Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Topik. Show all posts
Showing posts with label Topik. Show all posts

Sunday, September 22, 2019

Siapa Tuhan Kristen? Sunday, September 22, 2019

DALAM 2000 TAHUN SEJARAH AGAMA DI DUNIA, TERNYATA HANYA KRISTEN YANG SAMPAI HARI INI MASIH BELUM JELAS SIAPA TUHANNYA!

Kelompok ini sejak mulai mencatatkan sejarah perkembangan keyakinan para pendirinya sudah menuai berbagai kontroversi dan perseteruan antar pengikut yang selama berabad-abad sarat dengan peristiwa-peristiwa bergelimang darah, sehingga sampai dewasa ini tercatat telah terpecah belah menjadi sekitar 38 ribu sekte (mereka sebut denominasi) di seluruh dunia.

Masing-masing kelompok yang terpecah-belah ini meyakini kelompok merekalah yang paling benar, sementara kelompok lainnya adalah bidat!

Sekalipun sama-sama mengaku sebagai umat Krsiten, tapi dari sekian banyak denominasi ini, diketahui ada yang menganut monotheis, dikenal dengan sebutan kaum Unitarian atau menyembah satu Tuhan, sementara kelompok mayoritas adalah kaum Trinitarian penganut faham politheisme yang disamarkan melalui konsep ketuhanan Tritunggal, identik dengan Trimurti dalam Hindu, yaitu tiga Tuhan dalam satu kesatuan yang manunggal.

Adapun sosok-sosok Tuhan paling menonjol yang lahir dari ketidak-sepahaman antar kelompok kristen ultra heterogen ini lalu menjadi sesembahan yang berbeda-beda di tengah-tengah mereka, adalah; ALLAH, YHWH (Yahweh), Yehovah, Bapa, Allah Bapa, Elohim, Yesus Kristus, Bunda Maria, dll, dlsb, dst, dan entah siapa lagi!

Di Indonesia, kitab umat ini menggunakan nama ALLAH yang seenaknya saja dicomot dari Al-Quran untuk menggantikan nama Bapa. Namun tiap kali disodori bukti bahwa itu sama artinya dengan mengakui bahwa Tuhan yang benar adalah ALLAH sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Quran, dengan serta merta mereka akan menolaknya mati-matian lewat dalih bahwa kata "ALLAH" dalam kitab mereka bukan dimaksudkan sebagai ALLAH dalam Al-Quran, melainkan merujuk kepada nama YHWH dalam kitab suci umat Yahudi.

Ironisnya, di sisi lain kita semua tahu bahwa Tuhan umat Yahudi yang dikenal dengan nama YHWH sama sekali tidak sama dengan apa yang diimani oleh umat Kristen - yang meyakini adanya tiga tuhan dalam satu kesatuan Tritunggal - sebab sama seperti keyakinan umat Islam tentang ALLAH, umat Yahudi juga meyakini bahwa YHWH yang mereka sembah adalah Tuhan Yang Mahatunggal, tidak bersekutu, dan tidak boleh disekutukan dengan apapun juga!
Artinya, menuliskan nama ALLAH dari kitab umat Islam ke dalam kitab Kristen tapi dimaksudkan untuk merujuk kepada YHWH dalam kitab umat Yahudi adalah sebuah logical fallacy yang betul-betul salah kaprah!
Kenapa?

PERTAMA, karena dalam konsep ketuhanan monotheisnya, umat Yahudi tidak menyebut "ALLAH" sebagai Tuhan mereka melainkan YHWH. Jadi, jika yang dimaksud oleh alkitab memang benar YHWH, kenapa tidak ditulis YHWH saja?

Tahukah anda bahwa di dalam alkitab terjemah Indonesia terbitan LAI, nama ALLAH setidaknya disebut sebanyak 398 kali, tapi tidak satu pun ditemui kata YHWH, sehingga berdasarkan argumen "mbulet' mereka sendiri tentang ALLAH dan YHWH tadi, jelas terlihat bahwa sebenarnya umat ini tidak menuhankan yang manapun di antara ALLAH, Tuhan yang disembah oleh umat Islam, dan YHWH, Tuhan yang disembah oleh umat Yahudi!

KEDUA, karena baik ALLAH maupun YHWH sama-sama tidak serupanya dengan Bapa yang diyakini oleh umat Kristen sebagai Deiti yang menyerupai makhluk; memiliki anak bernama Yesus Kristus dan "sepertiga" Roh-Nya menyempal sendiri lalu gentayangan kesana kemari mengabarkan berita-berita yang saling silang tindih tentang Bapa dan anak kepada para pengarang berbagai tulisan "saling tubruk" yang tersaji dalam format "mbulet" di dalam kitab kristen!
Jadi, karena sudah demikian jelas bahwa ALLAH dan YHWH tidak sama dengan Bapa, maka Bapa di dalam kitab Kristen yang ditulis namanya dengan kata ALLAH tapi dimaksudkan sebagai YHWH, sebenarnya bukan siapa-siapa, alias nihil, atau pada kenyataannya, SAMA SEKALI TIDAK ADA!
Tapi karena umat ini punya tiga tuhan, maka seperti lagu "Balonku Ada Lima", tentu saja hilang satu tinggal dua!

Ya! Mereka masih punya "cadangan" dua ekstra tuhan lagi - setidaknya begitu menurut keyakinan umat ini - yaitu Yesus dan Roh Kudus.

Tapi benarkah kedua oknum ini adalah tuhan?
Nanti dulu!

Dalam kitab umat ini tidak ada satu kata pun yang dapat dijadikan pembenar bahwa keduanya, atau salahsatu di antaranya, adalah tuhan. Sebaliknya, puluhan ayat yang ada justru menunjukkan dengan sangat jelas bahwa Yesus adalah anak manusia yang diutus oleh Tuhan sebagai seorang nabi, khusus dan sangat terbatas hanya untuk bangsa Israel saja!

Sedangkan Roh Kudus, sebagaimana tergambar dan tercatat melalui pekerjaan-pekerjaannya dalam kitab umat ini, sebenarnya adalah nama lain dari Malaikat Gabriel, sang pembawa wahyu!

Perdebatan tentang ini sudah berlangsung selama puluhan tahun dari satu generasi ke generasi berikutnya, namun sampai detik ini tidak ada satu orang pun dari umat ini yang dapat membuktikan kebenaran ketuhanan Yesus berdasarkan dalil-dalil dari kitab mereka sendiri kecuali lewat satu-satunya argumen pamungkas, yaitu "IMANI SAJA!"

Artinya, teori ketuhanan Tritunggal yang selama ini mereka imani dengan sepenuh hati itu sebenarnya adalah iman yang tidak bersandar pada dalil-dalil konkrit dari kitab mereka sendiri, kecuali cuma berpijak pada doktrin "IMANI SAJA!"

Dengan demikian, maka setelah hampir 20 abad berlalu, dan setelah melalui perjalanan sejarah yang amat panjang pula, ternyata sampai hari ini pun masih belum ada kejelasan yang pasti siapa sebenarnya Tuhan umat kristen!

 Kalau dipikir-pikir, sebetulnya kasihan juga ya?

Friday, January 4, 2019

Hukum Tuhan Di Mata Pengikut paulus Friday, January 4, 2019

 
Menyibak Tabir Di Balik Doktrin Kristen

HUKUM TUHAN DI MATA PENGIKUT PAULUS

Jika rajin mencermati isi alkitab, maka Hukum Tuhan berikut ini pasti sudah tidak asing lagi bagi pemerhatinya:

IMAMAT 10:9 (Hukum minum Anggur, HARAM)
IMAMAT 11:1-47 (Hukum memakan daging hewan berkaki empat yang tidak berkuku belah - termasuk babi - HARAM. Tentang ini, sekalipun kata BABI sudah "dimodifikasi" menjadi BABI HUTAN, namun ketetapan perihal "hewan berkaki empat yang tidak berkuku belah" ini tetap berlaku.
IMAMAT 15:1-33 (Hukum mengeluarkan sperma dan terkena sperma adalah NAJIS. Karenanya setelah "bertetettowet" setiap pasutri wajib mandi junub).
IMAMAT 17:12 (Hukum meminum darah atau memakan dadih, HARAM)
IMAMAT 20:1-27 (Para pelaku Zinah harus dihukum MATI)
ULANGAN 22:13-30 (Hukum menuduh isteri berzinah tanpa saksi, RAJAM sampai MATI)
ULANGAN 14:3-21 (sama dengan IMAMAT 11:1-47)
ULANGAN 23:19-20 (Hukum membungakan uang, HARAM)
MATIUS 5:29-30 (Hukum mata yang menyesatkan, CUNGKIL! Tangan yang menyesatkan, PENGGAL!)
MATIUS 18:8-9 (sama dengan MATIUS 5:29-30)
MARKUS 9:43,45,47 (sama dengan MATIUS 5:29-30, termasuk MEMENGGAL kaki!)
YOHANES 8:7 (Hukum wanita yang kedapatan berzinah, sama dengan IMAMAT 20:1-27, RAJAM sampai MATI)

Hukum Tuhan di atas tertullis dengan amat jelas di dalam alkitab yang selama ini diakui oleh umat Kristen sebagai kitab suci mereka.

Tapi kenapa kita tidak pernah mendengar ada satu manusia pun dari umat ini yang diberitakan melaksanakan hukum-hukum tsb secara konsekuen? Padahal dewasa ini sudah bukan rahasia lagi bahwa tidak sedikit dari mereka yang, baik secara teang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, sebenarnya "terkena" hukum-hukum tsb!

Jawabnya adalah; hukum yang ditandai dengan contreng hijau di atas tertulis dalam Perjanjian Lama milik umat Yahudi yang sudah "digenapi" oleh Yesus, sehingga tidak mengikat lagi bagi seluruh pengikut Paulus!

Okeh!
Anggap saja begitu.

Lantas bagaimana dengan hukum-hukum yang ditandai dengan silang merah? Bukankah itu ada dalam Perjanjian Baru yang bukan untuk umat Yahudi tapi 100% untuk umat kristen?

Kenapa tidak kalian laksanakan juga?
Coba jelaskan dulu pada kami, ALASANNYA APA?

Tolong fokus dan jelaskan saja tanpa perlu usaha keras untuk mengalihkan topik dengan OOT, tanya balik, apalagi sampai histeris!

Monggo!
Silahken!
 

Saturday, September 22, 2018

Inilah Doktrin Pokok Ketuhanan Yesus Kristus Saturday, September 22, 2018

Baca lagi bagaimana ajaibnya fantasi Paulus yang ditulis dalam surat-suratnya kepada jemaat Roma, lalu dia minta agar Lukas menguatkannya pula dalam Kisah Para Rasul seperti berikut ini:

"Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup." (Roma 14:9)

"Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." (Kisah Para Rasul 2:36)
Karena seumur hidupnya Yesus tidak pernah menjadi Tuhan, maka ia HARUS MATI dulu, supaya MENJADI Tuhan!
Artinya apa?
Paulus tahu persis bahwa seumur hidupnya Yesus memang tidak pernah menjadi Tuhan, dan celakanya, setelah digossipin mati di tiang salib sekalipun, nyatanya tetap saja Yesus tidak pernah menjadi Tuhan!

Kenapa?
Karena tidak ada Tuhan yang mati, apalagi setelah mati dibangkitkan pula oleh Tuhannya, persis seperti kita semua -- para hamba Allah -- yang setelah mati kelak, PASTI akan dibangkitkan juga oleh Allah, Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhannya Yesus!
KISAH PARA RASUL
3:13 - "Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus,"
3:26 - "... pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya ..."
4:27 - " ... bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi .. "
Jadi, tidak ada hamba yang sama dengan Tuan, apalagi sampai kebablasan diangap sebagai Tuhan!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Sunday, September 2, 2018

Error Doktrin Dosa Asal Sunday, September 2, 2018

Tela'ah sambil lalu .....

CATATAN TERCECER TENTANG DOSA ASAL

MASIH MENURUT PAULUS, tatkala Adam dan Hawa memakan buah dari pohon terlarang di Taman Eden, maka seketika itu juga dosa (asal) mereka diyakini menjalar ke setiap tubuh anak cucu mereka.
Begini dia menjelaskannya:

[Roma 5:12] Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

Salahsatu "kutuk" dari dosa asal tsb, (konon) ditegaskan pula oleh Tuhan dalam alkitab begini:

[Kejadian 3:16] Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."

Artinya, karena dosa Adam dan Hawa tadi, maka sejak dahulu kala hingga hari ini seluruh perempuan keturunan mereka yang pernah lahir ke dunia PASTI AKAN MENGALAMI KESAKITAN (luar biasa) KETIKA MELAHIRKAN!

Sedangkan BIRAHI KEPADA SUAMI, perempuan mana yang secara alamiah tidak birahi kepada suaminya? Jika mereka tidak birahi kepada suami, lantas buat apa mereka menikah dengan laki-laki yang mereka pilih untuk menjadi suaminya?

Nah, kendati kata "dosa asal" atau "dosa waris" tidak pernah kita temui dalam keseluruhan konten alkitab, namun pengikut Paulus meyakini bahwa "kematian" Yesus di tiang salib adalah bagian dari proses penebusan "kutuk dosa asal" dari Adam dan Hawa tadi.

Adapun dalil terkuat yang paling sering disebut-sebut untuk mendukung doktrin ini adalah omongan Paulus yang ini:

[1 Kor 1:30] "Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita."

[Galatia 3:13] "Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
Artinya, Paulus meyakinkan pengikutnya bahwa "kutuk dosa asal" atas setiap keturunan Adam dan Hawa tadi -- khususnya bagi mereka yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan -- dengan sendirinya sudah DITEBUS atau DIHAPUSKAN oleh Tuhan melalui peristiwa penyaliban Yesus!
Sampai di sini, ceritanya tambah menarik.
Kenapa?

Begini:
Bila omongan Paulus itu BENAR, maka bukti logis yang harus diyakini KEBENARANNYA oleh seluruh pengikut Paulus sendiri adalah, bahwa setelah peristiwa penyaliban Yesus, maka seharusnya sudah TIDAK ADA LAGI SATU PEREMPUAN (kristen) PUN DI MUKA BUMI INI YANG MERASAKAN SAKIT (luar biasa) KETIKA MELAHIRKAN, dan tak seorangpun dari mereka yang pernah merasakan lagi sensasi BIRAHI pada suami masing-masing!
Betul atau salah?
Nah, coba kita tanya dulu orang-orang yang konon dosa asalnya sudah ditebus oleh Yesus ini;
"KENYATAANNYA GIMANA, PAKBRO dan MAKBRO?"

Realistis sajalah!
Jangankan manusia, sampai detik ini sekalipun, kucing, sapi, macan, dan hampir semua jenis makhluk hidup pasti merasakan sakit (luar biasa) ketika melahirkan, dan yang pasti; tetap memiliki birahi terhadap lawan jenisnya!

Apakah mereka juga terkena kutuk dosa asal Adam dan Hawa?

Dengan demikian, maka pertanyaan kunci kita adalah:
SIAPA YANG BERDUSTA DALAM CERITA INI?
  •  TUHANKAH?
  •  PAULUSKAH? atau ....
  •  PENGIKUT PAULUS?

Monggo, silahken diwolak-walik dewe iman lan akalmu Pakbro and Makbro!



Saturday, August 11, 2018

Tidak Ada Yang Musathil Bagi Tuhan Saturday, August 11, 2018

TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN!
Berapa sering kita membaca "pembenaran" laskar odong-odong untuk menjustifikasi doktrin ketuhanan Yesus yang disebut-sebut sebagai ALLAH yang MERENDAHKAN DIRI menjadi manusia dengan dalil BERANDAI-ANDAI seperti ini?

JIKA, (perhatikan lagi, JIKA -- artinya tidak benar demikian) Allah berkehendak menjadi manusia, siapa yang dapat menolaknya?

Jawabnya?
Kalian BENAR dik!
Tentu saja tidak ada manusia yang dapat menolaknya!

Tapi kapan dan tercatat di mana dalam kitab kalian bahwa Allah pernah menyatakan bahwa DIA "berkehendak" MERENDAHKAN DIRI sampai sedemikian rendahnya MENJADI MANUSIA?
Kitab kalian sendiri menjawab: TIDAK PERNAH!

Lalu muncul pula pembenaran lain yang tampaknya sedemikian kuat mereka yakini sebagai argumen berdasar dalil shahih ayat-ayat alkitab yang tidak mungkin SALAH, apalagi DIBANTAH, yaitu hasil "karangan" Matius yang dipertegas oleh Lukas berikut ini:
  • Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin." (Matius 19:26) 
  • "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil!" (Lukas 1:37)
Dengan modal dua ayat ini, maka laskar odong-odongpun kemudian bermegah-megah dengan keyakinan penuh bahwa doktrin ALLAH MERENDAHKAN DIRI MENJADI MANUSIA itu sudah tidak mungkin salah lagi!

Itu sebabnya kenapa sampai hari ini masih kerap kita temui mereka berdalih konyol seperti ini:

"Manusia menjadi Tuhan, JELAS MUSTAHIL!
Tapi Tuhan menjadi manusia? JELAS BISA!
Sebab TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN!"

Dulu sudah pernah datang muslim awam yang bertanya begini:
"Jika demikian, maka menurut iman kalian MUSTAHIL atau TIDAK bagi Tuhan untuk menciptakan TUHAN LAIN YANG TIDAK MENYERUPAI APAPUN JUGA, dan di atas semua itu, JAUH LEBIH MAHAKUASA dibandingkan dengan Tuhan yang digambarkan oleh Matius dan Lukas di atas tadi?"

Atau kita perjelas menjadi begini:
Jika TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN, maka jawablah pertanyaan ini:
MUSTAHILKAH bagi Tuhan untuk menciptakan TUHAN LAIN YANG JAUH LEBIH DAHSYAT DARI DIA SENDIRI?

Kalian boleh jelaskan alasannya nanti, tapi pertanyaan ini cuma perlu salahsatu JAWABAN PASTI dari 2 pilihan berikut:

(a) MUSTAHIL
(b) TIDAK MUSTAHIL

Monggo!
Silahkan cari dan pikirkan sampe jungkir balik jawaban paling masuk akal untuk pertanyaan awam di atas ya?!

Kata kunci kita di sini adalah:
Jika sanggup, maka Tuhan yang kalian imani jelas TIDAK MAHAKUASA.
Tapi jika tidak sanggup, maka jargon konyol yang menyebut TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN itu sebetulnya cuma bagus untuk dijadikan DAGELAN saat membodohi anak pra sekolah saja!

Kenapa?
Karena jika kalian benar-benar menggunakan otak saat membaca kitab sendiri, maka kalian akan sadar sesadar-sadarnya bahwa sesuai dengan sifat Tuhan, dan DIA sudah pula mengingatkan kepada umat manusia, sesungguhnya ADA hal-hal yang MUSTAHIL bagi-Nya!
Misalnya saja, MUSTAHIL TUHAN TULI, BUTA, BISU, PELUPA, TIDAK MAHAKUASA, dan masih banyak lagi!
Ngerti, dik?

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Sunday, August 5, 2018

Yesus Tidak Pernah Mengajarkan Doktrin Trinitas Sunday, August 5, 2018


  • Tanya Gus, Apakah Yesus pernah mengajarkan Trinitas?

TIDAK!
Berdasarkan informasi dalam Bibel, Allah tidak pernah mewahyukan dan mendefinisikan Trinitas kepada Yesus.

Yesus tidak pernah mengatakan bahwa Allah mewahyukan Trinitas Kepadanya.
Yesus sendiri tidak pernah menyebut-nyebut kata Trinitas, apalagi sampai menyatakan bahwa dirinya adalah bagian dari Trinitas!

A. N.Wilson dalam bukunya Jesus A Life, 1992, hal 16 mengungkapkan:
"I had to admit that I found it impossible to believe that a first-century Galilean holy man (Jesus) had at any time of this life believed himself to be the Second Person of the Trinity.

"Saya harus mengakui bahwa memang tidak mungkin untuk mempercayai bahwa orang suci dari Galelia abad ke-1M (Yesus) pernah sekali saja dalam hidupnya berfikir bahwa dirinya adalah oknum kedua dari Trinitas"

  • Lalu, apakah Trinitas adalah ajaran para nabi terdahulu?

BUKAN!
Allah tidak pernah mewahyukan maupun mendefinisikan Trinitas kepada nabi­-nabi sebelum Yesus. Mereka semua menerima wahyu tentang Tauhid. Tidak secuil pun ajaran tentang Trinitas ditemui dalam Perjanjian Lama.

Buku Encyclopedia of Religion mencatatkan hal ini:
"Theologians today are in agreement that the Hebrew Bible does not contain a doctrine of the Trinity."

"Para ilmuwan Kristen dewasa ini sepakat bahwa ajaran Trinitas tidak ada dalam Alkitab (Perjanjian Lama) bahasa Ibrani."

Selanjutnya buku New Catholic Encyclopedia juga menegaskan:
"The doctrine of the Holy Trinity is not taught in the Old Testament".

"Ajaran Trinitas tidak pernah diajarkan dalam Perjanjian Lama."

Perhatikanlah apa yang disampaikan oleh para nabi utusan Allah dalam Perjanjian Lama:
[Ulangan 6:4] "Dengarlah hai orang Israel: Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa"
[Yesaya 46:9] "Akulah Allah, tidak ada yang lain. Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku"
Andaikata Allah mewahyukan Trinitas kepada nabi-nabi Yahudi sebelum Yesus, tentu saja sudah sejak lama orang Yahudi menyembah Trinitas!

Namun bagaimana mungkin Allah mewahyukan Trinitas kepada Yesus agar umat Yahudi menyembah trinitas, sementara Yesus sendiri yang mengajarkan Tuhan itu Esa adalah seorang putra Yahudi yang sekalipun lahir ratusan tahun setelah para nabi-nabi ternama seperti Nuh, Ibrahim, Musa, Daud dan lain-lain tiada, justru meneruskan ajaran bahwa Tuhan itu Esa?

  • Bagaimana dengan murid-murid Yesus, apakah mereka mengenal Trinitas?

TIDAK!
Yesus tidak pernah mengajarkan atau mendefinisikan Trinitas kepada murid­-muridnya. Sebaliknya beliau mengajarkan keesaan Allah.

[Markus 12:29] "Denqarlah hai oranq Israel: Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa"

Sejarawan Arthur Weigall dalam bukunya Paganism in Our Chrisrianity menulis:
"Jesus Christ never mentioned such a phenomenon, and nowhere in the New Testament does the word Trinity appear. The idea was only adopted by the Church three hundred years after the death of our Lord."

"Yesus Kristus tidak pernah menyinggung tentang fenomena seperti itu (Trinitas), dan kata Trinitas tidak di temukan dimana pun dalam kitab Perjanjian Baru. Ide ini baru dianut Gereja tiga ratus tahun setelah Yesus tiada."

Nah, kebenaran mana lagi yang akan kalian dustakan?

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!


Thursday, July 12, 2018

Yesus Tidak Pernah Menjadi Tuhan Thursday, July 12, 2018

Kalian sudah lihat sendiri bagaimana "konyolnya" pernyataan Paulus yang didukung abis oleh konco lawasnya; Lukas, dalam Roma 14:9 dan Kisah Para Rasul 2:36

Selengkapnya duo gombal tsb menulis begini:
[Roma 14:9] Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.

[Kisah Para Rasul 2:36] Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."

Nah, dari dua tulisan ini saja kita dapat dengan mudah dan dengan pasti menyimpulkan bahwa SEUMUR HIDUPNYA, Yesus TIDAK PERNAH MENJADI TUHAN!

Lalu, benarkah kemudian Yesus MATI di tiang salib supaya MENJADI Tuhan seperti bualan duo gombal di atas tadi?

Jawabnya sangat tegas, "TIDAK!"
Kenapa?

Karena sebelum peristiwa penyaliban atas dirinya yang penuh misteri itu terjadi, Yesus sendiri sudah menyatakan dengan amat terang benderang bahwa beliau TIDAK AKAN MATI sekalipun dibaringkan selama 3 hari 3 malam di rahim bumi!

Kita bisa baca sendiri ucapan beliau yang dicatat oleh Matius seperti berikut ini:

[Matius 12:39-40] Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam."

Sementara di sisi lain, alkitab membuktikan bahwa selama 3 hari 3 malam berada di perut ikan besar, nabi Yunus TIDAK MATI!

Tentu saja demikian pula halnya dengan Yesus selama 3 hari 3 malam di rahim bumi seperti pernyataannya sendiri!

Artinya Yesus TIDAK PERNAH MATI sampai tiba saat, konon katanya, beliau "ngapung" ke sorga untuk duduk-duduk santai berdua saja bersama Bapa!

Sampai di sini, sangat jelas bagi siapapun yang mau menggunakan otaknya untuk berpikir logis bahwa sesungguhnya baik Paulus, Lukas maupun Yesus sendiri SAMA-SAMA MEMBUKTIKAN bahwa Yesus TIDAK PERNAH MENJADI TUHAN!

Begitulah umat Islam membaca, mempelajari, dan menyimpulkan KABAR BAIK yang diwartakan oleh Yesus, sang nabi Allah, dik!

Tidak "mbulet" seperti kalian, pengikut setia Paulus yang seperti biasa; pasti bakal mati-matian berusaha menyangkal BUKTI TERTULIS dari kitab kalian sendiri ini!
Bukan begitu?

Selamat berakhir pekan.
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Thursday, April 26, 2018

Alfa Omega vs Alpa Menggunakan Logika Thursday, April 26, 2018

YESUS KRISTUS  "BERSABDA" BAHWA BELIAU ADALAH ALFA-OMEGA. 
ARTINYA KITA HARUS PERCAYA BAHWA YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN!

Berapa sering kita mendengar atau membaca bagaimana meliuknya pembelaan habis-habisan rata-rata umat Paulus untuk membenarkan doktrin yang menjadi keyakinan mereka bahwa Yesus Kristus (pbuh) -- utusan Allah untuk bangsa Israel itu -- adalah tuhan bagi umat Kristen?  

Tidak hanya sekedar berjibaku membenarkan iman sendiri, bahkan tanpa ragu-ragu sedikitpun mereka berusaha pula menjajakan mimpi seumur hidup seluruh pengikut Paulus ini, yaitu produk kedaluwarsa made-in bapak moyang gereja awal yang diberi merek dagang "Yesus adalah Tuhan" plus macem-macem kecap sebagai bonus di sana sini, agar mudah-mudahan "dibeli" oleh umat Islam.

Salahsatu kecap yang mereka yakini lezat dan tak terbantah adalah apa yang kerap digaungkan oleh pendeta mereka di mimbar-mimbar gereja, yaitu pernyataan Yohanes berdasarkan hayalan dan mimpi-mimpinya selama masa pembuangan di Pulau Patmos. Menurut pernyataan Yohanes (jadi bukan menurut pernyataan Yesus Kristus), Yesus Kristus (pbuh) adalah Alfa-Omega. (Lihat Wahyu 22:13)

Dalam teologi dogmatika Kristen, Alfa-Omega umumnya diartikan dan dipahami oleh jemaat kristen tradisional sebagai "yang pertama dan yang terakhir", yang dalam konteks ini diyakini merupakan salahsatu sifat absolut ALLAH, Tuhan nenek moyang seluruh makhluk ciptaan ALLAH di jagad raya ini. Oleh karena itu, Yesus pun dianggap sebagai tuhan!

Nah, adik-adikku yang hari gini masih kristen, perhatikan baik-baik ya?
Alfa-Omega berasal dari bahasa Yunani Koine di daratan Eropa, bahasa yang digunakan oleh bapak moyang gereja awal untuk menulis buku tebal bernama Biblos hasil nyomot dari sana-sini tulisan, kitab-kitab, dan karangan orang-orang terdahulu lalu mereka jadikan sebagai kitab suci Kristen seperti yang terjemahannya kalian imani sebagai buku yang sama sucinya dengan Biblos "asli" sampai sekarang ini. Padahal terjemahan Biblos yang kalian beri nama alkitab -- hasil nyomot perbendaharaan kata dari Al-Quran -- itu sejatinya adalah kitab terjemahan dari salinan terjemahan yang disalin dari salinan terjemah kitab salinan yang diterjemahkan lalu disalin dan diterjemahkan lagi untuk selanjutnya terus menerus diterjemahkan dan disalin terjemahannya hingga sekarang ini!
Oleh karenanya, maka cermati pula baik-baik catatan penting ini!
Pertama; Yesus yang lahir, tumbuh berkembang dan menjadi dewasa hingga dikabarkan mati tersalib di bukit Golgota adalah orang Israel turunan Yahudi tulen yang tidak pernah ke Eropa, dan dipastikan tidak perlu berbicara dengan sesama orang Yahudi Israel dengan menggunakan bahasa Yunani!

Jadi, ketika bapak moyang gereja kalian mengarang cerita lewat tulisan entah siapa yang konon katanya adalah Yohanes dalam (sebuah buku yang kemudian mereka beri nama sebagai) Kitab Wahyu bahwa dalam mimpinya Yohanes mendengar Yesus menyatakan diri sebagai Alfa-Omega, terms yang sama sekali asing dan tidak pernah dikenal dalam tradisi bertutur bangsa Yahudi, tentu saja ungkapan ini menjadi sangat ganjil sekaligus sangat mencurigakan, khususnya bagi umat Yahudi sendiri!

Kedua; Alfa-Omega dalam bahasa Yunani, atau Alif-Ya dalam bahasa Arab, dan jika dipaksakan juga untuk disebut dalam bahasa Ibrani menjadi Aleph-Tav, bagi bangsa Arab dan bangsa Yahudi sebagai sesama pengguna bahasa yang berakar dari bahasa Semitik, dipastikan tidak ada artinya!

Umat Islam dan Umat Yahudi memang sama-sama meyakini bahwa ALLAH itu KEKAL yang digambarkan dengan sebutan Yang awal dan yang akhir, atau lebih spesifik lagi, disebutkan di dalam Al-Quran sebagai yang tidak berawal dan tidak berakhir. 

Dalam Al-Quran hal ini dilambangkan dengan kalimat الاول الاخر (Al Awwal Al Akhir) dan dalam Tanakh dilambangkan dengan kalimat רִאשׁ֔וֹן וְאֶת־ אַחֲרֹנִ֖ים (ri-šō-wn, wə-’eṯ-’a-ḥă-rō-nîm), bukan Alif-Ya atau Aleph-Tav!

Nah, tahukah kalian bahwa konsep Tuhan Sejati Yang Tidak Berawal Dan Tidak Berakhir sebagaimana sama-sama diimani oleh umat Islam dan umat Yahudi sebagai satu-satunya Tuhan yang benar inilah yang kemudian dicomot mentah-mentah oleh para bapak moyang gereja kalian lewat karangan Yohanes guna mendukung doktrin ciptaan mereka sendiri yang tidak pernah diakui oleh Yesus Kristus (pbuh) bahwa beliau adalah tuhan! 

Lihat urutan ke 265 dalam daftar ayat-ayat dalam PB yang terbukti adalah hasil mencontek habis-habisan dari PL milik umat Yahudi di sini

Ketiga: Menisbatkan terms Alfa-Omega kepada Yesus Kristus (pbuh) dengan maksud agar dipahami sebagai bukti bahwa beliau adalah tuhan, justru menggampar sangat keras makna hakiki dari Alfa-Omega itu sendiri!

Kenapa?
Karena arti Alfa-Omega adalah tidak pernah tercipta, DIA sudah ada sebelum segala makhluk di jagad raya ini tercipta, dan tetap ada -- atau tidak diketahui bagaimana kesudahannya -- setelah segala makhluk yang pernah tercipta di jagad raya ini seluruhnya mati! Sedangkan faktanya, Yesus Kristus (pbuh) lahir jutaan, bahkan miliaran tahun setelah segala makhluk di jagad raya ini tercipta, dan dikabarkan pula mati sebelum milyaran makhluk ciptaan sang Alfa-Omega Sejati masih hidup dan secara alamiah terus beregenerasi sampai tiba waktunya kelak kiamat tiba. Dan ironisnya Yohanes yang sama dalam kitab yang sama, yakni dalam Wahyu 3:14, menegaskan pula bahwa sesungguhnya Yesus Kristus (pbuh) adalah ciptaan Allah, sehingga wajar saja terdengar sungguh amat menggelikan jika beliau disebut-sebut mengaku pula sebagai Alfa-Omega!
Artinya, doktrin yang memaksa Yesus Kristus (pbuh) sebagai Alfa-Omega sesungguhnya 100% HOAX, karena selain terbukti melawan kitab kristen sendiri, juga melawan natur bernalar mayoritas manusia berakal yang sehat lahir bathin!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!



Monday, March 12, 2018

Yesus Kristus Bersabda; "Allahmu Adalah Allahku Juga!" Monday, March 12, 2018

Yesus Kristus bersabda; "Allahmu adalah Allahku Juga!"
Terlalu sulitkah memahami kalimat sejelas itu, atau apakah kalian percaya bahwa ada Tuhan yang menyembah Tuhan lain?

Perhatikan lagi yang satu ini baik-baik.

"Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." (Yohanes 20:17)

Kalimat di atas konon katanya diucapkan oleh Yesus beberapa waktu sebelum -- konon pula katanya lagi -- dia digossipin "ngapung" ke sorga seperti Superman yang terbang membelah angkasa menembus semua lapisan di atas permukaan bumi yang secara sains sudah terbukti mustahil dapat dilalui oleh tubuh manusia tanpa pelindung apapun, kecuali akan mengalami kehancuran total menjadi serpihan partikel saja!

Tapi sudahlah!
Biarkan cerita mustahil itu menjadi bagian dari iman pengikut Paulus yang sampai hari ini masih nyaman-nyaman saja dengan kemustahilan itu sampai pada gilirannya nanti akan kita tanyakan pula bagaimana mereka akan menjelaskannya secara sains.

Yang menarik untuk dicermati secara alkitabiyah di sini adalah ucapan Yesus yang sangat terang benderang dalam catatan Yohanes 20:17 di atas, yang tentu saja tidak perlu diartikan sebagai kalimat majas (perumpamaan) khususnya yang ini;

"BAPA-KU dan BAPAMU, ALLAH-KU dan ALLAHMU"

SIAPAKAH yang dimaksud oleh Yesus Kristus sebagai ALLAH-KU dan ALLAH-MU dalam Yohanes 20:17 d atas?

Monggo, dipikir saja baik-baik lebih dulu sebelum buru-buru menjawab pertanyaan super serius ini tapi cuma dengan modal ASAL MANGAP!

Okeh?
No OOT, No Tipu-Tipu, No Ngarang Bebas, and No Ngeles, Plis! 


Friday, February 2, 2018

Yesus Kristus Tuhan Bermasalah Friday, February 2, 2018

Menurut doktrin Kristen yang sepenuhnya diimani oleh umat Kristen Trinitarian, Yesus adalah salahsatu dari tiga oknum Tuhan Tritunggal. Bahkan dalam banyak situasi diposisikan sedemikian rupa sebagai Tuhan Yang Mahaesa atau Tuhan yang satu menggantikan kedudukan dua oknum Tuhan Tritunggal lainnya, yaitu Bapa dan Roh Kudus!

Tapi apakah memang benar Yesus adalah Tuhan?
Berikut beberapa catatan yang menyoroti doktrin ketuhanan Yesus dari perspektif para pemerhati di luar lingkar doktrin Kristen.
Yesus Kristus Tuhan Bermasalah

Thursday, February 1, 2018

101 Bukti Ketuhanan Yesus Kristus Thursday, February 1, 2018

Meskipun dalam al-Qur’an ada disebut-sebut tentang kaum Shabi’in dan Majusi, tetapi para ulama atau pelajar muslim lebih cenderung mempelajari agama Yahudi dan Kristen. Hal ini dapat dimaklumi, karena Yahudi dan Kristen dianggap bertanggungjawab atas penyelewengan ajaran-ajaran para nabi utusan Allah. Bahkan, dalam penyelewengan itu Yahudi dan Kristen merekam perjalanan wahyu sejak nabi Adam as.

Dari pihak orientalis sendiri, yang berlatar belakang Yahudi maupun Kristen, mereka sangat serius mempelajari Islam. Lantas mengapa kita tidak serius mempelajari mereka? Hal ini perlu dilakukan agar Islam tetap terpelihara dari segala bentuk serangan orientalis.

Banyak aspek yang dapat kita perbandingkan antara Kristen dengan Islam. Misalnya tentang konsep ketuhanan, konsep nabi, konsep hukum, konsep akhirat, konsep wahyu, konsep kitab suci, dan lain sebagainya.

Berikut ini, yang menjadi sorotan adalah konsep ketuhanan Kristen, khususnya ketuhanan Yesus Kristus yang amat problematis. Hal ini sudah lama terbukti karena sejak "pada mulanya" tidak henti menimbulkan polemik berkepanjangan yang tampaknya tidak kunjung usai.
Masalahnya, umat kristen lebih percaya kepada dogma gereja ketimbang bukti-bukti alkitab sendiri yang sudah demikian jelas menunjukkan bahwa Yesus memang bukan tuhan melainkan hanya utusan Tuhan, alias seorang nabi, atau rasul Allah!
Berikut adalah bukti-bukti alkitab dimaksud yang sudah sejak lama "published" di berbagai situs kristologi
101 Bukti Ketuhanan Yesus Kristus


Thursday, July 20, 2017

Mana Bukti Shahih Kenaikan Yesus ke Sorga? Thursday, July 20, 2017


Kita langsung saja.
AYAT-AYAT 'MISTERIUS' DALAM ALKITAB

Berikut ini adalah Injil Markus 16:9-20 yang mengisahkan peristiwa kebangkitan hingga terangkatnya Yesus ke sorga sebagaimana tertulis dalam alkitab.

MARKUS 16
[9] Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
[10] Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
[11] Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
[12] Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
[13] Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya.
[14] Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
[15] Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
[16] Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
[17] Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
[18] mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Ayat ayat di atas adalah landasan pembaptisan dan penginjilan umat kristen. Tapi SILAHKAN BELALAKKAN MATA ANDA untuk MENCARI ayat ayat tersebut pada KANON ALKITAB CODEX SINAITICUS!

Bagi yang penasaran ingin menelusuri sendiri sampai ke sumbernya, silahkan berkunjung ke alamat ini:

TERNYATA MARKUS 16:9-20 TIDAK DIJUMPAI DALAM KANON ALKITAB CODEX SINAITICUS!
Artinya, satu lagi bukti ayat-ayat palsu dalam alkitab!

Dan secara alkitabiah ternyata cerita tentang kenaikan Yesus ke sorga tidak dapat dibuktikan!
Benar?


Thursday, July 6, 2017

Darimana Datangnya Gagasan Bahwa Yesus Adalah Anak Tuhan? Thursday, July 6, 2017


Tanya: Darimana datangnya gagasan bahwa Yesus adalah anak Tuhan?

Jawab: 
Gagasan itu berasal dari kepercayaan kaum pagan, atau para  penyembah berhala, bahwa Tuhan beranak pinak di bumi. 

Di berbagai wilayah dan kota-kota besar dalam wilayah dominasi kerajaan Romawi di luar Palestina, orang-orang menyembah “Tuhan beserta keluarganya”, 

Mulai dari Tuhan tiga sampai ratusan. Mereka menganggap bahwa setiap tindakan Tuhan menjadi oknum lain di samping Tuhan. Misalnya firman Tuhan menjadi oknum lain (Anak Allah) yang namanya Yesus. Tindakan Tuhan memberi hidup, menjadi oknum lain yang namanya Roh Kudus dlsb.

Siapa pencetus ide Anak Allah?
Ide Anak Tuhan merupakan hal yang lumrah di masyarakat Yahudi. Mereka menganggap bahwa bangsa Israel adalah “Anak-anak Tuhan”. Bagi mereka istilah “Anak Tuhan” bukan untuk individu. “Anak-anak Tuhan” dalam pengertian individu merupakan paham penyembah berhala yang menganggap bahwa Tuhan beranak di dunia. (Tillich 1968)

Paulus yang menganggap Yesus lahir melalui intervensi Roh Kudus, memperkenalkannya kepada para penyembah berhala di kerajaan Romawi sebagai “Anak Tuhan (Allah)”.

[Lukas 1:35] “Jawab malaikat itu kepadanya: `Roh Kudus akan turun atasmu dan Kuasa Allah yang Maha Tinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan akan disebut kudus, Anak Allah” 

[Kisah Para Rasul 9:20] “Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah” 

Pekerjaan Paulus yang mulai merusak ajaran Tauhid yang diajarkan Yesus ini dikutuk oleh Allah dalam surah Maryam:88-92:

“Dan mereka berkata: ‘Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak’. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat munqkar. Hampir-hampir lagit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yanq Pemurah mempunyai anak” (QS. Maryam:88-92)

Apa arti Anak Tunggal Allah?
Umat Kristen dengan bangga menjelaskan bahwa Yesus diperanakkan bukan dicipta. Menurut mereka, semua mahluk dicipta oleh Tuhan, demikian pula Nabi Adam. Tetapi Yesus lahir dari intervensi Roh Kudus yang datang menaungi perawan Maria sehingga hamil. Dari berbagai legenda, Tuhan menghamili seorang perempuan hanya sekali, sehingga disetiap zaman hanya ada seorang Anak Tuhan (anak tunggal).

[Lukas 1:35]. “Jawab malaikat itu kepadanya: ‘Roh Kudus akan turun atasmu dan Kuasa Allah yang Maha Tinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan akan disebut kudus, Anak Allah” 

Apakah anak Allah setara dengan Allah?
Dalam filsafat Yunani, kedudukan Anak Tuhan dan dewa-dewa lainnya lebih rendah dari Tuhan. Sesuai ajaran filsafat Yunani, ketika Tuhan yang suci tidak dapat berhubungan dan menyelamatkan dunia serta manusia yang berdosa, dia mengirim anaknya atau dewa lain untuk mengatasi persoalan di dunia. 

Tapi rupanya Paulus dan para kroninya yang dari generasi ke generasi menjadi petinggi Gereja ingin "menaikkan" kedudukan Yesus sebagai Anak Allah (Tuhan) setara dengan Bapa atau Tuhan itu sendiri. Dan ini, tentu saja, menghadapi berbagai kendala, sebab manalah mungkin hal itu dapat diterima oleh akal manusia waras?

Kenapa?
Pertama, karena Bapa bukan Anak dan Anak bukan Bapa, sehingga secara otomatis Bapa memiliki kekuasaan untuk memerintah Anak, sedangkan Anak tiadak punya kuasa untuk memerintah Bapa.

Kedua, karena Bapa bukan Anak dan Anak bukan Bapa, maka jelas ada suatu saat dimana Bapa sudah ada, sedangkan Anak belum ada. Jika kedua-duanya sama-sama ada, tentu tidak ada Bapa dan Anak, bukan?

[Kisah Para Rasul 13:33] “….AnakKu Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini”. 

Ayat di atas memperlihatkan bahwa kemarin Bapa sudah ada, sedangkan Anak belum ada. 

Ketiga, karena para pemimpin Gereja mengatakan bahwa Bapa 100% Tuhan, sedangkan Anak (Yesus) adalah 100% Tuhan dan sekaligus 100% manusia, maka tentu saja keduanya tidak sama, apalagi setara.

Jadi, keyakinan umat kristen yang mengira Yesus adalah tuhan karena ucapannya "aku dan bapa adalah satu", sudah tentu tidak dapat diterima!

Jelas ya?

[Belajar dari catatan mbak Yusni | Di Bawah Panji Panji Islam]


Tuesday, June 27, 2017

Benarkah Yesus Pernah Tersalib? Tuesday, June 27, 2017

Coba kita kutip teks-teks Al-Qur'an yang menyatakan bahwa secara umum murid-murid nabi Isa as -Hawariyyin- adalah orang-orang yang beriman, taat dan setia kepada nabi Isa as, dan dari sebuah Hadits yang kita kutip menunjukkan bahwa orang yang kemudian ditangkap dan disalib adalah salah seorang murid nabi Isa as yang dengan kerelaannya bersedia untuk diserupakan dengan nabi Isa as, sehingga dari al-Quran dan al-Hadits kita memperoleh kesimpulan bahwa orang yang dibunuh dan disalib bukanlah nabi Isa as dan bukan pula seorang pengkhianat.

Dan dari penelusuran teks-teks Bible sendiri, yaitu sebuah kitab yang diimani oleh umat Kristiani yang meyakini bahwa Yudas adalah seorang pengkhianat, ternyata banyak ayat yang secara implisit "tersamar" menyatakan bahwa Yudas Iskariot bukanlah seorang pengkhianat, namun seorang yang disebut Yesus sebagai seorang yang terbesar dan termulia di antara keduabelas murid-muridnya. 

Secara implisit pula kita dapatkan dari Bible bahwa kemudian Yudas diserupakan dengan Yesus ketika orang-orang yang akan menangkap Yesus terjatuh ke tanah, sehingga tidak menyaksikan proses penyerupaan Yudas ke Yesus. Sehingga mereka menyangka bahwa orang yang mereka tangkap adalah Yesus Kristus, padahal sesungguhnya adalah Yudas Iskariot yang telah diserupakan dengan Yesus. Pada tulisan  tersebut telah terbukti bahwa orang yang ditangkap adalah Yudas Iskariot, dan pada kajian ini, kita akan membuktikan juga bahwa orang yang ditangkap itu memang Yudas Iskariot, namun dari sisi yang lain. 

Jika sebelumnya kita membuktikan dari sisi fragmen saat-saat menjelang pengepungan dan menjelang penangkapan, maka kali ini kita akan membuktikan dari sisi setelah proses penangkapan dan pengadilan atas orang yang ditangkap.

Ternyata murid Yesus yang lain yang bernama Petrus mengetahui bahwa orang yang telah ditangkap dan sedang di adili oleh orang-orang Yahudi bukanlah Yesus, melainkan temannya yaitu Yudas yang telah diserupakan dengan Yesus sehingga Petrus menyangkal kalau dikatakan orang yang telah ditangkap dan sedang diadili adalah Yesus Kristus gurunya. Petrus adalah salah seorang dari duabelas orang murid Yesus yang selalu setia menemani dan taat mengikuti ajaran Yesus. Petrus adalah orang yang paling berani dalam membela Yesus.

Ketika orang-orang Yahudi bersama sejumlah pasukan mengepung Yesus dan murid-muridnya, Petrus dengan heroiknya tampil ke depan tanpa rasa takut sedikitpun menghadapi mereka yang berjumlah jauh lebih banyak. Konon Petrus dengan pedangnya berhasil memotong telinga salah seorang dari pasukan yang bernama Malchus, namun Yesus yang telah mengetahui kekuatan musuh jauh lebih besar dan mengetahui perlawanan tidak akan menghasilkan kemenangan sedikitpun, seketika itu juga Yesus menghentikan perlawanan Petrus. 

Yang perlu dicatat dalam kisah di atas adalah keberanian Petrus menghadapi sedemikian banyak orang yang akan menangkap Yesus. Sikap semacam itu adalah sikap orang yang teguh iman, tidak takut mati, rela berkorban jiwa, atau tegasnya, adalah sikap seorang kesatria.

Sikap semacam itu adalah hal yang biasanya dimiliki oleh seorang yang teguh memegang prinsip dan ideologi, seperti halnya dalam Islam, para sahabat utama Nabi Muhammad saw juga rela mengorbankan harta dan jiwa mereka demi membela Islam dan Nabi Muhammad saw. Demikian pula dengan kaum Hawariyyin seperti Petrus. Aadalah wajar bila dia bersikap demikian untuk membela Yesus gurunya, apalagi duabelas murid Yesus adalah orang-orang pilihan Yesus sendiri yang diangkat dari duabelas suku Israel. 

Bible mengisahkan, konon Petrus menyangkal pernah bersama-sama dengan Yesus, menyangkal mengenal Yesus dan menyangkal sebagai murid Yesus. Menurut Bible, secara implisit penyangkalan tersebut dilakukan Petrus hanyalah untuk menghindari agar dirinya tidak ikut ditangkap bersama-sama Yesus atau dengan kata lain Petrus takut untuk ditangkap. 

Kisah tersebut tentu saja melahirkan pertanyaan-pertanyaan yang mengusik akal sehat, apakah mungkin Petrus yang heroik dan tidak takut mati, hanya dalam hitungan  jam saja tiba-tiba menjadi seorang pengecut yang takut ditangkap dan takut mati? Apakah Yesus salah memilih orang untuk dijadikan muridnya, ataukah Yesus telah gagal membentuk keimanan bagi murid-muirdnya? Untuk dapat menjawab semua itu, perlu diselidiki dan dikaji apa makna dan motif sesungguhnya dari penyangkalan Petrus tersebut.

LINTASAN KISAH
Sebelum kita mengkaji latar belakang dan motif penyangkalan Petrus, marilah kita lihat lintasan kisah yang melatar-belakanginya. Ketika orang-orang Yahudi dan pasukan prajurit Romawi berhasil mengepung Yesus dan murid-muridnya, tampilah Petrus melawan mereka untuk membela dan menyelamatkan Yesus. Dalam sekejap salah seorang dari mereka terpotong telinganya oleh pedang Petrus, namun melihat kekuatan musuh yang jauh lebih besar dan melihat perlawanan Petrus tidak akan berarti apa-apa, maka Yesus menghentikan perlawanan Petrus tersebut. Lalu Yesus tampil ke depan berkata kepada orang-orang yang ingin menagkapnya: “Siapakah yang kamu cari?” Tanya Yesus. “Yesus dari Nazaret” Jawab pasukan itu. lalu Yesus menegaskan, “Akulah Dia!” 

Saat itu juga mereka mundur hingga terjatuh ke tanah. Tentu bukan tanpa sebab hingga mereka mundur dan terjatuh ke tanah, pasti ada sesuatu yang menyebabkannya, penyebab itulah yang oleh para penulis Injil tidak dijelaskan dalam Injilnya. Dalam tulisan sebelumnya telah kita bahas bahwa saat itulah terjadinya proses perubahan wajah Yudas yang menyerupai wajah Yesus. Karena mereka terjatuh ke tanah, maka mereka tidak menyaksikan proses perubahan tersebut. Inilah rencana Allah SWT untuk menyelamatkan Yesus. Dan setelah itu, Yudas yang telah diserupakan dengan Yesus berkata kepada mereka yang akan menangkap Yesus: “Siapakah yang kamu cari?” Tanya Yudas yang sudah berubah wujud menyerupai Yesus. “Yesus dari Nazaret.” Jawab pasukan itu lagi. “Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi” Tegas Yudas yang berwajah Yesus. Maka orang-orang Yahudi itupun menangkap Yudas yang mereka kira adalah Yesus dan membawanya kepada imam-imam Yahudi untuk diadili.

Sementara itu Petrus mengikuti dari kejauhan untuk mengetahui nasib apa yang akan menimpa sahabatnya itu.  Sepertinya Petrus mengetahui bahwa bukan Yesus yang ditangkap tetapi seseorang yang diserupakan dengan Yesus. Namun, umat Kristen meyakini bahwa orang yang ditangkap adalah Yesus bukan Yudas, karena ayat-ayat dalam Bible secara tekstual memang menyatakan demikian. Tetapi keyakinan tsb sangat lemah, karena banyak mengabaikan kejanggalan-kejanggalan kontekstualnya, yang pada kesempatan yang lalu telah membuktikan bahwa Yesus dan murid-muridnya sama sekali tidak membicarakan tentang seorang pengkhianat, tetapi seorang yang terbesar di antara keduabelas murid-muridnya. Dan umat Kristen tentu sepakat bahwa orang yang di-maksud Yesus adalah Yudas Iskariot, dan itu berarti Yudas bukanlah seorang pengkhianat!

Kembali lagi pada kisah Petrus, Petrus terus mengikuti Yudas yang ditangkap untuk diserahkan kepada imam-imam Yahudi. sesampainya mereka di bait Allah tempat Yudas akan disidang, Petrus berhenti dan menunggu di luar untuk mengetahui nasib Yudas selanjutnya. Ketika Petrus sedang menunggu jalannya sidang itulah datang orang-orang Yahudi kepada Petrus, dan sepertinya mereka mengenali Petrus sebagai orang yang selalu bersama-sama dengan Yesus dan sebagai murid Yesus. 

Di sinilah terjadi dialog antara orang-orang Yahudi dengan Petrus di mana dalam dialog tersebut orang-orang Yahudi mendakwa Petrus sebagai orang yang selalu bersama-sama dengan orang yang sedang diadili, dan mendakwa Petrus sebagai murid orang yang sedang diadili. Namun Petrus menyangkal semua dakwaan tersebut, Petrus tidak mengakui selalu bersama-sama, mengenal dan sebagai murid orang yang sedang disidang. 

Penyangkalan-penyangkalan Perus itulah yang diyakini oleh Umat Kristiani sebagai penyangkalan terhadapa Yesus. Sekarang mari kita lihat dialog selengkapnya.

FRAGMEN PENYANGKALAN
Berikut kutipan dialog antara orang-orang Yahudi dengan Petrus:

  • Injil Matius 26:69-74,
  • Injil Markus 14:67-71
  • Injil Lukas 22:56-60 ,
  • Injil Yohanes 18-25-28
  • Yahudi 1 : Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu.
  • Petrus : Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud.
  • Yahudi 2 : Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.
  • Petrus : Aku tidak kenal orang itu.
  • Yahudi 3 : Pasti engkau juga salah seorang dari. ….mereka, itu nyata dari bahasamu.
  • Petrus : Aku tidak kenal orang itu.

Kata "itu" yang digarisbawahi dalam fragmen di atas adalah sebagai kata ganti yang menunjuk kepada "seseorang" yang sedang diadili. Ketika orang-orang Yahudi berkata kepada Petrus "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu", orang-orang Yahudi tersebut mendakwa Petrus adalah orang yang selalu bersama-sama dengan orang yang sedang diadili, yang mereka pikir adalah Yesus.

Terhadap dakwaan tersebut, Petrus menyangkal dengan mengatakan "Aku tidak tahu apa yang engkau maksud." Jawaban Petrus tersebut menunjukkan bahwa dia tidak dapat memahami bila dikatakan orang yang sedang diadili adalah Yesus dan tidak dapat mengerti bila dikatakan dia selalu bersama-sama dengan orang yang sedang diadili. Jawaban Petrus tersebut mempunyai dua kemungkinan:

Pertama, Petrus menyangkal bila dikatakan selalu bersama-sama dengan Yesus, dan itu berarti orang yang sedang diadili adalah Yesus. 
Kedua, Petrus menyangkal jika maksud peranyaannya adalah bahwa orang yang sedang diadili adalah Yesus, sehingga dia juga menyangkal bila dikatakan selalu bersama-sama dengan orang tersebut. Dalam dakwaan berikutnya yaitu yang kedua dan ketiga, Petrus didakwa "Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu", Petrus secara konsisten berturut-turut menyangkal "Aku tidak kenal orang itu.", 

Jawaban Petrus tersebut juga mempunyai dua kemungkinan.

Pertama, Petrus menyangkal kenal dengan Yesus, hal itu berarti orang yang sedang disidang adalah Yesus,
Kedua, Petrus menyangkal kenal pada orang yang disidang, hal itu berarti bukan Yesus orang yang sedang disidang.

Dalam Yohanes 18:25 dakwaannya berbunyi, "Bukankah engkau juga seorang muridnya?" Dalam dakwaan tersebut, kata "nya" yang bergaris bawah adalah sebagai kata ganti yang menunjuk kepada orang yang sedang diadili. Terhadap dakwaan tersebut Petrus menyangkal "Aku bukan muridnya", yang mempunyai dua kemungkinan juga.

Pertama, Petrus menyangkal bila dikatakan sebagai murid Yesus, hal itu berarti orang yang sedang diadili adalah Yesus,
Kedua, Petrus hanya menyangkal bila dikatakan murid dari orang yang sedang diadili. Berarti orang yang sedang diadili 
bukan Yesus.

YESUS ATAU YUDAS?
Sekarang mari kita uji dua kemungkinan di atas.
Siapa sebenarnya yang sedang disangkal oleh Petrus? Yesuskah, ataukah orang lain yang diserupakan dengan Yesus?

Bila kita mengasumsikan orang yang sedang disidang adalah Yesus, maka artinya orang yang disangkal oleh Petrus adalah Yesus. 
Asumsi tersebut melahirkan pertanyaan sangat mendasar, mungkinkah Petrus menolak mengakui bahwa ia mengenal dan selalu bersama-sama dengan Yesus, dan menolak mengakui pula sebagai murid Yesus? Jika mungkin, lalu apa motif Petrus melakukan itu semua? Asumsi di atas, walau bagaimanapun praktis membuat kita menganggap Petrus sebagai seorang pengecut, pembohong, munafik, dan manusia tidak teguh iman!

Disebut pengecut dan pembohong, karena sejatinya Petrus adalah murid Yesus dan orang yang selalu bersama-sama dengan Yesus. Disebut munafik dan tidak teguh iman karena beberapa jam sebelumnya Petrus telah menunjukkan sikap sebagai seorang kstaria yang sangat heroik dalam membela Yesus.

Ditinjau dari catatan-catatan yang melatarbelakanginya, maka tidak ada satu motifpun yang mendorong Petrus untuk menjadi seorang pengecut. Apakah Petrus takut ditangkap hingga harus menyangkal segala dakwaan orang-orang Yahudi? Tentu saja tidak!

Jika orang-orang Yahudi ingin menangkap murid-murid Yesus juga, tentu mereka sudah menangkapnya ketika mereka mengepung Yesus dan murid-muridnya di taman Getsemani. Tapi pada kenyataannya tidak. Mereka membiarkan murid-murid Yesus pergi. 

Menyebut Petrus sebagai pengecut, secara tidak langsung telah memberikan label kepada Yesus sebagai orang yang tidak teliti dan gagal. Ya, gagal membentuk keimanan Petrus sehingga menjadi seorang pengecut, pembohong, munafik dan tidak teguh iman! Tidak teliti karena telah salah memilih orang yang akan diberi pelimpahan kepemimpinan selanjutnya.

Yohanes 21:17 mencatat: 

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”  

Tentu saja tuduhan sebagai pengecut dan munafik itu menjadi tidak mungkin, karena sejarah telah membuktikan bahwa Petruslah yang kemudian memegang kepemimpinan. Karenanya, mustahil Petrus menjadi seorang pengecut, menyangkal gurunya yang sangat dikasihinya itu.

Jika bukan Yesus yang diadili, lalu siapa yang disangkal Petrus?
Umat Kristen yang rajin membaca Bible t
entu akan menjawab bahwa orang yang diadili adalah orang yang ditangkap di taman Getsemani, lalu diadili untuk kemudian disalib!

Memberikan nama Yudas sebagai orang yang diadili ternyata selaras dengan keseluruhan konteks ayat-ayat Bibel yang mencatat peristiwa ini. Selaras bahwa Yesus secara kontekstual menyebut Yudas sebagai orang yang terbesar, bukan sebagai pengecut.  Yudas telah membuat Yesus sangat terharu.

Kenapa Yesus terharu?
Karena Yudas berkorban nyawa menggantikan Yesus untuk ditangkap dan dibunuh oleh orang-orang Yahudi. Kisah tsb selaras pula dengan sifat Petrus yang pemberani, heroik dan pantas menjadi seorang pengganti kepemimpinan Yesus.

Dengan demikian maka yang disalib bukan Yesus, melainkan Yudas! 

Wallahu’alam


[Sumber: Indra Wibowo



Friday, April 14, 2017

Benarkah Arti Kristen Adalah Pengikut Yesus Kristus Friday, April 14, 2017

BENARKAH ARTI "KRISTEN" ADALAH PENGIKUT YESUS KRISTUS?
Kendati ada yang cuek-cuek saja, namun tidak sedikit dari umat Kristen yang baik diam-diam maupun terang-terangan protes, tidak terima disebut sebagai pengikut Paulus, karena demikian haqqul yaqin bahwa mereka adalah pengikut Yesus sejati!

Benarkah demikian?
Pinjam argumen adik-adik Kristen yang protes tadi, secara etimologi sih, rasanya sah-sah saja, karena kata "kristen" memang terdengar sangat dekat dengan kata "kristus", yakni sebutan "beken" di belakang nama Yesus.

Tapi apakah secara faktual artinya tetap demikian?
Mari sama-sama kita telusuri apa kata kitab mereka sendiri tentang ini.

"Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu? Pada waktu itulah aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan” (Matius 7:22-23)

PERHATIKAN!
  1. Satu-satunya umat di dunia ini yang meyakini Yesus sebagai Tuhan HANYA umat Kristen.
  2. Tokoh agama yang sering mengaku bernubuat tentang begini atau begitunya rahasia Tuhan adalah para pendeta Kristen.
  3. Panutan umat yang hobbi melakukan demonstrasi penyembuhan berbagai penyakit (bo'ong-bo'ongan) atas nama Yesus adalah mereka yang mengaku-ngaku diangkat oleh Yesus sebagai imam kudus.

Yang belum "ngeh", sebaiknya paham dulu bahwa dua ayat Matius di atas menggambarkan keadaan umat Kristen di akhirat kelak, di mana Yesus yang mereka puja sebagai tuhan, sebenarnya sudah lebih dulu mengisyaratkan bahwa pada gilrannya nanti akan mengusir mentah-mentah siapapun yang menganggapnya sebagai Tuhan, bahkan dengan amat jelas menyebut rombongan ini sebagai pembuat kejahatan!

Kenapa?
Pertama: seperti dicatat oleh salahsatu pengarang injil-injil kanonik dalam Matius 5:37, Yesus sudah mengingatkan agar jangan ada pengikutnya yang membiasakan diri untuk berdusta. Beliau menegaskannya begini:

"Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat."

Dan tahukah anda siapa yang dimaksud oleh Yesus sebagai si jahat? Jawabnya adalah IBLIS!
Jadi, siapapun orangnya, apalagi sampai mengaku-ngaku sebagai rasul Yesus dan terus menerus berdusta atas nama Yesus, jelas adalah "si Jahat" yang sebenarnya! 

Kedua: Karena Yesus tidak pernah mengajarkan bahwa dirinya adalah Tuhan. Oleh sebab itu orang-orang yang menganggap Yesus adalah Tuhan dan melakukan perbuatan-perbuatan seolah "mukjizat Yesus" seperti mengarang nubuat, pura-pura mengusir setan dan mengaku-ngaku bermukjizat dengan mengatas namakan diri Yesus, pada akhir jaman nanti pasti akan ditolak dan diusirnya!

JIKA DEMIKIAN, UMAT KRISTEN PENGIKUT SIAPA?
CERMATI INI!

[Kisah Para Rasul 11:25-26] "Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus, dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen."

CATATAN:
Jika ditelusuri ke dalam alkitab, maka kelanjutan cerita di atas akan sampai pada suatu saat di mana Barnabas dan Saulus (yang kemudian berganti nama menjadi Paulus) akhirnya bertikai karena penolakan keras Barnabas terhadap kecenderungan Paulus yang gigih berusaha "membelokkan" ajaran Yesus dengan mencampur-adukkan ajaran Monotheis Yesus dengan kepercayaan Politheis Pagan. Ujungnya, Barnabas memutuskan untuk meninggalkan Paulus di Antiokhia.

Tapi bukannya bertobat seperti desakan Barnabas, dengan ditinggalkan sendiri sehingga tidak ada pengawasan dari murid-murid sejati Yesus, Paulus justru semakin leluasa dan semakin berani "memodifikasi" ajaran-ajaran pokok Yesus sedemkian rupa (kemudian dilanjutkan oleh kroninya hingga saat ini) agar Kristen dapat diterima oleh orang banyak di luar umat Yahudi yang kala itu didominasi oleh kuatnya kepercayaan terhadap politheisme Pagan!

INGAT!
Seperti ditegaskannya sendiri dalam Matius 15:24 dan Matius 10:23, Yesus tidak mengingkan "kabar baik" dari Allah yang dibawanya hanya untuk bangsa Israel disebarkan kepada bangsa lain manapun, termasuk tentu saja, bangsa Indonesia!

Paulus yang mengetahui pelanggaran beratnya terhadap kerasnya larangan Yesus ini pun kemudian coba mendapatkan justifikasi dari pengikutnya dengan menulis pembelaan diri atas kelakuan buruknya itu dalam salahsatu surat-suratnya kepada jemaat Roma yang ditulisnya, begini:
[Roma 3:7] Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?
Padahal sudah amat jelas kebenaran Allah yang diserukan oleh Yesus, sebagaimana diserukan juga oleh Musa dan nabi-nabi terdahulu adalah:

" ... Dengarlah, hai orang-orang Israel! Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu satu." (AYT - Markus 12:29)

Artinya, Allah menurut Yesus dan menurut semua nabi-nabi terdahulu adalah satu-satunya Tuhan yang tidak bersekutu dan tidak boleh disekutkan dengan apapun juga!

Tapi Paulus tidak ambil pusing!
Demi memuluskan rencana jahat "si Jahat" yang bersemayam di dalam dirinya, dia malah mengarang cerita bahwa Yesus adalah putra Allah yang juga adalah tuhan!

Ajaran "nyeleneh" Paulus inilah yang kemudian dikenal luas sebagai "Kristen" sebagaimana yang kita kenal juga dewasa ini.

Tentang ini, tahukah anda, bahwa jauh sebelumnya, walau catatan di atas menunjukkan bahwa Paulus jelas bukan pengikut Yesus, bahkan terang-terangan memposisikan dirinya sebagai penentang beliau, tapi dengan menjual nama Yesus, secara sangat jumawa ia "mempatenkan" semua ajaran menyimpangnya itu melalui self-proclaim pada salahsatu salinan surat-suratnya kepada jemaat Korintian yang ditulisnya begini:
[1Korintus 11:1-2] "Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus. Aku harus memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu."
Dari penggalan riwayat di atas dan berdasarkan "proklamasi" Paulus tsb maka jelaslah siapapun yang sampai hari ini masih mengaku sebagai umat Kristen, sebetulnya bukan pengikut Yesus sejati, akan tetapi sejatinya adalah pengikut Paulus!

Tanpa perlu pejelasan panjang lebar atau pembuktian yang nyelimet, kita semua tahu bahwa seumur hidupnya, Yesus tidak pernah menyebut kata "Kristen", apalagi sampai menisbatkan kata itu kepada para pengikutnya! Sedangkan sebaliknya, Paulus justru mengklaim seluruh umat Kristen adalah pengkutnya!

PERHATIKAN!
Tulisan Lukas dalam KPR 11:25-26 di atas tertulis, ”…….. untuk pertama kalinya disebut Kristen”, yang menjelaskan dengan sendirinya bahwa sebelumnya, yakni pada masa Yesus masih hidup di tengah-tengah seluruh pengikutnya; sebutan, istilah, atau nama "Kristen" tidak pernah dikenal oleh siapapun di tengah-tengah keseharian mereka!

Sejarah panjang kristen mencatat bahwa ajaran menyimpang Paulus ini akhirnya mengakibatkan perpecahan di antara pengikut Yesus yang terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni mereka yang setia pada ajaran Yesus dan lebih memilih mati daripada mengingkari keyakinannya, dan yang karena masih ingin hidup dan terbebas dari tindakan represif para kaki-tangan gereja-gereja Pauline yang kala itu bersekutu dengan penguasa Romawi, akhirnya terpaksa menerima ajaran Paulus!

LALU, APA PERBEDAAN PALING PRINSIP ANTARA AJARAN YESUS DAN AJARAN PAULUS?

CATET! Yesus mengajarkan agar pengikutnya menerima beliau sebagai utusan Allah untuk selanjutnya mengikuti dirinya untuk semata-mata hanya menyembah Allah, satu-satunya Tuhan semesta alam yang setiap hari ia sembah.

Sedangkan Paulus seenaknya mengarang cerita bahwa Yesus adalah Anak Allah yang meskipun tidak pernah disembahnya, tapi diajarkannya supaya disembah oleh seluruh pengikutnya!

OLEH KARENANYA, MAKA WAJAR SAJA JIKA PADA WAKTUNYA NANTI YESUS AKAN MENGUSIR UMAT KRISTEN YANG MEMANGGIL-MANGGIL BELIAU DENGAN SEBUTAN "TUHAN" DARI DEPAN GERBANG SORGA, KARENA SEUMUR HIDUPNYA BELAIU TIDAK PERNAH MENGAJARKAN HAL YANG SANGAT BERTENTANGAN DENGAN AJARAN YANG DIAMANATKAN OLEH ALLAH KEPADA DIRINYA!

Jadi, walau umat ini sangat ingin diakui atau mengira diri mereka adalah pengikut sejati Yesus, namun fakta dari kitabnya sendiri menegaskan bahwa, sejatinya mereka adalah pengikut Paulus!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Contact Form

Name

Email *

Message *