Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Islam (Kajian). Show all posts
Showing posts with label Islam (Kajian). Show all posts

Wednesday, March 11, 2015

Al-Quran: Akal Wanita SETENGAH Akal Pria? Wednesday, March 11, 2015

Shahihnya sebuah hadist bersifat mutlak dan tidak bisa diragukan hanya karena adanya oknum-oknum tertentu yang meragukan kebenaran islam dan berusaha mendiskreditkan kesempurnaan risalah Agama ini lewat Syubhat-syubhat yang mereka lontarkan misalnya kepada salahsatu hadist yang (menurut asumsi mereka) mengindikasikan bahwa perempuan sebagai kaum yang kurang akal dan pikirannya dibandingkan dengan kaum pria.

Mereka mengklaim Islam telah merendahkan martabat perempuan dan mengangap perempuan lebih terbelakang dari kaum lelaki. Padahal pemikiran seperti ini sangat bertentangan dengan konsep persamaan jender dan feminisme, dan tidak sejalan pula dengan ilmu pengetahuan modern.

Sayangnya, ada beberapa Da`i, bahkan Ulama yang coba "mengobati" keracunan interpretasi ini dengan membuat pernyataan bahwa Rasulullah Saw saat itu sedang bercanda bersama isteri-istrinya sehingga berkata demikian! 

Bukannya mengatasi masalah, pernyataan seperti ini justru makin memperparah penyimpangan tersebut. Kenapa? Karena kita semua mengimani bahwa Beliau tidak akan berkata berdasarkan kemauan atau atas hawa nafsunya sendiri, melainkan menurut apa yang diperintahkan oleh Allah dan setiap perkataan beliau adalah benar!
Oleh karena itu, kita akan cermati hadits tsb dengan pendekatan sains modern sekaligus coba menemukenali seluk beluk perbedaan mendasar antara pria dan wanita dari segi mentalitas dan tinjauan agama itu sendiri.

Jika dalam aspek ini terbukti bahwa perempuan memang kurang dari laki-laki, maka Hadits dimaksud justru merupakan salahsatu bukti mukjizat ilmiah Islam dan bukan merupakan canda Rasulullah Saw!
Hadist Nabawi:

يا ‏‏مَعْشرَ‏ ‏النساء تَصَدَّقْنَ وأكْثِرْن ‏‏الاستغفار، فإني رأيُتكُنَّ أكثر أهل النار. فقالت امرأة منهن ‏جَزْلة (أي ذات عقل راجح): ‏‏وما لنا يا رسول الله أكثرُ أهل النار؟ قال: تُكْثِرْنَ اللَّعن،‏ ‏وتَكْفُرْنَ‏ ‏العشير، ‏‏وما رأيت من ناقصاتِ عقلٍ ودين أغلبَ لذي ‏لبٍّ‏ ‏مِنْكُن. قالت يا رسول الله وما نقصانُ العقل والدين؟ قال: أما نُقصانُ العقل فشهادة امرأتين تعْدِلُ شهادةَ رَجُل، فهذا نقصان العقل، وتَمكثُ الليالي ما تُصلي، وتُفطر في رمضان، فهذا نقصان الدين [رواه البخاري ومسلم].‏
Terlebih dahulu kita akan merenungkan rincian Hadist yang meriwayatkan bahwa pada suatu hari raya `Ied Rasulullah Saw melewati para kaum perempuan, lalu Beliau berkata: “Wahai kaum perempuan bersedekahlah dan perbanyak istiqfaar, karena sesungguhnya saya melihat kebanyakan penghuni nereka (dari) kaum perempuan”, kemudian berkatalah seorang yang arif dari mereka (perempuan): “Mengapa kebanyakan dari kami penghuni neraka?, kemudian Beliau berkata: “ (karena) kalian kerap kali melaknak, dan tidak mensyukiri (mengingkari) kebaikan suami, dan  saya melihat kalian kurang akal dan agama (tetapi) sanggup mengalahkan akal (kaum) lelaki”, lalu perempuan itu berkata: “ apa maksud dari kurang akal dan agama?, Belaiu menjawab: “ ada pun kurang akal (adalah) kesaksiaan dua orang perempuan sebanding dengan kesaksian seorang lelaki, maka ini yang (dimaksud) kurang akal, dan (dikarenakan) kalian sering kali melewati malam tanpa sholat, dan berbuka di bulan Rhomadhon, maka demikian (disebut) kurang agama. (HR. Bukhari dan Muslim)
Interpretasi Ilmiah
Apa sebenaranya tafsiran ilmiah dari kata Pikiran?
Seperti yang diketahui,  dalam pengetahuan modern otak dan jantung adalah dua organ utama yang bertanggung jawab dalam berpikir, kesadaran, persepsi, pemahaman, pengambilan keputusan, emosi dan proses berpikir. Otak memiliki miliaran sel yang beroperasi secara terus menerus bahkan saat tidur, dalam rangka menyelia kerja seluruh tubuh, dan jantung, berfungsi mengurus aktifitas otak,  dan seterusnya.
Otak perempuan lebih kecil
Ilmu pengetahuan modern telah membuktikan bahwa otak perempuan lebih kecil dari otak laki-laki hingga 10 %, dan ukuran jantung permpuan lebih kecil dari jantung lelaki. Dengan demikian terdapat perbedaan dalam jumlah sel-sel otak dan jantung, di mana perbedaan ini diperkirakan mencapai miliar sel! Oleh karenanya terdapat perbedaan mencolok dari jumlah sel-sel jantung dan otak antara perempuan dan laki-laki.
Para ilmuwan menegaskan bahwa perbedaan antara otak laki-laki dan otak perempuan sangat besar, yang berdampak terhadap perbedaan cara berpikir, perilaku, reaksi, dan berpersepsi terhadap segala sesuatu. Boleh jadi, di antara sekian sebab, pemicu utama terjadinya banyak perceraian di dunia ini disebabkan ketidak mampuan memahami perbedaan cara berfikir antar pria dan wanita ini.
Penurunan sel-sel otak pada perempuan
Sesungguhnya kemungkinan penurunan jumlah sel-sel otak pada manusia yang bisa berujung dengan penyaikt dimensia atau kehilangan memori lebih banyak menimpa kaum wanita dari pada lelaki, dikarenakan jumlah sel-sel otak lelaki lebih banyak, dan kita tahu bahwa penyebab dimensia adalah rusaknya sel-sel otak bersamaan dengan bertambah tuanya usia. Dengan sedikitnya jumlah kandungan sel-sel otak perempuan dengan sendirinya akan mempercepat kemungkinan dimensia dibanding kaum lelaki.
Dalam penelitian yang dirilis oleh Harvard University (2007) Dr Jill Goldstein menyantakan bahwa ada perbedaan yang sangat besar antara akal lelaki dan permpuan, baik dalam jumlah besar atau berat atau cara menangani informasi, serta terdapat perbedaan jumlah sel masing-masing daerah pada otak. Sehingga dia disimpulkan bahwa secara umum, otak perempuan memang lebih kecil dari otak laki-laki.
Hal ini juga ditemukan ilmuwan Kanada baru-baru ini bahwa otak wanita lebih aktif dari pada otak lelaki oleh karena itu otak lelaki lebih baik dalam hal stabilitas dan kenyamanan dan tidur, sementara itu kita sering menemukan perempuan dalam kondisi dan tegang cemas dibanding laki-laki bahkan pada saat tidur dikarenakan otak lelaki kerap dalam kondisi tenang. Maka dari itu kaum perempuan harus mengusahankan untuk mengimbangi hal tersebut dengan memperbanyakan amal kebaikan misalnya yang dapat meningkatan ketenangan dan stabilitas otak pemiliknya.
Keistimewaan fungsi otak masing-masing
Otak lelaki dapat menangani lebih dari satu kasus pada waktu yang sama dan otak wanita menangani hanya satu kasus, Tapi otak wanita unggul dari otak lelaki dalam kemampuan menanggung rasa kepelikan dan kesabaran dalam mendidik anak-anak atau hal yang serupa Subhanallah, Allah memberikan fungsi spesifik masing-masing pada pria dan wanita sesuai tabiaat dan peranannya dalam kehidupan.
Para ilmuwan mencoba memahami realitas berpikir perempuan dan perbandingannya dengan pikiran laki-laki untuk menemukan lebih banyak perbedaan sehingga masing-masing memiliki keistimewaan. Tapi hasilnya, otak pria dan otak wanita bekerja dengan cara yang sempurna dan masing-masing menjalankan fungsinya secara optimal.
Koneksi otak perempuan kurang
Jumlah koneksi antara sel-sel otak neuron di otak perempuan lebih sedikit jika dibandingkan dengan otak laki-laki. Koneksi-koneksi yang terdapat di antara sel-sel otak sangat mempengaruhi kecepatan dalam berpikir dan mentransfer informasi lewat sel-sel otak, tetapi terdapat bagian yang bertanggung jawab pada emosi di otak perempuan yang lebih besar. Karenanya wanita lebih emosional, sentimental, dan mampu membangkitkan emosi sehingga sangat berpontensi dalam godaan dan memprovokasi emosi. Para ilmuwan mengatakan bahwa perempuan lebih mampu menangkap sinyal emosional daripada pria. Itu sebabnya Rasulullah saw bersabda :
(وما رأيت من ناقصاتِ عقلٍ ودين أغلبَ لذي ‏لبٍّ ‏ ‏مِنْكُن) dan  saya melihat kalian kurang akal dan agama (tetapi) sanggup mengalahkan akal (kaum) lelaki”.
Ini dapat dijadikan kesimpulan ilmiah bahwa perempuan sangat berpotensi dalam menarik dan memprovokasi emosi kaum lelaki walaupun sekarang kita sudah mengetahui bahwa otak perempuan kurang, atau lebih kecil! dari otak laki-laki.
Otak lelaki tergolong pada level spesialisasi tinggi di mana setiap bagian dari bagian-bagiannya memiliki kekhususan tersendiri dalam mengatasi berbagai masalah, sementara diketahui bahwa wanita ketika mengatasi suatu masalah hampir sebagian besar otaknya berfungsi. Hal tersebut merupakan kekurang bagi akal perempuan di mana kemampun untuk mengambil keputusan kurang unggul jika dibandingkan laki-laki yang dengan keistimewaan akalnya, lebih unggul dalam pengambilan beberapa keputusan dari berbagai permasalahan pada saat yang sama.
Para ilmuwan menemukan bahwa jumlah distribusi dan pengurangan unsur abu-abu (pada gambar) di otak berbeda antara pria dan wanita,  dan unsur ini semakin berkurang ketika perempuan tertimpa skizofrenia atau penyakit gangguan mental. Dan di sini kita menemukan bahwa otak pria lebih tahan dari waktu ke waktu dalam keadaan sulit. Itu pula sebabnya Rasulullah Saw mewasiatkan “Perlakukanlah wanita dengan sangat baik.“ [Bukhari dan Muslim], hadist ini menegaskan pentingnya perhatian lelaki terhadap perempuan, kasih sayang dan perbuatan-perbuatan baik yang menyenangkan lainnya.
Otak lelaki lebih efisien
Otak wanita sangat berat mengatasi keadaan sulit yang membuat perempuan menjadi lebih banyak tertekan dan khawatir daripada pria. Kekurangan ini dapat mengurangi kemampuan perempuan dalam memecahkan masalah, beradaptasi dengan keadaan, dan mendapatkan lebih banyak kebahagiaan. Bahkan otak wanita memproduksi lebih sedikit hormon serotonin (otak lelaki menghasilkan 50 % lebih beanyak). Hormon ini bertanggungjawab untuk kebahagiaan. Ini juga merupakan kekurangan bagi perempun.
Studi MRI dan tes IQ yang dilakukan pada pria dan wanita menunjukkan sedikitnya sel-sel yang terdapat pada wanita, sehingga kemampuan perempuan untuk melakukan perhitungan matematika kurang dari kapasitas lelaki.
Sebuah penelitian ilmiah dengan mengunakan MRI terhadap otak laki-laki dan permpuan, memperlihatkan otak perempun banyak terpengaruhi dalam kondisi stres dan kecemasan yang dihadapi sehari-hari dibandingkan laki-laki, oleh karena itu wanita perlu melakukan stabilisasi dengan amalan-amalan kebaikan seperti misalnya bersedekah kepada orang miskin, dan memuliakan para tamu. Dengan begitu akan memberikan kekuatan tambahan dalam menahan tekanan psikologis. Demikianlah Rasulullah Saw mewasiatkan kepada kaum perempun: “Wahai kaum perempuan bersedekahlah dan perbanyak istiqfaar….”

Kesimpulan
Dari pembahasan ini kita bisa menarik kesimpulan Mukjizat Ilmiah dari Hadist Rasulullah Saw dalam beberapa poin:
1. Deskripsi Nabi Saw terhadap permpuan bahwa mereka `kurang dalam pikiran` merupaka pengistilah ilmiah yang sangat terperinci dan tepat, di mana para ilmuwan telah membuktikan ukuran otak perempuan, jumlah sel-sel otak, ukuran jantung dan jumlah sel-sel jantung lebih kurang atau sedikit jika dibandingkan dengan otak dan jantung lelaki.
2. Otak dan jantung adalah organ yang bertanggungjawab dalam hal berpikir, berpersepsi dan berhitungnya manusia serta dalam merenungkan dan memahami sesuatu. Oleh karena itu kurangnya ukuran dan jumlah sel-sel otak dan jantung pada perempuan, menyebabkan pengurangan efisiensi dan tingkat persepsi dan kapasitas pengambilan keputusan dan kemampuan untuk perhitungan dan lain sebagainya.
3. Mengenai perkataan Nabi Saw kepada para perempuan “saya melihat kalian kurang akal dan agama (tetapi) sanggup mengalahkan akal (kaum) lelaki” merupakan realitas yang disimpulkan oleh para ilmuwan dewasa ini, bahwa otak wanita unggul dengan kemampuannya dalam membangkitkan perasaan pria, meneriman pesan-pesan emosional yang lebih dari laki-laki, maka dalam kasus ini perempun unggul seperti yang disabdakan Rasulullah Saw (أغلبَ لذي ‏لبٍّ ‏مِنْكُن) di mana tafsiran ilmiahnya: Meskipun kurangnya ukuran otak perempuan, tetapi memiliki kemampuan mengalahkan otak laki-laki yang lebih besar dikarenakan keistimewaan otak yang dia miliki.
4. Kurangnya akal perempuan tidak berarti mereka kurang dari laki-laki, karena Allah Swt melihat kepada  iman dan perbuatan baik manusia, dan Allah Saw tidak membedakan antara pria dan wanita kecuali dengan amal perbuatannya: “Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan…” [ AliImran : 195 ]
“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun” [ An-nisaa : 124 ]
5. Sesungguhnya Allah menciptakan setiap jenis kelamin wanita atau pria berdasarkan karakteristik, dan sesuai dengan peranan yang akan mereka jalani untuk menjamin kelangsungan hidup di Bumi. Maka perempuan memiliki peranan rumit dan berat seperti melahirkan dan membesarkan anak dan memperhatikan kebersihan rumah, makanan, minuman, dan perhatian terhadap setiap anggota keluarganya. Apa yang akan terjadi jika Allah Swt menciptakan pria dan wanita dengan tingkat pikiran, akal, otak dan jantung yang sama? Mungkin akan mustahil karena keduanya tidak ada yang sanggup untuk menanggung beban pekerjaan rutin diu rumah, dan perempuan tidak mampu membangkitkan emosi pria atau menarik (mengoda) untuk menikah dan memiliki anak! Demikianlah Allah Swt menciptakan perempuan dengan otak dan jantung khas dan berbeda dengan lelaki untuk menjamin kontinuitas kebahagian hidup antara dua jenis insan ini.
6. Ilmuwan membuktikan bahwa otak wanita kurang efisien dalam mengatasi  masalah dan kekhawatiran, sehinga wanita lebih cenderung berkeluh kesah dan marah ketimbang lelaki, seperti yang ditegaskan oleh Baginda Saw: 

“......(karena) kalian kerap kali melaknat, dan tidak mensyukuri (mengingkari) kebaikan suami.” 


Ketika otak perempuan gagal dalam mengatasi suatu permasalahan kecil yang dia hadapai, maka ia mengeluh, marah, dan menolak kebaikan-kebaikan suaminya dan tidak mensyukuri (atau mengingkari) kebaikan suami, sementara pada lelaki, para ilmuwan telah membuktikan bahwa bagian otak yang bertanggungjawab untuk mengatasi masalah dan kekhawatiran lebih besar dan efisien.
7. Mungkin para perempuan akan bertanya bagaimana kita mengatasi kekurangan ini? Solusi dari permasalahan ini telah disampaikan Nabi Saw berupa metode terapi ilmiah dalam sabada baginda: “Wahai kaum perempuan bersedekahlah dan perbanyak istiqhfaar..”

Sedekah dan istiqfar merupakan dua hal yang meliputi nilai material dan abstrak, atau mencangkup pengobatan rohani dan fisik.
Seorang perempuan ketika bersedekah dengan hartanya, sesungguhnya ia tengah menyingkir dari kekuranagn tersebut dan merasa bahagia, penelitian telah menunjukkan bahwa dengan bersedekah dapat meningkatkan sekresi hormon serotonin. Maka dari itu Apakah kekurangan ini menunjukkan keterbalakangan perempuan atau sebagi penghormatan dan motivasi untuk merahih kebahagiaan dengan amalan-amalan sholeh ?
8. Adapun kurang dalam agama sangat jelas karena perempuan memiliki masa nifas (bersalinan) atau siklus menstruasi di mana memungkinkan mereka tidak sholat dan berpuasa selama masa ini…sementara laki-laki berpuasa di bulan Ramadan dan melaksanakan sholat melebihi kaum perempuan…seperti halnya kekurangan agama, hal tersebut tidak merendahkan perempuan, tetapi justu menunjukkan kelebihan dan keistimewaan perempuan atas kaum lelaki.
Maka dari itu, harus kita renungkan bahwa Baginda Saw ingin memuliakan kaum perempuan sehingga Beliau tidak mengatakan `kurang akal` lalu diam, tetapi Beliau mengkaitkan dengan kekurang agama, seperti halnya perempuan memilikia alasan (halangan) Syar`i untuk tidak sholat selama dalam nifas dan haid, begitu juga dengan kekurangan akal disebabkan jumlah sel-sel otak, karena Allah Swt telah mengkhusukan mereka dengan amalan-amalan yang sesuai dengan kerja otaknya.

[eramuslim | Amri Hatta, Lc | terjemahan dari situs: www.kaheel7.com]

Refrensi:

Wednesday, September 18, 2013

Rasulullah SAW dan Orang-Orang Nasrani dalam Sesi Potret Al-Quran Wednesday, September 18, 2013


Al-Quran, kamera kehidupan yang memotret muamalah Rasulullah Saw dengan orang-orang nasrani. Di sana banyak sesi tayangan yang memperlihatkan sikap Rasulullah Saw dan Al-Quran terhadap mereka.

Di antara sesi itu, sikap Al-Quran yang menolak keras pengembalian syariat Islam ke sumber-sumber nasrani. Yang demikian itu karena Rasulullah Saw diberitakan pernah menimba ilmu dari mereka, di antaranya: Jabr dan Yaish, keduanya hamba bani al-Hudrami, Yasar, Bal’âm, dan Ābis.([1])

Yang disepakati bukan Rasulullah Saw yang menimba ilmu, tetapi merekalah yang duduk di bangku bimbingan dan tuntunan Rasulullah Saw di beberapa kesempatan. Namun, orang-orang kafir memutar balik fakta yang jauh dari kebenaran.

Pertemuan Rasulullah Saw dengan mereka sekali dua kali itulah dijadikan batu loncatan untuk melancarkan tudingan tersebut. Hakikatnya, yang demikian itu bukan batu loncatan, tetapi lumpur berpasir yang menyeret mereka sendiri ke dalam bantahan Al-Quran yang memperlihatkan kepicikan akal mereka yang lahir dari prasangka buta.

Di samping itu, seandainya Al-Quran memuat sepatah kata pun dari mereka yang disisipkan Rasulullah Saw, tentunya yang memeluk Islam dari ahli kitab mengetahui sisipan itu dan enggan menerima Al-Quran. Tetapi, semuanya mengagungkannya dengan penuh keyakinan.

Kemudian, Al-Quran itu sendiri berbahasa Arab, sementara yang diklaim sebagai sumber rujukan Rasulullah Saw tidak bernuansa Arab atau bukan dari orang-orang Arab. Jika karya-karya sastra yang diracik oleh talenta lidah para ahli sastra mereka tidak mampu menandingi ketinggian dan keanggunan bahasa Al-Quran, bagaimana mungkin mereka dengan berani menuduh Rasulullah Saw duduk belajar di bangku pendidikan mereka dan menyisipkan ilmu yang dipelajari ke dalam Al-Quran?

Jika Al-Quran mukjizat maknawi Rasulullah Saw yang senantiasa hidup mewarnai kehidupan umat qur’ani ini dengan hikmah dan tuntunan hidup sepanjang waktu diyakini Rasulullah Saw sebagai sumber kekekalan Islam dan kemuliaan dirinya yang memamerkan aneka ragam sifat-sifat maknawi dan akhlaknya yang menjadi teladan utama umat dengan penuh pesona yang memukau, bagaimana mungkin Rasulullah Saw mengotorinya dengan sisipan-sisipan manusia yang merusak keindahan estetika dan struktur sistematika Al-Quran itu sendiri?

Rasulullah Saw tidak pernah mengaku, meski itu satu pengakuan, sebagai pemilik atau penyusun syariat ini. Yang demikian itu karena Rasulullah Saw tahu tugas dan misinya yang hanya terbatas selaku penyampai wahyu Allah SWT semata dengan penuh amanah, seperti yang ditegaskan Q.S. Fathir (35): 23, Q.S. As-Syura’ (42): 48, dan Q.S. Al-Ahqâf (46): 9.

Di lain sisi, Rasulullah Saw ummi (yang tidak pernah menyentuh proses belajar-mengajar yang mendiktekan baca-tulis seperti di bangku-bangku sekolah). Olehnya itu, mustahil terjadi sebuah transformasi ilmu pengetahuan begitu cepat yang kemudian didakwa sebagai sumber syariat Islam yang memenuhi ruang-ruang Al-Quran.  Sungguh itu kebodohan mutlak jika ada dari mereka yang berani mendakwakan tuduhan seperti ini.

Sikap Al-Quran ini terhadap apa yang dituduhkan oleh orang-orang kafir di atas merupakan jawaban maknawi ayat-ayat Al-Quran yang membongkang tuduhan tersebut dari akarnya, seperti kilau maknawi Q. S. An-Nahl (16):  103:

 (وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُ بَشَرٌ ۗ لِسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِيٌّ وَهَٰذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُبِينٌ)

Jika Anda telah meyakini kebenaran hakikat ini, maka tidak ada lagi artinya bagi Anda ocehan para orientalis, seperti  Goldziher (June 22, 1850 – November 13, 1921)  yang memoles dakwaan lama orang-orang kafir tersebut dan membumbuinya kalimat-kalimat mengecoh sehingga ia dikemas dan dipamerkan sebagai produk baru, padahal ia tidak lain kecuali kopian semata yang intinya tidak jauh beda dari aslinya. Ignác  Goldziher yang diperdaya sendiri oleh keintelektualannya menegaskan agama Yahudi dan agama Masehi telah berperan aktif dalam penyusunan kerangka syariat Islam.([2]) Karena pernyataan Goldziher isinya sama dengan dakwaan lama orang-orang kafir terhadap Al-Quran, Anda pun dengan mudah mematahkan pernyataan tersebut seperti yang tertera di atas dengan mengambil kekuatan cahaya maknawi Q.S. An-Nahl (16): 103.

Sesi berikutnya, pita Al-Quran menayangkan simpati Rasulullah Saw dan mukminin terhadap kekalahan orang-orang nasrani Romawi menghadapi dinasti Sasania dari bangsa Persia pada tahun 614 M. Kepedulian mereka terhadap sesama, mukminin dan orang-orang nasrani yang meyakini ketuhanan Allah SWT, disambut baik Al-Quran dengan turunnya Surah Ar-Rum yang memberi kabar gembira terhadap kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia 9 tahun kemudian. Sambutan ini menjadi pelipur lara terhadap kesedihan orang-orang beriman yang menginginkan kemenangan bangsa Romawi yang mengenal ketuhanan dari bangsa Persia yang mengabaikan ketauhidan dan lebih memilih menyembah api.

Kesedihan itu tidak dibiarkan Al-Quran berkepanjangan menyelimuti semangat dakwah dan jihad umat, khususnya setelah kota Konstantinopel ditaklukkan oleh mereka yang dihiasi dengan pembangunan rumah ibadah api sebagai sembahan mereka.

Sesi ini seperti menayangkan percakapan maknawi dari hati Rasulullah Saw dan mukminin yang dirundung duka, tersayat mendengar kekalahan mereka. Simpati ini seperti doa tersendiri terhadap mereka yang mengisyaratkan bahwa yang diridhai memakmurkan bumi dengan nilai-nilai peradaban yang islami adalah ahli tauhid yang mengenal hakikat ketuhanan. Tayangan ini dengan indah dan apik diberitakan Q.S. Ar-Rum (): 1-4.([3])

آلم @غُلِبَتِ الرُّومُ  @  فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ @ فِي بِضْعِ سِنِينَ ۗ

Di lain sisi, orang-orang nasrani di lensa Al-Quran dipotret sebagai kaum yang lebih mudah tersentuh hatinya membenarkan Islam dari orang-orang Yahudi, khususnya ahli kitab mereka. Olehnya itu, Rasulullah Saw senantiasa menyambut baik kedatangan mereka menanyakan masalah-masalah agama. Buku-buku sirah dan hadits meriwayatkan kedatangan 20 orang-orang nasrani Mekah dan sekitarnya setelah mendengar beritanya di Habsyah. Mereka menanyakan hakikat agama Islam dan beberapa masalah yang terkait dengan apa yang mereka yakini selama ini. Setelah mendengarkan jawaban dan penjelasan Rasulullah Saw, mereka pun diajak memeluk Islam dan diperdengarkan Al-Quran. Genangan air mata mengucuri kulit wajah mereka sebagai pertanda pintu hati mereka telah terbuka menerima Islam yang diketuk dengan nada dan makna kebenaran ayat-ayat Al-Quran yang diperdengarkan. Kisah mengharukan ini dipotret indah Q.S Al-Qasash (28): 52-55 dan Q.S. Al-Maidah (5): 82-83 yang mengajak kita melihat kisah tersebut seperti tayangan hidup (live stream) yang menyuguhkan pesan-pesan kehidupan.

(الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِهِ هُمْ بِهِ يُؤْمِنُونَ@ وَإِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ قَالُوا آمَنَّا بِهِ إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّنَا إِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلِهِ مُسْلِمِينَ @ أُولَٰئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُمْ مَرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ @ وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ وَقَالُوا لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ لَا نَبْتَغِي الْجَاهِلِينَ).

            لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا ۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ@  وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ

Kenyataan ini benar-benar terbukti di lapangan. Prof. Dr. Ahmad Āq Kunduz di salah satu jumpa silaturahimnya dengan mahasiswa Al Azhar yang ikut berkecimpung di Thalabah Nur (yang membaca dan mengaji karya-karya Bediuzzaman Said Nursi) menyampaikan kisah yang menyentuh hati. Seorang guru besar di salah satu universitas Eropa memeluk Islam dan menafsirkan injil dengan nilai-nilai Al-Quran, meski ia terpaksa menyembunyikan keislamannya dan menegakkan shalat dengan diam-diam dan sembunyi. Alhamdulillah yang memperlihatkan kebenaran makna ayat-ayat di atas di dunia nyata sebagai bukti kebenaran agama ini.

Sesi terakhir Al-Quran yang sempat tersentuh tangan penulis, ayat mubahalah (saling melaknat antara dua orang atau kelompok dalam sebuah masalah yang diperdebatkan atau disengketakan. Yang terbukti salah oleh keadilan Allah SWT akan dilaknat) yang memotret Rasulullah Saw dan delegasi orang-orang nasrani Nejeran yang berjumlah 60 orang, di antaranya: Abdul Masih, pemimpin kaum mereka yang dituakan, dan al-Aeham, salah seorang yang dipertuangkan dalam masyarakat, dan Abu Haritshah bin Alqama, pendeta dan alim mereka.

Mereka enggan memeluk Islam setelah diajak Rasulullah Saw sehingga akhirnya terjadi debat sengit di antara mereka yang berujung mubahalah. Tantangan kenabian ini menghendaki mereka meminta tempo untuk bermusyawarah. Mereka meminta fatwa Abdul Masih dalam menyikapi tantangan tersebut, ia pun menjawab:

“Demi Allah, wahai orang-orang nasrani. Sesungguhnya kamu sekalian mengetahui bahwa Muhammad itu seorang nabi dan rasul Allah. Ia datang dengan berita pasti tentang nabi kalian, Isa AS. Tidak ada kaum yang melaknat nabi mereka, kecuali musnah oleh musibah. Jika Anda sekalian tetap ingin hidup di jalan agama kalian, tinggalkanlah mubahalah ini dan bergegaslah kembali ke negeri kalian.”

Mereka pun sepakat mengurungkan niat memasuki arena mubahalah ini. Rasulullah Saw menerima pengunduran tersebut dengan mewajibkan mereka membayar tebusan 2000 pakaian, alat persenjataan, seperti: perisai, tombak, dan kuda perang dan mengizinkan mereka menjalankan agama yang mereka yakini kebenarannya dengan jaminan keselamatan dari Rasulullah Saw terhadap harta dan jiwa mereka. Tidak lama setelah mereka tiba di Nejeran, Abdul Masih dan al-Aeham kembali menghadap Rasulullah Saw dan memperdengarkan ikrar keislaman mereka berdua.

Sesi ini dipotret langsung Q.S. Ali Imran (3): 61 seperti tayangan hidup yang menggambarkan kegigihan Rasulullah Saw dalam memenangkan kebenaran agama ini. Kegigihannya ditandai dengan keberanian melibatkan keluarganya dalam mubahalah tersebut.

            فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَتَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ
            
Setelah Anda mengikuti potret Al-Quran yang menayangkan pelbagai sesi interaksi Rasulullah Saw dan orang-orang nasrani, Anda pun diajak untuk menjawab pertanyaan ini: ‘‘kenapa Al-Quran tidak dijumpai menayangkan usaha orang-orang nasrani untuk menghabisi Rasulullah Saw, seperti orang-orang Yahudi yang ditemukan beberapa kali ingin menghilangkan jejaknya, seperti yang dimuat Q.S. Al-Maidah (5): 11?’’

Jawabnya: ‘’gambaran umum, orang-orang nasrani senantiasa ditimpa kemalangan dan penindasan seperti layaknya kaum minoritas. Olehnya itu, mereka tidak mampu membentuk sebuah gerakan mobilisasi untuk menghabisi Rasulullah Saw. Meskipun demikian, sengketa di antara mereka dalam pelbagai bentuk tidak dapat dihindari, seperti Abu Amir, seorang pendeta yang berhasil meyakinkan sebagian pemuda Aush untuk mengikuti agamanya dan keluar bersama dengannya memusuhi Rasulullah Saw. Namun, tipu daya mereka gagal, dan Abu Amir pun lari ke Syam meminta pertolongan dari bangsa Romawi.’’([4])

Di penghujung tulisan ini, saya mengajak pemerhati muamalah Rasulullah Saw dengan ahli kitab untuk menyuarakan hakikat berikut:

“Al-Quran kamera kehidupan yang memotret sisi-sisi muamalah Rasulullah Saw dengan ahli kitab yang menayangkan sikap Al-Quran sendiri dan Rasulullah Saw terhadap mereka. Di tulisan ini, Rasulullah Saw dengan gigih dan keterbukaannya yang santun memperjuangkan Islam dan mengajak mereka mengenal dan memeluknya dengan penuh keyakinan. Rasulullah Saw dengan berani menghadapi setiap gerakan mobilisasi mereka yang ingin menurunkan kibaran bendera Islam untuk diinjak-injak, seperti barang hina yang tidak punya nilai, dan memadamkan cahaya Islam yang begitu kuat menyoroti relung-relung hati mereka yang mendambakan hakikat ketauhidan yang benar. Alhamdulillahi Taala yang telah memenangkan Islam.”

[Dari: Dr. Muhammad Widus Sempo, MA. | Dakwatuna]

Catatan Kaki:
[1] Tafsir al-Qurtubi, vol. 5, hlm. 524
[2]  Ignac Goldziher, diarabkan oleh Muhammad Yusuf Musa, al-Aqîdah wa as-Syarîah fil Islam, hlm. 5
[3] Syekh Hasan Khalid (mufti Lebanon), Mawqif an-Nabi Saw min ad-Diyânât at-Tsalâts: al-Watsaniyyah, wa al-Yahudiyyah, wa an-Nasrâniah, hlm. 107
[4] Lihat: Tabaqât Ibn Saad, vol. 2, hlm. 119-120, dan Syekh Hasan Khalid (mufti Lebanon), Op. Cit, hlm. 116

Monday, February 20, 2012

Al-Quran: Nabi Isa Menghalalkan Babi Bagi Bani Israel? Monday, February 20, 2012

Apakah babi termasuk sebagai "makanan yang baik" menurut QS. An-Nissa 160, akan tetapi diharamkan bagi Bani Israel?

Mari sama-sama kita simak kajian ilmiahnya, benarkah babi termasuk makanan yang baik?
Untuk membuktikannya, perhatikan baik-baik video clip di bawah ini yang menunjukkan bahwa ternyata babi adalah hewan yang lebih banyak mudharat daripada manfaatnya.

Luangkan waktu sejenak untuk menyimak contoh-contoh dalam video klip ini:

Ada pertanyaan: “Kalian (umat Islam) mengatakan bahawa babi haram, karena ia memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Karena babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya?”

Dalam menjawab pertanyaan yang diajukan di Prancis ini, seorang ulama dari Arab menjawabnya dengan meminta agar si penanya menyediakan:

  • 3 ekor ayam terdiri dari 2 jantan dan 1 betina
  • 3 ekor babi terdiri dari 2 jantan dan 1 betina

Kemudian, 3 ekor ayam itu disatukan dalam 1 ruang kandang. Coba tebak apa yang terjadi? Ayam jantan dan ayam jantan lainnya saling berkelahi hingga salah satu kalah untuk memperebutkan 1 ayam betina.

Lalu ulama tadi meminta agar 3 ekor babi yang sudah disediakan dikumpulkan dalam satu ruang kandang. Dan apakah yang terjadi? Kedua pejantan babi itu saling bantu dalam menyetubuhi 1 babi betina, kedua jantan itu saling bantu satu sama lain. Bahkan terkadang Jantan sesama jantan bersetubuh. Dan yang lebih mengherankan lagi, ternyata anak babi yang sudah berumur cukup dewasa itu menyetubuhi betina yang ternyata ialah ibu kandungnya sendiri!

Meski babi dianggap steril, tetap saja kelakuannya itu yang akan membawa dampak buruk pada si pemakan.

Karena itulah para pemakan babi terjangkiti penyakit seks bebas, anak dibawa orang lain tak dikenal, istri dipeluk cium orang lain tapi tidak marah, selingkuh asal suka sama suka sudah merupakan hal biasa, tak jarang diantara mereka melegalkan pernikahan sesama jenis, ini sudah seperti tingkah kaum nabi Luth yang diadzab!

Padahal kenyataan bahwa babi tetap saja tidak steril karena penyakit babi terdapat pada DNA-nya hingga sebersih apapun perawatan dan kandangnya maka tetap saja penyakit babi tetap ada dan tak dapat dihilangkan. Satu lagi yang perlu diperhatikan bahwa DNA babi sangat mirip sekali dengan DNA manusia, hingga mungkin saudara pernah mendengar ujicoba cangkok organ tubuh babi pada manusia, namun berahir dengan kegagalan.

Seorang penjahat kanibal di jerman yang tertangkap kemudian ditanya: seperti apa rasanya daging manusia? Dia menjawab: Seperti daging babi!

Terlebih lagi ilmu pengetahuan modern telah mengungkapkan banyak penyakit yang disebabkan mengkonsumsi daging babi. Sebagian darinya disebutkan oleh Dr. Murad Hoffman, seorang Muslim Jerman, mantan duta besar Jerman, dalam bukunya “Pergolakan Pemikiran" sbb:

Catatan Harian Muslim Jerman”, halaman 130-131: “Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh, yang mengakibatkan kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rematik. Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang pada musim panas karena medium babi?”

Penyakit lain yang ditularkan oleh daging babi banyak sekali, di antaranya:

  1. Kolera babi. Yaitu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus
  2. Keguguran nanah, yang disebabkan oleh bakteri prosillia babi.
  3. Kulit kemerahan, yang ganas dan menahun. Yang pertama bisa menyebabkan kematian dalam beberapa kasus, dan yang kedua menyebabkan gangguan persendian.
  4. Penyakit pengelupasan kulit.
  5. Benalu eskares, yang berbahaya bagi manusia.

Sementara fakta-fakta berikut cukup untuk membuat seseorang untuk segera menjauhi babi

1. Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya.

Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya. Ia mengencingi kotoranya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah, busuk-busukan, dan kotoran hewan. Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama, jika dibiarkan.

2. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur dan Barat, yaitu Cina dan Swedia –Cina mayoritas penduduknya penyembah berhala, sedangkan Swedia mayoritas penduduknya sekular– menyatakan: daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon. Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis.

Terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo.

3. Jika anda menuangkan Coca Cola (air soda) di satu irisan yang tebal daging babi, tunggu sebentar, anda akan dapat melihatcacing-cacing keluar merayap. Silahkan saksikan Video-nya dengan durasi 1 menit saja di sini.

4. Bahwa daging babi mengandung cacing pita (taenia solium), hampir semua orang sudah tahu. Ternyata tidak hanya itu bahaya yang mengancam pemakan babi. Lemak babi mengandung kolesterol paling tinggi dibandingkan dengan lemak hewan lainnya. Darahnya mengandung asam urat paling tinggi. Asam urat merupakan bahan yan jika terdapat dalam darah dapat menimbulkan berbagai penyakit pada manusia.

5. Daniel S. Shapiro, M.D., Pengarah Clinical Microbiology Laboratories, Boston Medical Center, Massachusetts dan juga merupakan Penolong Profesor Perobatan di Pathology and Laboratory Medicine, Boston University School of Medicine, Massachusetts,merumuskan terdapat lebih daripada 25 penyakit yang bisa dijangkiti manusia dari babi. Di antaranya ialah:

• Anthrax
• Ascaris suum
• Botulism
• Brucella suis
• Cryptosporidiosis
• Entamoeba polecki
• Erysipelothrix shusiopathiae
• Flavobacterium group IIb-like bacteria
• Influenza
• Leptospirosis
• Pasteurella aerogenes
• Pasteurella multocida
• Pigbel
• Rabies
• Salmonella cholerae-suis
• Salmonellosis
• Sarcosporidiosis
• Scabies
• Streptococcus dysgalactiae (group L)
• Streptococcus milleri
• Streptococcus suis type 2 (group R)
• Swine vesicular disease
• Taenia solium
• Trichinella spiralis
• Yersinia enterocolitica
• Yersinia pseudotuberculosis

Ditambah dengan munculnya kasus Japaneese Enchephalitis (JE) di Malaysia, nyaris semua mata kembali terbuka. Satu lagi bencana mengancam manusia timbul dan bersumber dari babi.
SATU HAL YANG PERLU DIKETAHUI BAHWA CACING-CACING INI DAN BAHKAN TELURNYA SAJA TIDAK AKAN MATI MESKI DAGING DIMASAK DENGAN SUHU 100% CELCIUS! CACING HANYA AKAN MATI JIKA DIMASAK DENGAN SUHU YANG JAUH LEBIH TINGGI, NAMUN, SUHU YANG TERLALU TINGGI INI AKAN MERUSAK DAGING DAN MALAH DAGING TERSEBUTLAH YANG AKAN BERBAHAYA BAGI MANUSIA MESKI CACING-CACINGNYA MATI.
Sekali lagi Babi adalah hewan yang sangat kotor karena biasanya memakan segala sesuatu yang diberikan kepadanya dari mulai bangkai, kotorannya sendiri sampai kotoran manusia.

Secara psikis babi memiliki tabiat yang malas, tidak menyukai matahari, sangat suka makan dan tidur, mau menyetubuhi ibu kandungnya sendiri, mau menyetubuhi sesama kelamin, dalam satu masa dapat pula menjadi kanibal. Secara fisik babi banyak menyimpan bibit penyakit. Babi dianggap hewan yang sama sekali tidak layak untuk dikonsumsi. Di antara parasit-parasit itu adalah sebagai berikut:

Cacing Taenia Sollum
Parasit ini berupa larva yang berbentuk gelembung pada daging babi atau berbentuk butiran-butiran telur pada usus babi. Jika seseorang memakan daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka dinding-dinding gelembung ini akan dicerna oleh perut manusia. Peristiwa ini akan menghalangi perkembangan tubuh dan akan membentuk cacing pita yang panjangnya bisa mencapai lebih dari 3 meter .

Cacing ini akan melekat pada dinding usus dengan cara menempelkan kepalanya lalu menyerap unsur-unsur makanan yang ada di lambung. Hal itu bisa menyebabkan seseorang kekurangan darah dan gangguan pencernaan, karena cacing ini bisa mengeluarkan racun.

Apabila pada diri seseorang, khususnya anak-anak, telah diketahui terdapat cacing ini di lambungnya maka dia akan mengalami hysteria atau perasaan cemas.

Terkadang larva yang ada dalam usus manusia ini akan memasuki saluran peredaran darah dan terus menyebar ke seluruh tubuh, termasuk otak, hati, saraf tulang belakang, dan paru-paru. Dalam kondisi ini dapat menyebabkan penyakit yang mematikan .

Cacing Trichinia Spiralis
Cacing ini ada pada babi dalam bentuk gelembung-gelembung lembut. Jika seseorang mengkonsumsi daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka gelembung-gelembung -yang mengandung larva cacing ini- dapat tinggal di otot dan daging manusia, sekat antara paru-paru dan jantung, dan di daerah-daerah lain di tubuh .

Penyerangan cacing ini pada otot dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan menyebabkan gerakan lambat, ditambah lagi sulit melakukan aktivitas. Sedang keberadaannya di sekat tersebut akan mempersempit pernafasan, yang bisa berakhir dengan kematian.

Bisa jadi, cacing jenis ini tidak akan membuat seseorang meninggal dalam waktu singkat. Namun patut diketahui bahwa cacing-cacing kecil yang berkembang di otot-otot tubuh seseorang setelah dia mengkonsumsi daging babi bisa dipastikan akan menetap di sana hingga orang itu meninggal dunia.

Cacing Schistosoma Japonicus
Ini adalah cacing yang lebih berbahaya daripada cacing schistosoma yang dilkenal di Mesir. Dan babi adalah satu-satunya binatang yang mengandung cacing ini. Cacing ini dapat menyerang manusia apabila mereka menyentuh atau mencuci tangan dengan air yang mengandung larva cacing yang berasal dari kotoran babi.

Jelas sudah babi bukan termasuk makanan yang baik seperti dalam QS.An-Nisa:160, dan jenis makanan apa saja yang pernah diharamkan untuk Yahudi sebagai hukuman bisa dilihat di ayat QS.Al-An'am:146 diatas. Makanan yang dihalalkan nabi Isa bukanlah babi!

Masih juga membela babi yang Sangat menjijikan?
Na’udzubillah mindzalik!

Monday, February 7, 2011

Al-Quran Tentang Luas Surga Dan Luas Neraka Monday, February 7, 2011



Berapakah kira-kira luas surga?
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu, dan kepada Syurga yang luasnya SELUAS LANGIT dan BUMI, yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa”. (QS. Ali Imran: 133)

“Berlomba-lombalah kamu sekalian untuk mendapatkan ampunan Tuhanmu dan syurga yang luasnya SELUAS LANGIT dan BUMI yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepadam Allah dan rasulNya” (QS. Al-Hadiid: 21)

Subhaanallah, Surga itu luasnya seluas langit dan bumi? Berapakah luasnya langit dan bumi itu? Bisakah ilmu pengetahuan mengukurnya? Surga begitu luasnya, sementara penduduk bumi kita yang berisi sekitar lima milyar orang saja masih menyisakan demikian luas tempat yang belum dihuni.

Baiklah, sekedar untuk berhitung dan yang penting adalah untuk menambah keimanan kita akan kebesaran Allah Swt, mari kita mencoba mengukurnya. Berdasarkan informasi dari Al-qur’an. Bahwa langit ini dicipta oleh Allah Swt sebanyak TUJUH lapis.

Pernyataan ini didukung paling tidak oleh delapan buah ayat al-qur’an yaitu Al-Isra’: 44, Al-Mukminuun: 17, Al-Mukminuun: 86, Al-Mulk: 3, Al-Baqarah: 29, At-Thalaq: 12, Nuh: 15 dan An-Naba’: 12

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Isra’: 44)

Langit diciptakan oleh Sang Pencipta sebanyak tujuh lapis, sementara untuk langit terdekat saja yang masih mampu dipandang teropong manusia yang tercanggih sekalipun sudah membuat manusia ‘takluk’ tidak dapat membayangkan. Maka bumi sungguh ibarat debu jika dibandingkan dengan luasnya surga. Demikian pula keindahan bumi beserta isinya, sungguh amat sangat tidak sepadan jika dibandingkan dengan keindahan Surga.

Benarlah kata sebuah hadits Qudsi yang menyatakan bahwa, keindahan surga yang diberikan Allah kepada para hambaNya, belum pernah didengar telinga, belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah terlintas di dalam hati.

Sekedar sebagai ilustrasi matematis, mari kita bayangkan berapa luasnya jagad raya langit pertama itu. Garis tengah untuk langit pertama atau jagad raya ini diperkirakan sebesar 30 milyar tahun cahaya. Berarti garis tengah jagad raya kita ini sepanjang: 30.000.000.000 X 360 X 24 X 60 X 60 X 300.000 km = 279.936.000.000.000.000.000.000 km. Ini bukan luasnya langit, tetapi baru garis tengahnya saja.

Yang sedang kita hitung inipun masih luas langit terdekat saja. Belum lagi langit lapis ke dua, ke tiga, ke empat, ke lima, ke enam, dan yang ke tujuh. Yang kesemuanya itu jauh lebih besar dibanding langit pertama. Lalu bisakah kita membayangkan luas surga? Bagaimana dengan keindahannya?
Subhaanallah!

Logika ilmu pengetahuan mungkin bakal terhenti, tinggal logika iman yang bisa mengukurnya.

Rasulullah pernah bersabda bahwa di surga sebuah pohon akan bisa kita lalui dari ujung ranting timur ke ujung ranting barat sejauh 100 tahun perjalanan. Satu lagi, bahwa menurut ilmu pengetahuan, ternyata jagad raya ini tidak tetap, tetapi terus mengembang bertambah lama bertambah besar dan tentu juga bertambah luas. Menurut penelitian Stephen Hawking setiap satu milyar tahun jagad raya mengembang sekitar sepuluh sampai dengan lima belas persen.

Surga memang luar biasa hebatnya. Luar biasa indahnya. Bahkan kita tidak bisa membayangkannya. Tetapi yang lebih menarik adalah ‘pernyatan sikap’ para sufi dan para wali Allah, yang mengatakan bahwa mereka tidak terpesona dengan surga yang tidak terbayangkan keindahannya itu. Sebab mereka lebih terpesona dan lebih cinta kepada Pencipta dan Pemilik Surga, yaitu Allah Swt.

Artinya keindahan Allah Swt, Kebesaran, dan kehebatannya, sungguh melebihi surga itu sendiri. Subhaanallah! Cuma kadang-kadang manusia ‘terperangkap’ dengan keindahan hadiahnya dan lupa kepada Dzat Yang Maha Pemberi hadiah.

Berapakah kira-kira luas neraka?
Suatu saat Abu Hurairah ra, mengatakan, ketika kami bersama rasulullah, tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras, seperti benda yang jatuh menggelegar. Nabi yang mulia mengatakan:

“Tahukah kamu sekalian, suara apa itu? Kami menjawab: hanya Allah dan rasulNya sajalah yang lebih mengetahuinya. Nabi menjawab, itu tadi adalah suara dari sebuah batu yang dijatuhkan ke dalam jurang neraka, sejak tujuh puluh tahun yang lalu, baru sampai ke dasarnya ini tadi…” (HR.Muslim)

Benda yang jatuh, secara ilmu fisika bisa dihitung jaraknya. Berdasarkan gravitasi yang berlaku. Jika gravitasi bumi kita ini adalah 9,8 m/detik, maka dengan mudah kita bisa menghitung jarak tempuh batu yang jatuh mengikuti rums 1/2 gt2. Jika jatuhnya ke bumi kita sbb:

Jarak tempuh batu selama 70 tahun adalah, 0,5 x [70X360X24X60X60] x [70X360X24X60X60] x 9,8 m = 23.228.686.172.160.000 m = 23.228.686.172.160 km, Bandingkan garis tengah bumi kita hanya: 12.756 km. Ini berarti, bahwa neraka memiliki kedalaman: 23.228.686.172.160 km/12.756 km = 1.821.000.797.441,2 X diameter bumi ini jika dipakai gravitasi ‘bumi kita’.

Artinya bahwa, jika jurang neraka itu diukur berdasarkan gravitasi bumi kita, maka neraka memiliki kedalaman = 1.821.000.797.441,2 kali garis tengahnya bumi. Atau jika kita menggali sebuah sumur, maka sumur itu akan mencapai kedalaman seperti yang kita hitung di atas. Apabila sumur itu menembus bumi berulang kali, sampai sebanyak 1.821.000.797.441,2 kali. Dari sini saja kita sudah sulit membayangkan betapa dalamnya jurang neraka seperti yang diinformasikan oleh rasulullah saw tadi. Jadi jurang neraka itu sedalam: 1.821.000.797.441,2 kali ‘tebal’nya bumi. Ah, betapa menggiriskan!

Yang baru kita illustrasikan tadi kedalaman vertikal neraka, bagaimana pula lebar horizontalnya. Semestinya lebar horizontal lebih luas dari vertikalnya, ibarat bumi yang memiliki permukaan lebih luas dibanding ketinggian atmosfir bumi. Tetapi kedalaman itu, ‘belum seberapa, sebab nanti di yaumil akhir, bumi kita ini akan diganti oleh bumi yang lain. Sehingga gravitasi yang dimaksud tentu bukan gaya gravitasi bumi kita ini. Tetapi gravitasi bumi baru, yang jauh lebih hebat dan lebih dahsyat kekuatan daya tariknya.

“Ketika bumi ini diganti dengan bumi yang lain, begitu pula dengan langitnya, Mereka bermunculan dari kuburnya masing-masing menghadap kepada Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa”. (QS. Ibrahim 14: 48)

Jangankan dipakai ukuran bumi baru yang kita belum tahu gravitasinya. Andaikata dipakai ukuran gaya tariknya Black Hole saja, yg mempunyai perbandingan 1 : 100 trilyun (perbandingan ini telah dianalisis pada suatu diskusi ilmiah yang bejudul “Menikmati keindahan Allah melalui logika dan tanda-tanda”), maka kedalaman neraka menjadi sangat sangat menggiriskan Secara matematis kedalaman itu menjadi: 23.228.686.172.160 km X 100.000.000.000.000 = 232.286.861.721.600.000.000.000.000 km

Sebagai gambaran, bila 1 trilyun atau 1000 milyar manusia sekalipun dimasukkan kedalam neraka sekaligus maka tiap orangnya masih bisa diberi jatah ruang lebih dari 200 trilyun kilometer persegi. Sehingga kalau seseorang dimasukkan ke dalam neraka, jangan harap mudah menemukan teman ‘senasib dan sependeritaan’, apalagi sampai berbagi duka dan saling memberi dorongan agar ‘tabah’.

Tulisan ini belum lagi membicarakan dahsyatnya suhu neraka serta ragam siksaan dan kualitas siksaannya. Sebagai gambaran singkat Rasulullah saw pernah berkata, andaikata dari dalam neraka yang dahsyat itu menerobos keluar apinya meskipun hanya sebesar lubang jarum saja, maka hancur binasalah bumi kita. Tulisan ini juga belum menggambarkan bahwa di neraka tubuh manusia tidak langsung gosong atau meleleh tapi memuai dahulu.

Rasulullah SAW pernah berkata bahwa ada gigi seorang kafir yang akan menjadi sebesar gunung Uhud di neraka. Hadits lain meriwayatkan bahwa tebal kulit manusia di neraka akan (memuai) hingga setebal 3 hari perjalanan, jauh lebih tebal ibanding kulit sapi yang digoreng dan memuai hingga setebal kerupuk kulit. Inilah mungkin hikmah kenapa jatah ruang neraka untuk setiap penghuninya diberi kapasitas yang sedemikian luasnya.

Setelah kita membayangkan keindahan surga yang ternyata tidak bisa dibayangkan saking dahsyatnya, dan setelah kita berhitung matematis tentang kedalaman neraka, yang ternyata juga tidak bisa kita bayangkan betapa mengerikan kedalaman neraka itu, masihkah kita mau menunda amal akhirat kita untuk suatu masalah dunia yang ternyata sangat kecil dan tidak abadi ini. Ya Allah, berilah kami kebaikan di atas dunia ini, dan berilah kami kebaikan di akhirat nanti, hindarkanlah kami dari siksaMu yang amat pedih…

[Sumber: Tausyah Wordpress

Contact Form

Name

Email *

Message *