Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Judaisme Dan Islam. Show all posts
Showing posts with label Judaisme Dan Islam. Show all posts

Sunday, May 26, 2019

Perbandingan Agama Yahudi, Kristen, dan Islam Sunday, May 26, 2019


Agama Samawi ada 3, yaitu Yahudi, Nasrani, dan Islam. Saya akan coba membandingkan ketiga agama ini dengan memakai referensi dari Al-Quran, Alkitab, dan juga beberapa ensiklopedi yang ada.

Ketiga agama ini mempunyai beberapa kesamaan seperti percaya Adam adalah manusia pertama dan nenek moyang seluruh manusia, Ibrahim adalah seorang Nabi, dan kitab suci Taurat sebagai wahyu Allah. Meski demikian ada juga perbedaan yang beberapa di antaranya sangat mendasar.

Yahudi adalah agama tribal/kesukuan yang hanya bisa dianut oleh bangsa Yahudi. Agama ini tidak bisa disebarkan ke luar dari suku Yahudi. Oleh karena itu jumlahnya tidak berkembang. Di seuruh dunia, pemeluknya hanya sekitar 14 juta jiwa saja. Sementara agama Nasrani yang telah berevolusi menjadi Kristen dan Islam, karena disebarkan ke seluruh manusia, dewasa ini menjadi agama milyaran penganutnya.

KETUHANAN
Yahudi dan Islam menganggap Tuhan itu Satu. Tuhan Yahudi disebut Yahweh yang merupakan bentuk ketiga tunggal ”Dia adalah” (He who is). Ada pun Tuhan dalam Islam disebut Allah yang merupakan bentuk tunggal dan tertentu dari Ilah (Sembahan/Tuhan). Dalam Al-Quran surat Al Ikhlas dijelaskan tentang keEsaan Tuhan:

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”.  (QS. Al Ikhlas:1-4)

Sebetulnya dalam Alkitab keesaan Tuhan juga dijelaskan dalam 10 Perintah Tuhan yang tertulis dalam Keluaran 20:

[Keluaran 20:1-3] Lalu Allah mengucapkan segala firman ini: “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku." 

Tapi meski dalam Yahudi dan juga Islam Tuhan itu adalah Satu termasuk dzatNya, namun dalam agama Kristen ada doktrin Trinitas yang menyatakan bahwa Tuhan terdiri dari 3 oknum (person) yaitu Bapak, Anak, dan Roh Kudus yang diformulasikan pada abad ke 4 M oleh Saint Augustine. Dalam konsep Trinitas disebut Satu itu Tiga dan Tiga itu Satu. Trinitas/Triniti/Tritunggal terdiri dari 2 kata: Tri artinya Tiga dan Unity artinya Satu.

Berbeda dengan Al-Quran surat Al Ikhlas yang menyatakan Tuhan tidak beranak atau diperanakkan (berbapak) di Alkitab disebut:

[2Korintus 11:31] Allah, yaitu Bapa dari Yesus, Tuhan kita, yang terpuji sampai selama-lamanya, tahu, bahwa aku tidak berdusta” 

[2Korintus 1:3] Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan 

Di ayat di atas jelas disebut Allah adalah Bapa dari Tuhan Yesus. Sebaliknya dalam Islam diajarkan Monoteisme yang mutlak/Tauhid bahwa Allah itu satu dan tidak punya anak atau pun sekutu:

“Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” (QS. Al Israa: 111)

Maha Suci Allah dari mempunyai anak dan sekutu.

“Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,” (QS. Al Mu’minuun)

MASALAH  YEHOSHUA, YESUS, ISA
Kaum Yahudi tidak mengakui Yesus baik sebagai Tuhan atau pun sebagai Rasul. Bahkan mereka berusaha membunuh Yesus karena dianggap menyesatkan banyak orang.

Sebaliknya kaum Kristen menganggap Yesus adalah Tuhan:

[2Korintus 13:14] Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian 

Islam menganggap Yesus bukan Tuhan, tapi hanya manusia biasa yang diangkat menjadi Nabi:

”Dan ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?.” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.” (QS. Al- Maa’idah: 116)

Menurut Islam Isa adalah Nabi yang menyeru manusia kepada Tauhid, yaitu menyembah hanya Satu Tuhan:

”Aku (Isa) tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.” (QS. Al- Maa’idah: 117)

MASALAH ORANGTUA YEHOSHUA, YESUS, ISA
Sebagaimana ayat-ayat Alkitab di atas, agama Kristen menganggap bahwa Yesus adalah anak Tuhan / Anak Allah.

[Markus 1:1] Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah

[Lukas 1:32] Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya

Meski demikian, pada Injil Matius 1:16-18 disebut bahwa Bapak Yesus adalah Yusuf meski Yesus lahir dari Perawan Maria sebelum menikah dengan Yusuf:

Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

[Matius 1:16-18] Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. 

Silsilah Yesus akhirnya mengikuti silsilah Yusuf. Bukan Maria.
Di ayat lain dijelaskan Yesus anak Daud, anak Abraham:
[Matius 1:1] Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. 

YESUS ANAK MANUSIA
 [Matius 12:8] Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

Menurut Islam, Yesus adalah anak Maria / Maryam. Bukan anak Tuhan atau Yusuf:
“Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan seperti manusia lainnya. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami, kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling. (QS. Al Maa’idah:75)

KEKUASAAN ALLAH
Di Alkitab, Kejadian 32:25-28 disebutkan Yakub berkelahi melawan Allah sejak malam hingga fajar menyingsing. Karena Allah tak dapat mengalahkan Yakub, maka Allah memukul sendi pangkal paha Yakub dan berkata bahwa Yakub telah melawan Allah dan Manusia dan Yakub menang. Adakah ini artinya Allah kalah melawan Yakub?

Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.

Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.

Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”

Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.”

[Kejadian 32:24-28] Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” 

Dalam Injil Matius 27 diceritakan bagaimana Tuhan Yesus ditangkap, diludahi, dan dipukul oleh manusia:

MATIUS 27
[27] Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus.
[28] Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya.
[29] Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: “Salam, hai Raja orang Yahudi!”
[30] Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya.
[31] Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan.

Dalam Islam disebut bahwa jangankan seorang Yakub. Seluruh manusia pun Allah yang Maha Kuasa dapat memusnahkan dengan mudah!

“Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.” (QS. Faathir: 16-17)

“Dan Tuhanmu Maha Kaya lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu dengan siapa yang dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang-orang lain. “ (QS. Al-An’aam: 133)

KEMANDIRIAN TUHAN 
Dalam Injil Matius diceritakan bagaimana Yesus mengeluh dengan suara nyaring: “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

[Matius 27:46] Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? 

Dalam Al-Quran dijelaskan Allah bukanlah orang yang hina yang perlu penolong:

Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya. “ (QS. Al-Israa’: 111)

SIFAT MAHAMENGETAHUI TUHAN
Dalam Alkitab, Injil Markus 11:12-13 diceritakan Tuhan Yesus yang merasa lapar ternyata tidak tahu kalau pohon Ara tidak berbuah karena memang bukan musimnya:

Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.

Dalam Islam, disebut bahwa Allah itu Maha Tahu. Bahkan tak ada sehelai daun pun yang jatuh ke bumi tanpa diketahuiNya:

“Dan pada sisi Allah-lah kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” (QS. Al An’aam:59)

TIDURKAH TUHAN?
Dalam Injil Matius diceritakan Yesus tidur:
[Matius 8:24] Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. 

Menurut Islam, Tuhan Maha Kuasa. Tidak pernah mengantuk dan juga tidak pernah tidur:

“Allah, tidak ada Tuhan selain Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya; tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)

LARANGAN MEMBUAT PATUNG
Dalam 10 Perintah Tuhan di pada kitab Keluaran Allah melarang manusia membuat patung apa pun:

[Keluaran 20:4-5] "Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku." 


Namun saat ini umat Kristen membuat banyak patung Yesus dan Bunda Maria yang ditaruh di berbagai tempat terutama di Gereja.

Dalam Islam dilarang membuat patung, apalagi menaruhnya di tempat ibadah.

Aisyah r.a. berkata, “Ketika Nabi sakit, ada sebagian di antara istri beliau menyebut-nyebut perihal gereja yang pernah mereka lihat di negeri Habasyah yang diberi nama gereja Mariyah. Ummu Salamah dan Ummu Habibah pernah datang ke negeri Habasyah. Kemudian mereka menceritakan keindahannya dan beberapa patung yang ada di gereja itu. Setelah mendengar uraian itu, beliau mengangkat kepalanya, lalu bersabda, “Sesungguhnya mereka itu, jika ada orang yang saleh di antara mereka meninggal dunia, mereka mendirikan tempat ibadah di atas kuburnya. Lalu, mereka membuat berbagai patung di dalam tempat ibadah itu. Mereka adalah seburuk-buruk makhluk di sisi Allah pada hari kiamat.” [HR Bukhari]

KITAB SUCI
Kitab Suci Yahudi meski juga dikutip sebagai Perjanjian Lama oleh kaum Kristen tetap ada beberapa perbedaan mendasar. Selain itu bahasa Kitab Suci Yahudi sebagian besar bahasa Ibrani dengan sedikit Aramaic. Sementara Perjanjian Lama Kristen dalam bahasa Yunani kuno. Ada tambahan 7 buku yang aslinya dalam bahasa Yunani di Perjanjian Lama Kristen.

Ada pun Injil yang resmi ada 4 versi yang berbeda. Masing-masing ditulis oleh Markus, Mathius, Lukas, dan Yohanes. Penulisan dilakukan sekitar tahun 70 hingga 100 Masehi sekitar 40 tahun setelah Yesus wafat (diperkirakan tahun 29 M).

Sebagai contoh Lukas menulis Injil yang ditujukan kepada seseorang yang disebut Teofilus:

[Lukas 1:1-4] Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.  Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,  supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar. 

Lukas kadang hanya mengira-ngira seperti Yesus umurnya kira-kira 30 tahun ketika memulai pekerjaannya serta memakai kata “Anggapan Orang”

[Lukas 3:23] Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli, 

Jika bahasa Yesus adalah bahasa Aramaic, maka bahasa asli Perjanjian Baru adalah bahasa Yunani.

Sebaliknya Al-Quran hanya ada satu versi yang dihafal oleh banyak orang dan masih murni dalam bahasa Arab sesuai bahasa Nabi Muhammad. Kalau bukan dalam bahasa Arab itu tak lebih dari terjemahan saja. Bukan Al-Quran:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya Al Quran pada malam kemuliaan” (QS. Al-Qadr:1)

“Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (QS. Al- Baqarah: 2)

Al-Quran diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad. Oleh Nabi Muhammad disampaikan ke pengikutnya. Para pengikutnya ada yang menghafal, ada pula yang menulis di berbagai media (daun, tulang, kulit kambing/onta, dsb). Oleh pengikutnya Abu Bakar kemudian Al-Quran dijadikan satu. Kemudian oleh sahabat Nabi Usman dijadikan satu buku berikut diberi tanda tulisan (panjang pendek, dsb) sehingga pengucapannya sesuai dengan aturan Bahasa Arab yang standar.

KEWAJIBAN KHITAN, SUNAT BAGI PRIA
Dalam ajaran Yahudi dan Islam, sunat bagi pria diwajibkan. Ini sejalan dengan Alkitab:

[Kejadian 17:10-14] Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;  haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.  Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”

Orang yang tidak bersunat sama dengan najis (Yesaya) karena air kencingnya tetap tersimpan di sela-sela kulit kemaluan:

[Yesaya 52:1] Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatanmu seperti pakaian, hai Sion! Kenakanlah pakaian kehormatanmu, hai Yerusalem, kota yang kudus! Sebab tidak seorangpun yang tak bersunat atau yang najis akan masuk lagi ke dalammu.

Namun orang-orang Kristen tidak melakukan itu karena menurut Paulus dalam Perjanjian Baru hukum itu dihapuskan (Meski di Genesis 17:10 dinyatakan itu perjanjian yang kekal):

ROMA 2
[25] Sunat memang ada gunanya, jika engkau mentaati hukum Taurat; tetapi jika engkau melanggar hukum Taurat, maka sunatmu tidak ada lagi gunanya.
[26] Jadi jika orang yang tak bersunat memperhatikan tuntutan-tuntutan hukum Taurat, tidakkah ia dianggap sama dengan orang yang telah disunat?
[27] Jika demikian, maka orang yang tak bersunat, tetapi yang melakukan hukum Taurat, akan menghakimi kamu yang mempunyai hukum tertulis dan sunat, tetapi yang melanggar hukum Taurat. [28] Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah.
[29] Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.
[Roma 3:1] Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat? 

LARANGAN MEMAKAN DAGING BABI
Dalam ajaran Yahudi dan Islam diharamkan memakan daging babi. Ini sesuai dengan Alkitab Imamat dan Ulangan 14:8:

[Imamat 11:7-8] Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu. 

Dalam Al-Quran juga dilarang
“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang ketika disembelih disebut nama selain Allah” (QS. Al-Baqarah: 173)

Tapi saat ini babi adalah makanan yang umum di kalangan Kristen.

DOSA AWAL ATAU DOSA WARIS
Dalam Kristen dikenal doktrin Dosa Asal atau Dosa Waris (Original Sin). Karena Adam telah berdosa memakan buah terlarang, maka semua manusia keturunannya turut berdosa. Untuk itulah Yesus turun guna menebus dosa manusia.

Dalam Keluaran 20:5 dijelaskan Allah membalas kesalahan seorang ayah hingga kepada keturunannya:

“Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku” 

Dalam Islam, setiap orang hanya memikul dosa masing-masing:

“Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain…” (QS. Al An’aam:164)

FITNAH ATAS NABI LUTH, LOT
Dalam Alkitab, Kejadian 19:30-38 diceritakan bahwa Nabi Luth (Lot) berzinah dengan kedua anak kandungnya (Incest) sehingga punya anak dari mereka:

KEJADIAN 19
[30] Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya.
[31] Kata kakaknya kepada adiknya: “Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi.
[32] Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.”
[33] Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
[34] Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya: “Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.”
[35] Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
[36] Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.
[37] Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang.
[38] Yang lebih mudapun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amon yang sekarang.” 

Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa Luth adalah benar-benar seorang Rasul yang bersih dari perbuatan dosa seperti meminum anggur atau pun berzinah dengan putrinya sendiri:

Sesungguhnya Luth benar-benar salah seorang rasul.” (QS. Ash Shaaffaat:133)

Di dalam Al-Quran dijelaskan Allah melebihkan derajad Nabi Luth di atas umat manusia. Jadi kalau manusia biasa mayoritas tidak berzinah dengan anak kandungnya, apalagi seorang Nabi seperti Nabi Luth?!

“dan Ismail, Alyasa’, Yunus dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya)” (QS. Al-An’aam: 86)

FITNAH ATAS NABI DAWUD, KING DAVID
Dalam Alkitab 2Samuel 11:2-17 diceritakan bahwa Daud (dalam Matius 1:1 disebut sebagai Bapak Moyang Yesus) berzinah dengan istri Uria, Batsyeba. Setelah itu Daud memerintahkan Yoab agar menempatkan Uria di baris depan pertempuran kemudian mundur meninggalkan Uria agar terbunuh oleh musuh:

2SAMUEL 11
[2] Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.
[3] Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu.”
[4] Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.”

2Samuel juga mencertakan anak Daud, Amnon, memperkosa adik kandungnya sendiri Tamar:

[2Samuel 13:11-14] Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya ia makan, dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya: “Marilah tidur dengan aku, adikku.” Tetapi gadis itu berkata kepadanya: “Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu. Dan aku, ke manakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu.” Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia.”

Al-Quran membantah fitnah atas Nabi Daud:

“Telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.” [Al-Maa’idah: 78]

LARANGAN ZINA
Dalam menceritakan kisah perzinahan atau pelarangan zina, Alkitab menjelaskannya secara rinci:

EZEKIEL 23
[1] Datanglah firman TUHAN kepadaku:
[2] “Hai anak manusia, ada dua orang perempuan, anak dari satu ibu.
[3] Mereka bersundal di Mesir, mereka bersundal pada masa mudanya; di sana susunya dijamah-jamah dan dada keperawanannya dipegang-pegang.
[4] Nama yang tertua ialah Ohola dan nama adiknya ialah Oholiba. Mereka Aku punya dan mereka melahirkan anak-anak lelaki dan perempuan. Mengenai nama-nama mereka, Ohola ialah Samaria dan Oholiba ialah Yerusalem.
[5] Dan Ohola berzinah, sedang ia Aku punya. Ia sangat berahi kepada kekasih-kekasihnya, kepada orang Asyur, pahlawan-pahlawan perang, 6 berpakaian kain ungu tua, bupati-bupati dan penguasa-penguasa, semuanya pemuda yang ganteng, pasukan kuda.
[7] Ia melakukan persundalannya dengan mereka, semuanya orang Asyur pilihan; ia menajiskan dirinya dengan semua orang, kepada siapa ia berahi dan dengan berhala-berhalanya.
[8] Ia tidak meninggalkan persundalannya yang dilakukannya sejak dari Mesir, sebab pada masa mudanya orang sudah menidurinya, dan mereka memegang-megang dada keperawanannya dan mencurahkan persundalan mereka kepadanya.
[9] Oleh sebab itu Aku menyerahkan dia ke dalam tangan kekasih-kekasihnya, dalam tangan orang Asyur, kepada siapa ia berahi.
[10] Mereka menyingkapkan auratnya, anak-anaknya lelaki dan perempuan ditangkap dan ia sendiri dibunuh dengan pedang. Dengan demikian namanya dipercakapkan di antara kaum perempuan sebab hukuman telah dijatuhkan atasnya.
[11] Walaupun hal itu dilihat oleh adiknya, Oholiba, ia lebih berahi lagi dan persundalannya melebihi lagi dari kakaknya.
[12] Ia berahi kepada orang Asyur, kepada bupati-bupati dan penguasa-penguasan kepada pahlawan-pahlawan perang yang pakaiannya sangat sempurna, kepada pasukan kuda, semuanya pemuda yang ganteng.
[13] Aku melihat bahwa ia menajiskan diri; kelakuan mereka berdua adalah sama.
[14] Bahkan, ia menambah persundalannya lagi: ia melihat laki-laki yang terukir pada dinding, gambar orang-orang Kasdim, diukir dalam warna linggam, 15 pinggangnya diikat dengan ikat pinggang, kepalanya memakai serban yang berjuntai, semuanya kelihatan seperti perwira, yang menyerupai orang Babel dari Kasdim, tanah kelahiran mereka.
[16] Segera sesudah kelihatan oleh matanya ia berahi kepada mereka dan mengirim suruhan kepada mereka ke tanah Kasdim.
[17] Maka orang Babel datang kepadanya menikmati tempat tidur percintaan dan menajiskan dia dengan persundalan mereka; sesudah ia menjadi najis oleh mereka, ia meronta dari mereka.
[18] Oleh karena ia melakukan persundalannya dengan terang-terangan dan memperlihatkan sendiri auratnya, maka Aku menjauhkan diri karena jijik dari padanya, seperti Aku menjauhkan diri dari adiknya.
[19] Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir. 20 Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda.
[21] Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu. 

Dalam Kidung Agung, gairah seks digambarkan sebagai berikut:

KIDUNG AGUNG 7
[2] Pusarmu seperti cawan yang bulat, yang tak kekurangan anggur campur. Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung.
[3] Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang.
[4] Lehermu bagaikan menara gading, matamu bagaikan telaga di Hesybon, dekat pintu gerbang Batrabim; hidungmu seperti menara di gunung Libanon, yang menghadap ke kota Damsyik.
[5] Kepalamu seperti bukit Karmel, rambut kepalamu merah lembayung; seorang raja tertawan dalam kepang-kepangnya.
[6] Betapa cantik, betapa jelita engkau, hai tercinta di antara segala yang disenangi.
[7] Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dadamu gugusannya.
[8] Kataku: “Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan-gugusannya Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel.” 

Dalam Islam larangan zina dinyatakan secara singkat dengan tidak menimbulkan birahi bagi pembacanya sehingga mereka tidak berkeinginan untuk bersetubuh dengan istrinya, berzina dengan pacarnya, atau melakukan onani:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [QS. Al-Israa’:32]

Bahkan izin bersetubuh di malam bulan puasa pun disampaikan dengan cara yang tidak vulgar:

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.” [QS. Al-Baqarah: 187]

HUKUM QISHASH
Dalam Perjanjian Lama, Keluaran dijelaskan tentang Hukum Qishash yaitu hukuman mati untuk pembunuh, mata ganti mata, gigi ganti gigi:

[Keluaran 21:12] “Siapa yang memukul seseorang, sehingga mati, pastilah ia dihukum mati.” 

[Keluaran 21:24-25] mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak.” 

Namun pada Perjanjian Baru hukum itu dihapuskan dan orang Kristen tidak mengikuti aturan itu lagi.

Dalam Al-Quran hukum Qishash kembali ditegakkan:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita…” (QS. Al-Baqarah:178)

Hukum Qishash diberlakukan agar orang berpikir panjang sebelum membunuh orang lain. Seandainya dia membunuh orang, maka dia dihukum mati sehingga tidak bisa membunuh lagi. Dengan cara itu dunia jadi lebih aman bagi orang-orang yang tidak berdosa (bukan pembunuh):

“Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah:179)

SIAPA YANG MENIPU ADAM DAN HAWA, ULAR ATAU IBLIS?  
Dalam Alkitab Genesis 3:1-19 diceritakan bahwa Ular adalah binatang paling cerdik yang dapat bicara sehingga dapat menipu manusia, Adam dan Hawa.

KEJADIAN 3:
[1] Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”
[2] Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
[3] tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”
[4] Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,
[5] tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”
[6] Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.” 

[Kejadian 3:13-14] Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.” Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.” 

Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa yang menggoda Adam dan Hawa adalah Setan/Iblis:

Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu] dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.” (QS. Al-Baqarah: 36)

Jika dalam ajaran Kristen Adam dan Hawa tetap berdosa dan dosanya diturunkan kepada manusia sebagai Dosa Asal / Dosa Warisan (Original Sin), dalam Islam disebut setelah Adam dan Hawa minta ampun dan bertobat, Allah segera mengampuni mereka dan tidak ada dosa warisan yang diturunkan kepada anak cucu mereka:

“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” [QS. Al-Baqarah: 37)

Umat Yahudi menganggap mereka adalah bangsa pilihan. Umat Kristen beranggapan tidak ada keselamatan bagi orang yang tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan sehingga mereka mengirimkan banyak misionaris/penginjil untuk “menggarami”, atau mengkristenkan penduduk dunia. Islam sendiri menyatakan hanya Islam agama yang diridhai Allah:

“Sesungguhnya agama yang diridhai disisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali ‘Imran:19)

“Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima agama itu, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali ‘Imran:85)

Itulah beberapa perbedaan antara agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Meski masih banyak lagi perbedaannya, namun umat Islam dianjurkan untuk berhubungan sosial dengan baik selama mereka tidak menyerang/memusuhi umat Islam. Meski dalam agama tak ada paksaan dalam beragama, namun umat Islam tidak boleh mencampur-adukkan masalah aqidah/agama. Untukmu agamamu dan untukku agamaku. Demikian ajaran agama kita. ~ Media Islam

Rujukan:
  • Al Qur’an
  • Alkitab
  • MS Encarta
  • Wikipedia
  • “The Choice”, Ahmed Deedat

Monday, February 13, 2017

Persamaan Antara Judaism dan Islam Monday, February 13, 2017

Zain Khan: Selamat datang di acara kami, saya Zain Khan. Hari ini topik acara kita adalah Persamaan antara Islam dan Yahudi. Tamu kita adalah Rabi Ben Abrahamson yang telah bekerja sepanjang hidupnya untuk membangun jembatan antara Islam dan Yahudi. Dia juga seorang sarjana peneliti terkait topik ini. Selamat datang di acara kami Rabbi Ben, saya Zain Khan, merasa sangat senang atas kehadiran anda di acara ini.



Ben Abrahamson: Senang berada di sini, terima kasih.

Zain Khan: Rabi Ben, mari kita langsung ke pertanyaan pertama. Bagaimana konsep Tuhan dalam Yudaisme, karena Islam percaya pada Tauhid yang merupakan Keesaan Tuhan?

Ben Abrahamson: Oh ya, Tauhid Isam dan Tauhid Yudaisme persis sama. Kami percaya pada satu Tuhan yang tidak bersekutu dengan apapun juga. Sesungguhnya istilah ini (Tauhid) dan bagaimana mengaplikasikannya persis sama dalam Yudaisme dan Islam.

Zain Khan: Ben, apakah Islam disebutkan dalam Taurat yang merupakan Perjanjian Lama?

Ben Abrahamson: Ya, benar. Dalam kitab Keluaran, ketika Yitro, Shuyab (pbuh) ayah mertua Musa (pbuh), pergi dan mengadakan persembahan, persembahan yang ia buat disebut sebagai Shlamim, atau persembahan yang sempurna, atau lengkap. Dan dalam Taurat semua pengikut Shuyab disebut "Kenite", tetapi dalam terjemahan Taurat bahasa Aram mereka selalu disebut Salamai, Muslamim. Jadi kami memiliki kata Muslamim yang berarti Anak-anak Yitro, dan lebih jauh lagi, sebenarnya arti kata itu adalah umat yang tunduk kepada Tuhan. Muslamim adalah orang-orang yang bukan bagian dari Bani Israel, tetapi percaya pada Satu Tuhan dan mengikuti perintah-perintah Tuhan.

Zain Khan: Rabi Ben, menurut pendapat Anda dan penelitian Anda akankah umat Islam masuk surga menurut sudut pandang Yahudi?

Ben Abrahamson: Ya, kami ... Yudaisme percaya bahwa ada agama dasar yang harus diikuti oleh seluruh umat manusia. Dalam Al-Qur'an dikatakan hanya ada satu agama yang diterima di hadapan Allah SWT, yaitu Islam. Kami percaya ada satu keyakinan yang diperlukan oleh seluruh umat manusia. Dan kami menyebutnya iman Nuh (pbuh). Ini mirip dengan apa yang ditulis dalam Surat as-Syura. Dikatakan bahwa “Dia telah meletakkan agama yang sama untukmu ketika Dia memerintahkan Nuh: apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan yang Kami perintahkan kepada Abraham, Musa dan Yesus: 'Membangun agama dan tidak membuat perpecahan di dalamnya.' "Yudaisme memiliki gagasan yang sama, bahwa ada satu agama yang diberikan kepada Adam. Itu melibatkan tauhid dan pada prinsipnya melibatkan tujuh dari sepuluh perintah, yang harus mereka pertahankan. Mereka harus percaya pada penghargaan dan hukuman - Anda harus percaya pada hari akhir, harus percaya pada nabi Allah. Inilah agama yang diperlukan oleh seluruh umat manusia. Ini diperlukan oleh orang Yahudi, diperlukan oleh orang non-Yahudi. Orang-orang bijak kami sudah menegaskan bahwa Islam melampaui persyaratan minimum ini sebagai sebuah agama yang benar. Jadi kami percaya bahwa umat Muslim yang menjaga agamanya dengan benar dijamin tempatnya di dunia yang akan datang, yakni di akhirat, sama seperti Bani Israel.

Zain Khan: Timbul pertanyaan, apa perbedaan antara Yudaisme dan Islam?

Ben Abrahamson: Dari sudut pandang kami, pada dasarnya Islam dan Yudaisme adalah agama yang sama tapi dengan kelaziman yang berbeda, syariah yang berbeda, dan perjanjian yang berbeda. Kami punya sabat, kami punya halal dan haram, kami punya hari-hari puasa Yom Kippur. Islam punya haji, ramadhan, dan rukun Islam yang berbeda, tetapi pada dasarnya adalah Dien yang sama. Ini agama dasar yang sama. Yang berbeda adalah syari'ah dan perjanjiannya. Kami setuju dengan apa yang pernah dikatakan oleh Qatada (ibn al-Nu'man ra) bahwa "al-din wahid wa al-syari'ah mukhtalifah." Ada satu Dien, satu agama dasar untuk semua umat manusia, dan yang berbeda hanyalah syariahnya.

Zain Khan: Jika apa yang Anda katakan itu benar, lalu mengapa orang-orang Yahudi Arab tidak sejalan dengan Nabi Muhammad saw?

Ben Abrahamson: Pertama-tama Anda harus memahami bahwa ada berbagai kelompok Yahudi. Ada sebuah hadits yang menjelaskan bahwa ada tujuh puluh satu sekte Yahudi. Di Saudi, Al Jahiz dan Ibn Hazm menyebutkan bahwa ada kelompok yang disebut Saddukiyya. Yang "berbeda dari semua orang Yahudi lainnya, mereka percaya bahwa Uzayr adalah anak Allah" yang bukan merupakan kepercayaan yang diimani oleh orang-orang Yahudi Rabbinik dewasa ini. Saddukiyya adalah kelompok yang sama sekali berbeda. Mereka adalah kelompok yang berazaskan zaman Saduki dari Kuil Kedua. Mereka punya ritual pengorbanan. Mereka ingin menjadikan Arab seperti Yerusalem kecil, dengan ritual pengorbanan, hari-hari besar sendiri, dan mereka mencampur-aduknya dengan kepercayaan musrik lokal agar lebih dapat diterima (oleh penduduk setempat). Dan itu adalah kesalahan dalam banyak hal. Orang-orang ini, ketika melihat Nabi Saw datang untuk mereformasi dan melakukan perubahan, mereka menolak reformasi. Bahkan menentangnya. Tetapi ini bukan urusan sebagian besar orang Yahudi yang tinggal di luar Arab. Siapa ... bisa saya sebutkan sedikit di sini misalnya ... seperti ketika Khalifah 'Ali (ra) datang ke Babel, ke Kufa, awalnya, 80.000 dari Talmudei Yeshiva, para siswa, para rabi Yahudi, keluar untuk menemuinya, untuk mendukungnya. Khalifah 'Umar (ra) menggulingkan Exilarch yang menimbulkan masalah di Arab karena persoalan-persoalan yang berhubungan dengan isu separatis. Dia menunjuk seorang tokoh Rabinik bernama Bustonai sebagai penggantinya. Dan pada dasarnya menjadikan Yahudi Rabinik (Yudaisme) sebagai bentuk resmi Yudaisme di seluruh kerajaan Islam yang sedang tumbuh. Dan faktanya, jika Kalif 'Umar [ra] tidak mendukung orang-orang Yahudi Rabinik dengan menunjuk Bustonai, kemungkinan besar hari ini mayoritas orang Yahudi adalah Karaite atau Saduki. Tidak akan ada jenis Yahudi yang Anda lihat hari ini.

Zain Khan: Ben, orang Yahudi seperti apa yang ada di zaman sekarang?

Ben Abrahamson: Orang-orang Yahudi (yang ditemui) sekarang ini adalah keturunan dari .. mereka adalah keturunan pengikut Hillel, berasal dari orang-orang Yahudi Farisi pada zaman Bait Suci Kedua. Mereka adalah ... kami adalah orang-orang Yahudi yang percaya bahwa ketika Musa, (pbuh), diberi Taurat, ia tidak hanya diberi kitab lalu dibiarkan untuk mencari tahu sendiri. Tetapi kepadanya dijelaskan bagaimana menerapkannya dalam berbagai cara dan situasi yang memungkinkan. Jadi kami percaya Taurat berlaku dalam setiap aspek kehidupan kita, dalam segala hal yang kami lakukan, setiap tindakan yang kami buat, setiap transaksi bisnis yang kami lakukan, setiap hubungan interpersonal yang kami miliki. Kami percaya bahwa (Torah) ini membimbing hidup kita untuk mendengarkan dan tunduk kepada Tuhan. Kami juga percaya bahwa Tuhan mengutus banyak nabi ke dunia, bukan hanya kepada Bani Israel saja. Dan kami percaya bahwa Tuhan membuat perjanjian dengan bangsa-bangsa lain. Jadi kami sama sekali tidak punya masalah untuk mengatakan bahwa seorang Muslim yang menjalankan agamanya dengan benar, dijamin mendapat bagian di akhirat, dunia yang akan datang, sama seperti kami. Dan orang Yahudi sekarang ini, kami puasa, tzawm. Kami punya beberapa shalat  ... kami punya raka'at. Kami membungkuk ketika mengucapkan barchu -- ruku adalah hal yang sama. Kami sujud. Kami melaksanakan 2,4,4,3 dan 1 raka'at dalam sehari, sedangkan tradisi Muslim adalah melaksanakan 2,4,4,3 dan 4. Jadi sangat mirip. Kami membuka dan menutup shalat dengan raka'at. Pada akhir shalat, kami menoleh ke kiri dan mengatakan Salaam (osei shalom) dan menoleh ke kanan dan mengatakan Salam (hu ya'aseh shalom). Kalender yang kami miliki juga sangat mirip. Banyak hal yang kami miliki dalam Yudaisme Rabinik berasal dari tradisi yang sama yang kita warisi dari Abraham [pbuh] untuk Bani Israel dan Muslim. 

Zain Khan: Rabi Ben, apa yang sedang anda kerjakan sekarang? Apa proyek Anda saat ini?

Ben Abrahamson: Well, jadi menarik ketika Anda menanyakannya. Yang saya kerjakan sekarang adalah Kalender. Sepertinya saya sedang berharap dapat melakukan sesuatu untuk tahun baru yang akan datang, tetapi tampaknya akan memakan waktu lebih lama lagi. Salahsatu kesamaan yang menarik antara Yudaisme dan Islam adalah Kalender. Baik dalam Islam maupun Yudaisme, kalender berasal dari siklus bulan. Dan kita memulai penghitungan bulan dengan melihat bulan, atau menghitung kapan bulan baru akan terlihat. Awal tahun, induk tahun, kami sebut Rosh Hashanah, yang dalam bahasa Arab disebut Ras as-Sana. Lalu kami memiliki Yom Kippur yang sesuai dengan Ashura. Ada cerita tentang kapan Nabi [saw] datang ke Madinah pada masa Asyura. Dan setelahnya Anda memiliki Paskah yang sesuai dengan Lailat al Baraat di bulan Sha'ban. Sefirat HaOmer sesuai dengan Ramadhan. Shavuot adalah Idul Fitri. Dan tanggal 9 Av sesuai dengan ibadah haji. Jadi masing-masing hari besar utama yang kami miliki berhubungan dengan hari-hari besar Islam, meskipun penekanannya telah berubah, dan Allah SWT melihat ini pantas diberikan kepada Muslim sebagai ritual yang paling sempurna. Ada saling keterkaitan di sini yang bisa sama-sama kita hormati. Dan kami percaya ... senang mengetahui bahwa ada sesama umat beragama yang menyembah dan berdoa serta tunduk kepada Tuhan seperti halnya kami.

Zain Khan: Rabi Ben, program ini tidak bersifat politis, tetapi ini adalah pertanyaan terakhir dan sifatnya sedikit politis. Apakah Anda melihat Timur Tengah yang damai di masa depan?

Ben Abrahamson: Ya, saya yakin akan hal itu. Saya positif ... kita punya contoh dari sejarah, Konstitusi Madinah, kekhalifahan awal, Mesir Fatimiyah, Muslim Spanyol, di mana hal ini terjadi. Hidup berdampingan secara damai, dan berkembang bersama masyarakat. Orang-orang Yahudi yang mengenal agama mereka dengan benar dapat melihat Muslim mengikuti agama yang sempurna, lengkap dalam segala hal. Dan orang-orang Muslim dapat melihat orang-orang Yahudi, Yahudi yang benar, sebagai orang-orang beriman. Jadi, jika kita benar-benar mengikuti teladan para nabi (semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada mereka) yang ditugaskan untuk membimbing kita, saya yakin kita akan melihat perdamaian.

Zain Khan: Terima kasih banyak, Rabbi Ben karena hadir di acara kami. Senang atas kehadiran Anda.

Ben Abrahamson: Saya senang berada di sini. Saya bersyukur untuk kesempatan berbicara yang diberikan.

Zain Khan: Ini adalah Rabi Ben Abrahamson. Dia menghabiskan seluruh hidupnya meneliti Islam dan Yudaisme. Dia juga seorang sarjana peneliti tradisi Yahudi. Kami membahas topik tentang Persamaan Islam dan Yudaisme. Sampai episode berikutnya, ini Zain Khan, hati-hati dan sampai ketemu lagi.

[Sumber: Rabbi Ben Abrahamson]   

Friday, December 23, 2016

Al-Quran, Tentang Makanan Yang Diharamkan Oleh Yahudi Friday, December 23, 2016


BATALNYA YAHUDI YANG MENGHARAMKAN MAKANAN
[KAJIAN TAFSIR QS ALI IMRAN: 93-95]


A. TEKS AYAT DAN TERJEMAHANNYA

کُلُّ الطَّعَامِ کَانَ حِلًّا لِّبَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ اِلَّا مَا حَرَّمَ اِسۡرَآءِیۡلُ عَلٰی نَفۡسِہٖ مِنۡ قَبۡلِ اَنۡ تُنَزَّلَ التَّوۡرٰىۃُ ؕ قُلۡ فَاۡتُوۡا بِالتَّوۡرٰىۃِ فَاتۡلُوۡہَاۤ اِنۡ کُنۡتُمۡ صٰدِقِیۡنَ فَمَنِ افۡتَرٰی عَلَی اللّٰہِ الۡکَذِبَ مِنۡۢ بَعۡدِ ذٰلِکَ فَاُولٰٓئِکَ ہُمُ الظّٰلِمُوۡنَ قُلۡ صَدَقَ اللّٰہُ ۟ فَاتَّبِعُوۡا مِلَّۃَ اِبۡرٰہِیۡمَ حَنِیۡفًا ؕ وَ مَا کَانَ مِنَ الۡمُشۡرِکِیۡنَ

Semua makanan adalah halal bagi Bani Israel melainkan makanan yang diharamkan oleh Israel (Ya`qub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah: “(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar”. Maka barangsiapa mengada-adakan dusta terhadap Allah sesudah itu, maka merekalah orang-orang yang zalim. Katakanlah: “Benarlah (apa yang difirmankan) Allah”. Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik. (QS. 3:93-95)

B. KAITAN DENGAN AYAT SEBELUMNYA

Kaum Yahudi beranggapan bahwa untuk meraih kebaikan mesti melakukan ibadat dengan mengharamkan sebagian makanan yang paling disukai. Ayat 92 yang lalu menegaskan bahwa siapapun tidak akan maraih kebaikan yang sempurna, sebelum rela menginfakkan yang paling dicintai. Tegasnya untuk meraih kebaikan, bukan dengan mengharamkan apa yang disenangi, tapi menginfakkannya. Ayat selanjutnya menegaskan bahwa tidak ada makanan yang diharamkan kepada Bani Israel kecuali yang telah diharamkan oleh Israel itu sendiri. Kemudian ditegaskan pula bahwa orang yang membuat kebohongan pada Allah dengan mengharamkan yang halal, adalah termasuk golongan yang dzalim. Orang yang membuat kebohongan bakal dijerumuskan pada siksaan sebagai golongan yang dzalim.  

C. TINJAUAN HISTORIS

1. Membenarkan Rasul Membantah Kaum Yahudi
Rasul SAW pernah bersabda di depan kaum Yahudi أنَا عَلَى مِلة إبْرَاهِيم (aku berpegang teguh pada millah ibrahim). kemudian ada kaum Yahudi yang berkata kalau anda mengaku mengikuti millah Ibrahim, mengapa memakan daging unta dan minum susunya? Rasul bersabda كَانت حَلالاً لإبْراهِيم فَنَحْن نحِلهَا  (itu semua halal bagi Nabi Ibrahim, maka kamipun menghalalkannya). Yahudi berkata lagi: apa yang diharamkan oleh kami telah diharamkan sejak nabi Nuh dan Ibrahim dan berlaku sampai akhir? Tidak lama kemudian turunlah ayat كُل الطعَامِ كَانَ حِلا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ dan seterusnya.[1]

2. Memansukh Hukum Terdahulu

عن ابن عباس  قالت اليهود فَأَخْبِرْنَا عَما حَرمَ إِسْرَائِيلُ عَلَى نَفْسِهِ قَالَ اشْتَكَى عِرْقَ النسَا فَلَمْ يَجِدْ شَيْئًا يُلَائِمُهُ إِلا لُحُومَ الْإِبِلِ وَأَلْبَانَهَا فَلِذَلِكَ حَرمَهَا قَالُوا صَدَقْتَ – قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ

Ibn Abbas (3 sH-68H) menerangkan bahwa Yahudi berkata pada Rasul SAW, terangkanlah pada kami tentang kisah Israel (Ya’qub) yang mengharamkan sebagian makanan untuk dirinya! Rasul SAW bersabda: Dia menderita sakit pada kakinya dan mohon kesembuhan, tapi tidak ada yang layak dinadzarkan selain daging unta dan susunya. Kemudian dia bernadzar dengan cara mengharamkan makanan tersebut untuk dirinya. Yahudi mengatakan Anda benar! [HR. Al-Tirmidzi].[2] Kata al-Tirmidzi hadits ini, nilai hasan (mendekati shahih) tapi gharib (agak asing).

Riwayat ini mengisahkan Israel, yaitu nabi Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim yang pernah sakit di kakinya menginginkan sembuh. Dia bernadzar untuk mengharamkan makanan yang paling ia senangi. Tatkala dia sembuh, memenuhi nadzarnya dengan mengharamkan makan daging unta dan susunya.[3] Ibn Hajar al-Asqalani (w.852H) mengutip riwayat ini dari Ibn Jarir al-Thabari (w.310H), dengan manyatakan bahwa sanad (mata rantai) haditsnya shahih.[4] Namun Muhammad Abduh menganggap riwayat ini sangat lemah, karena jarak antara Yaqub dan turunnya kitab Taurat cukup lama melebihi seribu tahun. Yang dimaksud إِسْرَائِيلُ pada ayat 93 ini bukan Yaqub sendiri tapi keturunannya. Allah SWT mengharamkan sebagian makanan hewani kepada Bani Israel diakibatkan kedzaliman mereka, sebagaimana ditersurat dalam berbagai ayat.[5]

D. TAFSIR KALIMAT

1.  كُل الطعَامِ كَانَ حِلا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ  - Semua makanan adalah halal bagi Bani Israel

Seperti dikemukakan di atas, secara hitoris ayat ini membantah Yahudi yang beranggapan bahwa haramnya beberapa hewan ternak berlaku sejak Nabi Ibrahim. Sebenarnya pada jaman Nabi Nuh dan Nabi Ibrahim segala makanan itu dihalalkan dan tidak ada yang diharamkan sama sekali.

2.  إِلا مَا حَرمَ إِسْرَائِيلُ عَلَى نَفْسِهِ  - selain makanan yang diharamkan oleh Israel untuk dirinya sendiri

Sebelum diharamkannya oleh Israel, semua makanan adalah halal bagi bani Israel. Apa yang dimaksud إِسْرَائِيلُ pada ayat ini yang telah mengharamkan sebagian makanan tersebut, terdapat dua versi. Menurut sebagian mufassir adalah nabi Yaqub yang telah mengharamkan daging unta dan susunya sebagai nadzar atas kesembuhannya. Sedangkan menurut sebagian lagi, diharamkannya makanan tersebut diakibatkan oleh kesalahan bani Israel, sebagai didikan terhadap mereka. Jadi apa yang dikatakan Yahudi كل شىء أصبحنا اليوم نحرمه فإنه كان محرما على نوح وإبراهيم حتى انتهى إلينا (semua itu telah kami haramkan, karena telah diharamkan kepada Ibrahim dan Nuh hingga sampai pada kami), telah dibantah oleh ayat ini. Tegaslah bahwa perkataan Yahudi yang menyebutkan diharamkannya hewan ternak sejak Nuh dan Ibrahim itu, adalah bohong.[6] Tidak ada hewan yang diharamkan sebelum Taurat diturunkan. Kalau pun hadits yang menyatakan Yaqub pernah bernadzar itu shahih, tidak memberi isyarat adanya hukum haramnya hewan sebelum Taurat, sebab hal itu hanya untuk dirinya sendiri.


3. مِنْ قَبْلِ أَنْ تُنَزلَ التوْرَاةُ  - sebelum Taurat diturunkan.

Sebelum Taurat diturunkan, tidak ada makanan yang diharamkan, semuanya halal bagi bani Israel. Adapun setelah turun kitab taurat, ada makanan yang diharamkan, sebagai didikan kepada mereka agar jangan mudah membuat hukum tanpa dasar.

Adapun hewan yang diharamkan kepada mereka, diabadikan dalam ayat berikut:

فَبِظُلْمٍ مِنَ الذِينَ هَادُوا حَرمْنَا عَلَيْهِمْ طَيبَاتٍ أُحِلتْ لَهُمْ وَبِصَدهِمْ عَنْ سَبِيلِ اللهِ كَثِيرًا

"Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah," (QS. 4:160).

وَعَلَى الذِينَ هَادُوا حَرمْنَا كُل ذِي ظُفُرٍ وَمِنَ الْبَقَرِ وَالْغَنَمِ حَرمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُومَهُمَا إِلا مَا حَمَلَتْ ظُهُورُهُمَا أَوِ الْحَوَايَا أَوْ مَا اخْتَلَطَ بِعَظْمٍ ذَلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِبَغْيِهِمْ وَإِنا لَصَادِقُونَ

Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku; dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar. (QS. 6:146)

Dengan demikian tegaslah bahwa adanya hewan yang diharamkan bagi Yahudi adalah diakibatkan oleh kesalahan mereka sendiri. Sebelumnya, tidak ada hewan yang diharamkan bagi Bani Israel.

4. قُلْ فَأْتُوا بِالتوْرَاةِ فَاتْلُوهَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ - Katakanlah: “(Jika apa yang kamu katakan itu ada dasarnya), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar”.

Ayat ini memerintahkan untuk menantang Bani Israel yang beranggapan ada hewan yang diharamkan sebelum diturunkan kitab Taurat. Sebenarnya sebelum kitab Taurat diturunkan semua makanan adalah halal hukumnya. Jika tidak percaya coba sama-sama membuka kitab Taurat yang asli, apakah terdapat keterangan di sana tentang hewan yang diharamkan sebelumnya? Tantangan kepada Bani Israel tentang hukum Taurat pernah juga dilakukan oleh Rasul SAW tentang hukuman zinah. Mereka mengaku bahwa yang berzina, menurut Taurat tidak dirajam, akhirnya Rasul SAW mengajak mereka untuk sama-sama membuka kitab Taurat. Perhatikan hadits berikut:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَن الْيَهُودَ جَاءُوا إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلمَ فَذَكَرُوا لَهُ أَن رَجُلًا مِنْهُمْ وَامْرَأَةً زَنَيَا فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللهِ صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلمَ مَا تَجِدُونَ فِي التوْرَاةِ فِي شَأْنِ الرجْمِ فَقَالُوا نَفْضَحُهُمْ وَيُجْلَدُونَ فَقَالَ عَبْدُ اللهِ بْنُ سَلَامٍ كَذَبْتُمْ إِن فِيهَا الرجْمَ فَأَتَوْا بِالتوْرَاةِ فَنَشَرُوهَا فَوَضَعَ أَحَدُهُمْ يَدَهُ عَلَى آيَةِ الرجْمِ فَقَرَأَ مَا قَبْلَهَا وَمَا بَعْدَهَا فَقَالَ لَهُ عَبْدُ اللهِ بْنُ سَلَامٍ ارْفَعْ يَدَكَ فَرَفَعَ يَدَهُ فَإِذَا فِيهَا آيَةُ الرجْمِ فَقَالُوا صَدَقَ يَا مُحَمدُ فِيهَا آيَةُ الرجْمِ فَأَمَرَ بِهِمَا رَسُولُ اللهِ صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلمَ فَرُجِمَا قَالَ عَبْدُ اللهِ فَرَأَيْتُ الرجُلَ يَجْنَأُ عَلَى الْمَرْأَةِ يَقِيهَا الْحِجَارَةَ

Kaum Yahudi datang kepada Rasul SAW membawa seorang laki-laki dan perempuan yang berzina. Rasul bersabda pada mereka, "Apa yang kailan perbuat bagi yang berzina dari golongan kalian?" Mereka menjawab: "Kami mencoreng muka mereka dan memukulinya!" Rasul bersabda: "Tidakakah kalian temukan hukum rajam dalam kitab Taurat?" Mereka menjawab: "Kami tidak menemukannya!" Kemudian Abd Allah bin Salam berkata: "Kalian bohong! Sesungguhnya pada kitab Taurat itu ada ayat rajam! Coba bawa kemari kitab Taurat, dan bacalah, jika kalian benar!" Lalu orang diantara mereka (Ibn Shuraya) menutupi ayat rajam dan bacaannya meloncat pada ayat yang lain. Ayat rajam tidak mereka baca karena ditutupi dengan tangannya. Abd Allah bin Salam berkata, "Angkatlah tanganmu dan baca semuanya!" Lalu mereka membacanya dan mengatakan: "Engkau benar wahai Muhammad! Bahwa dalam kitab Taurat ada ayat rajam!" Lalu Rasul SAW memerintah kedua pezina itu dikenai hukuman rajam. Ibn Umar menerangkan: Saya melihat yang laki-laki menindih badannya ke perempuan untuk melindungi diri dari lemparan batu. [HR Bukhari].[7]
Dengan demikian kita bisa melihat sendiri bahwa sejak dahulu kaum Yahudi sudah terbiasa menyembunyikan kebenaran dan menggantinya dengan kebohongan. Mereka mencoba mengelabui Rasul SAW dengan menutupi kebenaran. Mereka menyangka bahwa perbuatan bohongnya itu tidak akan diketahui Rasul SAW. Sedangkan Rasul SAW mengetahui isi kitab Taurat secara keseluruhan bukan karena membacanya, melainkan berdasar petunjuk wahyu Allah SWT. Inilah sebagai bukti bahwa kerasulan Nabi Muhammad adalah benar. Sedangkan pengakuan Yahudi adalah kebohongan yang mengada-ada.

5. فَمَنِ افْتَرَى عَلَى اللهِ الْكَذِبَ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الظالِمُونَ  - Maka barangsiapa mengada-adakan dusta terhadap Allah sesudah itu, maka merekalah orang-orang yang zalim.

Orang yang berbuat kebohongan dan mengada-ada dalam hukum, termasuk orang yang dzalim. Mereka akan memikul hukuman berat dari Allah SWT.

E. BEBERAPA IBRAH
  1. Sebelum turunnya kitab Taurat, segala makanan dihalalkan untuk Bani Israel kecuali diharamkan oleh Nabi Yaqub untuk dirinya sendiri. Tatkala kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa, maka ada beberapa hewan yang dilarang untuk dikonsumsi seperti yang berkuku satu, dan babi.
  2. Sebagian bani Israel mengharamkan hewan yang sebenarnya tidak diharamkan. Mereka mengatakan bahwa yang diharamkan itu telah berlaku sejak Nabi Ibrahim dan Nuh. Ayat ini membantah mereka. Karena kelakuan mereka berani membuat hukum yang tidak berdasar, maka Allah SWT mengharamkan banyak makanan bagi bani Israel seperti yang berkuku, yang berlemak dari sapi.
  3. Mengharamkan yang dihalalkan Allah merupakan kedzaliman besar yang berakibat hukuman bukan hanya di akhirat tapi juga di dunia.
 
[Dari pengajian Ust. Saifuddin Asm]

CATATAN KAKI
[1] Mansur Ali nashif, al-Taj al Jami Li Ushul Ahadits al-Rasul, IV h.81
[2] Sunan al-Tirmidzi, V h.294
[3] al-Taj, IV h.82
[4] Â Al-Asqalani (773-852H), al-Ijab fi Bayan al-Asbab, II h.716
[5] Tafsir al-Manar, IV h.4
[6] Muhammad Sayid Thanthawi, al-Tafsir al-Wasith, I h.674, Abu Hayan (w.745H), al-Bahr al-Muhith, III h.320, al-Alusi (w.1270H), Ruh al-Ma’ani, III h.130
[7] Shahih al-Bukhari, no.3363, hadits yang senada adalah no.4190, dan 6336

Baca juga

Sunday, December 4, 2016

10 Persamaan Konsep Ketuhanan, Tatacara Dan Ritual Keagamaan Umat Yahudi, Umat Kristen, dan Umat Islam Sunday, December 4, 2016


Tentang judul topik ini, karena umat Paulus merasa paling mengetahui seluk beluk urusan "internal" mereka dengan iman umat Yahudi, maka supaya kita tidak dianggap sok tau, maka untuk sementara ini kita bahas persamaan antara Yahudi dan Islam saja dulu.

Begini:
Kedua agama yang disebut belakangan ini dianggap sebagai Abrahamic religion, atau agama yang berakar pada ajaran nabi Ibrahim/Abraham.
Sejarah panjang yang mengiringi perkembangan peradaban kedua umat ini membuat mayoritas penganutnya saling menyimpan perasaan tidak nyaman antara satu sama lain. Situasi di timur tengah misalnya, terutama konflik antara Palestina dan Israel, semakin memperburuk hubungan antara keduanya.
Namun terlepas dari urusan Pemerintah Israel dan pemerintah Palestina yang menurut para imam Yahudi sendiri pada dasarnya bukan merupakan manifestasi dari sentimen agama (tapi sepenuhnya bersifat politik), maka mari coba kita lihat persamaan antara judaism dan Islam seperti summary berikut ini.
1. MENYEMBAH SATU-SATUNYA TUHAN YANG BENAR
Islam dan Judaisme merupakan agama monoistik, atau agama yang hanya menyembah satu Tuhan. Tidak ada oknum lain yang disembah kecuali Tuhan yang satu ini. Mereka percaya bahwa Tuhan tidak berinkarnasi ke dalam wujud siapa pun.
Allah bukanlah nama personal, seperti Zeus, atau Apollo. Melainkan kata dalam bahasa Arab yang berarti Tuhan, sama dengan kata ‘Elah’ dalam bahasa Yahudi yang juga berarti Tuhan. Sampai sekarang, orang Yahudi tidak memiliki nama personal yang pasti untuk Tuhan, mereka juga ‘tidak berani’ menyebut atau menulis nama Tuhan. Karena itu mereka sering menulis G-d untuk God, atau YHWH untuk Yahweh (nama Tuhan dalam tradisi Yahudi).
Muslim sendiri percaya bahwa umat Yahudi menyembah Tuhan yang sama dengan Tuhan umat Islam. Sedangkan kalangan Yahudi secara umum juga percaya bahwa muslim pun menyembah Tuhan yang sama dengan Tuhan mereka. Seorang Rabbi (pemuka agama) Yahudi yang paling terkemuka dan paling berpengaruh sepanjang jaman bernama Moses Ben Maimonides menegaskan bahwa “Islam adalah agama yang benar dan seharusnya diterima oleh non-Yahudi”.
2. NABI-NABI YANG SAMA
Muslim dan Yahudi percaya pada nabi-nabi yang sama, mulai dari Adam sampai pada Zakaria. Namun kedua agama ini berbeda pandangan tentang Yesus dan Muhammad.
Islam memandang keduanya sebagai nabi yang terhormat, sedangkan Yahudi memandang kedua sosok ini bukanlah nabi, melainkan hanya sebagai guru agama atau sebagai reformer. Tapi tidak sebagai nabi.
3. KHITAN ATAU SUNAT
Kewajiban sunat atau khitan (Islam) dan tahara (Yahudi) sudah ada di dalam kedua agama ini sejak jaman Ibrahim.
Dikisahkan dalam kitab suci keduanya bahwa nabi Ibrahim mengambil perjanjian dengan Tuhan untuk berkhitan bagi dirinya sendiri dan seluruh keturunannya serta pengikutnya yang laki-laki.
4. BERDOA PADA WAKTU TERTENTU
Kita semua tahu bahwa berdoa boleh dilakukan kapan saja, tetapi kedua agama ini mewajibkan pemeluknya untuk berdoa dalam laku ibadah pada waktu-waktu spesifik dalam satu hari.
Islam menyebutnya sebagai Shalat yang dilaksanakan 5 waktu dalam sehari, sedangkan Yahudi menyebutnya Tefillah yang dilaksanakan 3 waktu dalam sehari. Kaum Yahudi juga memiliki gerakan sujud dan mengenal rakaat, seperti yang ada di dalam sholat umat islam.
5. BERSUCI SEBELUM BERIBADAH
Kedua agama ini pun mengenal pensucian diri yang menggunakan air. Biasanya dilakukan sebelum melakukan ibadah wajib.
Cara umat Yahudi melakukannya pun hampir sama, yaitu membasuh kedua tangan, dan kadang juga kaki, sambil mengucapkan doa untuk bersuci.
6. MAKANAN HALAL DAN HARAM
Islam mengenal makanan Halal, sedang Yahudi mengenal makanan Kosher. Keduanya punya tata cara yang hampir sama.
Untuk tata cara penyembelihan pun sama, yaitu harus disembelih dengan menyebut nama Tuhan, harus memulai dari leher, harus membiarkan seluruh darah mengalir keluar. Selain itu, daftar makanan haram dalam Islam dan Yahudi pun hampir sama.
7. RITUAL HAJI
Dalam Judaisme kaum Yahudi ternyata juga memiliki kewajiban untuk berhaji yang dinamakan Hag. Kewajiban ini harus dilakukan 3 kali dalam setahun. Bedanya, umat Yahudi melakukannya di Yerusalem, sedangkan muslim di Mekah.
Tata caranya pun hampir mirip, karena para pengikutnya harus melakukan tawaf (keliling) sebanyak 7 kali. Selain itu, para pelaksana Haji dalam Islam dan Hag dalam Judaism juga sama-sama berkewajiban untuk menyembelih hewan kurban saat ritual Haji dan Hag mereka selesai.
8. MESJID DAN SINAGOG
Para pemuka agama Yahudi telah ‘berfatwa’ bahwa seorang Yahudi boleh datang ke masjid untuk berdoa di sana. Sedangkan ia diharamkan untuk beribadah di rumah ibadah umat lain terutama gereja.
9. PUASA
Umat Yahudi pun melaksanakan ibadah puasa. Dan mereka meyakini bahwa puasa dapat menghapus dosa dan menambah pahala.
Puasa menjadi hal yang wajib bagi Islam dan Judaisme. Bedanya, umat Islam melakukannya selama sebulan penuh di siang hari pada bulan ramadhan, sedangkan umat Yahudi melakukannya 25 jam selama 2 hari penuh sebelum hari raya Yom Kippur, dengan tambahan 5 hari penuh puasa di siang hari.
10. UPACARA LAINNYA
Kedua agama ini memiliki ritual yang hampir sama dalam hal-hal sangat khusus seperti mengurus jenazah, ritual perkawinan, perceraian, dan lain sebagainya.
Filosofi di balik ritual seperti pemakaman jenazah hampir sama. Meskipun ada juga perbedaannya, inti dan filosofi dibalik ritual kedua agama ini hampir sama.


Itulah sedikit dari banyak persamaan antara agama Islam dan Judaisme yang tidak kita temui dalam kekristenan yang sejak dulu hingga hari ini masih berkhayal menganggap Yahudi adalah "saudara seiman" mereka.

Lain halnya jika ada di antara pendeta atau pastur mereka di sini yang dapat menunjukkan fakta-fakta tak terbantah, baik secara kitabiyah maupun pengapikasiannya di dunia nyata bahwa Kristen memang punya alasan untuk mengaku-ngaku sebagai saudara seiman umat Yahudi.

Jadi, bicara yang pasti-pasti saja, sesungguhnya umat Islam merasa prihatin dan sangat iba pada umat tersesat yang menyimpang jauh dari semua ajaran nabi Allah yang terdahulu dan yang terkemudian ini sehingga tidak pernah jelas JALAN LURUS TUHAN mana sesungguhnya yang mereka tempuh!

Sampai di sini, karena persamaan antara Judaism dan Kristen belum dijelaskan dalam TS kita ini, maka siapapun yang merasa dirinya sebagai pendeta, atau pastur di grup ini, INGAT! Pendeta atau Pastur, silahkan tunjukkan pada umat Islam;
Ritual apa saja yang kalian laksanakan menurut ajaran Torah dan Mazmur milik umat Yahudi yang kalian klaim sebagai bagian dari kitab suci Kristen juga?

Lalu, apa saja yang kalian anggap sebagai persamaan antara Kristen dan Yahudi seputar konsep Ketuhanan, tatacara dan ritual keagamaan masing-masing?

Monggo, silahken!

Contact Form

Name

Email *

Message *