Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Yesus (Ketuhanan). Show all posts
Showing posts with label Yesus (Ketuhanan). Show all posts

Saturday, June 18, 2022

Masih seputar HOAX tentang ketuhanan Yesus Saturday, June 18, 2022

Berbeda dengan doktrin Kristen, menurut informasi dari alkitab sendiri cerita yang sebenarnya adalah begini:

1. KELAHIRAN
Semua sudah tahu bahwa Yesus lahir persis seperti anak manusia lainnya. Tidak ada yang istimewa. Sejak balita hingga dewasa Yesus juga tumbuh seperti umumnya anak manusia seusianya. Artinya, Yesus adalah anak manusia seperti yang sering dia nyatakan sendiri, sama seperti yang diyakini oleh ibunya, bahwa Yesus, putra sulungnya, dalam banyak hal tidak lebih istimewa dari anak manusia biasa.

Tidak ada satu katapun dalam naskah kuno bahkan dalam naskah paling modern yang berhubungan dengan alkitab mengindikasikan suatu keadaan di mana Maria, ibunda Yesus, sebagai wanita hebat yang melahirkannya, dan tentu saja menjadi satu-satunya orang yang paling mengetahui segala sesuatu tentang Yesus, digambarkan menuhankan, apalagi sampai menyembah putranya sendiri!

Ini adalah bukti sangat penting dalam mencermati ratusan bukti lainnya dari alkitab sendiri bahwa sejatinya Yesus memang bukan tuhan.

2. MUKJIZAT
Injil-injil kanonik dalam alkitab mencatat Yesus banyak melakukan berbagai mukjizat. Di antaranya menyembuhkan orang buta, berjalan di air, merobah air menjadi anggur, bahkan menghidupkan orang mati!

Karena mukjizat merupakan kuasa Tuhan, maka kisah-kisah tentang mukjizat Yesus ini oleh mayoritas Kristen dianggap sebagai bukti keilahiannya, dan karena alasan itu mereka pun meyakini bahwa Yesus adalah tuhan.

Tapi tidak banyak yang mengetahui bahwa Kefas, panatua seluruh murid Yesus yang oleh pengarang injil-injil kanon diganti namanya menjadi Petrus, dicatat kesaksiannya dalam kitab Kisah Para Rasul 2:22 menyatakan dengan tegas bahwa segala mukjizat yang dilakukan oleh Yesus bukan berasal dari dirinya sendiri melainkan sepenuhnya merupakan kuasa Allah yang diperlihatkan melalui tangan Yesus!

Artinya, semua murid Yesus mengetahui bahwa Yesus sama sekali tidak memiliki mukjizat dan tentu saja tidak sedikitpun berkuasa untuk melakukan mukjizat!

Itu sebabnya tidak ada satupun murid Yesus yang menganggap guru mereka adalah Tuhan, sebab mereka semua tahu bahwa sejatinya Yesus memang bukan Tuhan.

3. PENYALIBAN DAN KEMATIAN
Cerita tentang Yesus mati hanya ada dalam alkitab, khususnya dalam empat injil kanon, dan itupun dalam versi yang berbeda-beda karena para pengarangnya menuliskan peristiwa penyaliban Yesus yang tidak jelas. Sedangkan sejarah alkitab mencatat bahwa Injil Markus, kitab paling tua dari keempat injil kanon tsb baru mulai dikarang sekitar 40 tahun setelah Yesus tidak ada.

Artinya, cerita tentang penyaliban dan "kematian" Yesus bukan berasal dari saksi mata, melainkan hanya dari kabar burung yang kemudian dicatatkan dalam injil-injil kanon. Sedangkan pertanyaan serius; "benarkah Yesus pernah mati tersalib?", kecuali cuma setumpuk spekulasi, tidak ada yang tahu secara pasti!

Keyakinan umat Kristen bahwa Yesus pernah mati, pada dasarnya hanya berdasarkan pada dogma gereja, "Imani saja!"

Studi literatur alkitab oleh para teolog dan pemerhati alkitab yang terus berlangsung dari jaman ke jaman sampai sejauh ini tidak dapat membuktikan secara meyakinkan bahwa Yesus pernah mati disalib!

5. KEBANGKITAN
Pada umumnya umat Kristen percaya Yesus bangkit dari kematian dalam konteks dogma yang menggadang-gadang kehebatan Yesus sebagai satu-satunya manusia yang telah "mengalahkan maut". Namun Paulus, sang rasul gadung, menuliskan bahwa Yesus tidak pernah bangkit jika tidak dibangkitkan oleh Allah. Alasan Paulus yang ditulis dalam suratnya Roma 14:9 sungguh menakjubkan; "Yesus harus mati dan dibangkitkan supaya dia menjadi tuhan!"

Secara eksplisit Paulus menyiratkan dalam suratnya itu bahwa sebelum mati, sejatinya Yesus memang bukan Tuhan!

Sedangkan kedua kepercayaan ini, Yesus bangkit dan Yesus dibangkitkan, sama tidak relevansnya dengan anggapan "Yesus telah mengalahkan maut", sebab tidak ada bukti bahwa Yesus pernah mati. Sementara jika memang benar Yesus mati, maka gugurlah klaim bahwa Yesus adalah tuhan, sebab mustahil Tuhan mati!

6. KENAIKAN KE SORGA
Dari keempat pengarang injil kanon, hanya Matius dan Lukas saja yang mengarang cerita "ajaib" ini, dan itupun saling silang tindih dalam arti saling bertolak belakang dan menyebabkan cerita mereka menjadi tidak lebih dari sekedar isapan jempol belaka!

Sementara itu, Markus dan Yohanes, dua pengarang injil kanonik lainnya, terbukti sama sekali tidak pernah menyinggung peristiwa ini barang satu katapun juga.

Kenapa?
Karena diduga kuat keduanya sama-sama tahu bahwa legenda kenaikan Yesus ke sorga itu memang tidak pernah terjadi. Atau ada alasan lain yang lebih menyedihkan dari pembohongan publik yang coba dilakukan oleh Matius dan Lukas adalah, bahwa Roh Kudus sudah terlalu tua dan luar biasa pikun sehingga lupa menginspirasikan kabar burung tsb secara merata kepada keempat pengarang injil kanon!

KESIMPULAN:
Kematian, kebangkitan dan kenaikan Yesus ke sorga adalah cerita HOAX!

Masih ada yang ingin bantah tapi dengan catatan tanpa usaha OOT?
Silahkan saja!

Monday, March 12, 2018

Yesus Kristus Bersabda; "Allahmu Adalah Allahku Juga!" Monday, March 12, 2018

Yesus Kristus bersabda; "Allahmu adalah Allahku Juga!"
Terlalu sulitkah memahami kalimat sejelas itu, atau apakah kalian percaya bahwa ada Tuhan yang menyembah Tuhan lain?

Perhatikan lagi yang satu ini baik-baik.

"Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." (Yohanes 20:17)

Kalimat di atas konon katanya diucapkan oleh Yesus beberapa waktu sebelum -- konon pula katanya lagi -- dia digossipin "ngapung" ke sorga seperti Superman yang terbang membelah angkasa menembus semua lapisan di atas permukaan bumi yang secara sains sudah terbukti mustahil dapat dilalui oleh tubuh manusia tanpa pelindung apapun, kecuali akan mengalami kehancuran total menjadi serpihan partikel saja!

Tapi sudahlah!
Biarkan cerita mustahil itu menjadi bagian dari iman pengikut Paulus yang sampai hari ini masih nyaman-nyaman saja dengan kemustahilan itu sampai pada gilirannya nanti akan kita tanyakan pula bagaimana mereka akan menjelaskannya secara sains.

Yang menarik untuk dicermati secara alkitabiyah di sini adalah ucapan Yesus yang sangat terang benderang dalam catatan Yohanes 20:17 di atas, yang tentu saja tidak perlu diartikan sebagai kalimat majas (perumpamaan) khususnya yang ini;

"BAPA-KU dan BAPAMU, ALLAH-KU dan ALLAHMU"

SIAPAKAH yang dimaksud oleh Yesus Kristus sebagai ALLAH-KU dan ALLAH-MU dalam Yohanes 20:17 d atas?

Monggo, dipikir saja baik-baik lebih dulu sebelum buru-buru menjawab pertanyaan super serius ini tapi cuma dengan modal ASAL MANGAP!

Okeh?
No OOT, No Tipu-Tipu, No Ngarang Bebas, and No Ngeles, Plis! 


Friday, February 2, 2018

Yesus Kristus Tuhan Bermasalah Friday, February 2, 2018

Menurut doktrin Kristen yang sepenuhnya diimani oleh umat Kristen Trinitarian, Yesus adalah salahsatu dari tiga oknum Tuhan Tritunggal. Bahkan dalam banyak situasi diposisikan sedemikian rupa sebagai Tuhan Yang Mahaesa atau Tuhan yang satu menggantikan kedudukan dua oknum Tuhan Tritunggal lainnya, yaitu Bapa dan Roh Kudus!

Tapi apakah memang benar Yesus adalah Tuhan?
Berikut beberapa catatan yang menyoroti doktrin ketuhanan Yesus dari perspektif para pemerhati di luar lingkar doktrin Kristen.
Yesus Kristus Tuhan Bermasalah

Thursday, February 1, 2018

101 Bukti Ketuhanan Yesus Kristus Thursday, February 1, 2018

Meskipun dalam al-Qur’an ada disebut-sebut tentang kaum Shabi’in dan Majusi, tetapi para ulama atau pelajar muslim lebih cenderung mempelajari agama Yahudi dan Kristen. Hal ini dapat dimaklumi, karena Yahudi dan Kristen dianggap bertanggungjawab atas penyelewengan ajaran-ajaran para nabi utusan Allah. Bahkan, dalam penyelewengan itu Yahudi dan Kristen merekam perjalanan wahyu sejak nabi Adam as.

Dari pihak orientalis sendiri, yang berlatar belakang Yahudi maupun Kristen, mereka sangat serius mempelajari Islam. Lantas mengapa kita tidak serius mempelajari mereka? Hal ini perlu dilakukan agar Islam tetap terpelihara dari segala bentuk serangan orientalis.

Banyak aspek yang dapat kita perbandingkan antara Kristen dengan Islam. Misalnya tentang konsep ketuhanan, konsep nabi, konsep hukum, konsep akhirat, konsep wahyu, konsep kitab suci, dan lain sebagainya.

Berikut ini, yang menjadi sorotan adalah konsep ketuhanan Kristen, khususnya ketuhanan Yesus Kristus yang amat problematis. Hal ini sudah lama terbukti karena sejak "pada mulanya" tidak henti menimbulkan polemik berkepanjangan yang tampaknya tidak kunjung usai.
Masalahnya, umat kristen lebih percaya kepada dogma gereja ketimbang bukti-bukti alkitab sendiri yang sudah demikian jelas menunjukkan bahwa Yesus memang bukan tuhan melainkan hanya utusan Tuhan, alias seorang nabi, atau rasul Allah!
Berikut adalah bukti-bukti alkitab dimaksud yang sudah sejak lama "published" di berbagai situs kristologi
101 Bukti Ketuhanan Yesus Kristus


Wednesday, May 25, 2016

Bukti Bahwa Yesus Bukan Tuhan Wednesday, May 25, 2016

Menyibak tabir di balik doktrin kristen.

JAWABAN UNTUK PERTANYAAN BERIKUT INI SUDAH CUKUP SEBAGAI BUKTI BAHWA YESUS BUKAN TUHAN!


Dan lihatlah bagaimana mereka menjawabnya di sini dan di sini  O:)  Tuing!



Tuesday, May 24, 2016

Diam Diam Ternyata Paulus Adalah Cucu Tuhan Kristen! Tuesday, May 24, 2016


INI CUMA PENEGASAN SAJA BAHWA MENURUT PENGAKUAN PAULUS, UMAT KRISTEN HARUS MENERIMA DIRINYA SEBAGAI CUCU TUHAN!

Perhatikan baik-baik!

Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan dirinya untuk aku. (Galatia 2:20)

Tiadakah engkau percaya bahwa aku ini di dalam Bapa, dan Bapa pun di dalam aku? Segala perkataan yang Aku ini katakan kepadamu, bukanlah Aku katakan dengan kehendak sendiri, melainkan Bapa itu yang tinggal di dalam Aku. Ia mengadakan segala perbuatan itu. (Yohannes 14:10)

Jika Yesus disebut-sebut sebagai "Anak Allah" karena pernyataannya bahawa "aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam aku", maka bagaimana pula dengan Paulus yang dengan penuh percaya diri memproklamirkan kepada seluruh pengikutnya bahwa "Yesus di dalam aku dan aku di dalam Yesus?"

Sadarkah kalian bahwa dengan pengakuannya itu sesungguhnya Paulus ingin kalian mengerti bahwa dirinya bukan lagi Paulus sang rasul gadung, tapi sudah menjadi jelmaan Yesus sang Mesias, sekaligus sebagai tuhan yang sama derajatnya dengan Yesus yang selama ini kalian tuhankan?

Bandingkan pernyataan Paulus ini:
"Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam aku"

dengan pernyataan Yesus yang satu ini:
"Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku"

Tidakkah secara hirarhi ini berarti bahwa Paulus adalah "Cucu Allah"?

Jadi, selama ini diam-diam sebenarnya Paulus sudah mempersiapkan dirinya untuk menjadi tuhan baru menggantikan kedudukan Yesus yang sudah lebih dulu "ngapung" ke sorga dan terlanjur pula diberitakannya sebagai "Anak Allah" supaya kalian tuhankan, tapi kemudian diumumkannya sebagai manusia paling terkutuk di muka bumi -- agar ada alasan baginya untuk mengajak kalian meninggalkan Yesus dan berpaling padanya!

Sayang, rencana jahat balon tuhan yang satu ini keburu disikat habis oleh algojo Kaisar Nero sebelum dia sempat membual lagi tentang hal-hal musykil yang lebih dahsyat dari sebelumnya kepada kalian!

Ya, Begitulah!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Sunday, May 8, 2016

Aku Utusan, Bukan Firman Yang Hidup, Apalagi Tuhan! Sunday, May 8, 2016


Perhatikan teks di bawah ini dengan segenap akal budi seperti pesan Yesus dalam Matius 22:37
"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu."
Artinya, untuk dapat mengasihi Allah, Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhannya Yesus seperti kehendak Yesus sendiri, maka kenalilah lebih dulu siapa Allah yang sebenarnya dengan menggunakan segenap kecerdasan akal budi kalian sendiri! 
Yesus menegaskan bahwa dirinya hanya seorang utusan, segala yang diucapkannya bukan berasal dari dirinya sendiri akan tetapi sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Tuhan untuk disampaikannya.
Jadi, jika kalian benar-benar menggunakan segenap akal budi untuk memahami teks yang jelas-jelas tertulis dalam kitab kalian sendiri seperti di atas,  maka siapapun akan dengan mudah mengerti bahwa sesungguhnya itu menjelaskan dengan sangat terang benderang bahwa Allah berfirman kepada Yesus, dan Yesus meneruskannya kepada kaumnya sesuai dengan perintah Allah.

Artinya, segala ucapan Yesus yang selama ini kalian maknai sebagai "firman Yesus", tentu saja adalah pemahaman yang salah kaprah sekaligus mencederai kecerdasan akal budi kalian sendiri!

Yesus tidak pernah berfirman, sebab segala yang selama ini kalian pikir "difirmankannya" adalah 100% firman Allah. Sedangkan sebagai utusan-Nya, maka sama dengan semua nabi sebelum dan sesudah dirinya, tugas Yesus hanya menyampaikan saja.
Dengan demikian jelas sekali terbukti bahwa Tuhan tidak menjelma menjadi Yesus!
Jika Tuhan menjelma menjadi Yesus, tentu saja DIA tidak perlu lagi berfirman kepada Yesus, bukan?
Yohanes juga mencatatkan bahwa Tuhan mengutus Yesus, dan ini semakin tegas menunjukkan bahwa Yesus bukan Tuhan itu sendiri.
Jika Tuhan menjelma menjadi Yesus, tentu saja DIA tidak perlu lagi mengutus Yesus, apalagi sampai pura-pura menyembah diri-Nya sendiri!
Jelas ya?
Jika belum mengerti juga, coba simak penjelasannya di sini dan di sini
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Monday, April 11, 2016

Apa Agama Yesus? Monday, April 11, 2016


[Tayang Ulang] Menyibak Tabir Di Balik Doktrin Kristen

Ini seharusnya bisa jadi bahan diskusi yang menarik sekaligus edukatif bila yang ikut berdiskusi memang memiliki cukup pengetahuan untuk menjawab peertanyaan ini:

APA AGAMA YESUS?

Jika jawabannya:
"Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat manusia, maka dia tak perlu agama dan dengan sendirinya tak beragama."
Maka, pernyataan pengikut Paulus bahwa Yesus tak beragama ini bisa dipahami.

Artinya;
YESUS ADALAH SEORANG ATHEIST!

Sementara menurut salahsatu pengajar Sekolah Tinggi Teologi “Apostolos”, Yesus beragama Yahudi. Nah, jika memang demikian, mengapa pengikutnya kok tidak beragama Yahudi?
Ada pula yang berpendapat dan percaya bahwa Yesus beragama Katolik. Tapi jika Yesus beragama Katolik, mana dalilnya? Kapan Yesus menyatakan bahwa dirinya beragama Katolik?
Di sisi lain tidak sedikit pula umat reformis Protestan mengklaim bahwa Yesus beragama Protestan, atau paling tidak, berorientasi sama dengan cara pikir para pendiri Protestan. 
Tapi ini tentu saja lebih tidak masuk akal lagi, sebab Protestan baru lahir pada abad ke-16, saat bergulirnya pergerakan Reformasi gereja yang dimotori oleh Martin Luther dan John Calvin.
Pendeta Yosias Leindert Lengkong dalam buku Bila Mereka Mengatakan Yesus Bukan Tuhan menyebutkan, istilah “Kristen” muncul di Antiokhia pada 41 Masehi. Dan, yang mengucapkan kata “Kristen” atau “Kristianos” bukan murid Yesus atau orang terpercaya, tapi justru orang-orang luar (hlm.77). Pendapat ini cukup beralasan, karena dalam Alkitab, Yesus tak pernah bersinggungan dengan kata “Kristen”.
Kata ini, muncul pertama kali di Antiokhia setelah Yesus tidak ada. (Lihat Kisah Para Rasul 11:26). Jelaslah, Yesus tak beragama Kristen, baik Katolik maupun Protestan.
Riwayat penyebutan “Kristen” tidak bersumber dari Yesus, apalagi pernah dikenal dan diajarkan oleh Yesus. Label dan penamaan Kristen diberikan pada mereka yang mengaku (dan mengira dirinya) sebagai pengikut Yesus, setelah bertahun-tahun Yesus tidak ada.
Sementara di seberang sana, kaum terpelajar Islam pada umumnya meyakini bahwa Yesus beragama Islam. Namun tentu saja ini mendapat perlawanan keras dari rata-rata umat Kristen. Walaupun tudingan mereka bahwa umat Islam sok tau karena seenaknya “meng-Islamkan” Yesus sebenarnya tidak tepat.
Kenapa?
Karena, yang menyatakan bahwa Yesus, atau nabi Isa Almasih beragama Islam bukan umat Islam, melainkan Allah SWT, Tuhannya Yesus sendiri!
Dalam Al-Quran disebutkan, satu-satunya agama yang diridhai Allah hanyalah Islam (QS Ali Imran: 19, 85, 102). Karenanya, praktis semua nabi utusan Allah tentu saja beragama Islam dan pengikutnya disebut muslim (QS Ali Imran: 84). Artinya, sesungguhnya Islam telah diajarkan oleh para nabi terdahulu (QS Al-Hajj: 78).
Nah, karena Isa Almasih adalah Nabi Allah, maka beliau dan pengikutnya (Hawariyyun) pun termasuk individu-individu yang beragama Islam (QS Al-Maidah: 111, Ali Imran: 52).
Semua nabi beragama dan berakidah sama, yakni Islam. Perbedaan mereka hanya pada syariatnya masing-masing (QS Al-Hajj: 67-68). 
Rasulullah saw bersabda: “Aku adalah orang yang paling dekat dengan Isa putra Maryam di dunia dan akhirat. Dan semua Nabi itu bersaudara karena seketurunan, ibunya berlainan sedang agamanya satu (ummahatuhum syattaa wa dinuhum wahid),” [HR Bukhari dari Abu Hurairah].
Islam tidak mengklaim sebagai agama baru yang dibawa oleh nabi Muhammad ke jazirah Arabia, melainkan sebagai pengungkapan kembali dalam bentuknya yang terakhir dari agama yang diridhai oleh Allah SWT yang sesungguhnya, sebagaimana ia telah diturunkan pada Adam dan nabi-nabi setelahnya.
Satu-satunya kitab suci di dunia yang mengungkapkan agama Yesus, hanya Al-Quran. Al-Quran menyebutkan dengan tegas bahwa Nabi Isa sebagai Muslim, sedangkan Bibel sama sekali buta tentang agama Yesus dan tidak berani menyebutkan Yesus beragama Kristen atau Yahudi.
Tinggal pertanyaannya sekarang ....

Lha, kok berani-beraninya umat Kristen mengaku-ngaku sebagai pengikut Yesus, sedangkan Yesus sendiri tidak pernah mengenal apa itu kristen?
[Sumber: GM | Menjawab]

Thursday, April 16, 2015

Kesalahan Fatal Kekristenan Awal Melantik Yesus Sebagai Tuhan Thursday, April 16, 2015



KESALAHAN FATAL KEKRISTENAN AWAL MELANTIK YESUS SEBAGAI TUHAN! 

Dan ini adalah pembelaan klise dari seluruh pemujanya;
Mustahilkah Allah menjelma menjadi manusia?

Mari kita lihat.
Hampir semua pengikut Paulus siap bertegang tengkuk memaksa kita untuk percaya bahwa Yesus adalah 100% manusia dan 100% Tuhan, atau dengan kata lain, merupakan 1/3 dari oknum ketuhanan Tritunggal. 

Tapi umumnya akan berkelit jika dituntut untuk menjelaskan kebenaran doktrin ketuhanan ultra-membingungkan ini, dan lebih memilih untuk secepatnya "lompat indah" agar bisa langsung klaim bahwa Yesus adalah Allah.

Tahukah anda di mana letak "FATAL ERROR" doktrin ini? 

Begini:
Yesus adalah orang Yahudi yang patuh pada tradisi keagamaan dan hukum-hukum yang berlaku di kalangan umat Yahudi tanpa sedikitpun menunjukkan indikasi bermaksud untuk meninggalkannya guna membentuk dan memulai sebuah agama baru. Iman Yahudi yang juga menjadi iman Yesus tidak mungkin dapat menerima doktrin bahwa ada manusia yang menjelma menjadi tuhan, apalagi sebaliknya! 

Bagi umat Yahudi iman monoteis mereka adalah sesuatu yang tidak terbantahkan. Deskripsi paling sederhana dan terbaik tentang ini adalah kutipan dari Reza Aslan - salahseorang professor di University of California, Riverside - penulis buku ZEALOT:
"If you’re asking whether Jesus expected to be seen as God made flesh, as the living embodiment, the incarnation of God, then the answer to that is absolutely NO! Such a thing did not exist in Judaism. "
Jika Anda bertanya, apakah Yesus diharapkan akan terlihat sebagai Allah dalam kedagingan manusia, sebagai perwujudan hidup dan inkarnasi Allah, maka jawaban yang paling benar adalah; TIDAK! Hal seperti itu sama sekali tidak pernah ada dalam ajaran agama Yahudi.

Dalam sejarah 5.000 Tahun Pemikiran Yahudi, gagasan tentang Allah yang menjadi manusia benar-benar merupakan kutukan bagi apapun yang melandasi iman Yudaisme. 

Gagasan bahwa sosok Yesus bisa dipahami - atau pengikutnya bisa memahami - dirinya sebagai perwujudan ilahi, sangat bertentangan dengan segala hal dalam ajaran Yudaisme sebagai agama.

Kesimpulan yang paling jelas adalah bahwa kekristenan sudah terlanjur mengarang kontradiksi yang sangat fatal terkait tokoh sentral dalam iman dan ibadah mereka, yakni melukiskannya sebagai sosok yang mustahil sama dalam kehidupan sebenarnya, terutama dalam konteks misinya sendiri sebagai seorang guru, pengkhotbah, dan penerus ajaran Musa di tengah-tengah kaumnya!

Jika umat Paulus benar-benar menginginkan Allah yang manusia, atau manusia yang Allah, maka mereka harus mencari orang lain sebagai pengganti Yesus sang pengkhotbah di kalangan umat Yahudi, apalagi Isa Ibn Maryam sang Nabi Allah di kalangan umat Islam! 

Sehebat apapun usaha pengikut Paulus untuk menjelaskan macam-macam "teori tentang ketuhanan manusia" dalam posisinya yang sudah demikian jelas di tengah-tengah kedua umat ini, hasilnya sudah bisa dipapastikan; AKAN DITOLAK MENTAH-MENTAH OLEH KEDUANYA! 

Faham?

Nah, sampai di sini, pertanyaan kita sekarang adalah: 
SIAPAKAH SEBENARNYA TUHAN UMAT KRISTEN?

Monggo, dipikirkan saja sendiri!

CATATAN: Pernah dibahas di sini.

Tuesday, May 13, 2014

Perilaku Berdosa Yesus Yang Sangat Manusiawi Tuesday, May 13, 2014


Catatan dibuang sayang ....
PERILAKU BERDOSA YESUS YANG SANGAT MANUSIAWI

Berikut adalah ayat-ayat alkitab yang sudah pasti tidak pernah dibacakan, apalagi dijelaskan dengan sukacita oleh para pendeta atau pastor mereka ketika khotbah di gereja. Sebab semua ini sangat nyata mencerminkan "sisi buruk" perilaku seorang Yesus sebagai manusia biasa -- dan karenanya tidak luput dari perbuatan dosa seperti kita semua -- namun tetap saja disembah sebagi tuhan oleh seluruh pengikut Paulus!

Umat islam, di sisi lain, pasti akan menolak keras bila perilaku seperti gambaran berikut ini dinisbatkan pada Nabi-Nabi Allah, termasuk tentu saja, kepada Nabi Isa Alaihissalam yang oleh pengikut Paulus diklaim sebagai Yesus.

Kenapa?
Sebab Al-Qur'an mengisyaratkan bahwa seorang Nabi adalah manusia terbaik yang dipilih oleh Tuhan dari masing-masing jamannya untuk menjadi tauladan bagi masing-masing kaumnya. Oleh karena itu mustahil mereka berperilaku lain daripada akhlak mulia. Menurut Al-Qur'an seorang Nabi tidak mungkin memberi tauladan yang menyalahi hukum Tuhan kepada pengikutnya! 

Tapi bagaimana menurut alkitab? 
Mari sama-sama kita simak sedikit catatan di bawah ini:

► YESUS GILA
[Markus 3 : 20-21] "Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluargaNya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia (Yesus) sebab kata mereka (keluarga Yesus) Ia (Yesus) tidak waras lagi."

► YESUS SUKA BERDUSTA
Menurut [Yohanes 14:9] Yesus berkata: "Siapa yang melihat aku, dia telah melihat Bapa", akan tetapi dalam [Yohanes 5:37] Yesus berkata: "Rupa-Nya (Bapa) pun tidak pernah kamu lihat!".

Dalam [Yohanes 10:38 dan 14:11], Yesus berkata: "Bapa di dalam aku dan aku di dalam Bapa (ini salahsatu alasan kenapa pengikut Paulus percaya Yesus = Tuhan)", tetapi dalam [Yohanes 14:28] Yesus berkata: "Bapa lebih besar dari aku!"

Yesus berdusta kepada saudara-saudaranya sendiri dalam [Yoh 7:8-10] ”Pergilah kamu ke pesta itu, Aku belum pergi kesitu, karena waktu-KU belum genap”. Demikianlah kataNya kepada mereka, dan Iapun tinggal di Galilea. Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam!”

[Yohanes 8:14] Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi." Sedangkan dalam [Yohanes 5:31] dia berkata: “Jikalau aku menyaksikan dari hal diriKu, maka kesaksianKu tidak benar!”
Jika sudah begini, lantas ucapan Yesus yang mana yang dapat kita percaya?

► YESUS MENYEBUT PARA NABI PENDAHULUNYA SEBAGAI PERAMPOK
[Yohanes 10:8] "Semua orang yang datang sebelum aku (para nabi terdahulu) adalah para pencuri dan perampok dan domba-domba tidak mendengar mereka." Padahal [2Tawarikh 36:16] mengatakan: "Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan!"

Masa' seh, Yesus tidak tahu bahwa siapa pun yang menghina nabi-nabi Tuhan akan membangkitkan Murka-Nya, dan dosa atas perbuatan itu tidak akan diampuni selama-lamanya?

► YESUS PENCURI
[Matius 12:21] "Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, Yesus dan murid-murid-nya memetik (mengambil tanpa persetuan pemilik)
Kebiasaan ini nampaknya tidak terbatas hanya pada mencuri biji gandum saja, tapi sampai pula ke tingkat yang lebih serius, yaitu mencuri keledai.

[Matius 21:1-3] Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid Hamba Nya dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: 
Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya."

Kasus ini sudah pernah disidangkan secara terbuka di salahsatu grup yang kemudian "dibredel" oleh facebook karena ulah laskar kristus yang melaporkannya sebagai grup penghujat gara-gara sudah tidak kuat lagi menyaksikan imannya dicabik-cabik oleh kitabnya sendiri melalui presenter muslim.

► YESUS ANAK DURHAKA YANG TERKUTUK
Diceritakan bagaimana tidak sopannya Yesus sebagai anak yang menyebut ibundanya sendiri dengan kata 'perempuan' dalam [Yohanes 2:3-4] Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, perempuan? Saat-Ku belum tiba!"

Alkitab nampaknya mengajarkan kepada kita bahwa Yesus memang tidak menghargai ibudanya sendiri seperti diceritakan juga dalam [Matius 12:46-50] Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau. Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?" Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

Yesus juga menetapkan aturan kepada siapa saja untuk membenci orangtua sendiri lebih dulu sebelum diterima menjadi muridnya. Ini diceritakan dalam [LUKAS 14:26] “Jikalau seseorang datang kepadaku dan ia tidak membenci ayahnya, ibunya, anak-anaknya, saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi muridku”.

Padahal jangankan sampai membenci, sedangkan bersikap tidak santun saja [Ulangan 27:16] sudah menegaskan: "Terkutuklah orang yang memandang rendah ibu dan bapanya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!"

► YESUS TERORIS PENEBAR ANARKIS
[Matius 10:34] “Jangan kamu menyangka bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai melainkan pedang!"

[Lukas 12:49] “AKU datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah AKU harapkan, api itu telah menyala!”
[Lukas 12:51] “Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas Bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan!”

► YESUS BODOH TAPI SADIS
[Markus 11:11-14] “Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Allah. Disana ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau ia mendapat apa-apa dari pohon itu. Tetapi waktu ia tiba disitu, ia tidak mendapatkan apa-apa, selain daun -daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka katanya (Yesus) kepada pohon itu: "Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya." Maka menjadi layulah pohon ara itu.

[Wahyu 2: 23] “Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu. Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.”

Dua kisah di atas menunjukkan betapa Yesus tidak mampu menggunakan pertimbangan akalnya dengan baik benar.
Pertama, karena perutnya yang sedang lapar tak terpenuhi, pohon ara yang tidak bersalah menjadi sasaran kutuknya hingga mati kering merana.
Kedua, orangtua yang berbuat salah dipaksanya untuk bertaubat, sementara anak-anak mereka yang tidak tahu apa-apa justru dihukum mati! Apakah ini patut dianggap sebagai perbuatan orang cerdas?

► YESUS PARANOID YANG HAUS DARAH
Mirip God Father dalam filem-filem Mafioso Itali, tidak perduli apakah orang-orang yang dimaksudkannya benar-benar membahayakan dirinya atau tidak, pokoknya sebelum dia yang dibunuh, Yesus menginginkan semua musuhnya dibunuh lebih dulu!

Ini ditegaskannya dalam [Lukas 19:27] “Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka Aku menjadi rajanya, bawalah mereka kemari dan bunuhlah mereka di depan mata-Ku!”

► MENJELANG SAKARATUL MAUT YESUS MASIH MENGKONSUMSI ALKOHOL
[Yohanes 2:8] “Yesus memberikan minuman keras kepada orang lain”, padahal [Imamat 10:9] tegas-tegas mengharamkannya seperti ada tertulis: "Janganlah engkau minum anggur atau minuman keras, engkau serta anak-anakmu, bila kamu masuk ke dalam Kemah Pertemuan, supaya jangan kamu mati. Itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun!"

Kedekatan dengan alkohol ini rupanya masih berlanjut hingga ajal menjemput.
Menjelang sakaratul maut di tiang salib, Yesus masih sempat minum anggur dan menurut [Yohanes 19:30] Sesudah Yesus meminum anggur itu, berkatalah Ia; "Sudah selesai ...." kemudian matilah Yesus! ~ DEMIKIAN MENURUT ALKITAB.

PERTANYAAN:
Sekarang, coba mari sama-sama kita fikirkan sendiri. Apakah benar seperti di atas itu perangai Yesus yang selama 20 abad ini dituhankan oleh umat Paulus?

Jika memang benar, maka menurut ayat-ayat lain dalam alkitab sendiri, rasanya perilaku seperti di atas itu bahkan tidak pantas untuk menjadikannya sebagai seorang Nabi, apalagi sebagai Tuhan?!

Tapi jika anda anggap tidak benar, kenapa perilaku Yesus yang sedemikian rupa tidak pantas itu ada tertulis dalam alkitab?

Tidakkah anda sebagai umat kristen juga berfikir sama dengan orang-orang di luar kristen yang dengan akal sehatnya dapat merasakan adanya gelagat tidak beres bahkan berbau fitnah di sini?

Siapa sebenarnya yang tidak betul, Yesuskah, atau para pegarang dan poenggubah injil-injil kanonik?

Atau anda memang tidak mau ambil pusing, karena ingin tetap berpegang teguh pada mantera sakti gereja "IMANI SAJA!" itu?

Silahkan direnungkan dengan menggunakan segenap akal dan budi anda sendiri deh!

Semoga Tuhannya Yesus memberkati.
Amen!



[Sumber: Islam Menjawab Fitnah]



Saturday, October 13, 2012

Tidak Ada Unsur Ketuhanan Dalam Diri Yesus! Saturday, October 13, 2012


Bicara tentang teori ketuhanan Yesus, perhatikan yang berikut ini:


TRINITAS, TUHAN ITU TIGA
Mereka mengklaim bahwa tuhan itu terdiri dari tiga pribadi, akan tetapi dalam satu kesatuan hakekat.

Berbekal konsep ketuhanan seperti yang diyakini oleh umumnya kaum Pagan sepanjang sejarah peradaban manusia, umat yang mengaku-ngaku sebagai pengikut Yesus ini pun kemudian dengan gegabah melawan ajaran Yesus sendiri, mengembangkan imajinasi kaum Pagan bahwa Yesus adalah anak Allah dan sebagian Roh Allah "menyempal" dari Allah sendiri untuk menjadi entiti yang terpisah dari Allah dengan nama baru yaitu Roh Kudus. Dengan demikian keyakinan imajinatif mereka tadi, yakni Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus yang mereka ciptakan sendiri pun dapat mereka paksa menjadi tiga pribadi dalam satu hakikat.

Dan uniknya, ketiga pribadi dalam satu hakekat ini bukan mereka pusatkan pada diri Bapa sebagai entitas paling awal (sebelum mereka merekayasa keberadaan sang anak dan sang roh sebagai bagian dari sang bapa), tapi justru pada diri sang anak yang "dimunculkan" belakangan.

Dengan demikian, pada gilirannya nanti, kita akan sama-sama melihat sendiri betapa amburadulnya argumentasi mereka tatkala ada yang bertanya tentang pernyataan sangat tegas dari Bapa yang jauh-jauh hari (sebelum mereka menciptakan sang anak dan sang roh), bahwa DIA, Allah, Bapa, adalah Alpa-Omega, yakni satu-satunya Tuhan semesta alam yang sudah ada sebelum segalanya ada, sekaligus sebagai yang paling akhir setelah segalanya tidak ada.

Tapi biarlah, tela'ah tentang itu kita simpan saja dulu untuk kesempatan lain.

Kembali ke konsep ketuhanan di atas yang dengan segala daya upaya mereka paksakan juga supaya 
diterima dan diimani oleh umat Islam, maka terlepas seberapa keraspun upaya mereka, Islam dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada unsur ketuhanan dalam diri Yesus, sebab Allah adalah oknum atau dzat yang sepenuhnya terpisah dari segala unsur kemanusiaan pada diri Yesus!

APA BUKTI BAHWA ALLAH ADALAH DZAT YANG TERPISAH DARI YESUS?
Yang paling mudah difahami saja, alkitab sendiri mengisahkan bahwa ketika berada di tiang salib menjelang "kematiannya", Yesus terus-menerus memanggil sang Bapa dengan seruan, "Eli, Eli, lama sabakhtani .. ", atau diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia menjadi, "Tuhan, Tuhan, mengapa Engkau tinggalkan aku ...."

Artinya, Allah yang Tuhan adalah oknum yang terpisah dari tubuh Yesus yang manusia. Ayat-ayat lain dalam alkitab juga menunjukkan bahwa Allah adalah unsur yang sepenuhnya berada di luar diri Yesus.

[Yohanes 11: 41:42] Lalu yesus menengadah keatas (langit) dan berdoa "Bapa, Aku mengucap sukur kepadamu karena engkau telah mendengarkan Aku,.... Engkaulah yang mengutus Aku.
[Markus 1: 9-11] Pada waktu itu datanglah Yesus dan Nazaret di Tanah Galilea dan ia dibaptis di Sungai Yordan oleh Yohanes. Pada Saat Ia keluar dari air, ia melihat langit terbuka dan Roh seperi burung merpati turun ke atas Nya. lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anakku yang kukasihi kepadamulah aku berkenan."

Baru dari sedikit kutipan ayat-ayat alkitab di atas saja, siapapun sebenarnya dapat menyimpulkan sendiri, bagaimana mungkin nalar sehat manusia yang sehat lahir bathin dapat menerima doktrin melawan akal, bahwa Allah dan Yesus adalah satu kesatuan?

Menurut alkitab, Yesus sendiri juga bukan manusia kelas satu, tapi jauh di bawahnya. Kualitasnya sebagai manusia tidak berbeda jauh dengan kualitas rata-rata manusia seperti kita, sehingga tentu saja sangat tidak pantas menjadi apa pun yang merepresentasikan unsur keilahian yang secara absolut melekat pada diri Allah!

BUKTI YESUS BUKAN SATU-SATUNYA MANUSIA PILIHAN
Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Kata-Nya kepada pohon itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu. (Markus 11:13 dan Matius 21:19)

Suatu ketika ketika Yesus melewati pohon Ara itu lagi Pohon itu sudah kering sampai ke akarnya. Petrus nyeletuk, "Rabi, lihatlah Pohon yang kau kutuk sudah kering!" (Markus 11: 20-21)

Tuhan seperti apa yang tidak tahu kapan pohon ara, yang notabene adalah ciptaannya sendiri, berbuah? Dan lebih buruk lagi, Tuhan seperti apa yang menimpakan kesalahan, bahkan sampai mengutuk pohon yang sama sekali tidak melakukan kesalahan apa-apa, cuma gara-gara ketidak-tahuannya sendiri? 

Sedangkan sebagai manusia saja, perilaku seperti itu sangat tidak patut dianggap sebagai akhlak mulia. Apalagi sebagai Tuhan?

Ini baru sedikit bukti bahwa jangankan unsur Tuhan, sedangkan unsur manusianya saja (menurut alkitab sendiri) nyatanya Yesus digambarkan sebagai bukan manusia kelas satu, bukan kualitas manusia pilihan!

Disebutkan juga bahwa Yesus peminum anggur (arak).
"Yohanes Pembaptis tidak makan roti dan tidak minum anggur (arak) tapi anak manusia (Yesus) makan (roti) dan minum (anggur), dan kamu berkata lihatlah Yesus seorang pelahap (rakus) dan peminum (pemabok) sahabat pemungut cukai dan orang berdosa (Lukas 7: 34)."

Dengan demikian, apa yang dijadikan dalil oleh umat pembangkang Yesus ini guna mendukung doktrin gereja tentang kesatuan hakekat antara Allah dan Yesus semisal dalam kalimat "Aku dan Bapa adalah satu", sebetulnya tidak persis sama seperti apa yang selama ini mereka paksakan menjai iman dengan cara membunuh akal sendiri.

Kalimat itu, seperti yang lazim dimengerti dengan baik oleh kalangan sufi dalam Islam adalah ungkapan bahwa "aku" (tetap sebagai manusia) dan Bapa (tetap sebagai Tuhan) berada dalam satu kesatuan di jalan Tuhan untuk mengabarkan sekaligus menegakkan ajaran yang benar tentang hakekat ketuhanan dan kehidupan kekal di akhirat nanti.

Artinya, dalam Islam ungkapan semisal itu bukan hal yang luar biasa. Karena siapapun yang maqamnya telah sampai pada puncak makrifatullah, maka wajar saja baginya mengucapkan kalimat semisal "aku dan Allah adalah satu" seperti contohnya Syaikh Siti Jenar -- salahsatu imam walisongo -- yang tercatat dalam sejarah Islam Indonesia. Apalagi bila kalimat itu diucapkan oleh para nabi yang maqamnya sudah sampai di sana bahkan jauh sebelum mereka sendiri dilahirkan!

Jadi, andaikata seperti doktrin Kristen yang menekankan pemahaman bahwa oknum Tuhan menyatu dalam diri Yesus, maka ketika Yesus (dikira) mati tergantung di tiang salib di bukit Golgota pada sore itu, maka pada detik yang sama seluruh alam semesta ini praktis tidak ada yang mengendalikan. Dan dapatkah kita bayangkan bagaimana jadinya dunia ini jika sedetik saja tanpa kehadiran Sang Maha Mengatur Segalanya?

[Lihat lagi bagaimana nalar orang sehat mendefinisikan "kematian" Tuhan yang tiga tsb salahsatunya di sini]

Secara logika, cerita bahwa Tuhan pernah mati, meskipun hanya untuk sementara waktu, tentu saja tidak dapat diterima oleh akal sehat!

Sekalipun umat ini nantinya akan datang dengan cara membentur-benturkan antara teori transenden dan imanen tentang Tuhan untuk mengacaukan penalaran logis kita -- padahal sebetulnya mengacaukan nalar mereka sendiri -- namun pemikiran ngawur bahwa TUHAN MATI tetap saja tidak dapat diterima!

[Markus 15: 37] Yesus sekarat dan matilah Yesus
[Yohanes 19: 33] Mereka sampai kepada Yesus dan melihat Yesus sudah mati.

Kita semua tahu, Yesus sendiri tidak pernah meminta, apalagi sampai memerintah pengikutnya untuk memanggilnya dengan sebutan Tuhan. Sebaliknya, dalam injil "karangannya", Matius mencatat bagaimana Yesus secara tegas menolak semua pemikiran bodoh setiap orang yang menganggapnya sebagai Tuhan. Bahkan menjamin bahwa mereka TIDAK AKAN masuk sorga!

[Matius 7:21-23] Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Dalam konteks ini, melakukan kehendak Bapa di surga itu maksudnya apa kalau bukan kembali menjalani kehidupan berdasarkan hukum Taurat Musa yang sepanjang hidupnya coba dikembalikan oleh Yesus ke tengah-tengah kehidupan rohani bangsa israel?

[Matius 15:24] Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
[Matius 5:18] Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

BAGAIMANA JIKA TUHAN ITU TIGA TAPI TIDAK TERPISAH
Maksudnya seperti ini?
  • Trinitas dari India: Brahma-Syiwa-Wisnu
  • Trinitas dari Mesir: Iziris-Auzuris-Huris
  • Trinitas dari Yunani: Zeus-Poseidon-Pedos
  • Trinitas dari Romawi: Jupiter-Neptune-Pluton

Itu tidak bisa diterima, karena sama seperti ajaran semua nabi terdahulu -- termasuk tentu saja, ajaran Yesus sendiri -- dan nabi setelahnya, mereka semua sama-sama menegaskan bahwa Tuhan itu SATU! Tidak pernah ada sepatah katapun dari mereka yang menyebut-nyebut tentang adanya TUHAN LAIN selain ALLAH YANG ESA!

[Markus 12: 29-30] Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

APA KATA AL-QUR'AN TENTANG TRINITAS DAN ANAK TUHAN?
"Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih." (QS. Al-Maidah: 73)

Dan mereka berkata, "Allah Yang Maha Pengasih mempunyai anak.” Sungguh, kamu telah membawa sesuatu yang sangat mungkar, Hampir saja langit pecah dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh[2], (karena ucapan itu), Karena mereka menganggap Allah Yang Maha Pengasih mempunyai anak." (QS. Maryam: 88-91).

Orang-orang Yahudi berkata "Uzair (Ezra) itu anak allah dan orang nasrani berkata "Almasih (kristus) anak allah" demikian ucapan mereka meniru ucapan orang-orang kafir sebelumnya. Allah pasti mebinasakannya, bagaimana mereka dapat berpaling?" (QS. At-Taubah: 30)

LALU APA KATA ALKITAB TENTANG MENUHANKAN SELAIN ALLAH?
Apa yang dinyatakan oleh Allah dalam Al-Qur'an di atas pada prinsipnya tidak berbeda dengan apa yang juga dinyatakan oleh Allah dalam alkitab seperti di antaranya:

[Ulangan 5:7] "Jangan Menyembah Allah-Allah lain. Sembahlah Aku saja."
[Ulangan 6:4] "Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa!"
[Ulangan 4:35] "Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia."
[Ulangan 4:39] "Sebab itu sadarilah hari ini dan jangan lupa: Tuhan satu-satunya Allah di langit dan di bumi; tidak ada yang lain."
[Ulangan 33:26] Tidak ada yang seperti Allah.
Dan masih banyak lagi.

Tapi yang perlu direnungi dengan sungguh-sungguh, dengan segenap akal budi umat ini sebetulnya adalah penegasan para nabi terdahulu tentang Allah di dalam kitab mereka sendiri seperti di antaranya:

[Bilangan 23:19] Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?
[1Samuel 15:29] Lagi Sang Mulia dari Israel tidak berdusta dan Ia tidak tahu menyesal; sebab Ia bukan manusia yang harus menyesal."

Tanyalah sekali lagi pada diri kalian sendiri, wahai pengikut Paulus. BENARKAH ANAK MANUSIA BERNAMA YESUS ITU ADALAH TUHAN?

Semoga bermanfaat!
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!


Wednesday, September 19, 2012

Sebetulnya Yesus Itu Dewa, Tuhan, Atau Mitos? Wednesday, September 19, 2012

Mungkin sedikit dari kita yang mengenal Dewa Mithra atau Dewa Horus, atau dewa-dewa lain dalam mithologi kuno. Tetapi melalui bacaan ringan ini, Insya Allah, nanti juga akan mengenal mereka. Bukankah pepatah lama mengatakan "tak kenal maka tak sayang?"

Ini kisah tentang Yesus, tapi singkat saja, dan tentunya bersumber dari Alkitab. Kenapa bersumber dari Alkitab? Sebab kita sedang bicara tentang Yesus, bukan nabi Isa alaihissalam.

YESUS
Menurut keyakinan umat kristen, Yesus adalah anak yang lahir dari perawan Maria (sampai di sini, semua umat Islam setuju), pada tanggal 25 Desember Tahun 1 Masehi (Nah, mulai dari sini, karena dicari ke mana pun dalilnya tidak ketemu - maka bagaimana umat Islam harus setuju?).

Apa yang kita ketahui tentang Yesus? Tentu cuma rujukan dari cerita umat Kristen. Kelahirannya ditandai dengan kemunculan sebuah bintang di timur, dan diikuti oleh tiga orang Majusi yang memberkati juru selamat baru. Yesus sudah menjadi guru pada usia 12 tahun dan di baptis oleh Yohanes Pembaptis kira-kira (dalam injil juga masih dikira-kira) pada usia 30 tahun, saat mana ia mulai menyebarkan ajarannya. Yesus mempunyai 12 orang murid dan melakukan banyak mukjizat seperti: menyembuhkan orang sakit, berjalan diatas air, menghidupkan orang mati, dll. Julukan yang diberikan kepadanya adalah “Raja Segala Raja”, “Anak Tuhan”, ”Juru selamat” dll. Yesus dikhianati oleh muridnya yang benama Yudas Iskariot. Yudas dibayar oleh tentara Romawi seharga 30 keping perak, lalu Yudas berkata “Orang yang aku cium itulah Yesus”, setelah itu Yesus pun ditangkap, diseret-seret, diludahi, dihakimi oleh manusia, disiksa, dan ujungnya dipaku di tiang salib hingga mati. Tapi 3 hari setelah itu dia bangkit dari kematian, dan naik ke surga. Sampai di sini, cerita tentang Yesus tadi adalah menurut keyakinan umat Kristen. Kita tidak akan memperdebatkan masalah alur cerita atau bentuk ceritannya. Biarkan saja seperti itu, lalu mari sama-sama kita perhatikan kisah dewa-dewa Pagan berikut ini:

HORUS
Horus adalah dewa orang Mesir, lahir 3.000 tahun SM. Berarti cerita Horus sudah ada 3.000 tahun sebelum Yesus lahir. Lalu, bagaimana kisah dewa Horus ini? Horus lahir dari perawan Isis-Meri pada tanggal 25 Desember, kelahirannya ditandai munculnya sebuah bintang dari timur, kemudian ditemukan oleh 3 orang raja lalu dijadikan juru selamat baru. Pada usia 12 tahun telah menjadi guru, dan pada usia 30 tahun dibabtis oleh Anup. Sejak itu ia mulai menyebarkan ajarannya. Horus mempunyai 12 murid yang menyertainya, ia mempunyai mukjizat menyembuhkan orang sakit dan berjalan diatas air. Horus juga mempunyai julukan “Sang Cahaya”, “Anak Tuhan Yang Diberkati”, “Anak domba Tuhan” dlsb. Setelah dikhianati oleh muridnya Taifun, Horus pun disalib, dan tiga hari setelahnya bangkit lagi.
Jika kalian coba mencari gambar Horus, maka akan menemukan gambar yang penuh, yakni bagaimana Horus digambarkan bermuka burung, dan ular cobra yang melingkar menggambarkan Horus itu Dewa Matahari. Dalam buku “DILEMA MAYORITAS”, dijelaskan bahwa kelompok zionis Illuminati menandakan sebuah negara dibawah pengaruh mereka dengan memberikan lambang dewa di negara tersebut, dan burung garuda adalah perlambang dewa Horus (?).

MITHRA
Mithra adalah Dewa matahari yang paling terkenal dari Persia, lahir dari seorang perawan pada tanggal 25 Desember tahun 1.200 SM. Ia mempunyai 12 orang murid dan banyak melakukan keajaiban. Setelah kematiannya, tiga hari kemudian ia bangkit kembali. Dan yang paling terkenal, penyembahan Dewa Mithra dilakukan setiap hari minggu atau sunday (sun = matahari, day = hari). Jadi, hari khusus ibadah para penyembah dewa Pagan ini adalah hari minggu.
Demikianlah cerita dewa-dewa kaum pagan dari zaman dahulu. Lalu, bagaimana asal muasalnya cerita-cerita para dewa ini kok mirip sekali dengan cerita Yesus yang Tuhanya umat kristen? Apakah masih ada dewa-dewa lain yang memiliki kemiripan cerita dengan Yesus, Horus, dan Mithra? Coba kita lihat pula yang berikut ini:

ATTIS
Dewa dari Yunani Pirigia (Anadol), lahir dari seorang perawan pada tanggal 25 Desember 1.200 SM, mati disalib, dan tiga hari setelahnya bangkit lagi.

KRISHNA
Dewa dari India, lahir dari perawan Devaki pada 900 SM. Kelahiran Krishna digambarkan dalam Athar Veda, salahsatu Kitab Suci Hindu sebagai berikut:

Pada suatu malam, waktu raja Kansa tak dapat tidur, berdirilah baginda di teras istananya, digerakkan oleh suatu kekuatan gaib. Ia melihat bintang bergerak dan sinarnya jatuh ke Bumi. Ia bertanya kepada istrinya, Nysumba (seorang ahli sihir, pemuja Dewi Kali, yaitu dewi kerinduan dan kematian), tapi Nysumba tidak dapat menjawabnya. Maka dipanggillah Brahmana-Brahmana (Pendeta-Pendeta Hindu), untuk melihat bintang itu dan menceritakan kebenarannya. Pendeta-pendeta Hindu itu kemudian menjelaskan bahwa bintang tsb adalah pertanda turunnya Tuhan ke dalam tubuh seorang manusia yang dikandung oleh Devanaki, anak saudara perempuan baginda raja sendiri. Anak yang dikandung itulah yang akan menjadi Tuhan di dunia, atau Raja Dunia. Perhatikan, kelahirannya ditandai dengan munculnya bintang dari timur, ia diceritakan banyak melakukan banyak mukjizat bersama-sama para muridnya, dan juga bangkit setelah kematiannya.

DIONYSUS
Dionysus dari Yunani lahir dari seorang perawan pada tanggal 25 Desember 500 SM, seorang guru yang melakukan perjalanan dan melakukan banyak mukjizat seperti mengubah air menjadi anggur, dikenal sebagai “Raja Segala Raja”, “Anak Tuhan” dll. dan pastinya, bangkit lagi dari kematian.

Cerita tentang dewa-dewa Pagan ini memiliki kemiripan di mana-mana. Sebut saja misalnya OSIRIS dari Mesir, BAACHS dari Yunani, BUDHA SAKIA dari India, SALIVANA dari Bermuda, ODIN dari Skadinavia, INDRA dari Tibet, BALI dari Afganistan, JAO dari Nepal, BEDDRU dari Jepang, GENTAUT dari Meksiko, FOHI dari Cina, IXION dari Roma, PROMETHEUS dari Kaukasus dan masih banyak lagi yang punya cerita hampir serupa.

KENAPA SAMA?
Kenapa kok ceritanya bisa sama? Kenapa kok dilahirkan oleh perawan? Kenapa kok Tanggal 25 Desember? Kenapa kok bangkit lagi dari kematian? Menurut mithologi, ini berkaitan dengan matahari, musim, dan kejadiannya.

KELAHIRAN
Masalah kelahiran yang sama itu karena mirip dengan ilmu perbintangan. Bintang yang muncul di sebelah timur adalah bintang Sirius, bintang paling terang pada malam hari. Pada tanggal 24 Desember Sirius sejajar dengan tiga bintang yang paling terang dari gugusan Orion. Tiga bintang tersebut melambangkan tiga raja yang ada pada cerita yang diatas. Keempat bintang tersebut menunjuk ke arah terbitnya matahari pada tanggal 25 Desember. Itu sebabanya kenapa tiga raja selalu menunjukkan lambang awal terbitnya matahari.

LAHIR DARI RAHIM PERAWAN
 Perawan atau virgin itu melambangkan bintang virgo. coba lihat lambang virgo. Gambarnya perawan memegang sebatang gandum. Virgo dalam bahasa latin adalah virgin. Virgo juga bisa diartikan lumbung roti, atau sumber kehidupan.

25 DESEMBER
Yang menarik adalah fenomena yang terjadi tanggal 25 desember, yaitu titik balik matahari musim dingin (jangan keburu pusing dulu, ini lumayan buat belajar astronomi). Bila dilihat dari utara, maka matahari terlihat makin ke bawah dan ke bawah, lalu terjadilah musim dingin karena kurangnya cahaya matahari. Proses musim dingin dianggap sebagai proses kematian untuk orang zaman dahulu. Dianggap sebagai kematian matahari. Pada tanggal 22 desember matahari “mati” sepenuhnya, dan hal yang menarik adalah matahari berhenti bergerak keselatan selama tiga hari (tanggal 22, 23, 24) dan selama tiga hari itu matahari berada di “salib selatan” atau gugusan bintang Crux. Namanya juga salib, ya, bentuknya bintangnya juga seperti itu. Kemudian, tanggal 25 Desember matahari bergerak 1 derajat ke utara, ini berarti membawa musim semi, kehidupan baru. Makanya dalam cerita matahari yang mati (tenggelam) selama tiga hari itu diserbutkan lalu bangkit (terbit) kembali. Tetapi masyarakat dulu tidak akan merayakan kebangkitan matahari hingga saat titik balik matahari musim semi, yaitu saat paskah, karena itu berarti matahari telah mengalahkan kejahatan secara sempurna. Ini sedikit tentang kelahiran, kematian dan bangkit dari kematian para dewa-dewa tersebut.

MEMILIKI 12 MURID
12 murid adalah simbol dari 12 rasi bintang zodiak, di mana Yesus dan dewa-dewa lainnya digambarkan sebagai mataharinya. Jadi, mereka yang suka dan percaya ramalan bintang (zodiak) termasuk orang pagan.

UNSUR TRINITAS
Masalah trinitas, Yesus yang masuk dalam trinitas (Bapa, Anak, Roh kudus), itu juga sudah ada dalam cerita Dewa pagan, Mithra adalah Oknum dari Tridewa (Mithra, Ahirman, Ohrzmad), Osiris Juga Oknum dari Tridewa (Osiris, Isis, Horus), Baachus juga Oknum dari Tridewa (Baachus, Apolos, Yupiter).

PENEBUSAN DOSA
Penebusan dosa? Dewa Mithra, Dewa Osiris, dan Dewa Baachus juga sama-sama mati untuk menebus dosa umat manusia!

Nah, mudah-mudahan kalian yang Kristen tidak menjadi bingung membaca fakta di atas sebab, katanya, kalian adalah orang pintar (pintar ngeles, pintar bohong, pintar hujat, pintar kabur, dan lain lain seperti itu).

IRONIS
Kalian coba menyamakan Islam dengan Hindu. Padahal Kristen tidak cuma sama dengan Hindu, tapi SAMA PERSIS, bahkan hampir dengan semua agama pagan di muka bumi ini. Sungguh Ironis!

Wallahualambissawab.

[Sumber: Islam Menjawab Fitnah]

Baca juga:

Contact Form

Name

Email *

Message *