Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Kristenisasi (Tinjauan). Show all posts
Showing posts with label Kristenisasi (Tinjauan). Show all posts

Thursday, November 21, 2019

Persamaan Pdt Jusuf Roni dengan Rasul Kristen Paulus Thursday, November 21, 2019

Tahun 1974, GPIB Maranatha Surabaya digegerkan oleh kasus pelecehan agama oleh Pendeta Jusuf Roni yang mengaku-ngaku sebagai seorang murtadin yang berasal dari trah keluarga tokoh Islam terkenal di Palembang, namun kemudian terbukti bahwa semua itu adalah Pengakuan Palsu. Sebab sejatinya ia adalah keturunan Tionghoa, bukan mantan muslim, tapi memang sudah Kristen sejak lahir!

Pendeta ini mengaku sebagai mantan Kyai, alumnus UIN Bandung, kuliah juga di IKIP Bandung, dan pernah menjadi juri MTQ Tingkat Nasional. Tapi dalam ceramah-ceramahnya ia seenak perut saja menafsirkan terjemah ayat-ayat Al-Qur'an, dan celakanya, kaset rekaman ceramah-ceramah tsb kemudian diedarkan secara luas ke tengah-tengah komunitas Islam di kota-kota besar di Kalimantan, Surabaya, Bandung, Jakarta, Malang dan banyak kota lainnya.

Masa itu ia rajin berceramah dari satu gereja ke gereja lainnya tapi dengan misi SARA, yaitu menyebarkan isu-isu permusuhan terhadap umat Islam, hingga  akhirnya masyarakat Islam yang merasa gerah menuntutnya untuk mempertanggungjawabkan segala aksinya itu ke meja hijau di mana seorang ulama kharismatik;  Bey Arifin (almarhum) dicatat oleh sejarah sebagai sosok yang dengan sangat telak membuktikan bahwa pendeta ini ternyata sama sekali tidak mengerti Al-Quran

Berawal dari pembuktian ini - dan bukti-bukti lain yang kemudian berhasil dikumpulkan - akhirnya Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis Jusuf Roni dengan hukuman kurungan selama 6 tahun di penjara Kalisosok Surabaya dengan tuduhan telah melakukan tindak subversif.

Salahsatu hasutan yang disebarkan Jusuf Roni pada masa itu adalah ayat Al-Qur'an yang konon katanya berbunyi "Iktidal alal Kuffar" yang kemudian diartikannya sendiri sebagai perintah: "Sembelihlah semua leher orang-orang kafir"

Pemahamannya ini diluruskan oleh Bey Arifin: "Jusuf Roni mengartikan ayat-ayat di dalam al-Qur'an dengan seenaknya sendiri padahal dia tidak menguasai bahasa arab, ayat tersebut arti atau makna yang sesungguhnya adalah: "Bersikap tegaslah terhadap orang-orang kafir"

Guna membuktikan ketidaktahuan Jusuf Roni yang mengaku sebagai mantan Kyai ini tentang Al-Quran, kemudian dilakukanlah test sangat sederhana. Jusuf Roni diminta untuk membaca surah Al-Fatihah. Tetapi ternyata bacaannya amburadul. "Ihdinas Shirat al Mustaqim" dibacanya dengan lafadz yang belepotan. Tentang ini, Bey Arifin berkomentar: "Jika beliau membaca ayat tersebut di depan anak-anak kelas 5 SD Mujahidin, pasti anak-anak tersebut akan mengoreksinya."

Fakta ini jelas membuktikan bahwa Jusuf Roni telah melakukan pembohongan publik melalui ceramah-ceramahnya, menafsirkan terjemah ayat-ayat kitab suci umat Islam seenak perut sendiri, dan luar biasa berani mengaku sebagai mantan Kyai. Padahal membaca sebuah surah pendek - salahsatu surah yang dipastikan setiap muslim di seluruh dunia ini hafal luar kepala - sekalipun, nyatanya sama sekali tidak becus!   

Setelah diusut tuntas, terbukti segala pengakuan pendeta ini ternyata cuma gombal mukiyo doang! 

Ia mengaku bernama lengkap Kemas Abubakar Masyhur Jusuf Roni, asli kelahiran Palembang 6 Desember 1946, dan mengaku-ngaku pula bahwa kakeknya bernama Kemas A. Roni, seorang tokoh Islam terkenal di Palembang. Tidak tanggung-tanggung, ia mengklaim silsilah keluarganya sebagai nasab campursari antara Palembang-Bugis-Jawa - dan lebih dahsyat lagi - sampai pula kepada Pangeran Fatahillah sebagai berikut: 
Kemas Abubakar Mashur Jusuf Roni bin Kemas M. Toha Roni bin Kemas A. Roni bin Kemas Nanang Abdul Halim bin Kemas Abang bin kemas Amijoko bin Demang Singojudo Wirokencono bin Daeng Ario Wongso bin Tumenggung Nogowongso bin Pangeran Fatahillah dan seterusnya.

MASA KECIL JUSUF RONI
Jusuf Roni dalam khotbahnya di berbagai Gereja mengaku dididik secara Islam dengan disiplin keras di tengah-tengah lingkungan keluarga Muslim ta'at, sehingga jadilah ia seorang muslim yang fanatik. Ketika keluarganya pindah ke Bandung, ia masuk Pesantren Yayasan Pendidikan Islam (YPI) pimpinan  KH. Udung Abdurrahman yang terletak di Jalan Muhammad No. 16 Bandung, 

Padahal di Bandung tidak ada jalan bernama 'Muhammad', kecuali jika yang dimaksud adalah Jalan Muhammad Toha, atau Jalan Muhammad Ramdhan. Tapi itu tidak membuktikan bahwa pengakuannya benar, sebab lembaga pendidikan Islam yang dibentuk oleh KH. Udung Abdurrahman bukan bernama Yayasan Pendidikan Islam, tapi Yayasan Pesantren Islam, dan letaknya pun jauh dari kota Bandung, yakni di desa Cikoneng, salah satu Desa di Kecamatan Ciparay, sekitar 30KM arah tenggara kota Bandung. 

Ini menunjukkan bahwa pengakuannya pernah menjadi santri di padepokan KH. Udung Abdurrahman jelas cuma bualan hasil masturbasi rohani thok!  

Sesuai pengakuannya sendiri, sebelum murtad dan menjadi pemeluk Kristen, Jusuf Roni mengaku sebagai seorang aktifis Muslim yang gigih memperjuangkan Islam dalam berbagai kesempatan, termasuk membendung perkembangan agama Kristen di Jawa Barat. Ia juga mengklaim bahwa pernah menduduki seabreg jabatan di dunia dakwah Islam seperti di antaranya sebagai:

  1. Ketua Umum Serikat Pelajar Muslim Indonesia (SEPMI) kabupaten Bandung, Ketua-1 SEPMI wilayah Jawa Barat, Ketua Lembaga Dakwah SEPMI pusat
  2. Ketua Serikat Pendidikan Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) Bandung
  3. Angota Gerakan Ulama Syarikat Islam Indonesia (GUSII) wilayah Jawa Barat
  4. Ketua Seksi Dakwah dan Pers Pemuda Muslim Indonesia wilayah Jawa Barat
  5. Anggota Dewan Pimpinan Harian Daerah (DPHD) Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) konsulat Jawa Barat
  6. Pernah jadi juri MTQ Tingkat Nasional
  7. Pernah dididik di pesantren sampai aliyah, IKIP dan Universitas Islam Indonesia
  8. Pernah menjadi Wakil Sekretaris Jendral Organisasi Islam Sedunia.

Namun begitu, ia mengaku bahwa sebagai muslim, ia tidak pernah mengalami kepuasan rohani, hidupnya selalu gelisah, tidak tenang dan selalu diliputi oleh tanda tanya seputar kepastian keselamatan. Dalam situasi seperti itulah akhirnya dia terpikat oleh doktrin ”keselamatan yang pasti dalam Kristus" bahwa dosa manusia sudah ditebus oleh Yesus dengan cara mati mengenaskan sebagai manusia terkutuk, tergantung di tiang salib!

Tapi pada akhirnya Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membuktikan bahwa segala pengakuan Jusuf Roni tentang keislamannya itu cuma kebohongan besar yang diilhami oleh ajaran Paulus dalam surat-surat mesranya kepada jemaat Roma;
"Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?" (Roma 3:7)
Kesaksian palsu Jususf Roni yang indah dan memikat itu memang sempat menggegerkan umat karena dipublikasikan melalui Gereja-Gereja lalu direkam (dalam kaset) dan diedarkan seluas-luasnya ke kalangan Muslim di berbagai kota besar Indonesia. Namun mirisnya, bukti-bukti yang kemudian muncul ternyata berkata lain. 
Jusuf Roni terbukti melakukan kebohongan publik dengan maksud-maksud penyesatan terhadap umat melalui Kesaksian Palsu yang mengundang timbulnya SARA!
 
BUKTI KESAKSIAN PALSU JUSUF RONI:
  1. Berdasarkan Surat Keterangan dari Pusat Administrasi Akademi IKIP Bandung NO.259 P.T 25R.II 4/0/1979 tertanggal 22 Mei 1979 Jusuf Roni tidak pernah tercatat sebagai mahasiswa IKIP Bandung.
  2. Surat Rektor Universitas Islam Indonesia Nusantara Bandung NO.78/R-UIN/D/V91997 tertanggal 2 September 1979 Jusuf Roni pun tidak pernah tercatat sebagai mahasiswa UIN Bandung.
  3. Surat Kepala Kantor Direktorat Jendral Bina Tuna Warga Bandung nomor P.R.II.LL/D.P/2383/79 tertanggal 22 mei 1979 menyatakan bahwa Jusuf Roni sudah pernah meringkuk di penjara Banceuy Bandung dalam kasus tindak pidana. Jadi Jusuf Roni adalah seorang residivis alias Penjahat Kambuhan!
  4. Jusuf Roni bukan asli Palembang tapi sejatinya berdarah campuran asing (China/Tionghoa)
  5. Mustahil ia pernah menjadi juri MTQ, Ketua Lembaga Dakwah Islam Jawa Barat, apalagi menjadi Wakil Sekjen Organisasi Islam Sedunia, karena Jusuf Roni ternyata tidak becus baca Al-Qur'an, juga tidak paham tata cara dan doa-doa shalat, bahkan tidak mampu membaca ayat-ayat pendek surah Al-Fatihah.

Maka tidak heran bila akhirnya pada tanggal 19 juli 1979 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan hukuman 6 tahun penjara kepada Si Pendusta ini karena terbukti melakukan tindak pidana subversi sebagaimana diatur dalam pasal 1 (1) ke 1 sub c Undang-Undang No. 11/PNPS/1963.

Itulah profil Jusuf Roni sang Pendeta Residivis yang setelah keluar dari penjara mendadak malah menjadi Rektor Apostolos!

Jadi, tidak seperti pengakuannya di sana-sini, bahwa ia dijatuhi hukuman 6 tahun penjara karena murtad dari Islam, fakta yang sesungguhnya membuktikan bahwa satu-satunya alasan kenapa ia dijebloskan ke penjara itu adalah karena pendeta yang satu ini gemar banget "tipsani" alias tipu sana tipu sini!   

Bagi yang belum pernah bertemu dengan Jusuf Roni pasti akan terkaget-kaget melihat keseluruhan sosok asli pendeta tipsani ini, karena mau dipoles bagaimana pun juga, wajahnya memang terlihat jauh lebih Tionghoa dibandingkan dengan Tionghoa tulen seperti misalnya Mao Tse Tung ataupun Deng Xiaoping!

Al-Qur'an sendiri sudah berpesan kepada umat Islam agar senantiasa melakukan cross-check terhadap berita apapun yang diwartakan oleh orang-orang fasik.

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS. 49:6)

Wednesday, April 13, 2016

Pengakuan Pemurtad Yang Murtad! Wednesday, April 13, 2016

Published on Facebook January 10, 2014 at 2:47 AM

PENGAKUAN PELAYAN “tuhan” YESUS YG BERTOBAT, LALU MASUK ISLAM

[Oleh: Rachmat Hidayat - Dahulu bernama Paulus F. Tengker]

Saya seorang pria, dilahirkan di Manado 27 tahun yang lalu, nama saya Paulus F. Tengker, saya dilahirkan dalam tradisi keluarga penganut Kristen yang fanatik. Ayah saya seorang Pendeta Gereja Pantekosta, kakak wanita saya tertua menikah dengan seorang penginjil Nehemia terkenal. Saya dididik untuk menjadi taat dalam beragama & direncanakan papa untuk menjadi penerus tradisi keluarga, menjadi Gembala “tuhan”. 

Itulah sebabnya setamat SMA saya melanjutkan kuliah ke sebuah Sekolah Misi Alkitab yang berlokasi di kawasan Jl. Arjuno – Surabaya. Kota Surabaya dipilih karena selain lebih dekat ke Manado, juga merupakan salah satu kota dengan umat Kristiani yang terkemuka, banyak Gereja megah berdiri ditengah kota & pekabaran gembira Cinta Kasih “tuhan” Yesus mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat Jawa Timur yang mayoritas beragama Islam fanatik.

Selama kuliah saya juga bekerja part-time sebagai pelayan “tuhan” di Gereja Nehemia & Gereja Pantekosta di Indonesia Timur cabang Surabaya. Saya bekerja sebagai penyusun kisah kesaksian dari hamba-hamba Islam yang bertobat masuk Kristen. Karena kebanyakan orang-orang itu adalah orang dari desa, atau orang yang awam, beberapa diantaranya bahkan sepertinya sakit jiwa, atau para pemakai Narkoba yang masih kecanduan berat, maka saya harus menuliskan kisah kesaksian yang hebat untuk mereka. Saya biasa menulis cerita dengan tajuk: Hamba “tuhan” yang kembali, mantan seorang Kyai masuk Kristen, Mantan Dosen IAIN masuk Kristen dsb. 

Kisah-kisah kesaksian PALSU karangan saya itu sangat sempurna sekali, bahkan hampir tak bercela, saya ahli mengutip Al-Quran dan Hadis, saya juga tahu urutan pendidikan Islam dari mulai sekolah Islam, pondok Pesantren hingga IAIN. Saya juga sering ditugaskan untuk membuatkan dokumen asli tapi PALSU, ijazah PALSU dan foto-foto PALSU, untuk memberi kesan bahwa mereka itu dulunya benar-benar bekas tokoh Islam walaupun sebenarnya bukan. Bahkan saya juga mengajari mereka membaca Al-Quran yang akan dipakai untuk menohok orang-orang Islam yang sedang kami injili dan berusaha membantah kami. 

Beberapa kisah kesaksian yang sudah dibukukan, beberapa diantaranya merupakan hasil karangan saya. Memang betul orang Islam yang murtad itu ada, tetapi mereka tidaklah sehebat kisah kesaksiannya, jika disebut mantan Ulama atau Mahasiswa IAIN, atau Guru Ngaji yang sekolah di Mesir, maka yang sebenarnya mereka itu adalah para pengemis, gelandangan, bekas pecandu Narkoba, wanita nakal & para preman tak beragama, orang desa yang berKTP Islam tapi berbudaya animisme di desa-desa pesisir selatan Jawa (misalnya Sukabumi & Blitar).Bahkan saya sering berjumpa orang-orang Islam yang dibaptis itu ternyata seumur-hidupnya hampir tak pernah shalat dan mengetahui ajaran Islam yang paling dasar.

Tapi kami harus melaporkan keberhasilan ini dengan cara yang gemilang kepada para jemaat yang telah berderma.maka kami rekayasa kisah kesaksian orang-orang lugu ini menjadi hebat dancanggih. Tentu para domba di Gereja akan senang kalau mendengar mantan Ulama masuk Kristen, walaupun yang bersangkutan sebenarnya Cuma bekas gelandangan buta huruf misalnya.Saya jalani terus pekerjaan ini hingga tamat kuliah dan akhirnya saya dinobatkan sebagai pendeta muda. Karena keahlian saya ini terhitung langka, maka tugas ini tetap dipertahankan. Saya juga rajin membeli tafsir Al-Quran, Hadis dan buku-buku Islam untuk mencari kelemahan- kelemahannya, Gereja mendanai setiap apapun yang berhubungan dengan kerjaan saya.Saya menemukan bahwa sikap saling berbeda pendapat namun saling menghargai sebagai kelemahan Islam yang paling utama dalam pandangan Kristen.

Bahkan saya juga pernah berPURA-PURA belajar mengaji dan mengaku sebagai Islam dengan mengundang seorang Guru Ngaji ke rumah dinas saya, saya belajar mengaji hingga 1 tahun lebih dan Ustad itu tak pernah menyadari sampai saya tamat belajar, bahwa saya sebenarnya seorang Kristen. Berkat pengajaran dia itu saya bahkan bisa mengaji dan hal ini ternyata berguna sekali untuk saya sekarang ini, ketika kali ini saya dengan sesungguhnya belajar agama Islam. Saya pun secara part time terkadang ikut misi penginjilan malam yang bertajuk “tuhan” Berkabar di Malam Hari.Kami mendatangi tempat-tempat keremangan malam di seantero kota Surabaya, kami wartakan injil kepada para pekerja seks, ABG, wanita nakal dan kaum gay.

Yang kami target untuk dikristenkan biasanya adalah para pekerja seks independent, para pengunjung diskotek dan kafe yang menyambi, baik itu gadis belia maupun para lelaki muda penjaja seks untuk kaum gay. Setiap orang yang terpilih biasanya hasil seleksi & pengamatan yang teliti, tidak sembarangan orang kami target, biasanya kami telah mengawasi mereka selama kurang lebih 1 hingga 3 bulan. Para penginjil yang aktif disini tidak aktif dalam kegiatan Gereja apalagi memimpin kebaktian dan lain acara rohani. Sebab kami tak mau citra Gereja rusak di mata umat yang kebetulan bertemu dengan para penginjil di tempat keremangan malam tersebut. Juga para penginjil itu tidak mengunakan seragam resmi, mereka berdandan seperti umumnya pengunjung diskotik & kafe. Selain itu juga para penginjil Gembala “tuhan” di Malam Hari juga aktif dalam jaringan pengedaran narkoba, sebab inilah cara termudah menjerumuskan seorang umat beragama lain dalam kesesatan hidup lalu setelah mereka tersesat & butuh pertolongan kamilah yang akan merangkul mereka. 

Apabila tidak terangkulpun, kami sudah berhasil merusak sebagian dari generasi muda Islam yang sering ke diskotik atau kafe. Mungkin para pembaca posting ini sudah membaca artikel panjang tentang Jaringan Narkoba di Jakarta di harian Kompas edisi hari Minggu tgl. 11 Maret 2001, di sana diceritakan dengan gamblang betapa penyebaran dan mafia narkoba sudah menyebar sangat pesat di Jakarta dan sulit diberantas.Betapa aparat kepolisian, TNI, pengelola tempat hiburan malam, para pengunjung dan mafianya bekerja sama begitu rapi. Tapi ada yang kurang dari cerita itu dan ini sangat sulit mereka telusuri, yaitu keterlibatan Gereja dalam jaringan & sindikat narkoba! 

Berbeda dengan para mafia dan Bandar yang ingin mengeruk keuntungan materi, Gereja terlibat semata untuk menjaring domba Kristus baru dan menyesatkan generasi muda Islam! Jujur saja, kisah kesaksian bahwa para gembala “tuhan”pun banyak yang memakai narkoba untuk menunjang performance mereka itu benar adanya.Narkoba itu digunakan agar para Gembala “tuhan” bisa tampil percaya diri dan kami sangat yakin, bahwa kondisi fly & sakauw adalah kondisi dimana kami bisa kontak langsung dengan Roh Kudus!Kisah Kesaksian yang dituturkan 4 mantan gembala itu benar adanya, saya pun tahu persis karena selaku anggota tidak tetap penginjilan malam hari, sayalah yang memasok kebutuhan mereka, saya kenal banyak dengan para Bandar Besar Narkoba di Surabaya. Bahkan beberapa Bandar Besar itu adalah jemaat Gereja yang taat, donasinya bahkan ada yang melebihi nilai persepuluhan mereka. 

Selain menyumbang uang untuk penginjilan, mereka juga menjual Narkoba dengan harga khusus kepada Gereja untuk memasok kebu”tuhan” para Gembala yang membutuhkan dan untuk diedarkan guna merusak generasi muda Islam. saya juga terkadang memakai ecstasy/inneks, hanya saja saya pakai ketika menjamu para tamu Gembala “tuhan” dari luar kota. Kami pun biasa ketemu dan ngobrol-ngobrol di beberapa pub malam terkenal yang pasti dikunjungi para Pelayan & Gembala “tuhan” bila berkunjung ke Surabaya. Kita punya private member di Kowloon, Club Deluxe & Top Ten.Saya pernah menemani pendeta terkenal seperti; KAM Jusuf Roni (yang mantan Mubaligh & tokoh Islam terkenal), Gilbert Lumoindang dan Suradi Ben Abraham di pub-pub tersebut. Kami bahkan pernah melakukan pembaptisan beberapa pekerja seks di private room salah satu pub terkenal itu sambil tripping! Setelah itu kami dating dengan mereka, mandi suci bersama istilahnya. Kalau masalah skandal seks antara jemaat dan pendeta atau penyanyi Gereja dan Gembalanya, saya tak tahu persis, tapi yang saya tahu memang sewaktu menemani para Gembala “tuhan” mengunjungi pub malam, pernah mereka diantaranya ditemani beberapa wanita yang dikatakannya sebagai jemaat yang minta diurapi secara khusus. 

Selain itu saya juga aktif dalam pembinaan domba-domba baru yang kebanyakan berasal dari pedesaan dan para pekerja malam. Seperti diuraikan di awal kisah nyata ini.

Sayalah terkadang mengajari mereka tentang Islam, tetapi tentunya yang telah kami sortir bahwa ajaran Islam itu mengakui ke”tuhan”an Yesus misalnya. Saya juga mengajari mereka berakting untuk menunjang penampilan mereka di acara KKR atau kesaksian di Gereja. Jangan sampai mereka tidak hapal kisah nyata hasil rekaan saya sendiri lalu melenceng ke kisah nyata mereka sendiri, yang kalau ketahuan bisa berakibat fatal bagi Gereja. Khusus untuk KKR kami melatih orang-orang untuk berpura-pura lumpuh, buta, bisu dan berbagai penyakit lainnya, lalu PURA-PURA disembuhkan para pengkhotbah & jemaatpun akan histeris dan percaya itu mukjizat. 

Kami pun harus menyiapkan upacara pemanggilan Roh Kudus di tempat-tempat keramat dan angker di Surabaya sebelum acara penyembuhan Ilahi dimulai. Terkadang ada jemaat yang diluar kendali dan skenario betul-betul minta diurapi, biasanya kami akan segera menahan dia dengan mengatakan: maaf pendeta sibuk, dengan kedatangan umat yang luar biasa, lain kali saja?! Biasanya para penginjil malamlah yang bertugas untuk menahan orang- orang yang diluar skrenario acara, kami tidak pernah melibatkan pemuda Gereja karena mereka diluar gugus kendali komando kami. Memang pengakuan 4 orang mantan Gembala itu terdengar spektakuler dan sulit dipercayai, tetapi saya beritahukan kepada anda semua: 
SEMUA PENGAKUAN MEREKA ITU JUJUR & BENAR ADANYA, SEMUA PRAKTEK TERCELA ITU MEMANG DIJALANKAN TERUTAMA OLEH: GEREJA BETHEL; GEREJA BETHANY; GEREJA NEHEMIA; GEREJA SIDANG JEMAAT PANTEKOSTA; GEREJA ABDIEL. 
Bagi umat Kristiani atau para Gembala dan pelayan “tuhan” pun yang tidak pernah ikut kegiatan ini akan terkejut dan sulit mempercayai kenyataan ini, tetapi saya beitahukan sekali lagi: SEMUA ITU BENAR-BENAR TERJADI! Selain 4 mantan gemabala itu, sayalah juga saksi hidup lainnya.Mengapa saya masuk Islam? Ketertarikan saya kepada Islam bukan dari buku-buku yang saya baca, karena buku-buku itu tak pernah saya baca dengan sepenuh hati dan sampai tuntas, saya hanya mencari point tertentu saja. Saya masuk Islam bukan setelah bertemu atau berdiskusi dengan orang Islam, karena saya selalu menganggap dan diajarkan oleh Gereja bahwa orang-orang Islam itu sebagai orang-orang yang hina, kotor, bodoh, terbelakang, kasar, keji, penuh tipu muslihat dan penuh dosa. Ajaran Islam dinyatakan sebagai ajaran sesat dan umatnya kalau tidak kita hinakan harus kita insyafkan, hal-hal inilah yang tertanam dalam benak saya sejak kecil hingga dewasa ini. 

Perlu semuanya ketahui ajaran kebencian kepada ajaran Islam dan umatnya ini merupakan pelajaran pokok yang diberikan kepada kader-kader umat Kristiani sejak kecil, materi ini mulai disampaikan di pengajaran sekolah minggu dan jika kita akan menjadi berminat menjadi penginjil atau Gembala “tuhan”, pelajaran ini akan semakin diperdalam kembali.

Saya akhirnya masuk Islam justru setelah mengalami suatu mimpi luar biasa dan beberapa kejadian dikeesokan harinya, yang akhirnya merubah jalan hidup saya menuju kebenaran sejati. Bermula dari suatu Kamis malam, malam Jumat tanggal 11 Januari 2001, saya bermimpi sedang berdoa di hadapan gambar “tuhan” Yesus di suatu gereja yang sangat megah, lalu datanglah “tuhan” Yesus menemui saya, dengan senyuman-Nya yang agung. Saya bahagia sekali, ini adalah mukjizat bagi saya! Saya pun lalu memandangi “”tuhan”" Yesus dari ujung kaki hingga ujung rambut, sungguh mirip sekali bahkan lebih agung dibanding foto dan gambar “tuhan” Yesus yang saya miliki. Tetapi sesaat kemudian datang menghampiri kami seorang pria berwajah Arab Palestina mirip orang Yahudi atau Israel, dia berkata: Kalian ini siapa? 

Saya menjawab: Saya seorang domba yang sedang bertemu “tuhan”nya! Dia bertanya lagi: Mana “tuhan”nya? “tuhan” Yesus menyela: Akulah “tuhan” Yesus, Juru Selamat Umat Manusia dan Dunia! Siapakah engkau wahai pria asing?Pria Yahudi itu berkata: Akulah Isa Al-Masih dan engkau bukanlah diriku!Saya menyela: Wahai engkau orang Yahudi ataukah Arab, janganlah kamu berbuat begitu di hadapan “tuhan”ku!Pria Yahudi itu berkata: Kalau begitu buktikanlah bahwa kamu adalah Yesus atau Isa Al-Masih sebenarnya! “tuhan” Yesus berkata: Engkau akan kujadikan domba hina karena telah menghina “tuhan”mu! Lalu “tuhan” Yesus memejamkan mata dan sungguh ajaib! Dari tangannya keluar mukjizat sinar api dan dia menyemburkannya kepada pria Yahudi itu, pikir saya pria Yahudi itu akan binasa karena berani menghina “tuhan” Yesus! 

Keajaiban kedua pun terjadi, pria Yahudi yang mengaku sebagai Isa Al-Masih itu tak kurang apa pun dan dia lalu tersenyum, kemudian api itu kembali menyembur kepada “tuhan” Yesus, lalu “tuhan” Yesus menjerit kesakitan dan wujudnya tiba-tiba berubah! Kedua telinganya memanjang, dari mulutnya keluar gigi taring dan dari belakang tubuhnya keluar ekor, wajahnyapun berubah mengerikan! Lalu salah satu tangannya mendadak memegang sebuah tombak seperti garpu”tuhan” YESUS YANG SAYA LIHAT DALAM MIMPI INI BERUBAH MENJADI IBLIS!!! Sementara pria Yahudi itu lalu berdoa dalam bahasa seperti bahasa orang Israel, “tuhan” Yesus yang telah berubah wujud menjadi Iblis itu lalu lari terbirit-birit! Kemudian ada kejadian ajaib lainnya terjadi, gereja megah tempat saya berdoa tiba-tiba menghilang, lalu berganti dengan pemandangan seperti disebuah padang pasir yang sangat tandus. Saya yang kaget dan tak percaya melihat kejadian ini lalu dengan terbata-bata saya bertanya pada pria Yahudi ini:Siapakah engkau sebenarnya?

Pria itu menjawab: Akulah Isa Al-Masih, hamba Allah, Rasul-Nya yang ke-24, yang oleh engkau berserta umat-umat lainnya dinyatakan sebagai “tuhan” Yesus.

Saya berkata: Bukankah engkau telah mati di kayu salib dan telah berkorban demi menebus dosa umat manusia?Nabi Isa Al-Masih menjawab: Bukan seperti itu kejadiannya, engkau telah diperdaya oleh Iblis dan para pengikutnya yang telah berusaha mencelakakanku tadi dan sekarang dia telah terlihat wujud aslinyaSaya berkata: Maksud tuan, Iblis tadi ... itu jadi selama ini ... ??? 

Nabi Isa Al-Masih menukas: Sudahlah, maukah engkau tahu kebenaran Ilahi sejati?Saya menjawab: Jika itu ada saya bersedia.Nabi Isa Al-Masih menjawab: Tetapi untuk menemukan kebenaran sejati itu engkau harus berkorban banyak, engkau akan kehilangan pekerjaanmu, hidup miskin, kehilangan teman-temanmu, serta dibenci banyak orang?Saya menjawab: emmmmm .... (tak bisa berkata-kata) Nabi Isa Al-Masih berkata: Ketahuilah akulah Nabi Isa Al-Masih sebagaimana yang telah aku katakan tadi, suatu saat nanti aku akan turun kembali ke muka bumi untuk meluruskan segalanya yang salah tentang aku. Janganlah engkau termasuk dalam golongan yang keliru itu, jika engkau ingin menemukan kebenaran sejati, engkau sebenarnya telah memiliki catatan-catatan kebenaran itu, tapi engkau tak membacanya dengan pikiran dan hatimu. Otakmu telah beku karena telah disesatkan orang-orang yang diilhami Iblis dan para pengikutnya. Kalau engkau mau mencari kebenaran, engkau akan menemukannya di suatu tempat, tepat esok hari dimana kamu ditempat itu mendapatkan suatu kesulitan! Lalu pria yang mengaku dirinya sebagai Nabi Isa Al-Masih itu mengucap salamnya orang Islam, kemudian pergi.

Saya pun lalu terbangun, hari telah pagi, saya merenung mimpi apa itu tadi? Kesulitan apa yang akan saya alami hari ini? Hari telah tiba kembali, rupanya ini hari Jumat tanggal 12 Januari 2001, saya pikir itu cuma sebuah mimpi saja, saya lalu ingat cerita takhayul orang Jawa, kalau Malam Jumat pasti setan-setan itu gentayangan, mungkin saya mengalami itu barangkali. Kemudian saya buka-buka buku-buku Islam yang saya miliki, tiba-tiba saja saya merasa menemukan banyak hal yang selama ini tidak pernah saya baca. Betapa pikiran saya telah dibukakan tapi saya belum yakin betul. 

Ketika perjalanan menuju kantor saya di sekretariat Gereja, mendadak mobil saya mogok tepat di depan sebuah Mesjid di kawasan Jl. HR Muhammad – Jl. Mayjend Sungkono, Surabaya, sayapun kaget, kok bisa-bisanya mogok di depan sebuah Mesjid yang saya benci? Jangan-jangan mimpi itu betul?! Akh saya pikir ini cuma kebetulan saja jangan percaya takhayul! Namanya mogok itu bisa terjadi kapan saja pikir saya. Belum hilang kaget saya, tiba- tiba ada seorang pria menghardik saya dan meminta dengan kasar dompet dan HP saya! Saya kaget, panik campur takut, lalu saya berlari ke arah masjid & masuk ke sana, minta tolong sama orang-orang di situ. 

Orang yang mau menodong sayapun lalu berlari menghindari massa, rupanya waktu itu jam 11.30, mendekati jamnya shalat Jumat, saya perhatikan sekitar saya orang-orang berpeci, bersarung hendak shalat Jumat..saya ini ada di mesjid mimpi saya pesan orang Yahudi yang mengaku sebagai Nabi Isa Al-Masih dalam mimpi itu.Saya bingung lalu saya tak sadarkan diri. Ketika tersadar..saya berada di sebuah ruangan mesjid rupanya dan ada seorang Bapak tua berpeci yang mengatakan saya tadi itu pingsan. Saya lalu berdiri, tiba-tiba hati ini ingin menangis menjerit Ya “tuhan”! Engkau telah menunjukkan jalan bagiku! 

Pak Tua itu kaget dan bertanya: ada apa nak?, lalu saya ceritakan semua mimpi saya tadi malam dan kejadian yang saya alami, juga siapa saya danapa pekerjaan saya..serta perbuatan- perbuatan saya dalam usaha memerangi dan memperdaya agama Islam beserta umatnya. Bapak Tua itu berkata: Itu suatu petunjuk dari “tuhan” bagimu, boleh percaya apa tidak, saya bukanlah seorang ahli agama yang baik.sekarang kamu teruskan perjalanan atau pulang.Sayapun lalu pulang, menelpon Gereja bahwa saya hari ini tidak enak badan, jadi nggak masuk kerja, tapi 3 jam kemudian, sekitar jam 16.00 sore saya kembali lagi ke Mesjid itu, lalu saya melihat ada pengajian, Pak Tua berpeci itu memimpinnya, saya beranikan diri masuk dan berkata: pak tolong yakinkan saya. Saya ingin mengetahui tentang agama Islam sebenarnya!

Disaksikan para jamaah mesjid itu, kemudian kami berdiskusi panjang lebar hingga malam hari, saya lalu pamitan pulang dan menyatakan pada pak tua bahwa diskusi ini belum selesai dan akan kami sambung esok pagi.Proses diskusi ini memakan waktu seminggu lamanya, setiap pagi sebelum berangkat kerja sekitar jam 06.00 hingga jam 08.00 pagi saya mampir ke mesjid tersebut dan kami berdiskusi Islam – Kristen.Akhirnya setelah yakin dengan seyakin-yakinnya, setelah mendapat penjelasan panjang lebar dari Pak Tua, dimana setiap penjelasan balik dari saya yang sangat Ilahiah dan Alkitabiah menurut saya, ternyata dinyatakan tidak berargumen dan berdasar oleh Pak Tua dan beberapa jemaatnya yang ikut hadir dalam diskusi pagi kami, terutama setelah saya mengetahui bahwa Pak Tua ternyata fasih dan hapal beberapa bagian dari Alkitab, mengetahui sejarah Gereja dan penulisan Alkitab, yang beliau tunjukkan dengan dokumen-dokumen Kristen asli yang dia miliki yang menurut beliau pernah diberikan beberapa penginjil sekitar 30 tahun yang lalu, yang ketika saya baca, saya terkejut karena pemaparan dibuku-buku para misionaris 30 tahun lalu itu ternyata berbeda sekali dengan dokumen yang ada di Gereja sekarang yang pernah saya pelajari. 

Saya jadi ragu dan bimbang, kenapa literatur agama yang dianggap sakral oleh umat Kristiani ini bisa berubah setelah 30 tahun? Terlebih setelah Pak Tua menunjukkan dan memperbandingkan versi Alkitab cetakan tahun 1960-an dengan versi Alkitab yang saya miliki (cetakan tahun 1990-an), yang mana diterbitkan oleh Lembaga yang sama, kok bisa memiliki perbedaan dan revisi di sana-sini tanpa penjelasan di edisi baru bahwa telah dilakukan revisi? Yang mana revisi itu ternyata bukan sekedar perubahan EYD atau tatabahasa saja, akan tetapi juga merubah makna dan arti ayat Alkitab itu sendiri? 

Akhirnya saya yakin bahwa agama lama saya ini, Kristen memiliki banyak kelemahan dan merupakan suatu kesalahan sejarah, Islamlah agama penutup dan penggenap itu.Yang menggembirakan saya adalah agama Islam itu ternyata juga menghargai dan menghormati “tuhan” Yesus sebagai Nabi Allah yang dimuliakan, mengakui keberadaan agama-agama terdahulu dan kitab-kitab sucinya. Persamaan kisah dan sejarah agama dalam Alkitab dan Al-Quran, yang lalu disempurnakan oleh wahyu Allah kepada Muhammad dalam Al-Quran, dimana semua ajaran Kristen yang dinyatakan menyimpang itu dijelaskan dengan baik dimana menyimpangnya dan direposisi kembali ajaran wahyu Ilahi itu secara benar dalam Islam. Penjelasan Pak Tua dan jemaatnya ini tentu tidak saya percaya begitu saja, saya juga mencoba mengajak berdiskusi teman-teman sesama Gembala selama masa diskusi ini, tetapi jawaban rekan Gembala lain sungguh sangat menyakitkan dan ketus sekali, bahkan ada yang bilang saya ini kena guna-guna dari bekas Guru Ngaji saya berikut pembantu rumah dinas saya, juga pengaruh kekuatan sihir yang tersembunyi dalam buku-buku Islam yang saya miliki. 

Beberapa rekan dari Gereja Pantekosta bahkan menawarkan jasa untuk melakukan upacara pengusiran roh jahat Islam di rumah saya dan akan mengurapi serta mensucikan buku-buku Islam yang saya miliki agar kekuatan sihirnya hilang! Sikap rekan-rekan Gembala ini terasa kontras dan tidak sepadan dengan sikap Pak Tua dan jemaatnya di mesjid yang sederhana itu. Saya merasa bersalah karena telah ikut dibesarkan dan dibina oleh lingkungan agama yang sesat, saya harus segera mengambil keputusan. Setelah melalui berbagai pertimbangan yang matang, menimbang segala resikonya. Akhirnya sudah mantap dan sudah bulat tekad saya, saya akan masuk Islam.
Di hari Minggu tgl. 21 Januari 2001, jam 10.00 pagi, saya berikrar DUA KALIMAT SYAHADAT: ASYHADU ALLA ILAHA ILALLAH WA ASYHADU ALLA MUHAMMADARRASULULLAH - SAYA BERSAKSI TIADA “tuhan” SELAIN ALLAH DAN SAYA BERSAKSI PULA BAHWA MUHAMMAD ITU UTUSAN ALLAH.
Saya telah menjadi Islam, saya mengganti nama menjadi Rachmat Hidayat, saya tidak memakai nama keluarga Tengker lagi, karena ketika mengabarkan kepada keluarga saya di Manado bahwa saya masuk Islam, mereka murka sekali, papa menyatakan tidak akan mengakui saya sebagai anaknya, Oma bahkan mengutuk saya melarat bersama para pendosa Islam dan menyatakan bahwa saya telah disihir orang Islam.

Lalu saya juga memperoleh surat dari keluarga yang diberikan oleh mantan pembantu saya di rumah dinas, bahwa keluarga saya sekarang tidak mengakui saya lagi dan menyatakan mencabut hak waris dalam marga saya dan saya tidak diperkenankan menyandang nama keluarga Tengker lagi. Bahkan dalam surat itu, papa menyatakan jikalau saya akhirnya dianiaya atau dibunuh oleh pihak Gereja, mereka gembira karena itu merupakan sarana penebus dosa saya kepada “tuhan” Yesus. Naudzubillah! Ya Allah, maafkan keluarga saya ini. Mereka berkata begini karena mereka tidak mengerti hakekat ke”tuhan”an-Mu yang sesungguhnya.


CATATAN:
Bagi yang menganggap kisah di atas adalah HOAX, silahkan download pembuktiannya di sini.


Tuesday, January 5, 2016

Kristenisasi Tuesday, January 5, 2016



KRISTENISASI

 Arti Kristenisasi 
1. Yang dinamakan kristenisasi ialah mengkristenkan orang atau membuat seseorang memeluk agama Kristen. Arti kata-kata itu menurut istilah ialah: mengkristenkan orang secara besar-besaran dengan segala daya upaya yang mungkin agar supaya adat dan pergaulan dalam masyarakat mencerminkan ajaran agama Kristen. Masyarakat yang demikian akan lebih melancarkan tersiar luasnya agama Kristen. Akhirnya kehidupan rohani dan sosial penduduk diatur dan berpusat ke gereja. 

2. Kristenisasi tidak hanya dilancarkan terhadap orang-orang yang belum memeluk agama atau mereka yang memeluk agama animisme saja, tetapi juga ditujukan terhadap orang yang telah memeluk agama Islam. Pengkristenan dipercayai sebagai satu tugas suci yang dalam keadaan bagaimanapun tidak boleh ditinggalkan. Mengkristenkan orang dianggap sebagai membawa kembali anak-anak domba yang tersesat, dibawa kembali kepada induknya. Manusia-manusia sebagai anak domba akan dibawa kepada kerajaan Allah. 

3. Kristenisasi adalah usaha internasional, artinya mereka bermaksud menyebarkan agama Kristen ke seluruh dunia. Dapat diakui bahwa ini adalah mutlak hak asasi mereka, sebagaimana orang Muslimin-pun mempunyai tugas menyiarkan Islam ke seluruh dunia. Namun demikian memang perlu sama-sama disadari perlunya suatu garis pengamanan yang dapat menghindarkan terjadinya pergesekan dan perselisihan, sehingga masing-masing pemeluk agama tertentu tidak merasa cemas untuk dipaksa atau dibujuk atau diusahakan pindahnya kepada agama lain. Garis ini harus jelas dan ditaati terutama oleh para pemeluk agama yang telah disahkan oleh Negara Republik Indonesia seperti misalnya agama Islam dan Kristen (Masehi). 

4. Pada tanggal 30 Nopember 1967 Pemerintah mengadakan Musyawarah Antar Agama bertempat di gedung Dewan Pertimbangan Agung Jakarta, dengan maksud antara lain untuk membina saling pengertian dan saling toleransi antara pemeluk-pemeluk agama terutama Islam dan Masehi. Dalam sambutan tertulis Jenderal Suharto pada waktu itu, Pejabat Presiden Republik Indonesia, menyatakan keprihatinannya atas kenyataan bahwa penyiaran agama masih dilakukan orang terhadap mereka yang telah memeluk agama tertentu. Dijiwai oleh sambutan Pejabat Presiden itu maka pihak umat Islam mengusulkan rumusan persetujuan, yaitu: rakyat yang telah beragama jangan dijadikan sasaran penyebaran agama lain. Pihak Masehi menolak keras usul itu. Maka dicoba untuk mengadakan pertukaran pikiran dan pendekatan-pendekatan namun sia-sia, yang mengakibatkan musyawarah yang berlangsung hampir 24 jam itu tidak menghasilkan sesuatu yang kongkrit. 

5. Kristenisasi dalam pengertian politik ialah: berusaha untuk lahirnya undang-undang ataupun peraturan atau tindakan dan sikap penguasa, yang memberi kesempatan lebih banyak lagi bagi tersiarnya agama itu atau menguntungkan bagi agama itu. Apabila penyebaran dalam masyarakat telah berhasil dan dalam bidang politik berhasil pula, maka terbukalah jalan yang selebar-lebarnya untuk menjadikan keseluruhan masyarakat bernapaskan Kristen, sehingga diharapkan dengan cepat umat Kristen akan menjadi mayoritas, seperti umpamanya kejadian di Pilipina, yang sekarang ini ternyata menjadi basis perluasan ke seluruh Asia Tenggara. 

6. Usaha Kristenisasi itu dilakukan dengan segala daya, beaya peralatan yang lengkap, rencana yang masak, tehnik yang tinggi, kemauan dan kesungguhan yang mantap dan kuat, keyakinan yang mendalam serta melalui segala jalan dan saluran yang meresap dalam hampir semua aspek kehidupan manusia: sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, politik dan segala macam hiburan.


Baca selangkapnya:
Sumber: Media Isnet
Siapa Sebenarnya Juruselamat Dunia?
Oleh Yohannes Baptista Sariyanto Siswosoebroto 
Penerbit PERSATUAN 
Jln. KHA Dahlan 103, Yogyakarta, 1977
________________________________________

Sunday, June 8, 2014

Masalah Kristenisasi Pasca Musibah Sunday, June 8, 2014


Nasehat dan Renungan dalam masalah Kristenisasi di Aceh pasca gempa dan badai Tsunami
(Nasihat ini juga tepat untuk musibah di Jogjakarta, Klaten akhir-akhir ini, atau musibah di tempat lainnya, - red)

Pertanyaan"Setelah terjadi gempa di Indonesia, yayasan-yayasan misi kristenisasi masuk untuk mengkristenkan (kaum muslimin yang tertimpa musibah). Dan telah murtad sebagian orang karena butuhnya mereka kepada makanan. Maka,  apa nasehat Anda dalam masalah ini, dan apa nasehat Anda bagi para da'i Salafy di Indonesia? Jazakumumullahu khairol jaza'. Dan kami meminta agar Anda mendo'akan kami agar Allah mengokohkan kita di atas Islam.

Jawaban dari Asy Syaikh Yahya bin Ali al Haajuri, Ulama Yaman,
Ini memang menjadi kesempatan bagi Nashara dan kesempatan bagi para penginjil untuk memurtadkan kaum muslimin. Di negeri kita (Yaman) di kota Jabalah, ada beberapa penginjil yang berusaha mengkristenkan kaum muslimin. Mereka bergerak di rumah sakit Jabalah. Mereka sibuk bekerja untuk menashranikan kaum muslimin dengan memberikan bantuan-bantuan kepada yang sakit dengan harta yang memang mereka didanai oleh yayasan yang bekerja untuk itu. Nama yayasan itu beraneka ragam [di Indonesia, simbol-simbol mereka yakni kemanusiaan, kasih, tanda salib red cross, dst, red]

Hasilnya, ada sebagian kaum muslimin menjadi nashrani. Mereka tulis surat proposal yang menerangkan keadaan ini kepada yayasan-yayasan mereka untuk mendanai yang kafir menurut mereka- atau untuk meminta suntikan dana segar lagi. Apalagi di kalangan para wanita dan di kalangan orang awam, pria dan wanita, mereka sibuk bekerja demikian karena memang manusia membutuhkan bantuan. Itu mereka lakukan di tempat-tempat orang miskin (kumuh) seperti di Eriteria.

Orang-orang yang kesusahan dengan kefakiran mereka, dibantu dengan peralihan agama sebagai gantinya. Kadang mereka berikan makanan, minuman, dan pakaian. Dan mereka juga punya yayasan yang tugasnya merusak wanita-wanita yang ada di sekolah-sekolah, khusus, untuk memberikan fitnah bagi para wanita dan melemparkan kerancuan-kerancuan berfikir dan syahwat kepada para wanita. Apakah dalam masalah akhlak, pakaian, tabarruj (berdandan, red) atau yang lainnya. Hingga timbullah banyak kejelekan di sekolah-sekolah Yaman, sebagaimana itu bisa kalian dengar dalam pertanyaan teman-teman kita yang ada di Tihamah yang mana di tempat mereka banyak tersebar bahaya sandiwara yang bersumber dari sekolah-sekolah itu.

Tugas Ahlus Sunnah
Tugas Ahlus Sunnah, hendaknya mereka bersungguh-sungguh menjelaskan keadaan mereka para penjahat dan perusak dari kalangan nashrani. Dan menjelaskan tipuan-tipuan dan makar mereka. Dan bersungguh-sungguh menjelaskan bahaya kemurtadan dari Islam. Ingatkan mereka seperti yang didalam firman Allah:

وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ ﴿٢١٧﴾    البقرة: ٢١٧

"Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (QS Al Baqoroh: 217)

Siapa yang mati dalam keadaan murtad, gugur amalnya di akhirat. Dan dia termasuk orang yang merugi, seperti dalam firman Allah(yang artinya):

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ ﴿۸٥﴾ آل عمران: ۸٥

"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (QS Ali 'Imran: 85)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ﴿١۰٢﴾  آل عمران: ١۰٢   

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS. Ali 'Imran: 102)

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ ﴿٧۸﴾ كَانُوا لاَ يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ ﴿٧۹﴾ تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ ﴿۸۰﴾  المائدة: ٧۸ - ۸۰ 

"Telah dila`nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. [79] Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. [80] Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan." (QS Al Maidah: 78 - 80)

(Katakan kepada mereka -pent) Mengapa kalian mau bergabung dengan ummat yang terkutuk ini dan terancam dengan ancaman yang mengerikan ini?!

Allah berfirman,

مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ كَانَا يَأْكُلاَنِ الطَّعَامَ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّى يُؤْفَكُونَ ﴿٧٥﴾  المائدة: ٧٥ 

"Al Masih putera Maryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu)." (QS Al Maaidah: 75)

Mayoritas mereka adalah orang yang mengorbankan agama mereka dengan sedikit dunia, bukan dunia yang luas. Tidak boleh bagi siapapun untuk mengorbankan agamanya dengan hal-hal ini. Dan bila dia mati dalam keadaan murtad, akan rugi di dunianya dan akhiratnya.

فَاعْبُدُوا مَا شِئْتُمْ مِنْ دُونِهِ قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلاَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ ﴿١٥﴾  الزمر: ١٥ 

"Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia. Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat". Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata." (QS Az Zumar: 15)

Selayaknya disebarkan diantara mereka dalil-dalil yang berisikan perintah bertawakkal kepada Allah, dan siapa bertaqwa kepada Allah serta bersandar kepadanya akan diberi rizki oleh Allah dan diberi kelapangan.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ﴿٢﴾ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا ﴿۳﴾  الطلاق: ٢ - ۳ 

"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. [3] Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya." (QS. Ath Tholaq: 3)

Dan hendaklah mereka dianjurkan untuk menjalani sebab mendapatkan rizki, dan sebab selamat dari fitnah. Dan diantara sebab agar mendapatkan rizki adalah dengan bertaqwa kepada Allah, menjauhi orang-orang Nashara dan keluar dari mereka jika dia berada ditengah-tengah mereka.

وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا ﴿١۰۰﴾  النساء: ١۰۰ 

"Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS An Nisaa: 100)

Dan hendaknya menganjurkan mereka untuk menuntut ilmu, karena menuntut ilmu yang syar'i menurut Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam adalah termasuk sebab mendapatkan rizki yang baik, berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada seorang yang mendanai saudaranya yang saudaranya selalu datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam (untuk belajar-pent) tidak membantunya dalam kerja. Maka beliau berkata kepadanya: " engkau diberi rizki karena dia. " Yaitu karena sebab menuntut ilmu dan sebab bantuanmu kepadanya, yang dia adalah seorang penuntut ilmu, engkau mendapat rizki.

Jelaskan kepada mereka bahwa kekuasaan itu di tangan Allah Ta'ala. Dia memberikan kepada siapa yang Dia sukai.

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿٢٦﴾  آل عمران: ٢٦ 

"Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Ali 'Imran: 26)

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ ﴿٢٧﴾  الشورى: ٢٧ 

"Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat."  (QS Asy Syuura: 27)

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلاَهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا ﴿١۸﴾ وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا ﴿١۹﴾  الإسراء: ١۸ - ١۹ 

"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. [19] Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu'min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik." (QS Al Isroo: 18 - 19)

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لاَ يُبْخَسُونَ ﴿١٥﴾ أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ إِلاَّ النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿١٦﴾  هود: ١٥ - ١٦ 

"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. [16] Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan?" (QS Huud: 15 - 16)

Dalam shahih Bukhori dan Muslim dari hadits 'Amr bin Auf radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku takutkan pada kalian. Akan tetapi (yang aku takutkan- pent) apabila dibukakan kepada kalian dunia, sebagaimana yang telah dbukakan kepada ummat sebelum kalian. Kemudian kalian saling berlomba-lomba mengejarnya, sebagaimana dulu mereka berlomba-lomba mengejarnya. Maka dunia itu membinasakan kalian sebagaimana dia telah membinasakan ummat sebelum kalian."
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ﴿٢﴾ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. [3] Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya." (QS Ath Tholaaq: 2 - 3)

Kaum muslimin wajib bersandar kepada Allah dan bertawakkal kepadanya serta janganlah seseorang rela agamanya ditukar dengan dunia.

Dalam shohih Bukhari dan Muslim dari hadits Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Siapa yang tiga hal ini ada pada dirinya, maka dia telah merasakan manisnya iman; Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai dari yang selain keduanya. Dia menyintai seseorang karena Allah. Dan benci kembali kepada kekafiran setelah Allah selamatkan dia sebagaimana dia benci kalau dilempar ke neraka."
Iman seseorang akan benar jika tiga hal ini ada pada dirinya. Dia akan rasakan manisnya iman dalam hatinya. Dan cinta kepada Allah dan rasul-Nya yang sempurna yang tidak ada sesuatupun yang bisa menentangnya. Dia cinta kepada agama Allah yang benar ini dan membenci orang kafir serta pengikut kekufuran. Nabi shallallahu'alaihi wa alaihi wa sallam bersabda:
"Manisnya iman akan dirasakan bila dia rela dengan Allah sebagai sesembahan yang benar, Islam sebagai agama dan dengan Muhammad shallallahu 'alaihi wa alihi wa sallam sebagai rasul."
Kita saling berwasiat kepada mereka dan semua kaum muslimin untuk bertaqwa kepada Allah pada diri-diri mereka, karena siapa yang mati dalam kekufuran berarti dia menjadi penghuni neraka.

Allah berfirman,

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ ﴿٦٥﴾  الزمر: ٦٥ 

"Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." (QS Az Zumar: 65)

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ ﴿٧٢﴾  المائدة: ٧٢ 


"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun." (QS Al Maaidah: 72)

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا ﴿٤۸﴾

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (QS An Nisaa: 48)

Orang Nasrani dan Yahudi adalah orang kafir lagi musyrik. Segala agama yang bukan Islam adalah kafir kepada Allah. Dan siapa yang Mati diatas kesyirikan, kekal di neraka dan yang kafir kepada Allah kekal di neraka.

وَنَادَوْا يَامَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ ﴿٧٧﴾ لَقَدْ جِئْنَاكُمْ بِالْحَقِّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَكُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ ﴿٧۸﴾  الزخرف: ٧٦ - ٧۸ 

"Mereka berseru: "Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja". Dia menjawab: "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)". [78] Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu." (QS Az Zukhruf: 76 - 78)

وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لاَ يُقْضَى عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلاَ يُخَفَّفُ عَنْهُمْ مِنْ عَذَابِهَا كَذَلِكَ نَجْزِي كُلَّ كَفُورٍ ﴿۳٦﴾ وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ ﴿۳٧﴾  فاطر: ۳٦ - ۳٧ 

"Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah kami membalas setiap orang yang sangat kafir. [37] Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun." (QS Faathir: 36 - 37)

Dalam shohih bahwa Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam bersabda:
"Nanti pada hari kiamat akan didatangkan penghuni dunia yang paling banyak merasakan nikmat -yang dia penghuni neraka-, kemudian dia dicelupkan kedalam neraka sekali celup kemudian Allah berkata kepadanya: hai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan kenikmatan walau sedikit? Apakah engkau pernah melihat kenikmatan walau sedikit? Dia menjawab: Tidak, demi Allah. Dan akan didatangkan penghuni dunia yang paling sengsara -tapi penghuni surga-, kemudian dia dicelupkan sekali celup kedalam surga kemudian Allah berkata: hai anak Adam, apakah engkau pernah melihat kesengsaraan walau sekali? Pernahkah engkau merasakan kesengsaraan walau sedikit. Dia berkata: Tidak pernah, demi Allah. "
Artinya: Seorang mukmin akan melupakan segala kesulitan dan kesengsaraan yang telah dia rasakan selama dia bertauhid kepada Allah dan diatas Islam yang benar. Bila dia mati, dia akan melupakan itu semua dibandingkan dengan kenikmatan surga. Sedangkan orang kafir, dia akan melupakan segala nikmat yang dia rasakan dengan hanya sekali celup di neraka.

Dalam shohih Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata; Sesubngguhnya Nabi shallatlahu 'alaihi wa atihi wa sallam bersabda:

"Dunia adalah penjara bagi seorang mukmin dan surga bagi orang kafir. "

Artinya: Seorang mukmin didunia jika dibandingkan dengan kenikmatan yang telah Allah janjikan baginya di akhirat bagai di penjara.

Dalam shahih Muslim dari hadits Shuhaib bin Sinan radhiyallahu anhu:
"Sangat mengagumkan keadaan seorang mukmin. Semua keadaannya baik baginya. Jika dia tertimpa musibah, dia sabar. Dan itu baik baginya. Jika dia tertimpa kesenangan, dia bersyukur. Dan itu baik baginya."
Itu tidak akan didapatkan melainkan oleh seorang mukmin. Hadits ini memang sangat hebat.

Dalam shohih Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa atihi wa sallam bersabda:
"Surga dihijab dengan kesusahan dan neraka dihijab dengan syahwat. " Dalam shohihain dengan lafaz "dilingkupi ".
Kita memohon kepada Allah agar memberikan taufiq-Nya kepada kita dan semua kaum muslimin menuju apa yang Dia cintai dan ridhoi.

Salah seorang pendengar berkata: "Wahai syaikh, dimana yayasan-yayasan dan jum'iyyah-jum'iyyah yang mengaku membantu kaum muslimin?"

Kata syaikh: "Para tokoh yayasan yang mengaku membantu kaum muslimin yang tertimpa musibah, mereka berkelit darinya dengan alasan ini dana untuk anak yatim dan banyak keperluan lainnya, hai Abu Bakr. Benar, mereka mempermainkan harta kaum muslimin. Tentu demi Allah, mereka ini sangat butuh bantuan dan pertolongan agar tetap kokoh diatas islam dan agar tidak ada kesempatan bagi orang nashrani untuk memperdaya dan memurtadkan kaum muslimin. Karena dunia, banyak orang tidak mebedakan apa yang dia makan dan minum."

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَى وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ ﴿١١﴾  الحج: ١١ 

"Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata." (QS Al Hajj: 11)

Demikianlah yang Allah katakan tentang jenis ini. Jenis ini harus dihibur, diteguhkan, dibantu menurut kemampuan. Bantulah agar mereka tetap berada dalam nikmat yang masih mereka miliki, yaitu nikmat islam dan nikmat lainnya yang Allah berikan padanya. Sebab, nikmat yang paling besar yang dimiliki seorang hamba adalah nikmat Islam. Allah Ta'ala berfirman :

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينً

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (QS Al Maaidah: 3)

Nikmat Islam membuat darah terjaga dari penumpahan, kehormatan dari pengrusakan, harta dari perampasan dan segala yang memiliki hak akan terjaga, seperti hak hewan, tumbuhan, binatang melata dan juga untuk anak Adam. Segala yang memiliki hak, haknya akan ditunaikan. Demi Allah. kalaulah orang yahudi dan nashrani serta semua orang kafir tahu kebaikan apa yang ada dalam Islam dan Allah beri taufiq mereka- niscaya mereka tidak akan ragu terhadap Islam. Tapi, bentuk Islam yang datang kepada mereka adalah bentuk yang dibuat menakutkan.

Sebagian mereka Allah inginkan sebagai bahan bakar Jahannam. Ada juga da'I yang berada diantara orang kafir yang menampilkan islam dalam bentuk yang jelek. Orang-orang munafik dan para orientalis, mereka menampilkan Islam dalam bentuk yang jelek. Akibatnya Islam yang datang kepada mereka dalam bentuk yang tidak asli yang Allah datangkan dalam kitab-Nya dan yang dijelaskan oleh rasulullah shallallahu'alaihi wa alihi wa sallam dalam Sunnah.

وَلَوْ أَنَّنَا نَزَّلْنَا إِلَيْهِمُ الْمَلاَئِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتَى وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلاً مَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا إِلاَّ أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ ﴿١١١﴾  الأنعام: ١١١ 

"Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (QS Al An'aam: 111)

إِنَّمَا يَسْتَجِيبُ الَّذِينَ يَسْمَعُونَ وَالْمَوْتَى يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ ثُمَّ إِلَيْهِ يُرْجَعُونَ ﴿۳٦﴾  الأنعام: ۳٦ 


"Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati (hatinya), akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya-lah mereka dikembalikan." (QS Al An'aam: 36)

فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ ﴿٥۰﴾ وَلَقَدْ وَصَّلْنَا لَهُمُ الْقَوْلَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ ﴿٥١﴾  القصص: ٥۰ - ٥١ 

"Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [51] Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al Qur'an) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran." (QS Al Qoshosh: 50 - 51)

Segala puji bagi Allah rabbul 'alamin.
Medan Krio 02-02 2005.

Dialih bahasakan oleh :
Abu Mu'awiyah Muhammad Ali Al Medani.

[Nasihat diberikan oleh Ulama Yaman Syaikh Abu Abdirrahman Yahya bin Ali Al Hajuri hafizhohullah, direkam tgl 25 Dzul Qa'dah 1425, Kamis setelah 'Ashar. Alih bahasa oleh Al Ustadz Abu Mu'awiyah Muhammad Ali Al Medani. Dimuat dalam Buletin Dakwah Al Minhaj Edisi VI/Th.I, Medan.]

Masalah Kristenisasi Pasca Musibah


Nasehat dan Renungan dalam masalah Kristenisasi di Aceh pasca gempa dan badai Tsunami

[Nasihat ini juga tepat untuk musibah di Jogjakarta, Klaten akhir-akhir ini, atau musibah di tempat lainnya, red]

Soal: "Setelah terjadi gempa di Indonesia, yayasan-yayasan misi kristenisasi masuk untuk mengkristenkan (kaum muslimin yang tertimpa musibah). Dan telah murtad sebagian orang karena butuhnya mereka kepada makanan. Maka...

1. Apa nasehat Anda dalam masalah ini ?
2. Apa nasehat Anda bagi para da'i Salafy di Indonesia? Jazakumumullahu khairol jaza'.

Dan kami meminta agar Anda mendo'akan kami agar Allah mengokohkan kita di atas Islam.

Jawaban dari Asy Syaikh Yahya bin Ali al Haajuri, Ulama Yaman :

Ini memang menjadi kesempatan bagi Nashara dan kesempatan bagi para penginjil untuk memurtadkan kaum muslimin. Di negeri kita (Yaman) di kota Jabalah, ada beberapa penginjil yang berusaha mengkristenkan kaum muslimin. Mereka bergerak di rumah sakit Jabalah. Mereka sibuk bekerja untuk menashranikan kaum muslimin dengan memberikan bantuan-bantuan kepada yang sakit dengan harta yang memang mereka didanai oleh yayasan yang bekerja untuk itu. Nama yayasan itu beraneka ragam [di Indonesia, simbol-simbol mereka yakni kemanusiaan, kasih, tanda salib red cross, dst, red]

Hasilnya, ada sebagian kaum muslimin menjadi nashrani. Mereka tulis surat proposal yang menerangkan keadaan ini kepada yayasan-yayasan mereka untuk mendanai yang kafir menurut mereka- atau untuk meminta suntikan dana segar lagi. Apalagi di kalangan para wanita dan di kalangan orang awam, pria dan wanita, mereka sibuk bekerja demikian karena memang manusia membutuhkan bantuan. Itu mereka lakukan di tempat-tempat orang miskin (kumuh) seperti di Eriteria.

Orang-orang yang kesusahan dengan kefakiran mereka, dibantu dengan peralihan agama sebagai gantinya. Kadang mereka berikan makanan, minuman, dan pakaian. Dan mereka juga punya yayasan yang tugasnya merusak wanita-wanita yang ada di sekolah-sekolah, khusus, untuk memberikan fitnah bagi para wanita dan melemparkan kerancuan-kerancuan berfikir dan syahwat kepada para wanita. Apakah dalam masalah akhlak, pakaian, tabarruj (berdandan, red) atau yang lainnya. Hingga timbullah banyak kejelekan di sekolah-sekolah Yaman, sebagaimana itu bisa kalian dengar dalam pertanyaan teman-teman kita yang ada di Tihamah yang mana di tempat mereka banyak tersebar bahaya sandiwara yang bersumber dari sekolah-sekolah itu.


Tugas Ahlus Sunnah
Tugas Ahlus Sunnah, hendaknya mereka bersungguh-sungguh menjelaskan keadaan mereka para penjahat dan perusak dari kalangan nashrani. Dan menjelaskan tipuan-tipuan dan makar mereka. Dan bersungguh-sungguh menjelaskan bahaya kemurtadan dari Islam. Ingatkan mereka seperti yang didalam firman Allah:

وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ ﴿٢١٧﴾    البقرة: ٢١٧

"Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (QS Al Baqoroh: 217)

Siapa yang mati dalam keadaan murtad, gugur amalnya di akhirat. Dan dia termasuk orang yang merugi, seperti dalam firman Allah(yang artinya):

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ ﴿۸٥﴾ آل عمران: ۸٥

"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (QS Ali 'Imran: 85)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ﴿١۰٢﴾  آل عمران: ١۰٢   

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS. Ali 'Imran: 102)

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ ﴿٧۸﴾ كَانُوا لاَ يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ ﴿٧۹﴾ تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ ﴿۸۰﴾  المائدة: ٧۸ - ۸۰ 

"Telah dila`nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. [79] Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. [80] Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan." (QS Al Maidah: 78 - 80)

(Katakan kepada mereka -pent) Mengapa kalian mau bergabung dengan ummat yang terkutuk ini dan terancam dengan ancaman yang mengerikan ini?!

Allah berfirman,

مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ كَانَا يَأْكُلاَنِ الطَّعَامَ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّى يُؤْفَكُونَ ﴿٧٥﴾  المائدة: ٧٥ 

"Al Masih putera Maryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu)." (QS Al Maaidah: 75)

Mayoritas mereka adalah orang yang mengorbankan agama mereka dengan sedikit dunia, bukan dunia yang luas. Tidak boleh bagi siapapun untuk mengorbankan agamanya dengan hal-hal ini. Dan bila dia mati dalam keadaan murtad, akan rugi di dunianya dan akhiratnya.

فَاعْبُدُوا مَا شِئْتُمْ مِنْ دُونِهِ قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلاَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ ﴿١٥﴾  الزمر: ١٥ 

"Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia. Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat". Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata." (QS Az Zumar: 15)

Selayaknya disebarkan diantara mereka dalil-dalil yang berisikan perintah bertawakkal kepada Allah, dan siapa bertaqwa kepada Allah serta bersandar kepadanya akan diberi rizki oleh Allah dan diberi kelapangan.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ﴿٢﴾ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا ﴿۳﴾  الطلاق: ٢ - ۳ 

"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. [3] Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya." (QS. Ath Tholaq: 3)

Dan hendaklah mereka dianjurkan untuk menjalani sebab mendapatkan rizki, dan sebab selamat dari fitnah. Dan diantara sebab agar mendapatkan rizki adalah dengan bertaqwa kepada Allah, menjauhi orang-orang Nashara dan keluar dari mereka jika dia berada ditengah-tengah mereka.

وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا ﴿١۰۰﴾  النساء: ١۰۰ 

"Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS An Nisaa: 100)

Dan hendaknya menganjurkan mereka untuk menuntut ilmu, karena menuntut ilmu yang syar'i menurut Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam adalah termasuk sebab mendapatkan rizki yang baik, berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada seorang yang mendanai saudaranya yang saudaranya selalu datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam (untuk belajar-pent) tidak membantunya dalam kerja. Maka beliau berkata kepadanya: " engkau diberi rizki karena dia. " Yaitu karena sebab menuntut ilmu dan sebab bantuanmu kepadanya, yang dia adalah seorang penuntut ilmu, engkau mendapat rizki.

Jelaskan kepada mereka bahwa kekuasaan itu di tangan Allah Ta'ala. Dia memberikan kepada siapa yang Dia sukai.

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿٢٦﴾  آل عمران: ٢٦ 

"Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Ali 'Imran: 26)

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ ﴿٢٧﴾  الشورى: ٢٧ 

"Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat."  (QS Asy Syuura: 27)

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلاَهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا ﴿١۸﴾ وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا ﴿١۹﴾  الإسراء: ١۸ - ١۹ 

"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. [19] Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu'min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik." (QS Al Isroo: 18 - 19)

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لاَ يُبْخَسُونَ ﴿١٥﴾ أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ إِلاَّ النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿١٦﴾  هود: ١٥ - ١٦ 

"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. [16] Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan?" (QS Huud: 15 - 16)

Dalam shahih Bukhori dan Muslim dari hadits 'Amr bin Auf radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku takutkan pada kalian. Akan tetapi (yang aku takutkan- pent) apabila dibukakan kepada kalian dunia, sebagaimana yang telah dbukakan kepada ummat sebelum kalian. Kemudian kalian saling berlomba-lomba mengejarnya, sebagaimana dulu mereka berlomba-lomba mengejarnya. Maka dunia itu membinasakan kalian sebagaimana dia telah membinasakan ummat sebelum kalian."
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ﴿٢﴾ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. [3] Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya." (QS Ath Tholaaq: 2 - 3)

Kaum muslimin wajib bersandar kepada Allah dan bertawakkal kepadanya serta janganlah seseorang rela agamanya ditukar dengan dunia.

Dalam shohih Bukhari dan Muslim dari hadits Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Siapa yang tiga hal ini ada pada dirinya, maka dia telah merasakan manisnya iman; Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai dari yang selain keduanya. Dia menyintai seseorang karena Allah. Dan benci kembali kepada kekafiran setelah Allah selamatkan dia sebagaimana dia benci kalau dilempar ke neraka."
Iman seseorang akan benar jika tiga hal ini ada pada dirinya. Dia akan rasakan manisnya iman dalam hatinya. Dan cinta kepada Allah dan rasul-Nya yang sempurna yang tidak ada sesuatupun yang bisa menentangnya. Dia cinta kepada agama Allah yang benar ini dan membenci orang kafir serta pengikut kekufuran. Nabi shallallahu'alaihi wa alaihi wa sallam bersabda:
"Manisnya iman akan dirasakan bila dia rela dengan Allah sebagai sesembahan yang benar, Islam sebagai agama dan dengan Muhammad shallallahu 'alaihi wa alihi wa sallam sebagai rasul."
Kita saling berwasiat kepada mereka dan semua kaum muslimin untuk bertaqwa kepada Allah pada diri-diri mereka, karena siapa yang mati dalam kekufuran berarti dia menjadi penghuni neraka.

Allah berfirman,

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ ﴿٦٥﴾  الزمر: ٦٥ 

"Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." (QS Az Zumar: 65)

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ ﴿٧٢﴾  المائدة: ٧٢ 

"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun." (QS Al Maaidah: 72)

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا ﴿٤۸﴾

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (QS An Nisaa: 48)

Orang Nasrani dan Yahudi adalah orang kafir lagi musyrik. Segala agama yang bukan Islam adalah kafir kepada Allah. Dan siapa yang Mati diatas kesyirikan, kekal di neraka dan yang kafir kepada Allah kekal di neraka.

وَنَادَوْا يَامَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ ﴿٧٧﴾ لَقَدْ جِئْنَاكُمْ بِالْحَقِّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَكُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ ﴿٧۸﴾  الزخرف: ٧٦ - ٧۸ 

"Mereka berseru: "Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja". Dia menjawab: "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)". [78] Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu." (QS Az Zukhruf: 76 - 78)

وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لاَ يُقْضَى عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلاَ يُخَفَّفُ عَنْهُمْ مِنْ عَذَابِهَا كَذَلِكَ نَجْزِي كُلَّ كَفُورٍ ﴿۳٦﴾ وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ ﴿۳٧﴾  فاطر: ۳٦ - ۳٧ 

"Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah kami membalas setiap orang yang sangat kafir. [37] Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun." (QS Faathir: 36 - 37)

Dalam shohih bahwa Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam bersabda:
"Nanti pada hari kiamat akan didatangkan penghuni dunia yang paling banyak merasakan nikmat -yang dia penghuni neraka-, kemudian dia dicelupkan kedalam neraka sekali celup kemudian Allah berkata kepadanya: hai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan kenikmatan walau sedikit? Apakah engkau pernah melihat kenikmatan walau sedikit? Dia menjawab: Tidak, demi Allah. Dan akan didatangkan penghuni dunia yang paling sengsara -tapi penghuni surga-, kemudian dia dicelupkan sekali celup kedalam surga kemudian Allah berkata: hai anak Adam, apakah engkau pernah melihat kesengsaraan walau sekali? Pernahkah engkau merasakan kesengsaraan walau sedikit. Dia berkata: Tidak pernah, demi Allah. "
Artinya: Seorang mukmin akan melupakan segala kesulitan dan kesengsaraan yang telah dia rasakan selama dia bertauhid kepada Allah dan diatas Islam yang benar. Bila dia mati, dia akan melupakan itu semua dibandingkan dengan kenikmatan surga. Sedangkan orang kafir, dia akan melupakan segala nikmat yang dia rasakan dengan hanya sekali celup di neraka.

Dalam shohih Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata; Sesubngguhnya Nabi shallatlahu 'alaihi wa atihi wa sallam bersabda:

"Dunia adalah penjara bagi seorang mukmin dan surga bagi orang kafir. "

Artinya: Seorang mukmin didunia jika dibandingkan dengan kenikmatan yang telah Allah janjikan baginya di akhirat bagai di penjara.

Dalam shahih Muslim dari hadits Shuhaib bin Sinan radhiyallahu anhu:
"Sangat mengagumkan keadaan seorang mukmin. Semua keadaannya baik baginya. Jika dia tertimpa musibah, dia sabar. Dan itu baik baginya. Jika dia tertimpa kesenangan, dia bersyukur. Dan itu baik baginya."
Itu tidak akan didapatkan melainkan oleh seorang mukmin. Hadits ini memang sangat hebat.

Dalam shohih Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa atihi wa sallam bersabda:
"Surga dihijab dengan kesusahan dan neraka dihijab dengan syahwat. "Dalam shohihain dengan lafaz "dilingkupi".
Kita memohon kepada Allah agar memberikan taufiq-Nya kepada kita dan semua kaum muslimin menuju apa yang Dia cintai dan ridhoi.

Salah seorang pendengar berkata: "Wahai syaikh, dimana yayasan-yayasan dan jum'iyyah-jum'iyyah yang mengaku membantu kaum muslimin?"

Kata syaikh: "Para tokoh yayasan yang mengaku membantu kaum muslimin yang tertimpa musibah, mereka berkelit darinya dengan alasan ini dana untuk anak yatim dan banyak keperluan lainnya, hai Abu Bakr. Benar, mereka mempermainkan harta kaum muslimin. Tentu demi Allah, mereka ini sangat butuh bantuan dan pertolongan agar tetap kokoh diatas islam dan agar tidak ada kesempatan bagi orang nashrani untuk memperdaya dan memurtadkan kaum muslimin. Karena dunia, banyak orang tidak mebedakan apa yang dia makan dan minum."

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَى وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ ﴿١١﴾  الحج: ١١ 

"Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata." (QS Al Hajj: 11)

Demikianlah yang Allah katakan tentang jenis ini. Jenis ini harus dihibur, diteguhkan, dibantu menurut kemampuan. Bantulah agar mereka tetap berada dalam nikmat yang masih mereka miliki, yaitu nikmat islam dan nikmat lainnya yang Allah berikan padanya. Sebab, nikmat yang paling besar yang dimiliki seorang hamba adalah nikmat Islam. Allah Ta'ala berfirman :

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينً

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (QS Al Maaidah: 3)

Nikmat Islam membuat darah terjaga dari penumpahan, kehormatan dari pengrusakan, harta dari perampasan dan segala yang memiliki hak akan terjaga, seperti hak hewan, tumbuhan, binatang melata dan juga untuk anak Adam. Segala yang memiliki hak, haknya akan ditunaikan. Demi Allah. kalaulah orang yahudi dan nashrani serta semua orang kafir tahu kebaikan apa yang ada dalam Islam dan Allah beri taufiq mereka- niscaya mereka tidak akan ragu terhadap Islam. Tapi, bentuk Islam yang datang kepada mereka adalah bentuk yang dibuat menakutkan.

Sebagian mereka Allah inginkan sebagai bahan bakar Jahannam. Ada juga da'I yang berada diantara orang kafir yang menampilkan islam dalam bentuk yang jelek. Orang-orang munafik dan para orientalis, mereka menampilkan Islam dalam bentuk yang jelek. Akibatnya Islam yang datang kepada mereka dalam bentuk yang tidak asli yang Allah datangkan dalam kitab-Nya dan yang dijelaskan oleh rasulullah shallallahu'alaihi wa alihi wa sallam dalam Sunnah.

وَلَوْ أَنَّنَا نَزَّلْنَا إِلَيْهِمُ الْمَلاَئِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتَى وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلاً مَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا إِلاَّ أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ ﴿١١١﴾  الأنعام: ١١١ 

"Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (QS Al An'aam: 111)

إِنَّمَا يَسْتَجِيبُ الَّذِينَ يَسْمَعُونَ وَالْمَوْتَى يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ ثُمَّ إِلَيْهِ يُرْجَعُونَ ﴿۳٦﴾  الأنعام: ۳٦ 

"Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati (hatinya), akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya-lah mereka dikembalikan." (QS Al An'aam: 36)

فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ ﴿٥۰﴾ وَلَقَدْ وَصَّلْنَا لَهُمُ الْقَوْلَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ ﴿٥١﴾  القصص: ٥۰ - ٥١ 

"Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [51] Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al Qur'an) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran." (QS Al Qoshosh: 50 - 51)

Segala puji bagi Allah rabbul 'alamin.
Medan Krio 02-02 2005.

Dialih bahasakan oleh :
Abu Mu'awiyah Muhammad Ali Al Medani.

(Nasihat diberikan oleh Ulama Yaman Syaikh Abu Abdirrahman Yahya bin Ali Al Hajuri hafizhohullah, direkam tgl 25 Dzul Qa'dah 1425, Kamis setelah 'Ashar. Alih bahasa oleh Al Ustadz Abu Mu'awiyah Muhammad Ali Al Medani. Dimuat dalam buletin Dakwah Al Minhaj Edisi VI/Th.I, Medan. http://www.darussalaf.or.id/index.php?name=News&file=article&sid=227)

Contact Form

Name

Email *

Message *