Comments
Timelines
Contact
Social Media
Timeline Cover
Showing posts with label Almasih (Misionaris). Show all posts
Showing posts with label Almasih (Misionaris). Show all posts

Sunday, April 15, 2018

Isa Almasih Dalam Angan Angan Misionaris - II Sunday, April 15, 2018

Ini cerita lama, bahkan lama banget, yakni dari masa-masa sekitar 10 tahun lalu, saat saya termasuk yang dianjurkan oleh salahseorang apologist sepuh Muslim -- yang juga menjadi satu dari sekian guru Kristologi GM -- berinisial Id Amor untuk memasukkan beberapa situs kristologi asuhan netter Muslim ke dalam daftar bacaan wajib guna dijadikan rujukan untuk menjawab atau sekedar menanggapi berbagai bentuk plesetan dan fitnah misionaris Kristen terhadap Islam. 

Salahsatu yang direkomendasikan adalah tulisan Ust. Abu Rifkah di media.isnet.org yang memuat serangkaian jawaban untuk publikasi ngawur Pdt. Suradi Ben Abraham di buletin Gereja Nehemia yang sempat bikin heboh beberapa kalangan Islam pada kisaran tahun 2000 - 2010  seperti antara lain diberitakan juga oleh Majalah Gatra dan dapat dilihat arsipnya di sini dan di sini.

Tulisan Ust. Abu Rifkah dimaksud adalah jawaban untuk sejumlah klaim Kristen tentang Ketuhanan Isa Almasih berdasarkan dalil-dalil Al-Quran, Hadits, dan Alkitab yang sebenarnya sudah terjawab tuntas.

Namun belakangan ini tulisan-tulisan ngawur semodel produk Pdt. Suradi Ben Abraham tadi, tampaknya didaur ulang oleh "pemain baru" dan muncul lagi dalam versi baru di beberapa situs web Kristen berkedok Islam seperti misalnya Isa dan Islam, Isa dan Quran, Isa dan Alfatiha, dan situs-situs serupa lainnya.

Senada dengan arsip GM di sini, berikut adalah arsip jawaban untuk klaim CENDOL BASI misionaris Kristen perihal KETUHANAN ISA ALMASIH MENURUT AL-QURAN, HADITS, DAN ALKITAB berbasis arsip lama tulisan Ust. Abu Rifkah yang sudah "diremajakan" untuk menjawab publikasi daur ulang situs-situs web di atas, sekaligus menjawab pula antusiasme debater Kristen pemula yang mengira sederet isu "menggelikan" yang dipublikasi oleh situs-situs web di atas  merupakan topik-topik dahsyat yang tak terbantahkan.

Sedangkan sebagai catatan, umat ini nampaknya tidak sadar bahwa konsekuensi dari upaya mereka mengutil ayat-ayat Al-Quran dan Hadits tentang Isa Almasih guna mendapatkan justifikasi ketuhanan Yesus dari umat Islam, sesungguhnya merupakan pengakuan bahwa Yesus Kristus adalah Rasul Allah!

Demikian, semoga berguna!
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

[Gus Mendem]

Yesus Kristus Rasul Allah

Tuesday, February 6, 2018

Isa Almasih Dalam Angan Angan Misionaris - I Tuesday, February 6, 2018


SEINGAT SAYA, daftar tanpa catatan "Tapi ingat, Isa Bukan Tuhan" dalam gambar di atas ini muncul pertama kali di beberapa forum debat lintas iman Kristen-Islam sekitar Bulan September 2011, pasca Idul Fitri 1432 H, dan saya sempat mengarsipkan catatan dari sumber pertama, yaitu om Ghengis Khun yang memuat daftar lebih panjang - setidaknya 5 ayat lebih banyak dari daftar di atas - dalam salahsatu arsip lama GM di sini, kemudian disalin ulang di sini.

Perhatikan tanggal aplod arsip pada FP Dibawah Panji Panji Islam.
Di sana tertulis (sesuai catatan timer fb yang uneditable) November 14, 2011 at 6:50 AM.

Artinya topik ini, jika masih mau dijadikan bahan dolah-dalih juga, sebetulnya sudah lama selesai, paling tidak hampir 7 tahun lalu! Dalam terminologi anak-anak sekolah minggu GMDKK, kasus-kasus seperti ini sudah masuk dalam kategori CENDOL BASI, dan jika masih diulang-ulang juga, maka akan mereka sebut sebagai balada CENDOL BASI dari KASET RUSAK!

Tapi saya sempat lihat format barunya -- seperti dalam gambar di atas minus catatan "inga-inga" tadi  -- muncul lagi beberapa kali di forum-forum serupa pasca heboh Mantan Gubernur DKI yang apes banget, kesrerimpet kasus penodaan simbol-simbol agama yang berbuntut munculnya protes luar biasa dahsyat sepanjang perjalanan sejarah Republik tercinta ini. Protes yang oleh sebagian kalangan dianggap sukses memaksa pak Gubernur untuk legowo berdiam, sedikitnya selama dua tahun di balik jeruji penjara negara!

Dunia pun tercengang! Stasiun-stasiun tivi mancanegara ramai-ramai merilei berita-berita terkait kasus tsb yang membuat banyak penduduk negeri-negeri seberang kagum luar biasa menyaksikan sendiri betapa hebatnya kekuatan solidaritas umat Islam Indonesia yang selama ini mereka pikir cuma seperti tumpukan kerupuk terendam kuah baso doang! 

Tapi sejarah juga mencatat bahwa seperti yang sejak awal sudah saya tebak-tebak manggis, pada gilirannya, beberapa nama pesohor yang kala itu terlihat sangat gigih "mewakili" kepentingan umat Islam dalam aksi protes seri 1, seri 2, dst, ternyata ujung-ujungnya ketahuan juga sebetulnya pengen cawe-cawe untuk bisa ikut menikmati "betapa renyahnya" ranah politik negeri kita ini pasca reformasi! Tapi, ah, sudahlah! Namanya juga politik, tidak ada yang abadi kecuali kepentingan sponsor diblender dengan kepentingan pribadi, bukan?

Lalu, beberapa hari lalu saya lihat  daftar ini muncul lagi sedikitnya di dua forum debat tempat saya suka nongkrong, malah nyolek nama GM segala, sehingga corat-coret  ini pun kemudian nuzul.

Jika tanpa catatan "Tapi ingat, Isa bukan Tuhan" yang sudah saya tambahkan di bagian bawah daftar tsb, maka sekilas lihat saja, siapa pun langsung mengerti bahwa daftar yang diterbitkan oleh orang-orang yang mawakili kepentingan kristen itu tentunya dimaksudkan sebagai propaganda untuk mempengaruhi umat Islam agar percaya bahwa Nabi Isa Alaihissalam "lebih hebat" dari nabi manapun, sehingga menjadi lebih patut untuk diikuti ketimbang nabi terakhir Allah; Muhammad Shallallahu 'Alaihiwassalam yang menjadi panutan umat Islam seluruh dunia

Sampai di sini sebetulnya tidak ada masalah!
Tapi kalau pengertian "diikuti" tsb harus diaktualisasi dengan cara murtad dari Islam lalu ikut-ikutan sesat menyembah nabi Isa Alaihissalam sebagai pengganti Allah yang seumur hidup justru beliau sembah, tentu saja jadi masalah!

Kenapa?
Karena terlepas mau berapa banyak pun ayat-ayat Al-Quran dan Hadits yang coba digunakan sebagai dalil "pembenaran" doktrin kristen dalam upaya mempengaruhi iman umat Islam agar  beralih dari menyembah Allah Subhananhu wata'ala menjadi menyembah Yesus Kristus yang mereka gambarkan sebagai Nabi Isa Alaihissalam, dipastikan seluruh dalil tsb gugur dengan sendirinya cukup dengan merujuk pada satu firman Allah saja:
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun." (QS. Al-Maidah: 72)
Sudah sangat  jelas bukan? Allah menegaskan bahwa akan menjadi kafirlah siapapun yang mengatakan, apalagi sampai mengimani, Nabi Isa Alaihissalam sebagai Allah. Kelak tidak ada tempat lain bagi orang-orang kuffar ini kecuali neraka, dan sorga menjadi haram baginya untuk selama-lamanya!

Nah, Muslim mana yang lebih pilih diadzab di dasar neraka selama-lamanya ketimbang tetap bersama saudara-saudara muslimnya yang lain enjoy geboy menikmati betapa menyenangkannya hidup kekal sebagai penghuni sorga yang serba "wah!" itu, coba?

Tapi supaya pihak-pihak yang berkepentingan tidak menganggap tanggapan umat Islam atas publikasi murahan mereka ini cuma ngomel-ngomel doang, maka mari sama-sama kita kupas lagi daftar tsb secara terpisah -- agar mudah dibagikan kepada yang memerlukan -- dengan menampilkan ayat-ayat dimaksud secara lengkap sbb:
Isa Almasih Dalam Angan Angan Misionaris
CATATAN:
Misionaris Kristen, Teolog Kristen, atau umat Kristen mana saja yang ingin tahu lebih banyak tentang Yesus Kristus dalam literatur Islam, silahkan simak 303 ucapan Yesus  yang sama dengan ucapan Nabi isa Aalaihissalam yang selama ini tidak pernah kalian dengar, di sini, atau dalam buku di bawah ini.




[Gus Mendem | Dari berbagai sumber]


Thursday, July 13, 2017

Isa Muslim vs Yesus Kristen Thursday, July 13, 2017

APAKAH ISA DALAM AL-QURAN ADALAH YESUS DALAM BIBEL?

Para penginjil Kristen sangat terusik misinya oleh nas-nas Al-Qur’an yang mengungkap kebatilan doktrin Kristen tentang ketuhanan Yesus. Dalam booklet penginjilan berjudul “Apakah Isa Muslim Adalah Yesus di Alkitab?” penginjil yang memakai nama alias Abdul-Masih menciptakan istilah baru “Isa Muslim” (Nabi Isa menurut Al-Qur’an) dan Yesus Kristen (Yesus menurut Bibel).

Dalam buku 81 halaman yang diklaim “disadur & disusun oleh hamba-hamba tuhan ex-muslim” ini, ia berjibaku menolak vonis Al-Qur’an tentang kebatilan doktrin ketuhanan Yesus dengan dua jurus. Ia menampik tuduhan dengan mengklaim bahwa sosok Nabi Isa dalam Al-Qur’an berbeda dengan Yesus yang diceritakan dalam Alkitab (Bibel). 

Demikian Kutipannya:
“Quran mengklaim bahwa ia diwahyukan kepada Muhammad oleh malaikat Jibril mulai di sebuah gua; tetapi gambaran Yesus yang dipresentasikan oleh Quran berbeda secara radikal dengan pesan Gabriel kepada perawan Maria dalam Injil. Hal ini menunjukkan bahwa malaikat Jibril yang mewahyukan Quran kepada Muhammad, bukanlah malaikat Gabriel yang ada dalam kitab suci Yahudi-Kristen.

Isa Muslim memang tampak mirip dengan Yesus Kristen. Namun kemiripan ini hanya ada di permukaan saja. Secara tegas Quran menyangkali keterangan Injil yang paling penting mengenai Yesus. Quran menyatakan bahwa Yesus hanya seorang manusia dan bukan Tuhan; bahwa ada seorang lain yang disalibkan untuk menggantikan tempatnya; bahwa ia tidak pernah bangkit dari kematian; bahwa ia akan datang kembali ke dalam dunia sebagai muslim untuk menghancurkan kekristenan; dan bahwa ia jauh lebih rendah dibandingkan Muhammad! Quran menyangkal status Yesus sebagai Hakim tertinggi dan Tuhan atas segala sesuatu” (hlm 5).

Tulisan penginjil Abdul Masih itu sama sekali bukan karya ilmiah, melainkan halusinasi yang tidak Alkitabiah.

KRISTEN BUKAN AGAMA YESUS!
Salah kaprah istilah dengan mempertentangkan Isa Muslim dengan Yesus Kristen. Istilah ini tidak sepadan bila dibandingkan karena tidak setara.

Untuk istilah Nabi Isa Muslim, memang sudah tepat. Karena menurut Al-Qur’an, semua nabi dan para pengikutnya disebut Muslim (Qs. Ali Imran 84), sebab agama Islam telah diajarkan oleh nabi-nabi terdahulu (Qs. Al-Hajj 78), dan satu-satunya agama yang diridhai Allah hanyalah Islam (Qs. Ali Imran 19, 85, 102).

Sedangkan istilah “Yesus Kristen” jelas salah kaprah karena tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa Yesus beragama Kristen. Bahkan dalam Bibel sendiri, Yesus tidak pernah mengucapkan kata “Kristen,” apalagi memproklamirkan diri sebagai seorang Kristen. Bahkan istilah “Kristen” dalam Bibel sendiri tidak pernah dikenalnya karena baru dipopulerkan oleh Paulus dan Barnabas jauh setelah Yesus tidak ada di dunia (Kisah Para Rasul 11:26).

Berdasarkan sejarah, buku "Comparative Religions on File: Facts on File Library of World History" mengungkapkan bahwa Yesus lahir sekitar tahun 4 Sebelum Masehi dan wafat sekitar tahun 29 Masehi. Sementara Paulus dan Barnabas memberi nama “Kristen” terhadap ajaran (bukan agama) yang mereka bentuk, sekitar tahun 42 M. Berarti Kristen baru muncul sekitar 13 tahun setelah Yesus tidak ada di dunia.

SOSOK YANG SAMA DENGAN DUA PERSEPSI BERBEDA
Adalah kesalahan besar bila ada yang mengatakan bahwa Nabi Isa dalam Al-Qur’an dan Yesus dalam Bibel adalah dua sosok yang berbeda.

Pernyataan bahwa sosok Nabi Isa yang tertulis dalam Al-Qur’an dengan Yesus yang diceritakan Bibel adalah sosok yang berbeda, memang sangat ampuh untuk menepis vonis kafir terhadap doktrin Kristen.

Jika Nabi Isa yang dimaksud dalam Al-Qur’an bukan Yesus dalam alkitab yang diyakini oleh umat Kristen, lantas koreksi ayat Al-Qur’an tentang kebathilan doktrin penyaliban dan penuhanan Nabi Isa itu ditujukan kepada siapa? Padahal ayat-ayat tersebut banyak memakai sapaan “Ya ahlal kitab” (wahai kaum Ahli Kitab; Yahudi dan Kristen).

Pandangan yang benar, Nabi Isa dalam Al-Qur’an dan Yesus dalam Bibel adalah dua sosok yang sama tapi berbeda persepsi, alias serupa tapi tak sama. Ketidaksamaan ini timbul karena Alkitab sudah mengalami perubahan dari kitab aslinya (Qs. Al-Baqarah 79). Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah penambahan (insersi) doktrin Trinitas atau Tritunggal di dalam Bibel:

“Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu” (1 Yohanes 5:7).
Satu-satunya ayat Trinitas yang melantik Yesus sebagai salah satu dari oknum Tuhan ini adalah kalimat sisipan (insersi). Ayat ini diciptakan oleh Priscillian, seorang bidat asal Spanyol yang mati tahun 385. Mulanya ayat ini dicantumkan dalam komentar atau catatan pada margin Alkitab sebagai ayat tambahan. Namunl ima belas abad kemudian barulah ayat ‘margin’ ini diterima karena dianggap memberikan bukti Alkitabiah untuk ajaran Trinitas.
Maka pada terbitan Perjanjian Baru Yunani tahun 1550 yang dikerjakan oleh Stephanus, catatan atau footnote itu dimasukkan ke dalam Authorized Version, dan menyelinap ke dalam Bibel di seluruh dunia.

Namun beberapa edisi Bibel masih objektif dengan mencantumkan ayat palsu tersebut dalam Bibel, tapi dengan catatan kaki bahwa ayat tersebut adalah tambahan (insersi). Bibel edisi New International Version, misalnya, mencantumkan footnote sbb:

“Late manuscripts of the Vulgate testify in heaven: the Father, the Word and the Holy Spirit, and these three are one. And there are three that testify on earth: the (not found in any Greek manuscript before sixteenth century)” [The Holy Bible New International Version, hlm. 1242].

Di Indonesia, kepalsuan ayat Trinitas ini juga diakui dalam Alkitab terbitan resmi Katolik dengan Imprimatur Mgr Donatus Jagom SVD, Uskup Agung Ende-Ndona:

“Ayat 7-8: ‘di dalam sorga….. di bumi.’ Bagian ayat ini tidak terdapat dalam naskah-naskah Yunani yang paling tua dan tidak pula dalam terjemahan-terjemahan kuno, bahkan tidak dalam naskah-naskah paling baik dari Vulgata… Karenanya bagian ini pasti tidak asli.” [Kitab Suci Perjanjian Baru dengan Pengantar dan Catatan, 1976-1977, hlm. 563]
Dalam kamus manapun, persamaan (sinonim) yang tepat untuk kata “TIDAK ASLI” adalah “PALSU.” Ayat-ayat palsu dalam Bibel inilah penyebab utama lahirnya perbedaan persepsi antara Al-Qur’an dan Bibel dalam memandang sosok Nabi Isa.
FAKTA LAIN DALAM BIBEL
Kesimpulan para penginjil bahwa Nabi Isa dan Yesus adalah dua sosok yang berbeda, selain tegas-tgas dibantah oleh kitab suci Al-Quran, sebenarnya sudah lama dibantah oleh Bibel sendiri. Dalam terjemahan Alkitab kuno (lawas), kata yang dipakai bukan Yesus, melainkan Isa Almasih. Sebaliknya dalam terjemahan Al-Qur’an bahasa Inggris, kata yang dipakai adalah “Jesus Christ.”

Karenanya, jJika ingin memaksakan pendapat bahwa Nabi Isa dan Yesus Kristus adalah dua sosok yang berbeda, maka penginjil Abdul Masih harus benar-benar merevisi total seluruh isi injil-injil kanonik dalam Bibel! 

[A. Ahmad Hizbullah MAG | Suara Islam]   


Contact Form

Name

Email *

Message *