Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Tuhan Bermasalah. Show all posts
Showing posts with label Tuhan Bermasalah. Show all posts

Saturday, September 22, 2018

Inilah Doktrin Pokok Ketuhanan Yesus Kristus Saturday, September 22, 2018

Baca lagi bagaimana ajaibnya fantasi Paulus yang ditulis dalam surat-suratnya kepada jemaat Roma, lalu dia minta agar Lukas menguatkannya pula dalam Kisah Para Rasul seperti berikut ini:

"Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup." (Roma 14:9)

"Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." (Kisah Para Rasul 2:36)
Karena seumur hidupnya Yesus tidak pernah menjadi Tuhan, maka ia HARUS MATI dulu, supaya MENJADI Tuhan!
Artinya apa?
Paulus tahu persis bahwa seumur hidupnya Yesus memang tidak pernah menjadi Tuhan, dan celakanya, setelah digossipin mati di tiang salib sekalipun, nyatanya tetap saja Yesus tidak pernah menjadi Tuhan!

Kenapa?
Karena tidak ada Tuhan yang mati, apalagi setelah mati dibangkitkan pula oleh Tuhannya, persis seperti kita semua -- para hamba Allah -- yang setelah mati kelak, PASTI akan dibangkitkan juga oleh Allah, Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhannya Yesus!
KISAH PARA RASUL
3:13 - "Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus,"
3:26 - "... pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya ..."
4:27 - " ... bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi .. "
Jadi, tidak ada hamba yang sama dengan Tuan, apalagi sampai kebablasan diangap sebagai Tuhan!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Thursday, August 9, 2018

Allah Sangat Membenci Korban Manusia Sebagai Penebus Dosa! Thursday, August 9, 2018


Perhatikan baik-baik apa yang tertulis dalam alkitab berikut ini.

KITAB ULANGAN
12:31 Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Allahmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi TUHAN, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi allah mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi allah mereka.

18:10 Di antaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban .... dst.

18:12 Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu.

Jadi, sekalipun Allah memerintah bangsa Israel untuk tetap melaksanakan kurban bakaran dan kurban sembelihan, namun ayat-ayat di atas cukup jelas menunjukkan betapa Allah sangat membenci praktek barbar manusia yang mengurbankan manusia sebagai persembahan atau penebus dosa, terlepas kepada Allah, kepada Dewa-Dewa, atau kepada Gendrewo, bahkan kepada Iblis sekalipun!

Bukan hanya benci, Allah juga tidak menunda-nunda waktu untuk "menghilangkan" kaum ini dari hadapan kita dengan cara-Nya sendiri - baca seluruh perikop Ulangan 12

Tentang konsekuensi kebencian Allah terhadap kurban manusia ini, maka seperti tercatat dalam kitab Musa, DIA memberi contoh melalui kisah keluarga Abraham, yakni ketika Allah menguji Abraham dengan perintah agar menyembelih putra yang sangat dikasihinya sebagai kurban. Kita sama-sama tahu bahwa karena kepatuhannya kepada Allah, maka walau dengan sangat berat hati namun Abraham tetap melaksanakan perintah tsb. Tapi pada detik-detik terakhir, ternyata Allah menukar putra Abraham dengan seekor domba! Kenapa?

Karena pelajaran dari peristiwa ini bukan tentang apa atau siapa yang dikurbankan, melainkan terpusat pada teladan yang dicontohkan oleh Abraham tentang kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya! Peristiwa ini juga sekaligus sebagai bukti bahwa Allah tidak menerima kurban manusia!

YA! Allah menguji kepatuhan Abraham dengan memberinya ujian yang luar biasa berat bagi seorang ayah yang selama hampir satu abad lamanya memohon kepada Allah agar diberi keturunan, dan setelah pada akhirnya doanya dikabulkan dan sang anak lahir, justru kemudian Allah memintanya untuk dikurbankan. Bayangkanlah betapa beratnya ujian itu andaikata kita adalah Abraham!

Oleh karena itu, jika Allah telah demikian tegas menyatakan kebenciannya terhadap kurban manusia, bagaimana mungkin justru DIA sendiri yang mengorbankan "anak tunggal" yang sangat dikasihi-Nya sebagai kurban penebus "dosa asal" seluruh umat manusia yang sebenarnya tidak pernah ada?

Dogma gereja akan berdalih bahwa "anak manusia" bernama Yesus yang dikurbankan itu bukan manusia. Sebab tidak ada manusia yang sanggup menanggung beban dosa seluruh umat manusia, kecuali Allah sendiri. Tapi gereja lupa pada dogma "maksa" mereka lainnya, bahwa Yesus adalah 100% manusia dan 100% tuhan!

Dengan kata lain, gereja akan berjibaku mati-matian mempertahankan dusta asal mereka tentang dosa asal bahwa sekalipun tidak ada bukti-bukti alkitabiyah yang mendukungnya, tapi Yesus harus diimani sebagai tuhan!

Ini NONSENSE!
Pertama, tidak ada satu ayat pun dalam alkitab yang dapat dijadikan dalil ketuhanan Yesus yang tidak langsung remuk dihantam oleh ayat-ayat lain dari alkitab sendiri!

Kedua, dalam Perjanjian Lama dijelaskan bahwa sesungguhnya Allah adalah Tuhan Yang Mahapengampun, dan segala dosa manusia akan diampuni-Nya apabila manusia, sebagai hamba, benar-benar memohon ampun kepada-Nya dengan niat dan cara yang sungguh-sungguh, seperti diterangkan dalam Mazmur 51:3, Mazmur 86:5, dan Mazmur 103:11-12.

Bahkan dalam Perjanjian Baru sekalipun, hal serupa juga dijelaskan sebagaimana tercatat dalam Matius 6:14-15 dan 1Yohanes 1:9

Artinya, Allah bukan Tuhan yang haus darah seperti yang digambarkan oleh Paulus dalam ajaran-ajarannya yang menyimpang jauh dari ajaran Yesus! Dan di atas semua itu, sesungguhnya tidak pernah ada apa yang disebut-sebut sebagai dosa asal, dan karenanya tentu saja tidak pernah ada pula ritual yang disebut-sebut sebagai penebusan dosa di tiang salib!

Itu sebabnya kenapa dalam kitab Kristen sendiri tidak ada satupun catatan tentang seluruh nabi dan rasul Alah yang pernah mengajarkan doktrin nyeleneh ini. Bahkan Yesus sendiri tidak pernah tahu apa itu dosa asal atau dosa waris dari Adam!

Mau bukti?
Buka 1Yohanes 4:1 dan ujilah iman Kristen sendiri!
Baca seluruh isi bible terjemah indonesia milik masing-masing dan carilah, di mana dapat ditemukan jawaban untuk pertanyaan mudah berikut ini?
  • Kapan Yesus pernah menyebut nama Adam?
  • Kapan Yesus pernah mengajarkan tentang dosa asal atau dosa waris?
  • Kapan Yesus pernah menyatakan bahwa dia dilahirkan untuk menebus dosa yang diwariskan oleh Adam?

Jika ada, maka iman Kristen benar, sebab itu berarti Yesus memang mengenal Adam dan mengerti bahwa kelahirannya adalah untuk mati konyol menjadi tumbal sebagai manusia terkutuk di tiang salib. Tapi jika tidak ada, maka cerita kita di sini yang benar, sedangkan iman Kristen salah!

Sederhana saja bukan?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!



[Gus Mendem] 

Friday, April 27, 2018

Pra-Eksistensi Yesus Menurut Yahudi Dan Kristen Friday, April 27, 2018


Salah satu pembaca tulisan saya tampaknya mengalami kesulitan dalam memahami apa yang disebut oleh para sarjana sebagai "pra-eksistensi". Ini adalah istilah teknis, jargon, atau singkatan ilmiah, untuk menunjuk pada motif atau konsep yang terbukti dalam sejumlah teks Yahudi awal dan Kristen awal. Secara khusus, sejumlah teks Kristen perdana menganggap Yesus sebagai "pra-eksistensi". Tetapi ada masalah di sini, jadi saya akan mencoba menjelaskan masalahnya.

Pertama-tama, untuk mengatakan bahwa sesuatu atau seseorang "sudah ada sebelumnya" dapat berarti bahwa dia atau sesuatu itu ada (dalam beberapa bentuk atau lainnya) sebelum penampilan atau keberadaan duniawi dari sosok atau sesuatu itu sendiri. Tetapi itu juga bisa berarti bahwa dia bahkan ada sebelum penciptaan dunia. 

Dalam kasus teks PB tentang Yesus, mereka biasanya menempatkan dia entah bagaimana "ada" di, dan sebagai agen ilahi dari penciptaan segala sesuatu. Lihat, misalnya 1Korintus 8: 4-6; Ibrani 1: 1-2; Yohanes 1: 1-3; Kolose 1: 15-16. Selain itu, Filipi 2: 6-8 umumnya dianggap sebagai pendahuluan dari Yesus "dalam rupa Tuhan," yang kemudian menjadi manusia atau tokoh sejarah dan menyerahkan dirinya kepada ketaatan kepada Tuhan, bahkan sampai disalibkan. .

Anggapan Kristen tentang partisipasi Yesus dalam penciptaan dunia ini bagi sebagian besar sarjana dianggap sebagai perampasan kristologis dan adaptasi dari motif yang ditemukan dalam tradisi Yahudi kuno. Dalam Amsal 8: 22-31, misalnya, hikmat ilahi dipersonifikasikan berbicara tentang dirinya sebagai rekan pra-penciptaan Allah, dan rekan kerja dalam penciptaan. Dalam Barukh 3: 9—4: 4, hikmat surgawi ini diidentifikasikan sebagai Taurat historis (Hukum) Allah (khususnya 4: 1), semacam inkarnasi kitab. Dalam teks-teks Kristen perdana, Yesus adalah manusia, ekspresi atau perwujudan historis dari Firman (Kebijaksanaan) ilahi (seperti dalam Yohanes 1: 1-3).

Ini bukanlah pemikiran Platonis. Jika ada, justru tampaknya menjadi motif atau "logika" pemikiran teologis Yahudi kuno. Pada dasarnya, nampaknya logikanya seperti ini: Tuhan tidak membuat rencananya dengan cepat, tetapi mengatur segala sesuatu dari awal. Jadi, tindakan ilahi dalam sejarah mungkin memiliki permulaannya, pada awalnya. Salah satu ungkapan yang dikemukakan oleh para sarjana adalah "hal terakhir adalah hal pertama." Jadi, dalam tradisi Yahudi ada beberapa hal yang dianggap sebagai "pra-eksistensi", termasuk Taurat, pertobatan, dan nama Mesias. [1] Ini pada dasarnya adalah keyakinan bahwa Tuhan telah merencanakan segalanya sejak awal, dan menyediakan penebusan dunia bahkan sebelum Dia menciptakannya.

Ini tampaknya merupakan gagasan yang kuat dalam pemikiran eskatologis/apokaliptik Yahudi kuno. Jadi, misalnya, dalam 1 Henokh 48: 1-3, sosok mesianik ("Yang Terpilih") yang akan muncul dan melaksanakan penghakiman dan penebusan ilahi di hari-hari terakhir digambarkan sebagai dinamai dan dipilih sebelum penciptaan. Para sarjana merenungkan apakah contoh khusus ini adalah pra-eksistensi "nyata", atau sesuatu yang lebih dekat dengan semacam pra-eksistensi "ideal". Sosok itu dinamai dan ditetapkan sebelum penciptaan, tetapi apakah ini berarti bahwa ia memiliki semacam keberadaan yang nyata? Tapi ini mungkin untuk menekan masalah lebih jauh dari yang ingin diselidiki oleh tradisi Yahudi kuno. Penegasan penting dalam teks ini adalah bahwa Tuhan memiliki segala sesuatu yang direncanakan sejak awal, termasuk penyediaan seorang Mesias, dan bahwa penebusan eskatologis bukanlah kasus dimana Tuhan berusaha untuk memperbaikinya.

Dalam bagian-bagian PB, tokoh sejarah, Yesus dari Nazareth, (cukup luar biasa) dianggap berasal dari pra-eksistensi, paling sering untuk menempatkan perannya juga dalam penciptaan dunia, sebagai agen unik penciptaan. Kami tidak memiliki contoh lain dalam tradisi Yahudi tentang figur sejarah yang hampir kontemporer yang dianggap berasal dari masa sebelumnya. Jadi, misalnya, dalam Yohanes 1: 1-3; Kolose 1: 15-16; Ibrani 1: 1-2, teks-teks ini mengklaim bahwa Yesus yang sudah ada sebelumnya adalah "melalui siapa" dunia diciptakan. Menariknya, dengan satu atau dua pengecualian, tulisan PB menunjukkan sedikit perhatian untuk melampirkan Yesus yang sudah ada sebelumnya pada peristiwa lain dalam sejarah alkitabiah. [2] Sebaliknya, perhatian utama tampaknya telah menghubungkan karya eskatologis dan penebusan Yesus dengan "hal pertama" dan penciptaan dunia.

Salah satu diskusi terbaik tentang masalah ini adalah esai oleh Nils Dahl (semua karyanya tetap layak dipelajari). [3] Sebagaimana dicatat Dahl, PB juga menyatakan bahwa orang-orang yang menjadi tebusan sudah dikenal sebelum penciptaan, dan Yesus yang sudah ada sebelumnya telah ditunjuk sebagai penyelamat mereka. Jadi, sekali lagi, pengajuan pra-eksistensi kepada Kristus bukanlah latihan spekulasi untuk kepentingannya sendiri, tetapi sangat terkait dengan kepercayaan tentang kedaulatan dan tujuan penebusan Tuhan, dan sentralitas Yesus dalam semua ini.

Hal lain yang perlu dipahami adalah, bertentangan dengan beberapa asumsi, anggapan tentang pra-eksistensi Yesus tidak membutuhkan waktu puluhan tahun atau berkembang terlambat. Sebaliknya, bukti (khususnya surat-surat Paulus) menunjukkan bahwa gagasan itu sudah dikenal dan tidak kontroversial di kalangan Kristen perdana dalam beberapa tahun pertama setelah penyaliban Yesus. Dan kita dapat memahami mengapa, jika kita mempertimbangkan logika pemikiran eskatologis Yahudi kuno, di mana hal-hal terakhir karenanya juga menjadi hal pertama. Jadi, jika kebangkitan Yesus membuktikan kepada orang-orang percaya yang paling awal bahwa Yesus adalah Mesias dan Tuhan eskatologis sejati, maka Dia pasti sudah seperti itu sejak sebelum penciptaan. Singkatnya, itu adalah langkah singkat (tapi luar biasa) dari kepercayaan pada signifikansi eskatologis Yesus ke kepercayaan pada pra-keberadaannya, dan kemungkinan membutuhkan sedikit waktu untuk membuat langkah itu.


Footnotes:
[1] Lihat, misalnya, Larry W. Hurtado, “Pre-Existence,” dalam Dictionary of Paul and His Letters , ed. GF Hawthorne dan RP Martin (Downers Grove: Inter-Varsity Press, 1993), 743-46; Jürgen Habermann ,, Perjanjian Präexistenzaussagen im Neuen , Europäische Hochschulschriften, Reihe 23, Theologie, 362 (Frankfurt am Main: Peter Lang, 1990); RG Hamerton-Kelly, “Ide Pra-Keberadaan dalam Yudaisme Awal: Studi dalam Latar Belakang Teologi Perjanjian Baru” (Th.D., Union Theological Seminary, 1966). JDG Dunn, Christology in the Making: A New Testament Inquiry Into the Origins of the Doctrine of the Incarnation, Edisi ke-2. (Grand Rapids: Eerdmans, 1996), adalah salah satu dari sedikit studi panjang buku tentang topik tersebut, tetapi kesimpulan Dunn, misalnya, bahwa teks PB tidak benar-benar menganggap Yesus sebagai pendahulunya, tidak meyakinkan sebagian besar ahli.

[2] Ada rujukan yang aneh dari Paulus tentang batu yang darinya Israel memperoleh air di padang gurun sebagai "Kristus" (1 Korintus 10: 4), dan juga varian tekstual yang menarik dalam Yudas 5, salah satunya menempatkan Yesus sebagai Tuhan yang menyelamatkan Israel dari Mesir.

[3] Nils A. Dahl, “Christ, Creation and the Church,” dalam Latar Belakang Perjanjian Baru dan Eskatologinya: Studies in Honor of CH Dodd , ed. WD Davies dan D. Daube (Cambridge: Cambridge University Press, 1954), 422-43; diterbitkan ulang dalam NA Dahl, Jesus in the Memory of the Early Church (Minneapolis: Augsburg, 1976), 120-40.





Thursday, February 1, 2018

101 Bukti Ketuhanan Yesus Kristus Thursday, February 1, 2018

Meskipun dalam al-Qur’an ada disebut-sebut tentang kaum Shabi’in dan Majusi, tetapi para ulama atau pelajar muslim lebih cenderung mempelajari agama Yahudi dan Kristen. Hal ini dapat dimaklumi, karena Yahudi dan Kristen dianggap bertanggungjawab atas penyelewengan ajaran-ajaran para nabi utusan Allah. Bahkan, dalam penyelewengan itu Yahudi dan Kristen merekam perjalanan wahyu sejak nabi Adam as.

Dari pihak orientalis sendiri, yang berlatar belakang Yahudi maupun Kristen, mereka sangat serius mempelajari Islam. Lantas mengapa kita tidak serius mempelajari mereka? Hal ini perlu dilakukan agar Islam tetap terpelihara dari segala bentuk serangan orientalis.

Banyak aspek yang dapat kita perbandingkan antara Kristen dengan Islam. Misalnya tentang konsep ketuhanan, konsep nabi, konsep hukum, konsep akhirat, konsep wahyu, konsep kitab suci, dan lain sebagainya.

Berikut ini, yang menjadi sorotan adalah konsep ketuhanan Kristen, khususnya ketuhanan Yesus Kristus yang amat problematis. Hal ini sudah lama terbukti karena sejak "pada mulanya" tidak henti menimbulkan polemik berkepanjangan yang tampaknya tidak kunjung usai.
Masalahnya, umat kristen lebih percaya kepada dogma gereja ketimbang bukti-bukti alkitab sendiri yang sudah demikian jelas menunjukkan bahwa Yesus memang bukan tuhan melainkan hanya utusan Tuhan, alias seorang nabi, atau rasul Allah!
Berikut adalah bukti-bukti alkitab dimaksud yang sudah sejak lama "published" di berbagai situs kristologi
101 Bukti Ketuhanan Yesus Kristus


Thursday, December 7, 2017

Syahadat Yesus Kristus, Menurut Islam Atau Kristen? Thursday, December 7, 2017

Dalam brosur “Dakwah Ukhuwah” berjudul “Membina Kerukunan Hidup Antarumat Beragama,” secara licik para misionaris mengelabui umat Islam untuk menggiring akidah agar pindah agama menjadi Kristen.

Puluhan ayat Al-Qur'an dikutip dalam brosur tersebut untuk diselewengkan kepada pengertian yang mendukung doktrin Kristen. Salah satu ayat yang menonjol dalam brosur tersebut adalah surat Az-Zukhruf :
“Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang Hari Kiamat, karena itu janganlah kamu ragu tentang kiamat itu dan ikutlah Aku, itulah jalan yang lurus.” (QS. Az-Zukhruf:61)
Kata “ikutlah aku, itulah jalan yang lurus” ini diselewengkan oleh misionaris sebagai ucapan Yesus sendiri yang berarti orang yang mengimani Al-Qur'an, yaitu umat Islam, harus mengikuti Yesus karena Yesus itulah jalan yang lurus (shirathal mustaqim).

Padahal “Jalan yang lurus” (sirat al mustaqim) yang dimaksud dalam ayat tersebut bukan Yesus, apalagi diartikan sebagai ajakan untuk menjadi Kristen. Sama sekali bukan!

Arti "jalan yang lurus" dalam ayat tsb adalah Tauhid. Pengertian inilah yang paling tepat, karena surat Az-Zukhruf ayat 61 itu sesungguhnya tidak berhenti sampai di situ, tapi masih ada kelanjutannya yang menerangkan ayat 61 sendiri, yaitu ayat 64:
“Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus” (QS. Az-Zukhruf: 64).

Bagaimana dengan syahadat Yesus dalam Alkitab, Islamikah ataukah Kristiani?
Para misionaris tidak perlu menggurui umat Islam untuk mengikuti jalan yang lurus. Karena umat Islam lebih tahu dan akidahnya sudah sesuai dengan ajaran para nabi Allah sejak dari Adam AS sampai Muhammad SAW, termasuk Yesus (Isa AS).

Jika para misionaris ingin mengajak umat Islam untuk menaati ajaran Yesus, pertama-tama, mari kita buktikan, siapakah yang imannya sesuai dengan ajaran Yesus? 

Perhatikan sabda Yesus dalam Alkitab berikut:
“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus” (Injil Yohanes 17:3).
“And this is life eternal, that they might know thee the only true God, and Jesus Christ, whom thou hast sent” (Yohanes 17:3, Alkitab King James Version 1810).

“Eternal life is to know you, the only true God, and to know Jesus Christ, the one you sent” (Yohanes 17:3, Contemporary English Version).

“And eternal life means to know you, the only true God, and to know Jesus Christ, whom you sent” (Yohanes 17:3, Today’s English Version).

“And this is life eternal, that they should know thee the only true God, and him whom thou did send, even Jesus Christ” (Yohanes 17:3, Revised Standard Version 1611).

Untuk lebih meyakinkan para pembaca, perhatikan pula ayat tersebut menurut bahasa-bahasa daerah di Indonesia:

“Ikolah iduik sajati nan kaka tu; iyolah, urang musti tawu pulo jo Bapak, hanyo Angkau sajolah Allah nan bana, urang musti tawu pulo jo Isa Almasih nan Bapak utuih” (Yohanes 17:3, Injil Baso Minang).

“Gesang sejatos inggih menika, menawi tiyang wanuh dhateng Paduka, Allah ingkang sejatos, ingkang mboten wonten tunggilipun, sarta tepang kaliyan Yésus Kristus, utusan Paduka” (Yohanes 17:3, Alkitab boso Jowo).

“Dupi hirup langgeng teh nya eta: Terang ka Ama, Allah sajati anu mung hiji, sareng ka utusan Ama, Yesus Kristus” (Yohanes 17:3, Alkitab bahasa Sunda).

“Ka'dhinto' odhi' se salerressa sareng se langgeng; sopaja oreng oneng ka Junandalem, Allah se settong sareng se salerressa, jugan oneng ka Isa Almasih se eotos Junandalem” (Yohanes 17:3, Alkitab bahasa Madura).

“Ini no tu hidop yang kekal, biar dorang tau butul-butul Tuhan cuma satu-satunya Allah yang banar, deng Yesus Kristus yang Tuhan da utus” (Yohanes 17:3, Alkitab bahasa Manado sehari-hari).

“Alai na mananda Ho, Debata na sasada i, na sintong i, dohot Jesus Kristus na sinurum, i do hangoluan na salelenglelengna” (Yohanes 17:3, Alkitab bahasa Toba, Sumut).

Pada ayat tersebut Yesus mengaku dengan jujur bahwa satu-satunya Allah yang benar adalah Allah SWT, dan dia hanya seorang utusan Tuhan. Ini berarti Yesus mengajarkan dua kalimat syahadat (syahadatain), yang jika dialihbahasakan ke dalam bahasa Arab, akan menjadi: 

“Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Isa rasuulullah.”

Sepeninggal Yesus, nabi kita Muhammad SAW juga mengajarkan dua kalimat syahadat (syahadatain) yaitu: 

“Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammaadar rasuulullah.” 

Kalimat syahadatain adalah pintu awal menjadi seorang muslim bagi seluruh manusia di dunia. Yesus mengajarkan dua kalimat syahadat, demikian pula umat Islam. Sebaliknya, umat Kristen memiliki 12 syahadat (credo) sendiri yang dikenal dengan ”12 Syahadat/Pengakuan Iman.” 

Syahadat 12 ini bukan warisan Yesus, tapi hasil rumusan konsili Konstantinopel tahun 381M. (Credo Niceano-Constantinopolitanum).

Ini adalah bukti bahwa umat Islamlah yang meneruskan ajaran Yesus tersebut. Sementara umat Kristen tidak mengenal dua kalimat syahadat.

Pada ayat tesebut, sangat jelas sekali Yesus berterus terang sejujur-jujurnya bahwa satu-satunya Tuhan yang benar hanyalah Bapa (Allah SWT) dan dia hanya seorang utusan saja.

Apa yang diucapkan Yesus dalam Injil Yohanes 17:3 tadi, sama sekali tidak tidak diamalkan oleh mereka. Bahkan mereka menjadikan Yesus sebagai Tuhan atau Allah itu sendiri yang mereka sembah. Na’udzubillahimindzalik!

Ajaran dua kalimat syahadat Yesus dalam Yohanes 17:3 itu membuktikan bahwa umat Islamlah agama yang "melestarikan" ajaran Yesus bahwa satu-satunya Tuhan adalah Allah dan dia (Yesus) hanyalah seorang utusan Tuhan, bukan Tuhan maupun penjelmaan Tuhan! Sedangkan umat Kristiani menjadikan Yesus sebagai salah satu oknum Tuhan dalam doktrin Trinitas.

Jelaslah bagi kita, siapa yang lebih taat kepada syahadat warisan Nabi Isa. Jika para misionaris penulis brosur ”Dakwah Ukhuwah” itu ingin menaati ajaran Yesus, maka ajaran yang paling taat kepada syahadat Yesus adalah Islam.


Dari: H. Insan LS Mokoginta (Wencelclaus)


Saturday, August 12, 2017

Sebelum Abraham Jadi, Aku Sudah Ada! Saturday, August 12, 2017


YESUS BERKATA, 
"SESUNGGUHNYA SEBELUM ABRAHAM JADI, AKU SUDAH ADA"
LALU, APAKAH ITU BERARTI YESUS ADALAH TUHAN?

Selama berabad-abad, sebaris kalimat yang tertulis dalam Injil Yohanes 8:58 di atas telah menjadi salahsatu ayat emas andalan umat Kristen untuk menguatkan keyakinan mereka sendiri tentang keilahian Yesus Kristus, karena dipercaya merupakan dalil sangat meyakinkan perihal pra-eksistensi Yesus sebagai salahsatu oknum tuhan Tritunggal.
   
Tapi benarkah demikian?
Mari kita telusuri kebenarannya dengan menggunakan perangkat yang paling basic saja, yaitu berpikir logis dalam mencermati ayat-ayat dalam kitab Kristen sendiri. Menurut alkitab,  siapakahyang lebih dulu ada? Yesus sebelum Abraham, atau Adam sebelum Yesus? Atau masih ada lagikah catatan dalam kitab ini yang mengisahkan keberadaan manusia lain yang lebih dulu ada sebelum Yesus, Abraham, dan Adam?

Pertanyaan menarik, bukan?
Jika Yohanes 8:58 diyakini sebagai bukti pra-eksistensi Yesus Kristus, sebenarnya kita tidak perlu repot mengulas konteks ayat itu diucapkan oleh Yesus Kristus dalam situasi seperti apa dan kepada siapa.  Karena ini akan buang-buang waktu percuma, mengingat hampir dapat dipastikan sebagian besar umat Kristen yang hanya membaca alkitab seminggu sekali saat mengikuti kebaktian di gereja ini pada umumnya tidak memiliki pengetahuan cukup tentang ayat-ayat dalam kitabnya sendiri. Karena itu mari kita lihat dari perspekstif logika berpikir orang waras sajalah!

Begini: 
Dalam Yohanes 8:58 konon katanya Yesus pernah berkata, 

"Sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku sudah ada.

Perhatikan baik-baik susunan kalimatnya, dan garis bawahi kata "sebelum Abraham" di sana. Sosok yang ditunjuk dalam teks Yohanes 8:58 tsb adalah Abraham, bukan nama lain, tapi Abraham, yang dalam kitab Kristen dikenal sebagai putra Terah. Jadi, siapapun yang sudah ada sebelum Abraham, paling banter hanya seusia Terah, atau bahkan lebih muda dari Terah sendri. Lain halnya jika yang disebut adalah nama Adam. 

Sedangkan menurut alkitab, sebelum Terah lahir, masih ada beberapa nama lain yang sudah lebih dulu lahir seperti Nakhar, Serug, Rehu, Peleg, Herber, Sehelack, Arpasehad, Sem, Noch, Lemek, Meluschelach, Henoe, Jered, Mahaleel, Keenan, Enoch, Seth, sampai kepada Adam, sang manusia pertama di dunia.

Adapun - masih menurut alkitab - rentang waktu antara penciptaan Adam dan waktu kelahiran Abraham berjarak hampir dua puluh abad,  atau sekitar 1.948 tahun. Artinya, jelas sekali Yesus belum ada ketika nama-nama di atas sudah lebih dulu ada, atau kalaupun ada, paling banter baru sekitar 2000 tahun setelah Adam!

Fakta ini jelas membuktikan bahwa Yohanes 8:58 sama sekali tidak valid untuk dijadikan dalil pendukung mimpi di siang bolong Kristen bahwa alkitab menyiratkan informasi pra-eksistensi Yesus Kristus!

Kenapa?
Karena yang disebut oleh Yesus dan menjadi parameternya adalah "nama Abraham". Bukan nama lain, misalnya saja nama Adam, agar klaim pra-eksistensi Yesus Kristus menjadi sedikit lebih masuk akal.

Cukup jelas ya? 

Jadi, berita tentang Yesus yang sudah ada sebelum Abraham yang kemudian dijadikan pembenar untuk mendukung doktrin pra-eksistensi Yesus Kristus pun sebetulnya cuma bagus untuk dikisahkan kepada anak-anak pra-sekolah saja!

Sementara itu, jika dalil "prematur" tsb dipaksakan juga harus dapat diterima oleh akal sehat umat di luar lingkar doktrin kristen, maka nasehat terbaik buat Kristen, khususnya buat mereka yang mati-matian mempertahankan dalil  ini sebagai kebenaran absolut adalah, pelajarilah kitab anda dengan mengedepankan logika akal sehat!

Di atas tadi sudah dibuktikan bahwa anggap saja dalil Yohanes 8:58 sama-sama kita terima, maka dalil itu sendiri yang justru mengindikasikan bahwa Yesus baru ada sekitar 20 abad setelah Adam tercipta. Artinya, tolong diarisbawahi juga ini: belum cukup hebat untuk dijadikan pembenar bahwa Yesus adalah Tuhan!

Tahukah anda bahwa dalam fragmen lain - masih di dalam alkitab - ada kisah yang jauh lebih dahsyat daripada Yohanes 8:58?

Masih tidak percaya?
Lihat misalnya kisah yang diriwayatkan oleh Nabi Yeremia dalam kitab nubuatannya,
[Yeremia 1:4-5] TUHAN berkata kepadaku: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”
Nabi yang lahir 627 tahun sebelum Yesus lahir ini bahkan sudah diangkat menjadi nabi oleh Allah ketika beliau masih berada di rahim ibundanya! Artinya, sebelum Yesus lahir, dan sebelum dia sendiri lahir, Nabi Yeremia sudah menjadi nabi! Tapi apakah ada di antara pengikutnya yang menganggap dan menjadikan nabi Yeremia sebagai tuhan? Jawabnya sangat jelas; TIDAK ADA! 

Lihat juga yang jauh lebih dahsyat lagi; Ayub 38:4,21 di mana dikisahkan bahwa Nabi Ayub yang lahir 1420 tahun sebelum Yesus lahir ini ternyata dinyatakan oleh Allah sudah ada sebelum dasar bumi diletakkan. Bukan hanya sudah ada, tapi pada masa itu beliau dinyatakan sudah lahir!

Perhatikan penegasan dari alkitab sendiri ini:
[Ayub 38:4,21] "Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian! … Tentu engkau mengenalnya, karena ketika itu engkau telah lahir, dan jumlah hari-harimu telah banyak!" 
Kenapa bukti dalil sedahsyat ini tidak dijadikan pembenar untuk menuhankan nabi Ayub yang sudah ada bahkan sebelum Bumi dibentuk? Bukankah sangat jelas artinya bahwa beliau sudah ada jauh sebelum Adam, Abraham, Yeremia dan Yesus sendiri ada?
Kecuali dijawab dengan modal ngarang bebas tanpa landasan dalil-dalil kitabiyah, ini tentunya menjadi pertanyaan yang sulit bagi umumnya umat kristen. 
Kenapa? 
Karena doktrin-dokrin kekristenan yang diciptakan oleh para bapa gereja awal dulu tidak dibekali dengan pengetahuan yang cukup untuk membentuk konsep yang benar tentang seluk beluk pra-eksistensi seperti halnya yang diwarisi oleh umat Yahudi dan umat Islam dari leluhur mereka, nabi Ishak dan nabi Ismael putra Abraham.

Tentang ini, jika tidak ingin belajar dari Islam. umat Kristen seharusnya belajar dari umat Yahudi yang segala ajarannya dijadikan oleh Paulus dan seluruh kroninya sebagai materi utama "contekan" untuk membentuk berbagai ajaran menyimpang yang menyempal keluar jauh dari ajaran semua nabi - termasuk ajaran dari Yesus sendiri - yang kemudian kita kenal sebagai Kristen.

Salahsatu penjelasan sederhana perihal pra-eksistensi Yesus Kristus menurut ajaran umat Yahudi bisa sama-sama kita lihat di sini.

Dengan demikian, maka sudahilah angan-angan kosong yang tidak pernah diajarkan oleh Yesus Kristus sendiri bahwa beliau adalah Tuhan!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Thursday, July 20, 2017

Mana Bukti Shahih Kenaikan Yesus ke Sorga? Thursday, July 20, 2017


Kita langsung saja.
AYAT-AYAT 'MISTERIUS' DALAM ALKITAB

Berikut ini adalah Injil Markus 16:9-20 yang mengisahkan peristiwa kebangkitan hingga terangkatnya Yesus ke sorga sebagaimana tertulis dalam alkitab.

MARKUS 16
[9] Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
[10] Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
[11] Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
[12] Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
[13] Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya.
[14] Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
[15] Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
[16] Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
[17] Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
[18] mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Ayat ayat di atas adalah landasan pembaptisan dan penginjilan umat kristen. Tapi SILAHKAN BELALAKKAN MATA ANDA untuk MENCARI ayat ayat tersebut pada KANON ALKITAB CODEX SINAITICUS!

Bagi yang penasaran ingin menelusuri sendiri sampai ke sumbernya, silahkan berkunjung ke alamat ini:

TERNYATA MARKUS 16:9-20 TIDAK DIJUMPAI DALAM KANON ALKITAB CODEX SINAITICUS!
Artinya, satu lagi bukti ayat-ayat palsu dalam alkitab!

Dan secara alkitabiah ternyata cerita tentang kenaikan Yesus ke sorga tidak dapat dibuktikan!
Benar?


Tuesday, July 11, 2017

Yesus Tidak Pernah Naik Ke Sorga Tuesday, July 11, 2017

Pengikut ajaran Paulus meyakini bahwa Yesus telah naik ke sorga sebagai misi 'final' Yesus turun ke bumi. Kalau kita membaca dengan teliti dan seksama kisah kenaikan Yesus di dalam Bible, pasti kita akan dihadapkan pada suatu ketidak-pastian tentang benarkah Yesus telah naik ke sorga? 

Artinya bahwa kenaikan Yesus ke sorga terancam akan dibatalkan oleh Bible karena tidak akuratnya informasi yang diberikan Bible mengenai hal ini. Padahal Umat Kristen sangat menyandarkan keimanan mereka terhadap kenaikan Yesus ke sorga setelah peristiwa penyalibannya.

Kebenaran cerita tentang kenaikan Yesus ke sorga masih fifty-fifty
Banyak umat Kristen tidak mengetahui, atau tidak mau mengetahui, atau pura-pura tidak mengetahui, bahwa kisah kenaikan Yesus ke sorga hanya dicatat oleh dua Injil Kanonik, sementara dua Injil Kanonik lainnya tidak sedikitpun menyinggung peristiwa tersebut. Injil Kanonik yang mencatat adalah Injil Markus dan Lukas, sedangkan Injil Matius dan Yohanes sama sekali diam seribu bahasa!

Inilah ayat Injil Kanonik yang mencatatnya.

Lukas 24:51-52
[51] Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
[52] Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
[53] Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Markus 16:19-20
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Sedangkan 2 Injil Kanonik lainnya memilih "tutup mulut" atas peristiwa maha penting dalam tatanan iman umat Kristen ini.

Tapi, coba kita lihat yang berikut ini.

Matius 28:19-20
[19] Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
[20] dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Yohanes 21:23-25
[23] Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."
[24] Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.
[25] Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Ayat-ayat di atas adalah petikan ayat terakhir dari empat Injil Kanonik. Perhatikan, dua Injil Kanonik, yaitu Matius dan Yohanes, tidak memberikan gambaran sedikitpun mengenai kenaikan Yesus ke sorga. Karenanya, hal yang harus dipertanyakan adalah, bagaimana mungkin peristiwa kenaikan Yesus bisa luput dari 2 injil Kanonik ini? Jika Yesus memang naik ke sorga dan disakssikan oleh banyak orang, maka selain tercatat dalam 4 inji kanonik, sepatutnya peristiwa ini juga tercatat dalam berbagai sumber sejarah. Tapi faktanya, jangankan para penulis sejarah independen, penulis injil yang konon katanya adalah kitab suci umat Kristen sendiri masih belum yakin, bahkan menyajikan berita yang simpang siur mengenai peritiwa ini.

Sampai di sini, tentu saja peristiwa kenaikan Yesus ke sorga patut dipertanyakan kebenarannya. Kenapa hanya Markus dan Lukas saja yang mencatatnya? Kenapa Matius dan Yohanes tidak mencatatnya? Tidakkah secara logik saja kita pun lantas dapat memposisikan keempat injil kanonik ini menjadi 2 lawan 2 dalam menyikapi cerita tentang kenaikan Yesus, atau dengan kata lain, menurut injil-injil kanonik sendiri berita tentang kenaikan Yesus ke sorga itu sebetulnya masih fifty-fifty?!

Kontradiksi Riwayat Bible Mengenai Kenaikan Yesus
Setelah mengetahui bahwa kenaikan Yesus hanya dicatat oleh dua Injil Kanonik, sekarang coba mari kita cermati juga sampai di mana keakuratan informasi dari dua Injil Kanonik tsb. Nampaknya kedua injil ini saling berbeda pandang mengenai kisah kenaikan Yesus.

Markus 16:14-20
[14] Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
[15] Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
[16] Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
[17] Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
[18] mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Lukas 24:41-53
[41] Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"
[43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.
[44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
[45] Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
[46] Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
[47] dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
[48] Kamu adalah saksi dari semuanya ini.
[49] Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."
[50] Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.
[51] Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
[52] Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
[53] Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Dari dua kronologis ayat mengenai kisah seputar sebelum kenaikan Yesus di atas, dapat dilihat perbedaan yang sangat mencolok, atau setidaknya tampak jelas tidak ada persamaan antara mereka dalam mengisahkan peristiwa sebelum "kenaikan" Yesus.

PERTAMA, dalam Markus. Setelah Yesus menampakkan diri kepada murid-muridnya dan meyakinkan mereka, hal yang terucap dari mulut Yesus pertama kali adalah perintah memberitakan Injil kepada seluruh makhluk serta perintah pembabtisan, sedang perintah ini sama sekali tidak dicatat Lukas, justru yang dikatakan Yesus dalam Lukas setelah murid-muridnya yakin adalah mengenai nubuatan tentang mesias. Benar-benar tidak konek!

KEDUA, masih dalam Markus. Yesus juga menceritakan tanda-tanda mengenai orang yang percaya padanya. Lagi, dalam Lukas perkataan ini tidak tercatat sama sekali.

KETIGA, dalam Lukas. Dikisahkan bahwa Yesus membawa muridnya ke luar kota sampai dekat Betania sebelum akhirnya terangkat ke sorga, sedang dalam Markus tidak dikatakan mereka dibawa ke dekat Betania. Justru dalam Markus, setelah Yesus berbicara dengan muridnya, ia langsung terangkat ke sorga dan secara spesifik tidak diceritakan lokasi di mana peristiwa tsb terjadi.

Dalam menghadapi kronologis yang sangat berbeda pandangan atau kontradiktif ini, pastinya hanya dua kemungkinan, yaitu:

Pertama, salah satu dari Injil Kanonik tersebut menceritakan peristiwa yang benar dan yang lain salah. Jika Injil Markus yang benar, berarti Injil Lukas yang salah, begitu juga sebaliknya, jika Injil Lukas yang benar, berarti Injil Lukas salah. Atau, ini juga tidak boleh diabaikan, bahwa kedua Injil Kanonik tersebut menceritakan peristiwa yang salah dan bukan bagian dari riwayat kehidupan Yesus yang sebenarnya!

Bahkan mengenai riwayat Lukas, dia pun kontradiktif dengan perkataannya sendiri dalam surat Kisah Para Rasul. Dikatakan dalam Kisah Para Rasul bahwa Yesus empat puluh hari bersama murid-muridnya setelah penyaliban sebelum akhirnya naik ke sorga.

Kisah Para Rasul 1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

Sedang diketahui dalam Injil Lukas yang dicatat oleh oknum yang sama, Lukas tidak memberikan keterangan tersebut dan dilihat dari kronologis kisah, secara spesifik mengatakan bahwa kenaikan Yesus terjadi pada hari dia dibangkitkan dari kubur setelah berbicara kepada murid-muridnya hari itu juga.

Sampai disini telah ditemukan bahwa kronologis Injil Kanonik yang mencatat kenaikan Yesus kontradiktif dan berbeda pandangan antara Markus dan Lukas, sehingga riwayat salah satu Injil Kanonik tersebut harus ditolak. Sehingga kisah kenaikan Yesus makin meragukan.

Kepalsuan Ayat Mengenai Kenaikan Yesus
Disini kita akan membahas masalah kepalsuan ayat Bible mengenai kenaikan Yesus, tepatnya kisah dalam Injil Markus. Ternyata, ayat dalam Markus 16 dimana menceritakan mengenai kisah kenaikan Yesus adalah ayat palsu, penemuan ini berdasarkan Codex Sinaticus, yang merupakan salah satu manuskrip kuno naskah Bible tertua dan terbaik yang ditemukan dalam bahasa Yunani.

Dalam Codex Sinaiticus, Mark Chapter 16 hanya sampai pada ayat 8, sedangkan 12 ayat selanjutnya yang ditemui pada Terjemahan Baru LAI sama sekali tidak terdapat dalam manuskrip kuno tertua Codex Sinaiticus. Dapat di cek dengan mata kepala sendiri di sini:

Codex Sinaiticus menunjukkan bahwa Markus 16 hanya sampai pada ayat 8:

Transcription:
  1. του μνημειου ┬ ┬ ϲκθ ϛ η δε μαρια η μαγδα ληνη και μαρια η ┬ ϲλ η ϊακωβου · και ϲαλω μη ηγοραϲαν αρω ματα ϊνα ελθου> ϲαι αλιψωϲιν αυ τον
  2. και λιαν πρωϊ · τη μια των ϲαββατω ερχονται επι το > μνημα ανατιλα τοϲ του ηλιου ˙
  3. ϲλα α και ελεγον προϲ > εαυταϲ τιϲ αποκυ λιϲει ημιν τον > λιθον εκ τηϲ θυ> ραϲ του μνημει
  4. ου ˙ και αναβλεψα ϲαι θεωρουϲιν α νακεκυλιϲμενο τον λιθον · ην γαρ μεγαϲ ϲφοδρα
  5. και ειϲελθουϲαι ειϲ το μνημειον · ει> δον νεανιϲκον καθημενον εν τοιϲ δεξιοιϲ περι βεβλημενον ϲτο λην λευκην · και εξεθαμβηθη>> ϲαν ˙
  6. ϲλβ β ο δε λεγει αυταιϲ μη εκθαμβειϲθε · ϊηϲουν ζητει> τε ┬ τον εϲταυ> ρωμενον ηγερ θη ουκ εϲτιν > ωδε ιδε ο τοποϲ οπου εθηκαν > αυτον
  7. αλλα υπαγετε ει πατε τοιϲ μα θηταιϲ αυτου και τω πετρω · οτι προαγει ϋ> μαϲ ειϲ την γα λειλαιαν · εκει > αυτον οψεϲθε καθωϲ ειπεν > ϋμιν ·
  8. ϲλγ β και εξελθουϲαι εφυγον απο > > του μνημειου · ειχεν γαρ αυταϲ τρομοϲ και εκ> ϲταϲιϲ · και ου> δενι ουδεν ει> πον εφοβουν το γαρʼ ⌇﹏ ευαγʼγε λιον κατα μαρκον
Translation:
  1. And when the sabbath was past, Mary Magdalene, and Mary the mother of James, and Salome, had bought sweet spices, that they might come and anoint him.
  2. And very early in the morning the first day of the week, they came unto the sepulchre at the rising of the sun.
  3. And they said among themselves, Who shall roll us away the stone from the door of the sepulchre?
  4. And when they looked, they saw that the stone was rolled away: for it was very great.
  5. And entering into the sepulchre, they saw a young man sitting on the right side, clothed in a long white garment; and they were affrighted.
  6. And he saith unto them, Be not affrighted: Ye seek Jesus of Nazareth, which was crucified: he is risen; he is not here: behold the place where they laid him.
  7. But go your way, tell his disciples and Peter that he goeth before you into Galilee: there shall ye see him, as he said unto you.
  8. And they went out quickly, and fled from the sepulchre; for they trembled and were amazed: neither said they any thing to any man; for they were afraid.
Terjemahan:
  1. Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.
  2. Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.
  3. Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?"
  4. Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling.
  5. Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Mereka pun sangat terkejut,
  6. tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.
  7. Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu."
  8. Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun juga karena takut.
Dari sini jelas terlihat bahwa ayat-ayat setelah Markus 16:8 merupakan ayat palsu atau ayat-ayat yang disisipkan kemudian oleh para bapa gereja, yaitu:

[9] Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
[10] Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
[11] Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
[12] Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
[13] Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.
[14] Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
[15] Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
[17] Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
[18] mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Darimana datangnya dua belas ayat terakhir dalam Markus 16? Mengapa dalam Terjemahan Baru muncul sedang dalam Codex Sinaiticus, naskah tertua yang ditemukan tidak terdapat sama sekali? Ini menunjukkan bahwa ayat kenaikan Yesus ke sorga hanya sisipan Gereja! 

Kepalsuan ini juga dibenarkan oleh R.P Roguet dalam bukunya "Initiation a I'Evangile" {Pembimbing Kepada Injil} bahwa Markus 16:9-20 memuat hikayat yang tidak otentik.

Sampai disini telah ditemukan bahwa ternyata apa yang menjadi dasar Umat Kristen dalam meyakini kenaikan Yesus hanyalah kepalsuan yang dibuat Gereja dan merupakan bualan Paulus saja.

Dari telaah kritis ini dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu:
  1. Kenaikan Yesus ke sorga tidak di catat oleh tiga Injil Kanonik dan penyandaran keimanan Umat Kristen terhadap kenaikan Yesus didasarkan pada keterangan yang sangat lemah. 
  2. Kenaikan Yesus secara spesifik hanya dicatat oleh Lukas dalam Injil Lukas dan Kisah Para Rasul, walaupun riwayat yang dia ceritakan berbeda. Tetapi, siapakah Lukas? Lukas bukanlah murid Yesus dan tidak pernah berhubungan dengan Yesus sedikitpun, apalagi menjadi saksi kehidupannya. 
Lukas adalah seorang dokter yang kemudian menjadi pengikut Paulus yang setia (2Timotius 4:11). Bahkan dalam keterangan Bible yang dibubuhkan oleh Gereja sendiri, dikatakan Lukas satu-satunya orang bukan Yahudi melainkan orang Yunani yang tulisannya masuk dalam Bible. Ini menunjukkan bahwa apa yang dituangkan Lukas berdasarkan arahan Paulus semata, dimana dalam surat-suratnya Paulus banyak memperkenalkan bahwa Yesus disalib, dibangkitkan, dan naik ke sorga.

Ringkasan 4 Injil yang diterbitkan pada tahun 1972 oleh sekolah Bibel di Yerussalem (Jilid II Hal. 451) mengkritik data-data kenaikan (ascention) dengan mengatakan "Sesungguhnya tidak ada kenaikan dalam arti kata fisik.".

Bukti-bukti ini semua telah menjelaskan bahwa kenaikan Yesus ke sorga sesungguhnya tidak pernah terjadi. Cerita ini tidak didukung oleh keterangan yang akurat dalam Bible sendiri. Dengan demikian, umat Kristen perlu meninjau kembali keimanannya tentang kenaikan Yesus ke sorga ini. Mereka perlu berpikir kembali sebelum merayakan hari Kenaikan Yesus setiap tahunnya, apakah memang patut dirayakan atau seharusnya dihentikan berhubung masih dalam pertanyaan karena tidak didasari keterangan valid dalam Bible. Terlebih lagi karena Bible lebih cenderung pada cerita fiktif tentang kenaikan Yesus ketimbang menonjolkan kebenaran kisahnya.

Semoga bermanfaat!
Salam Bagi Kaum Yang Mengikuti Petunjuk

[Sumber: Islam Menjawab]



Inilah Ucapan Yesus Dan Maria Yang Asli


Tahun 1999 Profesor Klaus Berger, guru besar teologi di Universitas Heidelberg Jerman, mengeluarkan sebuah buku berjudul "Das Neue Testament und frühchristliche Schriften" (The New Testament and Early Christian Writings). Di dalamnya termuat naskah-naskah Perjanjian Baru dan naskah-naskah tua lain yang tidak termasuk ke dalamnya, seperti Surat Gembala Hermas, Surat Barnabas, Surat-surat Ignatius, dsb. 

Yang menarik bagi umat Islam adalah, Prof. Klaus Berger juga memasukkan lebih dari 100 ucapan Nabi Isa as yang selama ini (hampir hanya) beredar di kalangan umat Islam. Ini mengejutkan, paling tidak karena dua hal:

Pertama, Klaus Berger hanya memasukkan naskah-naskah yang diyakini paling telat berasal dari akhir abad ke-2 Masehi; ini sebuah pengakuan akan originalitas dari ucapan-ucapan tsb. 

Kedua, Prof. Klaus Berger sebenarnya tergolong teolog yang hati-hati dan konservatif; pemasukan naskah-naskah dari milieu umat Islam ini adalah suatu langkah dia yang mencengangkan.

Sebenarnya ucapan-ucapan Nabi dalam bahasa Arab ini sudah dikenal lama oleh dunia teologi Kristen sejak lama. Tahun 1896 David Margolioth, seorang orientalis Inggris, mengumpulkan 77 ucapan ini dari sebuah sumber. Langkah yang lebih besar dilakukan orientalis Spanyol, Asín y Palacios, yang menyelidiki 56 sumber dan mengumpulkan 225 ucapan-ucapan Yesus ini serta menterjemahkannya ke dalam bahasa Latin dengan judul "Logia et agrapha domini Jesu apud moslemicos scriptore, asceticos praesertum, usitata". Edisi Palacios inilah yang menjadi sandaran buku Klaus Berger.

BERIKUT SEBAGIAN UCAPAN ISA DAN MARYAM DALAM INJIL YANG ASLI

Jibril as bertemu Nabi Isa as dan berkata kepadanya: "Assalamu 'alaika ya Ruhullah!" 
"Wa 'alaikas-salam ya Ruhullah!" jawab Isa. Kemudian Isa bertanya: "Ya Jibril, kapan datangnya saat kiamat?" Jibril berdesir dan menjawab: "Yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya. Kiamat amat berat bagi langit dan bumi; dia akan datang kepada kalian secara tiba-tiba." Dan selain itu dia berkata: "Tentang hal ini hanya Allah yang tahu." 

Setiap kali di depan Nabi Isa as disebutkan tentang saat hari kiamat, dia berduka cita dan berkata: "Ibnu Mayam tidak akan tenang apabila saat hari kiamat dibicarakan di hadapannya!"

Seorang laki-laki datang ke Isa dan berkata: "Guru Kebaikan, ajarilah aku sesuatu yang kau tahu dan aku tidak tahu, yang berguna bagiku dan tidak mencelakakanmu." Isa bertanya: "Apa itu [yang engkau ingin tahu?" Orang itu berkata:

"Bagaimana seorang hamba bisa benar-benar bertakwa?" Isa menjawab: "Persoalannya mudah. Engkau harus benar-benar mencintai Allah dengan segenap hatimu, dan menempatkan hidupmu dengan segenap kekuatanmu di dalam penghambaan padaNya, dan kamu harus mengasihi manusia sepertimu, sebagaimana kamu mengasihi dirimu sendiri." Orang itu bertanya: "Guru Kebaikan, siapakah manusia sepertiku?" "Semua Bani Adam. Dan apa yang kau tidak inginkan dilakukan padamu, jangan lakukan pada orang lain. Dengan seperti ini kau akan benar-benar bertakwa."

Nabi Isa as berkata kepada kaum hawariyyun: "Ya hawariyyun, jangan melemparkan mutiara kepada babi, karena babi tidak tahu penggunaannya. Jangan memberikan hikmah kepada seseorang yang tidak menginginkannya, karena hikmah itu lebih berharga daripada mutiara, dan orang yang tidak menginginkannya lebih buruk daripada babi."

PERKATAAN MARYAM

Maryam berkata: "Ketika aku mengandung Isa, aku senantiasa mendengar Isa bertahmid di dalam diriku jika ada orang berbicara denganku di rumahku. Jika aku sendiri dan tak ada orang lain di sekitarku, aku berbicara dengannya dan dia denganku, sementara dia masih berada di dalam rahimku."

Diriwayatkan bahwa Isa berkata: "Ya Allah, bagaimana aku bisa bersyukur kepadaMu sementara rasa syukurku adalah pemberian yang kuterima dariMu yang harus aku syukuri pula?"

Allah menjawab: "Kalau kau tahu itu, engkau telah bersyukur kepadaKu."

Maryam berada di Baitulmaqdis bersama sepupunya Yusuf, yang melayaninya dan berbicara dengannya di balik sebuah tembok. Yusuf adalah orang pertama yang mengetahui kehamilan Maryam, dan dia menjadi gundah dan sedih karena dia khawatir orang akan menganggap dia bersalah dan telah berbuat sesuatu yang mengotori namanya. 

Maka berkatalah Yusuf kepada Maryam: 
"Maryam, bisakah ada tumbuhan tanpa benih?" 

"Ya," jawab Maryam. 

"Bagaimana mungkin?" tanya Yusuf. 

"Allah," kata Maryam, "menciptakan tumbuhan pertama tanpa benih. Tapi mungkin engkau akan berkata: 'Seandainya Allah tidak merekayasa bantuan benih, tentu akan terlalu sulit bagiNya."

"Na'udzubillah!" kata Yusuf. Kemudian Yusuf berkata kepada Maryam: 
"Bisakah sebuah pohon tumbuh tanpa air dan hujan?" 

Maria menjawab: "Tidakkah kau tahu bahwa benih, tumbuhan, air, hujan, dan pepohonan mempunyai satu pencipta?" 

Maka Yusuf bertanya sekali lagi: 
"Bisakah ada anak-anak atau kehamilan tanpa seorang laki-laki?" 

"Ya," jawab Maryam. 

"Bagaimana mungkin?" tanya Yusuf. 

"Tidakkah kau tahu bahwa Allah menciptakan Adam dan isterinya Hawa tanpa kehamilan, tanpa seorang laki-laki dan tanpa seorang ibu?" 

"Ya," jawab Yusuf yang kemudian menambahkan: "Katakan kepadaku, apa yang terjadi denganmu?" 

Maryam berkata: "Allah telah membawakan kepadaku kabar baik tentang kalimatullah yang bernama Almasih Isa bin Maryam."

[Dari Yudas Iscarius Siregar]


Baca lebih lengkap di sini:


Contact Form

Name

Email *

Message *