Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Dunia islam. Show all posts
Showing posts with label Dunia islam. Show all posts

Wednesday, June 11, 2014

Eropa Akan Jadi Benua Islam? Wednesday, June 11, 2014


“If any religion had the chance of ruling over England, nay Europe within the next hundred years, it could be Islam,”  [Sir George Bernard Shaw, The Genuine Islam,’ Vol. 1, No. 8, 1936].

“Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris, bahkan Eropa – beberapa ratus tahun dari sekarang, maka Islam-lah agama tersebut”

Pada tahun 2050 nanti, diprediksi jumlah Muslim di Eropa dapat menjadi 20% dari total populasi benua tersebut karena meningkatnya  imigrasi dan rendahnya angka kelahiran penduduk asli Eropa. Inggris, Spanyol, dan Belanda bahkan akan memiliki jumlah Muslim lebih  banyak daripada penduduk asli dalam waktu dekat, ujar sebuah laporan di Daily Telegraph.

Tahun lalu, lima persen dari total populasi 27 negara di Eropa adalah Muslim namun ini akan meningkat secara signifikan dalam empat  dekade mendatang dengan semakin meningkatnya jumlah Muslim yang bermigrasi ke Eropa untuk mencari kehidupan yang lebih baik sementara  jumlah penduduk asli terus menurun.

Inggris, Spanyol, dan Belanda akan memiliki proporsi Muslim yang lebih tinggi dalam waktu dekat. Inggris, yang saat ini memiliki jumlah penduduk 20 juta lebih sedikit daripada Jerman, juga diproyeksikan akan menjadi negara  terpadat di Eropa pada tahun 2060 dengan jumlah penduduk 77 juta jiwa. Pada tahun 2009, jumlah Muslim di Perancis mencapai 9% dari total populasi. Di kota-kota seperti Marseilles dan Rotterdam, angkanya  mencapai 25%.

Di London dan Copenhagen, penduduk Muslim berjumlah 10% dari total populasi. Sedangkan Spanyol adalah negara dengan peningkatan jumlah populasi Muslim terbesar dengan masuknya satu juta imigran Moroko ke negara itu dalam  beberapa tahun terakhir.

Penemuan itu telah memicu tuduhan bahwa para penyusun kebijakan gagal melawan tantangan-tantangan dari “bom waktu demografis”. Para ahli mengatakan kurang ada perdebatan mengenai bagaimana perubahan populasi akan mempengaruhi wilayah-wilayah kehidupan mulai dari pendidikan dan perumahan hingga kebijakan luar negeri dan pensiun.

Data mengenai tingkat pertumbuhan Islam menunjukkan bahwa meningkatnya jumlah Muslim di negara-negara non muslim disebabkan terutama  oleh imigrasi (di negara-negara Barat) dan angka kelahiran yang lebih tinggi (di seluruh dunia).

Tahun 2006, negara-negara dengan penduduk mayoritas Muslim memiliki angka pertumbuhan penduduk rata-rata 1.8% per tahun. Bandingkan dengan angka pertumbuhan penduduk dunia yang hanya 1.12% per tahun.

Islam adalah agama dengan pertumbuhan paling pesat di Eropa. Didorong oleh imigrasi dan angka kelahiran yang tinggi, jumlah Muslim di  benua ini telah meningkat tiga kali lipat dalam 30 tahun terakhir.

Sebagian besar ahli demografis memprediksi angka pertumbuhan yang serupa untuk beberapa dekade mendatang. Carnegie Endowment for International Peace, Database Kristen Dunia pada tahun 2007 memperkirakan enam agama dengan pertumbuhan paling cepat adalah Islam (1.8%), aliran keyakinan Bahai’i (1.7%), Sikhisme (1.62%), Jainisme (1.57%), Hinduisme (1.52%),  dan Kristen (1.32%). Tingginya angka kelahiran disebut sebagai penyebab pertumbuhan tersebut.

Monsignor Vittorio Formenti, yang menyusun buku tahunan Vatikan, dikutip dari tabloid Vatikan, L’Osservatore Romano, bahwa “Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kita tidak lagi berada di puncak, Muslim telah menggeser posisi kita.” Ia mengatakan bahwa jumlah umat Katolik adalah 17.4% dari total populasi dunia, sedangkan Muslim mencapai 19.2%.

“Benar bahwa keluarga-keluarga Muslim, seperti yang telah diketahui, terus melahirkan banyak keturunan, sebaliknya, keluarga Kristen semakin sedikit memiliki anak,” ujarnya.

Juga disebutkan dalam sejumlah klaim dan rumor bahwa peningkatan jumlah Muslim disebabkan semakin banyaknya orang yang masuk agama Islam. Namun, data jumlah mualaf ini sulit untuk diverifikasi.

New York Times telah mengklaim bahwa 25% Muslim Amerika adalah mualaf. Di Inggris, juga ada klaim bahwa sekitar 10.000  hingga 20.000 orang masuk Islam tiap tahunnya.

Benarkah prediksi George Bernard Shaw akan menjadi kenyataan? Kita tunggu saja!

Tapi menurut saya sih, prediksi "beberapa ratus tahun lagi" itu tampaknya terlalu lama dibandingkan dengan apa yang sedang terjadi pada hari-hari belakangan ini.
Jika anda suka angka-angka statistik misalnya, cobalah singgah di sini untuk melihat catatan terbaru dari THE PEW FORUM on religions and public life tentang pesatnya pertumbuhan Islam di dunia!

Bagaimana menurut anda?

[Dari Rizal Hasan | lensaindonesia.com]

Populasi Muslim Dunia Terus Meningkat



Pusat Kajian Agama dan Kehidupan Publik Pew (<a href="http://www.pewforum.org/">Pew Forum on Religion and Public Life</a>) Amerika, baru-baru ini merilis laporannya tentang jumlah kaum muslimin di seluruh dunia. Ada beberapa data-data menarik yang layak diketahui.

Berdasarkan laporan tersebut, jumlah kaum muslimin di seluruh dunia telah melampaui 1,5 milyar muslim, atau sama dengan seperempat jumlah penduduk bumi seluruhnya. Inipun oleh seorang pengamat Islam; DR. Ahmad Isa, dianggap bahwa jumlah kaum muslimin sebenarnya lebih dari apa yang dilaporkan oleh lembaga tersebut.

Dari jumlah tersebut, populasi kaum muslimin terbesar berada di Asia, bahkan di antara sepuluh Negara berpenduduk muslim terbesar, tujuh di antaranya di Asia. Kesepuluh Negara tersebut adalah; Indonesia (203 juta), Pakistan (174 juta), India (161 juta), Bangladesh (145 juta), Mesir (79 juta), Nigeria (78 juta), Iran (74 juta), Turki (74 juta), Aljazair (34 juta) dan Maroko (32 juta). Dengan demikian 62% populasi kaum muslimin menetap di Negara-negara Asia, sejak dari sisi barat Turki hingga sisi Timur Indonesia. Sedangkan di Timur Tengah dan Afrika Utara, keseluruhan kaum muslimin hanya mencapai 20 % saja dari seluruh kaum muslimin yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mendunia, bukan semata-mata milik bangsa Arab sebagaimana yang sering dikatakan sebagian orang.

Tabel jumlah kaum muslimin berdasarkan benua

Wilayah                                   Jumlah [juta]      % muslim                  % muslim sedunia
Asia                                        972,6                 24,1%                       61,9%
Tim-Teng dan Afrika Utara        315,3                 91,2%                       20,1%
Afrika lainnya                           240,6                 30,1%                       15,3%
Eropa                                        38,1                  5,2%                         2,4%
Benua Amerika                            4,6                  0,5%                         0,3%

Bahkan menurut laporan lembaga ini bahwa terdapat beberapa negara yang selama ini sama sekali tidak dikenal sebagai Negara muslim, ternyata di dalamnya terdapat komunitas muslim yang sangat besar, seperti Rusia, Cina dan India. India yang dikenal sebagai Negara Hindu misalnya, ternyata di dalamnya terdapat 161 juta kaum muslimin, melebihi jumlah Negara Islam manapun kecuali Indonesia dan Pakistan. Di Cina, berdasarkan laporan tersebut, populasi kaum muslimin mencapai 20 juta orang. Inipun oleh para pengamat masih dianggap jauh dari jumlah sebenarnya. Karena beberapa penelitian, termasuk yang bersumber dari kalangan muslin Cina, jumlah mereka dapat mencapai 100 juta orang.

Di Eropa, jumlah kaum muslimin juga terus bertambah. Sebagian orang mengira bahwa penganut Islam di Eropa hanyalah para pendatang. Namun berdasarkan laporan ini, setengah dari penganut Islam di Eropa adalah penduduk Asli, khususnya wilayah Rusia, Albania dan Kosovo. Kemudian di Eropa barat, setengah dari kaum muslimin di sana telah menetap di Eropa sejak lahir.

Ada perbandingan cukup unik di antara beberapa negara yang tidak dikenal sebagai negara muslim. Di antaranya, bahwa jumlah kaum muslimin di Jerman, melebihi jumlah kaum muslimin di Libanon. Jumlah kaum muslimin di Rusia, lebih banyak dari jumlah kaum muslimin di Yordan dan Libiya. Jumlah kaum muslimin di Etiopia, melebihi jumlah kaum muslimin di Afghanistan. Sedangkan jumlah kaum muslimin di Cina, melebihi jumlah kaum muslimin di Suriah.

Vatikan sendiri, yang mewadahi Kristen Katolik sedunia dalam laporannya pada tahun lalu (2010) mengumumkan bahwa populasi kaum muslimin telah melampaui jumlah kaum Kristen Katolik sedunia yang  1,3 milyar. Berdasarkan laporannya, pada awal abad 20 (1900) jumlah kaum muslimin hanya 12,3% dari seluruh penduduk bumi, namun jumlahnya terus bertambah hingga mencapai 23% dari keseluruhan penduduk bumi. Selain faktor kelahiran, tidak dapat dipungkiri, non muslim yang masuk Islam juga sangat mempengaruhi angka tersebut.

Disebutkan pula dalam laporan ini bahwa pengikut suni di kalangan muslim mencapai 1,4 milyar, melebih pengikut Katolik yang berjumlah 1,3 milyar.

Percaya atau tidak, ini adalah dampak dari Tragedi 911 yang secara sembrono telah dituduhkan sebagai tanggungjawab umat Islam!

Semoga mereka yang berakal dapat memetik pelajaran dari fenomena anomali ini. 


[Sumber: Mujtama |islamedia | Data 2011] 

Friday, June 22, 2012

Sejarah Adzan & Iqamah Friday, June 22, 2012

Sejarah Adzan
Adzan mulai disyariatkan pada tahun kedua Hijriah. Mulanya, pada suatu hari Nabi Muhammad SAW mengumpulkan para sahabat untuk memusyawarahkan bagaimana cara memberitahu masuknya waktu shalat dam mengajak orang ramai agar berkumpul ke masjid untuk melakukan shalat berjamaah. 

Di dalam musyawarah itu ada beberapa usulan. Ada yang mengusulkan supaya dikibarkan bendera sebagai tanda waktu shalat telah masuk. Apabila benderanya telah berkibar, hendaklah orang yang melihatnya memberitahu kepada umum. Ada juga yang mengusulkan supaya ditiup trompet seperti yang biasa dilakukan oleh pemeluk agama Yahudi. Ada lagi yang mengusulkan supaya dibunyikan lonceng seperti yang biasa dilakukan oleh orang Nasrani.

Ada pula seorang sahabat yang menyarankan bahwa manakala waktu shalat tiba, maka segera dinyalakan api pada tempat yang tinggi dimana orang-orang bisa dengan mudah melihat ketempat itu, atau setidak-tidaknya asapnya bisa dilihat orang walaupun ia berada ditempat yang jauh. Yang melihat api itu dinyalakan hendaklah datang menghadiri shalat berjamaah.

Semua usulan yang diajukan itu ditolak oleh Nabi, tetapi beliau menukar lafal itu dengan assalatu jami’ah (marilah shalat berjamaah). (KYP3095) Lantas, ada usul dari Umar bin Khattab sebaiknya ditunjuk seseorang yang bertindak sebagai pemanggil kaum Muslim untuk shalat pada setiap masuknya waktu shalat. Kemudian saran ini agaknya bisa diterima oleh semua orang dan Nabi Muhammad SAW juga menyetujuinya.

Asal muasal adzan berdasar hadits
Lafal adzan tersebut diperoleh dari hadits tentang asal muasal adzan dan iqamah:

Abu Dawud mengisahkan bahwa Abdullah bin Zaid berkata sebagai berikut: "Ketika cara memanggil kaum muslimin untuk shalat dimusyawarahkan, suatu malam dalam tidurku aku bermimpi. Aku melihat ada seseorang sedang menenteng sebuah lonceng. Aku dekati orang itu dan bertanya kepadanya apakah ia ada maksud hendak menjual lonceng itu. Jika memang begitu aku memintanya untuk menjual kepadaku saja. Orang tersebut malah bertanya," Untuk apa? Aku menjawabnya, "Bahwa dengan membunyikan lonceng itu, kami dapat memanggil kaum muslim untuk menunaikan shalat." Orang itu berkata lagi, "Maukah kau kuajari cara yang lebih baik?" Dan aku menjawab "Ya!" Lalu dia berkata lagi dan kali ini dengan suara yang amat lantang:

Allahu Akbar Allahu Akbar
Asyhadu alla ilaha illallah
Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah
Hayya 'alash sholah (2 kali)
Hayya 'alal falah (2 kali)
Allahu Akbar Allahu Akbar
La ilaha illallah

Ketika esoknya aku bangun, aku menemui Nabi Muhammad.SAW, dan menceritakan perihal mimpi itu kepadanya, kemudian Nabi Muhammad. SAW, berkata, "Itu mimpi yang sebetulnya nyata. Berdirilah disamping Bilal dan ajarilah dia bagaimana mengucapkan kalimat itu. Dia harus mengumandangkan adzan seperti itu dan dia memiliki suara yang amat lantang." Lalu akupun melakukan hal itu bersama Bilal." Rupanya, mimpi serupa dialami pula oleh Umar ia juga menceritakannya kepada Nabi Muhammad, SAW.

Asal muasal iqamah
Setelah lelaki yang membawa lonceng itu melafalkan adzan, dia diam sejenak, lalu berkata: "Kau katakan jika shalat akan didirikan:

Allahu Akbar, Allahu Akbar
Asyhadu alla ilaha illallah
Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah
Hayya 'alash sholah
Hayya 'alal falah
Qod qomatish sholah (2 kali), artinya "Shalat akan didirikan"
Allahu Akbar, Allahu Akbar
La ilaha illallah

Begitu subuh, aku mendatangi Rasulullah SAW kemudian kuberitahu beliau apa yang kumimpikan. Beliaupun bersabda: "Sesungguhnya itu adalah mimpi yang benar, insya Allah. Bangkitlah bersama Bilal dan ajarkanlah kepadanya apa yang kau mimpikan agar diadzankannya (diserukannya), karena sesungguhnya suaranya lebih lantang darimu." Ia berkata: Maka aku bangkit bersama Bilal, lalu aku ajarkan kepadanya dan dia yang berazan. Ia berkata: Hal tersebut terdengar oleh Umar bin al-Khaththab ketika dia berada di rumahnya. Kemudian dia keluar dengan selendangnya yang menjuntai. Dia berkata: "Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan benar, sungguh aku telah memimpikan apa yang dimimpikannya." Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Maka bagi Allah-lah segala puji."

HR Abu Dawud (499), at-Tirmidzi (189) secara ringkas tanpa cerita Abdullah bin Zaid tentang mimpinya, al-Bukhari dalam Khalq Af'al al-Ibad, ad-Darimi (1187), Ibnu Majah (706), Ibnu Jarud, ad-Daruquthni, al-Baihaqi, dan Ahmad (16043-redaksi di atas). At-Tirmidzi berkata: "Ini hadits hasan shahih". Juga dishahihkan oleh jamaah imam ahli hadits, seperti al-Bukhari, adz-Dzahabi, an-Nawawi, dan yang lainnya. Demikian diutarakan al-Albani dalam al-Irwa (246), Shahih Abu Dawud (512), dan Takhrij al-Misykah (I: 650).

[Sumber: Adzan

Thursday, July 7, 2011

Keajaiban 11 September 2001 Thursday, July 7, 2011


Sejumlah data yang dikomposisikan oleh Demented Vision (2007), dari sebuah badan observasi di Amerika Serikat tentang perkembangan jumlah pemeluk agama-agama dunia menarik untuk dicermati.

Dari data observasi itu, terdapat angka-angka yang menunjukkan perbandingan pertumbuhan penganut Islam dan Kristen di dunia. Lembaga itu mencatat, pada tahun 1900, jumlah pemeluk Kristen adalah 26,9% dari total penduduk dunia, sementara pemeluk Islam hanya 12,4%.

80 tahun kemudian (1980), angka itu berubah. Penganut Kristen bertambah 3,1% menjadi 30%, dan Muslim bertambah 4,1% menjadi 16,5% dari seluruh penduduk bumi. Pada pergantian milenium kedua, yaitu 20 tahun kemudian (2000), jumlah itu berubah lagi tapi terjadi perbedaan yang menarik. Kristen menurun 0,1% menjadi 29,9% dan Muslim naik lagi menjadi 19,2%.

Pada tahun 2025, angka itu diproyeksikan akan berubah menjadi: penduduk Kristen 25% (turun 4,9%) dan Muslim akan menjadi 30% (naik pesat 10,8%) melampaui jumlah penganut Kristen sebelumnya. Bila diambil rata-rata, Islam bertambah pemeluknya 2,9% pertahun. Pertumbuhan ini lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah penduduk bumi sendiri yang hanya 2,3% pertahun.

17 tahun dari sekarang, bila pertumbuhan Islam itu konstan, dari angka kelahiran dan yang masuk Islam di berbagai negara, berarti prediksi itu benar, Islam akan menjadi agama nomor satu terbanyak pemeluknya di dunia, menggeser Kristen menjadi kedua.

World Almanac and Book of Fact, New York Times Bestseller nomor 1, mencatat jumlah total umat Islam sedunia tahun 2004 adalah 1,2 milyar lebih (1.226.403.000), tahun 2007 sudah mencapai 1,5 milyar lebih (1.522.813.123 jiwa). Ini berarti, dalam 3 tahun, kaum Muslim mengalami penambahan jumlah sekitar 300 juta orang atau sama dengan jumlah umat Islam yang ada di kawasan Asia Tenggara!

Fenomena di Amerika sendiri sangat menarik. Sangat tidak masuk di akal pemerintah George Bush dan tokoh-tokoh Amerika lainnya waktu itu, bahwa masyarakat Amerika malah berbondong-bondong masuk Islam justru setelah peristiwa pemboman World Trade Center pada 11 September 2001 - dikenal dengan 911 - yang sudah demikian gencar mereka gaungkan ke seluruh pelosok dunia sebagai aksi biadab terroris Islam. Peristiwa 911 dan propaganda itu semestinya memberikan citra sangat buruk terhadap Islam. Akan tetapi, benarkah demikian menurut pendapat rakyat Amerika sendiri?

Pasca 911 adalah era pertumbuhan Islam paling cepat yang tidak pernah ada presedennya dalam sejarah Amerika. Tercatat 8 juta orang Muslim kini ada di Amerika, dan sekitar 20.000 orang warga negaranya masuk Islam setiap tahun setelah peristiwa itu.

Pernyataan syahadat masuk Islam terus terjadi di kota-kota Amerika seperti New York, Los Angeles, California, Chicago, Dallas, Texas dan yang lainnya. Atas fakta inilah, ditambah gelombang masuk Islam di luar Amerika, seperti di Eropa dan beberapa negara lainnya, beberapa tokoh Amerika menyatakan kesimpulannya seperti yang juga diamini oleh The Population Reference Bureau USA Today yang menyimpulkan: “Moslems are the world fastest growing group.”

Hillary Rodham Cinton, istri mantan Presiden Clinton seperti dikutip oleh Los Angeles Times mengatakan, “Islam is the fastest growing religion in America.” Kemudian, Geraldine Baum mengungkapkan: “Islam is the fastest growing religion in the country” (Newsday Religion Writer, Newsday). “Islam is the fastest growing religion in the United States,” kata Ari L. Goldman seperti dikutip New York Times.

Atas dasar daya magnit Islam inilah, pada 19 April 2007, digelar sebuah konferensi di Middlebury College, Middlebury Vt. untuk mengantisipasi masa depan Islam di Amerika dengan tajuk “Is Islam a Trully American religion?” (Apakah Islam adalah Agama Amerika yang sebenarnya?) menampilkan Prof. Jane Smith yang banyak menulis buku-buku tentang Islam di Amerika. Konferensi itu sendiri merupakan seri kuliah tentang Immigrant and Religion in America. Dari konferensi itu, jelas tergambar bagaimana keterbukaan masyarakat Amerika menerima sebuah gelombang baru yang tak terelakkan yaitu Islam yang akan menjadi identitas dominan di negara super power itu.

ANOMALI 11 SEPTEMBER
Peristiwa 911 menyimpan misteri yang tidak terduga. Pemboman itu dikutuk dunia, terlebih Amerika, sebagai biadab dan barbar buah tangan para “teroris Islam.” Setelah peristiwa itu, kaum Muslimin di Amerika terutama imigran asal Timur Tengah merasakan getahnya mengalami kondisi psiokologis yang sangat berat: dicurigai, diteror, diserang, dilecehkan dan diasosiasikan dengan teroris. Hal yang sama dialami oleh kaum Muslim di Inggris, Perancis, Jerman dan negara-negara Eropa lainnya.

Pemerintah George Walker Bush segera mengetatkan aturan imigrasi dan mengawasi kaum imigran Muslim secara berlebihan. Siaran televisi Fox News Channel, dalam acara mingguan “In Focus” menggelar diskusi dengan mengundang enam orang nara sumber, bertemakan Stop All Muslim Immigration to Protect America and Economy.” Selain terang-terangan menunjukkan sikap diskriminatif atas agama, acara ini, tentu saja, menggambarkan betapa besar kekhawatiran Amerika tidak hanya dalam masalah terorisme, tetapi juga ekonomi, di mana pengaruh para pengusaha Arab dan Timur Tengah mulai dominan dan mengendalikan ekonomi Amerika.

Tapi, rupanya Islam berkembang dengan caranya sendiri. Islam mematahkan “logika akal sehat” manusia modern. Bagaimana mungkin ada sekelompok orang nekad berbuat biadab membunuh hampir 3.000 orang tidak berdosa dengan mengatasnamakan sebuah agama, tetapi tidak lama setelah peristiwa itu, justru ribuan orang "berakal sehat" berbondong-bondong secara sukarela menyatakan diri masuk agama orang-orang biadab itu, dan bahkan, menemukan kedamaian di dalamnya?

911 telah berfungsi menjadi ikon yang memproduksi arus sejarah yang tidak logis dan mengherankan. Selain 20.000 orang Amerika yang masuk Islam setiap tahun pasca 911 itu, ribuan yang lain dari negara-negara non Amerika (Eropa, Cina, Korea, Jepang dst) juga mengambil keputusan yang sama, masuk Islam!

Bagaimana arus ini bisa dijelaskan? Sejauh yang bisa dicari, jawabannya tidak ada dalam semua teori-teori gerakan sosial, sebab fenomena ini benar-benar adalah sebuah anomali. Karenanya gejala ini hanya bisa dijelaskan oleh “teori tangan Tuhan.” Tangan Tuhan dalam bentuk "blessing in disguise" adalah nyata dibalik peristiwa 911, dan ini diakui oleh masyarakat Islam Amerika.

Karena peristiwa 911 yang sangat mengerikan itu dituduhkan kepada Islam, berbagai lapisan masyarakat Amerika justru kemudian terpancing rasa penasarannya untuk mengetahui Islam lebih jauh. Sebagian karena murni semata-mata ingin mengetahui saja, sebagian lagi mempelajari dengan sebuah pertanyaan di benaknya:

“Bagaimana mungkin pada zaman modern dan beradab ini ada agama yang mengajarkan teror, kekerasan, dan bom bunuh diri dengan mengorbankan ratusan, bahkan ribuan, korban tidak berdosa?”

Kendati alasannya berbeda, tapi keduanya berbasis pada kondisi yang sama, yakni ignorance of Islam atau ketidaktahuan sama sekali tentang Islam.

Sebelumnya, sumber pengetahuan masyarakat Barat (Amerika dan Eropa) tentang Islam hanya satu, yaitu media yang menggambarkan Islam tidak lain kecuali stereotip-stereotip buruk seperti teroris, uncivilized, kejam terhadap perempuan, dan sejenisnya. Namun seperti disaksikan Eric, seorang Muslim pemain cricket warga Texas, setelah peristiwa 911 masyarakat Amerika menjadi sangat ingin tahu tentang Islam. Karenanya setiap hari kemudian mereka ramai-ramai membeli dan membaca Al-Qur’an, membaca biografi Muhammad, termasuk buku-buku tentang Islam lainnya untuk mengetahui apa saja isinya.

Hasilnya, dari membaca sumbernya langsung, mereka menjadi mengenal ajaran Islam yang sesungguhnya. Alih-alih bertambahnya kebencian, yang terjadi malah sebaliknya. Mereka menemukan keagungan serta keindahan ajaran agama yang satu ini. Keagungan ajaran Islam ini bertemu pada saat yang tepat dengan kegersangan, kegelisahan dan kekeringan spritual masyarakat Amerika yang sekuler selama ini.

Karena itu, Islam justru menjadi jawaban bagi proses pencarian spiritual mereka selama ini. Islam menjadi melting point atas kebekuan spiritual yang selama ini dialami masyarakat Amerika. Inilah pemicu terjadinya Islamisasi Amerika yang mengherankan para pengamat sosial dan politik.

Inilah tangan Tuhan di balik peristiwa 911!



Contact Form

Name

Email *

Message *