Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Muhammad SAW. Show all posts
Showing posts with label Muhammad SAW. Show all posts

Tuesday, August 9, 2016

Tafsir QS. Az-Zukhruf 57-65 Tuesday, August 9, 2016


وَلَمَّا ضُرِبَ ابْنُ مَرْيَمَ مَثَلا إِذَا قَوْمُكَ مِنْهُ يَصِدُّونَ (57) وَقَالُوا أَآلِهَتُنَا خَيْرٌ أَمْ هُوَ مَا ضَرَبُوهُ 
لَكَ إِلا جَدَلا بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ (58) إِنْ هُوَ إِلا عَبْدٌ أَنْعَمْنَا عَلَيْهِ وَجَعَلْنَاهُ مَثَلا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ (59) وَلَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَا مِنْكُمْ مَلائِكَةً فِي الأرْضِ يَخْلُفُونَ (60) وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ فَلا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ (61) وَلا يَصُدَّنَّكُمُ الشَّيْطَانُ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (62) وَلَمَّا جَاءَ عِيسَى بِالْبَيِّنَاتِ قَالَ قَدْ جِئْتُكُمْ بِالْحِكْمَةِ وَلأبَيِّنَ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي تَخْتَلِفُونَ فِيهِ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ (63) إِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ (64) فَاخْتَلَفَ الأحْزَابُ مِنْ بَيْنِهِمْ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْ عَذَابِ يَوْمٍ أَلِيمٍ (65) 

Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya. Dan mereka berkata, "Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?” Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu, melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil. Dan kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh setan; sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. Dan tatkala Isa datang membawa keterangan, dia berkata, "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku.” Sesungguhnya Allah, Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu. Maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka; lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim, yakni siksaan hari yang pedih (kiamat).

Allah Swt. berfirman, menceritakan tentang kebandelan orang-orang Quraisy dalam kekafirannya dan kesengajaan mereka bersikap ingkar dan mendebat Nabi Saw.

{وَلَمَّا ضُرِبَ ابْنُ مَرْيَمَ مَثَلا إِذَا قَوْمُكَ مِنْهُ يَصِدُّونَ}
Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quarisy) bersorak karenanya. (QS. 43:57)

Bukan hanya seorang telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. Mujahid, Ikrimah, As-Saddi, dan Ad-Dahhak, bahwa mereka tertawa, yakni merasa heran dengan perumpamaan tersebut. Qatadah mengatakan bahwa mereka merasa tekejut dengan perumpamaan itu, lalu tertawa. Ibrahim An-Nakha'i mengatakan bahwa mereka berpaling darinya.

Latar belakang turunnya ayat ini seperti yang diketengahkan oleh Muhammad ibnu Ishaq di dalam kitab As-Sirah disebutkan bahwa menurut berita yang sampai kepadanya, pada suatu hari Rasulullah Saw. duduk bersama Al-Walid ibnul Mugirah di dalam Masjidil Haram. Lalu datanglah An-Nadr ibnul Haris yang langsung bergabung dengan mereka di majelis itu, dan di dalam majelis tersebut terdapat banyak lelaki dari kaum Quraisy.

Maka Rasulullah Saw. membuka pembicaraan, tetapi pembicaraannya di tentang oleh An-Nadr ibnul Haris. Maka Rasulullah Saw. membalasnya hingga mengalahkannya, lalu beliau Saw. membacakan kepada An-Nadr ibnul Haris dan juga kepada mereka firman Allah Swt.:

{إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنْتُمْ لَهَا وَارِدُونَ}
Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan Jahanam, kamu pasti masuk ke dalamnya. (QS. 21:98), dan beberapa ayat berikutnya.

Kemudian Rasulullah Saw. bangkit, dan saat itu datanglah Abdullah ibnuz Zaba'ri At-Tamimi, lalu ikut bergabung ke dalam mejelis tersebut. Maka Al-Walid ibnul Mugirah berkata kepadanya, "Demi Allah, An-Nadr ibnul Haris tidak mau berdiri untuk anak Abdul Muttalib (maksudnya Nabi Saw.) dan tidak mau pula duduk (dengannya). Sesungguhnya Muhammad menduga bahwa kita dan apa yang kita sembah selain Allah ini akan menjadi umpan neraka Jahanam."

Abdullah ibnuz Zaba'ri berkata, "Ingatlah, demi Allah; seandainya aku menjumpainya, niscaya aku debat dia. Tanyakanlah kepada Muhammad, 'Apakah semua yang disembah selain Allah dimasukkan ke dalam Jahanam bersama para pengabdinya?' Kita menyembah para malaikat, orang-orang Yahudi menyembah Uzair, dan orang-orang Nasrani menyembah Al-Masih Isa ibnu Maryam."

Maka merasa heranlah Al-Walid bersama orang-orang yang ada di dalam majelis itu terhadap ucapan Abdullah ibnuz Zaba'ri, dan mereka berpandangan bahwa Abdullah ibnuz Zaba'ri telah mendebat dan mengalahkan alasan Muhammad.

Lalu hal tersebut diceritakan kepada Rasulullah Saw, maka beliau Saw. bersabda:

"كُلُّ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُعْبَدَ مِنْ دُونِ اللَّهِ، فَهُوَ مَعَ مَنْ عَبَدَهُ، فَإِنَّهُمْ إِنَّمَا يَعْبُدُونَ الشَّيْطَانَ وَمَنْ أَمَرَهُمْ بِعِبَادَتِهِ"
Barang siapa yang senang dirinya disembah selain Allah, maka dia bersama dengan orang-orang yang menyembahnya. Dan sesungguhnya yang mereka sembah itu hanyalah setan dan orang-orang yang memerintahkan kepada  mereka untuk menyembahnya.

Lalu turunlah firman Allah Swt.:
{إِنَّ الَّذِينَ سَبَقَتْ لَهُمْ مِنَّا الْحُسْنَى أُولَئِكَ عَنْهَا مُبْعَدُونَ}
Sesungguhnya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka. (QS. 21:101)

Yaitu Isa dan Uzair serta orang-orang yang disembah lainnya bersama keduanya dari kalangan para rahib dan para pendeta yang telah menjalani masa hidupnya dalam ketaatan kepada Allah Swt. Lalu oleh orang-orang yang sesudah mereka dari kalangan orang-orang yang sesat, mereka dijadikan sebagai tuhan-tuhan selain Allah.

Telah disebutkan pula di dalam Al-Qur'an yang mengisahkan bahwa mereka menyembah para malaikat yang mereka anggap sebagai anak-anak perempuan Allah, yaitu melalui firman-Nya:

{وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ}
Dan mereka bekata, "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak”, Mahasuci Allah Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan. (QS. 21: 26)

Disebutkan pula perihal Isa a.s, bahwa dia disembah selain Allah. Maka Al-Walid dan orang-orang yang ada di dalam majelis itu merasa kagum dengan hujah dan alasan yang dikemukakan oleh Abdullah ibnuz Zaba'ri.

{وَلَمَّا ضُرِبَ ابْنُ مَرْيَمَ مَثَلا إِذَا قَوْمُكَ مِنْهُ يَصِدُّونَ}
Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya. (QS. 43:57)

Yakni mereka menyoraki ucapanmu itu. kemudian disebutkan dalam firman selanjutnya perihal Isa a.s.:

{إِنْ هُوَ إِلا عَبْدٌ أَنْعَمْنَا عَلَيْهِ وَجَعَلْنَاهُ مَثَلا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ. وَلَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَا مِنْكُمْ مَلائِكَةً فِي الأرْضِ يَخْلُفُونَ. وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ}
Ia tiada lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil. Dan kalau kami kehendaki. benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. (QS. 43:59-61)

Yakni mukjizat-mukjizat yang telah diberikan kepadanya, seperti menghidupkan orang-orang yang mati dan menyembuhkan segala macam penyakit; hal itu sudah cukup sebagai bukti yang menunjukkan akan pengetahuan tentang hari kiamat. Dalam firman berikutnya disebutkan:

{فَلا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ}
Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. (QS. 43: 61)

Ibnu Jarir menyebutkan melalui riwayat Al-Aufi, dari Ibnu Abbas r.a. sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya. (QS. 43:57) Yakni kaum Quraisy. Dan tatkala disebutkan kepada mereka firman-Nya: Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan Jahanam, kamu pasti masuk ke dalamnya. (QS. 21: 98), hingga beberapa ayat sesudahnya. Maka orang-orang Quraisy bertanya kepada Nabi Saw, "Siapakah Ibnu Maryam itu?" Rasulullah Saw. menjawab: Dia adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Mereka berkata, "Demi Allah, tiada yang dikehendaki oleh orang ini melainkan agar kita menjadikannya sebagai tuhan, sebagaimana orang-orang Nasrani menjadikan Isa putra Maryam sebagai tuhan yang disembah mereka." Maka Allah Swt. berfirman: Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. (QS. 43: 58)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasym ibnul Qasim, telah menceritakan kepada kami Syaiban, dari Asim ibnu Abun Nujud, dari Abu Razin, dari Abu Yahya maula Ibnu Aqil Al-Ansari yang mengatakan bahwa Ibnu Abbas r.a. pernah mengatakan, "Sesungguhnya aku mengetahui suatu ayat dari Al-Qur'an (makna yang dimaksud olehnya) tiada seorang pun yang menanyakannya kepadaku. Dan aku tidak mengetahui apakah orang lain telah mengetahuinya hingga mereka tidak menanyakannya, ataukah memang mereka tidak mengetahuinya yang karenanya mereka tidak menanyakannya?" Kemudian Ibnu Abbas r.a. melanjutkan pembicaraannya dengan kami, dan ketika ia bangkit meninggalkan kami, maka kami saling mencela di antara sesama kami, mengapa kami tidak menanyakan tentang ayat itu. Lalu aku (Abu Yahya) berkata, "Akulah yang akan menanyakannya besok." Dan pada keesokan harinya aku bertanya, "Hai Ibnu Abbas, kemarin engkau mengatakan bahwa ada suatu ayat Al-Qur'an yang tiada seorang pun menanyakannya kepadamu, sedangkan engkau tidak mengetahui apakah orang lain telah mengetahui (makna)nya ataukah mereka tidak mengetahuinya." Aku melanjutkan pertanyaanku, "Maka ceritakanlah kepadaku tentang ayat tersebut dan ayat yang telah engkau baca sebelumnya." Ibnu Abbas r.a. bersedia, lalu ia mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw. pernah bersabda kepada orang-orang Quraisy: 

"يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ، إِنَّهُ لَيْسَ أَحَدٌ يُعْبَدُ مِنْ دُونِ اللَّهِ فِيهِ خَيْرٌ"
Hai orang-orang Quraisy, sesungguhnya tiada seorang pun yang disembah selain Allah terdapat kebaikan pada dirinya.

Dan orang-orang Quraisy telah mengetahui bahwa orang-orang Nasrani menyembah Isa putra Maryam dan pendapat mereka terhadap Muhammad Saw. Maka mereka mengatakan, "Hai Muhammad, bukankah engkau mengira bahwa Isa putra Maryam adalah seorang nabi dan hamba Allah yang saleh? Maka jika engkau benar, dia adalah tuhan mereka seperti apa yang dikatakan oleh mereka." Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya: Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya. (QS. 43: 57) Aku bertanya, "Apakah arti yasiduna?" Ibnu Abbas menjawab, "Mereka tertawa karenanya." Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. (QS. 43: 61) Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah munculnya Isa putra Maryam a.s. sebelum hari kiamat.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ya'qub Ad-Dimasyqi, telah menceritakan kepada kami Adam, telah menceritakan kepada kami Syaiban, dari Asim ibnu Abun Nujud, dari Abu Ahmad maula Al-Ansar, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda: Hai orang-orang Quraisy, sesungguhnya tiada seorang pun yang di sembah selain Allah pada dirinya terkandung kebaikan. Maka mereka mengatakan kepadanya, "Bukankah engkau meyakini bahwa Isa putra Maryam adalah seorang nabi dan hamba Allah yang saleh yang juga disembah selain dari Allah? Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya: Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya. (QS. 43:57)

Mujahid sehubungan dengan ayat ini mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, orang-orang Quraisy mengatakan, "Sesungguhnya Muhammad menginginkan agar dirinya disembah oleh kita sebagaimana Isa disembah oleh kaumnya." Hal yang sama telah dikatakan oleh Qatadah. 

Firman Allah Swt.:
{وَقَالُوا أَآلِهَتُنَا خَيْرٌ أَمْ هُوَ}
Dan mereka berkata, "Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan kami atau dia?” (QS. 43: 58)

Qatadah mengatakan bahwa orang-orang Quraisy mengatakan, "Tuhan-tuhan kami lebih baik daripada dia."

Qatadah mengatakan bahwa Ibnu Mas'ud r.a. membaca ayat ini dengan bacaan berikut:

"وَقَالُوا أَآلِهَتُنَا خَيْرٌ أَمْ هَذَا"
Dan mereka berkata, "Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan kami atau ini?”

Yang mereka maksudkan adalah Muhammad Saw.

Firman selanjutnya:
{مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلا جَدَلا}
Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu, melainkan dengan maksud membantah saja. (QS. 43: 58)

Yakni dengan tujuan membantah, padahal mereka mengetahui bahwa Isa tidak termasuk ke dalam pengertian ayat, karena ungkapannya memakai kata yang ditujukan kepada yang tidak berakal alias benda mati, yaitu firman Allah Swt.

{إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ}
Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan Jahanam. (QS. 21: 98)

Kemudian khitab ini ditujukan kepada orang-orang Quraisy, dan mereka tiada lain hanyalah penyembah berhala-berhala dan tandingan-tandingan yang mereka ada-adakan. Mereka sama sekali bukan penyembah Al-Masih, dan itu tidak mungkin termasuk ke dalam pengertian ini. Karena itulah maka ucapan mereka tiada lain hanya semata-mata sebagai bantahan dari mereka, bukan berarti mereka meyakini kebenarannya.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ، رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى: حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ دِينَارٍ، عَنْ أَبِي غَالِبٍ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوا عَلَيْهِ، إِلَّا أُورِثُوا الْجَدَلَ"، ثُمَّ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ: {مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلا جَدَلا بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ}

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Namir, telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Dinar, dari Abu Galib, dari Abu Umamah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Tidak sekali-kali suatu kaum sesat sesudah mendapat petunjuk yang telah ada di kalangan mereka, melainkan akan diwariskan kepada mereka suka berbantah. Kemudian Rasulullah Saw. membaca firman-Nya: Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu, melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. (QS. 43: 58)

Imam Turmuzi, Imam Ibnu Majah, dan Ibnu Jarir telah meriwayatkan hadis ini melalui Hajjaj ibnu Dinar dengan sanad yang sama. Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih, kami tidak mengenalnya melainkan melalui riwayat Hajjaj ibnu Dinar. Demikianlah menurut apa yang dikatakannya.

Hadis yang semisal diriwayatkan pula melalui jalur lain dari Abu Umamah r.a. dengan sedikit tambahan. Untuk itu Ibnu Abu Hatim mengatakan: 

حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ عَيَّاشٍ الرَّمْلِيُّ، حَدَّثَنَا مؤمَّل، حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، أَخْبَرَنَا ابْنُ مَخْزُومٍ، عَنِ الْقَاسِمِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الشَّامِيِّ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ -قَالَ حَمَّادٌ: لَا أَدْرِي رَفَعَهُ أَمْ لَا؟ -قَالَ: مَا ضَلَّتْ أُمَّةٌ بَعْدَ نَبِيِّهَا إِلَّا كَانَ أَوَّلَ ضَلَالِهَا التَّكْذِيبُ بِالْقَدَرِ، وَمَا ضَلَّتْ أُمَّةٌ بَعْدَ نَبِيِّهَا إِلَّا أُعْطُوا الْجَدَلَ، ثُمَّ قَرَأَ: {مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلا جَدَلا بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ}
telah menceritakan kepada kami Humaid ibnu Iyasy Ar-Ramli, telah menceritakan kepada kami Muammal, telah menceritakan kepada kami Hammad, telah menceritakan kepada kami Ibnu Makhzum, dari Al-Qasim ibnu Abdur Rahman As-Sami, dari Abu Umamah r.a. —Hammad mengatakan bahwa ia tidak mengetahui apakah Abu Umamah me-rafa'-kan hadis ini atau tidak—disebutkan: Tidak sekali-kali suatu umat sesat sepeninggal nabinya, melainkan mula-mula kesesatan yang dilakukannya ialah mendustakan takdir. Dan tidak sekali-kali suatu umat sesat sepeninggal nabinya, melainkan mereka akan diberi berbantah-bantahan (suka membantah kebenaran). Kemudian Nabi Saw. membaca firman-Nya: Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu, melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. (QS. 43: 58)

قَالَ ابْنُ جَرِيرٍ أَيْضًا: حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَبَّادِ بْنِ عَبَّادٍ، عَنْ جَعْفَرٍ، عَنِ الْقَاسِمِ ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَى النَّاسِ وَهُمْ يَتَنَازَعُونَ فِي الْقُرْآنِ، فَغَضِبَ غَضَبًا شَدِيدًا حَتَّى كَأَنَّمَا صُبَّ عَلَى وَجْهِهِ الْخَلُّ، ثُمَّ قَالَ: "لَا تَضْرِبُوا كِتَابَ اللَّهِ بَعْضَهُ بِبَعْضٍ، فَإِنَّهُ مَا ضَلَّ قَوْمٌ قَطُّ إِلَّا أُوتُوا الْجَدَلَ"، ثُمَّ تَلَا {مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلا جَدَلا بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ}
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abdur Rahman, dari Ubadah ibnu Abbad, dari Ja'far, dari Al-Qasim, dari Abu Umamah r.a. yang mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw. keluar menemui orang-orang yang saat itu sedang berbantah-bantahan mengenai Al-Qur'an. Maka beliau Saw. marah dengan kemarahan yang sangat sehingga seakan-akan seperti dituangkan cuka pada wajah beliau Saw, lalu beliau Saw. bersabda: Janganlah kalian mengadukan sebagian Kitabullah dengan sebagian yang lain. Karena sesungguhnya tidak sekali-kali suatu kaum sesat, melainkan diberikan kepada mereka suka membantah. Kemudian beliau Saw. membaca firman-Nya: Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu, melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. (QS. 43: 58)

Adapun firman Allah Swt.:
{إِنْ هُوَ إِلا عَبْدٌ أَنْعَمْنَا عَلَيْهِ}
Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepada nya nikmat. (QS. 43: 59)

Yakni tiada lain Isa adalah seorang hamba Allah Swt. yang telah diberi karunia kenabian dan kerasulan dari-Nya.
{وَجَعَلْنَاهُ مَثَلا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ}
dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil. (QS. 43: 59)

Yaitu sebagai bukti, alasan, dan keterangan yang menunjukkan kekuasaan Kami terhadap apa yang Kami kehendaki.

Firman Allah Swt.:
{وَلَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَا مِنْكُمْ} أَيْ: بَدَلَكُمْ {مَلائِكَةً فِي الأرْضِ يَخْلُفُونَ}
Dan kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun. (QS. 43: 60)

As-Saddi mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah menjadi pengganti kalian di muka bumi.
Ibnu Abbas r.a. mengatakan —juga Qatadah— bahwa makna yang dimaksud ialah sebagian dari mereka mengganti sebagian yang lain, sebagaimana sebagian dari kalian mengganti sebagian yang lain.

Pendapat ini pada garis besarnya sama dengan pendapat yang pertama.
Mujahid mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah menjadi pengganti dari kalian dalam meramaikan bumi.

Firman Allah Swt.:
{وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ}
Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. (QS. 43: 61)

Pada tafsir yang dikemukakan oleh Ibnu Ishaq sebelum ini telah disebutkan sebagian darinya, bahwa yang dimaksud ialah mukjizat yang diberikan oleh Allah Swt. kepada Isa, yaitu dapat menghidupkan orang mati, dapat menyembuhkan orang yang buta dan orang yang berpenyakit supak serta penyakit-penyakit lainnya. Tetapi pendapat ini masih perlu diteliti lagi.

Tafsir yang terjauh ialah apa yang dikatakan oleh Qatadah dari Al-Hasan Al-Basri dan Sa'id ibnu Jubair, bahwa damir yang ada pada lafaz innahu kembali merujuk kepada Al-Qur'an, bahkan yang benar damir itu kembali kepada Isa a.s. karena konteks kalimat sedang membicarakan tentang dia. Kemudian yang dimaksud dengan maknanya ialah bahwa turunnya Isa adalah kelak sebelum hari kiamat, sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya:

{وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ}
Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. (QS. 4: 159)

Yakni sebelum Isa mati dengan sebenarnya.
{وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا}
Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. (QS. 4:159)

Pengertian ini diperkuat dengan adanya bacaan lain yang menyebutkan:
{وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ}
Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. (QS. 43: 61)

Yaitu sebagai tanda dan dalil yang menunjukkan akan terjadinya hari kiamat.

Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. (QS. 43: 61) Artinya, pertanda akan terjadinya hari kiamat itu ialah munculnya Isa dekat sebelum kiamat.

Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Abu Hurairah, Ibnu Abbas, Abu Malik, Ikrimah, Al-Hasan, Qatadah, Ad-Dahhak, dan lain-lainnya.

Telah disebutkan pula dalam sebuah hadis yang berpredikat mutawatir yang menyebutkan bahwa Rasulullah Saw. pernah memberitakan turunnya Isa a.s. sebelum hari kiamat sebagai seorang pemimpin yang adil lagi hakim yang adil.

Firman Allah Swt.:
{فَلا تَمْتَرُنَّ بِهَا}
Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang hari kiamat itu. (QS. 43:61)

Janganlah kalian meragukan hari kiamat, sesungguhnya hari kiamat itu pasti akan terjadi dan tidak terelakkan lagi.
{وَاتَّبَعُونِ}
dan ikutilah aku. (QS. 43:61)

dalam semua apa yang kusampaikan kepada kalian.

{هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ. وَلا يَصُدَّنَّكُمُ الشَّيْطَانُ}
Inilah jalan yang lurus. Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh setan. (QS. 43:61-62)

dari mengikuti jalan yang hak.

{إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ. وَلَمَّا جَاءَ عِيسَى بِالْبَيِّنَاتِ قَالَ قَدْ جِئْتُكُمْ بِالْحِكْمَةِ}
Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. Dan tatkala Isa datang membawa keterangan, dia berkata, "Sesungguhnya aku. datang dengan membawa hikmah.” (QS. 43:62-63)

Yakni kenabian.
{وَلأبَيِّنَ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي تَخْتَلِفُونَ فِيهِ}
dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya. (QS. 43:63)

Ibnu Jarir mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah urusan agama, bukan urusan duniawi. Apa yang dikatakan oleh Ibnu Jarir ini baik lagi cocok. Kemudian Ibnu Jarir menjawab terhadap pendapat orang yang menduga bahwa lafaz ba’du sini bermakna kullun, lalu mengemukakan ucapan Labid seorang penya'ir sebagai dasar pegangan pendapatnya, yaitu:

تَرّاك أمْكنَة إذَا لَمْ أرْضَها  أَوْ يَعْتَلق بَعْضَ النُّفُوسِ حمَامُها
Aku musnahkan Seberapa tempat bila aku tidak menyukainya, atau kematian akan menimpa jiwa ini.

Mereka menakwilkan lafaz ba’di sini dengan pengertian 'semua jiwa'.
Ibnu Jarir membantah bahwa sesungguhnya yang dimaksud oleh penyair hanyalah jiwanya sendiri saja, lalu diungkapkan dengan kata ba’di. Pendapat Ibnu Jarir ini dapat diterima.

Firman Allah Swt.:
{فَاتَّقُوا اللَّهَ}
maka bertakwalah kepada Allah. (QS. 43:63)

Yakni dalam semua hal yang kuperintahkan kepada kalian untuk mengerjakannya.
وَأَطِيعُونِ}
dan taatlah (kepada) ku. (QS. 43:63)

Yaitu dalam semua yang kusampaikan kepada kalian.

{إِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ}
Sesungguhnya Allah, Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu. Maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus. (QS. 43: 64)

Maksudnya aku dan kalian adalah hamba-hamba Allah lagi berhajat kepada-Nya, sama-sama diperintahkan untuk menyembah kepada-Nya semata, tiada sekutu bagi-Nya.

{هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ}
ini adalah jalan yang lurus. (QS. 43:64)

Apa yang kusampaikan kepada kalian ini adalah jalan yang lurus, yaitu menyembah Allah semata.

Firman Allah Swt.:
{فَاخْتَلَفَ الأحْزَابُ مِنْ بَيْنِهِمْ}
Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka. (QS. 43:65)

Yakni beberapa golongan dari mereka berselisih pendapat sehingga jadilah mereka bercerai-berai tentangnya. Sebagian di antara mereka mengakui bahwa Isa adalah hamba dan rasul Allah, golongan inilah yang benar. Dan sebagian yang lain mengatakan bahwa dia adalah anak Allah; sebagian lainnya mengatakan bahwa dia itulah Allah, Mahasuci Allah lagi Mahatinggi dari ucapan mereka dengan ketinggian yang setinggi-tingginya. Karena itulah disebutkan dalam firman berikutnya:

{فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْ عَذَابِ يَوْمٍ أَلِيمٍ}
lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim, yakni siksaan hari yang pedih (kiamat). (QS. 43:65)



[Sumber: Tafsir Ibnu Katsir

Wednesday, August 7, 2013

Nubuat Yesus Tentang Muhammad Dalam Injil Yohanes Wednesday, August 7, 2013


Dalam Injil Yohanes pasal 14 tertulis:
[15] Jikalau kamu mengasihi Aku turutlah segala hukumku.
[16] Dan Aku akan mintakan kepada Bapa, maka Ia akan mengaruniakan kepadamu Penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya.
[17] Yaitu Roh kebenaran, yang dunia ini tiada dapat menyambut oleh sebab tiada ia nampak Dia, dan tidak kenal Dia; tetapi kamu ini kenal Dia, karena Ia tinggal beserta dengan kamu, dan Ia ada didalam kamu.
[26] Tetapi Penolong itu, yaitu Rohulkudus, yang akan disuruhkan oleh Bapa atas Namaku, ialah akan mengajarkan kepadamu segala perkara itu, dan akan mengingatkan kamu segala sesuatu yang Aku sudah katakan kepadamu.

Dalam Injil Yohanes pasal 14 tertulis:
[26] Akan tetapi apabila datang Penolong yang akan Kusuruhkan kepadamu dari Bapa, yaitu Roh kebenaran yang keluar dari pada Bapa itu, ialah akan menyaksikan dari halku.
[27] Dan kampun akan menjadi saksiku, oleh sebab kamu telah ada bersama-sama dengan Aku dari mulanya.

Dalam Injil Yohanes Pasal 16 tertulis:
[7] Tetapi Aku ini mengatakan yang benar kepadamu, bahwa berfaedahlah bagi kamu jikalau Aku ini pergi, karena jikalau tiada Aku pergi, tiadalah Penolong itu akan datang kepadamu; tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan menyuruhkan Dia kepadamu.
[8] Apabila Ia datang maka Ialah akan menerangkan kepada isi dunia ini dari hal dosa dan keadilan dan hukuman.
[9] Dari hal dosa, sebab tiada mereka itu percaya akan Daku,
[10] dari hari keadilan, sebab Aku pergi kepada Bapa dan tiada lagi kamu melihat Aku.
[11] dari hal hukuman, sebab penghulu dunia ini sudah dihukumkan.
[12] Banyak lagi perkara yang Aku hendak katakan kepadamu, tetapi sekarang ini tiada dapat kamu menanggung dia.
[13] Akan tetapi apabila Ia sudah datang, yaitu Roh kebenaran, maka Iapun akan membawa kamu kepada segala kebenaran; karena tiada Ia berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, malinkan barang yang didengarnya itu juga akan dikatakannya; dan dikhabarkannya kepadamu segala perkara yang akan datang.
[14] Maka Ia akan memuliakan Aku, karena Ia akan mengambil dari pada hak Aku, lalu mengabarkannya kepada kamu.
[15] Segala sesuatu yang hak Bapa itu juga hak Aku, oleh sebab itu Aku berkata, bahwa diambilnya dari pada hak Aku, lalu dikhabarkannya kepadamu.

Keterangan:
Menurut keterangan Injil Yohanes diatas, Yesus telah menubuatkan kedatangan "Penolong yang lain". Penulis-penulis Islam telah menyatakan bahwa yang dimaksudkan dengan "Penolong yang lain" itu ialah Nabi Muhammad s.a.w.

Penterjemah-penterjemah Injil dari golongan Kristen telah mengubah-suai terjemahan kata "Penolong" itu. Dalam Alkitab (Bibel) bahasa melayu hurup Latin yang dicetak oleh Nederlandsch Bijbelgenotschap di Amsterdam tahun 1927 dan disiarkan di Indonesia sebelum perang dunia yang lalu. Kata "Penolong" itu diterjemahkan menjadi  "Penghibur". Dalam "Wasiat yang baharu" bahasa Melayu huruf Arab yang diterbitkan oleh Nederlandsch Bijbelgenotschap tahun 1889 diterjemahkan dengan "Penghibur" juga. Dalam Injil Yohanes bahasa Arab yang ada pada saya kini, perkataan itu diterjemahkan dengan "Al Mu’azzi" (Penghibur). Dalam terjemahan bahasa Arab yang lain disebutnya dengan "Faraqlieh". dari. G.C. Niftrik/Ds. B.J. Boland dalam Dogmatika Masakini menyebutnya dengan "Penghibur" Dalam Alkitab yang diterbitkan Lembaga Alkitab Indonesia di Jakarta tahun 1958 menyebutnya dengan "Penolong". 

Prof. dari. J.H. Bavinck dalam Sejarah Kerajaan Allah II menerangkan bahwa kata "Penolong itu dalam bahasa Yunani ialah paraklétos. Orang Islam sering manafsirkan ayat itu pada Muhammad. Mereka itu katakan, bukan paraklétos (= Penolong) yang tertulis disana, tetapi periklutos (= yang termasyur, yang terpuji). Dalam bahasa Arab periklutos dapat disalin dengan Ahmed."

J. Verkuyl kjuga menulis: "Kata Ahmad dalam bahasa Yunani ialah Periklétos". 

Mengenai nama-nama dalam Alkitab, selalu orang berhadapan dengan kesulitan, karena penulis-penulis Injil acap kali menterjemahkan nama-nama yang seharusnya ditulis dalam bahasa asli dan tidak diterjemahkan.Yesus berbicara dalam bahasa Ibrani, tidak dalam bahaya Yunani. Hal itu dapat dibuktikan dengan beberapa perkataan yang disebut atas nama yesus yang masih tercantum dalam Injil menurut bahasa aslinya. Misalnya Matius 27:46 menyebut perkataan Yesus: Eli, Eli lama Sabchtani", yaiatu dalam bahasa Ibrani.

Penterjemah-penterjemah Injil menterjemahkan nama-nama yang seharusnya dituliskan menurut aslinya, sehingga menjadikan suatu nama yang benar-benar tidak pernah dikenal dizaman Yesus. Misalnya nama Simon yang disebut Yesus dengan Kepas (Yohanes 1:42) yang berarti "karang" atau "batu". Kemudian nama "Kepas" itu diterjemahkan kedalam bahasa Yunani dengan kata "Peterus" yang barti "batu". Seterusnya disebut dalam Alkitab dan dalam kalangan kaum Kristen dengan sebutan "Peterus".Yesus sendiri dan orang-orang dizaman Yesus tidak pernah mengenal seorang yang bernama Peterus sebagai murid Yesus, karena Yesus hanya menyebutnya dengan "Kefas", tidak dengan "Peterus".

Demikian pula mengenai Yesus sendiri.Ia tidak pernah menyebut dirinya "Kristus". Dan orang-orang yang hidup pada zamannya tidak mengenal juga seorang yang disebut Kristus. Kata Kristus itu adalah terjemahan dari perkataan Ibrani Messias (Almasih) yang dalam bahasa Yunani disebut "Kristus" Maka nama-nama yang asli itu telah ditinggalkan, lalu diganti dengan terjemahannya belaka.

Diantara nama-nama yang telah ditinggalkan itu ialah kata "Penolong" atau "Penghibur", yang tersebut dalam Injil Yohanes pasal 14, 15 dan 16.Menurut pihak Kristen kata "Penolong" itu dalam bahasa Yunani "Paraklétos". Di samping itu ada pendapat yang menyebut bahwa kata asalnya dalam bahasa Yunani "Periklétos", yang artinya dalam bahasa Arab "Ahmad", yaitu satu diantara nama Nabi Muhammad s.a.w. Sedang bunyi kata yang asli dalam bahasa Ibrani yang diucapkan Yesus dan kini diganti dengan sebutan "Paraklétos" atau "Periklétos", tidak dapat diketahui lagi, karena Injil Yohanes yang menuliskan kata nubuatan yang diucapkan Yesus itu tidak menuliskannya kata nubuatan yang diucapkan Yesus itu tidak menuliskannya dalam bahasa Ibrani. 

Adapun kemungkinan terjadi perubahan dalam membacakan bunyi beberapa huruf sehingga "Periklétos" (Ahmad) menjadi "Paraklétos", tidaklah suatu hal yang mengherankan dalam Alkitab. Barang siapa suka membanding-bandingkan nama-nama yang tercantum dalam Alkitab, ia akan menjumpai sejumlah besar perubahan dalam menyebutkan sesuatu nama. Sebagai misal, dapatlah dilihat pada nama-nama yang tercantum dalam silsilah yesus.(Lihat Lampiran II pasal IX).

Selanjutnya mungkin pula penyelewengan dalam pentermahan telah terjadi. Sebagai misal, kata "almah" dalam bahasa Ibrani yang tesebut dalam kitab Yesaya pasal 7 ayat 14 yang dihubungkan dengan Matius 1:23. Penulis Injil itu telah menterjemahkannya dengan "anak dara’ supaya dapat disesuaikan kepada Maryam ibu Yesus yang disebut melahirkan Yesus sebagai anak dara. Seang arti yang sebenarnya "wanita muda" atau "anak perempuan yang dewasa", baik ia sudah kawin atau tidak. Maka disini telah terjadi penyelewengan yang dilakukan penulis Injil itu dalam penterjemahan.Keterangan lebih lanjut mengnai penyelewengan ini dapat dibaca dalam Lampiran IV pasal IX.

Selanjutnya, andai kata asal perkataan tersebut dalam bahasa Yunani Paraklétos dan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan "Penolong" atau "Penghibur" atau "seorang yang jadi pembela dalam suatu perkara dihadapan hakim", seperti yang disebutkan oleh dari. J. Verkuyl, nubuatan itu sesuai juga kepada Nabi Muhammad s.a.w. Sebab dalam nubuatan tersebut telah diterangkan berbagai sifat yang harus menyertai Penolong atau Penghibur itu. Sifat-sifat itu adalah sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w.

Nabi Muhammad s.a.w. sebagai seorang Nabi yang datang setelah Yesus, adalah seorang Penolong yang lain yang diutus oleh Tuhan untuk memberikan pertolongan bagi manusia menemukan jalan keselamatan diri mereka dari berbagai bahaya yang akan menyesatkannya. Agama Islam yang disampaikan Nabi Muhammad s.a.w. mengandung berbagai ajaran yang bukan saja menjelaskan tetapi membuktikan adanya pertolongan kepada mereka.

Nabi Muhammad s.a.w. sebagai seorang Nabi yang datang kemudian Yesus, adalah seorang pembera dalam suatu perkara dihadapan hakim. Nabi Muhammad s.a.w. akan menjadi pembela bagi manusia dihari akhirat dalam pengadilan di Mahkamah Ilahi. Pembelaan itu disebut dengan "syafa’at".Dalam ajaran agama Islam disebutkan satu diantara tugas Nabi Muhammad s.a.w. ialah Pemberi syafa’at dan Pembelaan bagi manusia dihadapan Pengadilan Ilahi dihari akhirat.

Seterusnya sifat-sifat yang tersebut dalam nubuatan itu telah sesuai juga kepada Nabi Muhammad s.a.w. Keterangannya sebagai berikut:

Yesus menyebutkan Penolong yang lain itu, "menyertai kamu selama-lamanya" (14:16). Ini menyatakan bahwa Penolong itu adalah nabi yang terakhir, tidak ada Nabi baru lagi yang akan datang kemudiannya. Dengan demikian jadilah agama dan ajaran yang disampaikannya menjadi petunjuk yang menyertai manusia selama-lamanya, yaitu hingga hari kiamat. Sifat ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w., karena ia adalah nabi yang terakhir. Firman Tuhan: 

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيماً
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu1224, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS. Al Ahzab 40).

Oleh kaena yang dimaksudkan dnegan kedatangan Nabi-nabi itu ialah agama dan ajaran yang dibawanya, maka dapatlah dianggap bahwa Nabi Muhammad s.a.w, adalah menyertai manusia selama-lamanya, karena agama dan ajarannya itu menyertai mereka selama-lamanya.

Penolong itu disebutnya: "Roh kebenaran" dan "Roh Kudus" (14:17 dan 26). Dalam pasal IV telah diterangkan bahwa menurut Al Qurän surah Al Baqarah ayat 87 dan 253, Nabni Isa telah diberi Tuhan kekuatan dengan Roh Kudus, artinya Roh Suci. Menurut tafsiran kaum muslimin Roh Kudus itu ialah malaikat Jibrail. Maka penolong itu disebut Roh Kudus artinya ia disertai malaikat Jibaril yang senantiasa menyampaikan wahyu kepadanya. Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. karena ia disertai malaikat Jibrail yang senantiasa menyampaikan wahyu kepadanya.

Seterusnya telah diterangkan lagi bahwa sebagian ahli tafsir menyatakan bahwa yang dimaksudkan dengan Roh Kudus itu ialah "roh yang suci". Kepada Nabi-nabi telah diberikan Tuhan kekuatan dengan mensucikan "roh-nya". Sebagian ahli tafsir menyatakan lagi bahwa Roh Kudus itu ialah kitab Injil yang diwahyukan Tuhan kepada Yesus, karena dengan ajaran kitab itu roh manusia dapat disucikan. Penafsiran Roh Kudus seperti yang tersebut adalah seusai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia sebagai Nabi telah dikurniakan Tuhan kepadanya "roh yang suci" dan telah diwahyukan kepadanya kitab Al Qurän yang dapat mensucikan roh dan jiwa manuisa. Jadi Penolong itu disebut Roh Kudus, karena ia mempunyai roh yang suci atau mempunyai kitab yang ajarannya dapat mensucikan roh manusia. 

Penolong itu disebut lagi Roh kebenaran, karena ia membawa manusia kepada segala kebenaran. Sifat ini seusai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia sebagai Nabi adalah bertugas untuk membawa manusia kepada segala kebenaran itu. Adapun mengenai penafsiran orang Kristen bahwa yang dimaksudkan dengan Roh Kudus dalam Injil itu ilah oknum Tuhan yang ketiga, maka mengenai hal ini akan diberikan penjelasan lebih lanjut lagi.

Yesus menerangkan Penolong itu: "ialah akan menyaksikan dari halku" (15:26). Sifat ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah memberikan kesaksian yagn sebenar-benarnya tentang hal Yesus dan telah mengkoreksi berbagai ajaran yang tidak benar yang disebut orang mengenai hal Yesus. Ia telah menyaksikan bahwa Yesus hanya seorang Rasul kepada Bani Israil, bukan Tuhan, bukan anak Tuhan dan tidak mati disalibkan.

Yesus menerangkan bahwa Penolong itu: "Ialah akan menerangkan kepada isi dunia dari hal dosa dan keadilan dan hukuman" (16:8). Ini menunjukkan bahwa Penolong itu akan menjadi utusan Tuhan kepada seluruh bangsa-bangsa di dunia. Dalam ajarannya akan dinyatakan tentang hal dosa, keadilan dan hukuman. Sifat-sifat ini seusai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah diutus Tuhan menjadi Nabi dan Rasul kepada seluruh manusia di dunia. Firman tuhan dalam Al Qurän:

 Artinya: Dan tidak Kami utus engkau (Muhammad) melainkan kepada manusia semuanya untuk memberi kabar gembira dan peringatan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (Surat Saba’ 28).

Sabda Nabi Muhammad s.a.w.: 

Dan aku diutus kepada manusia semuanya. [Riwayat Al Buchari].

Seterusnya dalam agama yang diajarkannya, Nabi Muhammad s.a.w. telah menerangkan kepada isi dunia dari hal dosa dan keadilan dan hukuman.

Yesus menerangkan: "banyak lagi perkara yang Aku hendak katakan kepadamu, tetapi sekarang ini tidak dapat kamu menanggung dia. Akan tetapi apabila Ia sudah datang, yaitu Roh kebenaran, maka Iapun akan membawa kamu kepada segala kebenaran". (16:12-13).

Keterangan ini menyatakan bahwa ajaran yang akan dibawa Penolong itu lebih banyak daripada yang telah diajarkan Yesus. Ajaran-ajaran itu belum dapat mereka menanggungnya pada zaman Yesus. Keterangan Yesus ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah datang membawa ajaran yang amat banyak yang belum pernah diajarkan Yesus sendiri. Ia telah datang membawa manusia kepada segala kebenaran mengenai keimanan, ibadat, hukum muamalat, hukum perkawinan, hukum pidana, hukum-hukum yang berhubung dengan kenegaraan, hal budi pekerti dan lain sebagainya yang manusia belum sanggup menanggungnya pada zaman Yesus.

Seterusnya Yesus menyebut Penolong itu: "tiada ia berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, melainkan barang yang didengarnya itu juga akan dikatakannya" (16:13). Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia tidak berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, melainkan semua yang didengarnya sebagai wahyu dari Tuhan, itulah yang dikatakannya. Firman Tuhan: 

    إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى    وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى   مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى 
" .... (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).. (QS. An Najm: 2-4).

Yesus menyebut lagi: "dikhabarkannya kepadamu segala perkara yang akan datang" (16:15). Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah mengabarkan kepada manusia segala perkara yang akan datang. Huzaifah r.a. telah menerangkan sebagai berikut: 

Artinya: Ia (Muhammad) telah berdiri pada kami di satu tempat. Tidak ada ditinggalkannya suatu jua yang ada pada tempatnya itu hingga hari kiamat melainkan telah diceritakannya. Mengingat akan dia orang yang masih mengingatnya dan lupa akan dia oleh orang telah lupa. [Riwayat Al Buchari dan Muslim].

Itu adalah di antara perkara akan datang yang dikhabarkan oleh Nabi Muhammad s.a.w.

Dari pada keterangan yang telah diuraikan diatas dapatlah diketahui dengan jelas bahwa nubuatan itu telah sesuai benar-benar kepada Nabi Muhammad s.a.w.







PENJELASAN:

Tentang ini, seorang facebooker; ustadz Muhamat Mutajir menjelaskan bahwa pandangan Islam terhadap kisah 'Si Penghibur' ini bersandar pada dalil-dalil berikut:

Dalil Pertama: [Yohanes 14:16] dikatakan bahwa "penolong itu akan menyertai kamu selama-lamanya." Ini maksudnya bahwa penolong itu adalah nabi akhir zaman, tidak ada lagi penggantinya (penolong) lain, yang akan membawa syariat baru lagi. Dan syariat agama yang akan dibawa oleh Nabi (penolong) itu AKAN berlaku terus hingga hari kiamat. Nabi itu adalah nabi penutup (khatamun nabiyyin - QS. Al-Ahzab:40) yang syari'atnya akan menyertai manusia sepanjang zaman dunia ini.

Mengenai istilah "penolong" ini adalah menerangkan istilah "messias", kata itu sebenarnya berasal dari istilah yunani "paracletos" yang berarti "penghibur" atau "mehanem" dalam bahasa yahudi. Tetapi disini kita tidak usah mempertentangkan arti "penolong" atau "penghibur" sebab kedua-duanya dapat diterima untuk dinisbatkan kepada Muhammad saw dan kedua-duanya berarti baik, tidak bertentangan satu sama lain. Kata paracletos menurut dari.GA. Nallino, seorang orientalis bangsa italia, berarti dalam bahasa arab "ahmad" atau "muhammad" yang juga berarti keduanya sama "yang banyak terpuji"

Dalil kedua: [Yohanes 14:17] dikatakan bahwa dunia ini umumnya tidak dikenal tidak nampak akan (kedatangan) penolong itu akan tetapi (kamu) yahudi mengenalnya, sebab roh kebenaran (wahyu) yang dibawa penolong atau nabi itu ada pula berserta kamu yaitu kitab taurat di mana disebutkan di dalamnya tentang kedatangan penolong itu dan kitab yang dibawa itu isinya dan aturan ibadahnya sesuai dengan isi kitab taurat, seperti 10 perintah Tuhan.

Konteksnya adalah bukan apa yang dapat dipuji dalam muhamad tetapi adalah sebuah definisi; atau arti dari sebuah "nama" yang mereka terjemahkan atau ganti dalam bahasa lain.

Dalil ketiga: [Yohanes 15:26] bahwa penolong (nabi) itu akan menyaksikan dari hal Yesus itu dan kesaksiannya berasal dari Roh kebenaran yakni berasal dari wahyu Allah swt. Sebab kesaksian itu cocok dengan kenyataan pengalaman Yesus yang sebenarnya sebagaimana juga yang riil dilihat dan disaksikan oleh pengikut-pengikut Yesus (bukan Paulus) ketika itu (Yohanes 15:27).

Hal ini amat cocok sekali tentang Isa almasih dalam Al-Qur'an bahwa bibliografi Yesus (tanpa koreksi) Al-Qur'an akan merupakan misteri sumbang dalam mata rantai sejarah. Orang masih ingat kenyataan sejarah yang wajar yang diceritakan jauh sebelum masa Yesus mengapa di zaman Yesus orang harus mempercayai kenyataan yang abnormal misalnya Tuhan terbang ke langit atau menjelma menjadi manusia. (Paham Pagan Majusi).

Tetapi Al-Qur'an alias roh kebenaran akan menjelaskan peristiwa-peristiwa aneh dalam hidup Yesus itu dengan cara yang wajar yakni pengklasifikasian antara yang mana kodariat Ilahi dan yang mana kodariat non ilahi alias manusia biasa.

Al-Qur'an telah meletakkan dasar-dasar berita itu secara proporsional sehingga tidak mungkin Yesus itu dipertuhankan. Al-Qur'an telah meletakkan dasar2 kodariat isa almasih sesuai proporsinya..dengan demikian sudah jelaskan bahwa orang yang dimaksud adalah Muhammad saw,sebab tidak ada orang lain lagi yang begitu terang penyaksiannya tentang mysteri Yesus itu..

Dalil keempat: [Yohanes 16:17] dikatakan nabi itu tidak akan datang atau lahir jikalau beliau (Yesus) tidak pergi. Maka nabi (penolong) itu tidak akan datang kepadamu (umat yahudi). Ayat ini jelas menunjukkan bahwa Nabi (penolong) itu adalah Nabi yang segera akan datang berikutnya setelah masa kenabian Yesus,jika Yesus saat itu msh aktif/hidup maka akan terjadi dualisme kepentingan syari'at yang luas dan mendunia dari nabi muhammad dengan syari'at terbatas hanya untuk bangsa israel dan Yesus harus pergi dulu barulah nabi itu akan lahir.

Jadi kepergian Isa adalah sebagai ibarat atau isyarat "suruhan" bagi kedatangan Nabi muhammad saw, sebab tidak mungkin Yesus meminta nabi muhammad sebaga nabi tetapi "yang diminta" itu hanyalah sebagai simbol saja karena hakekatnya, baik hak muhammad (kenabian dan kitab yang dibawanya) ataupun hak Isa adalah hak Allah semua (nanti akan disebutkan pada Yohanes 16;15).

Dalil kelima: [Yohanes 16;8] dikatakan nabi (penolong) itu akan menerangkan kepada isi dunia dari hal dosa, keadilan dan hukuman. Dalam ayat ini saja kita sudah melihat 2 hal yang jelas sekali hanya sesuai dengan nabi muhammad dan tidak sesuai dengan Yesus atau yang lainnya.

Dakwahnya (Al-Qur'an) selalu didahului dengan kalimat; "hai manusia, hai orang-orang yang beriman, atau, hai Bani adam!"

Dosa, keadilan dan hukuman berarti penerapan syari'at islam dalam pemerintahan dan strata sosial kemasyarakatan, di mana tidak cuma soal duniawi saja tapi juga ukhrawi (akherat), atau balasan sorga dan ancaman neraka. Bikan seperti dalam kristen, Tuhan digambarkan sebaga penebus dosa. Tetapi dalam kitab suci yang dibawanya itu ada pembalasan dan hukuman bagi orang-orang yang melanggar perintah Tuhan seperti; rajam pelaku zina, potong tangan pencuri, penggal bagi pembunuh, bayar fidyah jika tidak melakukan puasa, aturan zakat yang jelas, dsb.

Dalam ajaran kristen, balasan bagi pendosa adalah cukup percaya Yesus mati guna menebus dosanya. Sama sekali tidak ada balasan yang setimpal atau diberlakukannya azaz keadilan bagi korban perbuatan dosanya!


[Sumber: Islam Menjawab Fitnah]

Tuesday, May 7, 2013

Kehadiran Si Penghibur Dan Penggenapan Hukum Taurat Tuesday, May 7, 2013


BEGINILAH AKHIRNYA PENGGENAPAN HUKUM TAURAT

Ketika pertama kali Yesus berkhotbah si atas bukit, yang diucapkan terlebih dahulu adalah misinya untuk menggenapi Hukum Taurat yang terekam dalam Matius 5:1 hingga Matius 7:29

[Matius 5:17] “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

[Matius 5:18] Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

[Matius 5:19] Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

[Matius 5:20] Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Semua yang dilakukan Yesus belum final alias belum tergenapi seluruhnya. MASIH BANYAK HAL YANG BELUM DIGENAPINYA karena umat Yahudi saat itu belum dapat menanggung ajarannya, hingga datangnya yang disebut sebagai ROH KEBENARAN

[Yohanes 16:12] Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.

[Yohanes 16:13] Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan MEMIMPIN kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan BERKATA KATA dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang DIDENGARNYA itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan MEMBERITAKAN kepadamu hal-hal yang akan datang.

ROH KEBENARAN belum datang pada masa Yesus. Maka ROH KEBENARAN bukanlah ROH KUDUS sebab Roh Kudus sudah datang bahkan sebelum Yesus lahir.

Deskrispsi ROH KEBENARAN yang diterangkan oleh Yesus adalah:
  1. Memimpin umat
  2. Berkata kata tidak dari dirinya sendiri
  3. Mendengar yang dikatakan
  4. Memberitakan kepada umat
Gambaran tsb jelas menunjukkan bahwa roh kebenaran yang dimaksud adalah sosok seorang NABI, bukan Roh dalam artian 'lelembut' yang tidak terlihat oleh kasat mata.


[1Yohanes 4:1] Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Karena Hukum Taurat belum tergenapi seluruhnya oleh Yesus, maka yang akan menggenapi adalah ROH KEBENARAN [NABI] yang akan datang sesudah Yesus.

Bukanlah suatu kebetulan jika kemudian ternyata ada seorang bernama Muhammad yang digelari oleh umat sebagai AL AMIN yang berarti YANG JUJUR [YANG BENAR] kemudian menjadi nabi di usia 40 tahun dan terbukti sebagai:
  1. Memimpin umat 
  2. Berkata kata tidak dari dirinya sendiri tetapi dari wahyu yang didengarnya 
  3. Mendengar wahyu yang dikatakan 
  4. Memberitakan wahyu kepada umat dan membukukannya sebuah kitab Al Qur’an yang hanya berisi Firman Firman Tuhan tanpa ada satupun perkataannnya 
  5. Mengakomodir seluruh Hukum Taurat dan menjadikannya sebagai bagian dari hukum syariat 
Dan semangat untuk menegakkan Hukum Syariat ternyata berlanjut hingga detik ini dalam dada setiap muslim di seluruh dunia sebagai fitrahnya untuk ditegakkan di seluruh dunia.

Tak ada umat manapun yang begitu besar estafet semangat menegakkan Hukum Syariat selain umat Muslim, dari satu genereasi ke generasi berikutnya tanpa batasan tempat, tanpa batasan waktu, hingga lenyapnya langit dan bumi.

Contact Form

Name

Email *

Message *