Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Kristen (Neraka). Show all posts
Showing posts with label Kristen (Neraka). Show all posts

Friday, March 22, 2019

Tak seorang pun di antaramu yang akan selamat dari siksa neraka! Friday, March 22, 2019


Kalian yang hari gini masih Kristen, ketahuilah, Allah,Tuhannya Yesus (pbuh) memastikan bahwa;

Tak seorangpun di antaramu yang akan selamat 

dari siksa Neraka!

"Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan." (QS. Maryam [19]:71)
Entah sudah berapa dasawarsa berlalu, dan entah sudah berapa ratus kali pula dijelaskan, tapi nampaknya nalar rata-rata adik-adik kita yang hari gini masih Kristen memang terlalu lemah untuk bisa mengerti bahwa firman Allah di atas bukan dimaksudkan hanya untuk umat Islam saja, akan tetapi bagi seluruh umat manusia, sesuai dengan fungsi kitab suci Al-Quran itu sendiri sebagai Syirat Al-Muastaqim.
Artinya, ayat di atas meliputi seluruh umat manusia mulai dari Adam hingga bayi yang terakhir kali dilahirkan ke bumi kelak, di mana selain seluruh umat Paulus, Yesus Kristus (pbuh) sendiri juga termasuk di dalamnya!
Jadi, sungguh menyedihkan rasanya tiap kali melihat ada umat Paulus yang dengan naifnya mengusung ayat di atas untuk menunjukkan kepada dunia bahwa mereka pikir seluruh umat Islam pasti masuk neraka, sementara mereka, sebagaimana dijanjikan oleh Paulus -- jadi bukan janji Yesus Kristus (pbuh), apalagi janji Allah, Tuhannya Yesus Kristus (pbuh) -- jika percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, dijamin pasti masuk sorga!
Padahal di sisi lain, Allah, Tuhannya Yesus Kristus (pbuh), dengan tegas berfirman bahwa siapapun yang menuhankan selaian DIA dipastikan akan masuk neraka sebagaimana diterangkan dalam lanjutan ayat ke-71 di atas, begini:
"Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut." (QS. Maryam [19]:72)
Surah Maryam ayat 71 dan 72 ini menjelaskan bahwa dalam perjalanan menuju sorga, seluruh manusia akan mendatangi, atau berjalan melintasi neraka. Namun hanya orang-orang bertaqwa saja yang dapat terus melanjutkan perjalanannya sementara orang-orang zalim dipastikan akan tertahan di neraka dalam keadaan berlutut untuk selanjutnya menerima balasan dari Allah atas kezaliman mereka masing-masing!

Nah, sampai di sini, kalian seharusnya bertanya: siapakah yang dimaksud sebagai orang-orang bertaqwa dan siapa pula yang dimaksud sebagai orang-orang zalim?
Penjelasan Allah tentang orang-orang bertaqwa di antaranya adalah:
"..... mereka yang bertakwa yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dan mereka yang beriman kepada Kitab Al Quran yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung." (QS. Al-Baqarah [2]:2-5)
"..... bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa," (QS. Ali-Imran[3]:133)
Lalu, siapa pula orang-orang zalim yang dimaksud dalam QS. Maryam [19]:71-72?
Allah menjelaskannya begini:
".... di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal)." (QS. Al-Baqarah[2]:165)
Jadi, ayat-ayat Al-Quran dalam Surah Maryam ayat ke-71 yang selama ini kalian pikir ditujukan untuk umat Islam dan dengan itu kalian bersukacita menghibur diri, ternyata 100% ditujukan buat diri kalian sendiri, dik!
Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!









Saturday, February 23, 2019

Jaminan Neraka Bagi Pengikut Paulus Saturday, February 23, 2019



Jika tidak ingin kekal di Neraka, maka sembahlah ALLAH, satu-satunya Tuhan yang benar bagi seluruh makhluk alam semesta! ALLAH adalah Tuhanku, Tuhanmu, Tuhannya Yesus, dan Tuhan seluruh nabi dan rasul-Nya yang datang sebelum dan sesudah Yesus!

Terutama buat adik-adik kristenku yang hari gini masih demikian bersemangat mengajak umat Islam untuk murtad dan menjadi kafir dengan cara menuhankan Yesus Kristus, perhatikanlah!

Dalam Matius 25: 41-46, Yesus mengajarkan empat hal penting tentang neraka yang seharusnya membuat kita sungguh-sungguh takut dan gentar dalam menentukan kekekalan kita sendiri nanti setelah meninggalkan dunia ini, dan seharusnya pula memotivasi kita yang belum tentu luput dari ancaman hukuman neraka supaya berupaya mengabarkan kabar keselamatan berikut ini kepada saudara-saudara kita yang sedang berjalan pasti menuju api neraka (Yudas 1:23).

1. NERAKA ADALAH TEMPAT PENYIKSAAN DI MANA PENGHUNINYA TERPISAH DARI KASIH ALLAH

Pada hari penghakiman, Yesus akan menegaskan kepada semua orang yang tidak bertobat dan tidak percaya bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak untuk disembah, “Enyalah dari hadapanku, hai kamu orang-orang terkutuk!" (Matius 24:41). Perkataan semacam ini juga digunakan oleh Yesus di situasi lain dalam Alkitab untuk menjelaskan keadaan penghakiman terakhir bagi siapa saja yang menolak seruannya agar hanya menyembah Allah semata (Lukas 4:8).

Terpisah dari Allah adalah terpisah dari segalanya dan dari semua yang baik. Sangat sulit untuk dapat membayangkan bagaimana keadaan hidup kita tanpa kasih dan sayang Allah, karena orang yang paling berdosa dan paling jahat di dunia ini sekalipun masih menerima kasih sayang dan anugrah Allah (common grace).

Kita bernafas dari udara ciptaan Allah, makan dan minum dari air, tanaman dan daging binatang yang diciptakan Allah, dan semua berkat lainnya seperti: hujan, angin, sinar matahari, bulan, bintang dll, juga merupakan bukti betapa besar kasih sayang Allah yang dicurahkan kepada kita.

Bahkan seorang atheis sekalipun masih menerima berkat dari Allah. Akan tetapi di Neraka, semua kasih, berkat dan anugrah Allah sama sekali tidak ada. Mungkin sebagian dari mereka yang masuk neraka akan sangat merindukan kasih, anugrah dan berkat Allah, akan tetapi mereka sudah tidak mungkin akan mendapatkannya lagi.

Ini bukan berarti Allah sama sekali tidak ikut campur tangan tentang keadaan Neraka. Sebab Allah lah yang mengatur dan mengendalikannya (Mazmur 139:7-8). Terpisah dari Allah di neraka bukan berarti manusia tersebut bebas dari perhatian Allah. Setiap manusia yang harus menjalani semua hukuman atas segala dosa, kesalahan dan perbuatannya sebagaimana ditentukan Allah pada hari penghakiman. Allah tetap mengawasi jalannya penghukuman ini atas manusia tersebut.

Di Neraka, orang akan selamanya terpisah dan tidak lagi bisa berkomunikasi dengan Allah dan tidak akan menerima kasih, kebaikan, kelemah-lembutan, kemurahan hati dan segala penghargaan. Orang tersebut ditetapkan untuk bertanggungjawab penuh atas segala perbuatannya sendiri (Yehezkiel 18:20) dan menerima konsekuensi pembalasan berupa hukuman dari Allah. Inilah bentuk keadilan sempurna Allah yang memberikan "rewards and punishment" sesuai dengan apa yang telah kita perbuat selama hidup di dunia.

2. NERAKA ADALAH TEMPAT YANG DICIPTAKAN OLEH ALLAH KHUSUS BAGI IBLIS, MALAIKAT, DAN MANUSIA-MANUSIA PEMBANGKANG

Yesus berkata bahwa api kekal Neraka telah disiapkan untuk Iblis (setan) dan malaikat-malaikat yang membangkang (Matius 25: 41). Manusia diciptakan untuk Allah. Neraka diciptakan untuk Setan dan pengikutnya. Sedangkan manusia yang mati dalam dosanya, yang percaya Yesus sebagai Allah dan Juru selamatnya, jelas adalah pengikut Iblis. Karena itu dengan sendirinya akan menjalani kekekalan di neraka bersama Setan dan seluruh pengikutnya. Sangatlah tragis dan ironis bahwa banyak manusia yang merasa bukan pengikut iblis atau setan semasa hidupnya di dunia akan berakhir di tempat penghukuman yang sama - dan bersama sama pula - dengan setan, iblis, dan seluruh pengikutnya!

3. NERAKA TIADA LAIN ADALAH API YANG KEKAL SEBAGAI TEMPAT PENGHUKUMAN

Yesus menjelaskan neraka adalah tempat “api yang kekal" (Matius 25: 41) dan “Penghukuman” (Matius 25: 46). Neraka adalah tempat pembalasan tempat keadilan Allah diberlakukan, di mana orang-orang berdosa akan menerima berbagai bentuk hukuman (baca: penyiksaan) yang memang sudah sepantasnya diterima oleh siapapun yang membangkang kepada segala perintah dan larangan Allah.

Neraka adalah tempat di mana “ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam (Markus 9:48). Neraka adalah “tempat penderitaan” (Lukas 16:28). Yohanes mengatakan kepada kita bahwa Neraka adalah tempat di mana mereka yang tidak mau bertobat, bersama setan-setan dan para malakaitnya “akan minum dari anggur murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba” (Wahyu 14:10). “Asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa.” (Wahyu 14:11).

Hukuman harus setimpal dengan perbuatan. Penyiksaan dan penghukuman Neraka ditujukan kepada kejahatan dan semua manusia yang berdosa. Mereka yang menolak kebenaran Alkitab tentang neraka akan dipandang sebagai seorang penghianat yang tidak menyadari dosa-dosanya. Jika semua orang berdosa tidak masuk neraka atau bisa bebas dari kedahsyatan penghukuman di neraka, maka semua orang akan mengatakan bahwa Allah tidak adil. Padahal Allah adalah Tuhan segala makhluk yang Maha adil.

Allah Maha adil dalam memberikan hukuman di neraka. Berat hukuman atau siksaan di neraka berbeda-beda (Markus 12:40). Sifat hukumannya pun  berbeda dengan bentuk-bentuk hukuman yang diterapkan penguasa di dunia sebagai contoh, bahwa pada dasarnya segala bentuk hukuman tsb merupakan ide yang berasal dari Allah.

4. SAMA SEPERTI SORGA, NERAKA JUGA KEKAL
Walaupun banyak orang tidak setuju akan penghukuman neraka yang kekal, Yesus telah menjelaskannya dengan amat terang. Dia menggunakan kata sifat yang sama untuk menjelaskan secara bersamaan antara siksaan (neraka) dan kehidupan  yang kekal (sorga). Karena itu, andaikata neraka bukan tempat yang kekal, maka surga pun tentu saja bukan tempat yang kekal.

Orang sering bertanya, “Bagaimana mungkin Allah menghukum secara kekal untuk sebuah dosa yang sifatnya tidak kekal (dosa yang kita perbuat pada waktu kita hidup di dunia ini)?”
Harap digarisbawahi, Allah adalah kekal dan Allah tidak sudi menerima dosa sekecil apa pun masuk ke dalam surga-Nya. Jadi semua dosa adalah perbuatan melawan Allah yang kekal, dan semua dosa harus dijatuhi hukuman yang bersifat kekal. Karena itu, semua orang yang masuk neraka akan terus-menerus disiksa akibat dosa-dosanya dan menjadi penghuni kekal di neraka. Tidak ada lagi pertobatan dan pengampunan di neraka. Jadi penghukuman akan terus berlangsung untuk selama-lamanya!
Kengerian Neraka sudah seharusnya membangkitkan rasa syukur kita akan keselamatan yang diajarkan oleh Yesus, yaitu patuh kepadanya (baca: taat mengikuti segala yang diajarkannya) dan menyembah hanya kepada satu-satunya Tuhan, yaitu Allah (Markus 12: 29). Kita semua seharusnya menjadi penghuni neraka karena dosa-dosa kita, akan tetapi Yesus telah mengajarkan bahwa dosa-dosa itu, meski seluas lautan, akan diampuni oleh Allah jika kita bertobat dengan sungguh-sungguh sehingga menjadi seperti anak kecil para pewaris sorga. (1Yohanes 1:9, Matius 18:3)

Percaya akan kebenaran betapa dasyatnya penghukuman di Neraka seharusnya memotivasi kita untuk memberitakan kabar baik ini kepada saudara-saudara kita dan orang-orang yang kita kasihi lainnya. Dengan anugerah Allah, semua orang yang bertobat dan menolak mempercayai Yesus Kristus adalah Tuhan akan dibebaskan dari penghukuman kekal di Neraka.

Bagaimana mungkin kita mengasihi orang lain tetapi kita menolak untuk memberitakan kabar baik ini? Semestinya, semakin kita sadar betapa mengerikan dan dahsyatnya penghukuman di neraka, semakin kita harus lebih perduli untuk memberitakan ajaran Yesus ini kepada orang-orang yang belum mengetahuinya, sehingga mudah-mudahan mereka juga termasuk dalam kelompok orang-orang yang diselamatkan.

Karena itu sampaikanlah berita dari Yesus ini:
"Barangsiapa percaya dan mengakui Yesus adalah Tuhan, dijamin pasti masuk Neraka!"

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!



Thursday, May 25, 2017

Perjanjian Lama menjamin Neraka bagi seluruh pengikut Paulus! Thursday, May 25, 2017


Ini cuma sekedar menunjukkan bukti bagaimana umat Paulus sudah sangat terang-terangan membangkang dan melawan segala firman Tuhan!

Banyak ayat dalam Alkitab yang menyebutkan, memaparkan, dan menyiratkan bahwa karena pembangkangan tsb umat Kristen akan masuk neraka. Hal itu mudah sekali ditemukan dalam kitab Kristen sendiri, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. 

Tidak percaya? 
Mari kita buktikan saja satu demi satu. Kita mulai dari PERJANJIAN LAMA saja dulu. 
Perhatikanlah yang berikut ini. Begini firman Allah:

1. "Jangan Menyembah Allah-Allah lain. Sembahlah Aku saja." (Ulangan 5:7) 

Allah telah memerintahkan: Jangan menyembah Tuhan-Tuhan yang lain, kecuali Allah Saja. Jadi, jelas sekali itu adalah larangan untuk menyembah "tuhan" Yesus dan "tuhan" Roh Kudus!

2. "Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa!" (Ulangan 6:4)

Tuhan adalah Allah, dan Allah itu ESA. Esa adalah SATU Bukan tiga, atau tiga dalam satu, atau satu dalam tiga atau segala macam model rumusan lainnya yang tidak pernah dikenal dalam perjanjian lama.

3. "Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia." (Ulangan 4:35)

Allah adalah Tuhan. Selain Dia TIDAK ADA TUHAN LAGI. Jadi, selain Allah tentu saja TIDAK ADA yang namanya "tuhan" Yesus, apalagi "tuhan" Roh Kudus?

4. "Sebab itu sadarilah hari ini dan jangan lupa: Tuhan satu-satunya Allah di langit dan di bumi; tidak ada yang lain." (Ulangan 4:39)

Allah adalah SATU-SATUNYA TUHAN baik di langit maupun di bumi. Tidak ada yang namanya "Tuhan turun kedunia" alias "Tuhan bumi" (Yesus) dan anekdot-anekdot jiplakan filsafat Yunani, Romawi, Mesir dan sebagainya itu. Tegasnya, selain Allah TIDAK ADA Tuhan yang lain. Tuhan apapun itu namanya! JANGAN PERNAH LUPA itu!

5. " ... Jangan ada padamu Allah lain dihadapanKu. (Ulangan 5:7)

Jangan ada TUHAN YANG LAIN selain Allah.

6. Tidak ada yang seperti Allah. (Ulangan 33:26)

 Kurang jelas gimana lagi? TIDAK ADA apa pun YANG SEPERTI ALLAH!

7. "Sebab itu Engkau besar, ya TUHAN ALLAH, SEBAB TIDAK ADA YANG SAMA SEPERTI ENGKAU dan TIDAK ADA ALLAH SELAIN ENGKAU menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami." (2Samuel 7:22)

TIDAK ADA YANG SAMA dengan Allah. Yesus dan Roh Kudus TIDAK SAMA dengan Allah, sebab Yesus dan Roh Kudus memang BUKAN Allah. Pokoknya Tuhan sudah berfirman; tidak ada Tuhan selain Allah!

8. " ... dengan maksud supaya engkau mengetahui, bahwa TIDAK ADA YANG SEPERTI AKU DI SELURUH BUMI. (Keluaran 9:14)

Ini penegasan yang keberapa kali, coba? TIDAK ADA sesuatu pun YANG SEPERTI ALLAH di mana pun DI SELURUH muka BUMI INI!

9. "Lalu Allah mengucapkan segala firman ini: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah orang yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapak kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku," (Keluaran 20:1-5)

Dalam ayat Keluaran 20:1-5 di atas, jelas terlihat bahwa Allah memperingatkan supaya jangan ada Tuhan lain di hadapan Dia. Jangan membuat patung apapun, namun nampaknya semua gereja di dunia telah melanggar perintah ini karena mereka selalu membuat dan memasang patung Yesus dan Bunda Maria atau sekedar patung salib saja, bahkan kemudian mereka memuja patung-patung tsb itu sebagai Tuhan. Perbuatan ini (sujud menyembah patung Yesus) tentu saja membuat Allah murka, dan Dia akan membalas kesesatan ini kelak di akhirat dengan sangat keras! 

10. "Aku, Akulah Tuhan dan tidak ada juruselamat selain daripadaKu!" (Yesaya 43:11)

Allah lah Tuhan dan TIDAK ADA Juruselamat bagi manusia SELAIN Allah.

11. "Tetapi Aku adalah TUHAN, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal allah kecuali Aku, dan tidak ada juruselamat selain dari Aku." (Hosea 13:4)

Masih ada lagikah kalimat yang lebih hebat dari dua ayat di atas [Hosea 13:4 juga Yes.43:11] dalam alkitab untuk membenarkan ketuhanan Yesus? Karenanya, baca, renungi, hayati, percayai dan praktekkanlah ajaran Allah yang benar, wahai umat Kristen! Allah lah Tuhan dan TIDAK ADA JURUSELAMAT LAIN SELAIN ALLAH.

Atau kalian, umat Kristen, masih ingin terus "main sulap" dengan mengatakan bahwa Juruselamat itu adalah Yesus? Pemberian gelar dan keyakinan seperti ini datangnya lewat jalur mana lagi? Sedangkan pernyataan Allah dalam Yesaya 43:11 dan Hosea 13:4 ini sudah demikian JELAS? Tiada Tuhan dan tiada Juruselamat lain kecuali Allah!

Masihkah kalian semua menantang kebenaran yang jelas-jelas terpampang dalam Kitab Suci kalian sendiri, dan masih lebih memilih untuk mempercayai dogma hasil rekayasa Paulus? Terserah kalianlah! Tokh dengan membiarkan diri dalam kesesatan yang demikian nyata itu kalian sendiri sudah tahu akibatnya, yaitu MASUK NERAKA!

12. " ...  dan Akulah Allah. Juga seterusnya Aku tetap Dia," (Yesaya 43:12-13)

Mengertikah kalian apa arti ayat di atas? Allah itu adalah Allah, dan sampai kapanpun Allah tetap Allah. Allah tidak mengatakan bahwa nanti pada tahun sekian Allah akan menjelma menjadi manusia! Atau Allah akan menjadi Yesus, termasuk dogma-dogma sesat lainnya tentang Yesus yang dibuat-buat oleh "Paulus & Rekan" kira-kira baru 2000 tahun yang lalu.

13. "AKUlah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali AKU tidak ada Allah."  (Yesaya 45:5)

Tuhan itu HANYALAH ALLAH dan selain Dia TIDAK ADA Tuhan lagi.

14. " ... Bukankah AKU, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada ALLAH lain selain daripadaKU! ALLAH yang adil dan juruselamat, tidak ada yang lain kecuali AKU! (Yesaya 45:21)

Allah adalah Tuhan dan Tidak ada Tuhan selain Dia. Juruselamat juga HANYA Allah dan TIDAK ADA Juruselamat lain selain Allah.

15. "Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya AKUlah ALLAH dan tidak ada yang lain, AKUlah ALLAH dan tidak ada yang seperti aku." (Yesaya 46:9)

Ingatlah, bahwa sejak dari jaman dulu kala, Tuhan itu HANYA Allah dan selain Dia TIDAK ADA Tuhan yang lain. Jadi, sejak dulu sebenarnya Yesus dan Roh Kudus bukan Tuhan. Juga TIDAK ADA YANG SAMA dengan Allah. Maka Yesus dan Roh Kudus pun, yang tidak sama dengan Allah, MUSTAHIL sehakekat, sederajat, se-esensi dan sebagainya dengan Allh. Pokoknya, Yesus dan Roh Kudus sama sekali berbeda dengan Allah!

16. "Dengarlah Aku, hai Yakub, dan engkau Israel yang Kupanggil! AKULAH YANG TETAP SAMA, AKULAH YANG TERDAHULU, AKULAH JUGA YANG TERKEMUDIAN! (Yesaya 48:12)

Allah tetap sama, dari dulu dia Tuhan satu-satunya dan sampai kapan pun tetap Tuhan satu-satunya. Allah tidak pernah bilang dalam Perjanjian Lama bahwa nanti pada tahun sekian Allah akan terpecah menjadi 3 bagian (1.Tuhan Allah 2.Tuhan Yesus 3.Tuhan Roh Kudus). Jika dulu Allah adalah Tuhan yang satu, maka sampai selama-lamanya juga begitu, Allah tetap Tuhan yang satu. 

Dalam Kitab Yesaya 48:12 di atas dikatakan, "Allah adalah yang terdahulu dan yang terkemudian". Allah juga TETAP SAMA: Dialah yang terdahulu, dia pula yang terkemudian. Allah tidak pernah berfirman bahwa Dia adalah yang terdahulu, sedangkan Yesus adalah yang terkemudian. Jadi, sudah sangat jelas bahwa Yang Terdahulu adalah Allah, dan Yang Terkemudian juga adalah Allah.

17. "Aku akan memaksa orang yang menindas engkau makan dagingnya sendiri. Dan mereka akan mabuk minum darahnya sendiri, seperti orang mabuk minum anggur baru, SUPAYA SELURUH UMAT MANUSIA MENGETAHUI, BAHWA AKU, TUHAN, ADALAH JURUSELAMATMU DAN PENEBUSMU, YANG MAHAKUAT, ALLAH Yakub." (Yesaya 49:26)

Allah-lah Tuhan dan Juruselamat. Bukan Yesus, apalagi Roh Kudus!

18. "Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN SEMESTA ALAM nama-Nya; yang menjadi penebusmu ialah yang Mahakudus, ALLAH Israel, Ia disebut ALLAH SELURUH BUMI." (Yesaya 54:5) 

Allah adalah Tuhan semesta Alam.

19. ".... maka engkau akan mengetahui, bahwa AKUlah TUHAN, Juruselamatmu, dan penebusmu, Yang Mahakuasa, Allah Yakub." (Yesaya 60:16)

• Tuhan adalah: Allah
• Juruselamat adalah: Allah
• Sang Penebus adalah: Allah
• Yang Mahakuasa adalah: Allah

Dari sini sangat jelas dan mudah difahami bahwa TIDAK ADA tempat bagi "Tuhan" lain seperti Yesus dan Roh Kudus. Semuanya adalah milik Tuhan Allah.

20. "Bukankah Ia berfirman: "Sungguh, merekalah umatKu, anak-anak yang tidak akan berlaku curang," maka IA menjadi juruselamat mereka. Dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan IA sendirilah yang menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka sejak zaman dahulu kala." (Yesaya 63:8-9)

Juruselamat adalah Allah. BUKAN seorang DUTA atau UTUSAN Allah!. Allah tidak pernah mengutus Yesus sebagai Juruselamat! Hanya Allah sendirilah Juruselamat itu.

KESIMPULAN:
  1. Tuhan itu hanya satu [Ulangan 6:4].
  2. Tuhan itu hanya Allah saja [Ulangan 6:4, 4:35]
  3. Jangan menyembah kepada selain Allah [Ulangan 5:7]
  4. Tiada Tuhan yang lain selain Allah [Ulangan 4:35, 2Samuel 7:22]
  5. Tidak ada Tuhan yang namanya Yesus Kristus apalagi Roh Kudus [Ulangan 4:35].
  6. Tuhan satu-satunya di langit dan di bumi hanya Allah saja [Ulangan 4:39].
  7. Sejak dulu Tuhan hanyalah Allah [Yesaya 46:9]
  8. Tidak ada yang seperti Allah di seluruh bumi [Keluaran 9:14]
  9. Jangan sujud menyembah kepada selain Allah [Keluaran 20:5]
  10. Tidak ada yang seperti Allah [Ulangan 33:26]
  11. Tidak ada yang sama dengan Allah [2Samuel 7:22]
  12. Tidak ada Tuhan selain Allah [2Samuel 7:22]
  13. Allah tetap sama, tidak pernah berubah menjadi tiga bagian [Yesaya 48:12].
  14. Yang terdahulu = Allah, Yang terkemudian = Allah [Yesaya 48:12].
  15. Juruselamat itu hanya Allah saja [Yesaya 49:26, 54:5, 60:16, 63:8].
  16. Tidak ada Juruselamat selain Allah [Yesaya 43:11, 46:9, Hosea 13:4].
  17. Selama-lamanya Allah tetap Allah [Yesaya 43:12-13]
  18. Allah tetap sama dan tidak pernah berubah-ubah [Yesaya 48:12]
  19. Allah adalah Juruselamat [Yesaya 54:5, 63:8-9]
  20. Allah adalah Juruselamat, tidak mengutus Juruselamat lain [Yesaya 63:8-9]
Jika kalian masih juga menentang firman Allah di atas, dan tetap nekad mempertahankan doktrin Paulus & Rekan bahwa Yesus Kristus dan Roh Kudus adalah Tuhan selain Allah, atau lebih gawat lagi, menyembah ketiganya secara bersamaan pula, maka jelas sekali itu adalah sebuah pembangkangan luar biasa berani terhadap Allah; Tuhannya Yesus, sekaligus kesesatan yang sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat ........... nyata! 

Dan jika kalian tidak juga insyaf dan segera bertaubat dari perbuatan yang sangat dimurkai oleh Allah ini, maka siap-siap sajalah. Balasannya sudah pasti MASUK NERAKA!


[Gus Mendem]

Friday, March 17, 2017

Tingkatan Neraka dan siapa saja calon penghuninya Friday, March 17, 2017


Neraka adalah tempat untuk menebus dosa bagi orang-orang dzalim yang selama hidupnya mendzalimi dirinya sendiri dengan cara menentang syariat dari Allah SWT.

Dalam Al-Quran disebutkan bahwa orang-orang dzalim tersebut kelak akan kekal terbakar di neraka, di mana berbagai jenis siksaan akan mereka alami sebagai ganjaran atas dosa-dosanya.

Neraka sendiri mempunyai tingkatan dan kategorinya masing-masing berdasarkan pada perbuatan dosa yang dilakukan. Al-Quran menyebutkan bahwa ada 8 nama-nama neraka beserta dengan tingkatannya. Berikut nama-nama neraka, dosa-dosa, dan calon penghuninya.

Nama-nama Neraka
Dikutip melalui buku berjudul Agar Pintu Surga Terbuka Untukmu ditulis oleh Haidar Musyafa (2014), berikut ini kedelapan nama-nama neraka.

1. Neraka Jahannam
Neraka Jahannam adalah salah satu nama neraka yang sudah tidak asing lagi terdengar. Neraka Jahannam menduduki tingkatan pertama atau tingkatan yang paling atas dari neraka. Neraka Jahannam akan digunakan oleh umat Nabi Muhammad SAW yang senang melakukan maksiat atau dosa besar, namun tidak segera bertaubat kepada Allah SWT.

Orang-orang yang berada di neraka ini akan disiksa sesuai dengan banyaknya dosa selama di dunia. Tak hanya itu, calon penghuni neraka Jahannam adalah orang-orang yang durhaka, munafik, kafir, dan selalu mengabaikan perintah dari Allah SWT seperti yang diriwayatkan dalam Al-Quran; 

وَعَدَ اللّٰهُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَالْمُنٰفِقٰتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ هِيَ حَسْبُهُمْۚ وَلَعَنَهُمُ اللّٰهُۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّقِيْمٌۙ
"Allah mengancam orang-orang yang munafik baik laki-laki dan perempuan serta orang-orang kafir dengan neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah (neraka) itu bagi mereka. Allah melaknat mereka. Bagi mereka azab yang kekal." (QS. At-Taubah:68)

2. Neraka Saqar
Neraka Saqar adalah neraka yang diciptakan khusus bagi orang-orang yang tidak mengerjakan sholat, orang yang suka membicarakan keburukan orang lain, orang yang mendustakan hari pembalasan, dan orang-orang yang tidak menyantuni orang miskin padahal mampu.

Neraka Saqar juga menjadi tempat kembali bagi orang-orang tersesat dan berdosa. Hal ini disebutkan dalam firman Allah; 


مَا سَلَكَكُمْ فِى سَقَرَ قَالُوا۟ لَمْ نَكُ مِنَ ٱلْمُصَلِّينَ
"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar, lalu mereka menjawabnya: kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat." (QS. Al-Mudatsir:42-43)

3. Neraka Huthamah
Neraka Huthamah adalah neraka yang diciptakan untuk orang-orang yang senang berghibah dan mengumpat. Selain itu calon penghuni dari neraka ini juga orang-orang yang suka mengadu domba dan orang-orang yang terlena dengan kekayaan yang sedang mereka miliki.

Orang-orang ini menganggap bahwa harta adalah segalanya. Padahal harta ini tidak berguna di akhirat jika tidak digunakan untuk perbuatan baik sebagaimana firan Allah;


"Sungguh celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitungnya, dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak! Pastilah dia akan dilemparkan ke dalam neraka Huthamah. Dan tahukah kamu apakah neraka Huthamah itu? Yaitu api Allah yang dinyalakan dan membakar sampai ke hati, sungguh, api tersebut ditutup rapat atas diri mereka, sedangkan mereka itu diikat pada tiang-tiang yang panjang." (QS. Al-Humazah:1-9)

4. Neraka Jahiimm
Neraka Jahiim adalah neraka yang digunakan untuk menyiksa orang-orang musyrik atau yang menyekutukan Allah SWT. Neraka Jahiim memiliki api yang menyala-nyala dan melahap. Hal ini disebutkan dalam firman Allah:  

وَبُرِّزَتِ ٱلْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ
"Dan kemudian diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat." (QS. Asy-Syu'ara: 91)

5. Neraka Lazha
Lazha diartikan sebagai menyala-nyala. Ini artinya, neraka Lazha adalah neraka dengan api menyala-nyala dan berkobar. Neraka Lazha calon penghuninya adalah orang-orang yang mendustakan kebenaran, berpaling dari keimanan kepada Allah SWT, dan mengikuti jejak setan.

Orang-orang ini adalah golongan orang paling celaka yang ada pada penghujung hidupnya. Ini disebutkan dalam firman Allah: 

"Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk, Dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia. Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, Yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman)." (QS. Al-Lail: 12-16) 

6. Neraka Havia atau Neraka Wail
Neraka Havia atau Wail adalah neraka tingkatan keenam. Neraka Havia dikenal dengan tempat penderitaan terdalam. Calon penghuni dari neraka ini adalah orang-orang yang berbuat curang dalam mengukur dan menimbang urusan dunia. Atau biasa dikenal dengan pedagang culas.

Dagangan mereka kelak akan dibakar dan dimasukkan dalam perut sebagai azab atas perbuatan yang sudah mereka lakukan selama ini. Nama dari neraka Wail disebutkan dalam firman Allah: 

وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِيْنَۙ الَّذِيْنَ اِذَا اكْتَالُوْا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُوْنَۖ وَاِذَا كَالُوْهُمْ اَوْ وَّزَنُوْهُمْ يُخْسِرُوْنَۗ
"Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi." (QS. Al Muthaffifin: 1-3)

7. Neraka Sair
Neraka Sair adalah tingkatan neraka selanjutnya. Neraka Sair menjadi seburuk-buruknya tempat untuk kembali. Calon penghuni neraka Sair adalah orang-orang yang mengabaikan peringatan, membantah tentang Allah tanpa memiliki ilmu pengetahuan, dan mereka yang menjadi pengikut setan.

Selain itu, neraka ini juga dihuni oleh orang-orang yang semasa hidupnya berbuat zalim, yakni dengan memakan harta anak yatim. Neraka Sair juga menjadi tempat bagi orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah SWT dan menentang dakwah dari para nabi serta rasul. Hal ini disebutkan dalam firman Allah: 

خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ لَّا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا. إِنَّ ٱللَّهَ لَعَنَ ٱلْكَٰفِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمْ سَعِيرًا
"Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka), Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindung pun dan tidak pula seorang penolong." (QS. Al-Ahzab: 64-65)

8. Neraka Hawiyah
Neraka Hawiyah adalah neraka yang ada di tingkat terakhir atau paling bawah. Neraka Hawiyah digambarkan sebagai jurang yang gelap dan dalam. Calon penghuni dari neraka Hawiyah adalah orang yang semasa hidupnya menjadi orang munafik.

Ini sesuai dengan firman Allah SWT yang menyebutkan bahwa orang munafik akan ditempatkan pada tingkatan terbawah.

وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُمُّهُۥ هَاوِيَةٌ وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا هِيَهْنَارٌ حَامِيَةٌۢ
"Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikannya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas." (QS. Al-Qariah: 8-11)

Demikian gambaran ringkas neraka yang dijanjikan oleh Allah akan menjadi tempat kembali bagi manusia-manusia pendosa.


Thursday, July 5, 2012

Menjawab sesat pikir Kristen, semua Muslim pasti masuk Neraka Thursday, July 5, 2012

Di banyak forum dialog lintas iman, salahsatu ayat Al-Quran yang sering, bahkan terlalu sering, dijadikan dalih oleh umat Kristen untuk menolak ajaran Islam, sekaligus mereka gunakan pula sebagai senjata untuk "menggoyah" iman umat Islam agar murtad dan menjadi Kafir seperti mereka adalah firman Allah ini:
      
"Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan." (QS. Maryam: 71)

Merujuk ayat ini, dalam angan-angan mereka semua Muslim pasti masuk neraka!  
TANGGAPAN
Agar menjadi jelas pesan apa sesungguhnya yang diisyaratkan oleh Allah dalam surah Maryam ayat 71, maka berikut ini mari sama-sama kita simak keterkaitan antara ayat-ayat sebelum dan sesudahnya.

QS. MARYAM:
[66] Dan berkata manusia: “Betulkah apabila aku telah mati, bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali?”
[67] Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?
[68] Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama syaitan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut.
[69] Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.
[70] Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka.
[71] Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.
[72] Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.
[73] “Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang (maksudnya), niscaya orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: “Manakah di antara kedua golongan (kafir dan mukmin) yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan(nya)?”

Pandangan secara umum perihal ayat ke-71 di atas adalah sebagai sebuah peringatan keras akan ketegasan Allah bahwa azab dan siksa-Nya pasti akan menimpa setiap manusia kuffur yang mengingkari keberadaan-Nya, mengingkari kitab-kitab suci-Nya, mengingkari kepastian akan dihadapkan pada pengadilan-Nya, mengingkari petunjuk dan tuntunan dari para Nabi dan Rasul-Nya, dan karena keingkarannya itu mereka benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata, sehingga tidak mempercayai Kemahakuasaan Allah, lalu bertanya; 

“Betulkah apabila aku telah mati, bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali?” (QS. Maryam: 66)

Allah menjawab, 

“Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?” (QS. Maryam: 67)

Allah akan membangkitkan dan mengumpulkan mereka bersama setan dalam situasi dan kondisi yang sangat buruk, 

“Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama syaitan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut. Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.”  (QS. Maryam: 68-69)

Allah juga memastikan bahwa Dia lebih mengetahui siapa-siapa saja dari para pendurhaka yang ingkar pada-Nya yang jarus dan pasti dimasukkan ke neraka,

"Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka. Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian y+ang sudah ditetapkan.” (QS. Maryam: 70-71)

Ayat-ayat di atas - perhatikan QS. Maryam: 66-71 - jelas berbicara tentang orang-orang Kafir yang mendzalimi dirinya sendiri dengan cara durhaka kepada Allah dan melawan segala perintah dan larangan-Nya. Oleh karena itu, sebagai konsekuensinya mereka dipastikan akan mendatangi neraka! Sedangkan anggapan yang selama ini mereka anggap benar; bahwa semua Muslim pasti masuk neraka ternyata sangat keliru. Sebab pada ayat berikutnya secara eksplisit Allah berbicara tentang kepastian yang akan dialami oleh orang-orang zalim dan orang-orang yang bertakwa

“Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (QS. Maryam: 72)

Ayat ini sangat jelas mengisyaratkan bahwa pada waktunya nanti,  seluruh manusia dipastikan akan mendatangi neraka. Akan tetapi disebutkan dengan lebih jelas lagi bahwa hanya orang-orang bertakwa saja yang akan diselamatkan oleh Allah  dari dahsyatnya azab neraka. Sedangkan orang-orang zalim akan tetap di dalamnya dalam keadaan berlutut!

Inilah akibat yang harus mereka terima sebagai balasan dari kesombongan selama hidup di dunia. Ketika datang kepada mereka Rasul Allah yang membawa ayat-ayat tentang azab bagi orang-orang yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka malah mengolok-ngoloknya dengan pertanyaan, “manakah yang lebih baik tempat tinggalnya kelak, milik kami atau milik kalian?” 

Allah berfirman,

“Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang (maksudnya), niscaya orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: “Manakah di antara kedua golongan (kafir dan mukmin) yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan(nya)?” (QS. Maryam: 73)

Dalam ayat lain, dijelaskan juga kesombongan mereka yang secara lancang mendahului keputusan Allah, bermegah-megah menyatakan kepada umat lain bahwa merekalah yang akan masuk surga:

Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar.” (QS. Al-Baqarah: 111) 

Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja”. Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (QS. Al-Baqarah: 80) 

Jadi, firman Allah tentang kepastian mendatangi neraka seperti disebutkan dalam QS. Maryam: 71 adalah peringatan untuk mereka yang ingkar kepada Allah, ingkar kepada Rasul dan Kitabnya, yaitu orang-orang yang tidak menjalankan agama sesuai syariat yang dibawa oleh utusan terakhir Allah, yaitu nabi Muhammad SAW.

Adapun dalam tafsir yang lain, dijelaskan juga bahwa sebagian Muslim akan masuk neraka. Bagi Muslim yang selama hidup di dunia lebih banyak berbuat dosa daripada amal kebaikan, maka neraka akan menjadi tempat di mana mereka akan menerima balasan atas segala dosa-dosanya itu. Namun mereka tidak kekal di dalamnya, sebab setelah mempertanggung jawabkan segala dosa-dosanya, mereka akan ditempatkan di sorga. Sedangkan kekal di neraka hanya diperuntukkan bagi mereka yang mati tidak dalam keadaan Muslim, yaitu para kafir tulen, orang-orang munafik, syirik, dan musyrik yang mempersekutukan Allah dengan sesembahan lain.

Beberapa hadist dan ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang jaminan surga bagi pengikut risalah dan ajaran Nabi  Muhammad SAW di antaranya adalah:

Dari Abu Dzar r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, 
“Barangsiapa mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah,’ kemudian meninggal, maka pasti masuk surga.”

Dari Anas r.a., bahwa Nabi saw. telah bersabda, 
“Akan keluar dari neraka bagi orang yang mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah,’ walaupun hanya sebesar satu butir iman di hatinya.”

Dari Abu Dzar, dia telah berkata bahwa sesungguhnya Nabi saw telah bersabda, 
“Telah datang kepadaku malaikat Jibril dan memberi kabar gembira kepadaku, bahwa barangsiapa yang meninggal diantara umatmu dalam keadaan tanpa mempersekutukan Allah, maka pasti akan masuk surga, walaupun dia berbuat zina dan mencuri.” 

Banyak hadits yang menunjukkan bahwa kalimat Syahadat - khusus bagi mereka yang pernah mengucapkan "Laa ilaaha illallaah Muhammadar Rasulullah" - menjadi penyebab dia masuk sorga dan terlindung dari neraka. Artinya, sekalipun dia banyak berbuat dosa, namun pada gilirannya dia tetap masuk sorga. Sedangkan yang dimaksud dengan terlindung dari neraka ialah bahwa mereka tidak akan selama-lamanya disiksa di neraka, karena setelahnya pasti masuk sorga.

Rasul SAW bersabda, 
”Sorga tidak akan dimasuki kecuali oleh jiwa-jiwa yang Muslim.” [HR Bukhari]

“Surga diharamkan untuk para Nabi sampai aku masuk ke dalamnya, dan diharamkan untuk semua ummat sampai umatku masuk ke dalamnya.” [HR At-Thabarani]

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan." (QS. Luqman: 8)

"Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan." (QS. Az-Zukhruf: 72)

"Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih." (QS. Al-Fath: 17)

Azab kekal bagi orang-orang dzalim yang mendzalimi diri sendiri dengan cara menjadi kafr

Dan jika (ada sesuatu) yang kamu herankan, maka yang patut mengherankan adalah ucapan mereka: “Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?” Orang-orang itulah yang kafir kepada Tuhannya; dan orang-orang itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya; mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.' (QS. Ar-Ra'd: 5)

"Maka sesungguhnya Kami akan merasakan azab yang keras kepada orang-orang kafir dan Kami akan memberi balasan kepada mereka dengan seburuk-buruk pembalasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. Demikianlah balasan terhadap musuh-musuh Allah, (yaitu) neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai balasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami." (QS. Fuhshilat: 27-28)

"Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya." (QS. Al-Baqaeah: 39)

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk." (QS. Al-Bayyinah: 6)
Lalu, apa kata Bible tentang orang-orang yang ingkar kepada Allah sebagaimana dijelaskan oleh Al-Quran dan hadits-hadits di atas? Lihat penjelasannya di sini.  

Wallahu ‘alam bisyawwab.




Wednesday, July 4, 2012

Menurut Bible, inilah 7 penyebab utama umat Kristen tidak akan pernah masuk sorga Wednesday, July 4, 2012

Umat ini mengaku sebagai pengikut Kristus karena meyakini bahwa kata "Kristen" (bahasa Yunani: Χρῑστῐᾱνός, Krīstiānós) sama artinya dengan "pengikut Kristus".

Kata "Kristen" sendiri pertama kali muncul di Antiokhia sebagai sebutan untuk pengikut Paulus yang menyebarkan ajarannya sendiri tapi dengan mengatasnamakan Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 11:26) sekitar 16 tahun setelah kepergian Yesus!  
Jadi, sejak awal Kekristenan memang sudah dimulai dengan pemikiran-pemikiran berbasis "logical fallacy" sehingga dalam perkembangannya tidak pernah sepi dari berbagai persoalan yang kerap kali sangat keras membentur logika. 

Contoh paling nyata adalah; mayoritas umat Kristen menganggap diri mereka sebagai pengikut Kristus karena merujuk pada arti kata tsb. Padahal sejak awal kata yang tidak pernah dikenal oleh Yesus sendiri tsb dimaksudkan sebagai sebutan untuk pengikut Paulus. 

Jadi, di satu sisi umat ini mengira mereka adalah pengikut Kristus, sementara di sisi lain sejatinya mereka adalah pengikut Paulus! Dan dalam prakteknya memang terbukti mereka lebih banyak mengikuti ajaran Paulus daripada ajaran Yesus! 

Lalu, bagaimanakah konsekuensi dari pilihan mereka yang lebih mempercayai ajaran Paulus daripada ajaran Yesus? Berikut penjelasannya.

1. PERINTAH YESUS; "TURUTILAH SEGALA PERINTAH ALLAH!"

Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” (Matius 19:16-17) 

"Jangan menyembah ilah-ilah lain. Sembahlah Aku saja. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah k yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa l kepada anak-anaknya, kepada keturunan m yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku," (Keluaran 20: 3-5)
Tetapi karena Paulus mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah (Roma 1: 4), umat Kristen pun secara terang-terangan membangkang perintah Allah dengan menjadikan Yesus sebagai ilah lain dan sujud menyembah Yesus Kristus dalam wujud patung salib - atau patung Yesus tersalib - sebagai ganti menyembah Allah!
Untuk pembangkangan ini, peringatan  dari Yesus sangat jelas:

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. (Matius 7:21)

2. YESUS MENGAJARKAN BAHWA ALLAH ADALAH SATU-SATUNYA TUHAN

“Perintah paling penting adalah ‘Dengarlah, hai umat Israel. TUHAN Allah kita adalah satu-satunya Allah. Kasihilah TUHAN Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap nafas hidupmu, dengan segenap akal pikiranmu, dan dengan segenap kekuatanmu. Itulah perintah pertama." (Markus  12:29-30 - TSI)
Tapi umat Kristen menentang perintah utama Yesus ini, dan dengan membuang jauh-jauh segenap kemampuan akal pikirannya, mereka justru durhaka kepada Allah dengan melantik satu ilah lagi di samping Yesus, yaitu Malaikat Gabriel (masing-masing diberi gelar sebagai Tuhan Putra dan Roh Kudus) untuk menjadi tuhan-tuhan lain di samping Allah, sehingga Allah tidak lagi sebagai satu-satunya Tuhan melainkan menjadi salahsatu dari tiga Tuhan yang mereka beri gelar baru sebagai Tuhan Tritunggal
Padahal dalam Markus 12: 29-30 di atas, Yesus sendiri secara terang benderang menyatakan bahwa "Allah adalah Tuhan Kita." Artinya, sama seperti semua umat yang menuhankan Allah, Yesus juga menuhankan Allah, sehingga tentu saja mustahil Yesus adalah Tuhan! 

Pernyataan ini ditegaskan lagi dalam salahsatu pesannya sebelum terangkat ke sorga:

" ... pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.” (Yohanes 20:17)    

3. YESUS BERDOA KEPADA ALLAH, TUHAN LANGIT DAN BUMI

Berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa,  Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil." (Matius 11:25)

Puji syukur Yesus kepada Bapa - yang disebutnya sebagai Tuhan Langit dan Bumi ini - sama sekali tidak perlu ditafsirkan secara aneh-aneh, sebab semua nabi dan umat terdahulu pun menyeru Allah dengan sebutan yang sama. Sebagai seorang nabi, tentu saja Yesus mengetahui hal ini; bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan baik di langit maupun di bumi. Tidak ada yang lain.

"Perintah paling penting adalah ‘Dengarlah, hai umat Israel. TUHAN ALLAH kita adalah satu-satunya ALLAH." (Markus 12:29 - TSI).

"Sebab itu sadarilah hari ini dan jangan lupa: TUHAN satu-satunya ALLAH di langit dan di bumi; tak ada yang lain." (Ulangan 4: 39 - AYT)
Tapi umat Kristen lebih percaya pada ajaran Paulus daripada ajaran Yesus. Yesus berseru bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan di langit  dan di bumi.  Tapi Paulus membantahnya dengan mengatakan bahwa Allah dan Tuhan adalah dua oknum yang berbeda. (lihat 1Korintus 8:6). Berdasarkan alasan ini umat Kristen pun kemudian secara terang-terangan melawan ajaran Yesus dengan menuhankan Yesus sebagai ganti menuhankan Allah.    
Dalam Matius 5: 18 Yesus bersumpah bahwa tidak ada satu iota pun yang boleh dirobah dari kitab para nabi. Dan dari banyak ayat serupa dalam kitab nabi Yesaya jelas tertulis firman Allah;

"Kamu inilah saksi-saksi-Ku", demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada ALLAH dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku." (Yesaya 43:10-11)

4. YESUS TIDAK MENGHAKIMI MENURUT KEHENDAK SENDIRI

"Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku." (Yohanes 5:30)

Jika sudah jelas demikian, lalu bagaimanakah sebenarnya penghakiman Dia yang mengutus Yesus?

"Beginilah firman Tuhan ALLAH: Kini kesudahanmu tiba dan Aku akan mencurahkan murka-Ku atasmu dan Aku akan menghakimi engkau selaras dengan tingkah lakumu  dan Aku akan membalaskan kepadamu segala perbuatanmu yang keji. Aku tidak akan merasa sayang kepadamu dan tidak akan kenal belas kasihan, tetapi Aku akan membalaskan kepadamu selaras dengan tingkah lakumu dan perbuatan-perbuatanmu yang keji akan tertimpa atasmu. Maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN." (Yehezkiel 7: 2-4)
Kendati Dia yang mengutus Yesus sudah mengisyaratkan bahwa pembalasan-Nya kepada  para pembangkang yang berbuat keji pada-Nya akan sangat keras, tapi umat Kristen tidak pernah takut pada penghakiman-Nya. Sebab mereka lebih percaya pada ajaran Paulus bahwa selama percaya Yesus adalah Tuhan dan juruselamat, maka dijamin pasti masuk sorga (Roma 10:11-13). Padahal tidak ada Tuhan selain Allah, tidak ada juruselamat selain Allah (Yesaya 43:10-11) dan siapapun yang melawan perintah dan larangan utama-Nya (Keluaran 20: 3-5) Allah akan melempar mereka ke neraka! 
Karena dahsyatnya perkara ini, maka dalam khotbahnya Yesus demikian bersungguh-sungguh  memperingatkan pengikutnya agar benar-benar takut kepada Dia yang mengutus Yesus!

"Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!" (Lukas 12:5)

5. KECUALI ALLAH, YESUS TIDAK KUASA MENENTUKAN APAPUN DI SORGA

"Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya." (Matius 20:23)
Umat Kristen secara sadar menggantungkan keselamatan, alias jaminan masuk sorga, bukan kepada kuasa Allah, melainkan kepada kuasa Yesus. Sementara hanya untuk menentukan siapa di sorga yang akan duduk di sisi kanan-kirinya saja Yesus tidak berhak, apalagi memasukkan umat Kristen ke sorga?
Lalu siapakah yang kelak akan masuk sorga dan duduk di sisi kanan-kiri Yesus? Kembali ke peringatan Yesus dalam Matius 7:21; mereka adalah orang-orang yang melakukan segala kehendak Bapa!  

Tentang perintah untuk melakukan segala kehendak Bapa ini, jangankan kepada manusia, sedangkan kepada Iblis sekalipun perintah Yesus sangat jelas:

"Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Matius 4:10)

6. TUHAN BUKAN MANUSIA

"Kamu harus lakukan peraturan-Ku dan harus berpegang pada ketetapan-Ku dengan hidup menurut semuanya itu; Akulah TUHAN, Allahmu." (Imamat 18:4)
Menurut Bible, peraturan Allah yang utama bagi manusia adalah Dekalog (bahasa Yunani: δέκα λόγοι) atau Dasa Titah, atau 10 Perintah Allah sebagaimana tertulis di dalam kitab Taurat. Tapi karena Paulus mengatakan bahwa sejak penyaliban Yesus maka segala hukum dalam Taurat sudah tidak berlaku lagi (Efesus 2:15), maka bukan hanya tidak mematuhi satu pun dari kesepuluh perintah tsb, umat Kristen malah secara terang-terangan melawan perintah Tuhan yang paling utama yakni menjadikan Gabriel yang malaikat dan Yesus yang manusia sebagai ilah-ilah lain di samping Allah! Tidak berhenti hanya sampai di situ, bahkan mereka membuat patung berbentuk salib - atau patung Yesus terpaku di atas salib - lalu sujud padanya, karena lebih patuh pada doktrin karangan para bapa gereja; "tres personae una substancia" bahwa Yesus dan Gabriel adalah "ilah-ilah lain" yang setara dengan Allah!    
Padahal sejak jaman purbakala hingga selama-lamanya Allah telah dengan tegas menyatakan jatidiri-Nya:

"Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu .. " (Hosea 11:9)

Dengan siapakah kamu hendak menyamakan Aku sehingga Aku sejajar dengannya?” (Yesaya 40:25)
Jika sejak dahulu kala Allah telah menegaskan bahwa Dia bukan manusia, tentu saja sampai kapan pun Dia tetap bukan manusia, apalagi sampai berbohong dan  melanggar firman-Nya sendiri dengan cara menghinakan diri-Nya menjelma menjadi manusia! 
"Allah bukanlah manusia, Dia tidak akan berbohong. Allah bukan anak manusia; Dia tidak akan menyesal. Jika Dia berfirman, Dia melakukannya. Jika Dia berbicara, Dia menepatinya." (Bilangan 23:19 - AYT) 

7. TUHAN DAN ALLAH BUKAN DUA DEITI TERPISAH, TAPI SATU ENTITAS YANG SAMA.
Frase "TUHAN, Allahmu" yang membuktikan bahwa TUHAN dan ALLAH adalah satu Deiti yang sama disebutkan sebanyak 398 kali dalam alkitab, yakni 391 kali dalam Perjanjian Lama, dan 7 kali dalam Perjanjian Baru. 6 dari 7 penyebutan "TUHAN, Allahmu" dalam Perjanjian Baru dinyatakan sendiri oleh Yesus Kristus.
Artinya, Yesus sangat mengetahui bahwa ALLAH dan TUHAN adalah satu-satunya ALLAH, atau satu-satunya TUHAN. Bukan dua entitas yang berbeda.

Akan tetapi umat Kristen yang mengaku sebagai pengikut Yesus Kristus lebih percaya dan mengimani bahwa ALLAH dan TUHAN adalah dua Deiti yang berbeda berdasarkan ajaran Paulus yang kemudian dijadikan landasan Pengakuan Iman Kristen dalam teks Kredo Rasuli.

Paulus menulis, 
" .... namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup." (1Korintus 8:6)

Dia memanipulasi pengikutnya bahwa sekalipun menyebut "hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa di sorga", namun dia juga menyebut "hanya ada satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus", yang dalam konteks ini jelas menunjukkan adanya dua Deiti yang sama-sama berstatus TUHAN! Ajarannya ini sangat bertentangan dengan ajaran semua nabi, termasuk ajaran Yesus sendiri! 

Kenapa?
Karena menurut alkitab, baik Yesus, para nabi terdahulu, maupun Allah sendiri selalu menyandingkan kata ALLAH dan TUHAN sebagai entitas yang sama!
Ini adalah bukti bahwa doktrin Kristen tentang ketuhanan Tritunggal, dimana ALLAH dipisahkan dari TUHAN jelas merupakan doktrin yang mengkerdilkan kemahakuasaan ALLAH, melawan kehendak TUHAN, dan menentang ajaran semua nabi, termasuk ajaran Yesus sendiri yang sesungguhnya sudah sangat jelas tertulis dalam alkitab! 
Contoh ayat-ayat semisal ini sudah menjelaskan sendiri bahwa sesungguhnya hanya ada satu Tuhan,  yaitu ALLAH!

"Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Akulah TUHAN, Allahmu." (Imamat 18: 2) 

"Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu." (Ulangan 28: 2)

Yesus dan keduabelas muridnya selalu menyerukan Shema Yisrael ini:

"Dengarlah, hai umat Israel. TUHAN Allah kita adalah satu-satunya Allah." (Markus 12:29 -TSI)

Jadi, pengakuan iman kristen bahwa hanya ada satu Allah, yaitu Bapa, dan hanya ada satu Tuhan yaitu Yesus Kristus, jelas tidak sama dengan apa yang diajarkan oleh ALLAH melalui Yesus! 

Dari penjelasan singkat dengan mengutip hanya beberapa ayat saja dari Bible seperti dipaparkan di atas, kita sama-sama dapat melihat sendiri, sekaligus menyimpulkan bahwa doktrin pokok Kristen tentang keilahian Yesus dan konsep Ketuhanan Tritunggal bukan hanya tidak sesuai, bahkan sangat bertentangan dengan segala kehendak dan perintah Allah yang disampaikan kepada manusia melalui ajaran semua utusan-Nya; yakni para nabi terdahulu, termasuk Yesus!
Kristen dengan doktrin Tritunggalnya adalah 100% perbuatan makar melawan Allah dan Rasul-Nya; Yesus Kristus putra Maria!
Kendati demikian, para apologeter Kristen akan mati-matian berdalih dengan berbagai teori bahwa tidak ada yang salah dengan iman Kristen karena pada dasarnya sudah sesuai dengan apa yang tertulis dalam Bible sebagai kitab suci mereka. 

Tapi di sisi lain, para pendeta yang menyadari betapa jauh penyelewengan doktrin-doktrin Kristen dari  inti ajaran yang dibawa oleh Bible sendiri -  dan sadar pula betapa beratnya pertanggungjawaban mereka kelak pada Hari Pembalasan Allah sebagai konsekuensi dari terus menerus mewartakan kebohongan kepada jemaatnya - pada akirnya meninggalkan Kristen, dan tidak sedikit di antaranya yang memilih menjadi Muallaf!

Kenapa?
Karena sebagaimana ditunjukkan oleh Allah melalui ayat-ayat Al-Quran dan diterangkan pula dalam ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, maka baik secara diam-diam maupun secara terbuka mereka mengakui bahwa sebenarnya ada ratusan ayat-ayat dalam Alkitab yang secara tegas membantah, sekaligus menolak keras doktrin-doktrin pokok kekristenan tentang konsep ketuhanan; khususnya mengenai Tritunggal, anak Allah, Tuhan Yesus, dosa waris dan penyesalan Allah karena telah menimpakan dosa Adam kepada seluruh umat manusia - sehingga harus menebusnya dengan cara mati terkutuk di tiang salib dlsb, secara implisit maupun eksplisit menyiratkan ancaman Allah bahwa siapa pun yang mempercayainya sebagai kebenaran yang datang dari Allah, dipastikan tidak akan pernah masuk sorga!
Wallahu 'alam bisyawwab!


Contact Form

Name

Email *

Message *