Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Book Cover. Show all posts
Showing posts with label Book Cover. Show all posts

Monday, February 10, 2020

Rekam Dialog Lintas Iman Monday, February 10, 2020

Dialog Kristologi

Topik Dialog

Catatan Dialog

Rekam Dialog

Arsip Islam Menjawab

Jika jawaban yang anda cari tidak ditemukan dalam urutan daftar di atas, coba cari dalam daftar koleksi PRANA LUAR kiriman dari Pak Id Amor di bawah ini, atau telusuri lagi di dalam Daftar Seluruh Artikel.

PRANA LUAR

        1.  Islam Menjawab (Dari Daftar Pustaka Id Amor - 1)
        2.  Islam Menjawab (Dari Daftar Pustaka Id Amor - 2)

Arsip Islam Bertanya

CATATAN:
Daftar di atas hanya sebagian dari kumpulan arsip yang dipilih secara acak. Untuk melihat daftar seluruh arsip pertanyaan yang tersedia, silahkan klik di sini.


Monday, November 5, 2018

Rasulullah SAW Dalam Catatan Sejarah Monday, November 5, 2018

Mengapa Nabi Muhammad SAW dianggap sebagai manusia paling berpengaruh dalam sejarah peradaban manusia? Para cendikiawan dunia tidak dapat membantah bahwa Nabi Muhammad SAW adalah sosok tunggal yang membawa pembaharuan dalam sejarah dunia melalui ajaran Islam tanpa peran dengan sosok lain. Teks dasar agama Islam bersandar pada Al-Quran dan Hadis. Keduanya sama-sama berasal dari satu sosok, yakni Muhammad. Sehingga, pengaruhnya lebih utuh dalam membawa agama Islam.

Alasan kedua mengapa beliau demikian berpengaruh adalah karena faktor kesejarahan akibat peradaban Islam yang ia wariskan, yang pengaruhnya tetap terasa hingga hari ini. Sebagian besar tokoh-tokoh yang masuk dalam kategori orang berpengaruh di dunia lahir dan tumbuh dalam peradaban maju yang penuh keberuntungan. Berbeda dengan nabi Muhammad SAW. Ia lahir di Jazirah Arab. Sebuah kawasan yang ketika itu jauh dari pusat peradaban maupun kekuasaan sentral, bahkan masih dianggap p[rimutif (Jahiliyah).

Lalu, bagaimana sejarah mencatat sosok nabi Muhammad SAW? Berikut beberapa catatan seputar sejarah beliau:
Nabi Muhammad dalam Catatan Sejarah

Sunday, November 4, 2018

Rasulullah SAW Dalam Kitab Suci Agama Dunia Sunday, November 4, 2018

Allah SWT memberi petunjuk yang amat terang benderang kepada kita bahwa sesungguhnya kedatangan Nabi Muhammad SAW telah disebutkan dalam kitab-kitab suci umat terdahulu seperti di antaranya; 

(Allah) berfirman, “Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami. (Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang beruntung." (QS. (Al-A’raf: 157)

Kendati sebagian besar umat ahlulkitab membantahnya, namun sekian banyak temuan arkeologis dan manuskrip-manuskrip kuno yang mendorong para ahli, sarjana alkitab dan para pemerhati lainnya melakukan berbagai penelitian pada gilirannya membenarkan perihal ini.

Berikut beberapa catatan seputar fakta bahwa kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi Allah memang benar tertulis dalam berbagai kitab suci umat beragama di dunia. 
Nabi Muhammad SAW Dalam Kitab Suci Dunia

Rasulullah SAW Dan Mukjizatnya

Mukjizat berasal dari bahasa Arab معجزة dari kata al-i'jaz, yang berasal dari akar kata 'ajaza, artinya melemahkan. Mukjizat "ditunjukkan" oleh Allah SWT melalui Nabi atau Rasul-Nya untuk membuat suatu kaum menjadi tidak berdaya. Ia merupakan peristiwa atau kejadian sangat luar biasa sehingga mustahil ada manusia yang mampu mendatangkan hal yang menyerupainya.

Menurut istilah, mu’jizat berarti sesuatu yang luar biasa yang terjadi dalam diri atau melalui tangan Nabi atau Rasul Allah SWT. Mukjizat dimaksudkan untuk membuktikan kenabian atau kerasulan seorang Nabi atau Rasul -- bahwa benar dirinya adalah utusan Allah SWT -- yang tidak mungkin ditiru oleh siapapun, guna melemahkan segala bentuk usaha dan alasan orang-orang kafir penentang risalah para Nabi dan Rasul yang berasal dari Allah SWT, sekaligus untuk menyeru kepada umat manusia agar percaya akan keesaan Allah.

Dengan demikian, mukjizat dapat disimpulkan sebagai:
1. Bukti Kemahakuasaan Allah yang ditunjukkan kepada manusia melalui tangan Nabi dan Rasul-Nya,
2. Bukti bahwa manusia yang mentransmisi mukjizat Allah adalah Nabi dan atau Rasul Allah,
3. Bukti bahwa semua Nabi dan Rasul Allah dapat menunjukkan mukjizat Allah.    

Sebagai Nabi sekaligus Rasul Allah, dengan sendirinya Nabi Muhammad SAW juga termasuk mereka yang mendapat perkenan Alah untuk menunjukkan mukjizat-Nya kepada orang-orang yang meragukan keberadaan dan kekuasaan Allah.

Beberapa catatan seputar mukjizat Nabi Muhammad SAW di antaranya adalah sbb: 
Mukjizat Rasulullah SAW

Saturday, November 3, 2018

Rasulullah SAW Di Tengah Kaum Jahiliyah Saturday, November 3, 2018

Nabi Muhammad ï·º pernah ditanya Sahabat tentang kisah hidupnya. Maka beliau mengisahkan dirinya sebelum kelahiran, ketika masih bayi dan pada saat hatinya pernah disucikan.

Dikutip dari Sirah Nabawiyah, Ibnu Ishaq menuturkan: Tsaur bin Yazid berkata kepadaku dari dari beberapa orang berilmu dan aku kira berasal dari Khalid bin Ma'dan Al-Kalaiyyu, bahwa beberapa sahabat berkata kepada Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam: "Kisahkanlah pada kami tentang dirimu, wahai Rasulullah!"

Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
"Baiklah, aku ada adalah berkat doa ayahku Ibrahim dan berita gembira saudaraku Isa bin Maryam. Ketika ibuku mengandungku, ia melihat cahaya keluar dari perutnya, yang dengannya dia melihat istana-istana di kawasan Syam. Aku disusui di Bani Sa'ad bin Bakr. Ketika aku sedang bersama saudaraku di belakang rumah menggembalakan kambing, tiba-tiba datang dua orang yang berpakaian serba putih menghampiriku sambil membawa cawan dari emas yang penuh berisi es. Mereka mengambilku lalu membelah perutku lalu mengeluarkan hatiku, membelahnya, mengeluarkan gumpalan hitam dari hatiku lalu mereka melemparnya. Setelah itu mereka berdua mencuci hati dan perutku dengan es yang telah dibersihkan. Salah seorang dari keduanya berkata kepada sahabatnya: "Timbanglah dia dengan sepuluh orang dari umatnya." Dia menimbangku dengan sepuluh orang umatku namun ternyata aku lebih berat daripada mereka. Orang pertama berkata lagi: "Timbanglah dengan seratus orang dari umatnya." Orang kedua menimbangku dengan seratus orang dari umatku, namun ternyata aku lebih berat daripada mereka. Orang pertama berkata lagi: "Timbanglah dengan seribu orang dari umatnya." Orang kedua menimbangku dengan seribu orang dari umatku namun ternyata aku lebih berat daripada mereka. Orang pertama berkata: Biarkan dia. Demi Allah, seandainya engkau menimbangnya dengan seluruh umatnya, pastilah ia lebih berat daripada timbangan mereka." [Permulaan hadits ini diriwayatkan oleh Imam Hakim pada hadits nomer 4175 dan dia mengatakan sanadnya shahih. Pendapat ini disetujui oleh Adz-Dzahabi. Hadits ini memiliki syawahid dari Abu Dzar dari hadits ad-Darimi pada hadits nomor 13]

Ibnu Ishaq menambahkan bahwa Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Tidak ada seorang nabipun yang tidak pernah tidak menggembala kambing." Beliau ditanya: "Engkau juga, wahai Rasulullah?" Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Benar, termasuk diriku." [HR. Bukhari nomor: 2262]
Rasulullah Di Tengah Kaum Jahiliyah

Friday, November 2, 2018

Rasulullah SAW Juga Manusia Friday, November 2, 2018

Halaman ini merupakan bagian khusus dari cuplikan buku NABI MUHAMMAD JUGA MANUSIA karya Khalid Muhammad Khalid yang melampirkan daftar 21 judul tulisan terpisah yang dimuat di sini.

Jika pada masing-masing tulisan tsb hanya dilampirkan tautan ke tulisan-tulisan lain dari sumber dimaksud berdasarkan nomor urut saja, maka pada halaman ini dapat dilihat judul dari masing-masing nomor urut tsb.

Demikian, semoga berguna.
Salam.
Muhammad SAW, Manusia Biasa

Thursday, November 1, 2018

Rasulullah SAW Dan Kehidupan Pribadinya Thursday, November 1, 2018

Selama hidupnya nabi Muhammad SAW menikah dengan 11 atau 13 orang wanita (ada perbedaan pendapat mengenai hal ini). Pada usia 25 Tahun ia menikah dengan Khadijah, yang berlangsung selama 25 tahun hingga Khadijah wafat. Pernikahan ini digambarkan sangat bahagia, sehingga saat meninggalnya Khadijah (yang bersamaan dengan tahun meninggalnya Abu Thalib pamannya) disebut sebagai tahun kesedihan.

Sepeninggal Khadijah, Khawla binti Hakim menyarankan kepadanya untuk menikahi Saudah binti Zam'ah (seorang janda) atau Aisyah (putri Abu Bakar). Atas perintah Allah, Muhammad menikahi keduanya. Kemudian Muhammad tercatat menikahi beberapa orang wanita lagi hingga jumlah seluruhnya sekitar 11 orang, sembilan di antaranya masih hidup sepeninggal Muhammad.

Para ahli sejarah antara lain Watt dan Esposito berpendapat bahwa sebagian besar perkawinan itu dimaksudkan untuk memperkuat ikatan politik (sesuai dengan budaya Arab), atau memberikan penghidupan bagi para janda (saat itu janda lebih susah untuk menikah karena budaya yang menekankan perkawinan dengan perawan).

Berikut beberapa catatan tentang kehidupan pribadi beliau:

Kehidupan Pribadi

Sunday, October 28, 2018

Alam Ghaib Dalam Ajaran Islam Sunday, October 28, 2018

Dalam Islam dikenal beberapa alam ghaib yang menjadi bagian tidak terpisah dari keimanan setiap Muslim. Di antara alam-alam ghaib tsb adalah:

1. Alam Ruh
Alam ruh adalah alam sebelum manusia memasuki alam kandungan. Di alam ini, kita bahkan masih belum memiliki jasad. Baru ketika usia kandungan memasuki 120 hari, malaikat dikirim Allah untuk meniupkan ruh. 

Sebelum ruh ditiupkan ke janin, Allah membuat perjanjian dengan ruh itu. Hal ini dijelaskan oleh Allah SWT dalam Al-Quran surah al A’raaf,

“Dan (ingatlah) ketika Tuhan-mu Mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah Mengambil kesaksian terhadap ruh mereka (seraya Berfiman), ‘Bukankah Aku ini Tuhan-mu?’ Mereka menjawab, ‘Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.’ (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, ‘Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,’” (QS. Al-A’raaf: 172)

Ayat di atas menjelaskan bahwa manusia memang dilahirkan dengan fitrah bertauhid kepada Allah. Hal ini jelas terlihat ketika seseorang mengalami musibah atau keadaan sangat sulit, misalnya, secara naluriah biasanya nuraninya akan mengingatkannya untuk berdoa, memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa.

2. Alam Kubur
Setiap manusia pasti akan mati. Saat manusia mati, pada saat itulah dia memasuki alam gaib yang berikutnya, yaitu alam kubur atau alam Barzah. Alam Barzah ini adalah alam sebelum selanjutnya seorang manusia memasuki alam akhirat. Ketika seorang manusia memasuki alam kubur, sudah tidak ada lagi amalan yang diperhitungkan, selain amalan Jariyah. Pahala dari amal Jariyah yang dia lakukan di dunia akan terus mengalir padanya, seperti pahala wakaf Jariyah atau sedekah atau ilmu yang masih bermanfaat untuk orang lain.

3. Alam Jin dan Syaitan
Selain menciptakan manusia, Allah juga menciptakan jin sebagai hamba Allah yang juga wajib beribadah kepada-Nya. Firman Allah; 

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. Dari ayat tersebut pula kita mengetahui bahwa jin bukanlah sekedar mitos atau sesuatu yang diragukan keberadaannya." (QS.  Adz Dzariyat: 56)

Sama dengan manusia, jin juga memiliki akal dan kewajiban untuk beribadah kepad Allah SWT. Namun, berbeda dari manusia yang diciptakan dari tanah, jin diciptakan Allah dari api. Jin juga memiliki kemampuan terbang, berubah wujud, dan kemampuan lainnya termasuk mengganggu manusia. Oleh karena itu, Islam mengajarkan Doa dan Dzikir yang berguna untuk membentengi diri dari gangguan jin.

4. Alam Malaikat
Malaikat juga merupakan salah satu makhluk gaib yang menjadi bagian dari rukun iman setiap umat muslim. Malaikat diciptakan Allah dari cahaya dan diberi ketaatan yang sangat sempurna kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala. Malaikat memiliki tugas yang berbeda-beda, seperti sebagai pencatat amal baik dan buruk manusia, sebagai pembagi hujan, hingga ada malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu kepada Nabi dan Rasul Allah.

Dari sekian banyak malaikat yang diciptakan Allah SWT, Islam diperkenalkan hanya kepada 10  malaikat utama saja yakni; Jibril, Malaikat pembawa wahyu.  Izrail, Malaikat pencabut nyawa, Israfil Malaikat peniup sangkakala pada hari akhir, Mikail, Malaikat yang membawa dan membagikan rezki kepada setiap makhluk, Munkar dan Nakir, Malaikat yang "menghakimi" setiap manusia di dalam kubur, Raqib dan Atib, Malaikat yang mencatat amal kebaikan dan amal keburukan setiap manusia, Malik, Malaikat penjaga pintu beraka dan Ridwan, Malaikat penjaga pintu sorga.  

5. Alam Akhirat
Alam Akhirat adalah alam gaib terakhir menurut Islam. Alam akhirat ini dimulai sejak manusia dibangkitkan dari alam kubur untuk kemudian mulai diperhitungkan amalannya. Semua amal perbuatan yang dilakukan oleh manusia selama di dunia ini akan diminta pertanggungjawabannya.

Alam akhirat ini dibahas secara lengkap oleh Allah di Al-Quran. Maka, manusia telah diberi pedoman sekaligus peringatan oleh Allah agar selalu berusaha memanfaatkan waktunya di dunia sebaik mungkin sebagai bekal saat masuk di alam akhirat ini. Berikut ini akan dibahas singkat namun cukup detail tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di alam akhirat kelak:

1. Hari Kebangkitan
Hari kebangkitan akan terjadi ketika malaikat Isrofil meniup sangkakalanya. Pada tiupan pertama, semua makhluk bernyawa akan mati dana alam semesta akan hancur. Lalu, pada tiupan kedua, semua manusia sejak zaman Nabi Adam hingga hari kiamat akan dibangkitkan kembali dari kubur. Allah mengumpamakan bangkitnya manusia ini seperti padang tandus yang disirami air hujan kemudian akan tumbuh berbagai macam tumbuhan.

2. Berkumpul di Padang Mahsyar
Kemudian manusia-manusia akan dikumpulkan di Padang Mahsyar. Pada saat ini manusia berada dalam keadaan yang bermacam-macam. Matahari pun berada sangat dekat, sehingga orang-orang yang beramal buruk selama di dunia akan sangat merasa kepanasan selama di Padang Mahsyar. Ada 7 golongan yang mendapat naungan ‘Arsy Allah, yaitu pemimpin yang adil, anak muda yang rajin beribadah pada Allah, orang yang mencintai masjid, orang yang saling mencintai karena Allah, orang yang tahan dari godaan zina karena takut pada Allah, dan orang yang menangis karena takut pada Allah saat sendirian. 7 golongan ini tidak akan merasa kepanasan dan kehausan. 

3. Pemberian Syafaat
Pada saat ini manusia mencari orang-orang yang berkedudukan tinggi untuk dimintai syafaatnya. Pada mulanya mereka menemui Nabi Adam sebagai Nabi pertama di bumi. Namun, Nabi Adam menolaknya dan menyuruh manusia mendatangi Nabi Nuh. Namun, Nabi Nuh juga menolaknya. Demikian seterusnya hingga pada akhirnya mereka memohon syafaat kepada Rasul terakhir, yaitu Nabi Muhammad shallallhu ‘alaihi wa sallam. 

4. Hisab
Pada saat ini Allah akan menanyakan amalan-amalan manusia selama di dunia. Akan ada bukti-bukti yang ditunjukkan Allah subhanahu wa ta’ala kepada manusia, serta saksi-saksi atas amal manusia. Pada saat ini, manusia tidak bisa lagi berbohong karena anggota tubuhnya lah yang akan menjadi saksi atas semua amalan mereka. 

5. Pembagian Catatan Amal
Bagi orang yang beriman dan beramal shaleh, mereka akan menerima catatan amal dari sebelah kanan, namun bagi orang kafir dan para calon penghuni neraka akan menerima catatan amal mereka dari sebelah kiri atau belakang mereka.

6. Mizan
Di saat ini amal perbuatan manusia akan ditimbang, sebagaimana dijelaskan dalam surah Al-Anbiya, Allah berfirman; 

“Dan kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah seorang dirugikan walau sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya.Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.” (QS. Al-Anbiya:  47)

7. Telaga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam
Umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam akan mendatangi telaga Rasulullah ini. Siapapun yang meminum air telaga ini, maka selamanya ia tidak akan merasa haus. 

8. Melewati Shirat Al Mustaqim
Kemudian manusia akan melewati jembatan (shirat) yang terbentang di atas neraka. Bagi siapa yang tidak berhasil melewatinya maka akan jatuh ke neraka. Namun, bagi seseorang yang beriman dan baik amalannya, akan bisa melewatinya secepat kilat. Semua tergantung pada amalannya selama di dunia.

9. Shirat Al-Qishash
Jembatan ini berbeda dengan shirat sebelumnnya. Di jembatan ini, manusia akan diqishash satu sama lain atas kejahatan yang pernah mereka lakukan selama di dunia. Dalam hadis Bukhori, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;
“Seorang mukmin akan dibebaskan dari api neraka, lalu mereka diberhentikan di atas jembatan antara Jannah (surga) dan neraka, mereka akan saling diqhisash antara satu sama lainnya atas kezhaliman mereka di dunia.Setelah mereka bersih dan terbebas dari segalanya, barulah mereka diizinkan masuk Jannah. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya, seorang diantara kalian lebih mengenal tempat tinggalnya di jannah daripada tempat tinggalnya di dunia”.

Dari pembahasan tentang alam gaib menurut Islam di atas, semoga bisa menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala. [DI]

Wallahu a’lam bishawab.


Alam Ruh


Alam Jin dan Syaitan


Alam Malaikat


Alam Kubur Dan Alam Akhirat


Saturday, September 22, 2018

Thread Starter Saturday, September 22, 2018

Thread Starter

Sunday, August 12, 2018

Masalah Seputar Ketuhanan Yesus Kristus Sunday, August 12, 2018

Menurut doktrin Kristen yang sepenuhnya diimani oleh umat Kristen Trinitarian, Yesus adalah salahsatu dari tiga oknum Tuhan Tritunggal. Bahkan dalam banyak situasi diposisikan sedemikian rupa sebagai Tuhan Yang Mahaesa atau Tuhan yang satu menggantikan kedudukan dua oknum Tuhan Tritunggal lainnya, yaitu Bapa dan Roh Kudus!

Tapi apakah memang benar Yesus adalah Tuhan?
Berikut beberapa catatan yang menyoroti doktrin ketuhanan Yesus dari perspektif para pemerhati di luar lingkar doktrin Kristen.
Masdalah Seputar Ketuhanan Yesus Kristus

Monday, July 23, 2018

Intisari Ajaran Islam Monday, July 23, 2018

Inti dari ajaran Islam sekaligus sebab berbagai kebaikan adalah takwa kepada Allah. Takwa adalah perbuatan melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya yang dilandasi oleh rasa takut, harap, dan cinta kepada Allah. Seorang muslim menyembah Allah dalam rangka berharap ridha-Nya dan terhindar dari petaka di akhirat. Istilah takwa merupakan istilah yang paling banyak disebutkan di dalam Alquran. Adapun ayat yang paling menjelaskan tentang kedudukan takwa adalah:

ÙˆَÙ„َÙ‚َدْ ÙˆَصَّÙŠْÙ†َا الَّذِينَ Ø£ُوتُوا الْÙƒِتَابَ Ù…ِÙ† Ù‚َبْÙ„ِÙƒُÙ…ْ ÙˆَØ¥ِÙŠَّاكُÙ…ْ Ø£َÙ†ِ اتَّÙ‚ُوا اللَّÙ‡َ​
Dan sungguh, Kami telah memerintahkan kepada orang yang diberi kitab suci sebelum kamu dan (juga) kepadamu agar bertakwa kepada Allah.—Qur'anAn-Nisa’:131


Seluruh ajaran Islam yang terkandung dalam Al-Quran dan As-Sunnah (perilaku kehidupan Nabi Muhammad) dapat dikelompokkan menjadi tiga judul besar berdasarkan bidang kajian keilmuannya. Pertama, ajaran yang berhubungan dengan keimanan terhadap Allah, para malaikat-Nya, kitab suci yang diturunkan-Nya, para utusan-Nya, dan peristiwa di kehidupan setelah kematian. Pembahasan hal ini tercakup dalam bidang ilmu Aqidah (teologi). 
 
Kedua, ajaran yang berhubungan dengan perbuatan hati dan jiwa, nilai-nilai moral, dan aturan perilaku. Ajaran ini dimaksudkan untuk mengembangkan sifat-sifat mulia dan tercakup dalam bidang ilmu Akhlak dan Adab (etika). 
 
Ketiga, ajaran yang berhubungan dengan perbuatan raga yang mencakup perintah, larangan, dan kebolehan. Ajaran ini masuk dalam bidang ilmu Fiqih (hukum Islam).
 
Berikut adalah ringkasan Intisari Ajaran Islam:
Intisari Ajaran Islam

Tuesday, July 17, 2018

Muslimologi Tuesday, July 17, 2018

Syariat Islam

Akidah Islam

Inti Islam

Penata Qalbu

Riwayat

Adab Dan Akhlak Islami

Wednesday, July 4, 2018

Soteriologi Dalam Islam Wednesday, July 4, 2018

ISLAM berasal dari perbendaharaan kata dalam bahasa Arab "salima yuslimu istislaam" yang berarti tunduk atau patuh. Juga dari kata "yaslamu salaam" yang berarti selamat, sejahtera, atau damai.

Dengan demikian, menurut kaidah tata-bahasa Arab, pecahan kata ISLAM mengandung pengertian:
  • Islamul wajh; ikhlas menyerahkan diri kepada Allah,
  • Istislama; tunduk secara total kepada Allah,
  • Salaamah atau Saliim;  suci dan bersih,
  • Salaam;  selamat, atau damai sejahtera, dan
  • Silm; tenang dan damai.

Sedangkan orang yang mensifati kata "tunduk, patuh, dan berserah diri kepada Allah" seperti dimaksud dalam penjelasan di atas, dalam bahasa Arab disebut MUSLIM.

Jika kemudian ada yang bertanya; siapakah orang-orang yang disebut MUSLIM dalam ISLAM?

Allah menjawab dalam firman-Nya,
“Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (QS. Al-Anbiya: 25).

"Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." (QS. At-Taubah:71)

Dengan demikian, maka MUSLIM adalah semua Nabi dan Rasul Allah, dan mereka yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, yang melaksanakan segala  perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya dengan cara mengikuti petunjuk dan ajaran semua Nabi dan Rasul Allah yang telah disempurnakan melalui ajaran penutup para Nabi dan Rasul Allah; yaitu Nabi Muhammad SAW.

Ya! MUSLIM dalam ISLAM adalah semua Nabi dan Rasul Allah dan seluruh pengikut, atau umatnya masing-masing. 

Sedangkan tentang pengikutnya, Nabi Muhammad SAW menegaskan;
“Semua umatku pasti akan masuk surga kecuali orang yang enggan.” Para shahabat bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang enggan itu?” Beliau menjawab, “Barangsiapa mentaatiku pasti masuk surga, dan barangsiapa mendurhakaiku (tidak taat padaku) maka dialah orang yang enggan (masuk surga).” [HR. Al-Bukhari no.6851, dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu] - [Lihat juga Syafaat Rasulullah SAW]  

Karena itu, berbicara tentang soteriologi -- atau keselamatan -- dalam Islam tidak perlu repot, sebab sesungguhnya sudah dijelaskan oleh kata "ISLAM" dan "MUSLIM" itu sendiri yang meliputi makna bahwa siapapun orangnya, selama dia "tunduk, patuh, dan berserah diri kepada Allah" dengan cara mengikuti ajaran Rasul-Nya, maka Allah menjamin keselamatan dan kedamaiannya (yaslamu salaam) di dunia, terutama di akhirat!

Dalam banyak firman-Nya, Allah menjanjikan kehidupan kekal di sorga yang dipenuhi dengan jutaan kesenangan dan kenikmatan tak terbatas yang tidak pernah terbayangkan oleh manusia selama hidup di dunia, hanya kepada orang-orang:

  1. yang beriman dan berbuat baik (QS. Al-Baqarah: 25)
  2. yang mu’min lelaki dan perempuan (QS. At-Taubah: 72)
  3. yang bertaqwa (QS. Ath-Thuur: 17-20)
  4. yang beriman dan beramal saleh (QS. Al-Kahfi: 30,31,107,108)
  5. yang bertaqwa kepada Rabbnya (QS. Az-Zumar: 73-74)
  6. yang tidak mensekutukan-Nya dengan tuhan-tuhan dan sesembahan lain (QS. An-Nisa: 48)
Mereka yang tidak memenuhi kriteria di atas, apalagi yang mensekutukan-Nya dengan cara menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah, jelas tidak akan selamat masuk sorga! Dan sebagai gantinya, maka satu-satunya tempat selain sorga yang tersedia untuk menjalani kehidupan kekal di akhirat nanti adalah neraka!   
Lalu, bagaimanakah jatidiri MUSLIM yang dijamin keselamatannya oleh Allah dan Rasul-Nya sebagaimana diterangkan di atas?

Mereka adalah orang-orang yang sepanjang hidupnya senantiasa berupaya hingga ke puncak kesanggupan jasmani dan rohaninya untuk tetap berpegang teguh pada pilar-pilar ISLAM sebagaimana dimaksudkan dalam Rukun Iman, Rukun Islam, dan perilaku Ihsan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW seperti berikut: 
Jatidiri Muslim
Jaminan Keselamatan Umat Islam





Tuesday, June 12, 2018

Kitab Bulughul Maram Tuesday, June 12, 2018

Bulughul Maram atau Bulugh al-Maram min Adillat al-Ahkam, disusun oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani (773 H - 852 H). Kitab ini merupakan kitab hadis tematik yang memuat hadis-hadis yang dijadikan sumber pengambilan hukum fikih (istinbath) oleh para ahli fikih. Kitab ini menjadi rujukan utama khususnya bagi fikih dari Mazhab Syafi'i. Kitab ini termasuk kitab fikih yang diakui dan diterima secara global dan juga banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di seluruh dunia.

Kitab Bulughul Maram memuat 1.371 buah hadis. Di setiap akhir hadis yang dimuat dalam Bulughul Maram, Ibnu Hajar menyebutkan siapa perawi hadis asalnya. Bulughul Maram memasukkan hadis-hadis yang berasal dari sumber-sumber utama seperti Sahih al-Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa'i, Sunan Ibnu Majah, dan Musnad Ahmad dan selainnya.


Kitab Bulughul Maram memiliki keutamaan yang istimewa karena seluruh hadis yang termuat di dalamnya kemudian menjadi fondasi landasan fikih dalam mazhab Syafi'i. Selain menyebutkan asal muasal hadis-hadis yang termuat di dalamnya, penyusun juga memasukkan perbandingan antara beberapa riwayat hadis lainnya yang datang dari jalur yang lain. Karena keistimewaannya ini, Bulughul Maram hingga kini tetap menjadi kitab rujukan hadis yang dipakai secara luas tanpa mempedulikan mazhab fikihnya.

Metode penyusunan

Metode yang digunakan oleh Ibnu Hajar dalam menyusun kitab ini ialah dengan metode tematis (maudhu’i) berdasarkan tema-tema fikih, mulai dari Bab Bersuci (Thaharah) sampai Bab Kompilasi (al-Jami’). Ia menyeleksi beberapa hadis dari kitab-kitab shahih, sunan, mu’jam, dan al-Jami yang berkaitan dengan hukum-hukum fiqih.[1]

Sistematika kitab Bulughul Maram sebagai berikut:

  • Terdiri dari 16 bab mulai dari Bab Bersuci (Kitab at-Thaharah) sampai Bab Kompilasi (Kitab al-Jami’), setiap bab terdiri dari beberapa sub-bab.
  • Memuat sebanyak 1596 buah hadis sahih, hasan, bahkan dha’if yang bertemakan fikih.
  • Memotong (ta’liq) rangkaian sanad, kecuali pada tingkat sahabat dan mukharrij.
  • Terkadang menyertakan jalur-jalur periwayatan hadis secara ringkas dan menyebutkan tambahan-tambahan redaksi dari riwayat lainnya dan menjelaskan statusnya.
  • Menjelaskan status hadis-hadis yang lemah (padanya ada kelemahan, sanadnya lemah... dsb.) atau dengan keterangan ulama, seperti "dilemahkan oleh Abu Hatim, dll.".
  • Dalam hal penguat hadis, Ibnu Hajar menyertakan keterangan ringkas yang hanya mencantumkan sanad saja tanpa mengulang isi matan.
  • Ibnu Hajar menggunakan istilah tertentu dalam penyebutan yang mengeluarkan hadis (mukharrij), yakni:
  1. Rowahu as-Sab'ah untuk hadis yang diriwayatkan oleh tujuh Imam dalam ilmu Hadis, yaitu Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzy, Nasa’i dan Ibnu Majah
  2. Rowahu as-Sittah untuk hadis yang diriwayatkan oleh tujuh Imam selain Ahmad
  3. Rowahu al-Khamsah untuk hadis yang diriwayatkan oleh tujuh Imam selain Bukhari-Muslim
  4. Rowahu al-Arba'ah untuk hadis yang diriwayatkan oleh tujuh Imam selain Ahmad, Bukhari dan Muslim
  5. Rowahu ats-Tsalitsah untuk hadis yang diriwayatkan oleh tujuh Imam selain Ahmad, Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah
  6. Muttafaqun 'alaih untuk hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim

Kitab penjelasnya

Banyak ulama yang kemudian menyusun kitab penjelasan atas Kitab Bulughul Maram. Yang paling masyhur adalah Subulus Salam karya Muhammad bin Ismail al-Amir ash-Shan’ani. Kitab Subulus Salam sendiri merupakan ringkasan dari kitab Al-Badrut Tamam karya Al-Husain bin Muhammad al-Maghribi. Di antara kitab syarh (tafsir, penjelas) Bulughul Maram yang lain adalah:

  • Ibanatul Ahkam, karya Abu Abdullah bin Abdus Salam Allusy
  • Tuhfatul Ayyam fii Fawaid Bulughil Maram, karya Samy bin Muhammad
  • Minhatul ‘Allam, karya Shalih Fauzan
  • Syarah Bulughil Maram, karya Athiyyah Muhammad Salim

Terjemahan kitab Bulughul Maram ke dalam Bahasa Indonesia berikut keterangan dan penjelasannya telah diupayakan oleh Ustadz Ahmad Hassan dan diselesaikan beberapa bulan sebelum wafatnya pada tahun 1958; kini diterbitkan dengan judul Tarjamah Bulughul Maraam.


Bulughul Maram

Monday, April 23, 2018

Adab Dan Akhlak Islami Monday, April 23, 2018

Adab Dan Akhlak Islami


Sunday, April 15, 2018

Isa Almasih Dalam Angan Angan Misionaris - II Sunday, April 15, 2018

Ini cerita lama, bahkan lama banget, yakni dari masa-masa sekitar 10 tahun lalu, saat saya termasuk yang dianjurkan oleh salahseorang apologist sepuh Muslim -- yang juga menjadi satu dari sekian guru Kristologi GM -- berinisial Id Amor untuk memasukkan beberapa situs kristologi asuhan netter Muslim ke dalam daftar bacaan wajib guna dijadikan rujukan untuk menjawab atau sekedar menanggapi berbagai bentuk plesetan dan fitnah misionaris Kristen terhadap Islam. 

Salahsatu yang direkomendasikan adalah tulisan Ust. Abu Rifkah di media.isnet.org yang memuat serangkaian jawaban untuk publikasi ngawur Pdt. Suradi Ben Abraham di buletin Gereja Nehemia yang sempat bikin heboh beberapa kalangan Islam pada kisaran tahun 2000 - 2010  seperti antara lain diberitakan juga oleh Majalah Gatra dan dapat dilihat arsipnya di sini dan di sini.

Tulisan Ust. Abu Rifkah dimaksud adalah jawaban untuk sejumlah klaim Kristen tentang Ketuhanan Isa Almasih berdasarkan dalil-dalil Al-Quran, Hadits, dan Alkitab yang sebenarnya sudah terjawab tuntas.

Namun belakangan ini tulisan-tulisan ngawur semodel produk Pdt. Suradi Ben Abraham tadi, tampaknya didaur ulang oleh "pemain baru" dan muncul lagi dalam versi baru di beberapa situs web Kristen berkedok Islam seperti misalnya Isa dan Islam, Isa dan Quran, Isa dan Alfatiha, dan situs-situs serupa lainnya.

Senada dengan arsip GM di sini, berikut adalah arsip jawaban untuk klaim CENDOL BASI misionaris Kristen perihal KETUHANAN ISA ALMASIH MENURUT AL-QURAN, HADITS, DAN ALKITAB berbasis arsip lama tulisan Ust. Abu Rifkah yang sudah "diremajakan" untuk menjawab publikasi daur ulang situs-situs web di atas, sekaligus menjawab pula antusiasme debater Kristen pemula yang mengira sederet isu "menggelikan" yang dipublikasi oleh situs-situs web di atas  merupakan topik-topik dahsyat yang tak terbantahkan.

Sedangkan sebagai catatan, umat ini nampaknya tidak sadar bahwa konsekuensi dari upaya mereka mengutil ayat-ayat Al-Quran dan Hadits tentang Isa Almasih guna mendapatkan justifikasi ketuhanan Yesus dari umat Islam, sesungguhnya merupakan pengakuan bahwa Yesus Kristus adalah Rasul Allah!

Demikian, semoga berguna!
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

[Gus Mendem]

Yesus Kristus Rasul Allah

Tuesday, April 10, 2018

Alkitab Dan Sains Tuesday, April 10, 2018

Alkitab dan Sains

Sunday, March 18, 2018

Program Studi Mendemologi Sunday, March 18, 2018

Paulus, Bapak Pendiri Kristen

Teologika Kristen

Problematika Dogmatika

Teologika Biblika


Problematika Biblika

Contact Form

Name

Email *

Message *