyanya ia dapat dijadikan bahan tela'ah bersama secara jujur, apakah temuan dimaksud didukung oleh fakta atau tidak. Karena walau bagaimanapun, sebagai temuan, naskah tua tersebut merupakan fakta yang tidak dapat ditolak. Tinggal pertanyaannya sekarang, bersediakah gereja membuka pintu ketika ada seorang juruselamat lain datang mengabarkan tentang kematian Yesus yang berbeda dengan kabar dari inji-injil yang selama ini mereka imani?

Salahsatu temuan dari Nag Hammadi menyebutkan kisah penyaliban Yesus sebagai Berikut:
Disebutkan dalam injil Petrus melalui mulut Petrus sendiri,

"Aku melihat seolah-olah mereka menangkapnya. Aku bertanya, "Apa yang kulihat ini, Tuan? Engkaukah yang mereka tangkap? Ataukah mereka memukuli dua telapak dan dua tangan orang lain? Sang Juruselamat berkata, "Orang yang mereka paku dua tangan dan telapak kakinya itu adalah pengganti. Mereka meletakkan orang yang diserupakan itu di dalam kehinaan. Lihatlah dia! Lihat juga aku!"

Apa yang dikisahkan oleh Petrus ini berasal dari salahsatu temuan naskah kuno di Nag Hammadi, Mesir, menjelaskan peristiwa monumental yang tentu saja menimbulkan kontroversi dalam kekristenan. Dijelaskan dalam ayat tersebut bahwa Yesus selamat dari rencana pembunuhan para imam besar melalui tangan Gubenur Romawi Pontias Pilatus. Keterangan Petrus di atas nyata menyangkal kematian Yesus di tiang Salib! 

Menurut Petrus, "Seolah-olah mereka menangkapnya". Dan perhatikan pula kalimat selanjutnya. Sang juruselamat berkata, "Orang yang mereka paku dua tangan dan telapak kakinya itu adalah pengganti. Mereka meletakkan orang yang diserupakan itu di dalam kehinaan. Lihatlah dia! Lihat juga aku!"

Ini kesaksian Petrus, panatua dari semua murid Yesus, sebagai salahsatu orang terdekatnya yang bercakap-cakap secara berhadapan muka dengan Yesus dan melihat langsung ketiga orang yang terpaku di tiang salib. 

Lantas, siapa sebenarnya yang ada di sana? 
Menurut injil-injil Perjanjian Baru, di antara tiga orang yang disalibkan itu, ada dua Yesus, yaitu Yesus Barabas dan Yesus Nazarat. Dengan demikian, satu-satunya kemungkinan menjawab siapa yang mati disalib adalah Yesus Barabas, bukan Yesus Nazarat yang bersama Petrus menyaksikan dan membicarakan peristiwa penyaliban tsb dari kejauhan. Yesus barabas adalah seorang penjahat yang ditangkap oleh pemerintah romawi, dijobloskan kedalam penjara atas dasar kejahatannya.

Markus, Matius dan Yohanes tidak jelas memberikan keterangannya dalam injil-injil mereka tentang siapa sebenarnya yang disalib. "Dan oleh karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu, ia membebaskan Barabas bagi mereka. Tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan." (Markus 15:15)
Kata "sesah", dari transliterasi bahasa Yunani "φραγκέλλος (phragellōsas)" ke dalam bahasa Inggris "flogged", selain bermakna "dicemeti atau dicambuk", juga dapat diartikan sebagai "ditukar (barter), dijual, atau dirobah".

Jika penulisan injil-injil Perjanjian Baru benar, maka telah terjadi perobahan, seolah-olah yang diserahkan adalah Yesus Nazarat, padahal sesungguhnya Yesus Barabas. Probabilitas ini bukan hal yang mustahil mengingat berita dari injil-injil Perjanjian baru tidak dapat dipastikan kebenarannya karena pengumpulan berita tentang penyaliban Yesus oleh para pengarangnya bukan berasal dari mendengar atau menyaksikan sendiri peristiwanya, melainkan mengutip berita dari kisah kisah para pengabar Injil generasi awal yang tidak dapat pula dipastikan kebenarannya. 
Dalam peredaran kitab pelengkap (kitab-kitab rahasia, atau kitab-kitab apokripa), nama injil Petrus ada disebut, tetapi pekabarannya berbeda dengan Nag Hammadi. Padahal injil-injil tsb lahir dari era yang sama. Tentu perlu jangkauan akal kita terhadap sejarah secara total, apakah kitab-kitab tersebut memang memenuhi lingkup sejarah yang sebenarnya, atau telah terjadi pengeditan. Tanpa berburuk sangka pada penggali sejarah, diperlukan kemampuan khusus untuk menela'ah sejarah, mengapa pemberitaan tentang ini berbeda antara versi Koptik Mesir dan versi Yunani? Padahal keberadaan Nag Hammadi sama-sama diakui oleh dunia Kristen.

Disebutkan pula dalam kumpulan buku terbesar temuan Nag Hammadi, Yesus berkata:
"Orang lain yang merasakan empedu dan cuka, bukan aku. Orang lainlah yang memikul salib di atas pundaknya. Juga orang lain yang dipakaikan mahkota duri di atas kepalanya. Aku sendiri bersukacita di tempat tinggi. Aku mentertawai kebodohan mereka."

Ayat ini jelas mengungkapkan pernyataan Yesus sendiri yang menjawab pertanyaan apakah Yesus mati tersalib. Menurut pengakuan Yesus, yang disalib adalah orang lain, bukan dia. Penyangkalan Yesus ini, yang diungkapkan oleh kumpulan naskah terbesar Nag Hammadi menjadi bukti bahwa Yesus selamat dari penyiksaan sebagaimana dikisahkan dalam Perjanjian Baru. Apakah karena alasan temuan tsb tidak sesuai dan bertentangan dengan kisah-kisah dalam Perjanjian Baru lalu dikeluarkan dari daftar kitab kanon Perjanjian Baru?
Kitab Yohanes versi Nag Hammadi juga ternyata mendukung pernyataan Yesus. Yohanes menuliskan penrnyataan Yesus; 

"Tidak terjadi pada diriku semua yang dikatakan oleh orang-orang itu." 

Menarik untuk dicatat, bagaimana riwayat tentang Yesus ditulis dalam banyak versi dan dalam beberapa fase. Penulisan alkitab oleh orang-orang Romawi diolah dengan bahasa khusus sendiri, dan ada pula yang mengolah penulisan alkitab dengan bahasa umum. Ini bisa dilihat dari tidak adanya kesamaan dari dua sisi pengabaran tentang Yesus. Satu riwayat menyebutkan Yesus mati tersalib sementara yang lainnya menyebutkan Yesus sama sekali tidak pernah disalib. 

Menyimpulkan fakta ini berdasarkan logika nalar yang terbentur pada doktrin agama memang sulit dielakkan. Tetapi pemaparan ini paling tidak adalah langkah awal, bahwa ada masalah yang belum terpecahkan dari temuan-temuan itu yang seolah ditutup-tutupi oleh otoritas pembuat doktrin. 

Kita petik nasehat Yesus dari Injil Thomas
[2] Yesus berkata, “Barangsiapa mencari, janganlah berhenti mencari sampai dia menemukan. Ketika dia menemukannya, dia akan susah hati. Ketika dia susah hati, dia akan terpana dan akan berkuasa atas segalanya.” 

[3] Yesus berkata, “Jika para pemimpinmu berkata, ‘Lihatlah, kerajaan itu ada di sorga,’ maka burung-burung di udara akan mendahului kamu. Jika mereka mengatakan, ‘Kerajaan itu ada di laut’, maka ikan-ikan akan mendahului kamu. Sesungguhnya, kerajaan itu ada di dalam dan di luar kamu. Pada saat kamu mengenal dirimu sendiri, maka kamu akan dikenal, dan kamu akan mengetahui bahwa kamu adalah anak-anak dari Bapa yang hidup. Tetapi jika kamu tidak mengenal dirimu sendiri, kamu hidup di dalam kefakiran dan kamu adalah kefakiran itu sendiri.” 
Kesimpulannya, Memahami Yesus, tidak hanya sebatas menyatakan beriman kepadanya. Tetapi harus mampu menjelajahi dimensi ruang kehidupan Yesus yang sesungguhnya. Benarkah kehidupan Yesus pada jamannya sama dengan Yesus seperti yang digambarkan oleh Alkitab?

[Sumber: Zulkarnain El-Madury | Kompasiana]

Tuesday, April 14, 2015

Injil Barnabas Yang Disangkal Tuesday, April 14, 2015


Teks pada gulungan di atas menjelaskan; 
“Sebuah Alkitab berusia 1500 tahun telah ditemukan di Turki dan di dalamnya terdapat Injil Barnabas. Kitab tsb dipindahkan oleh Pemerintah Turki ke salah satu Museum mereka. Barnabas adalah salah satu murid Yesus Kristus, dan dalam Injil Barnabas disebutkan bahwa Yesus tidak pernah disalib. Sebaliknya tertulis bahwa ia naik ke surga dalam keadaan hidup dan sebagai gantinya Yudas adalah orang yang disalib. Selain itu, alkitab kuno ini juga menyatakan bahwa Yesus bukan anak Allah tetapi hanya seorang Nabi yang menyampaikan firman Allah. Kitab ini juga menyebut Paulus sebagai seorang pedusta.
Injil Barnabas sudah diterima sebagai Injil Kanonik dalam Gereja-gereja Alexandria hingga 325 M. Iranaeus (130-200) banyak mengutip ayat-ayat dari kitab ini untuk mendukung monoteisme murni dalam upayanya menentang Paulus yang telah menyusupkan filsafat Platonis dari agama Romawi pagan ke dalam doktrin-doktrin Kristen. Iranaeus telah mengutip secara luas ayat-ayat dari Injil Barnabas untuk mendukung pandangannya. Hal ini menunjukkan bahwa Injil Barnabas sudah beredar pada abad pertama dan kedua Kristen.

Namun hasil Konsili Nicea pada 325 M memerintahkan agar semua naskah Injil asli dalam bahasa Ibrani harus dimusnahkan, termasuk, tentu saja Injil Barnabas. Sebuah dekrit resmi pun dikeluarkan bahwa barangsiapa kedapatan memiliki atau menyimpan kitab-kitab Injil asli ini akan dihukum mati.

Pada 383 M, Paus mengamankan salinan Injil Barnabas dan menyimpannya di perpustakaan pribadinya.

Pada tahun keempat Kaisar Zeno (478 CE), kerangka Barnabas ditemukan dan di dadanya ditemukan salinan Injil Barnabas yang ditulis oleh tangannya sendiri. (ACIA Sanctorum Boland Junii Tom II, Pages 422 dan 450. Antwerp 1698). Alkitab Vulgata yang terkenal tampaknya didasarkan pada Injil ini.

Paus Sixtus (1585-1590) memiliki seorang teman, Fra Marino. Ia menemukan Injil Barnabas di perpustakaan pribadi Paus. Fra Marino tertarik karena sebelumnya ia telah membaca tulisan Iranaeus di mana ayat-ayat Barnabas cukup banyak dikutip. Naskah dalam bahasa Italia ini pun kemudian diam-diam bergerak melalui tangan-tangan yang berbeda hingga akhirnya sampai kepada "seseorang dengan nama dan otoritas tinggi" di Amsterdam. Seseorang "yang semasa hidupnya sering mendengar tentang Injil Barnabas dan bersedia membayarnya dengan harga sangat tinggi". 

Setelah kematiannya, kepemilikan Injil Barnabas berpindah kepada JE Cramer, seorang Anggota Dewan Raja Prusia. Pada tahun 1713 Cramer menyajikan naskah ini ke pecinta buku terkenal, Pangeran Eugene dari Savoy. Pada tahun 1738 bersama dengan perpustakaan Pangeran itu, Injil Barnabas pun menemukan jalannya ke Hofbibliothek di Wina. Di sanalah sekarang naskah itu tersimpan.

Toland, dalam bukunya "Pekerjaan Lain-Lain" (diterbitkan secara anumerta pada 1747), Vol. I, halaman 380, menyebutkan bahwa Injil Barnabas masih ada. Dalam Bab XV ia merujuk pada Keputusan Glasian dari 496 CE dimana "Evangelium Barnabe" termasuk dalam daftar buku-buku terlarang. Sebelumnya juga sudah dilarang oleh Paus Innocent dalam 465 CE dan melalui Keputusan Gereja Barat dalam 382 CE.

Barnabas juga disebutkan dalam Stichometry dari Nicephorus No, Serial 3 Surat Barnabas Baris 1, 300. Dan sekali lagi dalam daftar Enam puluh Buku Serial No 17. "Perjalanan Dan  Ajaran Para Rasul. Serial No 18. Surat Barnabas. Serial No 24. Injil Menurut Barnabas. Sebuah versi Yunani dari Injil Barnabas juga ditemukan dalam fragmen tersendiri. Sisanya dibakar.

Teks Latin itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Suami-Isteri Ragg dan telah dicetak di Clarendon Press di Oxford. Buku ini diterbitkan oleh Oxford University Press pada tahun 1907. Namun anehya, seluruh terjemahan bahasa Inggris ini secara misterius menghilang dari peredaran. Dua salinan dari terjemahan ini diketahui masih ada, satu di British Museum dan yang lainnya di Perpustakaan Kongres, Washington, DC. Sedangkan edisi pertamanya berasal dari salinan mikro film dari buku di Perpustakaan Kongres, Washington, DC. 

***
Seru ya, sebuah kitab Injil biasa tapi diperlakukan sedemikian luar biasa layaknya dokumen sangat rahasia dalam cerita-cerita filem spionase versi Holywood!
Bukan main! 

TRANSKRIP ASLI
 
The text on the scroll describes; 
"A 1500 years old Bible was discovered in Turkey and inside it theres is Gospel of Barnabas. The book was moved by Turkish Government to one of their Museum. Barnabas was one of the disciples of Jesus Christ, and in the Gospel of Barnabas it states that Jesus was never been crucified. It reads instead that he rose to heaven while alive and Judas was the one on the cross instead. Additionally this ancient Bible declares that Jesus was not the son of God but only a Prophet who spoke the words of God. The book also calls apostle Paul the impostor.
The Gospel of Barnabas was accepted as a Canonical Gospel in the Churches of Alexandria till 325 C.E. Iranaeus (130-200) wrote in support of pure monotheism and opposed Paul for injecting into Christianity doctrines of the pagan Roman religion and Platonic philosophy. He had quoted extensively from the Gospel of Barnabas in support of his views. This shows that the Gospel of Barnabas was in circulation in the first and second centuries of Christianity.

In 325 C.E., the Nicene Council was held, where it was ordered that all original Gospels in Hebrew script should be destroyed. An Edict was issued that any one in possession of these Gospels will be put to death.

In 383 C.E., the Pope secured a copy of the Gospel of Barnabas and kept it in his private library.

In the fourth year of Emperor Zeno (478 C.E. ), the remains of Barnabas were discovered and there was found on his breast a copy of the Gospel of Barnabas written by his own hand. (Acia Sanctorum Boland Junii Tom II, Pages 422 and 450. Antwerp 1698) . The famous Vulgate Bible appears to be based on this Gospel.

Pope Sixtus (1585-90) had a friend, Fra Marino. He found the Gospel of Barnabas in the private library of the Pope. Fra Marino was interested because he had read the writings of Iranaeus where Barnabas had been profusely quoted. The Italian manuscript passed through different hands till it reached "a person of great name and authority" in Amsterdam, "who during his life time was often heard to put a high value to this piece". After his death it came in the possession of J. E. Cramer, a Councillor of the King of Prussia. In 1713 Cramer presented this manuscript to the famous connoisseur of books, Prince Eugene of Savoy. In 1738 along with the library of the Prince it found its way into Hofbibliothek in Vienna. There it now rests.

Toland, in his "Miscellaneous Works" (published posthumously in 1747), in Vol. I, page 380, mentions that the Gospel of Barnabas was still extant. In Chapter XV he refers to the Glasian Decree of 496 C.E. where "Evangelium Barnabe" is included in the list of forbidden books. Prior to that it had been forbidden by Pope Innocent in 465 C.E. and by the Decree of the Western Churches in 382 C.E.

Barnabas is also mentioned in the Stichometry of Nicephorus Serial No. 3, Epistle of Barnabas . . . Lines 1, 300. Then again in the list of Sixty Books Serial No. 17. Travels and teaching of the Apostles. Serial No. 18. Epistle of Barnabas. Serial No. 24. Gospel According to Barnabas. A Greek version of the Gospel of Barnabas is also found in a solitary fragment. The rest is burnt.

The Latin text was translated into English by Mr. and Mrs. Ragg and was printed at the Clarendon Press in Oxford. It was published by the Oxford University Press in 1907. This English translation mysteriously disappeared from the market. Two copies of this translation are known to exist, one in the British Museum and the other in the Library of the Congress, Washington, DC. The first edition was from a micro-film copy of the book in the Library of the Congress, Washington, DC.

This text is taken from the book published by The Quran Council of Pakistan, 11 A, 4th North Street, Defence Housing Society, Karachi-4, Pakistan.

The online text of the Gospel of Barnabas is brought to you by The Sabr Foundation.

For comments and suggestions related to our work, please send an email to webmaster@barnabas.net or write to: The Sabr Foundation, PO Box 958, Mt. Pleasant, SC 29465-0958, USA.

[Re-Quoted from www.barnabas.net]

Monday, April 16, 2012

Pendeta Buhaira Dan Penemuan Injil Kuno Di Turki Monday, April 16, 2012

Saat Muhammad SAW berusia 12 tahun, Abu Thalib -- sang paman -- hendak melakukan ekspedisi niaga dari Makkah ke Syam (Suriah). Melihat sang paman akan pergi jauh, Muhammad berkata, "Paman, mengapa kau tak mengajakku? Aku tidak memiliki pelindung selain dirimu."

Abu Thalib pun tak tega meninggalkan keponakan kesayangannya seorang diri di Makkah. Ia lalu mengangkat tubuh Muhammad dan mendudukkannya di atas hewan tunggangan. Kafilah dagang dari Quraisy pun menempuh perjalanan darat menuju Syam.

Hingga akhirnya, kafilah itu tiba di sebuah tempat pertapaan di Bushra, antara Syam dan Hijaz. Di sana mereka bertemu dengan seorang rahib bernama Buhaira. Sang rahib takjub menyaksikan anak laki-laki yang bernama Muhammad itu.

Betapa tidak, awan selalu bergerak memayungi ke mana pun Muhammad kecil melangkah. Sang rahib pun segera menghampiri calon nabi dan rasul terakhir itu. Buhaira memeriksa sekujur tubuh Muhammad untuk melihat tanda-tanda kenabian yang diterangkan dalam kitab-kitab suci terdahulu.

Ia akhirnya menemukan tanda kenabian itu di punggung Muhammad, di antara kedua pundaknya, lalu ia mencium tanda itu. Menyaksikan tanda-tanda kenabian itu, sang rahib pun berpesan kepada Abu Thalib agar menjaga keponakannya itu dengan hati-hati, karena dia adalah calon rasul yang dinanti umat manusia.

Prediksi Buhaira dari Kota Bushra itu menjadi kenyataan. Ketika menginjak usia 40 tahun, Muhammad memperoleh wahyu saat menyendiri di Gua Hira. Nabi Muhammad menjadi rasul penutup bagi umat manusia yang hidup di akhir zaman.





Baru-baru ini (catatan ini ditulis pada April 2012), Pemerintah Turki mengumumkan penemuan Injil kuno yang berusia 1500 tahun. Yang mencengangkan, Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Isa (Yesus) di bumi.

Menurut mailonline,  injil yang ditulis tangan dengan tinta emas itu menggunakan bahasa Aramik. Inilah bahasa yang dipercayai digunakan Yesus sehari-hari. Dan di dalam injil ini dijelaskan ajaran asli Yesus serta prediksi kedatangan penerus kenabian setelah Yesus.

Injil kuno berusia 1.500 tahun ini bersampu kulit hewan, ditemukan polisi Turki selama operasi anti penyeludupan di tahun 2000 lalu. Alkitab kuno ini sekarang di simpan di Museum Etnografi di Ankara, Turki.

Komunitas Kristen Suriah mengklaim kepemilikan injil kuno tersebut. Komunitas itu telah mengirim surat resmi kepada Menteri Kebudayaan Turki, Ertugrul Gunay untuk mengembalikan kitab suci tersebut kepada mereka.

Kepala Budaya Komunitas Kristen Suriah, Sabo Hanna mengatakan, Alkitab bersejarah memiliki makna material yang besar bagi umat Kristiani. "Jika Turki tidak menyerahkannya, maka ia meminta Turki membuka akses bersama dengan membangun museum di distrik Midyat, Suriah," ujarnya kepada Hurriyet Daily News, Jumat (2/3).




Sebenarnya, siapakah Komunitas Kristen Suriah ini? Komunitas Kristen Suriah ini adalah penganut Kristen ortodok di wilayah Arab mulai dari Libanon, Suriah, hingga perbatasan Turki.  Penganut Kristen ini telah menggunakan bahasa Aramik sejak awal berdirinya gereja mereka.

Karena itu mereka meyakini injil yang dipamerkan di Turki adalah bagian dari sejarah mereka. "Banyak biara-biara pada awal Kristen di wilayah Suriah di tenggara Turki, telah dijarah oleh Turabidin. Karena itu kami minta agar Injil kuno itu dikembalikan," Kepala Budaya Komunitas Kristen Suriah, Sabo Hanna kepada Hurriyetdaily, Jumat (2/3).

Kelompok Kristen Suriah ini telah menyebar hingga ke Eropa, kurang lebih delapan perwakilan komunitas ini diseluruh eropa. Kelompok Kristen ini juga menyebar di Asia Kecil dengan kitab teks Yunani dan bahasa Aram. Meski begitu,  belum dilakukan penelitian secara mendalam apakah Injil ini benar memiliki keterkaitan dengan Kristen Suriah.

Injil kuno berusia 1500 tahun menjadi perhatian, setelah dipublikasikan oleh pemerintah Turki. Kontroversi injil ini pun muncul, ketika isi dari ajaran injil ini yang meyakini Yesus sebagai Nabi. Dan memprediksi akan kedatangan Nabi Muhammad SAW, setelah Yesus.

Penemuan itu juga bahkan menarik perhatian Vatikan. Pemerintah Turki telah mengkonfirmasi permintaan Paus Benediktus sebagai pemimpin tertinggi Vatikan untuk meneliti injil ini. Diyakini injil berusia 1500 tahun ini adalah manuskrip terakhir dari ajaran Barnabas tentang Keesaan Tuhan dan Kenabian Yesus. (muslimdaily/rol)


Catatan: Lebih jauh tentang Injil Barnabas, silahkan simak di sini.



Wednesday, July 27, 2011

Injil Bernama "The Shepherd Of Hermas" Wednesday, July 27, 2011

Pernahkah Anda mendengar tentang sebuah manuskrip kuno yang berjudul The Shepherd, atau Sang Penggembala?

The Shepherd ditulis oleh seseorang bernama Hermas, antara tahun 88 sampai 97 Masehi, di suatu daerah bernama Patmos, dekat Ephesus.

Sampai menjelang akhir abad ke-2 Masehi, kitab ini diakui oleh Clement dari Aleksandria. Origen juga menerimanya sebagai sebuah kitab wahyu dan ditempatkan pada bagian akhir dari Codex Sinaitikus. Iranius menerimanya sebagai sebuah kitab suci. Manicheaus, seorang pemeluk Kristen dari Persia membawa kitab tersebut kedaerah Timur.

Jelas sekali kitab ini tidak bisa diabaikan. Dia diterima secara luas oleh para pemikir awal kristen dan oleh orang banyak yang sadar bahwa Yesus diutus untuk memperbaiki dan mmemperluas ajaran yang dibawa Musa kepada orang-orang Yahudi. Mereka menerima kitab ini kedalam bangunan kitab suci mereka.

Dengan munculnya ajaran dari Paulus yang menyatakan hukum-hukum Yahudi tidak perlu diikuti oleh orang kristen, maka pertentangan-pertentangan mulai muncul antara bagunan-bangunan kitab suci yang baru ditulis, yang kemudian dikenal dengan Kitab Perjanjian Baru dengan kitab-kitab Perjanjian Lama.

Sampai terselenggaranya konsili Necea, kitab The Shepherd diterima dan digunakan secara luas oleh para pengikut awal Yesus, yang juga menganggap Hermas sebagai Nabi.

Hermas memulai kitabnya dengan menceritakan empat visi yang disebutnya wahyu, karena seorang malaikat menemuinya dengan berpakaian sebagai seorang penggembala. Malaikat tersebut menyatakan kepada Hermas bahwa dia telah diutus oleh Malaikat Yang Paling Mulia, untuk hidup bersama Hermas. Kemudian malaikat tersebut memerintahkan kepada Hermas untuk menuliskan semua Perintah dan Tamsil. Perintah-perintah itu adalah:

I

Yang pertama adalah beriman, bahwa Tuhan adalah Esa dan Dia telah menciptakan segala sesuatu dan mengaturnya. Dari ketiadaan, Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia meliputi segala sesuatu, tetapi Dia sendiri tidak terliputi. Oleh sebab itu, imanlah kepada-Nya dan takutlah kepadaNya, dan dengan bertaqwa kepadaNya, kamu akan mampu menguasai diri sendiri. Jagalah perintah ini, maka kamu akan menjauhkan dirimu dari segala kejahatan. Ikutilah segala bentuk kebenaran, maka kamu akan selalu hidup bersama ajaran Tuhan, jika kamu menjaga perintah ini.

II

Jadilah orang yang tulus hati dan sederhana. Janganlah membicarakan kejahatan orang lain, dan janganlah kamu merasa senang mendengar orang lain membicarakannya. Berbuatlah kebajikan dan berdermalah.

III

Cintailah kebenaran

IV

Capailah kesucian. Jadilah orang yg penuh kesucian dalam perbuatan dan pemikiran

V

Bersabarlah dan penuh pengertian. Tuhan bersemayam dalam keteguhan, tetapi kejahatan berada pada perangai yang buruk.

VI

Percayalah kepada kebenaran, dan jauhilah kesalahan. Kebenaran memiliki jalan yang lurus dan rata, tetapi kejahatan memiliki jalan yang berliku. Terdapat dua malaikat pada manusia, yang satu mencatat perbuatan yang benar dan yang satunya lagi mencatat perbuatan yang jahat.

VII

Bertaqwalah kepada Tuhan dan jagalah perintah-Nya.

VIII

Kuasailah dirimu sendiri terhadap perbuatan yang salah dan janganlah melakukan kejahatan. Tetapi janganlah kuasai dirimu terhadap kebenaran, tetapi berbuatlah yang benar. Jauhkan dirimu dari segala kejahatan dan ikutilah jalan kebenaran.

IX

Buanglah keraguan dalam dirimu. Mintalah kepada Tuhan tanpa keraguan, maka kamu akan menerima segala yang kamu minta. Dia maha Pengampun dan Penyayang terhadap makhlukNya, maka bersihkanlah hatimu dari segala kesia-siaan dunia.

X

Buanglah kesedihan dari dirimu, karena kesedihan adalah saudara keraguan dan perangai yang buruk.

XI

Seorang yang mengikuti nabi palsu adalah seorang penyembah berhala dan jauh dari kebenaran. Bagaimana membedakan seorang nabi benar dengan nabi palsu? Pertama, orang yang memilki roh dari langit, pasti bersifat lemah lembut, tenang dan sederhana. Dia manjauhkan diri dari segala kejahatan yang sia-sia dari dunia. Dia tidak berbicara atas nama dirinya sendiri, tetapi berbicara jika Tuhan menghendakinya untuk berbicara, tetapi semua kekuatan adalah milik Tuhan.

Seorang nabi palsu mengangung-agungkan dirinya sendiri dan selalu menginginkan untuk memiliki tempat duduk di depan. Dia bersifat angkuh, tak tahu malu dan banyak bicara, hidup mewah dan menerima bayaran. Bisakah suatu roh suci menerima upah dari kenabiannya? Nabi palsu menjauhi orang-orang jujur dan bergaul dengan orang-orang yang bersikap ragu-ragu dan sombong.

Sebuah guci yang kosong diletakan di antara guci-guci yang kosong tidak akan pecah, tetapi masing-masing justru sesuai. Ambillah sebuah batu dan lemparlah kelangit, lihatlah apakah kamu mampu mencapainya. Disisi lain, ambillah kekuatan yang datang dari atas, dari Tuhan. Hujan es adalah butir-butir yang sangat kecil, tetapi kalau mengenai kepala seseorang akan mendatangkan rasa sakit yang luar biasa. Atau ambillah setets air yang jatuh dari atap, dan air tersebut akan melobangi batu. Maka ketahuilah kekuasaan Tuhan adalah sangat besar.

XII

Buanglah dari dirimu segala keinginan jahat dan pakailah untuk dirimu pakaian kebajikan dan keinginan-keinginan suci. Tuhan menciptakan dunia bagi kesejahteraan manusia dan menjadikan semua makhluk tunduk kepada-Nya, dan memberikan wewenang penuh untuk menguasai segala sesuatu di bawah langit. Seseorang yag mengakui Tuhan dalam batinnya akan menguasai segala sesuatu. Berlakulah sebagai hamba Tuhan. Kejahatan dapat bertarung dengannya, tetapi tidak dapat mengalahkannya.

[Bagian IV, The Apostolic Fathers yang dikutip Edgar. J. Goodspeed dari Theodore Zahn].

Bagaimana nasib kitab The Sepherd setelah konsili Nicea?

Sama dengan kitab-kitab injil yang lain. Kitab ini juga diburu untuk dihancurkan, dibakar dan dimusnahkan. Tetapi tidak semua orang melakukan hal ini. Pengikut setia pecinta Tuhan Yang Maha Esa, tetap berusaha mempertahankan kitab-kitab mereka. Gerejapun tidak membakar seluruh kitab-kitab yang dianggap bid'ah ini, tetapi mengumpulkannya dan menyimpannya jauh-jauh dalam lorong perpustakaan paling tersembunyi. Itulah kitab kitab yang disebut dengan kitab-kitab Aprocrypa. Nasib kitab The Sepherd sama dengan nasib Injil Barnabas.

Tetapi kebenaran selalu muncul perlahan-lahan. Secara tiba-tiba pada tahun 1922 ditemukan sebuah Papyrus dari abad ke-3 yang berisi naskah the Sepherd of Hermas. Penemuan-penemuan lain tetap berlanjut, seperti penemuan Gulungan Laut Mati, pada tahun 1947, penemuan Injil Thomas dan Injil Maria Magdalena di antara jilid-jilid naskah kuno Nag Hamadi, di Mesir.

Kebenaran akan muncul kepermukaan secara perlahan. Maka kebohongan-kebohongan yang disimpan secara rapi selama berabad-abad pun harus ditutupi dengan kebohongan-kebongan lain. Tapi kebenaran akan tetap muncul kepermukaan, dan menyinari orang-orang yang mau membuka akal budinya.
Pesan paling penting dari tulisan ini adalah, Yesus MEMBAWA AJARAN TAUHID, yakni ajaran yang menegaskan bahwa ALLAH MAHA ESA. Ajaran yang diyakini dan dipertahankan dengan gigih oleh pengikut awalnya.

Tapi mengapa umat kritiani sekarang menjadikan Yesus sebagai salah satu dari TUHAN YANG MAHA TIGA?


[Dari Emerde | The Mystery of Jesus In History by Dr. Moh. A. Rahim | MWH London Publisher, 1979]


Sunday, May 1, 2011

Injil Petrus Sunday, May 1, 2011


[1] Tetapi di antara orang-orang Yahudi tidak ada yang mencuci tangannya, baik Herodes maupun salah seorang hakimnya. Dan karena mereka tidak mau mandi, Pilatus berdiri. 

[2] Dan kemudian raja Herodes memerintahkan agar Tuhan dibawa pergi, setelah berkata kepada mereka, 'Apa yang saya perintahkan agar kamu lakukan, lakukanlah.'

[3] Tetapi Yusuf, sahabat Pilatus dan Tuhan, telah berdiri di sana; dan mengetahui bahwa mereka akan menyalibkan dia, dia datang ke hadapan Pilatus dan meminta tubuh Tuhan untuk dikuburkan. 

[4] Dan Pilatus, setelah mengutus Herodes, meminta tubuhnya. 

[5] Dan Herodes berkata: 'Saudara Pilatus, bahkan jika tidak ada yang memintanya, kami akan menguburkannya, karena hari Sabat sudah menyingsing. Karena di dalam Hukum ada tertulis: Matahari tidak akan terbenam bagi orang yang dihukum mati.' Dan dia menyerahkan dia kepada orang-orang sebelum hari pertama pesta Roti Tidak Beragi mereka. 

[6] Tetapi setelah mengambil Tuhan, berlari, mereka mendorongnya dan berkata, 'Marilah kita menyeret Anak Allah sekarang karena kita memiliki kuasa atas Dia.' 

[7] Dan mereka mengenakan pakaian ungu kepadanya dan mendudukkannya di kursi pengadilan, sambil berkata: 'Hakimlah dengan adil, Raja Israel.' 

[8] Dan salah seorang dari mereka, setelah membawa mahkota berduri, meletakkannya di kepala Tuhan. 

[9] Dan orang lain yang berdiri di sana meludahi wajahnya, dan yang lain menampar pipinya. Yang lain menusuknya dengan buluh; dan beberapa orang mencambuknya, berkata, 'Dengan hormat seperti itu marilah kita menghormati Anak Allah.'

[10] Dan mereka membawa dua orang yang zalim dan menyalibkan Tuhan di tengah-tengah mereka. Tapi dia diam seperti tidak merasakan sakit. 

[11] Dan setelah mereka menegakkan salib itu, mereka menuliskan bahwa INILAH RAJA ISRAEL. 

[12] Dan setelah meletakkan pakaiannya di hadapannya, mereka membaginya dan melemparkannya sebagai taruhan bagi mereka. 

[13] Tetapi salah satu dari orang-orang zalim itu mencela mereka, dengan mengatakan: 'Kami telah dibuat menderita demikian karena kesalahan yang telah kami lakukan; tapi yang ini, setelah menjadi Juruselamat manusia, ketidakadilan apa yang telah dia lakukan padamu?' 

[14] Dan setelah menjadi kesal padanya, mereka memerintahkan agar tidak ada patah kaki, sehingga dia bisa mati tersiksa.

[15] Saat itu tengah hari, dan kegelapan menyelimuti seluruh Yudea; dan mereka tertekan dan cemas karena matahari akan terbenam, karena dia masih hidup. [Karena] ada tertulis untuk mereka: Jangan biarkan matahari terbenam pada orang yang dihukum mati. 

[16] Dan salah seorang dari mereka berkata: 'Beri dia minum empedu dengan anggur cuka.' Dan setelah membuat campuran, mereka memberi minum. 

[17] Dan mereka menggenapi segala sesuatu dan menyelesaikan dosa di atas kepala mereka sendiri. 

[18] Tetapi banyak orang pergi berkeliling dengan membawa pelita, mengira bahwa hari sudah malam, dan mereka jatuh. 

[19] Dan Tuhan berteriak, mengatakan: 'Kekuatan-Ku, hai kekuatan, Engkau telah meninggalkan Aku.' Dan setelah mengatakan ini, dia diangkat.

[20] Dan pada saat yang sama tabir Bait Suci Yerusalem terbelah menjadi dua. 

[21] Dan mereka mencabut paku-paku dari tangan Tuhan dan menempatkan-Nya di atas bumi; dan seluruh bumi terguncang, dan ketakutan yang besar terjadi.

[22] Kemudian matahari bersinar, dan ternyata itu adalah jam kesembilan. 

[23] Dan orang-orang Yahudi bersukacita dan memberikan tubuhnya kepada Yusuf agar dia dapat menguburkannya, karena dia adalah orang yang telah melihat banyak hal baik yang dia lakukan.

[24] Dan setelah mengambil Tuhan, dia membasuh dan mengikatnya dengan kain linen dan membawanya ke kuburnya sendiri, yang disebut Taman Yusuf.

[25] Kemudian orang-orang Yahudi dan tua-tua dan para imam, setelah mengetahui betapa salahnya mereka sendiri, mulai memukuli diri mereka sendiri dan berkata: 'Celakalah dosa-dosa kami. Penghakiman telah mendekat dan akhir dari Yerusalem.'

[26] Tetapi aku bersama para sahabat merasa sedih; dan telah terluka dalam roh, kami bersembunyi, karena kami dicari oleh mereka sebagai pelaku kesalahan dan ingin membakar tempat kudus.

[27] Selain semua itu, kami juga berpuasa; dan kami duduk berkabung dan menangis siang dan malam sampai hari Sabat.

[28] Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi dan tua-tua, setelah berkumpul satu sama lain, setelah mendengar bahwa semua orang menggerutu dan memukul-mukul dada mereka, mengatakan bahwa 'Jika pada kematiannya tanda-tanda yang sangat besar ini terjadi, lihatlah betapa adilnya dia, ' 

[29] takut (terutama para tua-tua) dan datang ke hadapan Pilatus, memohon padanya dan berkata,

[30] 'Berikan tentara kepada kami agar kami dapat menjaga tempat pemakamannya selama tiga hari, jangan sampai, setelah datang, murid-muridnya mencuri dia, dan orang-orang menerima bahwa dia dibangkitkan dari kematian, dan mereka berbuat salah kepada kita.'

[31] Tetapi Pilatus menyerahkan kepada mereka Petronius perwira dengan tentara untuk menjaga makam. Dan dengan ini para tua-tua dan ahli-ahli Taurat datang ke tempat pemakaman.

[32] Dan setelah menggulingkan batu besar, semua yang ada di sana, bersama dengan perwira dan prajurit, menempelkannya pada pintu kuburan. 

[33] Dan mereka menandainya dengan tujuh segel lilin; dan setelah mendirikan tenda di sana, mereka menjaganya. 

[34] Tetapi menjelang fajar hari Sabat, orang banyak datang dari Yerusalem dan daerah sekitarnya agar mereka dapat melihat kubur yang disegel itu.

[35] Tetapi pada malam di mana hari Tuhan terbit, ketika para prajurit menjaganya berdua demi dua di setiap jaga, ada suara nyaring di surga; 

[36] dan mereka melihat bahwa langit terbuka dan bahwa dua laki-laki yang memiliki banyak cahaya telah turun dari sana dan mendekati makam. 

[37] Tetapi batu yang telah didorong ke pintu, setelah berguling dengan sendirinya, menjauh dari samping; dan kubur terbuka, dan kedua pemuda itu masuk. 

[38] Maka para prajurit itu, setelah melihat, membangunkan perwira dan para tua-tua (karena mereka juga hadir, menjaga). 

[39] Dan ketika mereka menceritakan apa yang telah mereka lihat, sekali lagi mereka melihat tiga laki-laki yang telah keluar dari kuburan mereka, dengan dua menopang yang lain, dan sebuah salib mengikuti mereka, 

[40] dan kepala keduanya mencapai ke surga, tetapi orang yang dituntun oleh tangan mereka melewati langit. 

[41] Dan mereka mendengar suara dari langit berkata, 'Apakah kamu telah mengumumkan kepada orang yang tertidur?' 

[42] Dan sebuah sujud terdengar dari salib, 'Ya.' 

[43] Dan orang-orang itu mencari perspektif yang sama untuk menjelaskan dan menjelaskan hal ini kepada Pilatus; 

[44] dan sementara mereka masih mempertimbangkannya, muncul lagi langit yang terbuka dan seseorang yang turun dan masuk ke dalam kuburan. 

[45] Setelah melihat hal-hal ini, orang-orang di sekitar perwira itu bergegas pada malam hari di hadapan Pilatus (setelah meninggalkan makam yang mereka jaga) dan menggambarkan semua hal yang memang telah mereka lihat, dengan sangat menderita dan berkata: 'Sungguh, Dia adalah Anak Allah. '

[46] Sebagai jawaban, Pilatus berkata: 'Aku bersih dari darah Anak Allah, tetapi bagimu inilah tampaknya [hal yang harus dilakukan].'

[47] Kemudian semua, setelah maju, memohon dan menasihati dia untuk memerintahkan perwira dan prajurit untuk tidak mengatakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat.

[48] ​​'Sebab,' kata mereka, 'lebih baik bagi kita untuk berhutang dosa terbesar di mata Allah daripada jatuh ke tangan orang-orang Yahudi dan dirajam.' 

[49] Maka Pilatus memerintahkan perwira dan para prajurit untuk tidak mengatakan apa-apa.

[50] Sekarang pada fajar Hari Tuhan Maria Magdalena, seorang murid perempuan Tuhan (yang, takut karena orang-orang Yahudi karena mereka dikobarkan amarah, tidak melakukan di makam Tuhan apa yang biasa dilakukan wanita untuk orang-orang mati yang mereka cintai), 

[51] setelah membawa teman-teman wanitanya, datang ke makam di mana dia telah ditempatkan. 

[52] Dan mereka takut kalau-kalau orang-orang Yahudi akan melihat mereka dan berkata, 'Jika memang pada hari dia disalibkan, kami tidak dapat menangis dan memukuli diri kami sendiri, tetapi sekarang di makamnya kami dapat melakukan hal-hal ini. 

[53] Tetapi siapakah yang akan menggulingkan bagi kita bahkan batu yang diletakkan di pintu kubur agar, setelah masuk, kita dapat duduk di sampingnya dan melakukan hal-hal yang diharapkan? 

[54] Karena batu itu besar, dan kami takut kalau-kalau ada orang yang melihat kami. Dan jika kita tidak mampu, mari kita lempar ke pintu apa yang kita bawa untuk mengenang dia; mari kita menangis dan memukuli diri kita sendiri sampai kita tiba di rumah kita.'

[55] Dan setelah pergi, mereka menemukan kuburan terbuka. Dan setelah maju ke depan, mereka membungkuk di sana dan melihat di sana seorang pemuda tertentu duduk di tengah makam, cantik dan mengenakan jubah indah, yang berkata kepada mereka: 

[56] 'Mengapa kamu datang? Siapa yang kamu cari? Bukan orang yang disalibkan itu? Dia bangkit dan pergi. Tetapi jika Anda tidak percaya, membungkuklah dan lihatlah tempat di mana dia berbaring, karena dia tidak ada di sini. Karena dia telah bangkit dan pergi ke sana dari mana dia diutus.' 

[57] Kemudian para wanita itu lari ketakutan.

[58] Sekarang adalah hari terakhir Roti Tidak Beragi; dan banyak yang pergi kembali ke rumah mereka sejak pesta selesai. 

[59] Tetapi kami dua belas murid Tuhan menangis dan berduka; dan masing-masing, sedih karena apa yang telah terjadi, berangkat ke rumahnya. 

[60] Tetapi aku, Simon Petrus, dan saudaraku Andreas, setelah mengambil jala kami, pergi ke laut. Dan ada bersama kami Lewi dari Alfeus yang Tuhan ...


[From Raymond Brown Translation - Early Christian writing]

Sunday, April 3, 2011

Injil Maria Magdalena Sunday, April 3, 2011

Injil Maria Magdalena (The Gospel of Mary Magdalene)
Papirus Berolinensis Gnosticus [BG] 8502.1[1]
Penerjemah: Ioanes Rakhmat

1. Kosong
(Halaman 1 s.d 6 hilang)

2. Hakikat Materi

(1) “… Akankah materi dihancurkan atau tidak?”
(2) Sang Penyelamat berkata, “Segala yang kodrati, segala yang dibentuk, segala ciptaan, ada di dalam dan bersama dengan yang lainnya. 
(3) Dan semuanya itu akan lenyap kembali ke akarnya sendiri. 
(4) Kodrat materi lenyap ke dalam akar kodratinya. 
(5) Barangsiapa bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar.”

3. Hakikat Dosa dan Kebajikan

(1) Maka Petrus berkata kepadanya, “Engkau sudah menjelaskan segala sesuatunya kepada kami. 
(2) Katakan juga , apa dosa dunia ini?” 
(3) Sang Penyelamat menjawab, “Tidak ada sesuatu yang disebut dosa, 
(4) tetapi kamulah yang menciptakan dosa pada waktu kamu melakukan perzinahan, dan perzinahan inilah yang disebut dosa. 
(5) Karena alasan itulah, Kebajikan telah datang di antaramu, telah datang kepada setiap hal kodrati, 
(6) supaya memulihkan kodrat kembali ke akarnya.” 
(7) Lalu dia melanjutkan, “Itulah sebabnya mengapa kamu menjadi sakit dan mati, 
(8) sebab (kamu mengasihi) apa (yang memperdaya kamu). 
(9) Barangsiapa memiliki pengertian, hendaklah dia memahami. 
(10) Materi menimbulkan penderitaan tanpa bentuk, karena penderitaan itu datang dari apa yang bertentangan dengan kodrat. 
(11) Maka kekacauan yang mengganggu terjadi pada seluruh tubuh. 
(12) Itulah sebabnya aku katakan kepadamu, Jadilah bajik dan pemberani. 
(13) Dan jikalau kamu kehilangan keberanian, hendaklah kamu tetap berani di tengah-tengah adanya aneka bentuk kodrati. 
(14) Barangsiapa bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar.”

4. Perpisahan Dengan Sang Penyelamat

(1) Ketika Dia yang Diberkati telah mengatakan hal-hal ini, dia menyalami mereka dan berkata, “Damai bagimu!” 
(2) “Terimalah damai dariku dalam dirimu!”
(3)“Hati-hatilah 
(4) supaya tidak seorang pun menyesatkan kamu dengan mengatakan, ’Lihat dia ada di sini’ atau ‘Lihat dia ada di sana.’ 
(5) Sebab sang Anak Manusia ada di dalam kamu. 
(6) Ikutilah dia. 
(7) Orang-orang yang mencarinya, akan mendapatkannya.” 
(8) “Maka pergilah, beritakan Injil tentang kerajaan. 
(9)Janganlah membuat aturan-aturan apa pun selain apa yang aku telah berikan kepadamu, 
(10) dan juga janganlah menegakkan hukum seperti yang diperbuat pemberi hukum, sebab jika tidak demikian kamu akan diikat olehnya.” 
(11) Setelah dia mengatakan hal-hal ini, dia pun pergi meninggalkan mereka. (Lihat juga Papyrus Oxyrhynchus 3525). [2]

5. Maria Menghibur Murid-Murid Lainnya [Lihat juga P. Oxy 3525]

(1) Murid-murid sangat tertekan, menangis sangat sedih, dan berkata, 
(2) “Bagaimana kita dapat pergi ke dunia bangsa-bangsa lain dan memberitakan Injil tentang kerajaan sang Anak Manusia? 
(3) Jika mereka tidak menyayangkannya, bagaimana kita juga akan disayangkan?” 
(4) Maka Maria pun bangkit berdiri. Dia menyalami semua murid lainnya, dan berkata kepada saudara-saudaranya itu, 
(5) “Jangan menangis, jangan berduka dan jangan ragu, 
(6) sebab kasih karunianya akan menyertai kamu semua dan akan melindungi kamu. 
(7) Tetapi, mari kita puji keagungannya, 
(8) sebab dia telah mempersiapkan kita dan membuat kita menjadi manusia-manusia sejati.” 
(9) Ketika Maria mengatakan hal-hal ini, dia berhasil menenangkan hati mereka. 
(10) Maka mulailah mereka memperdebatkan ucapan-ucapan (sang Penyelamat) sendiri.

6. Petrus Meminta Maria Mengajar [Lihat juga P. Oxy 3525]

(1) Petrus berkata kepada Maria, “Saudaraku, kita tahu sang Penyelamat mengasihi engkau lebih dari dia mengasihi semua perempuan lain (bdk. Injil Filipus 29, 49). 
(2) Katakanlah kepada kami kata-kata sang Penyelamat yang engkau ingat, hal-hal yang kamu ketahui yang tidak kami ketahui sebab kami belum mendengarnya.” 
(3) Maria menjawab, “Aku akan mengatakan kepada kalian hal-hal yang tersembunyi bagi kalian.” 
(4) Maka mulailah Maria mengatakan kata-kata ini kepada mereka.

7. Penglihatan Dan Pikiran

(1) Dia berkata, “Aku melihat Tuhan dalam suatu penglihatan 
(2) dan aku berkata kepadanya, ‘Tuhan, aku telah melihatmu hari ini dalam suatu penglihatan.’” 
(3) Dia menjawabku, “Diberkatilah kamu, sebab kamu tidak ragu waktu melihat aku! 
(4) Sebab di mana ada pikiran, di situ harta berada.” 
(5) Aku berkata kepadanya, “Guru, bagaimanakah seseorang itu melihat sebuah penglihatan, apakah dengan jiwanya ataukah dengan rohnya?” (untuk 7:1-5, lihat juga P. Oxy 3525) 
(6) Sang Penyelamat menjawab, “Seseorang tidak melihat dengan jiwanya atau pun dengan rohnya. 
(7) Pikiran, yang ada di antara keduanya, itulah yang melihat penglihatan …”

8. Kosong
(Halaman 11 s.d 14 hilang)

9. Naiknya Jiwa [BG 8502]

(1) “ … nya.” 
(2) Dan Hasrat berkata, “Aku tidak melihat engkau turun, namun sekarang aku melihat engkau naik. 
(3) Mengapa engkau berdusta, sebab engkau kepunyaanku?” 
(4) Jiwa pun menjawab, “Aku telah melihat engkau, tetapi engkau tidak melihat atau mengenal aku. 
(5) Bagimu aku hanyalah sepotong pakaian, 
(6) dan kamu tidak mengenal aku.” 
(7) Setelah jiwa mengatakan hal ini, dia pun pergi dengan kesukaan besar. 
(8) Jiwa pun mendekati Kuasa ketiga, yang disebut “Ketidaktahuan”. 
(9) Kuasa ini bertanya kepada jiwa, “Kemana engkau hendak pergi? 
(10) Engkau diikat oleh kefasikan, 
(11) sesungguhnya engkau diikat, 
(12) karena itu janganlah menghakimi!” 
(13) Dan jiwa berkata, “Mengapa kamu menghakimi aku, sebab aku sendiri tidak menghakimi? 
(14) Aku diikat, tetapi aku tidak mengikat apa pun. 
(15) Mereka tidak mengenal aku, tetapi aku tahu bahwa dunia ini harus dilenyapkan, yakni hal-hal duniawi maupun hal-hal surgawi.” 
(16) Pada waktu jiwa telah mengalahkan Kuasa yang ketiga, dia pun naik dan melihat Kuasa keempat.
(17) Kuasa ini memiliki tujuh bentuk:
(18) Bentuk yang pertama adalah kegelapan,
(19) yang kedua Hasrat
(20) yang ketiga ketidaktahuan
(21) yang keempat keinginan yang membawa maut
(22) yang kelima kerajaan kedagingan
(23) yang keenam hikmat kedagingan yang bodoh
(24) yang ketujuh hikmat orang yang marah.
(25) Inilah semua Kuasa-kuasa Kemurkaan.
(26) Mereka menyelidiki jiwa, “Dari mana kamu datang, hai pembunuh manusia, dan mau kemana kamu, hai penakluk kerajaan-kerajaan?” 
(27) Jiwa menjawab dan berkata, “Apa yang mengikat aku telah dibunuh, dan apa yang mengitari aku telah dihancurkan, dan hasratku telah diakhiri, dan ketidaktahuan pun telah mati. 
(28) Di dalam suatu dunia, aku telah dibebaskan dari suatu dunia lainnya, dan di dalam suatu gambar aku telah dibebaskan dari suatu gambar surgawi, dan dari rangkaian kealpaan yang sementara. 
(29) Sejak sekarang, aku akan beristirahat, melalui perjalanan waktu zaman ini, dalam kebisuan” (mulai 9:29 sampai selesai [10:15], lihat juga Papyrus Rylands 463) [3]
(30) Setelah Maria mengatakan semua hal ini, dia pun berdiam diri, (31) sebab sang Penyelamat telah berbicara kepadanya hanya sampai di situ.

10. Murid-Murid Berselisih Paham Atas Pengajaran Maria

(1) Andreas menanggapi dan berkata kepada saudara-saudaranya, “Katakanlah apa yang kalian pikirkan tentang apa yang dia (Maria) telah katakan, 
(2) tetapi aku tidak percaya kalau sang Penyelamat telah mengatakan hal-hal ini, sebab sesungguhnya ajaran-ajaran ini adalah gagasan-gagasan yang aneh.” 
(3) Petrus menanggapi dengan keprihatinan yang serupa. Dia bertanya kepada murid-murid lainnya tentang sang Penyelamat, “Apakah betul kalau dia berbicara kepada seorang perempuan secara pribadi tanpa sepengetahuan kita? 
(4) Apakah kita semua harus berpaling kepadanya dan mendengarkannya? Apakah dia memang lebih memilihnya daripada memilih kita?” 
(5) Maka Maria pun menangis dan berkata kepada Petrus, “Saudaraku Petrus, apa yang engkau sedang pikirkan? 
(6) Apakah engkau beranggapan bahwa aku telah mengada-ada atau bahwa aku berdusta tentang sang Penyelamat?” 
(7) Lewi menjawab, katanya kepada Petrus, “Petrus, engkau selalu saja marah. 
(8) Sekarang aku lihat engkau berbantahan dengan perempuan ini, sepertinya dia itu seorang musuh. 
(9) Jika sang Penyelamat memandangnya layak, siapa engkau sampai harus menolaknya? 
(10) Sesungguhnya sang Penyelamat mengenalnya dengan baik. Itulah sebabnya dia telah mengasihinya lebih dari dia mengasihi kita. 
(11) Karena itu, kita haruslah merasa malu. Kita harus berpakaian dengan pakaian Kemanusiaan yang sempurna, kita harus mendapatkannya bagi diri kita seperti telah diperintahnya. 
(12) Dan kita harus memberitakan Injil, 
(13) dan tidak membuat aturan atau hukum apa pun selain yang telah dinyatakan oleh sang Penyelamat.” 
(14) Setelah (Lewi mengatakan) hal-hal ini, maka mereka pun keluar untuk mengajar dan berkhotbah.
(15) [In]jil menurut Maria


CATATAN
[1] Injil Maria Magdalena ditulis pada akhir abad kedua M. Bahan kodeks papirus Berolinensis Gnosticus (BG) 8502.1 berasal dari abad 5; kodeks ini dibeli di Kairo oleh Carl Reinhardt lalu dibawa ke Berlin pada tahun 1896. Edisi cetak pertama Injil Maria dalam terjemahan Jerman muncul tahun 1955.
[2] Fragmen dalam bahasa Yunani abad 3; diterbitkan tahun 1983 oleh P.J. Parsons.
[3] Dokumen abad 3, dalam bahasa Yunani, ditemukan di Mesir tahun 1917, diterbitkan tahun 1938 oleh C.H. Roberts; kini disimpan di Rylands Library di Manchester, Inggris.








Saturday, July 31, 2010

Yang perlu Anda Ketahui Tentang Injil Barnabas Saturday, July 31, 2010

INJIL BARNABAS adalah sebuah karya yang menggambarkan kehidupan Yesus menurut sudut pandang muridnya, Barnabas. Tapi injil barnabas adalah sebuah injil gnostik, tidak diakui, karena barnabas tidak pernah menulis kitab manapun.

Dua naskah tertua yang diketahui telah ditetapkan berasal dari akhir abad ke-16, masing-masing ditulis dalam bahasa Italia dan dalam bahasa Spanyol; meskipun versi bahasa Spanyol yang ada hingga sekarang hanyalah salinan dari abad ke-18. Kitab ini panjangnya lebih kurang sama dengan keempat Injil (Perjanjian Baru) bersama-sama (naskah bahasa Italia yang mengandung 222 pasal); sebagian besar memuat kisah tentang pelayanan Yesus, secara umum sangat tidak selaras dengan laporan-laporan yang juga ditemukan dalam Injil-injil kanonik. Dalam batas tertentu, kitab ini mengikuti penafsiran Islam tentang asal-usul Kristen; sehingga pengarang dan sejarah tekstualnya tetap menjadi kontroversi yang berlanjut.

Injil ini dianggap oleh para akademisi pada umumnya (termasuk para sarjana Kristen dan sebagian Muslim) sebagai sebuah tulisan yang belakangan dan sebagai tulisan palsu. Namun, beberapa kalangan akademisi mengatakan bahwa Injil ini kemungkinan mengandung sejumlah sisa dari karya apokrif yang lebih awal yang disunting untuk disesuaikan dengan Islam, barangkali Gnostik (Cirillo, Ragg) atau Ebionit (Pines) atau Diatessaron (Joosten). Beberapa sarjana Muslim menganggap bahwa versi-versi yang masih ada justru meneruskan ajaran-ajaran asli dari kedua belas rasul yang ditindas. Beberapa organisasi Islam mengutipnya untuk mendukung pandangan Islam tentang Yesus. Pandangan-pandangan Islam dibahas di bawah kelak. Injil injil Asli di tulis di dalam bahasa Yunani, bukan dari bahasa itali ataupun spanyol. Dan, tahun pembuatannya sangat berjauhan. Sedang isinya melenceng dari ke empat injil lainnya : Injil menurut rekaman Matius, Lukas, Markus, dan Yohanes.

Sejarah Tekstual
Pada umumnya para sarjana sepakat bahwa teks Barnabas yang disebutkan untuk pertama kalinya dalam salah satu dari dua manuskrip yang dikenal, dilaporkan terdapat dalam naskah Morisco BNM MS 9653 di Madrid, yang ditulis sekitar 1634 oleh Ibrahim al-Taybili di Tunisia. Ketika menggambarkan bagaimana, menurut pandangan nya, Alkitab meramalkan Muhammad, ia berbicara tentang "Injil Santo Barnabas di mana orang dapat menemukan terang" ("y asi mesmo en Elanjelio de San Barnabé donde de hallara luz"). Hal ini disebutkan kembali pada 1718 oleh deise Irlandia John Toland, dan disebutkan pada 1734 oleh George Sale dalam The Preliminary Discourse to the Koran:

Umat Islam juga mempunyai sebuah Injil dalam bahasa Arab, yang dihubungkan dengan St. Barnabas, dan di dalamnya sejarah Yesus Kristus dikisahkan dalam cara yang sangat berbeda dengan apa yang kita temukan dalam Injil-injil sejati, dan sesuai dengan tradisi-tradisi yang telah diikuti oleh Muhammad di dalam Qur’annya. Tentang Injil ini, orang-orang Morisco di Afrika mempunyai sebuah terjemahannya dalam bahasa Spanyol; di perpustakaan Pangeran Eugene dari Savoy, terdapat sebuah naskah tua, yang mengandung terjemahan dalam bahasa Italia dari Injil yang sama, yang, demikian anggapan orang, dibuat untuk digunakan oleh para pengkhianat. —The Preliminary Discourse to the Koran, p. 79.

Kalimat-kalimat di atas tampaknya merujuk kepada versi-versi dari kedua naskah yang dikenal, versi bahasa Italia dan bahasa Spanyol.

Kemunculan Injil Barnabas Sebelumnya
Sebuah "Injil menurut Barnabas" disebutkan dua kali dalam daftar karya-karya apokrif Kristen perdana: Decretum Gelasianum (tidak lebih tua dari abad ke-6), serta tulisan dari abad ke-7 List of the Sixty Books (Daftar ke-60 Kitab). Daftar-daftar ini adalah saksi-saksi independen, tetapi dalam kedua kasus di atas kita tidak dapat memastikan apakah si penyusun benar-benar telah melihat kesemua karya yang didaftarkan itu. Lebih jauh, daftar-daftar ini tidak memberikan rincian tentang isi karya-karya itu, dan tidak ada alasan untuk mengasumsikan bahwa teks Injil Barnabas dari abad ke-6 dan ke-7 ini adalah teks yang sama dengan yang kita bicarakan sekarang. M. R. James, New Testament Apocrypha (1924) menyangkal bahwa karya-karya yang disebutkan dalam daftar itu memang benar-benar pernah ada.

Karya ini tidak boleh dicampurkan dengan Surat Barnabas yang selamat, yang diduga telah ditulis pada abad ke-2 di Alexandria. Antara kedua tulisan ini tidak ada hubungan dalam gaya tulisan, isi atau sejarahnya, selain bahwa kedua-duanya menganggap dirinya ditulis oleh Barnabas. Tentang masalah sunat, kedua pengarang memegang pandangan yang sangat berbeda. Pandangan 'Surat Barnabas' yang menolak praktik-praktik Yahudi dan pandangan 'Injil Barnabas' yang menganjurkan praktik-praktik Muslim. Keduanya pun tidak boleh dibingungkan dengan Kisah perbuatan Barnabas yang telah ditemukan, yang menyampaikan laporan tentang perjalanan, kematian Barnabas sebagai seorang martir dan penguburannya; dan yang pada umumnya diduga telah ditulis di Siprus sekitar setelah 431.

Pada 478, pada masa pemerintahan Kaisar Zeno, uskup agung Anthemios dari Siprus mengumumkan bahwa sebuah tempat penguburan tersembunyi dari Barnabas telah dinyatakan kepadanya dalam sebuah mimpi. Tubuh orang suci itu konon telah ditemukan di sebuah gua dengan sebuah salinan dari Injil Matius yang kanonik di dadanya. Hal ini disampaikan oleh Theodorus Lector yang sezaman, yang kemungkinan sekali hadir ketika tulang-tulang dan kitab Injil itu dipersembahkan oleh Anthemios kepada kaisar. Sejumlah peneliti yang menegaskan bahwa Injil Barnabas itu memang sebuah naskah kuno mengajukan pendapat bahwa teks yang konon ditemukan pada 478 harus diidentifikasikan sebagai Injil Barnabas, tetapi tidak ada saksi sezaman yang mendukung pandangan ini. Menurut sebuah tradisi abad pertengahan yang dilestarikan di biara Sumela di selatan Trabzon, relikui-relikui Barnabas kemudian dipersembahkan kepada biara itu oleh Yustinianus; tetapi kemudian hilang satu abad kemudian ketika tentara-tentara Persia menduduki Alpen Pontus dalam peperangan mereka melawan Heraclius.

Pada 1986, sempat diklaim bahwa sebuah salinan awal Injil ini dalam bahasa Suriah telah ditemukan dekat Hakkari (bdk. Hamza Bektaş dalam İlim ve Sanat Dergisi, Maret-April 1986, dan «Türkiye» dari 25 Juli 1986, "Barnabas Bible Found", dalam Arabia 4/1985/ 1405/ No. 41/ Jan.-Febr./ Rabi Al-Thani, hlm. 46, "Original Bible Barnabas Found in Turkey", dalam The Minaret 12, 3; 1.+ 16. April, 1985, n.p.) Namun demikian, tak lama kemudian dilaporkan bahwa naskah ini sesungguhnya hanya mengandung Alkitab yang kanonik (Ron Pankow, "The Barnabas Bible?", dalam: Arabia 1985/1405//Maret-April/ Rajib, t.t.)

Manuskrip Bahasa Italia
Naskah dalam bahasa Italia milik Pangeran Eugene dipersembahkan kepadanya pada 1709 oleh John Frederick Cramer. Naskah ini tampaknya berasal dari abad ke-16. Pada 1738 naskah ini dengan seluruh isi perpustakaannya sang Pangeran dipindahkan ke Hoffbibliothek Wina, dan masih bertahan di sana di Perpustakaan Nasional Austria. Halaman-halaman dari manuskrip bahasa Italia ini dibingkai dalam gaya Islam, dan memuat pembagian pasal dan catatan-catatan pinggir dalam bahasa Arab yang tidak teratur tata bahasanya, dan dengan bahasa Arab yang keliru (sesekali dengan kata bahasa Turki, dan banyak ciri sintaksis Turki), catatan pinggir ini margin merupakan penafsiran yang kasar dalam bahasa Arab terhadap ayat-ayat tertentu. Sampulnya dalam bahasa Turki, dan kelihatannya asli. Tetapi kertasnya tampaknya Italia, seperti halnya juga dengan tulisan tangannya (meskipun dengan ejaan yang banyak tidak lazim. Ada slogan-slogan di dasar setiap halaman, sebuah praktik yang umum dalam naskah-naskah yang dipersiapkan untuk dicetak. Naskah ini tampaknya tidak selesai – ke-222 pasalnya diberikan ruang-ruang kosong untuk judul-judul pasal, tetapi hanya 27 ruangan yang telah diisi. Selain itu, ada 38 halaman berbingkai yang sama sekali kosong sebelum teksnya. Diduga bahwa ke dalam halaman-halaman itu akan disalin tulisan-tulisan lain. Naskah versi bahasa Italia inilah yang dijadikan dasar untuk terjemahan Raggs 1907, yaitu terjemahan yang paling umum beredar dalam bahasa Inggris. Terjemahan ini diikuti pada 1908 oleh terjemahan bahasa Arab oleh Khalil Saadah, yang diterbitkan di Mesir.

  • Teks lengkap dalam bahasa Italia ditranskripsikan dengan terjemahan bahasa Inggris dan pengantarnya: Ragg, L dan L - The Gospel of Barnabas. (Clarendon Press, Oxford, England, 1907).
  • Edisi bahasa Italia kedua – dalam kolom-kolom paralel dengan sebuah teks yang dipermodern: Eugenio Giustolisi dan Giuseppe Rizzardi, Il vangelo di Barnaba. Un vangelo per i musulmani? (Milano: Istituto Propaganda Libraria, 1991).
  • Teks lengkap dari naskah bahasa Italia telah diterbitkan dalam bentuk faksimili; dengan terjemahan bahasa Perancis dan komentar yang panjang serta aparatus tekstual: Cirillo L. & Fremaux M. Evangile de Barnabe: recherches sur la composition et l'origine, Paris, 1977, 598 hlm.

Manuskrip Bahasa Spanyol
Naskah Spanyol yang diketahui, lenyap pada abad ke-18 atau ke-19; akan tetapi sebuah salinan abad ke-18 ditemukan pada tahun 1970-an di Fisher Library Universitas Sydney di antara buku-buku milik Sir Charles Nicholson, yang diberi label dalam bahasa Inggris "Transcribed from ms. in possession of the Revd Mr Edm. Callamy who bought it at the decease of Mr George Sale...and now gave me at the decease of Mr John Nickolls, 1745" (Disalin dari manuskrip kepunyaan Pdt. Edm. Callamy yang membelinya ketika Tn. George Sale meninggal dunia … dan kini memberikannya kepada saya ketika Tn. John Nickolls meninggal dunia”. J. E. Fletcher, The Spanyol Injil Barnabas, Novum Testamentum vol. XVIII (1976), p. 314-320.

Perbedaan utama dari naskah Italia ialah bahwa salinan yang selamat tidak mencatat sejumlah besar pasal—yang masih ada dalam naskah asli dalam bahasa Spanyol ketika naskah itu diperiksa oleh George Sale. Teks Spanyolnya didahului oleh sebuah catatan yang mengklaim bahwa naskah itu diterjemahkan dari Bahasa Italia oleh Mustafa de Aranda, seorang penduduk Muslim Aragon di Istanbul. Manuskrip Spanyol ini juga memuat sebuah pendahuluan dari seseorang yang menggunakan nama samaran 'Fra Marino', yang mengklaim bahwa ia telah mencuri salinan versi Italia itu dari perpustakaan Paus Siktus V. Fra Marino melaporkan bahwa setelah memiliki kedudukan di Pengadilan Inkuisisi, ia akhirnya memiliki sejumlah karya, yang membuatnya percaya bahwa teks Alkitab telah dipalsukan, dan bahwa teks-teks apostolik yang asli telah disingkirkan dengan cara yang tidak semestinya. Fra Marino juga mengklaim bahwa ia telah diperingatkan tentang keberadaan Injil Barnabas, dari sebuah acuan dalam sebuah karya (yang tidak dikenal) oleh Ireneus menentang Paulus; dalam sebuah buku yang telah dipersembahkan kepadanya oleh seorang perempuan bangsawan dari keluarga Colonna (Marino, di luar Roma, adalah lokasi dari Palazzo Colonna).

Teks manuskrip Spanyol telah diterbitkan dengan sejumlah komentar yang panjang:
  • Bernabe Pons L. F. El Evangelio de San Bernabe; Un evangelio islamico espanol, Universidad de Alicante, 1995, 260p

Asal-Usul
Beberapa peneliti karya ini berpendapat bahwa Injil Barnabas aslinya adalah sebuah karya Italia, karena di dalamnya terdapat ungkapan-ungkapan yang sangat mirip dengan yang digunakan oleh Dante. Selain meminjam dari karya Dante, menurut mereka si penulis juga mengambil pendahuluan dari versi Spanyol untuk mendukung kesimpulan ini. Para peneliti lainnya mencatat serangkaian persamaan tekstual antara ayat-ayat Injil Barnabas, dan berbagai teks lainnya dari sejumlah harmoni dari keempat Injil kanonik bahasa sehari-hari dari akhir Abad Pertengahan (dalam bahasa Inggris Pertengahan dan bahasa Belanda Pertengahan, tetapi khususnya dalam bahasa Italia Pertengahan); yang semuanya diperkirakan berasal dari sebuah versi Diatessaron karya Tatian (Jan Joosten, "The Gospel of Barnabas and the Diatessaron," Harvard Theological Review 95.1 (2002): 73-96). Hal ini pun akan mendukung pendapat bahwa karya ini aslinya dari Italia.

Para peneliti lainnya berpendapat bahwa versi bahasa Spanyol yang lebih dulu terbit. Menurut mereka, klaim dalam bagian pendahuluan versi bahasa Spanyol bahwa karya itu didasarkan pada sebuah sumber dalam bahasa Italia dimaksudkan untuk mengangkat kredibilitas karya tersebut dengan menghubungkannya dengan Perpustakaan Kepausan. Para peneliti ini mencatat paralel dengan serangkaian karya pemalsuan Morisco, prasasti-prasasti Sacromonte dari Granada, yang berasal dari tahun 1590-an; atau penulisan ulang Morisco atas tradisi-tradisi Kristen dan Islam, yang dihasilkan setelah mereka diusir dari Spanyol (G.A.Wiegers, "Muhammad as the Messiah: A comparison of the polemical works of Juan Alonso with the Gospel of Barnabas", Leiden, Bibliotheca Orientalis, LII, no 3/4, April-Juni 1995, hlm.245-292).

Manuskrip Spanyol yang diklaim ditulis di Istanbul, dan manuskrip Italia yang selamat mempunyai beberapa ciri Turki; jadi, apakah bahasa aslinya bahasa Spanyol atau Italia – Istanbul dianggap oleh kebanyakan peneliti sebagai tempat asal teks yang sekarang. Pandangan ini telah menambahkan kredibilitas, dalam arti bahwa banyak teks kuno Kristen dan patristik mungkin masih ditemukan, pada abad ke-16, dalam perpustakaan-perpustakaan Yunani di Istanbul - Konstantinopel kuno – dan bahwa kota itu memiliki sejumlah komunitas yang cukup besar yang berbahasa Yunani, Italia dan Spanyol.

Setelah jatuhnya Granada Moor pada 1492, populasi Mudejar dan Sephardi (orang-orang Muslim dan Yahudi yang menolak untuk berpindah ke agama Kristen) diusir dari Spanyol. Meskipun sebagian mulanya menemukan tempat perlindungan di Italia (khususnya Venezia), kebanyakan bermukim di Kesultanan Ottoman. Di sana orang-orang Yahudi yang berbahasa Spanyol membangun sebuah sub-kultur yang kaya di Istanbul dengan industri cetak yang maju dalam bahasa Ibrani dan Ladino. Jumlah ini semakin meningkat setelah 1550, setelah kampanye penganiayaan oleh Inkuisisi Venezia terhadap orang-orang Italia anti-Trinitarian dan Yahudi. Meskipun ajaran Islam pada saat ini sangat menentang pencetakan teks-teks Islam atau yang berbahasa Arab, pencetakan bahan-bahan non-Muslim pada prinsipnya tidak dilarang. Bahkan ada upaya-upaya pada 1570-an oleh pihak-pihak anti-Trinitarian untuk membangun sebuah percetakan di ibukota Turki untuk menerbitkan karya-karya Protestan radikal. Dalam pengantar berbahasa Spanyol, Fra Marino mencatat keinginannya agar Injil Barnabas dicetak, dan satu-satunya tempat di Eropa yang memungkinkannya pada akhir abad ke-16 adalah Istanbul.

Namun demikian, segelintir peneliti curiga bahwa ciri-ciri 'Turki' yang tampak jelas dalam manuskrip Italia; khususnya anotasi-anotasi berbahasa Arab, yang mereka nilai begitu penuh dengan kesalahan-kesalahan mendasar sehingga kemungkinan sekali tidak ditulis di Istanbul (bahkan oleh seorang penulis Italia). Secara khusus, mereka mencatat bahwa penonjolan syahadat versi Italia ke dalam bahasa Arab, tidak persis sama dengan rumusan ritual standar yang diucapkan setiap hari oleh setiap Muslim. Para peneliti ini cenderung untuk menyimpulkan dari berbagai inkonsistensi ini bahwa kedua manuskrip kemungkinan merupakan sebuah percobaan pemalsuan forensik, dan mereka cenderung menyimpulkan bahwa tempat penulisannya adalah Roma.

Sedikit akademikus menyatakan bahwa teks ini, dalam bentuknya yang sekarang, tidak berasal dari masa lebih awal daripada abad ke-14–16; meskipun segelintir dari mereka menganggapnya mengandung bagian-bagian dari sebuah karya yang lebih awal, dan hampir semuanya menemukan pengaruh dari sumber-sumber yang lebih tua— terutama sekali teks Vulgata dari Alkitab bahasa Latin. Akibatnya kebanyakan peneliti sepakat bahwa teks yang ada sekarang mengandung stratifikasi sekurang-kurangnya tiga lapisan komposisi yang berbeda:
  • Sebuah lapisan editorial yang berasal dari tahun 1590-an; dan terdiri, sekurang-kurangnya, dari pendahuluan dalam bahasa Spanyol dan anotasi-anotasi dalam bahasa Arab,
  • Sebuah lapisan komposisi naratif dalam bahasa vernakular, entah dalam bahasa Spanyol atau Italia, dan berasal dari masa tidak lebih tua daripada pertengahan abad ke-14,
  • Sebuah lapisan yang berasal dari bahan-bahan sumber yang lebih awal, yang hampir dapat dipastikan diteruskan kepada si pengarang/penerjemah bahasa vernakular ke dalam bahasa Latin; dan terdiri, sekurang-kurangya, atas nas-nas yang panjang di dalam Injil Barnabas yang sangat sejajar dengan perikop-perikop dalam kitab-kitab Injil kanonik; tetapi yang lapisan yang ada di baliknya jelas berbeda dengan bahasa Latin pertengahan Vulgata (seperti misalnya dalam versi alternatif dari Doa Bapa Kami dalam pasal 37, yang menyertakan doksologi penutup, bertentangan dengan teks Vulgata, tetapi sesuai dengan Diatessaron dan banyak tradisi varian yang lebih tua lainnya);
Banyak dari kontroversi dan pertikaian menyangkut otentisitas Injil Barnabas dapat diungkapkan kembali sebagai perdebatan apakah tema-tema yang jelas-jelas sangat menyinggung (dari perspektif Kristen ortodoks) sudah ada dalam bahan-bahan sumber yang dipergunakan oleh seorang pengarang vernakular abad ke-14–16, mungkinkah tulisan itu adalah hasil dari si pengarang sendiri, atau mungkinkah tulisan itu diinterpolasikan oleh penyunting yang belakangan. Para peneliti yang menganggap tema-tema partikular ini sebagai tulisan yang berasal dari masa Kristen perdana, toh pada umumnya tidak menyangkal bahwa bahwa bagian-bagian lain dari Injil ini mungkin berasal dari masa yang belakangan dan anakronistik; sementara mereka yang menolak otentisitas dari tema-tema partikular ini biasanya menyangkal bahwa bagian-bagian lain dari Injil ini mungkin menyampaikan bacaan atau penafsiran yang berbeda dari zaman Kristen perdana.

Analisis 
Karya ini memiliki paralel yang kuat dengan iman Islam, bukan hanya dengan menyebutkan Muhammad langsung dengan namanya, tetapi juga mencakup syahadat (pasal 39). Nada kitab ini sangat anti-Paulus dan anti-Trinitarian. Dalam karya ini, Yesus digambarkan sebagai seorang nabi dan bukan anak Allah, sementara Paulus digambarkan telah "diperdayakan".

Lebih jauh, Injil Barnabas menyatakan bahwa Yesus selamat dari penyaliban karena ia diangkat hidup-hidup ke surga, sementara Yudas Iskariot sang pengkhianat — secara ajaib diubah — disalibkan sebagai gantinya. 

Keyakinan-keyakinan ini; khususnya bahwa Yesus adalah seorang nabi Allah dan diangkat hidup-hidup tanpa disalibkan; sesuai dengan keyakinan Islam. Namun demikian, nas-nas yang lain berlawanan dengan teks/ajaran-ajaran Al Qur'an; seperti misalnya dalam cerita tentang Kelahiran Yesus, di mana Maria digambarkan telah melahirkan Yesus tanpa mengalami rasa sakit; atau seperti dalam pelayanan Yesus, di mana ia mengizinkan orang minum anggur dan menganjurkan monogami. 

Tema-tema naratif, dan sejumlah ungkapan yang sangat khas, juga terdapat dalam Comedia Divina karya Dante (Ragg). Bila (seperti yang disimpulkan oleh kebanyakan peneliti) Injil Barnabas dianggap sebagai upaya untuk mensintesiskan unsur-unsur dari agama Kristen dan Islam, maka dapat dikatakan adana kesejajaran dalam tulisan-tulisan Morisco dan anti-Trinitarian; tetapi sebelumnya tidak pernah terjadi hal seperti ini.

Versi Spanyol mencakup sebuah laporan tentang ditemukannya Injil Barnabas di ruang belajar pribadi Paus Siktus V (1585-1590), sebuah laporan yang bagi banyak peneliti tampaknya secara historis tidak cocok; dan hal ini, besama-sama dengan berbagai inkonsistensi paleografi dalam manuskrip Italia yang bertahan, telah membuat sejumlah pakar menyimpulkan bahwa kedua manuskrip yang dikenal itu telah disiapkan untuk mendukung sebuah percobaan dalam pemalsuan forensik, yang dimaksudkan untuk mendiskreditkan atau menjebak sejumlah tokoh gereja Katolik Roma terkemuka di kalangan Kuria Roma pada 1590-an (David Sox; The Gospel of Barnabas 1984). Ada sejumlah paralel sezaman bagi usaha seperti ini – khususnya "Casket Letters" yang konon dipalsukan untuk menuduh Mary, Ratu Skotlandia. Oleh karena itu, sebagian sarjana yang mengikuti pandangan ini menolak keseluruhan Injil ini dan menganggapnya sebagai sebuah hoax; tetapi mayoritas akan menganggap bahwa lebih besar kemungkinannya bahwa mereka yang dituduh sebagai pemalsu itu memanfaatkan teks heterodoks yang telah ada sebelumnya.

Tema-Tema Keagamaan
Injil Barnabas tidak banyak dikenal di luar kalangan akademik hingga belakangan ini, ketika sejumlah orang Muslim menerbitkannya untuk berargumen dengan konsepsi Kristen ortodoks tentang Yesus. Pada umumnya karya ini lebih menggemakan pandangan-pandangan Muslim yang ada daripada pandangan Kristen: karya ini meramalkan kedatangan Muhammad dengan menyebutkan namanya; bukannya menggambarkan penyaliban Yesus, kitab ini menggambarkan bahwa ia diangkat ke surga, serupa dengan gambaran tentang Elia dalam Raja-raja, pasal 2; dan kitab ini menyebut Yesus seorang "nabi" yang misinya dibatasi hanya pada "bani Israel". Namun demikian, karya ini juga berbeda dengan konsepsi Islam dalam sekurang-kurangnya dua hal penting; karya ini melaporkan bahwa Muhammad, dan bukan Yesus, yang disebut Mesias, sementara Qur'an dan Hadits sama-sama menyebut Yesus sebagai Mesias, dan tidak ada varian ortodoks Islam manapun yang menyebut Muhammad sebagai Mesias. Selain itu, karya ini secara eksplisit menyangkal doktrin-doktrin Islam (dan Kristen) tentang penghakiman mutlak dan pra-pengetahuan Allah — dengan menyatakan bahwa, dalam masalah perdamaian: "Allah menunggu manusia untuk bertobat" (pasal 114); sedemikian rupa sehingga jiwa-jiwa orang yang jahat di Neraka pada akhirnya dapat diselamatkan pada akhir zaman, bila mereka bersedia bertobat (pasal 113); sementara orang-orang yang benar —bahkan orang-orang suci dan para nabi— tidak dapat selamat dari rasa takut akan penghukuman; karena tidak ditolak kemungkinan bahwa suatu saat di masa mendatang, karena terlalu yakin akan kebenaran mereka sendiri, mereka terjatuh ke dalam kesombongan (pasal 112).

Karya ini memuat sebuah polemik yang panjang melawan doktrin predestinasi (pasal 164), dan mendukung ajaran pembenaran oleh iman; bahwa tujuan kekal jiwa ke surga atau neraka tidak ditetapkan sebelumnya oleh karunia Allah (seperti dalam Calvinisme), ataupun penghakiman Allah, dalam belas kasih-Nya, terhadap iman orang-orang percaya di muka bumi (seperti dalam Islam ortodoks). Sebaliknya dinyatakan bahwa mereka yang dihukum pada penghakiman terakhir, tetapi yang kemudian menjawab dalam iman, yang memeprlihatkan penyesalan yang sungguh-sungguh, dan yang membuat pilihan bebas untuk diberkati, pada akhirnya akan memperoleh perdamaian (pasal 137). Hanya mereka yang tetap sombong akan terhalang dari pertobatan yang sungguh-sungguh dan karenanya akan tetap tinggal di dalam neraka.

Keyakinan Pelagian yang sangat radikal ini pada abad ke-16 ditemukan di antara tradisi-tradisi Protestan anti-Trinitarian di kemudian hari yang disebut sebagai Unitarianisme. Beberapa tokoh anti-Trinitarian abad ke-16 berusaha mempertemukan agama Kristen, Islam dan Yudaisme; bedasarkan argumen-argumen yang mirip sekali dengan apa yang diajukan dalam Injil Barnabas, dengan mengatakan bahwa bila perdamaian tetap tidak terpecahkan hingga akhir zaman, maka agama manapun dari ketiga agama ini dapat menjadi jalan yang sahih untuk masuk ke surga bagi para pemeluknya. Michael Servetus atau Miguel Servet dari Spanyol, menolak rumusan Kristen ortodoks tentang Tritunggal (membuktikan bahwa satu-satunya rujukan yang eksplisit terhadap Tritunggal dalam Perjanjian Baru sebagai interpolasi di kemudian hari); dan berharap dengan demikian dapat menjembatani perbedaan doktriner antara agama Kristen dan Islam. Pada 1553 ia dihukum mati di Geneva di bawah kekuasaan Yohanes Calvin, tetapi ajaran-ajarannya tetap sangat berpengaruh di antara para pelarian Protestan Italia. Pada akhir abad ke-16 banyak anti-Trinitarian, yang dianiaya baik oleh kaum Calvinis maupun oleh Inkuisisi, mencari perlindungan di Transylvania; yang saat itu berada di bawah perlindungan Turki dan memiliki hubungan yang erat dengan Istanbul. (Christopher J. Burchill:The Heidelberg Antitrinitarians Bibliotheca Dissidentium: vol XI, Baden-Baden 1989,308p).

Termasuk dalam pasal 145 adalah "Buku kecil Elia"; yang memberikan pengajaran tentang kehidupan yang benar berupa spiritualitas asketik dan pertapa. Dalam 47 pasal berikutnya, Yesus dicatat mengembangkan sebuah tema bahwa para nabi dari zaman purbakala, khususnya Obaja, Hagai dan Hosea, adalah para pertapa suci yang mengikuti aturan-aturan keagamaan ini; dan mengkontraskan para pengikut mereka – yang disebut sebagai "orang-orang Farisi sejati" – dengan "Farisi-Farisi palsu" yang hidup di dunia, dan yang merupakan lawan-lawan utamanya.. Para "Farisi sejati" ini dilaporkan berkumpul di Gunung Karmel. Hal ini cocok dengan ajaran Ordo Karmelit abad pertengahan, yang hidup sebagai kongregasi pertama di gunung Karmel pada abad ke-13; tetapi yang mengklaim (tanpa bukti) sebagai keturunan langsung Elia dan para nabi Perjanjian Lama. Pada 1291 bangsa Mamluk masuk ke Suriah memaksa para biarawan di Karmel untuk meninggalkan biara mereka, tetapi ketika menyebar di seluruh Eropa Barat mereka mendirikan kongregasi Karmelit Barat – khususnya di Italia – dan telah meninggalkan kehidupan pertapa dan idealisme asketik, dan sebaliknya mengambil kehidupan biara dan misi dari para Ordo Mendikan lainnya. Sebagian peneliti menganggap bahwa kontroversi-kontroversi yang muncul pada abad ke-14 hingga ke-16 dapat ditemukan tercermin dalam teks Injil Barnabas.

Injil ini juga sesekali mengambil nada yang sangat anti-Paulin, dengan mengatakan pada awal versi Italia: "banyak orang yang diperdayakan oleh Setan, dengan berpura-pura saleh, mengajarkan doktrin yang paling keji, yang menyebut Yesus anak Allah, menolak sunat yang diperintahkan oleh Allah untuk selama-lamanya, dan mengizinkan setiap daging yang haram: di antaranya juga Paulus telah diperdayakan."

Ramalan tentang Nabi Muhammad Salallahualaihiwassalam
Injil Barnabas mengklaim bahwa Yesus meramalkan kedatangan Nabi Muhammad s.a.w., sehingga cocok dengan Qur'an yang menyebutkan:

"Dan (ingatlah) ketika 'Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata!" (Surah 61)

Ahmad adalah nama lain dari Muhammad. Sebuah tradisi ilmiah Islam mengaitkan nas Qur’an ini dengan rujukan-rujukan Perjanjian Baru kepada Parakletos (Yohanes 14:16, 14:26, 15:26, 16:7). Kata Yunani "parakletos" dapat diterjemahkan menjadi "Penghibur"; dan dalam tradisi Kristen, kata ini dikatakan merujuk kepada Roh Kudus. Sebagian sarjana Muslim telah mencatat kemiripannya dengan kata Yunani "periklutos" yang dapat diterjemahkan sebagai "yang terpuji"; atau dalam bahasa Arab, "Ahmad".

Nama "Muhammad" seringkali disebutkan secara tegas dalam Injil Barnabas, seperti dalam kutipan berikut:

"Yesus menjawab: `Nama sang Mesias adalah yang terpuji, karena Allah sendiri telah memberikan nama itu ketika Ia menciptakan jiwanya, dan menempatkannya di dalam kemuliaan surgawi. Allah berkata: "Nantikanlah Muhammad; demi engkau, Aku akan menciptakan firdaus, dunia, dan begitu banyak makhluk, yang akan Aku serahkan kepadamu sebagai hadiah, sedemikian rupa sehingga barangsiapa memberkati engkau, dia akan diberkati, dan barangsiapa mengutuk engkau, ia akan dikutuk. Ketika Aku mengutus engkau ke dalam dunia, Aku akan mengutus engkau sebagai utusan keselamatan-Ku dan kata-katamu akan menjadi kenyataan, sedemikian rupa sehingga meskipun langit dan bumi akan gagal, imanmu tidak akan pernah gagal." Muhammad adalah namanya yang diberkati.' Kemudian khalayak itu mengangkat suara mereka, lalu berkata, `O Allah, utuslah kepada kami utusan-Mu: O Yang Terpuji, datanglah segera demi perdamaian dunia!' Barnabas 97:9-10. (Manuskrip Italia mengganti "Yang Terpuji" dengan "Muhammad").

Namun demikian, sementara ada banyak nas di mana Injil Barnabas memberikan bacaan alternatif terhadap perikop-perikop yang terdapat dalam Injil-injil kanonik, tak ada satupun rujukan kepada Muhammad yang langsung menyebut namanya muncul dalam nas-nas sinoptik; dan khususnya, tak ada satupun rujukan kepada "Muhammad" di dalam Barnabas yang sesuai dengan rujukan "Parakletos" dalam Injil Yohanes yang kanonik. Hanya ada satu kesempatan di mana Injil Barnabas dapat dianggap "mengoreksi" sebuah perikop kanonik yang dikenal, sehingga mencatat sebuah nubuat oleh Yesus tentang seorang Utusan Allah (yang tidak disebutkan namanya):

Lalu Yesus berkata: "Akulah suara yang berseru-seru di seluruh Yudea, dan berkata: "Persiapkanlah jalan untuk utusan Tuhan," bahkan sebagaimana tertulis dalam Yesaya." Mereka berkata: "Bila engkau bukanlah Mesias atau Elia, atau nabi manapun juga, mengapa engkau mengajarkan suatu ajaran yang baru, dan membuat dirimu lebih penting daripada Mesias?" Yesus menjawab: "Mujizat yang Allah kerjakan melalui tanganku membuktikan bahwa aku berbicara tentang apa yang Allah kehendaki; akupun tidak membuat diriku sebagai dia yang engkau katakan. Karena aku tidak layak untuk melepaskan tali kasut ataupun pengikat sepatu Utusan Allah yang engkau sebut "Mesias," yang telah diciptakan sebelum aku, dan datang setelah aku, dan akan membawa firman kebenaran, sehingga imannya tidak akan pernah berakhir." (Pasal 43):

Nas ini sangat mirip dengan ayat-ayat dalam Injil Yohanes 1:19-30 yang kanonik, kecuali bahwa dalam nas ini, kata-kata tersebut diucapkan oleh Yohanes Pembaptis (di dalam Qur'an; Yahya ibn Zakariya) dan merujuk kepada Yesus.

Muhammad Sebagai Sang Mesias
Menurut salah satu versi dari Injil Barnabas:

'Kemudian imam itu berkata: "Dengan nama apakah Mesias itu akan dipanggil?" {Yesus menjawab} "Muhammad adalah namanya yang diberkati" (pasal 97).

dan

"Yesus mengaku, dan mengatakan kebenaran: "Aku bukanlah Mesias itu." (pasal 42:2)

Seperti telah disebutkan di atas, pernyataan-pernyataan ini tampaknya mengkontradiksikan keyakinan Islam. Namun demikian, seorang apologet Muslim terkenal, Ahmed Deedat berpendapat bahwa karena "Mesias" artinya sekadar "dia yang diurapi", maka kata itu dapat dihubungkan dengan nabi manapun, dan Yesus tentu memaksudkan bahwa Muhammad diurapi oleh Allah.

Namun demikian, mengenai Mesias sebagai sinonim dengan orang yang diurapi, hal ini tidak konsisten dengan konotasi yang kompleks dari Mesias menurut orang-orang Yahudi dari abad ke-1. Lihat Mesias. Mesias merujuk kepada seorang pribadi; dua orang tidak mungkin bersama-sama menjadi Sang Mesias. Mesias adalah seorang pemimpin Yahudi, yang berjuang dengan orang-orang Yahudi untuk memulihkan mereka menjadi suatu bangsa yang aman. Islam tidak mengatribusikan sifat ini kepada Muhammad.

Bila penulis Injil Barnabas telah berpengalaman dalam sebuah komunitas Kristen, ia akan paham makna Mesias yang berbeda. Dalam Dunia Kristen, kata ini telah mengandung konotasi dari seorang penguasa yang telah dinubuatkan yang menyelamatkan orang-orang percaya dari penghukuman. Deskripsi ini cocok sekali dengan pandangan Islam mengenai Muhammad.

Mesias Keturunan Ismael
Menurut salah satu versi dari Injil Barnabas, Yesus menyangkal bahwa dialah sang Mesias itu, dan mengklaim bahwa Mesias akan datang dari kalangan keturunan Ismael (bangsa Arab) seperti dikatakannya:

"Pada saat itu Yesus berkata: 'Engkau menipu dirimu sendiri; karena Daud di dalam Roh menyebutnya Tuan, dan dengan demikian berkata: "Allah berkata kepada tuanku, duduklah di sebelah kananku, sampai musuh-musuhmu kutaruh di bawah kakimu lawan-lawanmu pijakan kakimu. Allah akan mengirimkan tongkatmu sehingga engkau berkuasa di antara lawan-lawanmu." Bila utusan Allah yang engkau sebut Mesias adalah anak Daud, bagaimana mungkin Daud menyebutnya tuan? Percayalah padaku, karena sesungguhnya aku berkata kepadamu, bahwa janji itu telah dibuat dalam diri Ismael, bukan Ishak." (Barnabas 43:10)

Hajj Sayed (Anggota Senior dari CIMS), dalam bukunya yang baru di Mesir, membandingkan hal ini dengan pernyataan berikut dari Alkitab yang kanonik:

"Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?" Kata mereka kepada-Nya: "Anak Daud." Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" (Matius 22:42-46)

Menurut Injil-injil kanonik, Yesus adalah "anak" (keturunan) Daud; karenanya, Hajj Sayed berpendapat bahwa pernyataan ini menguatkan pendapat Injil Barnabas.

Gagasan tentang Mesias sebagai seorang Arab juga ditemukan dalam pasal yang lain dari Injil Barnabas:

"Bila aku melakukan kejahatan, tegurlah aku, dan Allah akan mengasihimu, karena engkau melakukan kehendak-Nya, akan tetapi bila tak seorang pun dapat menegur dosaku, maka itu adalah tanda bahwa engkau bukanlah anak-anak Abraham sebagaimana yang engkau katakan, dan engkau bukanlah bagian dari Dia yang ke dalamnya Abraham terhisab. Sebagaimana Allah yang hidup, demikianlah dalamnya kasih Abraham kepada Allah, sehingga ia tidak hanya menghancurkan semua berhala dan meninggalkan ayah dan ibunya, tetapi juga bersedia mengurbankan anaknya sendiri dalam ketaatan kepada Allah. Imam agung menjawab: "Aku menanyakan hal ini kepadamu, dan aku tidak berusaha membunuh engkau, karena itu katakanlah kepada kami: Siapakah putra Abraham itu?" Yesus menjawab: "Semangat kehormatan-Mu, ya Allah, membakar diriku, dan aku tidak dapat berdiam diri. Sesungguhnya aku berkata, putra Abraham adalah Ismael, dan daripadanya akan datang Mesias yang dijanjikan kepada Abraham, bahwa di dalam dia semua suku di muka bumi akan diberkati." Mendengar hal itu, imam agung murka, dan berseru: "Baiklah kita merajam orang yang durhaka ini, karena ia adalah seorang keturunan Ismael, dan ia telah menghujat Musa dan Hukum Allah." (Barnabas 208:1-2)

Di sini, salah satu versi Injil Barnabas juga mengutip Yesus yang mengatakan bahwa anak Abraham yang dikurbankan adalah Ismael, bukan Ishak, sesuai dengan keyakinan Islam tetapi berlawanan dengan keyakinan Yahudi dan Kristen. Dapat pula ditarik kaitan antara pernyataan dalam alinea terakhir bahwa "di dalam dia semua suku di muka bumi akan diberkati", dengan makna nama "Muhammad" yang "Dipuji" atau "Berbahagia". (Bdk. Life of Prophet Muhammad).

Yesus Bukan Allah Ataupun Anak Allah
Menurut Injil Barnabas, Yesus meramalkan dan menolak penyembahan dirinya sebagai Allah:

"Dan setelah mengatakan hal ini, Yesus memukul wajahnya dengan kedua tangannya, dan kemudian menutupi tanah dengan kepalanya, sambil berkata: "Terkutuklah barangsiapa yang memasukkan ke dalam ucapan-ucapanku bahwa aku adalah anak Allah" (53:6)

"Dan setelah berkata demikian Yesus keluar dari Bait Allah. Dan rakyat mengagungkannya, karena mereka membawa semua orang yang sakit yang dapat mereka kumpulkan, dan Yesus setelah berdoa memulihkan kesehatan mereka: oleh karena itu, pada hari itu di Yerusalem tentara-tentara Romawi, melalui pekerjaan Setan, mulai menghasut rakyat, sambil berkata Yesus adalah Allah Israel, yang telah datang untuk melawat umat-Nya." (69:6)

"Yesus menjawab: "Dan engkau; menurut engkau siapakah aku?" Petrus menjawab: "Engkau adalah Kristus, anak Allah". Lalu Yesus menjadi marah, dan dengan murka Yesus menegurnya sambil berkata: "Pergilah daripadaku, karena engkau adalah iblis yang berusaha membuat aku berdosa" (70:1)

Yesus berkata lagi: "Aku mengaku di hadapan surga, dan meminta kesaksian dari semua yang hidup di muka bumi, bahwa aku adalah seorang asing bagi semua orang yang telah berkata tentang aku, yakni, bahwa aku lebih daripada seorang manusia biasa. Karena aku, yang lahir dari seorang perempuan, takluk kepada penghakiman Allah; yang hidup di sini seperti semua orang lainnya, sama-sama dapat mengalami penderitaan yang sama." (94:1)

Kemudian imam itu menjawab, dengan gubernur dan raja: "Jangan sesali dirimu, O Yesus, yang kudus dari Allah, karena di masa kita pemisahan ini tidak akan ada lagi, karena kami akan menulis kepada senat Romawi yang suci dengan cara yang sedemikian bijaksana sehingga dengan dekrit kaisar tak seorangpun akan menyebut engkau Allah atau anak Allah." Kemudian Yesus berkata: "Kata-katamu tidak menghibur aku, karena ketika engkau mengharapkan terang, kegelapanlah yang akan datang; tetapi penghiburanku terdapat dalam kedatangan sang Utusan, yang akan menghancurkan setiap pandangan yang salah tentang aku, dan imannya akan menyebar dan akan menguasai seluruh dunia, karena demikianlah yang telah Allah janjikan kepada Abraham bapak kita." (97:1)

Hal ini sepenuhnya cocok dengan keyakinan Islam yang menyatakan bahwa Yesus ini adalah manusia dan seorang nabi. Menurut sejumlah hadits, Yesus akan kembali ke muka bumi di masa depan dan menyatakan kepada dunia bahwa ia adalah "seorang hamba Allah".

Menurut Imam Anwar Al-Awlaki dalam ceramah audionya Lives of the Prophets, hal pertama yang dikatakan oleh nabi Isa ketika ia berada di buaiannya adalah "Sesungguhnya aku ini hamba Allah", dan hal pertama yang akan dikatakan oleh Isa ketika ia kembali ke muka bumi adalah hal yang sama, "Sesungguhnya aku ini hamba Allah".

Menurut Qur'an: "Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina", Maryam dipanggil "saudara perempuan Harun", karena ia seorang wanita yang shaleh seperti keshalehan Nabi Harun a.s. maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?" Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia." (Surat Maryam:27-35)

Paulus dan Barnabas
Hajj Sayed berpendapat bahwa deskripsi Surat Galatia tentang pertikaian antara Paulus dan Barnabas mendukung gagasan bahwa Injil Barnabas telah ada di masa Paulus. Blackhirst, sebaliknya, telah mengajukan pendapatnya bahwa laporan Galatia tentang argumen ini dapat menjadi alasan bagi si penulis Injil ini untuk mengatribusikannya kepada Barnabas.
Paulus menulis dalam Galatia pasal 2:

"Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka. Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: "Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?" (Surat Galatia 2:11-14)

Paulus di sini menyerang Petrus dan Barnabas karena "berusaha memuaskan orang-orang Yahudi" dengan tetap berpegang pada hukum-hukum mereka, seperti di antaranya sunat. Hal ini memperlihatkan, pada saat itu, bahwa Barnabas mengikuti Petrus dan tidak setuju dengan Paulus. Sebagian merasa bahwa hal ini juga menunjukkan bahwa para penduduk Galatia pada waktunya itu menggunakan sebuah Injil atau sejumlah Injil yang bertentangan dengan keyakinan-keyakinan Paulus, dan Injil Barnabas bisa merupakan salah satu di antaranya (meskipun Injil Petrus mestinya adalah kandidat yang lebih wajar, mengingat isi surat yang kedua.). Terhadap laporan Galatia ini, kita dapat membandingkannya dengan Pengantar Pasal Injil Barnabas, di mana kita membaca:

"Saudara-saudara yang terkasih, Allah yang besar dan ajaib pada hari-hari terakhir ini telah mengunjungi kita melalui nabinya Yesus Kristus dalam in great mercy of teaching dan miracles, karena alasan itulah banyak orang, yang telah diperdayakan oleh Setan, dengan berpura-pura saleh, mengajarkan doktrin yang paling jahat, menyebut Yesus anak Allah, menolak sunat untuk telah diperintahkan Allah untuk selama-lamanya, dan mengizinkan setiap daging yang tidak halal; di antara mereka juga Paulus telah diperdayakan, dan tentang itu aku berbicara dengan penuh duka cita; karena itulah aku menuliskan kebenaran yang telah aku lihat dan dengar, dalam pergaulan yang telah kuperoleh bersama Yesus, agar engkau dapat diselamatkan, dan tidak terpedaya oleh Setan dan binasa dalam penghakiman Allah. Oleh karena itu, waspadalah terhadap siapapun yang mengajarkan kepadamu ajaran yang baru yang bertentangan dengan apa yang aku tulis, agar engkau dapat diselamatkan untuk selama-lamanya." (Introduction To the Gospel of Barnabas)

Dalam konteks ini, perhatikan pula bahwa Petrus adalah salahsatu dari ke-12 murid Yesus, dan Barnabas adalah salah seorang pengikut pertama Yesus, sementara Paulus, seorang warga negara Romawi, tidak pernah hidup bersama Yesus, dan telah biasa menganiaya pengikut-pengikut Yesus sebelum pertobatannya.

Kisah 9:26-27: "Setibanya di Yerusalem Saulus [Paulus] mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid. Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul..."

Dari nas-nas sebelumnya, kita juga dapat menyimpulkan bahwa pada mulanya Paulus dan Barnabas berhubungan baik satu sama lain; namun pada akhirnya mereka mulai menemukan perbedaan dalam keyakinan masing-masing.

Sebagai kesimpulan, sebagian sarjana Muslim percaya bahwa perbedaan-perbedaan antara Injil Barnabas dan keyakinan Paulus mungkin telah menjadi alasan bahwa Injil Barnabas dan injil-injil lainnya tidak dimasukkan ke dalam Perjanjian Baru.

Perbedaan-Perbedaan Non-Kanonik Lainnya
Menurut kutipan berikut ini, Yesus berbicara kepada Barnabas dan memberikan kepadanya sebuah "rahasia" seperti berikut:

Sambil menangis Yesus berkata: "O Barnabas, aku harus menyingkapkan kepadamu rahasia-rahasia besar, yang, setelah aku meninggalkan dunia ini, harus engkau singkapkan kelak." Kemudian, menjawablah dia yang menulis, dan katanya: "Janganlah menangis, O guru, dan juga orang-orang lain, karena kita semua adalah orang berdosa. Dan engkau, yang kudus dan nabi Allah, tidaklah layak bagimu untuk menangis seperti itu."

Yesus menjawab: "Percayalah kepadaku, Barnabas bahwa aku tidak dapat menangis sebagaimana yang seharusnya. Karena bila manusia tidak menyebut aku Allah, aku tentu akan melihat Allah di sini sebagaimana Ia tampak kelak di firdaus, dan aku akan selamat dan tidak takut akan hari penghakiman. Tetapi Allah tahu bahwa aku tidak bersalah, karena aku tidak pernah terpikir bahwa aku lebih daripada sekadar seorang hamba yang malang. Tidak, aku katakan kepadamu bahwa andaikan aku tidak disebut Allah, maka aku tentu sudah diangkat ke firdaus bila aku meninggalkan dunia ini, sementara sekarang ini aku tidak akan ke sana hingga hari penghakiman. Sekarang engkau tahu bahwa aku mempunyai alasan untuk menangis."

"Ketahuilah, O Barnabas, bahwa karena itulah aku akan mengalami penganiayaan yang hebat, dan akan dijual oleh salah seorang muridku dengan harga tiga puluh keping uang. Karena itu aku yakin bahwa dia yang akan menjualku akan dibunuh atas namaku, karena Allah akan mengangkat aku dari muka bumi, dan akan mengubah wajah si pengkhianat sehingga setiap orang akan percaya bahwa dia adalah aku; namun demikian, bila ia meninggal dalam kematian yang kejam, aku akan tetap tinggal dalam kehinaan tersebut untuk waktu yang lama. Tetapi ketika Muhammad datang, Utusan Allah yang kudus, kehinaan itu akan diangkat. Dan inilah yang akan dilakukan Allah karena aku telah mengakui kebenaran tentang sang Mesias yang akan memberikan kepadaku ganjaran ini, bahwa orang akan tahu bahwa aku hidup dan bahwa aku tidak mengalami kematian yang penuh kehinaan itu."

  • Juga, menurut Injil Barnabas, Yesus menyuruh Barnabas untuk menulis injil:

Yesus berpaling kepada dia yang menulis dan berkata: "Barnabas, usahakanlah dengan cara apapun untuk menulis injilku mengenai semua yang telah terjadi sepanjang hidupku di dunia. Dan tuliskanlah dengan cara yang sama apa yang telah terjadi atas diri Yudas, agar orang-orang percaya tidak terpedaya, dan agar setiap orang boleh percaya akan kebenaran."

Perspektif Islam
Beberapa organisasi Islam mengutip karya ini untuk mendukung pandangan Islam tentang Yesus (Isa Almasih), khususnya para pemikir Islam terkemuka seperti Rashid Rida di Mesir dan Sayyid Abul Ala Maududi di Pakistan. Kedua telah menerima injil ini sampai batas tertentu, meskipun Maududi kemudian mengatakan bahwa penyebutan nama Muhammad dalam injil ini adalah sebuah interpolasi.

Sebagian sarjana Muslim juga setuju bahwa Injil Barnabas ini adalah sebuah rekayasa atau telah diubah di kemudian hari, yang lainnya percaya bahwa Barnabas sendirilah yang menulis Injil ini, sedangkan Kitab-kitab Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes ditulis oleh para pengikut Paulus, lama setelah kejadian-kejadian yang mereka gambarkan itu berlalu. Oleh karena itu, Injil Barnabas lebih otentik daripada injil-injil yang lain.

Beberapa orang Muslim mengambil posisi di antara kedua kutub ini dan menyatakan bahwa meskipun karya ini mengandung "interpolasi Muslim", betapapun juga ia mengandung banyak bahan dari masa Kristen Perdana yang mengkontradiksikan tradisi-tradisi Kristen dan mengukuhkan keyakinan-keyakinan Muslim.

Meskipun dalam beberapa hal Injil Barnabas tidak konsisten dengan ajaran Islam, sejumlah sarjana Muslim mengutipnya sebagai bukti dari keaslian Injil dengan argumentasi bahwa tak seorang Muslim pun akan memalsukan sebuah dokumen dan bahwa hal itu bertentangan dalam al-Qur'an. Mereka yakin bahwa kontradiksi-kontradiksi al-Qur'an di dalam Injil Barnabas adalah tanda-tanda kerusakan tekstual yang menurut pemeluk Islam terjadi pada sebagian besar isi Alkitab), tetapi bahwa Injil Barnabas tidak akan sekorup karya-karya keagamaan lainnya, dan masih mempertahankan kebenaran tentang Yesus bahwa ia tidak disalibkan dan bahwa ia bukan Allah ataupun Anak Allah. 


[Dari: Wikipedia]


Pranala luar dan teks

Perspektif Kristen


Perspektif Islam


Download




Contact Form

Name

Email *

Message *