Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label KPR. Show all posts
Showing posts with label KPR. Show all posts

Friday, November 11, 2016

Yesus Di Mata Murid-Muridnya Friday, November 11, 2016

Umat Kristen dan umat Islam sama-sama percaya pada Yesus, mencintainya, dan menghormatinya. Namun, cara pandang kedua umat ini sangat berbeda tatkala dihadapkan pada klaim keilahian Yesus.

Eloknya, perbedaan ini dapat dijembatani jika keduanya mau mencari dan merujuk jawaban yang benar pada Alkitab dan Al-Quran. Sebab, sesungguhnya baik Alkitab maupun Al-Quran  sama-sama mengajarkan bahwa Yesus bukan Allah!

Sudah cukup jelas bagi semua orang bahwa Al-Quran menyangkal keilahian Yesus, sehingga kita tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk menjelaskan hal itu.

SEJAK AWAL PENCIPTAAN ALAM  SEMESTA HINGGA DETIK INI, 
YESUS ADALAH BAGIAN DARI CIPTAAN ALLAH, 
DAN TIDAK PERNAH MENJADI ALLAH

Tidak ada penulis alkitab yang percaya bahwa Yesus adalah tuhan
Banyak orang yang salah mengartikan alkitab; mereka mengira bahwa karena kepercayaan kepada Yesus sebagai Tuhan sudah sedemikian luasnya, maka mereka pun percaya bahwa pasti ini berasal dari Allah. Akan tetapi fakta-fakta dari alkitab sendiri menunjukkan dengan sangat meyakinkan berbagai bukti yang justru melawan anggapan itu.

Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa Yesus bukan Tuhan. Dalam Alkitab, Tuhan yang sesungguhnya selalu digambarkan sebagai Allah, sosok lain yang berada jauh di atas Yesus.

Sebagian orang boleh jadi akan mengatakan bahwa segala yang diucapkan oleh Yesus atau yang ia lakukan ketika di dunia membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan. Tapi alkitab sendiri menunjukkan bahwa nyatanya murid-murid Yesus tidak pernah sampai pada kesimpulan seperti itu walaupun mereka adalah orang-orang yang hidup dan berjalan bersama Yesus, sehingga tentu saja mendengar dan melihat sendiri apa saja yang pernah Yesus katakan dan lakukan. Lebih lanjut, Kisah Para Rasul memberitahukan bahwa para murid dibimbing oleh Roh Kudus. Jika Yesus adalah Tuhan, tentu saja mereka sudah lebih dulu mengetahuinya lewat informasi dari Roh Kudus. Tetapi nyatanya mereka tetap menyembah hanya satu-satunya Tuhan yang benar, yaitu Allah, yang disembah oleh Abraham, Musa, dan juga oleh Yesus (Lihat KPR 3:13).

Semua penulis Alkitab percaya bahwa Tuhan yang benar bukan Yesus. Gagasan bahwa Yesus adalah Allah tidak pernah menjadi bagian dari kepercayaan Kristen sampai alkitab dibukukan kemudian. Sedangkan sejarah membuktikan bahwa dibutuhkan waktu selama berabad-abad dan pertumpahan darah ribuan manusia tak berdosa sebelum akhirnya hal ini menjadi bagian dari iman umat Kristen.

Matius, Markus, dan Lukas, penulis ketiga Injil pertama, percaya bahwa Yesus bukan Tuhan (lihat Markus 10:18 dan Matius 19:17). Mereka percaya bahwa Yesus adalah putra Allah dalam arti sebagai orang yang benar. Alkitab menunjukkan bahwa selain Yesus, sebenarnya masih banyak lagi orang-orang yang  juga disebut sebagai anak-anak Allah (lihat Matius 23: 1-9).

Paulus, yang diyakini sebagai penulis dari sekurang-kurangnya tigabelas atau empatbelas surat dalam Alkitab, juga percaya bahwa Yesus bukan Tuhan.  Menurut Paulus, pada mulanya Allah menciptakan Yesus, kemudian menjadikannya sebagai media untuk menciptakan sisa ciptaan (lihat Kolose 1:15 dan 1Korintus 8: 6). Gagasan serupa ditemukan dalam suratnya kepada jemaat Ibrani, dan juga dalam Injil dan surat-surat Yohanes yang dikarang sekitar tujuh puluh tahun setelah Yesus tiada. Kendati demikian, dalam semua tulisan tsb Yesus masih digambarkan sebagai ciptaan Allah dan karenanya selamanya tunduk kepada Allah (lihat 1Korintus 15:28).

Oleh karena Paulus dan Yohanes percaya bahwa Yesus adalah makhluk pertama Allah, beberapa dari apa yang mereka tulis dengan sendirinya menggambarkan Yesus sebagai makhluk sangat istimewa  yang sudah ada sebelum yang lainnya. Ini sering disalahartikan dan disalahpahami sebagai bukti pastilah ia Tuhan. Sedangkan pada kenyataannya, mempercayai Yesus sebagai Allah sama artinya dengan menentang apa yang ditulis oleh para penulis ini. 

Meskipun para penulis alkitab percaya bahwa Yesus lebih hebat dari semua makhluk, namun mereka juga percaya bahwa ia tetap lebih rendah daripada Allah. Bahkan, Yohanes mengutip perkataan Yesus: "... Bapa lebih besar dari pada Aku." (Yohanes 14:28). Dan Paulus menyatakan bahwa kepala setiap wanita adalah suaminya, kepala setiap pria adalah Kristus, dan kepala Kristus adalah Allah (lihat 1 Korintus 11: 3).

Oleh karena itu, untuk menemukan sesuatu di sini dan mengklaim paparan ini mendukung doktrin gereja bahwa Yesus adalah Tuhan, sama artinya dengan telah salah mengutip, dan telah salah pula menginterpretasikan tulisan para penulis alkitab. Apa yang mereka tulis harus dipahami dalam konteks kepercayaan mereka bahwa Yesus adalah ciptaan Allah seperti yang sebelumnya telah mereka nyatakan dengan jelas.

Kita memang melihat bahwa di kemudian hari beberapa penulis memiliki pandangan yang lebih tinggi tentang Yesus, tetapi tidak ada penulis Alkitab yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa hanya ada satu Tuhan yang benar, yaitu Allah, yang disembah oleh semua nabi, termasuk oleh Yesus (lihat Yohanes 17: 3).

Adapun karena Yesus bukan bagian, dan sama sekali tidak pernah disebut-sebut dalam Perjanjian Lama, maka kita akan fokus pada informasi dari Perjanjian Baru saja yang menjadi sumber lahirnya berbagai doktrin Kristen, termasuk tentu saja, doktrin ketuhanan Yesus yang tidak pernah diajarkan oleh Yesus sendiri.

Pembuktian dari KPR (Kisah Para Rasul)
Dalam injil-injil kanonik, Yesus dicatat banyak menunjukkan berbagai mukjizat yang menakjubkan. Dan orang-orang yang tidak pernah menyaksikan semua keajaiban itu kecuali sekedar  mendengar kabarnya saja, kemudian menganggapnya sebagai  bukti ketuhanan Yesus. Sedangkan  seluruh murid Yesus sendiri, yang bergaul, belajar, dan berjalan bersama Sang Guru selama lebih kurang 3,5 tahun serta menjadi saksi mata atas segala tindakan dan perkataan Yesus  tidak pernah sampai pada kesimpulan seperti itu.

Kisah Para Rasul dalam Alkitab merinci aktivitas para murid selama tiga puluh tahun setelah Yesus dikabarkan naik ke surga. Sepanjang periode ini mereka tidak pernah menganggap Yesus sebagai Tuhan. Mereka secara terus menerus tetap, dan konsisten menggunakan gelar "Allah" untuk merujuk kepada Tuhan yang disembah oleh Yesus. 

Seperti ditegaskan oleh Petrus dalam KPR 2:22, maka tampak jelas bahwa sesungguhnya Allah lah yang melakukan segala mukjizat itu melalui tangan Yesus untuk meyakinkan orang banyak bahwa kedatangan Yesus ke tengah-tengah bangsa Israel adalah sebagai utusan-Nya. Petrus tidak melihat mukjizat sebagai bukti bahwa Yesus adalah Allah.

Faktanya, cara Petrus merujuk pada Allah dan pada Yesus menjelaskan bahwa Yesus bukanlah Tuhan. Karenanya ia selalu menolak gelar Allah untuk Yesus. 

Perhatikan referensi berikut:
"Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi." (KPR 2:32)

“Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan  dan Kristus." (KPR 2:36)

Kedua ayat ini dengan sangat jelas menunjukkan bahwa Allah bukan Yesus, demikian pula sebaliknya. Jika Yesus adalah Allah, tentu tidak perlu ada ayat seperti di atas, bukan?

Bagi Petrus, Yesus adalah hamba Allah
Petrus berkata, "Allah membangkitkan hamba-Nya ..." (KPR 3:26). Gelar hamba dalam ayat ini merujuk pada Yesus. Ini sudah jelas dari perikop sebelumnya di mana Petrus menyatakan, ”Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita, telah memuliakan hamba-Nya, Yesus.” (KPR 3:13).

Petrus pasti tahu bahwa Abraham, Ishak, dan Yakub tidak pernah berbicara tentang Allah Tritunggal. Mereka selalu berbicara tentang Allah sebagai satu-satunya Tuhan. Di sini, seperti dalam Matius 12:18, Yesus adalah hamba Allah. Matius memberi tahu kita bahwa Yesus adalah hamba Allah yang sama seperti yang dibicarakan dalam Yesaya 42:1. Jadi, menurut Matius dan Petrus, Yesus bukan Tuhan, melainkan hamba Allah. 
Perjanjian Lama berulang kali menegaskan bahwa Allah adalah Tuhan yang berdiri sendiri, tidak bersekutu, dan tidak boleh disekutukan dengan apapun juga. (perhatikan antara lain, Yesaya 45: 5).
Semua murid Yesus berpegang teguh pada prinsip ini. Dalam KPR 4:24 kita diberitahu bahwa orang-orang percaya berdoa kepada Allah dengan mengucapkan kata: “... mereka mengangkat suara mereka bersama dalam doa kepada Tuhan. 'Tuhan Yang Berdaulat,' kata mereka, 'Engkau yang menjadikan langit dan bumi dan lautan, dan segala yang ada di dalamnya. ” Jelas bahwa doa mereka bukan ditujukan kepada Yesus, sebab dua ayat berikutnya merujuk kepada Yesus sebagai "hamba-Mu yang kudus, Yesus, yang telah Engkau-urapi." (KPR 4:27).

Jika Yesus adalah Allah, tentu saja murid-muridnya sudah sejak lama mengatakan hal tsb dengan jelas. Tapi sebaliknya, mereka terus memberitakan bahwa Yesus adalah Mesias utusan Allah. Dalam Kisah Para Rasul, kita juga diberi tahu bahwa,  ”..... setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil  tentang Yesus yang adalah Mesias.” (KPR 5:42).

Kata "Kristus" dalam bahasa Yunani adalah gelar untuk manusia yang artinya “diurapi.”  Jika Yesus adalah Allah, mengapa para murid selalu merujuk kepadanya dengan gelar  untuk manusia seperti  hamba dan utusan Allah, dan secara konsisten menggunakan gelar Allah untuk pribadi lain yang membangkitkan Yesus?

Adakah yang mereka takutkan? Tidak! Mereka dengan berani memberitakan kebenaran tanpa khawatir terhadap resiko dipenjara oleh penguasa atau bahkan menerima kematian sekalipun! Contohnya, ketika berada di bawah ancaman maut tangan-tangan penguasa, dengan tegas Petrus berkata, ”Kita harus lebih taat kepada Allah daripada manusia! Allah nenek moyang kita membangkitkan Yesus ….." (KPR 5: 29-30).

Apakah Roh Kudus tidak bekerja untuk mereka? Menurut penulis alkitab, ternyata mereka selalu didukung oleh Roh Kudus (lihat KPR 2: 3, 4: 8, dan 5:32). Jadi, apa yang mereka lakukan pada hakekatnya hanya mengajarkan kebenaran sebagaimana yang mereka pelajari dari Yesus, termasuk  bahwa Yesus bukan Allah, melainkan hamba dan utusan-Nya (lihat lagi Matius 15:24-28)

Petrus, yang dipercaya sebagai panatua dari keduabelas murid Yesus - dan karenanya bicara atas nama semua murid Yesus - sudah cukup menegaskan bahwa apapun alasan yang di kemudian hari coba direkayasa oleh orang-orang yang tidak termasuk dalam lingkaran keduabelas murid Yesus, khususnya tentang Yesus adalah Allah, pada kenyataannya adalah AJARAN YANG TIDAK PERNAH DIAJARKAN OLEH YESUS! 


Sunday, May 29, 2016

Mengungkap Dusta Tanpa Perlu Menggunakan Mesin Lie Detector! Sunday, May 29, 2016



Masih enggan baca link tentang CACAT LOGIKA KEBOHONGAN PAULUS?

BAIK!
Kita salin saja di sini ......

[KPR 9:4]

Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?”

[KPR 9:5]

Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kau aniaya itu."

Pernahkah umat Paulus sempat benar-benar memperhatikan ayat sederhana di atas?

Ayat tsb bercerita tentang Paulus mendengar suara Yesus, sehingga timbul pertanyaan super serius begini:

Bagaimana Paulus tahu bahwa yang memanggilnya adalah Tuhan? 
Bukankah Tuhan tidak bisa didengar dan dilihat? (Lihat Yohanes 5:37).

Seandainya suara Tuhan bisa didengar sekalipun, bagaimana Paulus tahu bahwa yang memanggilnya adalah Tuhan?

Perhatikan pertanyaan Paulus, Siapakah Engkau, Tuhan?

Kata “Tuhan” di sini jelas mengindikasikan Paulus sudah lebih dulu mengetahui bahwa yang muncul di hadapannya itu adalah Yesus. Dasarnya apa?

Perhatikan ini:
[Kisah Para Rasul 9:1]

Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,

Tentu maksud “Tuhan” di sini adalah Yesus. Sebab jika bukan Yesus, lalu Tuhan mana lagi? 
Dan yang lebih ganjil adalah, kita semua tau bahwa sebelum kejadian ini, Paulus sama sekali tidak pernah bertemu Yesus! Lantas, kapan dan dengan cara seperti apa Paulus menganiaya Yesus?

Dari Kisah Para Rasul 9:5, meloncat ke 9:6. Begini Lukas menulisnya:

"Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.”

Pada awal ayat ada kata “Tetapi.” Apakah kalian menemukan korelasi antara ayat 9:5 dengan 9:6? Sepertinya ada suatu pembicaraan yang terputus (hilang) antara ayat 9:5 dengan 9:6. Tapi kata apa yang seharusnya menjadi penghubung antara kata “Tetapi” tersebut?

Perhatikan baik-baik yang berikut ini.
Dalam terjemah bahasa Inggris, Kisah Para Rasul 9:5 berbeda dengan terjemah bahasa Indonesia. Ada kalimat yang kurang dalam terjemah bahasa Indonesia. Kalimat yang manakah itu?

ACTS OF APOSTLES

Acts 9:5 - King James Version

And (Saul) said, Who art thou, Lord? And the Lord said, I am Jesus whom thou persecutest: it is hard for thee to kick against the pricks.

Acts 9:5 - New King James Version

And he said, “Who are You, Lord?” Then the Lord said, “I am Jesus, whom you are persecuting. It (is) hard for you to kick against the goads.”

Kisah Para Rasul 9:5 - LAI

Dan dia (Paulus) berkata, “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kemudian Tuhan berkata, “Akulah Yesus, yang engkau aniaya. it is hard for thee to kick against the pricks.

Perhatikan bahwa dalam Kisah Para Rasul versi LAI, kalimat terjemahan Inggris (cetak tebal) sudah tidak ada, alias sudah dihilangkan)

Perhatikan pula kata “prick” dalam King James Version juga mengalami perubahan pada New King James Version menjadi “Goads”.

Apa sebenarnya arti "prick" dalam terjemah Inggris di atas?
Menurut Slang Dictionary, definisi prick adalah: the penis. (Usually objectionable): He held his hands over his prick and ran for the bedroom. atau, a stupid or obnoxious male. (Usually objectionable): You stupid prick! Get out of here!

Lalu, dalam Kisah Para Rasul terjemahan bahasa Indonesia, apa maksud sesungguhnya dari kalimat: “it is hard for thee to kick against the pricks" yang dihilangkan tsb?

Merujuk Slang Dictionary kalimat itu sama artinya dengan Sulitnya mengajar si Dungu., yang tertuju pada Paulus! Tapi dewasa ini dalam sekian banyak versi bible (termasuk versi Indonesia) kalimat itu sudah tidak ada lagi! LAI pernah menterjemahkannya menjadiSukar bagimu menendang ke galah rangsang” sedangkan MILT menterjemahkannya menjadi "sukar bagimu menendang ke tongkat runcing". Lalu, apa sebenarnya arti galah rangsang atau tongkat runcing dalam kalimat ini? Peniskah, atau dungu?

Nah, dalam Kisah Para Rasul 9:15-17 disebutkan bahwa Yesus mengangkat Paulus si galah rangsang dungu ini sebagai orang pilihan untuk menyampaikan firmannya.

Begini ayat deklarasinya:

"Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.”
Perhatikan baik-baik cetak tebal pada kata tunjuk "orang ini" pada ayat 15 di atas. Yang disebut-sebut sebagai "tuhan" dan sedang berfirman kepada Paulus itu sebetulnya menunjuk siapa? Karena Kata "orang ini" dalam ayat tsb jelas mengindikasikan adanya orang ketiga dalam sebuah percakapan antara tiga pihak. Jika yang dimaksud sebagai "orang ini" adalah Paulus dalam percakapannya dengan "tuhan", tentu saja kata tunjuknya adalah "engkau" atau "kamu". Bukan "orang ini" sebagai kata ganti "dia".
Bagaimana mungkin Yesus memilih Paulus untuk menjadi orang pilihan? Atas dasar dan alasan apa? 
Apakah karena pertobatan atas semua yang pernah dilakukannya? 

Jika iya, mana yang lebih dulu terjadi; Paulus mengaku bertobat lalu diangkat menjadi orang pilihan, atau sebaliknya? Jelas dalam cerita ini dikisahkan bahwa Paulus diangkat menjadi orang pilihan lebih dulu baru kemudian bertobat!

Kisah Para Rasul 9:1-3 merupakan ayat-ayat yang menjelaskan bagaimana Paulus dengan kuasa Imam akan membasmi pengikut Yesus di Damsyik. Lalu tiba-tiba pada Kisah Para Rasul 9: 4-5 & 15-17 (lihat awal penulisan ini), konon katanya Yesus muncul menemui Paulus dan dengan suara ghaibnya mendaulat Paulus sebagai orang pilihannya. Tapi atas dasar apa?

Padahal tidak ada kronologis apapun yang melatarbelakangi kejadian luar biasa aneh ini yang bisa kita terima secara akal sehat sebagai alasannya.

Katakanlah, misalnya saja sebelumnya dikisahkan lebih dulu bahwa Paulus memang terbukti benar-benar bertobat, lalu melakukan banyak kebajikan dan perbuatan-perbuatan luar biasa seperti yang diajarkan oleh Yesus melebihi apa yang dapat dilakukan oleh keduabelas murid Yesus.

Artinya, ada bukti yang menunjukkan bahwa kualitas Paulus yang sebelumnya tidak tahu apa-apa tentang ajaran Yesus ternyata, dan terbukti, memang lebih superior dibandingkan dengan semua murid-murid Yesus yang selama lebih kurang 3,5 tahun digembleng oleh sang guru untuk menjadi orang-orang pilihan yang sesungguhnya dalam mewartakan injil.

Padahal pada kisah-kisah lain dalam kitab yang sama, tidak hanya kualitas, bahkan integritas murid-murid Yesus terbukti jauh lebih superior dibandingkan Paulus!

Lalu, sekali lagi; atas alasan apa ujug-ujug Paulus mengaku diangkat menjadi orang pilihan Yesus?
Ini tentu saja menimbulkan pertanyaan sangat serius; benarkah Yesus melakukan hal ini, atau sebetulnya kisah luar biasa aneh ini hanya rekayasa Paulus saja, mengingat Kisah Para Rasul yang konon katanya ditulis oleh Lukas itu sebetulnya "didikte" oleh Paulus?

INGAT! Dalam menjalankan misi pribadinya dengan bekal cerita luar biasa aneh di atas, pijakan Paulus adalah pada prinsip utama seperti apa yang di kemudian hari diakuinya sendiri ini:

"Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?" (Roma 3:7).
Dengan demikian, maka timbul pertanyaan lebih luar biasa aneh lagi, yaitu: omongan tukang tipu kok dipercaya, bahkan dijadikan pembenar untuk mengaku sebagai pengikut Yesus, tapi dengan pengakuan itu justru terang-terangan melawan demikian banyak ajaran-ajaran pokok Yesus sendiri?
Coba pikirkan sejenak, dik!
Pikirkan itu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan di atas semua itu, pikirkan resiko besar yang kelak akan menimpa dirimu dan seluruh keluargamu sebagai akibat dari melawan perintah utama Yesus kepada seluruh pengikutnya untuk hanya menyembah satu-satunya Tuhan yang benar, yaitu Allah!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

CATATAN:
Simak debat kusirnya di sini


Tuesday, September 13, 2011

Siapakah Engkau, Tuhan? Tuesday, September 13, 2011


Masih enggan baca link tentang CACAT LOGIKA KEBOHONGAN PAULUS?

BAIK!
Kita salin saja di sini ......

[KPR 9:4]  Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?”

[KPR 9:5]  Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kau aniaya itu."

Pernahkah umat Paulus sempat benar-benar memperhatikan ayat sederhana di atas?

Ayat tsb bercerita tentang Paulus mendengar suara Yesus, sehingga timbul pertanyaan super serius begini:

Bagaimana Paulus tahu bahwa yang memanggilnya adalah Tuhan? 
Bukankah Tuhan tidak bisa didengar dan dilihat? (Lihat Yohanes 5:37).

Seandainya suara Tuhan bisa didengar sekalipun, bagaimana Paulus tahu bahwa yang memanggilnya adalah Tuhan?

Perhatikan pertanyaan Paulus, “Siapakah Engkau, Tuhan?

Kata “Tuhan” di sini jelas mengindikasikan Paulus sudah lebih dulu mengetahui bahwa yang muncul di hadapannya itu adalah Yesus. Dasarnya apa?

Perhatikan ini:
[Kisah Para Rasul 9:1] Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,

Tentu maksud “Tuhan” di sini adalah Yesus. Sebab jika bukan Yesus, lalu Tuhan mana lagi? 
Dan yang lebih ganjil adalah, kita semua tau bahwa sebelum kejadian ini, Paulus sama sekali tidak pernah bertemu Yesus! Lantas, kapan dan dengan cara seperti apa Paulus menganiaya Yesus?

Dari Kisah Para Rasul 9:5, meloncat ke 9:6. Begini Lukas menulisnya:

"Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.”

Pada awal ayat ada kata “Tetapi.” Apakah kalian menemukan korelasi antara ayat 9:5 dengan 9:6? Sepertinya ada suatu pembicaraan yang terputus (hilang) antara ayat 9:5 dengan 9:6. Tapi kata apa yang seharusnya menjadi penghubung antara kata “Tetapi” tersebut?

Perhatikan baik-baik yang berikut ini.
Dalam terjemah bahasa Inggris, Kisah Para Rasul 9:5 berbeda dengan terjemah bahasa Indonesia. Ada kalimat yang kurang dalam terjemah bahasa Indonesia. Kalimat yang manakah itu?

ACTS OF APOSTLES

Acts 9:5 - King James Version
And (Saul) said, Who art thou, Lord? And the Lord said, I am Jesus whom thou persecutest: it is hard for thee to kick against the pricks.

Acts 9:5 - New King James Version
And he said, “Who are You, Lord?” Then the Lord said, “I am Jesus, whom you are persecuting. It (is) hard for you to kick against the goads.”

Kisah Para Rasul 9:5 - LAI
Dan dia (Paulus) berkata, “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kemudian Tuhan berkata, “Akulah Yesus, yang engkau aniaya. it is hard for thee to kick against the pricks.

Perhatikan bahwa dalam Kisah Para Rasul versi LAI, kalimat terjemahan Inggris (cetak tebal) sudah tidak ada, alias sudah dihilangkan)

Perhatikan pula kata “prick” dalam King James Version juga mengalami perubahan pada New King James Version menjadi “Goads”.

Apa sebenarnya arti "prick" dalam terjemah Inggris di atas?
Menurut Slang Dictionary, definisi prick adalah: the penis. (Usually objectionable): He held his hands over his prick and ran for the bedroom. atau, a stupid or obnoxious male. (Usually objectionable): You stupid prick! Get out of here!

Lalu, dalam Kisah Para Rasul terjemahan bahasa Indonesia, apa maksud sesungguhnya dari kalimat: “it is hard for thee to kick against the pricks" yang dihilangkan tsb?

Merujuk Slang Dictionary kalimat itu sama artinya dengan “Sulitnya mengajar si Dungu.”, yang tertuju pada Paulus! Tapi dewasa ini dalam sekian banyak versi bible (termasuk versi Indonesia) kalimat itu sudah tidak ada lagi! LAI pernah menterjemahkannya menjadi “Sukar bagimu menendang ke galah rangsang” sedangkan MILT menterjemahkannya menjadi "sukar bagimu menendang ke tongkat runcing". Lalu, apa sebenarnya arti galah rangsang atau tongkat runcing dalam kalimat ini? Peniskah, atau dungu?

Nah, dalam Kisah Para Rasul 9:15-17 disebutkan bahwa Yesus mengangkat Paulus si galah rangsang ini sebagai orang Pilihan untuk menyampaikan firmannya.

Begini ayat deklarasinya:
"Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.” Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus."
Perhatikan baik-baik penggalan ayat 15 di atas. Itu adalah cerita terpisah di tempat lain, di mana menurut Paulus, sosok yang disebut-sebutnya sebagai "tuhan" sedang memperkenalkan "orang pilihannya" kepada Imam Ananias agar sang imam memberikan dukungan penuh terhadap Paulus! 
Bagaimana mungkin Yesus memilih Paulus untuk menjadi orang pilihan? Atas dasar dan alasan apa? Apakah karena pertobatan atas semua yang pernah dilakukannya?
 
Jika iya, mana yang lebih dulu terjadi; Paulus mengaku bertobat lalu diangkat menjadi orang pilihan, atau sebaliknya? Jelas dalam cerita ini dikisahkan bahwa Paulus diangkat menjadi orang pilihan lebih dulu baru kemudian bertobat!

Kisah Para Rasul 9:1-3 merupakan ayat-ayat yang menjelaskan bagaimana Paulus dengan kuasa Imam akan membasmi pengikut Yesus di Damsyik. Lalu tiba-tiba pada Kisah Para Rasul 9: 4-5 & 15-17 (lihat awal penulisan ini), konon katanya Yesus muncul menemui Paulus dan dengan suara ghaibnya mendaulat Paulus sebagai orang pilihannya. Tapi atas dasar apa?

Padahal tidak ada kronologis apapun yang melatarbelakangi kejadian luar biasa aneh ini yang bisa kita terima secara akal sehat sebagai alasannya.

Katakanlah, misalnya saja sebelumnya dikisahkan lebih dulu bahwa Paulus memang terbukti benar-benar bertobat, lalu melakukan banyak kebajikan dan perbuatan-perbuatan luar biasa seperti yang diajarkan oleh Yesus melebihi apa yang dapat dilakukan oleh keduabelas murid Yesus.

Artinya, ada bukti yang menunjukkan bahwa kualitas Paulus yang sebelumnya tidak tahu apa-apa tentang ajaran Yesus ternyata, dan terbukti, memang lebih superior dibandingkan dengan semua murid-murid Yesus yang selama lebih kurang 3,5 tahun digembleng oleh sang guru untuk menjadi orang-orang pilihan yang sesungguhnya dalam mewartakan injil.

Padahal pada kisah-kisah lain dalam kitab yang sama, tidak hanya kualitas, bahkan integritas murid-murid Yesus terbukti jauh lebih superior dibandingkan Paulus!

Lalu, sekali lagi; atas alasan apa ujug-ujug Paulus mengaku diangkat menjadi orang pilihan Yesus?
 
Ini tentu saja menimbulkan pertanyaan sangat serius; benarkah Yesus melakukan hal ini, atau sebetulnya kisah luar biasa aneh ini hanya rekayasa Paulus saja, mengingat Kisah Para Rasul yang konon katanya ditulis oleh Lukas itu sebetulnya "didikte" oleh Paulus?

INGAT! Dalam menjalankan misi pribadinya dengan bekal cerita luar biasa aneh di atas, pijakan Paulus adalah pada prinsip utama seperti apa yang di kemudian hari diakuinya sendiri ini:

"Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?" (Roma 3:7).
Dengan demikian, maka timbul pertanyaan lebih luar biasa aneh lagi, yaitu: omongan tukang tipu kok dipercaya, bahkan dijadikan pembenar untuk mengaku sebagai pengikut Yesus, tapi dengan pengakuan itu justru terang-terangan melawan demikian banyak ajaran-ajaran pokok Yesus sendiri?
Coba pikirkan sejenak, dik!
Pikirkan itu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan di atas semua itu, pikirkan resiko besar yang kelak akan menimpa dirimu dan seluruh keluargamu sebagai akibat dari melawan perintah utama Yesus kepada seluruh pengikutnya untuk hanya menyembah satu-satunya Tuhan yang benar, yaitu Allah!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

CATATAN:
Simak debat kusirnya di sini


Saturday, September 10, 2011

Berkat Epilepsi, Maka Halunisasi Dahsyat Pauluspun Dipercaya Sebagai Bukti Kerasulannya Saturday, September 10, 2011


TAHUKAH ANDA, 
Bahwa Paulus lahir antara tahun 3 s.d 15 M di Tarsus/Kilikia, dan meninggal kira-kira tahun 64 M di Roma?

TAHU JUGAKAH ANDA, 
Bahwa jaman dulu, di negeri Irlandia, epilepsi dikenal dengan sebutan "Saint Paul's disease" alias Penyakit Paulus?

Nama ini diadopsi dari asumsi selama berabad-abad lalu bahwa 'rasul' ini memang menderita epilepsi.
Untuk mendukung pandangan ini, biasanya orang merujuk pada pengalaman Paulus dalam perjalannya ke Damaskus sebagaimana diceritakan pada Kisah Para Rasul dalam Perjanjian Baru (KPR 9, 3-9), di mana Paulus, atau yang dikenal juga sebagai Saulus sebelum ia mengaku bertobat, dilaporkan memiliki kecocokan yang sangat mirip dengan serangan epilepsi:

"... tiba-tiba cahaya dari langit melintas di sekitar dirinya. Dia terjatuh ke tanah dan mendengar suara yang berkata kepadanya: '' Saul, Saul! Mengapa engkau menganiaya Aku?'' Saul bangkit dari tanah dan membuka matanya, tetapi ia tidak bisa melihat apa-apa. Selama tiga hari ia tidak bisa melihat, dan selama itu pula ia tidak makan atau minum apa pun juga."

Jatuhnya Saul yang tiba-tiba, dan fakta bahwa pada awalnya ia terbaring tak bergerak di tanah tetapi kemudian dapat bangkit lagi tanpa bantuan, mendorong para ahli sejak jaman awal dulu menduga kuat bahwa kejadian dramatis ini hampir pasti disebabkan oleh serangan kejang-kejang "grand mal" -- Lihat penjelasannya di sini, atau di sini.

Pada jaman-jaman setelahnya, pendapat ini mendapat dukungan fakta medis bahwa hambatan pandangan -- termasuk kebutaan sementara yang berlangsung mulai dari beberapa jam hingga beberapa hari -- telah diobservasi sebagai gejala atau akibat dari serangan epilepsi yang telah pula disebutkan dalam banyak laporan kasus epilepsi.

Dalam surat-suratnya, sesekali Paulus juga memberikan petunjuk tersirat tentang 'penyakit fisik' yang dideritanya, yang dalam hal ini mungkin dimaksudkannya sebagai penyakit kronis.
Dalam surat kedua kepada jemaat di Korintus, misalnya, ia menyatakan:

2 Korintus12:7
"Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri."

Dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, lagi-lagi Paulus menggambarkan kelemahan fisiknya:

Galatia 4:13-14
"Kamu tahu, bahwa aku pertama kali telah memberitakan Injil kepadamu oleh karena aku sakit pada tubuhku. Sungguhpun demikian keadaan tubuhku itu, yang merupakan pencobaan bagi kamu, namun kamu tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang hina dan yang menjijikkan, tetapi kamu telah menyambut aku, sama seperti menyambut seorang malaikat Allah, malahan sama seperti menyambut Kristus Yesus sendiri."

Untuk diketahui saja, pada jaman dahulu orang-orang biasa meludah pada penderita 'epilepsi', baik karena rasa jijik atau untuk menangkal apa yang mereka pikir sebagai "sumber pembawa penyakit menular."

CATATAN:
Jaman dulu, di sono, epilepsi juga dikenal sebagai "morbus insputatus" alias "Penyakit Yang Diludahi Orang Banyak!" Konon demikianlah seperti yang dilaporkan oleh ©German Epilepsymuseum Kork, Museum for epilepsy and the history of epilepsy 

[Sumber: Catatan lama GM]

Contact Form

Name

Email *

Message *