Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Islam Bertanya. Show all posts
Showing posts with label Islam Bertanya. Show all posts

Friday, January 4, 2019

Hukum Tuhan Di Mata Pengikut paulus Friday, January 4, 2019

 
Menyibak Tabir Di Balik Doktrin Kristen

HUKUM TUHAN DI MATA PENGIKUT PAULUS

Jika rajin mencermati isi alkitab, maka Hukum Tuhan berikut ini pasti sudah tidak asing lagi bagi pemerhatinya:

IMAMAT 10:9 (Hukum minum Anggur, HARAM)
IMAMAT 11:1-47 (Hukum memakan daging hewan berkaki empat yang tidak berkuku belah - termasuk babi - HARAM. Tentang ini, sekalipun kata BABI sudah "dimodifikasi" menjadi BABI HUTAN, namun ketetapan perihal "hewan berkaki empat yang tidak berkuku belah" ini tetap berlaku.
IMAMAT 15:1-33 (Hukum mengeluarkan sperma dan terkena sperma adalah NAJIS. Karenanya setelah "bertetettowet" setiap pasutri wajib mandi junub).
IMAMAT 17:12 (Hukum meminum darah atau memakan dadih, HARAM)
IMAMAT 20:1-27 (Para pelaku Zinah harus dihukum MATI)
ULANGAN 22:13-30 (Hukum menuduh isteri berzinah tanpa saksi, RAJAM sampai MATI)
ULANGAN 14:3-21 (sama dengan IMAMAT 11:1-47)
ULANGAN 23:19-20 (Hukum membungakan uang, HARAM)
MATIUS 5:29-30 (Hukum mata yang menyesatkan, CUNGKIL! Tangan yang menyesatkan, PENGGAL!)
MATIUS 18:8-9 (sama dengan MATIUS 5:29-30)
MARKUS 9:43,45,47 (sama dengan MATIUS 5:29-30, termasuk MEMENGGAL kaki!)
YOHANES 8:7 (Hukum wanita yang kedapatan berzinah, sama dengan IMAMAT 20:1-27, RAJAM sampai MATI)

Hukum Tuhan di atas tertullis dengan amat jelas di dalam alkitab yang selama ini diakui oleh umat Kristen sebagai kitab suci mereka.

Tapi kenapa kita tidak pernah mendengar ada satu manusia pun dari umat ini yang diberitakan melaksanakan hukum-hukum tsb secara konsekuen? Padahal dewasa ini sudah bukan rahasia lagi bahwa tidak sedikit dari mereka yang, baik secara teang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, sebenarnya "terkena" hukum-hukum tsb!

Jawabnya adalah; hukum yang ditandai dengan contreng hijau di atas tertulis dalam Perjanjian Lama milik umat Yahudi yang sudah "digenapi" oleh Yesus, sehingga tidak mengikat lagi bagi seluruh pengikut Paulus!

Okeh!
Anggap saja begitu.

Lantas bagaimana dengan hukum-hukum yang ditandai dengan silang merah? Bukankah itu ada dalam Perjanjian Baru yang bukan untuk umat Yahudi tapi 100% untuk umat kristen?

Kenapa tidak kalian laksanakan juga?
Coba jelaskan dulu pada kami, ALASANNYA APA?

Tolong fokus dan jelaskan saja tanpa perlu usaha keras untuk mengalihkan topik dengan OOT, tanya balik, apalagi sampai histeris!

Monggo!
Silahken!
 

Thursday, July 20, 2017

Mana Bukti Shahih Kenaikan Yesus ke Sorga? Thursday, July 20, 2017


Kita langsung saja.
AYAT-AYAT 'MISTERIUS' DALAM ALKITAB

Berikut ini adalah Injil Markus 16:9-20 yang mengisahkan peristiwa kebangkitan hingga terangkatnya Yesus ke sorga sebagaimana tertulis dalam alkitab.

MARKUS 16
[9] Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
[10] Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
[11] Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
[12] Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
[13] Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya.
[14] Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
[15] Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
[16] Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
[17] Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
[18] mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Ayat ayat di atas adalah landasan pembaptisan dan penginjilan umat kristen. Tapi SILAHKAN BELALAKKAN MATA ANDA untuk MENCARI ayat ayat tersebut pada KANON ALKITAB CODEX SINAITICUS!

Bagi yang penasaran ingin menelusuri sendiri sampai ke sumbernya, silahkan berkunjung ke alamat ini:

TERNYATA MARKUS 16:9-20 TIDAK DIJUMPAI DALAM KANON ALKITAB CODEX SINAITICUS!
Artinya, satu lagi bukti ayat-ayat palsu dalam alkitab!

Dan secara alkitabiah ternyata cerita tentang kenaikan Yesus ke sorga tidak dapat dibuktikan!
Benar?


Thursday, July 6, 2017

Darimana Datangnya Gagasan Bahwa Yesus Adalah Anak Tuhan? Thursday, July 6, 2017


Tanya: Darimana datangnya gagasan bahwa Yesus adalah anak Tuhan?

Jawab: 
Gagasan itu berasal dari kepercayaan kaum pagan, atau para  penyembah berhala, bahwa Tuhan beranak pinak di bumi. 

Di berbagai wilayah dan kota-kota besar dalam wilayah dominasi kerajaan Romawi di luar Palestina, orang-orang menyembah “Tuhan beserta keluarganya”, 

Mulai dari Tuhan tiga sampai ratusan. Mereka menganggap bahwa setiap tindakan Tuhan menjadi oknum lain di samping Tuhan. Misalnya firman Tuhan menjadi oknum lain (Anak Allah) yang namanya Yesus. Tindakan Tuhan memberi hidup, menjadi oknum lain yang namanya Roh Kudus dlsb.

Siapa pencetus ide Anak Allah?
Ide Anak Tuhan merupakan hal yang lumrah di masyarakat Yahudi. Mereka menganggap bahwa bangsa Israel adalah “Anak-anak Tuhan”. Bagi mereka istilah “Anak Tuhan” bukan untuk individu. “Anak-anak Tuhan” dalam pengertian individu merupakan paham penyembah berhala yang menganggap bahwa Tuhan beranak di dunia. (Tillich 1968)

Paulus yang menganggap Yesus lahir melalui intervensi Roh Kudus, memperkenalkannya kepada para penyembah berhala di kerajaan Romawi sebagai “Anak Tuhan (Allah)”.

[Lukas 1:35] “Jawab malaikat itu kepadanya: `Roh Kudus akan turun atasmu dan Kuasa Allah yang Maha Tinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan akan disebut kudus, Anak Allah” 

[Kisah Para Rasul 9:20] “Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah” 

Pekerjaan Paulus yang mulai merusak ajaran Tauhid yang diajarkan Yesus ini dikutuk oleh Allah dalam surah Maryam:88-92:

“Dan mereka berkata: ‘Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak’. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat munqkar. Hampir-hampir lagit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yanq Pemurah mempunyai anak” (QS. Maryam:88-92)

Apa arti Anak Tunggal Allah?
Umat Kristen dengan bangga menjelaskan bahwa Yesus diperanakkan bukan dicipta. Menurut mereka, semua mahluk dicipta oleh Tuhan, demikian pula Nabi Adam. Tetapi Yesus lahir dari intervensi Roh Kudus yang datang menaungi perawan Maria sehingga hamil. Dari berbagai legenda, Tuhan menghamili seorang perempuan hanya sekali, sehingga disetiap zaman hanya ada seorang Anak Tuhan (anak tunggal).

[Lukas 1:35]. “Jawab malaikat itu kepadanya: ‘Roh Kudus akan turun atasmu dan Kuasa Allah yang Maha Tinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan akan disebut kudus, Anak Allah” 

Apakah anak Allah setara dengan Allah?
Dalam filsafat Yunani, kedudukan Anak Tuhan dan dewa-dewa lainnya lebih rendah dari Tuhan. Sesuai ajaran filsafat Yunani, ketika Tuhan yang suci tidak dapat berhubungan dan menyelamatkan dunia serta manusia yang berdosa, dia mengirim anaknya atau dewa lain untuk mengatasi persoalan di dunia. 

Tapi rupanya Paulus dan para kroninya yang dari generasi ke generasi menjadi petinggi Gereja ingin "menaikkan" kedudukan Yesus sebagai Anak Allah (Tuhan) setara dengan Bapa atau Tuhan itu sendiri. Dan ini, tentu saja, menghadapi berbagai kendala, sebab manalah mungkin hal itu dapat diterima oleh akal manusia waras?

Kenapa?
Pertama, karena Bapa bukan Anak dan Anak bukan Bapa, sehingga secara otomatis Bapa memiliki kekuasaan untuk memerintah Anak, sedangkan Anak tiadak punya kuasa untuk memerintah Bapa.

Kedua, karena Bapa bukan Anak dan Anak bukan Bapa, maka jelas ada suatu saat dimana Bapa sudah ada, sedangkan Anak belum ada. Jika kedua-duanya sama-sama ada, tentu tidak ada Bapa dan Anak, bukan?

[Kisah Para Rasul 13:33] “….AnakKu Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini”. 

Ayat di atas memperlihatkan bahwa kemarin Bapa sudah ada, sedangkan Anak belum ada. 

Ketiga, karena para pemimpin Gereja mengatakan bahwa Bapa 100% Tuhan, sedangkan Anak (Yesus) adalah 100% Tuhan dan sekaligus 100% manusia, maka tentu saja keduanya tidak sama, apalagi setara.

Jadi, keyakinan umat kristen yang mengira Yesus adalah tuhan karena ucapannya "aku dan bapa adalah satu", sudah tentu tidak dapat diterima!

Jelas ya?

[Belajar dari catatan mbak Yusni | Di Bawah Panji Panji Islam]


Tuesday, June 27, 2017

Benarkah Yesus Pernah Tersalib? Tuesday, June 27, 2017

Coba kita kutip teks-teks Al-Qur'an yang menyatakan bahwa secara umum murid-murid nabi Isa as -Hawariyyin- adalah orang-orang yang beriman, taat dan setia kepada nabi Isa as, dan dari sebuah Hadits yang kita kutip menunjukkan bahwa orang yang kemudian ditangkap dan disalib adalah salah seorang murid nabi Isa as yang dengan kerelaannya bersedia untuk diserupakan dengan nabi Isa as, sehingga dari al-Quran dan al-Hadits kita memperoleh kesimpulan bahwa orang yang dibunuh dan disalib bukanlah nabi Isa as dan bukan pula seorang pengkhianat.

Dan dari penelusuran teks-teks Bible sendiri, yaitu sebuah kitab yang diimani oleh umat Kristiani yang meyakini bahwa Yudas adalah seorang pengkhianat, ternyata banyak ayat yang secara implisit "tersamar" menyatakan bahwa Yudas Iskariot bukanlah seorang pengkhianat, namun seorang yang disebut Yesus sebagai seorang yang terbesar dan termulia di antara keduabelas murid-muridnya. 

Secara implisit pula kita dapatkan dari Bible bahwa kemudian Yudas diserupakan dengan Yesus ketika orang-orang yang akan menangkap Yesus terjatuh ke tanah, sehingga tidak menyaksikan proses penyerupaan Yudas ke Yesus. Sehingga mereka menyangka bahwa orang yang mereka tangkap adalah Yesus Kristus, padahal sesungguhnya adalah Yudas Iskariot yang telah diserupakan dengan Yesus. Pada tulisan  tersebut telah terbukti bahwa orang yang ditangkap adalah Yudas Iskariot, dan pada kajian ini, kita akan membuktikan juga bahwa orang yang ditangkap itu memang Yudas Iskariot, namun dari sisi yang lain. 

Jika sebelumnya kita membuktikan dari sisi fragmen saat-saat menjelang pengepungan dan menjelang penangkapan, maka kali ini kita akan membuktikan dari sisi setelah proses penangkapan dan pengadilan atas orang yang ditangkap.

Ternyata murid Yesus yang lain yang bernama Petrus mengetahui bahwa orang yang telah ditangkap dan sedang di adili oleh orang-orang Yahudi bukanlah Yesus, melainkan temannya yaitu Yudas yang telah diserupakan dengan Yesus sehingga Petrus menyangkal kalau dikatakan orang yang telah ditangkap dan sedang diadili adalah Yesus Kristus gurunya. Petrus adalah salah seorang dari duabelas orang murid Yesus yang selalu setia menemani dan taat mengikuti ajaran Yesus. Petrus adalah orang yang paling berani dalam membela Yesus.

Ketika orang-orang Yahudi bersama sejumlah pasukan mengepung Yesus dan murid-muridnya, Petrus dengan heroiknya tampil ke depan tanpa rasa takut sedikitpun menghadapi mereka yang berjumlah jauh lebih banyak. Konon Petrus dengan pedangnya berhasil memotong telinga salah seorang dari pasukan yang bernama Malchus, namun Yesus yang telah mengetahui kekuatan musuh jauh lebih besar dan mengetahui perlawanan tidak akan menghasilkan kemenangan sedikitpun, seketika itu juga Yesus menghentikan perlawanan Petrus. 

Yang perlu dicatat dalam kisah di atas adalah keberanian Petrus menghadapi sedemikian banyak orang yang akan menangkap Yesus. Sikap semacam itu adalah sikap orang yang teguh iman, tidak takut mati, rela berkorban jiwa, atau tegasnya, adalah sikap seorang kesatria.

Sikap semacam itu adalah hal yang biasanya dimiliki oleh seorang yang teguh memegang prinsip dan ideologi, seperti halnya dalam Islam, para sahabat utama Nabi Muhammad saw juga rela mengorbankan harta dan jiwa mereka demi membela Islam dan Nabi Muhammad saw. Demikian pula dengan kaum Hawariyyin seperti Petrus. Aadalah wajar bila dia bersikap demikian untuk membela Yesus gurunya, apalagi duabelas murid Yesus adalah orang-orang pilihan Yesus sendiri yang diangkat dari duabelas suku Israel. 

Bible mengisahkan, konon Petrus menyangkal pernah bersama-sama dengan Yesus, menyangkal mengenal Yesus dan menyangkal sebagai murid Yesus. Menurut Bible, secara implisit penyangkalan tersebut dilakukan Petrus hanyalah untuk menghindari agar dirinya tidak ikut ditangkap bersama-sama Yesus atau dengan kata lain Petrus takut untuk ditangkap. 

Kisah tersebut tentu saja melahirkan pertanyaan-pertanyaan yang mengusik akal sehat, apakah mungkin Petrus yang heroik dan tidak takut mati, hanya dalam hitungan  jam saja tiba-tiba menjadi seorang pengecut yang takut ditangkap dan takut mati? Apakah Yesus salah memilih orang untuk dijadikan muridnya, ataukah Yesus telah gagal membentuk keimanan bagi murid-muirdnya? Untuk dapat menjawab semua itu, perlu diselidiki dan dikaji apa makna dan motif sesungguhnya dari penyangkalan Petrus tersebut.

LINTASAN KISAH
Sebelum kita mengkaji latar belakang dan motif penyangkalan Petrus, marilah kita lihat lintasan kisah yang melatar-belakanginya. Ketika orang-orang Yahudi dan pasukan prajurit Romawi berhasil mengepung Yesus dan murid-muridnya, tampilah Petrus melawan mereka untuk membela dan menyelamatkan Yesus. Dalam sekejap salah seorang dari mereka terpotong telinganya oleh pedang Petrus, namun melihat kekuatan musuh yang jauh lebih besar dan melihat perlawanan Petrus tidak akan berarti apa-apa, maka Yesus menghentikan perlawanan Petrus tersebut. Lalu Yesus tampil ke depan berkata kepada orang-orang yang ingin menagkapnya: “Siapakah yang kamu cari?” Tanya Yesus. “Yesus dari Nazaret” Jawab pasukan itu. lalu Yesus menegaskan, “Akulah Dia!” 

Saat itu juga mereka mundur hingga terjatuh ke tanah. Tentu bukan tanpa sebab hingga mereka mundur dan terjatuh ke tanah, pasti ada sesuatu yang menyebabkannya, penyebab itulah yang oleh para penulis Injil tidak dijelaskan dalam Injilnya. Dalam tulisan sebelumnya telah kita bahas bahwa saat itulah terjadinya proses perubahan wajah Yudas yang menyerupai wajah Yesus. Karena mereka terjatuh ke tanah, maka mereka tidak menyaksikan proses perubahan tersebut. Inilah rencana Allah SWT untuk menyelamatkan Yesus. Dan setelah itu, Yudas yang telah diserupakan dengan Yesus berkata kepada mereka yang akan menangkap Yesus: “Siapakah yang kamu cari?” Tanya Yudas yang sudah berubah wujud menyerupai Yesus. “Yesus dari Nazaret.” Jawab pasukan itu lagi. “Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi” Tegas Yudas yang berwajah Yesus. Maka orang-orang Yahudi itupun menangkap Yudas yang mereka kira adalah Yesus dan membawanya kepada imam-imam Yahudi untuk diadili.

Sementara itu Petrus mengikuti dari kejauhan untuk mengetahui nasib apa yang akan menimpa sahabatnya itu.  Sepertinya Petrus mengetahui bahwa bukan Yesus yang ditangkap tetapi seseorang yang diserupakan dengan Yesus. Namun, umat Kristen meyakini bahwa orang yang ditangkap adalah Yesus bukan Yudas, karena ayat-ayat dalam Bible secara tekstual memang menyatakan demikian. Tetapi keyakinan tsb sangat lemah, karena banyak mengabaikan kejanggalan-kejanggalan kontekstualnya, yang pada kesempatan yang lalu telah membuktikan bahwa Yesus dan murid-muridnya sama sekali tidak membicarakan tentang seorang pengkhianat, tetapi seorang yang terbesar di antara keduabelas murid-muridnya. Dan umat Kristen tentu sepakat bahwa orang yang di-maksud Yesus adalah Yudas Iskariot, dan itu berarti Yudas bukanlah seorang pengkhianat!

Kembali lagi pada kisah Petrus, Petrus terus mengikuti Yudas yang ditangkap untuk diserahkan kepada imam-imam Yahudi. sesampainya mereka di bait Allah tempat Yudas akan disidang, Petrus berhenti dan menunggu di luar untuk mengetahui nasib Yudas selanjutnya. Ketika Petrus sedang menunggu jalannya sidang itulah datang orang-orang Yahudi kepada Petrus, dan sepertinya mereka mengenali Petrus sebagai orang yang selalu bersama-sama dengan Yesus dan sebagai murid Yesus. 

Di sinilah terjadi dialog antara orang-orang Yahudi dengan Petrus di mana dalam dialog tersebut orang-orang Yahudi mendakwa Petrus sebagai orang yang selalu bersama-sama dengan orang yang sedang diadili, dan mendakwa Petrus sebagai murid orang yang sedang diadili. Namun Petrus menyangkal semua dakwaan tersebut, Petrus tidak mengakui selalu bersama-sama, mengenal dan sebagai murid orang yang sedang disidang. 

Penyangkalan-penyangkalan Perus itulah yang diyakini oleh Umat Kristiani sebagai penyangkalan terhadapa Yesus. Sekarang mari kita lihat dialog selengkapnya.

FRAGMEN PENYANGKALAN
Berikut kutipan dialog antara orang-orang Yahudi dengan Petrus:

  • Injil Matius 26:69-74,
  • Injil Markus 14:67-71
  • Injil Lukas 22:56-60 ,
  • Injil Yohanes 18-25-28
  • Yahudi 1 : Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu.
  • Petrus : Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud.
  • Yahudi 2 : Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.
  • Petrus : Aku tidak kenal orang itu.
  • Yahudi 3 : Pasti engkau juga salah seorang dari. ….mereka, itu nyata dari bahasamu.
  • Petrus : Aku tidak kenal orang itu.

Kata "itu" yang digarisbawahi dalam fragmen di atas adalah sebagai kata ganti yang menunjuk kepada "seseorang" yang sedang diadili. Ketika orang-orang Yahudi berkata kepada Petrus "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu", orang-orang Yahudi tersebut mendakwa Petrus adalah orang yang selalu bersama-sama dengan orang yang sedang diadili, yang mereka pikir adalah Yesus.

Terhadap dakwaan tersebut, Petrus menyangkal dengan mengatakan "Aku tidak tahu apa yang engkau maksud." Jawaban Petrus tersebut menunjukkan bahwa dia tidak dapat memahami bila dikatakan orang yang sedang diadili adalah Yesus dan tidak dapat mengerti bila dikatakan dia selalu bersama-sama dengan orang yang sedang diadili. Jawaban Petrus tersebut mempunyai dua kemungkinan:

Pertama, Petrus menyangkal bila dikatakan selalu bersama-sama dengan Yesus, dan itu berarti orang yang sedang diadili adalah Yesus. 
Kedua, Petrus menyangkal jika maksud peranyaannya adalah bahwa orang yang sedang diadili adalah Yesus, sehingga dia juga menyangkal bila dikatakan selalu bersama-sama dengan orang tersebut. Dalam dakwaan berikutnya yaitu yang kedua dan ketiga, Petrus didakwa "Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu", Petrus secara konsisten berturut-turut menyangkal "Aku tidak kenal orang itu.", 

Jawaban Petrus tersebut juga mempunyai dua kemungkinan.

Pertama, Petrus menyangkal kenal dengan Yesus, hal itu berarti orang yang sedang disidang adalah Yesus,
Kedua, Petrus menyangkal kenal pada orang yang disidang, hal itu berarti bukan Yesus orang yang sedang disidang.

Dalam Yohanes 18:25 dakwaannya berbunyi, "Bukankah engkau juga seorang muridnya?" Dalam dakwaan tersebut, kata "nya" yang bergaris bawah adalah sebagai kata ganti yang menunjuk kepada orang yang sedang diadili. Terhadap dakwaan tersebut Petrus menyangkal "Aku bukan muridnya", yang mempunyai dua kemungkinan juga.

Pertama, Petrus menyangkal bila dikatakan sebagai murid Yesus, hal itu berarti orang yang sedang diadili adalah Yesus,
Kedua, Petrus hanya menyangkal bila dikatakan murid dari orang yang sedang diadili. Berarti orang yang sedang diadili 
bukan Yesus.

YESUS ATAU YUDAS?
Sekarang mari kita uji dua kemungkinan di atas.
Siapa sebenarnya yang sedang disangkal oleh Petrus? Yesuskah, ataukah orang lain yang diserupakan dengan Yesus?

Bila kita mengasumsikan orang yang sedang disidang adalah Yesus, maka artinya orang yang disangkal oleh Petrus adalah Yesus. 
Asumsi tersebut melahirkan pertanyaan sangat mendasar, mungkinkah Petrus menolak mengakui bahwa ia mengenal dan selalu bersama-sama dengan Yesus, dan menolak mengakui pula sebagai murid Yesus? Jika mungkin, lalu apa motif Petrus melakukan itu semua? Asumsi di atas, walau bagaimanapun praktis membuat kita menganggap Petrus sebagai seorang pengecut, pembohong, munafik, dan manusia tidak teguh iman!

Disebut pengecut dan pembohong, karena sejatinya Petrus adalah murid Yesus dan orang yang selalu bersama-sama dengan Yesus. Disebut munafik dan tidak teguh iman karena beberapa jam sebelumnya Petrus telah menunjukkan sikap sebagai seorang kstaria yang sangat heroik dalam membela Yesus.

Ditinjau dari catatan-catatan yang melatarbelakanginya, maka tidak ada satu motifpun yang mendorong Petrus untuk menjadi seorang pengecut. Apakah Petrus takut ditangkap hingga harus menyangkal segala dakwaan orang-orang Yahudi? Tentu saja tidak!

Jika orang-orang Yahudi ingin menangkap murid-murid Yesus juga, tentu mereka sudah menangkapnya ketika mereka mengepung Yesus dan murid-muridnya di taman Getsemani. Tapi pada kenyataannya tidak. Mereka membiarkan murid-murid Yesus pergi. 

Menyebut Petrus sebagai pengecut, secara tidak langsung telah memberikan label kepada Yesus sebagai orang yang tidak teliti dan gagal. Ya, gagal membentuk keimanan Petrus sehingga menjadi seorang pengecut, pembohong, munafik dan tidak teguh iman! Tidak teliti karena telah salah memilih orang yang akan diberi pelimpahan kepemimpinan selanjutnya.

Yohanes 21:17 mencatat: 

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”  

Tentu saja tuduhan sebagai pengecut dan munafik itu menjadi tidak mungkin, karena sejarah telah membuktikan bahwa Petruslah yang kemudian memegang kepemimpinan. Karenanya, mustahil Petrus menjadi seorang pengecut, menyangkal gurunya yang sangat dikasihinya itu.

Jika bukan Yesus yang diadili, lalu siapa yang disangkal Petrus?
Umat Kristen yang rajin membaca Bible t
entu akan menjawab bahwa orang yang diadili adalah orang yang ditangkap di taman Getsemani, lalu diadili untuk kemudian disalib!

Memberikan nama Yudas sebagai orang yang diadili ternyata selaras dengan keseluruhan konteks ayat-ayat Bibel yang mencatat peristiwa ini. Selaras bahwa Yesus secara kontekstual menyebut Yudas sebagai orang yang terbesar, bukan sebagai pengecut.  Yudas telah membuat Yesus sangat terharu.

Kenapa Yesus terharu?
Karena Yudas berkorban nyawa menggantikan Yesus untuk ditangkap dan dibunuh oleh orang-orang Yahudi. Kisah tsb selaras pula dengan sifat Petrus yang pemberani, heroik dan pantas menjadi seorang pengganti kepemimpinan Yesus.

Dengan demikian maka yang disalib bukan Yesus, melainkan Yudas! 

Wallahu’alam


[Sumber: Indra Wibowo



Tuesday, March 14, 2017

Allah adalah Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhannya Yesus! Tuesday, March 14, 2017


ALKITAB MENEGASKAN BAHWA "TUHAN" DAN "ALLAH" BUKAN DUA DEITI YANG TERPISAH 
AKAN TETAPI SEBAGAI SATU ENTITAS YANG SAMA.

Frase "TUHAN, ALLAHMU" yang MEMBUKTIKAN bahwa TUHAN dan ALLAH adalah SATU DEITI YANG SAMA disebutkan sebanyak 398 kali dalam alkitab, yakni 391 kali dalam Perjanjian Lama, dan 7 kali dalam Perjanjian Baru.

Dari 7 penyebutan "TUHAN, ALLAHMU" dalam Perjanjian Baru tsb, 6 di antaranya dinyatakan sendiri oleh Yesus Kristus.

Artinya, Yesus sangat mengetahui bahwa ALLAH dan TUHAN adalah SATU-SATUNYA ALLAH, atau SATU-SATUNYA TUHAN. Bukan dua entitas yang berbeda.

Akan tetapi umat Kristen yang mengaku sebagai pengikut Yesus Kristus mengimani bahwa ALLAH dan TUHAN adalah DUA oknum yang BERBEDA berdasarkan ajaran Paulus dalam 1 Korintus 8:6 yang kemudian dijadikan landasan PENGAKUAN IMAN KRISTEN dalam teks KREDO RASULI sbb:

Aku percaya akan ALLAH,
Bapa yang mahakuasa,
pencipta langit dan bumi;
dan akan Yesus Kristus,
Putra-Nya yang tunggal, TUHAN kita,
yang dikandung dari Roh Kudus,
dilahirkan oleh Perawan Maria;
yang menderita sengsara
dalam pemerintahan Pontius Pilatus
disalibkan, wafat, dan dimakamkan;
yang turun ke tempat penantian
pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati;
yang naik ke surga,
duduk di sebelah kanan Allah Bapa
yang mahakuasa;
dari situ Ia akan datang
mengadili orang yang hidup dan yang mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja katolik² yang kudus,
persekutuan para kudus,
pengampunan dosa,
kebangkitan badan,
kehidupan kekal.
Amin.


Ini adalah BUKTI bahwa doktrin Kristen tentang ketuhanan Tritunggal, dimana ALLAH dipisahkan dari TUHAN jelas merupakan doktrin yang menafikan eksistensi ALLAH, melawan kehendak TUHAN, dan menentang ajaran semua nabi, termasuk ajaran Yesus sendiri, yang sebenarnya sudah sangat jelas tertulis dalam alkitab! Perhatikan lagi cerita kita sebelumnya tentang ini  di sini:

Contoh ayat-ayat semisal ini sudah menjelaskan sendiri bahwa artinya hanya ada SATU TUHAN, yaitu ALLAH!

"Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Akulah TUHAN, Allahmu." (Imamat 18:2)

Atau

"Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu." (Ulangan 28:2)

Jadi, pengakuan iman kristen bahwa hanya ada SATU ALLAH yaitu Bapa, dan hanya ada SATU TUHAN yaitu Yesus Kristus, jelas tidak sama dengan apa yang diajarkan oleh ALLAH melalui Yesus! 


Demikianlah FAKTANYA!
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!


Apakah ALLAH Dan TUHAN Dalam Alkitab Adalah Dua Deiti Yang Berbeda?

Pengikut Paulus tidak terima disebut menyembah TIGA TUHAN dan karenanya selalu berusaha untuk menjelaskan bahwa sejatinya mereka juga BERTAUHID yakni menyembah TUHAN YANG MAHAESA, yaitu SATU TUHAN, tapi dengan TIGA KEPRIBADIAN.

Untuk menegaskan "ketauhidan" ini, umumnya mereka mengutip tulisan rasul gadung Paulus dalam suratnya kepada jemaat Korintus yang satu ini:

" .... namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup." (1 Korintus 8:6)

Mencermati ayat di atas, kita yang berada di luar lingkar doktrin gereja-gereja kristen rasanya dapat dengan mudah melihat "ketidakberesan" di sini, karena apa yang kemudian menjadi dasar syahadat umat Kristen seperti tertulis dalam kredo (pengakuan iman) Rasuli misalnya, sebenarnya adalah kalimat akal-akalan saja.

Paulus coba memanipulasi pengikutnya bahwa sekalipun dia menyebut HANYA ADA SATU ALLAH yaitu Bapa di sorga, namun dia juga menyebut HANYA ADA SATU TUHAN, yaitu Yesus Kristus, yang dalam hal ini jelas menunjukkan adanya DUA DEITI yang sama-sama berstatus TUHAN! Ajarannya ini sangat bertentangan dengan ajaran semua nabi, termasuk ajaran Yesus sendiri! 

Kenapa?
Karena menurut alkitab, baik para nabi maupun Allah sendiri selalu menyandingkan kata ALLAH dan TUHAN sebagai oknum yang sama!

Perhatikan ayat-ayat alkitab berikut ini:

  • Ulangan 4:35 - Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa TUHANLAH ALLAH, tidak ada yang lain kecuali Dia.
  • Ulangan 4:39 - Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa TUHANLAH ALLAH yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain.
  • Ulangan 6:4 - Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu ALLAH kita, TUHAN itu esa [Catatan: dalam Markus 12:28-34 Yesus dan seorang juru tulis Yahudi yang dia temui memahami teks ini dengan benar.]
  • 2Samuel 7:22 - Sebab itu Engkau besar, ya TUHAN ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada ALLAH selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami.
  • 1Raja-raja 8:60 - supaya segala bangsa di bumi tahu, bahwa TUHANLAH ALLAH, dan tidak ada yang lain.
  • 2Raja-raja 19:15 - Hizkia berdoa di hadapan TUHAN dengan berkata: "Ya TUHAN, ALLAH Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah ALLAH segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi.
  • 1Tawarikh 17:20 - Ya TUHAN, tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada ALLAH selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami
  • Mazmur 18:31 - Sebab siapakah ALLAH selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu kecuali ALLAH kita?
  • Yesaya 37:16 - "Ya TUHAN semesta alam, ALLAH Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah ALLAH segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi.
  • Yesaya 37:20 - Maka sekarang, ya TUHAN, ALLAH kami, selamatkanlah kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah TUHAN."
  • Yesaya 43:10-11 - Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada ALLAH dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.
  • Yesaya 45:21 - Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada ALLAH selain dari pada-Ku! ALLAH yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!

Dan masih banyak lagi ayat-ayat serupa dalam alkitab yang membuktikan bahwa ALLAH adalah satu-satunya TUHAN!

Artinya, ALLAH dan TUHAN bukan BAPA dan YESUS seperti ajaran Paulus dalam 1 Korintus 8:6, melainkan hanya ALLAH sendiri!

Jadi, mengaitkan Yesus, apalagi dengan tambahan Roh Kudus sebagai oknum TUHAN, jelas menafikan sekaligus menentang eksistensi ALLAH yang sebenarnya sebagaimana dijelaskan oleh semua nabi dan Yesus sendiri!

Dengan demikian, doktrin kristen yang mengklaim bahwa mereka juga bertauhid, alias hanya bertuhankan satu yaitu ALLAH saja, namun bersamaan dengan itu mengimani pula Yesus sebagai TUHAN dan Roh Kudus sebagai oknum TUHAN yang lain (lebih rinci, lihat penjelasannya di sini), jelas merupakan klaim yang bertentangan dengan ajaran semua nabi, termasuk tentu saja, menentang ajaran Yesus sendiri! 

Perhatikan juga bagaimana jelasnya Yesus menyebut kata TUHAN dan ALLAH sebagai satu-satunya TUHAN, contohnya dalam Markus 12: 29:

Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan ALLAH kita, Tuhan itu esa. Kasihilah TUHAN, ALLAHmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Jadi, membedakan ALLAH dengan TUHAN dalam pengakuan iman seperti tertulis dalam Kredo Rasuli yang menyebut-nyebut kata "Allah", "Yesus Kristus" dan "Roh Kudus" sebagai sesama tuhan, sama artinya dengan secara sadar mengakui bahwa sejatinya Tuhan umat Krisen memang ada TIGA! 

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Saturday, November 12, 2016

Silsilah Yesus, Siapa Yang berdusta, Tuhan, Penulis Injil, Atau Editor Alkitab? Saturday, November 12, 2016

Menurut saya, Matius 1:1 dan Roma 1:3 adalah dua ayat dalam alkitab yang merupakan 'kesalahan paling memalukan' sepanjang abad Masehi. Sungguh kasihan Matius, yang namanya dicatut sebagai penulis Injil yang tidak pernah ditulisnya itu.

Bagaimana mungkin umat Kristen dapat menerima begitu saja Yesus yang mereka percaya sebagai 'Anak Allah' (terlahir dari roh Allah) dan sangat dibanggakan karena bukan hasil pembuahan dari hubungan pasutri ayah bundanya, tapi sekali lagi, dari roh Allah, dibuatkan silsilahnya dari garis keturunan ayah asuhnya, Yusuf?

Seluruh literatur di seluruh dunia berkaitan dengan Yesus (Isa Ibn Maryam) nampaknya sudah sepakat bahwa Yesus terlahir dari seorang perawan suci bernama Maria. Akan tetapi demi memenuhi 'gagasan cemerlang' gereja, maka mereka pun tidak malu-malu untuk menarik garis keturunan Yesus melalui Yusuf, suami Maria.

Ini, tentu saja, adalah sebuah kebodohan yang luar biasa. Sebab bagaimana kita dapat menerima 'akte kelahiran' Yesus yang bukan darah daging Yusuf tapi "dipaksa" mengikuti garis keturunannya demi menyambung tali keturunannya dari Daud hingga Abraham? Ada apa sebenarnya di balik silsilah 'rudapaksa' Yesus ini?

Benarkah karena kebodohan, atau justru karena kelicikan, tapi tetap saja bodoh?
Mengapa mereka menggunakan standar ganda untuk menjelaskan silsilah Yesus yang di satu sisi mati-matian dipertahankan sebagai 'anak Allah' tapi di sisi lain memaksakan pula agar Yesus disebut sebagai anak Daud anak Abaraham?    

Yang paling dekat urusannya dengan silsilah Yesus ini adalah kandungan Kitab Ulangan 18:18 yang juga sudah 'diubah-suai' oleh gereja dari bunyi aslinya yang ada menyebut kata “Saudara Bangsa Mereka” disulap menjadi “Bangsa Mereka Sendiri”

Tidak percaya? Silahkan cross-check di sini:
 (KJV) I will raise them up a Prophet from among their brethren, like unto thee, and will put my words in his mouth; and he shall speak unto them all that I shall command him.

Bandingkanlah dengan berikut ini:
(GNB) I will send them a prophet like you from among their own people; I will tell him what to say, and he will tell the people everything I command.

(BIS) Dari bangsa mereka sendiri Aku akan mengutus kepada mereka seorang nabi seperti engkau. Aku akan mengatakan kepadanya apa yang harus dikatakannya, lalu ia akan menyampaikan kepada bangsa itu segala yang Kuperintahkan.

Ternyata ayat Kitab Ulangan 18:18 Ini ada hubungannya dengan nubuat akan datangnya seorang Nabi yang seperti Musa (as), sebagaimana disebutkan dalam ayat ke-18 s.d ayat ke-20:

[18:18] seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

[18:19] Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.

[18:20] Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus dibunuh. (al. Douay Rheims & New Century Version).

Untuk memenuhi ramalan tersebut dan 'gagasan cemerlang' tadi, maka gereja yang mencatut nama Matius, dengan menjadikan Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani sebagai salah satu sumber inspirasi penulisan kitab Matius, berusaha meyakinkan pembaca dengan melakukan manipulasi dalam kitab Matius yang dimulai dengan kata kunci ini:

[Matius 1:1] Inilah silsilah Yesus anak Daud anak Abraham.

Sekarang coba kita buka Kitab Matius 1 dan perhatikanlah ayat ke-17:
"Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus."

Sang penulis berulang-ulang menekankan 3 rangkaian yang masing-masing terdiri dari 14 keturunan. Jika nama-nama tersebut dijumlahkan, maka jumlahnya adalah 41 keturunan. Padahal jika mengacu pada Matius 1:17 (salah satu rangkaian tersebut berjumlah 13 keturunan), jumlah seharusnya adalah 42 keturunan. Dari sini saja si penulis Matius sudah keliru menuangkan gagasan cemerlang gereja itu.

Mengapa mereka membuat 3 rangkaian kalimat yang masing-masing berjumlah 14 keturunan? Jawabannya mudah saja, yaitu untuk menyesuaikan sandi numerologi huruf-huruf bahasa Ibrani pada abad pertama Masehi. Sandi numerologinya terletak pada kata "DAWUD" atau "DAVID".

Mengingat huruf Ibrani tidak mengenal vokal, tetapi hanya konsonan, maka kata "DAVID" dalam teks Ibraninya adalah "DVD". Dari sini diperoleh rangkaian huruf DVD dan dapat dipecah berdasarkan numerologi mereka. Huruf "D" adalah huruf ke-4 dalam urutan abjad Ibrani, sedangkan huruf "V" adalah huruf ke-6, sehingga kata "DVD" berarti 4 + 6 + 4 = 14. Jadi, angka 14 inilah yang menjadi inspirasi 'gagasan cemerlang' mereka untuk penyebutan '14 keturunan' dalam Matius 1:17.

Padahal, seperti dapat dibaca sendiri, Kitab Perjanjian Lama menyebutkan bahwa keturunan Daud yang menjadi raja adalah: (1) Salomo, (2) Rehabeam, (3) Abia, (4) Asa, (5) Yosafat, (6) Yoram, (7) Ahazia, (8) Yoas, (9) Amazia, (10) Azarya (Uzia), (11) Yotam, (12) Ahas, (13) Hizkia, (14) Manasye, (15) Amon, (16) Yosia, (17) Yoyakim, dan (18) Yekhonya.

Jadi, ada 18 keturunan sebelum pembuangan orang-orang Yehuda ke Babel. Bukan 14 keturunan. Namun demikian, demi memenuhi gagasannya sebagaimana dijelaskan di atas, pengarang Matius menghilangkan 4 nama: (7) Ahazia, (8) Yoas, (9) Amazia, dan (17) Yoyakim agar berjumlah "14 keturunan", sehingga sesuai dengan gagasan si penulis Matius.

Dan inilah yang disebut kelicikan tapi tetap bodoh tadi. Sebab jelas sekali si penulis Matius ingin menanamkan pemahaman di benak pembaca -- bahwa oleh karena keyakinan umat Yahudi tentang "mesias" yang diidam-idamkan itu akan datang dari keturunan Daud -- maka si penulis pun  membuat daftar "silsilah Yesus" dengan "memaksakan" garis keturunan Yesus melalui ayah asuhnya, Yusuf, guna menyambung tali keturunan hingga Daud!

Oleh karena itu, secara vulgar dan tanpa malu-malu mereka pun membuat "Injil Matius" dengan permulaan ayat yang menyatakan bahwa Yesus adalah anak Daud!

Sangat boleh jadi tidak semua umat Kristen sempat atau berani 'mengorek-ngorek' isi alkitabnya sampai sejauh ini. Tapi umat Muslim belajar dari Al-Qur'an bahwa orang-orang Yahudi dan Kristen yang melakukan 'ubah-suai' terhadap ayat-ayat wahyu Allah dalam alkitab ini sesungguhnya mengetahui dengan terang benderang bahwa nubuat dalam Kitab Ulangan 18:18-20 itu dimaksudakan untuk 'saudara mereka' dari tanah Arab yang semua rinciannya mengarah pada sosok Nabi Muhammad (saw). Tapi mereka tidak sudi menerimanya dan berusaha untuk mengalihkan ciri-ciri itu kepada Yesus. Padahal ciri-ciri seperti yang digambarkan dalam nubuat itu sama sekali tidak cocok dengan Yesus. Dengan demikian, kemudian timbullah pertanyaan yang sangat mengganggu umat Kristen: Siapakah Nabi yang mirip dengan Nabi Musa? Jawabnya adalah seperti yang diterangkan di sini.


[Sumber: Di Bawah Panji Panji Islam]

Baca juga:

Monday, April 11, 2016

Apa Agama Yesus? Monday, April 11, 2016


[Tayang Ulang] Menyibak Tabir Di Balik Doktrin Kristen

Ini seharusnya bisa jadi bahan diskusi yang menarik sekaligus edukatif bila yang ikut berdiskusi memang memiliki cukup pengetahuan untuk menjawab peertanyaan ini:

APA AGAMA YESUS?

Jika jawabannya:
"Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat manusia, maka dia tak perlu agama dan dengan sendirinya tak beragama."
Maka, pernyataan pengikut Paulus bahwa Yesus tak beragama ini bisa dipahami.

Artinya;
YESUS ADALAH SEORANG ATHEIST!

Sementara menurut salahsatu pengajar Sekolah Tinggi Teologi “Apostolos”, Yesus beragama Yahudi. Nah, jika memang demikian, mengapa pengikutnya kok tidak beragama Yahudi?
Ada pula yang berpendapat dan percaya bahwa Yesus beragama Katolik. Tapi jika Yesus beragama Katolik, mana dalilnya? Kapan Yesus menyatakan bahwa dirinya beragama Katolik?
Di sisi lain tidak sedikit pula umat reformis Protestan mengklaim bahwa Yesus beragama Protestan, atau paling tidak, berorientasi sama dengan cara pikir para pendiri Protestan. 
Tapi ini tentu saja lebih tidak masuk akal lagi, sebab Protestan baru lahir pada abad ke-16, saat bergulirnya pergerakan Reformasi gereja yang dimotori oleh Martin Luther dan John Calvin.
Pendeta Yosias Leindert Lengkong dalam buku Bila Mereka Mengatakan Yesus Bukan Tuhan menyebutkan, istilah “Kristen” muncul di Antiokhia pada 41 Masehi. Dan, yang mengucapkan kata “Kristen” atau “Kristianos” bukan murid Yesus atau orang terpercaya, tapi justru orang-orang luar (hlm.77). Pendapat ini cukup beralasan, karena dalam Alkitab, Yesus tak pernah bersinggungan dengan kata “Kristen”.
Kata ini, muncul pertama kali di Antiokhia setelah Yesus tidak ada. (Lihat Kisah Para Rasul 11:26). Jelaslah, Yesus tak beragama Kristen, baik Katolik maupun Protestan.
Riwayat penyebutan “Kristen” tidak bersumber dari Yesus, apalagi pernah dikenal dan diajarkan oleh Yesus. Label dan penamaan Kristen diberikan pada mereka yang mengaku (dan mengira dirinya) sebagai pengikut Yesus, setelah bertahun-tahun Yesus tidak ada.
Sementara di seberang sana, kaum terpelajar Islam pada umumnya meyakini bahwa Yesus beragama Islam. Namun tentu saja ini mendapat perlawanan keras dari rata-rata umat Kristen. Walaupun tudingan mereka bahwa umat Islam sok tau karena seenaknya “meng-Islamkan” Yesus sebenarnya tidak tepat.
Kenapa?
Karena, yang menyatakan bahwa Yesus, atau nabi Isa Almasih beragama Islam bukan umat Islam, melainkan Allah SWT, Tuhannya Yesus sendiri!
Dalam Al-Quran disebutkan, satu-satunya agama yang diridhai Allah hanyalah Islam (QS Ali Imran: 19, 85, 102). Karenanya, praktis semua nabi utusan Allah tentu saja beragama Islam dan pengikutnya disebut muslim (QS Ali Imran: 84). Artinya, sesungguhnya Islam telah diajarkan oleh para nabi terdahulu (QS Al-Hajj: 78).
Nah, karena Isa Almasih adalah Nabi Allah, maka beliau dan pengikutnya (Hawariyyun) pun termasuk individu-individu yang beragama Islam (QS Al-Maidah: 111, Ali Imran: 52).
Semua nabi beragama dan berakidah sama, yakni Islam. Perbedaan mereka hanya pada syariatnya masing-masing (QS Al-Hajj: 67-68). 
Rasulullah saw bersabda: “Aku adalah orang yang paling dekat dengan Isa putra Maryam di dunia dan akhirat. Dan semua Nabi itu bersaudara karena seketurunan, ibunya berlainan sedang agamanya satu (ummahatuhum syattaa wa dinuhum wahid),” [HR Bukhari dari Abu Hurairah].
Islam tidak mengklaim sebagai agama baru yang dibawa oleh nabi Muhammad ke jazirah Arabia, melainkan sebagai pengungkapan kembali dalam bentuknya yang terakhir dari agama yang diridhai oleh Allah SWT yang sesungguhnya, sebagaimana ia telah diturunkan pada Adam dan nabi-nabi setelahnya.
Satu-satunya kitab suci di dunia yang mengungkapkan agama Yesus, hanya Al-Quran. Al-Quran menyebutkan dengan tegas bahwa Nabi Isa sebagai Muslim, sedangkan Bibel sama sekali buta tentang agama Yesus dan tidak berani menyebutkan Yesus beragama Kristen atau Yahudi.
Tinggal pertanyaannya sekarang ....

Lha, kok berani-beraninya umat Kristen mengaku-ngaku sebagai pengikut Yesus, sedangkan Yesus sendiri tidak pernah mengenal apa itu kristen?
[Sumber: GM | Menjawab]

Contact Form

Name

Email *

Message *