Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Genealogi. Show all posts
Showing posts with label Genealogi. Show all posts

Sunday, July 9, 2017

Yesus Makhluk Ciptaan Allah Yang Berasal Dari Tanah Dan Debu Sunday, July 9, 2017


Sekedar membuka "aura" tertutup di seputar kepala para pengikut Paulus.

SAMA SEPERTI MANUSIA LAINNYA, SESUNGGUHNYA YESUS JUGA MAKHLUK CIPTAAN ALLAH YANG ASALNYA DARI TANAH DAN DEBU!

Hampir semua pengikut Paulus siap bertegar tengkuk sampai tengkuknya benar-benar tegar seperti beton demi mempertahankan doktrin gereja bahwa Yesus lebih mulia dari Adam karena Adam diciptakan dari tanah dan debu, sedangkan Yesus tidak!

Kita semua sudah hapal luar kepala bagaimana umat ini meyakini PENCIPTAAN Yesus yang "katanya" BERBEDA dari manusia lainnya karena menurut alkitab, tidak melalui proses reproduksi seperti lazimnya yang terjadi pada makhluk bernama manusia, di mana sang jabang bayi Yesus bukan benih yang tumbuh dari hasil pertemuan antara sperma seorang (manusia) laki laki dengan indung telur di rahim ibunda tercintanya.

Padahal ini cuma PROSES, sebagaimana dimaksudkan oleh Allah agar manusia mengerti bahwa tidak ada yang sulit bagi-Nya untuk menciptakan apapun, termasuk menciptakan anak manusia bernama Yesus -- yang dipersiapakan-Nya untuk kelak menjadi salahseoang utusan-Nya bagi bangsa Israel -- tanpa perlu ikut campurnya seorang ayah! 

Sama seperti penciptaan Adam, penciptaan Yesus juga terjadi melalui SATU KATA dari firman Allah, yang didalam Al-Quran dijelaskan melalui pelajaran hikmah mengenai konsep "KUN - FAYA KUN!", salahsatu "kalimatullah" yang disalahmengerti oleh umumnya laskar odong-odong!

Ini cuma satu dari bermilyar milyar mukjizat Allah yang pernah, sedang dan akan terus terjadi sejak kita mengenal-Nya melalui "kabar baik" dari para nabi, sampai saatnya kelak kita akan bertemu sendiri dengan-Nya di akhirat!

Jadi, mulai dari sekarang cobalah belajar bagaimana merobah paradigma dari mindsetting keliru yang diajarkan oleh gereja kalian seperti diatas tadi, karena sesungguhnya proses penciptaan Yesus bukan merupakan mukjizat Yesus, akan tetapi sepenuhnya adalah mukjizat Allah! 

Yesus tidak memiliki mukjizat apapun, dan karenanya tidak mungkin dapat bermukizat dari dirinya sendiri kecuali sama persis dengan yang terjadi para nabi lainnya. Jadi, yang selama ini kalian kira adalah mukjizat Yesus itu sesungguhnya adalah peristiwa luar biasa yang terjadi karena Allah berkenan menunjukkan Mukjizat-Nya melalui tangan Yesus! Kitab kalian sendiri menjelaskan hal ini dalam Kisah Para Rasul 2:22.

Sampai di sini, yang perlu dipahami dengan benar adalah bahwa keajaiban penciptaan Yesus tidak seharusnya terpusat pada diri Yesus, melainkan kepada Allah yang menciptakan Yesus! Allah lah yang Maha ajaib, sementara Yesus tidak!

Yesus adalah 100% manusia. demikian gereja kalian sendiri mengajarkannya. Bahkan kitab kalian tidak sedikitpun ragu menuliskan silsilah Yesus yang disebut-sebut sebagai anak Daud anak Abraham. Oleh karena itu tentu saja kita sama-sama tidak akan percaya jika ada yang mengatakan bahwa Daud dan Abraham adalah bangsa Jin, apalagi sebangsa dengan Tuhan! 

Alasannya cukup jelas, karena kita belajar dari kitab suci warisan para nabi bahwa Daud dan Abraham adalah manusia. Karena itu, coba dipikir saja sendiri, bagaimana mungkin ada keturunan mereka yang menjadi tuhan dan kalian yakini kebenarannya sampai segitunya?

Kalian tahu tidak; siapa Daud, dan siapa Abraham?
Orang-orang dengan riwayat hidup hebat ini adalah anak Adam!

Jadi, dengan meminjam buah hasil masturbasi rohani bapa-bapa gereja kristen awal yang diabadikan dalam injil Matius 1, maka kalimat berikut ini juga sesungguhnya harus kalian imani sebaik kalian mengimani ayat Matius 1:1 sehingga kesimpulan susunan silsilah Yesus menjadi seperti ini: 

1. Inilah silsilah Yesus, anak Daud anak Abraham.
2. Inilah silsilah Daud, Anak Isai, anak Yehuda, anak Yakob, anak Abraham,
3. Inilah silsilah Abraham, anak Terah, anak Nuh, anak Set, anak Adam.
4. Inilah silsilah Adam ......... BUKAN anak Allah.

Ya! Adam, moyang Yesus, moyang Daud, dan moyang Abraham adalah ciptaan Allah, sehingga siapapun yang mengaku-ngaku sebagai keturunannya sudah pasti adalah ciptaan Allah!

Tahukah kalian bagaimana proses penciptaan Adam?
Kitab kalian mengabarkan bahwa Adam diciptakan dari tanah dan debu. Dan hebatnya, dalam sekejap mata langsung menjadi manusia dewasa yang sempurna! Tapi apakah tubuh Adam berbentuk tanah dan debu seperti sosok patung dari tanah liat yang belum kering? 

Ternyata TIDAK! 
Tubuh Adam sama seperti tubuh kita dengan segala kelengkapannya! 

Tapi seperti dijelaskan dalam kitab kalian, segala unsur yang membentuk tubuh Adam dikatakan berasal dari tanah dan debu! Itu sebabnya kenapa masih dalam kitab kalian sendiri, Allah berfirman bahwa kita semua adalah MAKHLUK DARI TANAH YANG AKAN KEMBALI KE TANAH! 
Kalau masih belum jelas, baca lagi Pengkhotbah 12:7

Artinya, semua keturunan Adam adalah makhluk yang tercipta dengan membawa unsur tanah di dalam tubuhnya. Hawa yang konon katanya diciptakan dari rusuk Adam, sekalipun tidak mentah-mentah diciptakan dari tanah dan debu, tapi karena berasal dari tubuh Adam yang segala unsurmya berasal dari tanah, maka jelas dia mewarisi segala unsur tanah Adam, dan karenanya termasuk dalam kelompok MAKHLUK DARI TANAH YANG AKAN KEMBALI KE TANAH! 

Bagaimana dengan Daud dan Abraham?
Sama saja! Sebagai anak Adam, mereka juga MAKHLUK DARI TANAH YANG AKAN KEMBALI KE TANAH! 

Bagaimana dengan Maria, ibunda Yesus?
Tidak ada bedanya! Sebagai anak Daud, anak Abraham, anak Adam, bunda Maria juga MAKHLUK DARI TANAH YANG AKAN KEMBALI KE TANAH!

Lantas, bagaimana pula dengan Yesus?
Sami mawon! Sebagai 100% anak manusia Maria yang disebut-sebut pula sebagai anak Daud, anak Abraham, tentu saja Yesus termasuk dalam kelompok MAKHLUK DARI TANAH YANG AKAN KEMBALI KE TANAH!

Lain halnya jika Daud dan Abraham adalah sebangsa jin, atau mereka adalah tuhan, maka bolehlah kalian bercerita bahwa Yesus adalah anak jin atau anak tuhan!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!


Sunday, June 11, 2017

Sebelum Abraham Jadi, Aku Sudah Ada! Sunday, June 11, 2017


YESUS BERKATA, "SESUNGGUHNYA SEBELUM ABRAHAM JADI, AKU SUDAH ADA"
LALU, APAKAH ITU BERARTI YESUS ADALAH TUHAN?

Selama berabad-abad, sebaris kalimat yang tertulis dalam Injil Yohanes 8:58 di atas telah menjadi salahsatu ayat emas andalan umat Kristen untuk menguatkan keyakinan mereka sendiri tentang keilahian Yesus Kristus, karena dipercaya merupakan dalil sangat meyakinkan perihal pra-eksistensi Yesus sebagai salahsatu oknum tuhan Tritunggal.
   
Tapi benarkah demikian?
Mari kita telusuri kebenarannya dengan menggunakan perangkat yang paling basic saja, yaitu berpikir logis dalam mencermati ayat-ayat dalam kitab Kristen sendiri. Menurut alkitab,  siapakahyang lebih dulu ada? Yesus sebelum Abraham, atau Adam sebelum Yesus? Atau masih ada lagikah catatan dalam kitab ini yang mengisahkan keberadaan manusia lain yang lebih dulu ada sebelum Yesus, Abraham, dan Adam?

Pertanyaan menarik, bukan?
Jika Yohanes 8:58 diyakini sebagai bukti pra-eksistensi Yesus Kristus, sebenarnya kita tidak perlu repot mengulas konteks ayat itu diucapkan oleh Yesus Kristus dalam situasi seperti apa dan kepada siapa.  Karena ini akan buang-buang waktu percuma, mengingat hampir dapat dipastikan sebagian besar umat Kristen yang hanya membaca alkitab seminggu sekali saat mengikuti kebaktian di gereja ini pada umumnya tidak memiliki pengetahuan cukup tentang ayat-ayat dalam kitabnya sendiri. Karena itu mari kita lihat dari perspekstif logika berpikir orang waras sajalah!

Begini: 
Dalam Yohanes 8:58 konon katanya Yesus pernah berkata, 

" Sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku sudah ada." 

Perhatikan baik-baik susunan kalimatnya, dan garis bawahi kata "sebelum Abraham" di sana. Sosok yang ditunjuk dalam teks Yohanes 8:58 tsb adalah Abraham, bukan nama lain, tapi Abraham, yang dalam kitab Kristen dikenal sebagai putra Terah. Jadi, siapapun yang sudah ada sebelum Abraham, paling banter hanya seusia Terah, atau bahkan lebih muda dari Terah sendri. Lain halnya jika yang disebut adalah nama Adam. 

Sedangkan menurut alkitab, sebelum Terah lahir, masih ada beberapa nama lain yang sudah lebih dulu lahir seperti Nakhar, Serug, Rehu, Peleg, Herber, Sehelack, Arpasehad, Sem, Noch, Lemek, Meluschelach, Henoe, Jered, Mahaleel, Keenan, Enoch, Seth, sampai kepada Adam, sang manusia pertama di dunia.

Adapun - masih menurut alkitab - rentang antara waktu penciptaan Adam dan waktu kelahiran Abraham berjarak hampir dua puluh abad,  atau sekitar 1.948 tahun. Artinya, jelas sekali Yesus belum ada ketika nama-nama di atas sudah lebih dulu ada, atau kalaupun ada, paling banter baru sekitar 2000 tahun setelah Adam!

Fakta ini jelas membuktikan bahwa Yohanes 8:58 sama sekali tidak valid untuk dijadikan dalil pendukung mimpi di siang bolong Kristen bahwa alkitab menyiratkan informasi pra-eksistensi Yesus Kristus!

Kenapa?
Karena yang disebut oleh Yesus dan menjadi parameternya adalah "nama Abraham". Bukan nama lain, misalnya saja nama Adam, agar klaim pra-eksistensi Yesus Kristus menjadi sedikit lebih masuk akal.
Cukup jelas ya? 

Jadi, berita tentang Yesus yang sudah ada sebelum Abraham yang kemudian dijadikan pembenar untuk mendukung doktrin pra-eksistensi Yesus Kristus pun sebetulnya cuma bagus untuk dikisahkan kepada anak-anak pra-sekolah saja!

Sementara itu, jika dalil "prematur" tsb dipaksakan juga harus dapat diterima oleh akal sehat umat di luar lingkar doktrin kristen, maka nasehat terbaik buat Kristen, khususnya buat mereka yang mati-matian mempertahankan dalil  ini sebagai kebenaran absolut adalah, pelajarilah kitab anda dengan mengedepankan logika akal sehat!

Di atas tadi sudah dibuktikan bahwa anggap saja dalil Yohanes 8:58 sama-sama kita terima, maka dalil itu sendiri yang justru mengindikasikan bahwa Yesus baru ada sekitar 20 abad setelah Adam tercipta. Artinya, tolong diarisbawahi juga ini: belum cukup hebat untuk dijadikan pembenar bahwa Yesus adalah Tuhan!

Tahukah anda bahwa dalam fragmen lain - masih di dalam alkitab - ada kisah yang jauh lebih dahsyat daripada Yohanes 8:58

Masih tidak percaya?
Lihat misalnya kisah yang diriwayatkan oleh Nabi Yeremia dalam kitab nubuatannya,
[Yeremia 1:4-5] TUHAN berkata kepadaku: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”
Nabi yang lahir 627 tahun sebelum Yesus lahir ini bahkan sudah diangkat menjadi nabi oleh Allah ketika beliau masih berada di rahim ibundanya! Artinya, sebelum Yesus lahir, dan sebelum dia sendiri lahir, Nabi Yeremia sudah menjadi nabi! Tapi apakah ada di antara pengikutnya yang menganggap dan menjadikan nabi Yeremia sebagai tuhan? Jawabnya sangat jelas; TIDAK ADA! 

Lihat juga yang jauh lebih dahsyat lagi; Ayub 38:4,21 di mana dikisahkan bahwa Nabi Ayub yang lahir 1420 tahun sebelum Yesus lahir ini ternyata dinyatakan oleh Allah sudah ada sebelum dasar bumi diletakkan. Bukan hanya sudah ada, tapi pada masa itu beliau dinyatakan sudah lahir!

Perhatikan penegasan dari alkitab sendiri ini:
[Ayub 38:4,21] "Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian! … Tentu engkau mengenalnya, karena ketika itu engkau telah lahir, dan jumlah hari-harimu telah banyak!" 
Kenapa bukti dalil sedahsyat ini tidak dijadikan pembenar untuk menuhankan nabi Ayub yang sudah ada bahkan sebelum Bumi dibentuk? Bukankah sangat jelas artinya bahwa beliau sudah ada jauh sebelum Adam, Abraham, Yeremia dan Yesus sendiri ada?
Kecuali dijawab dengan modal ngarang bebas tanpa landasan dalil-dalil kitabiyah, ini tentunya menjadi pertanyaan yang sulit bagi umumnya umat kristen. 
Kenapa? 
Karena doktrin-dokrin kekristenan yang diciptakan oleh para bapa gereja awal dulu tidak dibekali dengan pengetahuan yang cukup untuk membentuk konsep yang benar tentang seluk beluk pra-eksistensi seperti halnya yang diwarisi oleh umat Yahudi dan umat Islam dari leluhur mereka, nabi Ishak dan nabi Ismael putra Abraham.

Tentang ini, jika tidak ingin belajar dari Islam. umat Kristen seharusnya belajar dari umat Yahudi yang segala ajarannya dijadikan oleh Paulus dan seluruh kroninya sebagai materi utama "contekan" untuk membentuk berbagai ajaran menyimpang yang menyempal keluar jauh dari ajaran semua nabi - termasuk ajaran dari Yesus sendiri - yang kemudian kita kenal sebagai Kristen.

Salahsatu penjelasan sederhana perihal pra-eksistensi Yesus Kristus menurut ajaran umat Yahudi bisa sama-sama kita lihat di sini.

Dengan demikian, maka sudahilah angan-angan kosong yang tidak pernah diajarkan oleh Yesus Kristus sendiri bahwa beliau adalah Tuhan!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Friday, June 2, 2017

Sama Seperti Kita, Yesus Juga Diciptakan Oleh Allah! Friday, June 2, 2017


Mari sekali-sekali kita bedah Bibel dengan menggunakan kacamata dan doktrin kristen sendiri, dan kita mulai dari sini: Mana yang lebih benar untuk menterjemahkan kata dari Biblos bahasa Yunani ἀρχὴ = archē; sumber atau permulaan?

WAHYU 3:14
“Inilah Firman dari Amin (Yesus Kristus), Saksi yang setia dan benar, permulaan (arche) dari ciptaan Allah”
 
Ayat ini membuktikan bahwa Yesus adalah ciptaan Allah, sementara jemaat Paulus bergenre Trinitarian berbeda pandang. Begini argumen mereka:
Kata "permulaan" dalam Wahyu 3:14 berasal dari bahasa Yunani "arche" yang seharusnya diterjemahkan sebagai sumber, karena “arche” selain berarti permulaan juga bisa berarti kepala, atau pemerintah.
Kepala merupakan sumber. Jadi, Amin saksi yang setia dan benar itu adalah kepala atau sumber ciptaan Allah. Artinya Yesus bukan ciptaan tapi Yesuslah Allah sang pencipta itu sendiri!
Sementara di sisi lain, demikian banyak ahli bahasa Yunani yang memahami dan mengartikan kata “arche” dalam Wahyu 3:14 sebagai permulaan atau the beginning. Bahkan para pakar alkitab pengiman Tritunggal pun jelas-jelas menerjemahkan kata “arche” sebagai permulaan (the beginning) dalam berbagai versi alkitab mereka, termasuk Lembaga Alkitab Indonesia.
Tapi memang ada juga sebagian orang - demi pembenaran klaim keilahian Yesus - ngotot bahwa “arche” dalam Wahyu 3:14 harus diterjemahkan sebagai sumber atau source.
Jadi, terjemahan mana yang benar?
The beginning atau The Source?
Kita tahu bahwa penulis kitab Wahyu adalah Yohanes. Tulisan Yohanes menggunakan cukup banyak kata “arche” di dalam surat-suratnya, dan pada umumnya bermakna permulaan atau awal (menunjuk pada keterangan waktu).
Sebagai perbandingan bisa kita lihat pemakaian kata “arche” dalam Yohanes 1:1 yang tertulis “en arche en ho logos …” yang artinya: “padamulanya adalah firman …”
Kita semua juga sepakat bahwa kata “arche” dalam ayat tersebut diterjemahkan dengan tepat sebagai “mulanya” (awalnya). Dan tampaknya tidak seorangpun dari sekian banyak sarjana Alkitab yang paham bahasa Yunani akan menterjemahkan kata “arche” dalam Yohanes 1:1 sebagai “sumbernya”.
Nah, kata “mulanya” pada Yohanes 1:1 dalam bahasa Indonesia berasal dari kata dasar mula. Demikian pula kata "permulaan" pada Wahyu 3:14 berasal dari kata dasar mula.
Jadi kata “arche”, baik dalam Yohanes 1:1 maupun Wahyu 3:14 sama-sama menunjuk pada keterangan waktu mula (the beginning). Sama sekali bukan berasal dari kata sumber.
Jika pengiman Tritunggal setuju pada terjemahan “arche” dalam Yohanes 1:1 sebagai “mulanya”, maka akan tampak jelas upaya manipulasi mereka dalam menjustifikasi doktrin “Yesus adalah Tuhan” dengan cara mengaburkan makna sebenanya dari pengakuan Yesus sendiri bahwa beliau adalah ciptaan Allah, kemudian rame-rame tutup mata dan telinga memaksa kata “arche” pada Wahyu 3:14 seharusnya diterjemahkan, atau dimaknai, sebagai “sumbernya.
Beberapa contoh tulisan Yohanes selain Wahyu 3:14 yang menggunakan kata “arche” yang berarti “mulanya”, permulaan, the beginning (menunjuk keterangan waktu) di antaranya adalah sbb:
  • “Pada mulanya (arche) adalah firman.” (Yohanes 1;1)
  • “Hal itu dibuat Yesus di Kana Galilea, sebagai yang pertama (arche) ” (Yohanes 2:11)
  • “ .. karena kamu dari semula (arche) bersama-sama aku.” (Yohanes 15:27)
  • “Apa yang telah ada sejak semula (arche).” (1Yohanes 1:1 )
  • “ .. perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya (arche).” (1Yohanes 2:7 )
  • “ .. karena kamu telah mengenal Dia, yang dari mulanya (arche).” (Yohanes 2:13 )
  • “ .. yang ada dari mulanya (arche)" (1Yohanes 2:14)
  • “ .. apa yang telah kamu dengar dari mulanya (arche)” (1Yohanes 2:24)
  • “ .. sebab iblis berbuat dosa dari mulanya (arche)" (1Yohanes 3:8)
  • “ .. berita yang kamu dengar dari mulanya (arche)” (1Yohanes 3:11)
  • “ .. menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya (arche)" (2Yohanes 1:5)
  • “ .. sebagaimana kamu dengar dari mulanya (arche)” (2Yohanes 1:6 )
 
Jelas kata “arche” dalam ayat-ayat tulisan Yohanes tsb berarti “mulanya” atau “the beginning” (keterangan waktu) dan sama sekali tidak ada yang berarti sumber.
Dengan demikian adalah terlalu sembrono jika penganut Tritunggal - demi berupaya keras menegakkan doktrinya - kemudian memaksa menerjemahkan “arche” dalam Wahyu 3:14 sebagai “sumber

Sekarang mari kita lihat pula ini:
קָ֭נָנִי = Qa-na-ni atau "Qanah" artinya memiliki atau menciptakan?

AMSAL 8: 22, 23, 25, 26, 30
“Tuhan telah menciptakan aku (hikmat, Yesus bergelar “hikmat” –1Korintus 1:24) sebagai permulaan pekerjaanNya, sebagai perbuatanNyayang pertama dahulu kala. Pada zaman purbakala, aku (pra-eksistensi Yesus) dibentuk, sebelum bumi ada. Sebelum samudera, gunung-gunung, bukit-bukit ada, Aku (praeksistensi Yesus) telah lahir, sebelum Ia (Allah) membuat bumi, Aku (praeksistensi Yesus) ada sertanya sebagai anak kesayanganNya
Amsal 8:22, jika dihubungkan pada Yesus, jelas merupakan bukti Alkitabiah bahwa Yesus (praeksistensinya) adalah ciptaan Allah. Tetapi umat Trinitarian membantahnya dengan berdalih bahwa dalam ayat tersebut tidak ada kata yang berarti “menciptakan”.
Argumen mereka:
Kata “menciptakan” (Ibrani: Qanah) pada ayat 22 tersebut tidak benar. Kata “qanah” harus diartikan sebagai memiliki, bukan mencipta. Artinya harus dipahami sebagai: Allah memiliki Yesus, bukan menciptakan Yesus!
Jika Trinitarian mengklaim bahwa kata “menciptakan” di ayat 22 tersebut salah, lalu bagaimana dengan terjemahan pada frase: “Permulaan pekerjaannya (ayat 22)”; “Perbuatannya yang pertama dahulu kala”; “Aku dibentuk (ayat 23)”; “sebelum gunung-gunung ada, aku (praeksistensi Yesus) telah lahir [1] (ayat 24,25) sebelum Ia (Allah) membuat dataran bumi(ayat 26)”; sebagai Anak [2] kesayanganNya (ayat 30)”.
Dari ayat-ayat tersebut jelas sekali bisa kita pahami bahwa Yesus (sang hikmat) adalah:
1. CIPTAAN ALLAH
2. HASIL KERJA ALLAH
3. PERBUATAN ALLAH
4. DIBENTUK OLEH ALLAH
5. DILAHIRKAN KARENA KEHENDAK ALLAH
6. DIPERANAKKAN ATAS KUASA ALLAH
Nah, jelas sekali Amsal 8: 22-30 banyak berbicara tentang praeksistensi Yesus sebagai mahluk ciptaan Allah, yang juga diistilahkan lahir,dibentuk, permulaan pekerjaan Allah, perbuatan Allah yang pertamadan anak kesayangan (yang diperanakkan).
Lantas apakah terjemahan ayat 22-30 (yang membuktikan dengan akurat bahwa “hikmat” (praeksistensi Yesus) sebagai ciptaan dan hasil pekerjaan atau karya Allah yang pertama tersebut salah semua?
Bukankah sudah sangat jelas dari ikatan kalimat pada rangkaian ayat 22-30 tersebut dapat dipahami bahwa Sang Hikmat (praeksistensi Yesus) adalah HASIL KARYA atau CIPTAAN atau PEKERJAAN YANG PERTAMA dari Allah?
Artinya jelas "sang hikmat" (praeksistensi Yesus) adalah mahluk ciptaan,buatan, atau HASIL KARYA Allah!
Sekalipun Trinitarian ngotot bahwa kata “qanah” dalam ayat 22a tetap mati-matian harus diartikan sebagai “memiliki”, hal itu tentu tidak bisa lepas dari ayat 22b-30-nya yang dengan tegas membuktikan bahwa Sang Hikmat (praeksistensi Yesus) jelas-jelas adalah Permulaan Pekerjaan Allah, dibentuk, yang berarti DICIPTAKAN!
Kemudian jika umat Trinitarian mengklaim pula bahwa kata “qanah” tidak tepat diartikan sebagai “mencipta”, klaim tersebut adalah suatu dusta besar!
Kata “qanah” dalam alkitab jelas juga memiliki arti menciptakan.
Ini bisa kita buktikan dari beberapa contoh ayat seperti berikut:
KEJADIAN 14:19, 22:
“Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (qanah) langit dan bumi, kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: Aku bersumpah demi Tuhan, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (qanah) langit dan bumi”.
Kata Ibrani “qanah” memang juga bisa berarti “memiliki atau memperoleh”, namun dari ayat-ayat tersebut (juga menurut kamus Ibrani) bisa dipahami bahwa dalam bahasa Ibrani bukan hanya kata “bara” saja yang berarti mencipta, kata “qanah” terbukti akurat: juga bermakna mencipta![3]
KESIMPULAN
Wahyu 3:14 dan Amsal 8:22-30 adalah ayat-ayat yang semakin kokoh menguatkan fakta-fakta Alkitabiah bahwa Yesus Bukan Allah. Sebaliknya ayat-ayat tersebut justru menjadi bukti akurat bahwa secara Alkitabiah pula; Yesus adalah CIPTAAN ALLAH!
CATATAN:
[1] Istilah “lahir” dalam Alkitab mengacu pada arti diciptakan.
Lihat Mazmur 90:1-2, “gunung-gunung dilahirkan.”
Gunung dilahirkan = gunung diciptakan atau dibuat!
[2] Istilah “Anak” (mengandung arti diperanakkan) juga mengacu pada makna diciptakan.
Lihat Mazmur 90:1-2, “bumi dan dunia diperanakkan.”
Bumi dan dunia diperanakkan = diciptakan atau dibuat!
[3] LAI menterjemahkan kata "qanah" sebagai "pemilik" dan "empunya". Padahal arti sebenarnya adalah penguasa, yang dalam konteks Teologi Torah dan Mazmur, sekaligus dimaknai pula sebagai pencipta!  
Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!
 
[Sumber: Lee Hercules]

Saturday, November 12, 2016

Silsilah Yesus, Siapa Yang berdusta, Tuhan, Penulis Injil, Atau Editor Alkitab? Saturday, November 12, 2016

Menurut saya, Matius 1:1 dan Roma 1:3 adalah dua ayat dalam alkitab yang merupakan 'kesalahan paling memalukan' sepanjang abad Masehi. Sungguh kasihan Matius, yang namanya dicatut sebagai penulis Injil yang tidak pernah ditulisnya itu.

Bagaimana mungkin umat Kristen dapat menerima begitu saja Yesus yang mereka percaya sebagai 'Anak Allah' (terlahir dari roh Allah) dan sangat dibanggakan karena bukan hasil pembuahan dari hubungan pasutri ayah bundanya, tapi sekali lagi, dari roh Allah, dibuatkan silsilahnya dari garis keturunan ayah asuhnya, Yusuf?

Seluruh literatur di seluruh dunia berkaitan dengan Yesus (Isa Ibn Maryam) nampaknya sudah sepakat bahwa Yesus terlahir dari seorang perawan suci bernama Maria. Akan tetapi demi memenuhi 'gagasan cemerlang' gereja, maka mereka pun tidak malu-malu untuk menarik garis keturunan Yesus melalui Yusuf, suami Maria.

Ini, tentu saja, adalah sebuah kebodohan yang luar biasa. Sebab bagaimana kita dapat menerima 'akte kelahiran' Yesus yang bukan darah daging Yusuf tapi "dipaksa" mengikuti garis keturunannya demi menyambung tali keturunannya dari Daud hingga Abraham? Ada apa sebenarnya di balik silsilah 'rudapaksa' Yesus ini?

Benarkah karena kebodohan, atau justru karena kelicikan, tapi tetap saja bodoh?
Mengapa mereka menggunakan standar ganda untuk menjelaskan silsilah Yesus yang di satu sisi mati-matian dipertahankan sebagai 'anak Allah' tapi di sisi lain memaksakan pula agar Yesus disebut sebagai anak Daud anak Abaraham?    

Yang paling dekat urusannya dengan silsilah Yesus ini adalah kandungan Kitab Ulangan 18:18 yang juga sudah 'diubah-suai' oleh gereja dari bunyi aslinya yang ada menyebut kata “Saudara Bangsa Mereka” disulap menjadi “Bangsa Mereka Sendiri”

Tidak percaya? Silahkan cross-check di sini:
 (KJV) I will raise them up a Prophet from among their brethren, like unto thee, and will put my words in his mouth; and he shall speak unto them all that I shall command him.

Bandingkanlah dengan berikut ini:
(GNB) I will send them a prophet like you from among their own people; I will tell him what to say, and he will tell the people everything I command.

(BIS) Dari bangsa mereka sendiri Aku akan mengutus kepada mereka seorang nabi seperti engkau. Aku akan mengatakan kepadanya apa yang harus dikatakannya, lalu ia akan menyampaikan kepada bangsa itu segala yang Kuperintahkan.

Ternyata ayat Kitab Ulangan 18:18 Ini ada hubungannya dengan nubuat akan datangnya seorang Nabi yang seperti Musa (as), sebagaimana disebutkan dalam ayat ke-18 s.d ayat ke-20:

[18:18] seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

[18:19] Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.

[18:20] Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus dibunuh. (al. Douay Rheims & New Century Version).

Untuk memenuhi ramalan tersebut dan 'gagasan cemerlang' tadi, maka gereja yang mencatut nama Matius, dengan menjadikan Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani sebagai salah satu sumber inspirasi penulisan kitab Matius, berusaha meyakinkan pembaca dengan melakukan manipulasi dalam kitab Matius yang dimulai dengan kata kunci ini:

[Matius 1:1] Inilah silsilah Yesus anak Daud anak Abraham.

Sekarang coba kita buka Kitab Matius 1 dan perhatikanlah ayat ke-17:
"Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus."

Sang penulis berulang-ulang menekankan 3 rangkaian yang masing-masing terdiri dari 14 keturunan. Jika nama-nama tersebut dijumlahkan, maka jumlahnya adalah 41 keturunan. Padahal jika mengacu pada Matius 1:17 (salah satu rangkaian tersebut berjumlah 13 keturunan), jumlah seharusnya adalah 42 keturunan. Dari sini saja si penulis Matius sudah keliru menuangkan gagasan cemerlang gereja itu.

Mengapa mereka membuat 3 rangkaian kalimat yang masing-masing berjumlah 14 keturunan? Jawabannya mudah saja, yaitu untuk menyesuaikan sandi numerologi huruf-huruf bahasa Ibrani pada abad pertama Masehi. Sandi numerologinya terletak pada kata "DAWUD" atau "DAVID".

Mengingat huruf Ibrani tidak mengenal vokal, tetapi hanya konsonan, maka kata "DAVID" dalam teks Ibraninya adalah "DVD". Dari sini diperoleh rangkaian huruf DVD dan dapat dipecah berdasarkan numerologi mereka. Huruf "D" adalah huruf ke-4 dalam urutan abjad Ibrani, sedangkan huruf "V" adalah huruf ke-6, sehingga kata "DVD" berarti 4 + 6 + 4 = 14. Jadi, angka 14 inilah yang menjadi inspirasi 'gagasan cemerlang' mereka untuk penyebutan '14 keturunan' dalam Matius 1:17.

Padahal, seperti dapat dibaca sendiri, Kitab Perjanjian Lama menyebutkan bahwa keturunan Daud yang menjadi raja adalah: (1) Salomo, (2) Rehabeam, (3) Abia, (4) Asa, (5) Yosafat, (6) Yoram, (7) Ahazia, (8) Yoas, (9) Amazia, (10) Azarya (Uzia), (11) Yotam, (12) Ahas, (13) Hizkia, (14) Manasye, (15) Amon, (16) Yosia, (17) Yoyakim, dan (18) Yekhonya.

Jadi, ada 18 keturunan sebelum pembuangan orang-orang Yehuda ke Babel. Bukan 14 keturunan. Namun demikian, demi memenuhi gagasannya sebagaimana dijelaskan di atas, pengarang Matius menghilangkan 4 nama: (7) Ahazia, (8) Yoas, (9) Amazia, dan (17) Yoyakim agar berjumlah "14 keturunan", sehingga sesuai dengan gagasan si penulis Matius.

Dan inilah yang disebut kelicikan tapi tetap bodoh tadi. Sebab jelas sekali si penulis Matius ingin menanamkan pemahaman di benak pembaca -- bahwa oleh karena keyakinan umat Yahudi tentang "mesias" yang diidam-idamkan itu akan datang dari keturunan Daud -- maka si penulis pun  membuat daftar "silsilah Yesus" dengan "memaksakan" garis keturunan Yesus melalui ayah asuhnya, Yusuf, guna menyambung tali keturunan hingga Daud!

Oleh karena itu, secara vulgar dan tanpa malu-malu mereka pun membuat "Injil Matius" dengan permulaan ayat yang menyatakan bahwa Yesus adalah anak Daud!

Sangat boleh jadi tidak semua umat Kristen sempat atau berani 'mengorek-ngorek' isi alkitabnya sampai sejauh ini. Tapi umat Muslim belajar dari Al-Qur'an bahwa orang-orang Yahudi dan Kristen yang melakukan 'ubah-suai' terhadap ayat-ayat wahyu Allah dalam alkitab ini sesungguhnya mengetahui dengan terang benderang bahwa nubuat dalam Kitab Ulangan 18:18-20 itu dimaksudakan untuk 'saudara mereka' dari tanah Arab yang semua rinciannya mengarah pada sosok Nabi Muhammad (saw). Tapi mereka tidak sudi menerimanya dan berusaha untuk mengalihkan ciri-ciri itu kepada Yesus. Padahal ciri-ciri seperti yang digambarkan dalam nubuat itu sama sekali tidak cocok dengan Yesus. Dengan demikian, kemudian timbullah pertanyaan yang sangat mengganggu umat Kristen: Siapakah Nabi yang mirip dengan Nabi Musa? Jawabnya adalah seperti yang diterangkan di sini.


[Sumber: Di Bawah Panji Panji Islam]

Baca juga:

Wednesday, October 5, 2016

Tempat Lahir Yesus Bukan Di Bethlehem Yerusalem! Wednesday, October 5, 2016

"Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret ... " (Lukas 1:26)

Tapi di manakah letak kota Nazaret yang dimaksud oleh Lukas 1:26 ini? Sebab perlu anda ketahui bahwa kota Nazareth sebenarnya baru ada setelah abad 2 M. Itulah mengapa di Perjanjian Lama tidak pernah disebut-sebut kata Nazareth. 

Menurut beberapa sumber, saat Yesus masih hidup ada 2 kota bernama Bethlehem, satu di Yudea dan satunya lagi dekat kota yang sekarang disebut Nazareth.

Pada gambar di sebelah kiri yang merujuk ke wikipedia, sekilas menunjukkan Arah ke timur, dari bethlehem Galilea ke daerah yang sekarang disebut Nazareth. 

Berhubung tak ada peta yang benar-benar pasti, bisa saja arah dari Bethlehem galilea ke Nazareth sebenarnya timur (bukan agak ke tenggara), hal ini sesuai apa yang dikatakan Al-Quran.


A-Qur’an Surat 19 Maryam:
16. Dan Ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, Yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur

17. Maka ia Mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, Maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

18. Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”.

19. Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.

20. Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!”

21. Jibril berkata: “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagiku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”.

Dalam Lukas 2 disebutkan bahwa Kaisar Agustus memberlakukan sensus untuk mendaftar seluruh penduduk dunia, dan mereka mendaftar di kotanya sendiri, sehingga Yusuf harus pergi ke Yudea untuk mendaftar. Dan di sana (Yudea) tibalah saatnya Maria untuk melahirkan.

Dapatkah anda bayangkan Perjalanan dari Nazareth ke Yudea (Yesusalem) yang sedemikian jauh pada jaman itu, apalagi untuk seorang wanita yang sedang hamil tua? Di sini ada dugaan kuat Maria tidak ikut bersama Yusuf. Bukti ini bisa didapat dari Al-Quran Sebagai Berikut:
“Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat munkar.” “Hai saudara perempuan Harun (Aaron), ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina” (QS.Maryam: 27-28)

maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan. (QS.Maryam:29). 

Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang berbakti di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup. Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali (saat hari kebangkitan setelah kiamat). (QS.Maryam:30-33).

Jelas sekali bahwa di situ Yusuf tidak ikut dalam pembelaan Maria, hanya Maria dan Bayinya (Yesus) saja yang membela diri mereka sendiri. Lihat videonya di sini.

Menurut Data Arkeolog, Bethlehem di Yudea tidak berfungsi sebagai Kota antara abad 7 sampai 4 SM, dimana disana terdapat bahan zaman besi kuno 1200-550 SM, dan banyak material dari abad ke-6 tapi tidak dari abad 1 SM atau abad 1 M.

Chilton Bruce, penulis "Rabi Yesus" berkomentar:

"Betlehem dalam bahasa Ibrani berarti 'rumah roti,' nama umum untuk permukiman dengan pabrik mampu menghasilkan tepung yang terbaik.... Pada tahun 1975, di tengah pengap, lembab dan buruk menyalakan kembali rak dari Perpustakaan Universitas di Cambridge, saya pertama kali belajar dari Betlehem Galilea, dekat Nazareth, dari studi jelas dari Talmud diterbitkan selama abad kesembilan belas. Aku terkejut oleh kurangnya pembahasan tempat ini dalam studi Perjanjian Baru sebagai kemungkinan situs kelahiran Yesus, terutama karena Betlehem utara disebutkan dalam Alkitab Ibrani (Yosua 19:15) .... Sekarang, bagaimanapun, penggalian arkeologi menunjukkan bahwa Betlehem di Galilea adalah situs abad pertama hanya tujuh mil [12 km] dari Nazaret,.... Ada alasan yang baik untuk menduga bahwa Betlehem yang diacu oleh Matius berada di Galilea."

Aviram Oshri, seorang arkeolog senior Israel Antiquities Authority menulis dalam salahsatu Majalah Arkeologi:

Para teolog sering mempertanyakan kisah Alkitab tentang kelahiran Yesus di palungan, dan sekarang para arkeolog juga melakukan hal yang sama. Basis data yang luas dari Israel Antiquities Authority (IAA), menggambarkan Betlehem sebagai "situs kuno" dengan materi Zaman Besi dan Gereja-gereja abad ke-4 dan menghubungkan bangunan Bizantium dengan abad pertengahan. Tetapi tidak ada informasi lengkap untuk barang antik dari periode Herodian - yaitu, masa kelahiran Yesus.

"Jika sejarah Yesus yang benar-benar lahir di Betlehem," tambah Oshri, "itu kemungkinan besar Betlehem Galilea, tidak di Yudea, beberapa mil dari rumah Yusuf dan Maria, sebagai lawan dari tempat berpenghuni hampir seratus mil dari rumah."

Aviram Oshiri menambahkan:

"Saya belum pernah mempertanyakan asumsi bahwa Yesus lahir di Betlehem di Yudea. Tapi di awal 1990-an, sebagai seorang arkeolog yang bekerja untuk IAA, saya dikontrak untuk melakukan penggalian penyelamatan beberapa  proyek sekitar pembangunan dan infrastruktur dalam masyarakat pedesaan kecil di Galilea. Ketika saya mulai bekerja, beberapa orang yang tinggal di sekitar lokasi mengatakan kepada saya bagaimana Yesus benar-benar lahir di sana, bukan di selatan. Penasaran, saya meneliti bukti arkeologis bagi Betlehem di Yudea pada zaman Yesus dan tidak menemukan apa-apa Ini sangat mengejutkan, karena sisa-sisa Herodian harus menjadi hal pertama yang harus ditemukan Apa yang bahkan lebih mengejutkan adalah para arkeolog telah menemukan apa yang saya temukan selama 11 tahun ke depan penggalian di situs pedesaan kecil -  .. Bethlehem Galilea!"

Ya! Yesus bukan lahir di Nazareth, tapi di desa kecil bernama Bethelhem Galilea dekat Jericho!



[Sumber: W. Sherenian | Anno Agustus 2012] 

Contact Form

Name

Email *

Message *