Apakah Tuhan Kita Pembenci?

Di Balik Upaya Mengobarkan Kebencian Terhadap Islam

Jika ada yang berfikir bahwa Tuhan adalah pembenci, maka sebelum jauh-jauh mencari jawabnya dengan coba menafsirkan berbagai ayat di dalam Al Qur'an dan Hadits yang pada umumnya merujuk pada suatu keadaan di mana Allah "menyiratkan" sikap-Nya atas perilaku manusia yang dimaksud dalam konteks ayat tersebut (dan ini dapat menimbulkan pemahaman yang berbeda-beda tanpa bantuan kitab tafsir dari para ahli tafsir), cobalah lebih dulu cari pada Asma'ul Husna yang menjelaskan sifat-sifat utama Allah.

Jika ada salahsatu dari nama-nama itu yang menyebutkan bahwa Allah adalah pembenci, itu harus diartikan bahwa IA tidak hanya sekedar pembenci akan tetapi sesuai dengan sifat-Nya maka Allah adalah Yang Maha Pembenci. Namun jika tidak ada, maka sudah waktunya siapa pun yang mengaku beriman kepada Allah untuk segera membuang jauh-jauh pikiran yang menyesatkan itu.

Islam adalah agama Rakhmatan Lil Alamain; agama yang membawa rakhmat bagi seluruh alam semesta. Dan umat muslim adalah umat yang diperintah oleh Allah melalui para nabi dan rasul-Nya untuk mewujudkan hal itu di dalam kehidupan nyata.

Lalu, mengapa ada banyak pihak, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, berusaha keras mengobarkan kebencian terhadap Islam dan umat muslim?

Dari sekian banyak alasan yang mungkin dapat kita pikirkan, dan kalaupun setelah terkumpul lalu kita coba saring lagi berulang-ulang bahkan berlapis-lapis, maka menurut hemat saya pada akhirnya kita akan sampai (juga) pada kesimpulan bahwa hampir semua alasan itu sebetulnya bermuara ke 3 alasan utama mengapa barisan anti-Islam dan semua unsur simpatisannya (yang tidak diragukan jumlahnya juga berlapis-lapis itu) merasa perlu melakukan apa pun di wilayah ekspertis dan kekuasaan masing-masing untuk "mematahkan" sebanyak mungkin benih-benih kebangkitan Islam yang perlahan tapi pasti, nampak mulai tumbuh di mana-mana!

Kepentingan Kapitalis Dan Liberalis
Studi sangat panjang yang mereka lakukan selama ini terhadap seluruh aspek kehidupan manusia menurut ajaran Islam telah mengantar mereka pada kesimpulan bahwa jika seluruh umat Islam bersatu dan bersama-sama menerapkan aqidah serta pemikiran-pemikiran Islam (baca: ilmu pengetehuan yang berakar dari Al Qur'an dan Hadits) maka akan segera hancurlah seluruh sendi-sendi kekuatan dan dominasi Kapitalis dan Liberalis atas tatanan ekonomi, sosial, dan budaya dunia yang telah mereka bangun dengan susah payah dalam hitungan abad.

Untuk mempertahankan kepentingan inilah mereka tidak henti-henti melancarkan berbagai metoda propaganda anti-Islam yang membuat umat Islam di seluruh dunia terus menerus dihadapkan pada situasi-situasi serba salah. Jika ada di antara negara-negara Islam, apalagi kelompok-kelompok radikal Islam yang berinisiatif melakukan perlawanan, maka ini akan segera mereka jadikan justifikasi untuk melakukan invasi militer atas nama perang terhadap teroris. Padahal, agenda utama mereka yang sesungguhnya adalah mengkerdilkan Islam! [1]

Kepentingan Vatican
Sejarah mencatat bahwa Vatican, sebagai kiblat umat Nasrani di dunia, dari generasi ke generasi mewariskan misi (kepada pengikutnya) untuk menyebarkan ajaran Kristen ke seluruh pelosok bumi ini. Tidak heran bila kemudian kita pun mengenal adanya organisasi-organisasi misionaris - atau disebut juga Zending - hampir di setiap pelosok, di setiap negara. Vatican berhasil menanamkan dogma yang begitu mengakar terutama di dalam diri para misionaris yang percaya sepenuhnya bahwa misi ini adalah misi suci bagi setiap pengikut Yesus. Salahsatu dasarnya adalah sabda Yesus: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:18-20) [2]

Sepanjang dilaksanakan untuk mengajak masyarakat atau kaum yang sama sekali belum mengenal agama, sebetulnya misi ini sah-sah saja. Akan tetapi di dalam prakteknya gerakan para misionaris (dan simpatisannya) ini telah bergeser dari tujuan utamanya yang semula untuk "mengembalikan anak-anak domba yang tersesat kepada pengembalanya" menjadi gerakan mengkristenkan siapa saja, termasuk di dalamnya umat Islam! Tentu saja hal ini mendapat reaksi keras dari umat Islam, apalagi karena di dalam upaya kristenisasi ini banyak sekali ditemui praktek-praktek yang melanggar norma-norma agama, termasuk norma-norma agama Kristen sendiri. [3] Hal ini tampaknya tidak terlepas dari keyakinan akan hasil kerja keras para misionaris ini selama 75 tahun terakhir, yakni secara sistematis berupaya meruntuhkan aqidah generasi muda Islam yang dicetuskan pada Konferensi Misionaris Dunia tahun 1935 di kota tua Quds (Jerusalem).

Dalam konferensi itu, Samuel Marinnus Zweimer, [4] Direktur Organisasi Misi Kristen yang warga Amerika keturunan Yahudi mengatakan, "Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslimin sebagai seorang Kristen, namun mengeluarkan mereka dari Islam agar menjadi orang-orang yang tidak lagi berakhlaq Muslim. Tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari akidah Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah [5], generasi malas dan hanya mengejar-ngejar kepuasan hawa nafsu!"

Pesan ini jelas menyiratkan hubungan antara semua usaha keras (pihak-pihak di belakang layar) untuk merusak citra Islam di satu sisi dan misi kristenisasi Vatican di sisi yang lain. [6] Bila umat muslim sendiri sudah tidak lagi berpegang teguh pada aqidah Islamnya, maka akan sangat mudahlah bagi para misionaris ini "mengkristenkan" siapa saja. Namun nyatanya tidak semudah itu, sebab di sisi lain jumlah umat Islam sendiri juga terus berkembang di mana-mana. Karenanya, langkah berikut yang dianggap paling efektif untuk membendung pertumbuhan Islam ini adalah mengobarkan kebencian terhadap Islam di mana-mana pula!

Kepentingan Zionis Israel
Banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa sudah lebih dari satu abad ini sebetulnya kaum elit zionis Israel (dan pendukungnya) sangat agresif melancarkan berbagai strategi taktis yang menyentuh hampir setiap aspek kehidupan manusia guna mewujudkan cita-cita mereka untuk menjadi negara yang memimpin dunia. [7] Salahsatu upaya itu adalah "melemahkan" sendi-sendi semua agama, termasuk Islam, yang dalam konteks ini selalu menjadi "batu sandungan" bagi agenda-agenda besar mereka. Karenanya kaum Zionis ini tidak akan segan-segan melakukan apa saja - dengan konsekuensi apa saja - untuk meruntuhkan citra Islam.

Kontroversi di balik serangan 11 September [8] misalnya, adalah salahsatu contoh yang patut benar-benar kita cermati. Belum lagi kasus-kasus "berbau Islam" lain yang menjadi sorotan dunia namun sama-sama dapat kita rasakan sebetulnya merupakan hasil kerja pihak-pihak di belakang layar untuk mendiskreditkan Islam.

Sampai di sini, kita melihat bahwa pada dasarnya ada tiga kelompok besar yang tidak sedang main-main dalam memperjuangkan agenda besarnya sendiri-sendiri. Namun tatkala semua agenda itu dihadapkan pada dunia Islam, kita juga melihat jelas adanya benang merah yang memungkinkan mereka untuk saling bahu membahu "menyelaraskan" strategi masing-masing guna mengakselerasi kepentingan yang sama, yakni mempercepat proses pengkerdilan Islam sampai ke titik yang terendah.

Lalu, sebagai sesama umat Islam, bagaimanakah seharusnya sikap kita? Membiarkan saja semua ini terjadi sambil diam-diam mulai berprasangka; "Jangan-jangan benar seperti kata Wafa Sultan dalam bukunya A God Who Hates yang menyiratkan bahwa Tuhan kita pembenci?"


[Gus Mendem]


CATATAN KAKI
[1] Lebih lengkap tentang propaganda anti-Islam ini, baca summary dari Mas Farid Wadjdi dalam tulisannya Di Balik Perang Terhadap Teroris
[2] Penjelasan (versi Alkitab) tentang maksud ayat ini dapat dilihat di sini.
[3] Simak wawancara eksklusif aldakwah.com dengan Ustadz Abu Deedat Syihabuddin Tentang Kristenisasi Di Indonesia.
[4] Samuel Marinnus Zweimer (1867 - 1952), dijuluki The Apostle to Islam, adalah seorang pengamat Islam yang banyak menulis buku-buku tentang Islam dalam upayanya menyebarkan ajaran Kristen (Protestan) ke banyak negara timur jauh termasuk Asia.
[5] Kaum penjajah yang dimaksud di sini adalah pengusung kapitalis, liberalis dan Zionis
[6]
Baca juga tulisan Ust. Idrus Abidin, Lc. MA berjudul Strategi Kristenisasi Indonesia
[7] Simak baik-baik arsip lama Majalah Hidayatullah berjudul Sekilas Tentang Zionis
[8] Simak juga posting Mas
Ahmad Y. Samantho di Bayt al-Hikmah Institute