Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Almasih. Show all posts
Showing posts with label Almasih. Show all posts

Saturday, April 11, 2009

01. Umat Nasrani Sahabat Terdekat Umat Muslim Saturday, April 11, 2009


01. UMAT NASRANI SAHABAT TERDEKAT UMAT MUSLIM


Firman Allah,

وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَىٰ
"Dan sesungguhnya akan engkau dapati (pula) orang yang paling dekat kasih sayangnya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya kami adalah orang Nashara." (QS. Al-Maidah: 82).

TINJAUAN AL-QURAN
Teks lengkap QS. Al-Maidah: 82 di atas seharusnya seperti berikut:

لَتَجِدَنَّ اَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَۃً لِّلَّذِیۡنَ اٰمَنُوا الۡیَہُوۡدَ وَ الَّذِیۡنَ اَشۡرَکُوۡا ۚ وَ لَتَجِدَنَّ اَقۡرَبَہُمۡ مَّوَدَّۃً لِّلَّذِیۡنَ اٰمَنُوا الَّذِیۡنَ قَالُوۡۤا اِنَّا نَصٰرٰی ؕ ذٰلِکَ بِاَنَّ مِنۡہُمۡ قِسِّیۡسِیۡنَ وَ رُہۡبَانًا وَّ اَنَّہُمۡ لَا یَسۡتَکۡبِرُوۡنَ
"Sesungguhnya akan engkau dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya akan engkau dapati (pula) orang yang paling dekat kasih sayangnya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya kami adalah orang Nashara (Nasrani)". Yang demikian itu karena di antara mereka ada pendeta-pendeta dan rahib-rahib (paderi). Dan sesungguhnya mereka itu tidak menyombongkan diri." (QS Al-Maidah: 82)

Asbabun Nuzul 
Pada zaman Rasulullah, ada tiga golongan yang sangat keras permusuhannya terhadap Islam. Antara lain: kelompok besar Yahudi di Madinah, kaum Musyrikin yang berpusat di Makkah dan kabilah-kabilah Arab. Dibandingkan dengan ketiga golongan tersebut, kaum Nashara memang lebih dekat persahabatannya dengan umat Islam. Hal itu disebabkan karena umat Nasrani (waktu itu) menunjukkan sikap yang bersahabat dan penuh toleransi. Tepat sekali jika yang paling dekat kasih sayang persahabatannya dengan umat Islam pada zaman Rasulullah waktu itu adalah dari golongan Nasrani yang beriman dengan benar. Tetapi salah besar bila dikatakan bahwa orang Kristen seperti sekarang ini paling dekat kasih sayangnya kepada umat Islam. Sebab hakekat Kristen itu tidak sama dengan Nashara. Disebut Nashara sebab Yesus (Isa as) berasal dari Nazaret. 

Setelah ketiadaan nabi Isa Almasih, kaum Nashara terpecah menjadi dua golongan.

Pertama, adalah para pengikut Isa Almasih (kaum hawariyyun), yaitu golongan yang tidak mempersekutukan Allah. Mereka menjalankan ajaran Isa Almasih. yang murni, yaitu ajaran Tauhid tanpa mengenal ajaran Trinitas. Golongan ini dikenal sebagai Nasrani Unitarian yang dekat persahabatannya dengan umat Islam. Ini sesuai dengan surat Al-Maidah 82 di atas.

Mereka hanya menyembah Allah Swt. sebagaimana yang diajarkan oleh Isa Almasih (lihat: QS. Az Zukhruf 63-64).

Contoh golongan ini adalah Raja Najasyi, Rahib Bahiro, rahib gurunya Salman Al Farisi dan Waraqah bin Naufal. Mereka semua mengakui kerasulan Nabi Muhammad, karena mendapati adanya nubuat kedatangan beliau dalam Taurat dan Injil. Dalam sejarah gereja awal mereka lebih dikenal sebagai kelompok Unitarian yang dipelopori oleh Arius.

Perhatikan juga cuplikan terjemah Al-Quran berikiut:

"Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri." (QS ‘Ali Imraan 52)

(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: "Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?". Isa menjawab: "Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman". Mereka berkata: "Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu". Isa putera Maryam berdo'a: "Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama". Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia." (QS Al Maaidah 112-115)

Kedua, Nashara yang mempersekutukan Allah, golongan inilah yang di kemudian hari menjadi cikal bakal lahirnya Kristen. Golongan ini disebut Nasrani Trinitarian (Menurut Islam: Musyrik) yang sangat benci dan memusuhi Islam, sesuai dengan firman Allah:

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu sehingga kamu mengikuti agama mereka" (QS Al-Baqarah: 120).

"Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka dapat mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup" (QS Al-Baqarah: 217).

"Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui kebenarannya?" (QS ‘Ali Imran: 70).

Jadi, ajaran Islam dengan tegas menyatakan bahwa Isa Almasih tidak pernah mengajarkan apalagi mendirikan agama Kristen. Kristen yang ada sekarang ini adalah ciptaan Paulus dan sangat jauh bertentangan dengan ajaran sejati Isa Almasih

TINJAUAN ALKITAB
Di dalam Alkitab ditegaskan bahwa para pengikut Isa Almasih hanya berjumlah sedikit karena seperti diketahui, jumlah muridnya hanya 12 orang,

Murid-murid Isa Almasih antara lain Petrus, Andreas,Yakobus, Yohanes, Filipus, Thomas, Bartolomeus, Matius,Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon, Yudas Iskariot diganti Matias (Mat 10:2-4, Kis 1: 15-26)

Di dalam alkitab pun ditegaskan bahaw Isa Almasih  diutus hanya untuk bngsa Israel,  sama persis dengan apa yang dijelaskan di dalam Al-Quran bahwa Isa Almasih  diutus hanya untuk Umat Israel. Hal ini pulalah yang menegaskan bahwa Muslim lebih dekat persahabatannya dengan para Murid Isa Almasih, karena mereka hanya mengajarkan perintah Isa Almasih yang pararel dengan ajaran nabi Muhammad saw, dan persahabatan Islam dan kaum Nashara (hawariyyun) adalah kedekatan aqidah sesuai dengan catatan dalam Matius 4:10. 

Simak kutipan alkitab dibawah ini,

Jawab Isa Almasih: "Aku diutus HANYA kepada domba-domba yang hilang dari Umat Israel." (Matius 15:24 )

"Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena ROH KUDUS MENCEGAH MEREKA UNTUK MEMBERITAKAN INJIL di ASIA." (Kis Rasul 16.6)

Umat Kristen saat ini adalah golongan kedua dan mereka ini adalah para pengikut Paulus (Saulus). Disebut pengikut Paulus sebab Kristen baru lahir ketika Isa Almasih sudah tidak ada di dunia. Pendiri awalnya adalah Paulus dan Barnabas di kota Antiokhia.

Perhatikan apa kata Alkitab berikut ini:

"Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen" (Kisah Para Rasul 11: 25-26).

[Bersambung]



Anda sedang membaca jawaban Islam untuk klaim Kristen tentang ketuhanan 
ISA ALMASIH MENURUT AL-QURAN, HADITS, DAN ALKITAB 
BAGIAN-1  

Simak Juga Bagian:

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12 



Maraji:
1. Terjemah Al-Quran Al-Kariim
2. Alkitab LAI 1999
3. Buku Dialog Santri Pendeta, Masyhud MS, Pustaka Dai
4. Muallaf meluruskan Pendeta, H. Insan L.S. Mokoginta (Wenseslaus), Yay. Muhtadien Jakarta

Sumber: Abu Rifkah | media.isnet.org 

Friday, April 10, 2009

02. Muhammad SAW Lebih Dekat Dengan Isa Almasih Di Dunia Dan Akhirat Friday, April 10, 2009



02. MUHAMMAD SAW LEBIH DEKAT DENGAN ISA ALMASIH
DI DUNIA DAN AKHIRAT


Rasulullah saw bersabda,

أَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ فِي الْأُولَى وَالْآخِرَةِ
"Aku yang lebih dekat dengan Isa putra Maryam di dunia dan di akhirat. Semua nabi-nabi itu bersaudara karena satu keturunan. Ibunya berlainan sedangkan agamanya satu" [HR. Bukhari]



TINJAUAN AL-QURAN
Hadits tersebut menjelaskan bahwa semua nabi dan rasul Allah terhimpun dalam satu tujuan yang sama, yaitu memurnikan aqidah, sehingga dikatakan 'wa diinuhum waahid'. Terbukti dari kitab-kitab Taurat, Mazmur, Injil, dan Al-Quran, semua nabi secara konsisten mengajarkan aqidah yang sama, yaitu Tauhid (mengesakan Allah), dengan penekanan bahwa Tuhan itu Esa, bukan tiga, tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

Di dalam Al-Quran Allah menegaskan,

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya". Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu." (QS ‘Ali-Imran: 81)

Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah: "Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik". Katakanlah (hai orang-orang mu'min): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya." (QS Al-Baqarah: 135-136)

Dengan demikian menjadi jelas bagi kita bahwa bila ditemui pengutipan hadits di atas oleh para misionaris, maksudnya sudah tentu untuk "menyesatkan" pemahaman pembaca agar menafsirkan bahwa Rasulullah memberikan dukungan atas hujjah Kristen, dan seolah-olah Isa Almasih lah satu-satunya orang yang paling mulia di sisi Allah. Sehingga karena demikian pentingnya posisi Isa Almasih, maka nabi Muhammad Saw membonceng namanya dengan mengatakan bahwa beliau adalah orang yang paling dekat dengannya di dunia dan akhirat. Pemikiran seperti ini jelas adalah penyesatan dan pembodohan yang nyata.

TINJAUAN ALKITAB
Umat Islam tidak menolak pernyataan bahwa nabi Muhammad saw adalah nabi yang paling dekat dengan Isa Almasih karena di dalam Alkitab sendiri Isa Almasih meninggalkan wasiat sebagai berikut:

"Jikalau kamu mengasihi aku, kamu akan menuruti segala perintahku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya" (Yohanes 16: 15-16).

Perhatikan juga wasiat Isa Almasih dalam injil Yohanes 16 berikut:

[4] Tetapi semuanya ini kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa aku telah mengatakannya kepadamu. Hal ini tidak kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini aku masih bersama-sama dengan kamu, 
[5] tetapi sekarang aku pergi kepada Dia yang telah mengutus aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-ku: Ke mana engkau pergi? 
[6] Tetapi karena aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita. 
[7] Namun benar yang kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika aku pergi. Sebab jikalau aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau aku pergi, aku akan mengutus dia kepadamu. 
[8] Dan kalau ia datang, ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; 
[9] akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-ku; 
[10] akan kebenaran, karena aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat aku lagi; 
[11] akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. 
[12] Masih banyak hal yang harus kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. 
[13] Tetapi apabila ia datang, yaitu Roh Kebenaran, ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab ia tidak akan berkata-kata dari diri-nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-nya itulah yang akan dikatakan-nya dan ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. [14] Ia akan memuliakan aku, sebab ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya daripadaku.

Ayat-ayat tersebut merupakan isyarat/nubuat akan datangnya seorang rasul lain sepeninggal Isa Almasih yang akan meneruskan risalah dari langit bagi seluruh umat manusia di muka bumi ini, sekaligus pula menjadi nabi terakhir yang penutup para nabi dan rasul Allah. Dan sudah barang tentu yang datang itu adalah orang yang paling dipercaya dan yang paling dekat dengan Isa Almasih. Beliau tidak lain adalah nabi Muhammad saw, bukan Paulus sang pencipta Kristen.

Tepat sekali sabda Isa Almasih itu, sebab satu-satunya nabi yang memuliakan Isa Almasih adalah Nabi Muhammad. Beliaulah satu-satunya yang dimaksud dengan 'seorang penolong yang lain' dan 'Penghibur' serta 'Roh Kebenaran' dalam konteks ayat-ayat di atas.

Keterangan tersebut sejalan dengan wahyu Allah dalam Al-Qur'an berikut ini:

"Dan ingatlah ketika Isa putera Maryam berkata, "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan apa yang sebelumnya dari Taurat, pemberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang sesudahku, namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala ia datang kepada mereka dengan keterangan-keterangan, mereka berkata, "Ini adalah sihir yang nyata" (QS. Ash-Shaff: 6).

Sekarang mari kita uji argumentasi tersebut, siapakah yang lebih dekat dengan Isa Almasih, nabi Muhammad saw beserta umat Islam, atau Paulus beserta umat Kristen?
  • Isa Almasih mengatakan bahwa Tuhan itu Esa (Yohanes 17: 3).
  • Nabi Muhammad juga mengajarkan bahwa Allah itu Esa, tidak beranak dan tidak pula diperanakkan (QS. Al-Ikhlash 112: 1-4).
  • Sedangkan Umat Kristen yang mengikuti ajaran Paulus meyakini bahwa Isa Almasih adalah tuhan (Kisah Para Rasul 2: 36).

Ini berarti ajaran Isa Almasih sangat dekat dengan ajaran nabi Muhammad saw, sedangkan ajaran Paulus, sang pendiri Kristen, sangat bertolak belakang dengan ajaran Isa Almasih .

Dalam Injil Matius 10: 5-6 dan Matius 15: 24 Isa Almasih mengatakan bahwa dia diutus oleh Allah hanya untuk Bani Israel saja. Nabi Muhammad pun mendapat wahyu dari Allah yang diabadikan dalam Al-Qur'an surat Ali-Imraan 49 bahwa misi Isa Almasih khusus dan terbatas hanya untuk Bani Israel saja. Sedangkan Paulus berani menyalahi sabda Isa Almasih dengan menyatakan bahwa ajaran Isa Almasih adalah untuk seluruh dunia (Roma 1: 5).

Dari dua argumen tersebut jelaslah bagi para pencari kebenaran, bahwa tanpa perlu menjadi Kristen sekalipun, hubungan nabi Muhammad dan seluruh umat Islam sebenarnya sangat dekat dengan Isa Almasih, baik di dunia maupun di akhirat. Sedangkan Paulus dan seluruh pengikutnya yang mengaku sebagai umat Kristen bukan saja sangat jauh, bahkan berseberangan dengan ajaran-ajaran pokok Isa Almasih. [Bersambung]



Anda sedang membaca jawaban Islam untuk klaim Kristen tentang ketuhanan 
ISA ALMASIH MENURUT AL-QURAN, HADITS, DAN ALKITAB 
BAGIAN-2  

Simak Juga Bagian:

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12 



Maraji:
1. Terjemah Al-Quran Al-Kariim
2. Alkitab LAI 1999
3. Buku Dialog Santri Pendeta, Masyhud MS, Pustaka Dai
4. Muallaf meluruskan Pendeta, H. Insan L.S. Mokoginta (Wenseslaus), Yay. Muhtadien Jakarta

Sumber: Abu Rifkah | media.isnet.org 

Thursday, April 9, 2009

03. Seseorang Tak Dipandang Beragama Bila Tidak Menegakkan Ajaran Taurat Dan Injil Thursday, April 9, 2009


03. SESEORANG TAK DIPANDANG BERAGAMA 
BILA TIDAK MENEGAKKAN AJARAN TAURAT DAN INJIL


Allah berfirman,

قُلۡ یٰۤاَہۡلَ الۡکِتٰبِ لَسۡتُمۡ عَلٰی شَیۡءٍ حَتّٰی تُقِیۡمُوا التَّوۡرٰىۃَ وَ الۡاِنۡجِیۡلَ وَ مَاۤ اُنۡزِلَ اِلَیۡکُمۡ مِّنۡ رَّبِّکُمۡ

"Katakanlah, "Hai ahli kitab, tidaklah kamu berada atas sesuatu (kebenaran) hingga kamu menegakkan (ajaran-ajaran) Taurat dan Injil." (QS. Al-Maaidah: 68).

TINJAUAN AL-QURAN
Kutipan lengkap teks terjemah ayat tersebut adalah sebagi berikut:

"Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al Qur'an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu" (QS. Al-Maidah: 68).

Oleh para misionaris, ayat tersebut sengaja dimutilasi, alias dikutip hanya penggalannya saja guna menutupi kebenaran yang sesungguhnya dalam upaya mereka mengelabuhi umat Islam awam yang jauh dari pusat informasi Islam.

Demi menunjang kepentingan misi Kristen, yang dicomot hanya bagian awal ayat saja, sedangkan bagian lain yang justru sangat substansial  tidak disertakan karena dorongan motifasi yang amat buruk. Tujuannya jelas, untuk memperdaya umat Islam seolah-olah Al-Qur'an lah yang menyatakan bahwa jika ingin beragama dengan benar, maka umat Islam harus menegakkan ajaran Taurat dan Injil dengan cara menerima dan mengikuti iman Kristen.

Perhatikanlah, kalimat cetak tebal (bold) dalam rangkaian ayat tsb sengaja dipenggal karena sejatinya justru merupakan kritik sangat tajam terhadap iman Kristen. Ini tentu saja sangat tidak disukai. Sebab ayat tersebut menegaskan bahwa ibadah para Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) tidak ada artinya sedikitpun kecuali bila mereka dengan benar menekuni dan mengikuti ajaran Taurat, Injil, dan Al Qur'an. 
Perlu digarisbawahi di sini bahwa yang dimaksud dengan Taurat dan Injil dalam ayat tersebut adalah Taurat dan Injil yang asli sebagaimana yang diturunkan oleh Allah kepada nabi Musa as dan nabi Isa as. Bukan yang oleh para bapa gereja awal dihimpun dalam bundel bernama Bibel atau Alkitab yang kemudian diimani oleh umat Kristen hingga dewasa ini.

Lalu, siapakah sebenarnya yang menegakkan Taurat dan Injil?

Inti ajaran para nabi dan rasul Allah dalam Taurat maupun Injil adalah Aqidah Tauhid. Dengan kata lain, orang yang mengaku sebagai rasul tapi tidak mengajarkan tauhid sudah pasti rasul palsu. Dan orang-orang yang mengikuti ajaran rasul palsu sudah pasti akan tersesat dan kelak akan celaka di neraka. Padahal ajaran Tauhid mudah ditemui baik dalam Taurat, Injil, maupun Al-Qur'an, seperti di antaranya:

Dalam Al-Qur'an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw:

”Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya: "Sembahlah olehmu Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Ankabuut:16)

"Katakan, Dialah Allah Yang Maha Esa" (QS. Al-Ikhlash: 1).

“Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus.” (QS. Az-Zukhruf: 64)

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai 'Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah ?". 'Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib." (QS. Ali-Imraan:116)

(Allah berfirman): "Hai Musa, sesungguhnya, Akulah Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. An-Naml: 9)

TINJAUAN ALKITAB
Dalam hal Tauhid (mengesakan Allah), umat Islam adalah satu-satunya umat yang sangat teguh menegakkan sekaligus ajaran dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Ironisnya, justru umat Kristenlah yang tidak menegakkan Taurat dan Injil, konon pula menegakkan Al-Qur'an? Penyebabnya adalah karena mereka lebih memilih mengikuti ajaran Paulus dan kroninya yang berujung pada penegakan doktrin Trinitas sebagai ganti ajaran Tauhid Isa Almasih

Dalam Kisah Para Rasul 2: 36, Paulus mengajarkan:

"Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Isa Almasih, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus".

Sedangkan Isa Almasih menegaskan bahwa Allah adalah Esa.

"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!" (Ulangan 6: 4).

Sementara kitab Yesaya 45:5 mencatat firman Allah,  

“Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain, kecuali Aku tidak ada Allah".

Ini sesuai dengan ajaran Isa Almasih,

"Jawab Isa Almasih: "Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa" (Markus 12: 29).

"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Jesus Kristus yang telah Engkau utus." (Yohanes 17:3)




Anda sedang membaca jawaban Islam untuk klaim Kristen tentang ketuhanan 
ISA ALMASIH MENURUT AL-QURAN, HADITS, DAN ALKITAB 
BAGIAN-3  

Simak Juga Bagian:

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12 



Maraji:
1. Terjemah Al-Quran Al-Kariim
2. Alkitab LAI 1999
3. Buku Dialog Santri Pendeta, Masyhud MS, Pustaka Dai
4. Muallaf meluruskan Pendeta, H. Insan L.S. Mokoginta (Wenseslaus), Yay. Muhtadien Jakarta

Sumber: Abu Rifkah | media.isnet.org 

Wednesday, April 8, 2009

04. Isa Almasih Wafat Dan Diangkat, Pengikutnya Di Atas Orang Kafir Hingga Hari Kiamat Wednesday, April 8, 2009


04. ISA ALMASIH WAFAT DAN DIANGKAT, 
PENGIKUT ISA ALMASIH DI ATAS ORANG KAFIR HINGGA HARI KIAMAT


Allah berfirman,


اِذۡ قَالَ اللّٰہُ یٰعِیۡسٰۤی اِنِّیۡ مُتَوَفِّیۡکَ وَ رَافِعُکَ اِلَیَّ وَ مُطَہِّرُکَ
 مِنَ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا وَ جَاعِلُ الَّذِیۡنَ اتَّبَعُوۡکَ فَوۡقَ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡۤا اِلٰی یَوۡمِ الۡقِیٰمَۃِ

"(Ingatlah) tatkala Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu, dan mengangkatmu kapada-Ku, dan akan mensucikan engkau dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas mereka yang kafir hingga hari kiamat." (QS. Ali- 'Imraan: 55)


TINJUAN AL-QURAN
Perhatikan baik-baik. Surat Ali-Imran 55 menyebutkan bahwa Allah menjadikan orang-orang yang mengikuti Isa Almasih di atas orang-orang yang kafir hingga hari Kiamat.
Perlu diketahui, bahwa yang dimaksud oleh Al-Quran sebagai orang kafir dalam ayat ini adalah mereka yang meyakini Isa Almasih sebagai tuhan, atau anak tuhan, berdasarkan doktrin Trinitas Kristen. 
Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya,

"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam.” (QS. Al-Maaidah: 17) 

"Sungguh kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih sendiri berkata, "Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya Allah haramkan sorga atasnya, dan tempatnya di neraka, dan tidaklah ada penolong bagi orang-orang yang zalim" (QS. Al-Maaidah: 72).

"Sungguh kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwa Allah itu salah satu dari yang tiga", padahal sekali-sekali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa" (QS. Al-Maaidah:73).

Jadi, pengikut Isa Almasih yang dimaksud oleh ayat ini bukan umat Kristen yang mengaku-ngaku sebagai pengikut beliau padahal sejatinya adalah pengikut sangat setia sang rasul palsu Paulus.

Pengikut Isa Almasih adalah sahabat-sahabat beliau yang dikenal oleh umat islam sebagai kaum Hawariyun, atau yang dikenal oleh umat Kristen sebagai murid-murid Yesus. Derajat kaum inilah yang sudah dijanjikan oleh Allah pasti diangkat dan diletakkan jauh di atas derajat umat Kristen yang meyakini Isa Almasih sebagai tuhan.

Ayat di atas yang menyebutkan kata "Allah akan mewafatkan (mematikan) Isa Almasih " juga menjelaskan bahwa:

Setiap yang diwafatkan (dimatikan) oleh Allah, pasti bukan tuhan. Dan karena Isa Almasih dimatikan oleh Allah, maka sudah pasti beliau bukan tuhan. Jika Isa Almasih adalah tuhan, maka mustahil ada tuhan lain yang sanggup mematikan Isa Almasih yang oleh umat kristen dianggap sebagai tuhan.

Sedangkan kalimat yang menyebutkan kata "Isa Almasih diangkat oleh Allah", menjelaskan bahwa setiap yang diangkat oleh Allah, sudah pasti bukan tuhan. Dan karena Isa Almasih diangkat oleh Allah, maka sudah pasti beliau bukan tuhan.

Adapun kalimat, "Isa Almasih disucikan Allah dari orang-orang kafir" mengisyaratkan dengan amat jelas bahwa setiap yang disucikan oleh Allah sudah pasti bukan tuhan. Dan karena Isa Almasih disucikan oleh Allah, maka tentu saja beliau bukan tuhan.

Dan yang paling menarik dari ayat ini dalam konteksnya dengan angan-angan misionaris Kristen yang mengklaim keselamatan akhirat mereka sudah dijamin oleh Allah berdasarkan ayat-ayat Al-Quran adalah kalimat "Pengikut setia Isa Almasih di atas orang kafir pada hari Kiamat."
Bagaimana mungkin pengikut setia Paulus yang mengaku-ngaku sebagai pengikut Isa Almasih tapi secara terang-terangan menghianati ajaran beliau dengan mengimani doktrin Trinitas yang sangat bertentangan dengan ajaran Tauhid Isa Almasih sendiri -- sehingga dinyatakan sebagai "kafir" oleh Allah -- berharap di hari kiamat kelak derajatnya akan dirtinggikan oleh Allah di atas golongan mereka sendiri?




Anda sedang membaca jawaban Islam untuk klaim Kristen tentang ketuhanan 
ISA ALMASIH MENURUT AL-QURAN, HADITS, DAN ALKITAB 
BAGIAN-4  

Simak Juga Bagian:

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12 



Maraji:
1. Terjemah Al-Quran Al-Kariim
2. Alkitab LAI 1999
3. Buku Dialog Santri Pendeta, Masyhud MS, Pustaka Dai
4. Muallaf meluruskan Pendeta, H. Insan L.S. Mokoginta (Wenseslaus), Yay. Muhtadien Jakarta

Sumber: Abu Rifkah | media.isnet.org 

Tuesday, April 7, 2009

05. Kafir Jika Menolak Isa Almasih Tuesday, April 7, 2009


05. KAFIR JIKA MENOLAK ISA ALMASIH


Allah berfirman, 
وَّ بِکُفۡرِہِمۡ وَ قَوۡلِہِمۡ عَلٰی مَرۡیَمَ بُہۡتَانًا عَظِیۡمًا
"Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina)" (QS. An-Nisaa: 156).

TINJAUAN AL-QURAN
Umat Islam memahami dengan baik bahwa adalah kafir hukumnya jika menolak kenabian semua utusan Allah, termasuk tentu saja kenabian Isa Almasih. Iman umat Islam mengakui bahwa Isa Almasih adalah rasul Allah untuk Bani Israel, dan kitab Injil beliau (bukan Alkitab yang sekarang ini diimani oleh umat Kristen sebagai kitab suci) adalah petunjuk menuju jalan yang lurus dari Allah, khusus bagi Bani Israel saja.

Hanya orang-orang dengan cara pikir jahiliyah saja yang menuduh umat Islam tidak menerima Isa Almasih karena menolak dengan sangat tegas ajakan mengimani beliau sebagai tuhan seperti yang sangat-sangat diharapkan oleh para misonaris Kristen dari masa ke masa.

Islam mewajibkan setiap muslim untuk meyakini dan mengimani kerasulan Isa Almasih akan tetapi menolak tegas doktrin Kristen yang menuhankan beliau. Keyakinan Islam ini sesuai dan konsisten dengan ajaran Isa Almasih sendiri sebagaimana sudah sama-sama kita ketahui; baik dalam Al-Quran maupun dalam Alkitab sendiri tidak ditemui bukti bahwa beliau pernah menyebut-nyebut dirinya sebagai tuhan, atau penjelmaan tuhan, atau anak tuhan. Masing-masing kitab ini sama-sama pula membuktikan bahwa beliau juga tidak pernah meminta siapa pun untuk menyembah dirinya kecuali mengikutinya untuk hanya menyembah Allah Yang Esa semata.
  • Al-Qur'an menyatakan bahwa barangsiapa menuhankan Isa Almasih adalah kafir. (lihat lagi QS. Al-Maaidah 17, 72-73). Dan karena para misionaris Kristen meyakini bahwa Isa Almasih adalah tuhan, maka mereka dan semua umat Kristen, khususnya kaum Trinitarian, adalah kafir.
  • Sedangkan Al-Quran pula yang menegaskan bahwa kelak semua orang Kafir akan dicampakkan ke Neraka Jahannam (lihat QS. Al-Bayyinah: 6).
  • Demikian halnya dengan umat Yahudi pada masa kerasulan Isa almasih, kafirlah mereka yang menolak kenabian Isa almasih seperti yang dilakukan oleh umat Yahudi dengan menuduh Isa Almasih sebagai anak hasil perbuatan zinah (lihat QS. Maryam: 27) 

Surat An-Nisaa 156 di atas ditujukan kepada orang-orang yang menuduh Maryam, ibunda Isa Almasih, telah berzina karena didapati hamil sebelum menikah dengan Yusuf. Terhadap para penuduh inilah Al-Quran menyatakan semua pelakunya sebagai kafir. Konteks ayat di atas jelas ditujukan kepada umat Yahudi pada masa itu. Bukan kepada bangsa atau umat lain, terutama umat Islam dewasa ini yang dengan amat tegas menolak ajakan para misionaris untuk menuhankan Isa Almasih !

TINJAUAN ALKITAB
Iman Kristen mengajarkan bahwa barangsiapa mati di tiang salib adalah manusia terkutuk. Menurut iman Kristen sendiri, ini berarti penghinaan terhadap Isa Almasih sebagaimana ditulis oleh Paulus dalam suratnya kepada jemaat Galatia, 

"Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" (Galatia 3: 13).

Sementara dalam suratnya kepada jemaat Roma, Paulus menulis,

" .. dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitannya dari antara orang mati, bahwa ia adalah anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita." (Roma 1:4)

Sedangkan injil Yohanes mencatat ucapan penting Isa Almasih yang menegaskan bahwa barangsiapa percaya kepada yang mengutus beliau -- yaitu Allah -- sebagai satu-satunya Tuhan, niscaya akan selamat dari siksa neraka,

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanku dan percaya kepada Dia yang mengutus aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.(Yohanes 5:24).

Dan Paulus membenarkannya dengan menulis pula kepada jemaat Korintus sbb:

" .. dan tidak ada Allah lain dari pada Allah Yang Esa." (1 Korintus 8:4b )
" .. bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari padaNya berasal segala sesuatu yang untuk Dia kita hidup." (1 Korintus 8:6)

Ini jelas merupakan pernyataan Paulus yang saling kontradiktif antara satu sama lain sebab telah membedakan makna Tuhan dan Allah yang sejatinya adalah deiti yang sama dalam ajaran Tauhid Isa Almasih, dan celakanya, diamini oleh seluruh pengikutnya sebagai sebuah kebenaran.

Pada awalnya penyimpangan ajaran ini boleh jadi karena kuatnya dorongan mengkultuskan sosok Isa Almasih , tetapi kemudian terlanjur menjadi doktrin yang menyatakan bahwa beliau adalah Tuhan dan Allah sendiri. Akibatnya, walaupun dalam ayat-ayat Alkitab di atas ditegaskan bahwa hanya ada satu tuhan yaitu Allah, namun dewasa ini pengikut Paulus demikian kuat menyakini Isa Almasih sebagai Allah. [Bersambung]



Anda sedang membaca jawaban Islam untuk klaim Kristen tentang ketuhanan 
ISA ALMASIH MENURUT AL-QURAN, HADITS, DAN ALKITAB 
BAGIAN-5  

Simak Juga Bagian:

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12 



Maraji:
1. Terjemah Al-Quran Al-Kariim
2. Alkitab LAI 1999
3. Buku Dialog Santri Pendeta, Masyhud MS, Pustaka Dai
4. Muallaf meluruskan Pendeta, H. Insan L.S. Mokoginta (Wenseslaus), Yay. Muhtadien Jakarta

Sumber: Abu Rifkah | media.isnet.org 

Monday, April 6, 2009

06. Isa Almasih Suci Tak Berdosa Monday, April 6, 2009


06. ISA ALMASIH SUCI TAK BERDOSA



ISA ALMASIH LAKI-LAKI SUCI
قَالَ اِنَّمَاۤ اَنَا رَسُوۡلُ رَبِّکِ ٭ۖ لِاَہَبَ لَکِ غُلٰمًا زَکِیًّا
"(Jibril) berkata, "Aku hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberikan kepadamu seorang anak laki-laki yang suci" (QS. Maryam: 19).

ISA ALMASIH TAK DISENTUH SETAN

يَقُولُ مَا مِنْ بَنِي آدَمَ مَوْلُودٌ إِلَّا يَمَسُّهُ الشَّيْطَانُ حِينَ يُولَدُ فَيَسْتَهِلُّ
"Setiap anak Adam yang baru lahir, disentuh oleh setan ketika lahirnya itu, lalu ia memekik menangis karenanya, kecuali Maryam dan anaknya" [HR. Bukhari No. 1493].

TINJAUAN AL-QURAN
Pernyataan Al-Qur'an bahwa Isa Almasih adalah manusia suci ini membuktikan bahwa adalah sangat pantas bila nabi Muhammad sangat memuliakan beliau pada proporsi yang wajar sesuai dengan perintah yang beliau terima dari Allah. Dan karena Al-Qur'an menyatakan demikian, maka umat Islam meyakini apa adanya sesuai dengan apa yang tertulis dalam Kitab Suci.

Perhatikan terjemah Al-Quran berikut ini,

Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami [901] kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa". Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci". Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!". Jibril berkata: "Demikianlah". Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan".Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. (QS Maryam: 16-22)

TINJAUAN ALKITAB
Pernyataan Al-Qur'an yang memuliakan Isa Almasih dengan mengatakan bahwa beliau adalah nabi yang suci dan tidak berdosa adalah sebuah hal yang lazim karena Islam mengajarkan bahwa semua nabi Allah -- jadi bukan hanya Isa Almasih seorang saja -- memang memiliki sifat-sifat maksum yang terhindar dari dosa. Sedangkan sebaliknya Alkitab, kitab suci umat Kristen, menggambarkan sosok beliau sebagai figur yang sangat buruk, tidak suci, pernah berbuat dosa, emosional, idiot, tidak becus meramal, dan lain sebagainya.

Perhatikan ayat-ayat alkitab berikut ini:

1. Isa Almasih bukan manusia suci, 
  • Isa Almasih menolak disebut sebagai orang yang baik
"Jawab Isa Almasih : "Mengapa kamu katakan aku baik? Tak seorang pun yang baik selain daripada Allah saja" (Markus 10: 18).
  • Isa Almasih keturunan pezinah
Silsilah Isa Almasih dalam Injil Matius menceritakan bahwa Isa Almasih adalah keturunan dari Daud, Yahuda, Tamar, Peres, Salomo dan seterusnya.

Inilah silsilah Isa Almasih, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,  Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,  Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, 6 Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria. (Matius 1: 1-6).

Padahal menurut alkitab;  Daud, Yahuda, Tamar, Peres dan Salomo adalah tokoh-tokoh bejat moral!

Daud Nabi bejat dan jahat dalam Kitab 2Samuel 11: 1-27:
Daud mengintip Batsyeba, isteri orang yang sedang mandi, lalu tertarik dengan keelokan rupanya. Kemudian Daud berzinah dengan Batsyeba sampai hamil. Karena takut ketahuan suaminya, maka Daud menyusun rekayasa untuk membunuh suami Batsyeba. Setelah suaminya meninggal, maka Batsyeba diboyong oleh Daud ke istana untuk menjadi permaisurinya. Tindakan Daud dikatakan jahat di hadapan Tuhan pada ujung ayat 27: "Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN".

Skandal Yehuda dengan menantunya dalam Kitab Kejadian 38: 16-30:
Yehuda berselingkuh dengan Tamar, menantunya sampai mengandung dan melahirkan Peres. Jadi, Peres adalah anak jadah/anak hasil perzinahan mertua dan menantu. Peres inilah yang menurunkan Daud. (Ruth 4: 18-22).

Dalam Kitab Yesaya 14: 20 disebutkan: "Anak cucu orang yang berbuat jahat tidak akan disebut-sebut untuk selama-lamanya".

Dengan demikian, maka menurut Alkitab Isa Almasih adalah keturunan orang-orang bejat dan terlibat skandal mesum yang tidak boleh disebut-sebut namanya. Karena itulah kemudian Al-Qur'an datang untuk membersihkan reputasi Isa Almasih dari pelecehan dalam kitab suci umat Kristen yang kotor!

2. Menurut Alkitab,  Isa Almasih berdosa karena berlaku tidak sopan kepada ibunya
"Ketika Isa Almasih masih berbicara dengan orang banyak itu, ibunya dan saudara-saudaranya berdiri di luar dan berusaha menemui dia. Maka seorang berkata kepadanya: "Lihatlah, ibumu dan saudara-saudaramu ada di luar dan berusaha menemui engkau". Tetapi jawab Isa Almasih kepada orang yang menyampaikan berita itu kepadanya: "Siapa ibuku? Dan siapa saudara-saudaraku?" Lalu katanya, sambil menunjuk ke arah murid-muridnya: "Ini ibuku dan saudara-saudaraku! Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapaku di sorga, dialah saudaraku laki-laki, dialah saudaraku perempuan, dialah ibuku" (Matius 12: 46-50).

3. Menurut Alkitab  Isa Almasih disentuh, dicobai dan dibuat mainan oleh setan
"Maka Isa Almasih dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Isa Almasih . Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepadanya: "Jika engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti". Tetapi Isa Almasih menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah". Kemudian Iblis membawa Isa Almasih ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepadanya: "Jika engkau Anak Allah, jatuhkanlah dirimu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikatnya dan mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu". Isa Almasih berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" Dan Iblis membawanya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya." (Matius 4: 1-8, bandingkan: Markus 1: 13; Lukas 4: 1-13).

Perhatikan ayat-ayat di atas. Diceritakan bagaimana Isa Almasih dibawa-bawa oleh iblis. Ini membuktikan bahwa Isa Almasih bukan hanya disentuh, tapi malah ditenteng kesana kemari oleh iblis. Tidakkah ini keterlaluan? Ini adalah pelecehan terhadap kesucian beliau sebagaimana klaim misionaris Kristen sendiri dengan mengemis ayat-ayat Al-Quran! Sungguh tragis! Kitabnya sendiri tidak memuliakan sang nabi, sehingga demi ambisi gerejanya, para penjaja iman amburadul ini tidak tahu malu mengemis kesucian "tuhan kristen" dari kitab umat Islam yang justru sangat tegas menolak doktrin ketuhanannya!

4. Menurut Alkitab, ramalan Isa Almasih meleset
Isa Almasih berkata di sebuah bukit bahwa dia dan kerajaan sorga akan datang sebelum orang yang hadir di situ selesai mengunjungi kota Israel. Ternyata ramalan ini meleset. Sebab sampai saat ini sudah banyak orang yang selesai mengunjungi kota-kota Israel, tapi Isa Almasih belum datang juga."Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang" (Matius 10: 23; bdk: Matius 16: 28 & Lukas 9: 27).

5. Menurut Alkitab, Isa Almasih idiot dan emosional
Keesokan harinya sesudah Isa Almasih dan kedua belas muridnya meninggalkan Betania, Isa Almasih merasa lapar.  Dan dari jauh ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu ia tiba di situ, ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka katanya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-muridnya pun mendengarnya. Pagi-pagi ketika Isa Almasih dan murid-muridnya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Isa Almasih : "Rabi, lihatlah, pohon ara yang kau kutuk itu sudah kering" (Markus 11: 12-14, 20-21).

Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa Isa Almasih adalah seorang idiot yang tidak mengenal musim karena menginginkan buah ara ketika musim berbuah belum tiba. Selain itu, Isa Almasih juga digambarkan sebagai sosok pemarah dan emosional. Pohon ara yang tidak bersalah dikutuk hingga mati kering-kerontang. Apa dosa pohon ara? Apakah pohon ara bersalah karena tidak berbuah di luar musimnya? Siapa yang seharusnya dianggap berdosa dalam hal ini?

Masih banyak lagi perilaku berdosa Isa Almasih menurut alkitab yang dapat sama-sama kita simak, misalnya di sini.

Jika nabi Muhammad saw memuliakan Isa Almasih sebagai nabi suci yang tidak tersentuh setan, itu lebih karena kehendak Allah, bukan karena menganggap beliau sebagai tuhan seperti angan-angan umat Kristen.

Dalam literatur Islam dikenal sebuah kisah perumpamaan yang menceritakan bahwa setan akan segera lari tunggang langgang begitu melihat bayangan Umar Ibn Khattab saja. Hal ini disebabkan oleh kepatuhan sahabat nabi Muhammad saw ini pada perintah Allah melalui Rasul-Nya.

Akan tetapi dalam Alkitab, diceritakan bahwa Isa Almasih -- yang oleh pengikut Paulus diyakini sepenuhnya sebagai tuhan -- tidak hanya disentuh setan, tapi justru "dicengkeweng" seperti anak kucing, lalu dibawa kesana kemari, dicobai dan dipermainkan oleh setan, sehingga dari informasi alkitab di atas menjadi jelas bahwa ajaran Islamlah yang memuliakan Isa Almasih lebih dari semua ajaran Kristen!

Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur'an menempatkan Isa Almasih dan ibundanya, Maryam, pada posisi yang sesuai dengan fitrah kemanusiaan mereka. Karenanya umat Islam tidak harus terkecoh oleh propaganda licik dan konyol para misionaris yang coba menggunakan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits guna mendukung carut marutnya kandungan kitab mereka dalam upaya tiada henti coba memperdaya umat Islam agar menerima doktrin konyol ketuhanan Isa Almasih.

Pengalaman berinteraksi dengan para misionaris jenis ini telah membuktikan kepada kita bahwa sekarang ini alkitab sudah tidak mampu lagi memberikan argumen "masuk akal" untuk membela kebenaran doktrin-doktrin Kristen. Itulah sebabnya kenapa mereka menggunakan cara-cara licik dan buruk seperti di atas untuk mengelabui umat Islam awam dalam misi Kristen mereka. [Bersambung]



Anda sedang membaca jawaban Islam untuk klaim Kristen tentang ketuhanan 
ISA ALMASIH MENURUT AL-QURAN, HADITS, DAN ALKITAB 
BAGIAN-6  

Simak Juga Bagian:

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12 



Maraji:
1. Terjemah Al-Quran Al-Kariim
2. Alkitab LAI 1999
3. Buku Dialog Santri Pendeta, Masyhud MS, Pustaka Dai
4. Muallaf meluruskan Pendeta, H. Insan L.S. Mokoginta (Wenseslaus), Yay. Muhtadien Jakarta

Sumber: Abu Rifkah | media.isnet.org 

Sunday, April 5, 2009

07. Hanya Allah SWT Pencipta Makhluk Hidup Sunday, April 5, 2009


07. HANYA ALLAH SWT PENCIPTA MAKHLUK HIDUP


Firman Allah,

اِنَّ الَّذِیۡنَ تَدۡعُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰہِ لَنۡ یَّخۡلُقُوۡا ذُبَابًا وَّ لَوِ اجۡتَمَعُوۡا لَہٗ
"Sesungguhnya yang kamu seru selain Allah, mereka tidak sekali kali dapat membuat lalat walaupun mereka berhimpun untuk itu" (QS. Al-Hajj: 73).


08. ISA ALMASIH MENCIPTA MAHLUK HIDUP

Firman Allah,

اَنِّیۡۤ اَخۡلُقُ لَکُمۡ مِّنَ الطِّیۡنِ کَہَیۡـَٔۃِ الطَّیۡرِ فَاَنۡفُخُ فِیۡہِ فَیَکُوۡنُ طَیۡرًۢا
"Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu bahwa aku membuat untukmu dari tanah berbentuk burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi burung" (QS. Ali-'Imraan: 49).

TINJAUAN AL-QURAN
Penafsiran sesat yang mencampur-adukkan kuasa Allah yang menunjukkan mukjizat-Nya melalui tangan utusan-Nya ini adalah bukti betapa buruknya tauladan dari Paulus yang mengajarkan kepada pengikutnya untuk "berlaku licik seperti ular dan halus seperti merpati."

Ayat Al-Qur'an diperalat untuk memperdaya pembaca awam agar terkecoh dan percaya bahwa Al-Quran sendiri yang menjelaskan bahwa Isa Almasih adalah Tuhan karena mampu mencipta burung dari tanah. Namun fakta bahwa beliau berkata, "itu adalah tanda dari Tuhanmu" dikesampingkan. Ini tentu dimaksudkan agar perhatian pembaca awam terpusat pada "kebenaran" dogma Kristen yang menyatakan bahwa Isa Almasih adalah Tuhan. Dengan menampilkan 2 ayat di atas, sang penulis berupaya menggiring pemikiran pembaca kepada kesimpulan bahwa Isa Almasih adalah Penjelmaan Tuhan.

Menurutnya, surat Al-Hajj 73 menyatakan bahwa hanya Allah yang berkuasa menciptakan makhluk hidup, tidak ada yang lainnya. Sedangkan menurut surat Ali-Imran 49, Isa Almasih mampu mencipta burung hidup dari tanah liat. Dengan demikian, dia mengajak pembaca untuk secara dangkal menyimpulkan bahwa Allah adalah Isa Almasih dan Isa Almasih  adalah Allah.

Berbekal filosofi ular dan merpati ajaran Paulus tsb, lagi-lagi ayat Al-Quran dimutilasi. Surat Al-Hajj 73 tidak dimuat secara utuh agar terkesan seolah-olah Isa Almasih memang benar-benar menciptakan burung hidup dari tanah liat sebagai bukti bahwa beliau identik dengan Allah. Padahal surat Ali-Imraan 49 tidak berhenti hanya  sampai di situ, melainkan masih ada kelanjutannya yang sengaja disembunyikan karena tidak sesuai dengan misi mereka. Justru pada bagian yang disembunyikan itulah terletak pesan terpentingnya, yaitu segala mukjizat yang ditunjukkan oleh Isa Almasih semata-mata karena izin Allah!

Teks terjemah selengkapnya adalah sebagai berikut:
"Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, bahwa aku membuat untukmu dari tanah berbentuk burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi burung dengan izin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta dan yang berpenyakit lepra, dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah" (QS. Ali -Imran: 49).
Kata "dengan izin Allah" dalam ayat tsb menunjukkan bahwa mukjizat Isa Almasih adalah atas karunia Allah. Tanpa izin Allah, Isa Almasih tidak mampu berbuat apa-apa. Kata kunci yang berharga tersebut sengaja dihilangkan bukan karena ketidaktahuan, melainkan kesengajaan untuk menutupi kebenaran dengan cara memanipulasi makna ayat yang sesungguhnya.

Kata "dengan izin Allah" juga menunjukkan secara jelas bahwa Isa Almasih bukanlah Allah. Sebab dalam hal menghidupkan burung dari tanah liat tsb, beliau mendapat izin dari Allah sehingga Allah berkenan menunjukkan kuasa-Nya melalui tangan Isa Almasih . Oleh karena itu, menjadi amat jelas bagi kita bahwa Isa Almasih bukan Allah!

TINJAUAN ALKITAB
Di dalam alkitab tidak ditemui satu ayat pun yang membuktikan bahwa Isa Almasih pernah bersabda semisal: "Akulah Allah, sembahlah aku". Tidak ada! Yang kita temui justru sebaliknya, banyak sekali bukti-bukti ucapan Isa Almasih sendiri bahwa beliau adalah anak manusia yang senatiasa mengajak pengikutnya untuk menyembah Allah, satu-satunya Tuhan yang disembahnya.

Segala perbuatan Isa Almasih ditentukan oleh Tuhan,

"Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri. Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar, dan penghakimanku adil, sebab aku tidak menuruti kehendakku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku" (Yohanes 5: 30).

Isa Almasih bersyukur kepada Tuhan,

"Pada waktu itu berkatalah Isa Almasih : "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu" (Matius 11: 25).

Isa Almasih lebih kecil dari Tuhan,

"Kamu telah mendengar, bahwa aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi aku, kamu tentu akan bersukacita karena aku pergi kepada Bapaku, sebab Bapa lebih besar dari pada aku" (Yohanes 14: 28).

Isa Almasih pergi menghadap Tuhan,

"... katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."" (Yohanes 16: 5).
Segala perbuatan Isa Almasih ditentukan oleh Tuhan, Isa Almasih bersyukur kepada Tuhan, Isa Almasih lebih kecil daripada Tuhan dan Isa Almasih pergi menghadap Tuhan. Hal ini jelas menunjukkan bahwa Isa Almasih bukan Tuhan, Isa Almasih tidak sama dengan Tuhan dan bukan satu pribadi dengan Tuhan.
Lalu bagaimana dengan segala mukjizat yang ditunjukkan oleh Isa Almasih dalam alkitab? Bukankah itu merupakan bukti nyata dari keilahiannya?

Ini adalah bagian paling menyedihkan dari klaim umat Kristen yang masih mengira segala mukjizat Isa Almasih yang diceritakan oleh injil-injil kanonik dalam kitab mereka adalah bukti ketuhanan beliau.

Kenapa?
Karena sama seperti penjelasan Al-Quran di atas, dalam Kisah Para Rasul 2:22, Petrus, salahsatu murid Isa Almasih, juga menegaskan bahwa segala mukjizat yang diperlihatkan melalui tangan Isa Almasih itu sejatinya bukan kuasa dari dirinya sendiri melainkan atas izin Allah!
Perhatikan baik-baik pernyataan Petrus dan catatan Yohanes berikut ini,


Tidak perlu harus menjadi Sarjana Teologi dengan mengorbankan waktu sampai bertahun-tahun di Sekolah Tinggi Teologi, adik-adik kita yang masih belajar membaca di Sekolah Dasar sekalipun akan mengerti dengan sempurna bahwa keterangan Petrus dalam Kisah Para Rasul 2:22 dan pengakuan Isa Almasih sendiri sebagaimana dicatat dalam Yohanes 5:30 sudah menjelaskan dengan sendirinya bahwa Isa Almasih tidak secuilpun mampu bermukjizat dari dirinya sendiri!

Wallahu 'alam bisyawwab
[Bersambung]


Anda sedang membaca jawaban Islam untuk klaim Kristen tentang ketuhanan 
ISA ALMASIH MENURUT AL-QURAN, HADITS, DAN ALKITAB 
BAGIAN-7  

Simak Juga Bagian:

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12 



Maraji:
1. Terjemah Al-Quran Al-Kariim
2. Alkitab LAI 1999
3. Buku Dialog Santri Pendeta, Masyhud MS, Pustaka Dai
4. Muallaf meluruskan Pendeta, H. Insan L.S. Mokoginta (Wenseslaus), Yay. Muhtadien Jakarta

Sumber: Abu Rifkah | media.isnet.org 

Saturday, April 4, 2009

08. Isa Almasih Mengetahui Hari Kiamat Dan Dialah Jalan Yang Lurus Saturday, April 4, 2009


09. HANYA ALLAH SWT YANG MENGETAHUI HARI KIAMAT


Firman Allah,
اِنَّ اللّٰہَ عِنۡدَہٗ عِلۡمُ السَّاعَۃِ ۚ وَ یُنَزِّلُ الۡغَیۡثَ ۚ
"Sesungguhnya Allah, di sisi-Nya ilmu (tentang) kiamat,..." (QS. Luqmaan: 34).


10. ISA ALMASIH MENGETAHUI HARI KIAMAT 
DAN ISA ALMASIH ADALAH JALAN YANG LURUS


Firman Allah,
اِہۡدِ نَا الصِّرَاطَ الۡمُسۡتَقِیۡمَ ۙ
"Tunjukkanlah kami jalan yang lurus" (QS. Al-Faatihah: 6).


وَ اِنَّہٗ لَعِلۡمٌ لِّلسَّاعَۃِ فَلَا تَمۡتَرُنَّ بِہَا وَ اتَّبِعُوۡنِ ؕ ہٰذَا صِرَاطٌ مُّسۡتَقِیۡمٌ
"Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat, karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutlah aku itulah jalan yang lurus" (QS. Az-Zukhruuf: 61).

TINJAUAN AL-QURAN
Surat Luqmaan 34 yang menegaskan bahwa hanya Allah saja yang mengetahui Hari Kiamat tidak ada yang perlu dipersoalkan, sebab Kiamat adalah hal ghaib (tidak diketahui) sedangkan segala kunci tentang hal-hal ghaib -- termasuk Kiamat --  hanya Allah saja yang mengetahunya, tidak ada yang lain. Ini  sesuai dengan firman Allah lainnya, seperti di antaranya disebutkan dalam surat Al-An'am,

وعنده مفاتح الغيب لا يعلمها إلا هو ويعلم ما في البر والبحر وما تسقط من ورقة إلا يعلمها ولا حبة في ظلمات الأرض ولا رطب ولا يابس إلا في كتاب مبين
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).” (QS. Al-An’am: 59)

Yang menjadi masalah adalah pemuatan ayat Al-Fatihah:6 di atas yang bagi para pencari ilmu mudah ditengarai dimaksudkan sebagai prolog untuk menyelewengkan makna hakiki dari ayat berikutnya, yaitu Az-Zukhruuf: 61. Si penulis berusaha memperdaya pembaca Muslim, terutama yang  awam, agar terkecoh memahaminya sebagai bukti bahwa Isa Almasih mengetahui hal-hal terkait Hari Kiamat.

Dalam surat Luqmaan 34 disebutkan bahwa hanya Allah saja yang mengetahui kapan terjadinya Kiamat. Sedangkan dalam surat Az-Zukhruuf 61 disebutkan juga bahwa Isa Almasih memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat. Maka para misionaris Kristen berkesimpulan bahwa Isa Almasih dan Allah adalah entitas yang sama. 

"Gagal paham" ini dilanjutkan pada bagian akhir kalimat, "ikutlah aku, inilah jalan yang lurus" yang dianggap sebagai ucapan Isa Almasih sendiri yang menyatakan bahwa dirinyalah  "jalan yang lurus" itu. Kata "aku" pada ayat tersebut, sengaja mereka robah dengan menggunakan huruf kecil semua agar dipahami oleh pembaca sebagai kata ganti diri Isa Almasih. Padahal sesungguhnya teks asli terjemah ayat tsb menggunakan huruf A-Kapital, sebagai kata ganti diri Allah. 

Perhatikan terjemah lengkap ayat yang sebenarnya:

"Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus." (Az-Zukhruuf 61)

Ini dipertegas lagi oleh Isa Almasih sendiri pada ayat-ayat selanjutnya, masih dalam surat yang sama, bahwa yang dimaksud sebagai "jalan yang lurus" itu sejatinya bukan Isa Almasih, melainkan hanya Allah semata!

اِنَّ اللّٰہَ ہُوَ رَبِّیۡ وَ رَبُّکُمۡ فَاعۡبُدُوۡہُ ؕ ہٰذَا صِرَاطٌ مُّسۡتَقِیۡمٌ
"Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus." (QS. Az-Zukhruf: 64)

Dengan demikian menjadi jelas bagi kita semua bahwa sedikit keterangan di atas membuktikan bahwa makna yang benar dari ekspose "gagal paham" ayat-ayat Al-Quran di atas adalah:
  1. Hanya Allah yang mengetahui segala sesuatu tentang Kiamat,
  2. Pengetahuan Isa Almasih tentang Kiamat bukan alasan untuk menjadikan dirinya sebagai Allah (lihat penjelasannya di sini)
  3. Isa Almasih bukan "jalan yang lurus" seperti anggapan para misionaris Kristen,
  4. Jalan lurus yang sesungguhnya adalah Allah, tidak ada yang lain

 TINJAUAN ALKITAB
Rudapaksa terjemah ayat-ayat Al-Quran di atas sesungguhnya merupakan upaya menyedihkan dari para penjaja iman Kristen yang berusaha mencocok-cocokkan keyakinan mereka pada doktrin gereja bahwa Isa Almasih mengetahui kapan terjadinya hari Kiamat. Padahal kitabnya sendiri sangat jelas menyebutkan bahwa Isa Almasih benar-benar tidak tahu kapan terjadinya Kiamat.

Perhatikan pengakuannya yang tercatat dalam injil Matius dan injil Markus berikut ini.

"Tetapi tentang Hari dan Saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri." (Matius 24: 36 dan Markus 13: 32).

Secara implisit, pernyataan Isa Almasih dalam injil Matius dan injil Markus ini sesunmgguhnya pararel dengan apa yang diucapkannya dalam QS. Az-Zukhruf di atas. [Bersambung]



Anda sedang membaca jawaban Islam untuk klaim Kristen tentang ketuhanan 
ISA ALMASIH MENURUT AL-QURAN, HADITS, DAN ALKITAB 
BAGIAN-8  

Simak Juga Bagian:

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12 



Maraji:
1. Terjemah Al-Quran Al-Kariim
2. Alkitab LAI 1999
3. Buku Dialog Santri Pendeta, Masyhud MS, Pustaka Dai
4. Muallaf meluruskan Pendeta, H. Insan L.S. Mokoginta (Wenseslaus), Yay. Muhtadien Jakarta

Sumber: Abu Rifkah | media.isnet.org 

Friday, April 3, 2009

09. Isa Almasih Adalah Ruh Allah SWT Dan Berkuasa Atas Alam Semesta Friday, April 3, 2009


11. ISA ALMASIH ADALAH RUH ALLAH SWT
DAN BERKUASA ATAS ALAM SEMESTA



Firman Allah,


وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِنْ رُوحِنَا وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا آيَةً لِلْعَالَمِينَ

"Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam." (QS. Al-Anbiya: 91).


TINJAUAN AL-QURAN
Di mata Muslim terpelajar, penulis ini tampak demikian bodoh, terutama karena tanpa bekal ilmu yang cukup seenak perutnya sendiri secara serampangan menafsirkan ayat Al-Quran di atas agar sesuai dengan doktrin Kristen. 

Kalimat "Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kam" pada rangkaian ayat di atas diotak-atik gathuk, lalu diklaimnya sebagai dalil Al-Quran bahwa ruh yang ditiupkan ke raga jabang bayi Isa Almasih melalui rahim ibundanya adalah ruh Allah -- atau menurut iman Kristen, adalah Allah yang Ruh itu sendri  -- yang kemudian menjelma menjadi manusia. Dengan pemahaman luar biasa dangkal ini kemudian dia menyimpulkan sendiri bahwa "Isa Almasih berkuasa atas alam semesta" mengikuti alur pemikiran Kristen di kepalanya bahwa yang masuk ke dalam raga Isa Almasih adalah Allah.

Padahal maksud ayat tersebut sama sekali bukan demikian, melainkan pemberitahuan kepada kita bahwa ruh yang ada dalam tubuh Isa Almasih adalah ruh ciptaan dan pemberian dari Allah. Dan karena Isa Almasih menerima pemberian ruh ciptaan Allah, maka sangat jelas artinya bahwa beliau bukan Allah.

Sedangkan kalimat, "Kami jadikan dia (Maryam) bersama puteranya sebagai bukti (kekuasaan Allah) bagi semesta alam" dalam ayat tsb adalah penegasan Allah kepada seluruh makhluk, terutama kepada umat manusia, bahwa penciptaan Isa Almasih di dalam rahim ibundanya tanpa melalui proses biologis yang lazim antara sepasang suami-isteri adalah salahsatu bukti dari kekuasaan-Nya yang tanpa batas sebagaimana DIA menciptakan Adam yang  juga tanpa melalui proses biologis yang lazim. Ini adalah hal mudah bagi-Nya seperti disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Maryam sebelum meniupkan ruh dari Allah ke dalam rahim ibu kandung Isa Almasih itu,

Jibril berkata: “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku, dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami, dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan." (QS. Maryam: 21)     

Selanjutnya, perhatikanlah saling keterkaitan antara firman-firman Allah berikut ini:

"Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia." (QS. Ali-Imran: 59)

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama," (QS Al-Hijr: 27-29)

" .. dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang ta'at." (QS At-Tahrim: 12)

Karena Isa Almasih adalah manusia ciptaan Allah, sekalipun beliau kemudian diangkat oleh Allah menjadi seorang nabi, namun Isa Almasih tidak memiliki kuasa apapun atas alam semesta. Setiap manusia memiliki ruh (dari) Allah, sehingga pada hakekatnya Isa Almasih tidak berbeda dengan kita semua, yaitu manusia biasa yang segala aspek kehidupannya bergantung sepenuhnya pada  takdir yang ditetapkan oleh Allah. Yang membedakan kita dengan Adam dan Isa Almasih secara lahiriah adalah proses penciptaannya saja.

TINJAUAN ALKITAB
Tentang ruh Allah ini alkitab juga menjelaskan hal yang sama, bahwa Allah adalah pencipta sekaligus pemilik dari bermilyar-milyar Ruh yang sebagian di antaranya berdiam dalam diri setiap manusia termasuk, tentu saja, dalam diri Isa Almasih!

Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja." (Kejadian 6:3)
Perhatikan kata "Roh-Ku" dalam Kejadian 6:3 di atas. Firman Allah tsb mengindikasikan dengan sangat jelas bahwa Ruh yang berdiam di dalam diri setiap manusia adalah Roh (ciptaan) Allah. Ini dengan sendirinya menjelaskan pula bahwa Roh yang ada di dalam diri Isa Almasih tidak berbeda dengan Roh yang ada dalam diri setiap manusia lainnya.
Artinya, kapanpun kita bicara tentang Ruh Isa Almasih, atau yang diklaim oleh umat Kristen sebagai Yesus Kristus yang juga manusia, sesungguhnya sama sekali tidak ada hal yang istimewa. Sebab baik Al-Quran maupun alkitab sama-sama menjelaskan bahwa Ruh beliau tidak berbeda dengan Ruh kita semua yang sama-sama adalah Ruh milik Allah!

Sedangkan klaim menggelikan para misionaris Kristen tentang "Isa Almasih berkuasa atas alam semesta" sesungguhnya menyalahi natur Isa Almasih sendiri. Jangankan berkuasa atas alam semesta, sedangkan atas dirinya sendiri saja Isa Almasih tidak memiliki kuasa apa-apa sebagaimana ditunjukan oleh alkitab ketika beliau lapar, ketika menghadapi dzalimnya penguasa Romawi. Bahkan masih menurut alkitab, Isa Almasih sedemikian lemahnya sehingga mudah saja dipermainkan oleh iblis, dicobai dan dibawa kesana kemari tanpa sedikitpun mampu melawan kecuali terus menerus "ngeles" tiap kali ditantang oleh iblis untuk membuktikan keilahiannya sebagai "anak Allah" atau Allah itu sendiri. Kelemahan Isa Almasih ini akhirnya membuat Iblis pun merasa bosan sehingga kemudian meninggalkannya begitu saja.

Puncaknya adalah pada rangkaian peristiwa penangkapan hingga penyaliban yang diyakini oleh umat Kristen benar-benar terjadi atas diri Isa Almasih (lihat detilnya di sini). Apa yang tersurat dalam alkitab benar-benar sangat keras menabrak frontal klaim menggelikan di atas! Alkitab menggambarkan betapa lemahnya Isa Almasih dalam kodratnya sebagai anak manusia biasa!

Lagi pula, tokh Isa Almasih sendiri sudah sejak "pada mulanya" mengaku bahwa dirinya tidak mampu berbuat apapun tanpa kuasa Allah!

"Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri. Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar, dan penghakimanku adil, sebab aku tidak menuruti kehendakku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku" (Yohanes 5: 30).

Apakah ini merupakan bukti bahwa Isa Almasih berkuasa atas alam semesta?
Silahkan dipikir saja sendiri! [Bersambung]



Anda sedang membaca jawaban Islam untuk klaim Kristen tentang ketuhanan 
ISA ALMASIH MENURUT AL-QURAN, HADITS, DAN ALKITAB 
BAGIAN-9  

Simak Juga Bagian:

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12 



Maraji:
1. Terjemah Al-Quran Al-Kariim
2. Alkitab LAI 1999
3. Buku Dialog Santri Pendeta, Masyhud MS, Pustaka Dai
4. Muallaf meluruskan Pendeta, H. Insan L.S. Mokoginta (Wenseslaus), Yay. Muhtadien Jakarta

Sumber: Abu Rifkah | media.isnet.org 

Contact Form

Name

Email *

Message *